Anda di halaman 1dari 4

PRAKTIKUM IV

UJI LEMAK

I. Tujuan
Untuk mengetahui beberapa uji kualitatif lemak

II. Alat dan Bahan


- Minyak
- Alcohol 95%
- Larutan KOH 0,05 N
- Indicator phenolipthalin
- Pipet tetes
- Labu Erlenmeyer
- Gelas ukur
- Corong
- Biuret dan statif
- Gelas kimia

III. Cara Kerja


 Pipet 5 ml minyak, tambahkan 15 ml alcohol 95% (dengan gelas ukur)
 Panaskan sampai mendidih (pada pemanas air mendidih, jangna sekali memakai
lampu spritus), biarkan mendidih sambil dikocok perlahan – lahan
 Dinginkan dan tambahkan 2 tetes indicator phenolipthalin
 Kemudian titrasi dengan larutan KOH 0,05 N sampai warna merah yang terjadi
bertambah lebih dari 1 menit
IV. Hasil Pembahasan
a. Hasil

Gambar sebelum titrasi Gambar larutan minyak setelah


titrasi

b. Pembahasan

Diketahui : Ml HCl Blanko = 4,3 ml


Ml HCl minyak = 3,9 ml
N HCl = 0,05 N
BM KOH = 56
Berat jenis minyak = 5 gr

Ditanya : Berapakah angka penyabunannya ?

Jawab : Rumus : Bilangan penyabunan = (ml HCl Blanko-ml HCl minyak) × N


HCl ×
BM KOH/ berat minyak (g)
= (4,3-3,9) × 0,05 × 56/5
= 0,224 mg
Pada percobaan kali ini bahan yang digunakan selain minyak goreng adalah
Indikator PP, KOH-alcohol dan HCl. Penentuan bilangan penyabunan dilakukan
untuk menentukan berat molekul dari minyak goreng yang terkandung
didalamnya.
Penambahan indikator fenolftalein agar ketika proses titrasi dilakukan, titik akhir
titrasi ditandai dengan perubahan warna. Penambahan indikator pp terhadap
larutan basa menyebabkan warna titik akhir titrasi menjadi bening. Titrasi pada
penentuan bilangan penyabunan ini termasuk ke dalam titrasi asidimetri. Titrasi
asidimetri merupakan metode titrasi larutan basa dengan larutan asam sebagai
larutan standarnya.
Hasil dari praktikum, didapat bahwa besarnya nilai besaran penyabunan ialah
sebesar 7. Dari hasil yang didapat, praktikum berlangsung sesuai keinginan
dimana nilai bilangan penyabunan yang didapat bernilai positif.

V. Kesimpulan
Dari peneletian penentuan angka penyabunan dapat disimpulkan bahwa jika volume
HCl minyak lebih kecil dibandingkan dengan volume HCl blanko maka kualitas dari
minyak goreng yang kita teliti baik. Begitu juga sebaliknya jika volume HCl minyak
lebih besar dibandingkan dengan volume HCl blanko maka kualitas minyak kurang
baik.
Daftar Pustaka

Anwar, Budiman. 2005. BimbinganPemantapan Kimia untuk SMA/MA. Bandung:


YramaWidaya
Lechninger, A. 1982. Dasar-dasarBiokimia. TerjemahanMaggyThenawidjaya.Erlangga:
Jakarta
Muchtadi, Tien R, dkk 2010. IlmuPengetahuanBahanPangan. Bogor: Alafabeta.