Anda di halaman 1dari 4

Nama : Ni Komang Marni

NIM : P07120218017

STRATEGI PELAKSANAAN (SP) KOMUNIKASI

Kondisi Pasien :

Remaja (Nn.A) berumur 19 tahun, dirawat di Rumah Sakit Sanjiwani sudah 3 hari karena
didiagnosa mengalami Gastroenteritis. Keluhan utama pasien saat ini sering mondar-mandir ke
kamar mandi dan merasa cemas karena tidak mampu untuk menahan keinginan untuk BAB,
karena kondisi Nn.A sangat lemas sehingga pasien harus dibantu oleh orang lain dengan cara
ditopang saat mengakses kamar mandi.

Masalah Keperawatan : Krisis mobilisasi fisik.

Tujuan : klien mampu mengakses kamar mandi.

Rencana Keperawatan :

1. Identifikasi masalah yang terjadi bersama klien.

2. Dengarkan ungkapan prasaan pasien.

3. Melakukan tindakan mobilisasi kepada pasien untuk mengakses kamar mandi.

SP Komunikasi

1. Fase Orientasi

Salam Terapeutik : "Selamat pagi. Saya perawat marni." (Sambil mengulurkan


tangan untuk berjabat tangan).
Evaluasi dan Validasi : "Apa kabar? Bagaimana prasaanmu pagi ini? Saya nona
tampak lemas dan tampak cemas saat mengakses kamar mandi,
bagaimana kalau saya bantu nona untuk mempermudah
mengakses kamar mandi dengan cara mobilisasi?
Kontrak : “Sesuai perjanjian, sekarang kita akan mengidentifikasi krisis
yang terjadi pada nona. Ingin dimana tempatnya?”. “Baiklah
tempatnya di ruangan saja, waktunya kurang lebih 20 menit.
Sudah siap?”

2. Fase Kerja : (Tuliskan Kata-kata sesuai Tujuan dan Rencana yang Akan Dicapai/
Dilakukan).

Perawat :“Baiklah, sesuai kesepakatan kita akan diskusi tentang apasaja masalah
yang nona hadapi saat ini?”
Pasien : “ Baik suster, saya saat ini merasa sangat kesusahan untuk pergi ke
kamar mandi karena kondisi saya yang lemas dan saya merasa cemas.”

Perawat : “ Iya saya juga melihat wajah nona pucat dan tampak lemas, tolong nona
sampaikan kepada saya mengapa nona merasa cemas?”

Pasien : “ Saya merasa sangat cemas karena ketika saya berdiri dan berjalan
badan saya tidak seimbang karena kondisi lemas sus, maka dari itu saya
merasa cemas dan saya takut jatuh suster.”

Perawat : “ Saya memahami apa yang nona rasakan saat ini, maka dari itu nona
jangan khawatir lagi untuk pergi ke kamar mandi apalagi takut terjatuh
saat ke kamar mandi, saya disini ada untuk nona, dan disini saya akan
melakukan tindakan mobilisasi dari tempat tidur sampai ke kamar mandi.
Sebelum itu saya akan jelaskan terlebih dahulu apa saja yang harus nona
lakukan, sudah siap nona?”

Pasien : “ Baik suster saya akan melakukan sesuai arahan suster”.

Perawat :“ Sekarang saya akan membantu nona duduk diatas tempat tidur dengan
posisi menghadap ke arah saya dan kaki nona menyentuh lantai, kemudian
saya akan menopang badan nona dari samping agar keseimbangan nona
tetap terjaga, nona merasa pusing?”
Pasien : “ Saya sedikit pusing sus, tetapi saya bisa menahannya. Selanjutnya saya
harus bagaimana suster?”

Perawat : “ Baiklah sekarang nona berjalan menuju kamar mandi pelan-pelan biar
saya yang mengimbangi. Nah ketika sudah sampai di depan pintu kamar
mandi, tangan satunya lagi pegang gagang pintu. Saya akan bantu nona
untuk duduk di toilet”. Bagaimana apakah posisi nona sudah nyaman?”

Pasien : “ Terimakasi suster saya sudah nyaman, tapi suster bisa menunggu diluar
saja? saya malu sus”.

Perawat : “ Iya saya akan menunggu diluar. Nanti jika nona sudah selesai panggil
saja saya ya?”

Pasien : “ Iya suster”.

(Beberapa menit pasien memanggil perawat).

Pasien : “ Suster saya sudah selesai, tolong bantu saya kembali ke tempat tidur
saya sus!”

Perawat : “ Lakukan hal yang sama seperti intruksi yang tadi saya berikan. (Sambil
menopang dan membantu pasien menjangkau tempat tidur). Sekarang
posisi nona ingin duduk atau tidur?”

Pasien : “ Saya ingin tidur saja suster karna saya ingin istirahat.”

Perawat : “ Baiklah silahkan pelan-pelan saya bantu nona ke posisi tidur,


bagaimana nona posisinya sudah nyaman?”

Pasien : “ Sudah suster”. (pasien sambil tersenyum lega).

Perawat : “ Setelah saya melakukan mobilisasi, bagaimana perasaan nona saat ini
apakah masih merasa cemas?”
Pasien : “ Tidak suster, saya merasa aman ketika suster membantu saya berjalan
ke kamar mandi. Terimaksih banyak suster.” (sambil memegang tangan
perawat).

Perawat : “ Terimakasih kembali nona sudah mau bekerja sama dengan saya.”
(memegang tangan pasien dan beri senyum).

3. Fase Terminasi

Evaluasi subjektif/objektif : “ Bagaimana prasaanmu sekarang?”

“Coba sebutkan kembali masalah yang terjadi?”

“ Saya senang melihat Nn.A dapat mengakses kamar mandi


dengan nyaman dan tidak merasa cemas.”

Rencana tindak lanjut : “ Mulai sekarang kamu jangan merasa cemas atau takut
terjatuh ketika ke kamar mandi dan selanjutnya lakukan
hal-hal yang sama intruksi yang sudah saya berikan.”

Kontrak yang akan dating : “ Besok saya akan kembali untuk mengecek kondisi nona,
lekas sembuh dan selamat siang.”