Anda di halaman 1dari 13

LAPORAN PRATIKUM

BIOKIMIA

Oleh :

I Made Sedana Yoga (P07120217006)

SEMESTER 2 (DUA)
D-IV KEPERAWATAAN

POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES DENPASAR


JURUSAN KEPERAWATAN
2018
Pratikum I

PENENTUAN GOLONGAN DARAH

1. Tujuan :
Untuk mengetahui bagaimana cara untuk menentukan golongan darah secara singkat dan
juga akurat.
2. Alat dan Bahan :
a. Alat
 Jarum steril
 Objek gelas
b. Bahan :
 Buffer antigen
 Darah segar
 Alcohol 70%
3. Cara kerja :
a. Tentukan relawan atau rekan mahasiswa yang akan dites untuk menentukan golongan
darahnya.
b. Sterilisasi ujung jari relawan yang akan diambil darahnya dengan alcohol 70%.
c. Gunakan jarum steril untuk mengambil darah.
d. Teteskan darah sebanyak 2 sampai 3 tetes pada objek gelas yang telah tersedia.
e. Teteskan buffer antigen pada masing-masing tetesan darah dan perhatikan. perubahan
pada tetesan darah apakah masih encer atau menggumpal.
4. Hasil :

NAMA ANTI A ANTI B ANTI D HASIL


MAHASISWA GOL.
DARAH
Ayu Suadnyani menggumpal Tidak menggumpal A
menggumpal
Mitha Eka Tidak menggumpal menggumpal B
Gayatri menggumpal
Divasya menggumpal menggumpal menggumpal AB
Sasmayaswari
Mirah Widiatari Tidak Tidak Tidak O
menggumpal menggumpal menggumpal

5. Pembahasan :
Golongan darah adalah ilmu pengklasifikasian darah dari suatu kelompok
berdasarkan ada atau tidaknya zat antigen warisan pada permukaan membrane sel darah
merah. Hal ini disebabkan karena adanya perbedaan jenis karbohidrat dan protein pada
permukaan membran sel darah merah tersebut. Dua jenis penggolongan darah yang
paling penting adalah penggolongan ABO dan Rhesus. Di dunia ini sebenarnya dikenal
sekitar 46 jenis antigen selain antigen ABO dan Rhesus, hanya saja lebih jarang dijumpai.
Tranfusi darah yang tidak kompatibel dapat menyebabkan reaksi tranfusi imunologis
yang berakibat anemia hemolisis, gagal ginjal, syok, dan kematian.
Antigen adalah zat yang digunakan untuk merangsang respon imun di dalam darah
dan kemudian membentuk antibodi di dalam darah tersebut. Antibodi adalah substansi
kimia berupa glikoprotein dengan struktur tertentu yang terbentuk sebagai respon
terhadap antigen. Aglutinasi darah adalah proses menempel dan menggumpalnya darah
sebagai sebuah bentuk antibodi. Aglutinogen adalah protein darah yang terdapat di dalam
eritrosit dan memiliki fungsi sebagai antigen di dalam darah. Aglutinin adalah protein
yang terkandung di dalam plasma darah, dimana protein ini dapat menyebabkan
aglutinasi.

Ilmuwan Australia, Karl Landsteiner memperoleh penghargaan Nobel dalam bidang


Fisiologi dan Kedokteran pada tahun 1930 untuk jasanya menemukan cara penggolongan
darah ABO. Jan Janskydi pada 1907 mengklasifikasikan darah manusia ke dalam 4
macam yang masih digunakan hingga kini, yaitu :

1. A : eritrosit mengandung aglutinogen A dan serum aglutinin anti B


2. B : eritrosit mengandung aglutinogen B dan serum aglutinin anti A
3. AB : eritrosit mengandung aglutinogen A dan B, sedangkan serum tidak mengandung
aglutinin
4. O : eritrosit tidak mengandung aglutinogen, sedangkan serum mengandung aglutinin
anti A dan anti B
Berdasarkan hasil percobaan yang telah dilakukan, uji golongan darah pada
mahasiswa bernama Lita perdani, setelah darahnya ditetesi serum anti A dan serum anti
AB terlihat darah menjadi menggumpal, sedangkan setelah darahnya ditetesi serum anti
B terlihat darah tidak menggumpal. Golongan darah Lita perdani adalah A. Hal ini terjadi
karena setelah darah ditetesi serum anti A, darah tersebut mengalami aglutinasi.
Aglutinasi terjadi karena di dalam sel darah tersebut mengandung aglutinogen A, dan
serum darahnya dapat membentuk aglutinin anti B.

golongan darah A

Uji golongan darah pada mahasiswa bernama Ketut suardiak, setelah darahnya
ditetesi serum anti A, serum anti B, dan serum anti AB terlihat darah tidak menggumpal.
Golongan darah Ketut suardika adalah O. Hal ini terjadi karena saat ditetesi serum anti A,
serum anti B, dan serum anti AB tidak terjadi aglutinasi. Aglutinasi tidak terjadi karena di
dalam darah tersebut tidak mengandung aglutinogen A dan B. Serum darah tersebut
membentuk aglutinin anti A dan anti B.

Uji golongan darah pada mahasiswa bernama Putu yoan sugiantara , setelah darahnya
ditetesi serum anti B dan serum anti AB terlihat darah menjadi menggumpal, sedangkan
setelah darahnya ditetesi serum anti A terlihat darah tidak menggumpal. Golongan darah
Putu yoan sugiantara adalah B. Hal ini terjadi karena setelah darah ditetesi serum anti B,
darah tersebut mengalami aglutinasi. Aglutinasi terjadi karena di dalam sel darah tersebut
mengandung aglutinogen B, dan serum darahnya dapat membentuk aglutinin anti A.
Uji golongan darah pada mahasiswa bernama Mahendra prasetia dinata, setelah
darahnya ditetesi serum anti A, serum anti B, dan serum anti AB terlihat darah menjadi
menggumpal. Golongan darah Mahendra prasetia dinata adalah AB. Hal ini terjadi karena
setelah darah ditetesi serum anti A, serum anti B, dan serum anti AB terjadi aglutinasi.
Aglutinasi terjadi karena di dalam darah tersebut mengandung aglutinogen A dan B.
Namun serumnya tidak membentuk aglutinin.

6. Kesimpulan :
Berdasarkan hasil praktikum yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa golongan
darah dapat dibedakan menjadi 4, yaitu A, B, AB, dan O. penggolongan darah tersebut
berdasarkan ada atau tidaknya antigen yang terkandung dalam darah.
1. Jika darah ditetesi serum anti A dan serum anti B, darah tersebut tidak menggumpal,
maka golongan darahnya O.
2. Jika darah ditetesi serum anti A, darah tersebut menggumpal atau terjadi aglutinasi,
maka golongan darahnya adalah A.
3. Jika darah ditetesi serum anti B, darah tersebut menggumpal atau terjadi aglutinasi,
maka golongan darahnya adalah B.
4. Jika darah ditetesi serum anti A dan serum anti B, darah tersebut menggumpal atau
terjadi aglutinasi, maka golongan darahnya adalah AB.

7. Daftar pustaka :
Bera, Karolin. 2014. Makalah Golongan Darah.
https://www.academia.edu/15479107/Makalah_Golongan_Darah. Diakses pada 4 April
2016.

Pratikum II
UJI KARBOHIDRAT

1. Tujuan :

Untuk mengetahui beberapa uji kualitatif dari karbohidrat

2. Alat dan Bahan :


a. Alat :
Pipet tetes
Tabung reaksi
Kompor atau pemanas air
b. Bahan :
Larutan pati 1%
Larutan Yodium 0,01 M
Larutan Na2S2O3 1%
3. Cara kerja :
a. Sediakan 2 tabung reaksi, masing-masing tabung diisi 5 ml larutan pati 1%
b. Pada masing-masing tabung ditambahkan 3 tetes larutan yodium 0,01 M
c. Tabung I dipanaskan sampai warna biru hilang, kemudian tunggu hingga dingin.
d. Tabung II ditambahkan larutan Na2S2O3 1% tetes demi tetes sampai warna biru
menghilang perlahan.

4. Hasil :

No. Larutan Larutan Warna Larutan Dipanaskan Warna


Tabung Amilum Yodium Na2S2
1% 0,01M O3 1%
I   Coklat Pekat  - Bening
(Coklat
Betadine)
II   Coklat Pekat -  Keunguan
(Coklat
Betadine
Keterangan :

 = diberikan.

- = tidak diberikan.

5. Pembahasan :
Percobaan uji yodium ini bertujuan untuk memisahkan antara polisakarida,
monosakarida dan disakarida. Pada saat larutan amilum 1% dicampurkan dengan larutan
yodium 0,01 M terjadi perubahan warna yaitu menjadi warna coklat pekat (coklat
betadine). Hal ini disebabkan karena molekul amilosa dan amilopektin yang berasal dari
larutan amilum membentuk suatu molekul dengan molekul dari larutan iodium.
Pada tabung I, setelah larutan berubah warna menjadi coklat pekat larutan
ditambahkan larutan Na2S2O3 secukupnya sampai berubah warna menjadi bening.
Perubahan warna dari coklat pekat menjadi bening dikarenakan KI lebih memilih untuk
berikatan dengan Na2S2O3 daripada dengan karbohidrat. Hal tersebut menyebabkan ikatan
glikosida menjadi semakin kuat dan mengikat sehingga terjadi perubahan warna menjadi
bening.
Pada tabung II, setelah larutan berubah warna menjadi coklat pekat larutan
dipanaskan sampai berubah warna menjadi keunguan. Perubahan warna coklat pekat
menjadi keunguan dikarenakan ikatan glikosida terputus akibat dari pemanasan yang
dilakukan.

6. Kesimpulan
Amilum yang termasuk dalam kategori karbohidrat akan menghasilkan senyawa
kompleks yang berwarna coklat pucat (coklat betadine) jika dicampurkan dengan larutan
yodium. Larutan tersebut dapat dihidrolisis sempurna dalam suasana asam dengan cara
melakukan pemanasan.

7. Daftar Pustaka :
Affani, Mega. 2013. Laporan Praktikum Uji Karbohidrat.
https://www.academia.edu/7472662/Laporan_Praktikum_Uji_Karbohidrat. Diakses pada
4 April 2016.
Pratikum III

UJI PROTEIN
Uji Xanthoprotein
1. Tujuan:
Untuk mengetahui beberapa uji kualitatif pada protein
2. Alat :
Tabung reaksi
Penjepit tabung reaksi
Rak tabung reaksi
Pipet tetes
Pemanas air atau kompor
Gelas kimia
Bahan :
Larutan albumin telur
Reagent HNO3 pekat
Reagent NaOH pekat
3. Cara kerja
a. Ambil 2 ml larutan albumin telur, lalu tambahkan 1 ml HNO 3 pekat perhatikan
terbentuknya presipitat putih.
b. Panaskan larutan yang ada dalam tabung reaksi, maka selama pemanasan presipitat
akan berubah menjadi berwarna kuning dan akhirnya akan larut sehingga
menyebabkan berwarna kuning.
c. Dinginkan, setelah dingin tambahkan dengan hati-hati NaOH pekat tetes demi tetes
sehingga warnanya berubah menjadi orange atau jingga.
4. Hasil :

NO LARUTA REAGE WARN DIPANASKA WARNA REAGE WARNA


. N N HNO3 A N N NaOH
ALBUMI
N TELUR
1.   PUTIH  KUNIN  ORANY
G E
Keterangan :
 = diberikan.
5. Pembahasan :
Uji xantoprotein merupakan uji kualitatif pada protein yang digunakan untuk
menunjukan adanya gugus benzene. Asam amino yang menunjukkan reaksi positif
adalah tyrosin, phenilalanin, dan tryptophan. Reaksi positif pada uji xantoprotein adalah
munculnya bentuk seperti cincin yang berwarna kuning.
Reagen HNO3 berfungsi untuk memecah protein menjadi gugus benzene. Selain
itu, larutan albumin telur yang diberikan reagen HNO3 akan membentuk presipat putih
karena adanya ikatan peptida.
Pada saat dipanaskan, larutan albumin telum mengalami perubahan warna
menjadi warna kuning. Hal ini disebabkan karena proses pemanasan tersebut akan terjadi
pelepasan nitrogen pada albumin telur.
Fungsi pereaksi NaOH adalah untuk membuat suasana larutan menjadi basa
sehingga dihasilkan suatu senyawa kompleks berwarna oranye sebagai deteksi atau
penentuan kuantitatif peptida dalam larutan protein.

6. Kesimpulan :

Pada uji xantoprotein, jika larutan albumin telur ditambahkan dengan larutan HNO 3
akan terbentuk presipat putih karena adanya ikatan peptida. Saat dipanaskan, larutan akan
berubah warna menjadi warna kuning karena adanya pelepasan nitrogen. Fungsi larutan
NaOH adalah untuk membuat suasana kembali normal dengan adanya penambahan basa.

7. Daftar Pustaka :
Aditia, Lasinrang. 2013. Laporan Praktikum Perubahan Warna Uji Protein.
https://www.academia.edu/15953849/Laporan_Praktikum_Biokimia_Reaksi_Perubahan_
Warna_Uji_Protein. Diakses pada 4 April 2016.

Pratikum IV
UJI LEMAK

1. Tujuan
Untuk mengetahui beberapa uji kualitatif pada lemak

2. Alat dan Bahan :

Alat :

a. Pipet tetes
b. Gelas ukur
c. Kertas label
d. Tabung reaksi

Bahan :

a. Minyak
b. Alcohol 95%
c. Larutan KOH 0,05 N
d. Indikator phenolpthalin
3. Cara kerja :
a. Pipet 5 ml minyak, tambahkan 15 ml alcohol 95% (dengan gelas ukur).
b. Panaskan larutan sampai mendidih (pada penangas air mendidih, jangan sekali
memakai lampu spritus), biarkan mendidih sambil dikocok perlahan-lahan.
c. Dinginkan dan lalu tambahkan 2 tetes indicator phenolpthalin
d. Kemudian titrasi dengan larutan KOH 0,05 N sampai warna merah yang terjadi
bertambah lebih dari 1 menit.
4. Hasil :

Larutan Sampel Larutan KOH Hasil Pengamatan

Setelah dipanaskan Titrasi HCl


Menggunakan
indikator PP
Minyak 5 gr 30 mL KOH Setelah dipanaskan Setelah penambahan
selama ± 15 menit indikator PP 3 tetes
tidak ada perubahan warna larutan
warna yakni tetap berubah menjadi
putih tetapi butir- merah muda pudar.
butir lemak dalam Setelah dititrasi HCl
larutan terlihat warna larutan
sedikit. Setelah menjadi putih. Hasil
didinginkan, butir akhir titrasi adalah 3,9
lemak terlihat ml.
bertambah banyak

Aquades 30 mL KOH Setelah dipanaskan Setelah didinginkan


selama ± 15 menit dan di tambahkan 3
tidak ada perubahan tetes indikator PP
warna yakni tetap warna larutan
berwarna putih berubah menjadi
bening. merah muda pekat.
Setelah dititrasi HCl
warna larutan
berubah menjadi
putih bening. Hasil
akhir titrasi
menunjukkan angka
4,3 ml.

5. Pembahasan :
Pada praktikum yang dilakukan di peroleh warna larutan menjadi merah muda setelah
ditambahkan 3 tetes indikator PP (phenolptalein). Kemudian larutan berubah menjadi putih
bening setelah di titrasi HCl. Setelah melakukan praktikum dapat di peroleh rumus untuk
menghitung berapa banyak ml KOH yang dibutuhkan untuk penyabunan dalam 1gr minyak yaitu
sebagai berikut:

(mL HCl Blangko - mL HCl Minyak ) x N HCl x BM KOH


Angka penyabunan : Berat Minyak
Hasil perhitungannya

(4,3−3,9) x0 , 05 x 56
Angka Penyabunan: 5 = 0,224 mg

6. Kesimpulan :
Jadi angka penyabunan itu adalah banyaknya mg KOH yang dibutuhkan untuk
menyabunkan 1 gram lemak atau minyak. Angka penyabunan yang diperoleh dalam praktikum
ini yaitu 0,224 mg.

7. Daftar pustaka :

Putri, Sarah. 2014. Laporan Praktikum Biokim Lemak dan Vitamin.


https://www.academia.edu/11576409/Laporan_Praktikum_Biokim_Lemak_and_Vitamin.
Diakses pada 4 April 2016.