Anda di halaman 1dari 18

ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA Ny.

N
DENGAN DIABETES MELLITUS TIPE I
DI DESA TEMBALANG RT 01 / 04 KELURAHAN TEMBALANG KOTA
SEMARANG

Disusun Oleh:
Desi Waluyaningtyas (P1337420614004)

Jurusan Keperawatan Semarang


Program Studi D-IV Keperawatan Semarang
Politeknik Kementrian Kesehatan Semarang
2017
PENGKAJIAN KELUARGA
STRUKTUR DAN SIFAT KELUARGA
A. KEPALA KELUARGA
1. Nama KK : Tn. N
2. Jenis Kelamin : Laki-laki
3. Umur/TTL : 65 Tahun/Semarang, 1952
4. Agama : Islam
5. Pendidikan : SMP
6. Pekerjaan : Buruh Meubel
7. Alamat : Kelurahan Tembalang
B. SUSUNAN ANGGOTA KELUARGA
Jenis Hub. dengan
No Nama Umur Pendidikan Pekerjaan Keterangan
Kelamin KK

1. Ny. N 58 th P Istri Tidak Ibu


Sekolah Rumah
Tangga

C. GENOGRAM

Keterangan :
= Laki-laki = Perempuan
= Laki-laki meninggal = Perempuan meninggal
=Ny.N
= Tinggal satu rumah
Dalam keturunan keluarga Tn.N terdapat anggota keluarga yang menderita penyakit
Diabetes Mellitus dan Hipertensi yaitu ibu Tn.N. Sedangkan dalam anggota keluarga
Ny.N, ada yang menderita penyakit Hipertensi yaitu adik Ny.N yang nomor 3.
D. PENGAMBILAN KEPUTUSAN
Pengambilan keputusan dalam keluarga Tn. N dengan cara musyawarah. Pengambil
keputusan dalam keluarga dilakukan ayah. Dalam menyelesaikan permasalahan yang ada
pada keluarga Tn. N, tidak memerlukan bantuan orang lain.

E. HUBUNGAN DALAM KELUARGA


Hubungan keluarga harmonis. Untuk memecahkan masalah Tn. N dibantu oleh istrinya.
Keluarga termasuk dalam perkembangan keluarga dengan keluarga usia lanjut.Anggota
keluarga yang dipercayai kepala keluarga untuk membantu memecahkan masalah
keluarga adalah istrinya. Cara keluarga dalam mengasuh anak yaitu sangat dilindungi
dengan harapan orang tua kepada anak yaitu anak-anaknya dapat rukun dan hidup
bahagia.

KEBUTUHAN DALAM HIDUP SEHARI-HARI


A. KEBUTUHAN GIZI
Dalam memenuhi kebutuhan makanan sehari-hari keluarga selalu memasak sendiri. Cara
penyajian makanan dalam keluarga selalu tertutup yaitu makanan yang selesai dimasak
ditempatkan di atas kompor dan ditutup. Didalam keluarga terdapat pantangan makanan
yaitu Ny.N pantang mengkonsumsi Buah pisang raja dan ambon, anggur, kelengkeng,
dan makanan yang manis. Keluarga selalu memasak sumber air yang akan digunakan
untuk minum. Kebiasaan keluarga dalam mengolah makanan yaitu dipotong terlebih
dahulu baru dicuci. Frekuensi makan keluarga 3xsehari.
Ny.N dan keluarga belum mengetahui diit yang benar pada penderita Diabetes
Mellitus.Ny.N menghabiskan setengah kilo nasi jagung setiap harinya dengan kalori 750
kalori. Serta jarang mengkonsumsi protein hewani. Ny.N sering mengemil umbi-umbian
di sela makan besar. Kebutuhan kalori Ny.N adalah 1600 kalori

Jenis Makanan Tidak Pernah Kadang-kadang Selalu Ada


Makanan pokok √
Protein hewani √
Protein nabati √
Sayur mayur √
Buah-buahan √
Susu √

B. KEBUTUHAN ELIMINASI
1. Pola BAB
Tn.N 1x / 2 hari
Ny.N 1x / 2 hari
2. Pola BAK
Tn.N 4-5 x / hari
Ny.N 5-6 x / hari ( termasuk malam hari 2 kali ditengah tidur)

C. ISTIRAHAT TIDUR
Dalam keluarga Tn. Nhanya Ny.N yang setiap hari tidur siang, hal itu dikarenakan
semenjak sakit Diabetes Mellitus Ny.N mebutuhkan banyak istirahat. Untuk Tn.N jarang
tidur siang karena bekerja, biasanya Tn.N tidur siang pada saat libur kerja. Bila ada
anggota keluarga yang sulit tidur, hal yang dilakukan adalah dengan tiduran di kasur dan
mencoba memejamkan mata.

D. AKTIVITAS OLAHRAGA
Tn.N dan Ny.N terkadang berolahraga dengan jalan kaki mengelilingi jalan sekitar
RSND pada pagi hari.

E. KEBERSIHAN DIRI
1. Tn.N mandi 3 kali sehari menggunakan sabun, jarang sikat gigi dan pernah seharian
tidak sikat gigi, dan keramas 1 kali sehari.
2. Ny.N mandi 1 kali sehari, sikat gigi 2 kali sehari dan keramas 3 hari sekali.

F. REKREASI/WAKTU SENGGANG
Keluarga Tn. Ntidak memiliki kebiasaan rekreasi yang teratur karena pekerjaan Tn.
Nyang tidak menentu sehingga uang hanya bisa digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.
Dan Ny.N merasa bahwa beliau harus menjaga kondisinya karena takut gula darahnya
akan naik. Tn.N dan Ny.N menggunakan waktu senggangnya untuk melakukan hal yang
bermanfaat yaitu membantu mengasuh cucunya.

G. POLA ASUH ANAK


Cara Tn.N dan Ny.N dalam mengasuh anak yaitu sangat dilindungi dengan harapan
orang tua kepada anak yaitu anak-anaknya dapat rukun dan hidup bahagia. Meskipun
semua anaknya telah beru,ah tangga namun Ny.N dan Tn.N tetap memberikan
pengawasan dan mengarahkan kepada hal-hal yang baik. Saat ini Ny.N sering
mengkhawatirkan rumah tangga anaknya yang ke-4. Ny.N merasa bahwa pernikahan
anaknya tersebut tidak wajar dan menyimpulkan bahwa anknya tersebut dipelet oleh
suaminya. Beliau berharap anaknya dapat segera bercerai dan mendapatkan pasangan
hidup yang dapat mebuat anaknya bahagia.

FAKTOR SOSIO BUDAYA EKONOMI


A. PENGHASILAN DAN PENGELUARAN
Di dalam keluarga, hanya Tn.N yang mempunyai penghasilan sendiri. Penghasilan
tersebut digunakan untuk kepentingan keluarga. Pedapatan keluarga perbulan ±Rp
1.600.000,- dan pengeluaran rata-rata perbulan ±Rp 1.300.000,-. Penghasilan keluarga
mencukupi untuk biaya sehari-hari. Tn. N bekerja 8 jam sehari sebagai buruh meubel.
Keluargamempunyai tabungan yang digunakan untuk keperluan yang mendadak.
Pengelola keuangan dalam keluarga tersebut adalah istri Tn. N yaitu Ny. N.

B. PENDIDIKAN
Dalam anggota keluarga tidak ada yang sedang mengikuti pendidikan diluar pendidikan
formal.Tn.N dapat membaca namun Ny.N tidak dapat membaca karena beliau tidak
sekolah. Di dalam anggota keluarga tidak ada yang mempunyai ketrampilan khusus.
Keluarga mempunyai pandangan bahwa sekolah adalah hal yang sangat penting dan
utamaagardapat menambah pengetahuan yang dimiliki.

C. SISTEM NILAI
Keluarga tersebut berasal dariSuku Jawa. Budaya yang dominan adalah budaya Jawa.
Ny.N masih mempercayai hal-hal yang berkaitan dengan mistis. Keluarga cukup aktif
mengikuti kegiatan keagamaan yang dilaksanakan di lingkungannya. Tidak ada nilai-
nilai keagamaan yang bertentangan dengan kesehatan yang dianut oleh keluarga.
Menurut keluarga, kesehatan adalah hal yang paling utama selain pendidikan. Terlebih
setelah Ny.N terkena Diabetes Mellitus, keluarga lebih memperhatikan makanan yang
dikonsumsi.
D. HUBUNGAN DENGAN MASYARAKAT
Keluargatidak ikutdalam organisasi. Keluarga Tn.N juga tidak memiliki konflik dengan
masyarakat. Interaksi keluarga Tn.N dengan lingkungannya juga cukup baik. Tn.N selalu
mengikuti kegiatan yang ada di lingkungannya seperti kerja bakti. Dan kesehatan yang
kurang baik dari Ny.N tidak menghambatnya untuk dapat berinteraksi dengan tetangga,
setiap sore Ny.N duduk di depan rumahnya dan mengobrol dengan tetangga-tetangganya.

FAKTOR LINGKUNGAN
A. PERUMAHAN
Rumah keluarga Tn. Nadalah rumah dengan hak milik sendiri. Jenis bangunan permanen
dengan luas bangunan dan luas pekarangan 161m2. Ada ventilasi di rumah dengan luas
≥20% dan cahaya matahari dapat masuk rumah pada siang hari. Penerangan listrik
(PLN), lantai keramik dan kondisi rumah secara keseluruhan bersih. Tidak terdapat
faktor resiko bahaya listrik karena tidak ada kabel yang terkelupas dan kabel listrik jauh
dari sumber air.

Bila ada
Bagian rumah Tidak ada
Kotor Bersih
Halaman √
Ruang tamu √
Ruang keluarga √
Ruang tidur √
Ruang makan √
Dapur √
Kamar mandi √
WC √
Denah Rumah : U

B T

TERAS

Kamar Tidur Ruang Tamu

Ruang Keluarga Kamar Kos 1

Kamar Kos 2 Kamar Kos 3

Kamar Kos 4 Kamar Kos 5

Kamar Kos 6 Kamar Kos 7

Kamar Tidur Utama Kamar Mandi 1


Kamar Mandi 2
Kamar Mandi
Kamar Mandi 3

Gudang Dapur

B. PENGELOLAAN LIMBAH
Keluarga mempunyai tempat pembuangan sampah dengan kondisi terbuka, karena setiap
pagi ada petugas yang mengambil sampah tersebut.
C. SUMBER AIR
Keluarga menggunakan sumur artesis sebagai sumber air dan air minum yang digunakan
berasal dari sumber tersebut. Keadaan fisik air yaitu tidak berasa, tidak berbau, dan tidak
berwarna.

D. KANDANG TERNAK
Keluarga tidak memiliki kandang ternak.

E. JAMBAN KELUARGA
Keluarga memiliki 4 jamban dengan 3 macam leher angsa, 1 jamban duduk dan septik
tanknya. Keadaan jamban bersih, keluarga mengatakan setiap kali BAB dan BAK selalu
disiram sampai bersih.

F. PEMBUANGAN AIR LIMBAH


Pembuangan air limbah keluarga dialirkan kegot/gorong-gorong.

DERAJAT KESEHATAN
A. KEJADIAN KESAKITAN
Saat ini ada anggota keluarga yang menderita sakit yaitu Ny.N (58 tahun) yang
menderita penyakit Diabetes Mellitus type 1. Penyakit tersebut diderita Ny.N sejak 2
tahun yang lalu ketika beliau merasakan keluhan pandangan mata yang kabur. Setelah
dilakukan pengkajian bahwa Ny.N mengalami retinopati dengan keluhan terdapat bintik
hitam dan bayangan seperti benang kusust di penglihatannya. Namun sebelum masuk RS
yang terakhir yaitu pada akhir Februari bintik hitam dan bayangan seperti benang kusut
tersebut sudah hilang. Saat ini keluhan Ny.N adalah pandangan mata yang kurang fokus
saja. Ny.N sudah 4 kali dirawat di rumah sakit.

B. PERILAKU KELUARGA DALAM PENANGGULANGAN SAKIT


Kebiasaan berobat jika terdapat anggota keluarga ada yang sakit yaitu ke dokteratau ke
klinik yang ada di RSND. Saat ini yang sedang mengkonsumsi obat adalah Ny.N yaitu
minum Vitamin B12 1 tablet/hari dan injeksi Insulin 4 unit sebelum makan (3 kali sehari)
dan 15 unit pada jam 11 malam.

C. KEJADIAN CACAT
Tidak ada anggota keluarga yang mengalami kecacatan.

D. KEJADIAN KEMATIAN 1 TAHUN TERAKHIR


Tidak ada anggota keluarga yang meninggal dalam satu tahun terakhir.

E. SKRINING TB PARU
Tidak ada anggota keluarga yang menderita TB Paru. Anggota keluarga juga tidak
kontak dengan penderita TBC dalam 6 bulan terakhir. Keluarga tidak ada yang
mengalami batuk lebih dari 3 minggu.

F. SURVEY JENTIK NYAMUK


Tidak ada tempat atau bejana yang memungkinkan menjadi tempat perkembangbiakan
nyamuk aedes dikarenakan keluarga menggunakan ember untuk tampungan air di kamar
mandi, jadi setelah selesai digunakan ember kosong dan diposisikan terbalik sehingga
tidak aa air yang tersisa. Tanaman di pot juga tidak ada air yang menggenang. Serta
botol-botol dan kaleng bekas setiap hari diangkut oleh petugas.

MASALAH KESEHATAN SPESIFIK


1. KELUARGA BERENCANA
Di dalam keluarga tidak terdapatpasanganusia subur.

2. BAYI DAN BALITA


Tn.N dan Ny.N tidak memiliki balita karena semua anaknya sudah berkeluarga. Namun
anak yang keempat tinggal serumah dengan Tn.N dan memiliki balita yang berusia 2
tahun 3 bulan.

3. LANSIA
Dalam keluarga terdapat anggota keluarga yang berusia >55 tahun yaitu Tn.N dan Ny.N
Tn.N dengan usia 65 tahun. Tn.N mempunyai TB = 151 cm, BB = 46 kg, TD = 110/60
mmHg, Nadi 88x/menit, dan pernapasan 22x/menit. Ny.N dengan usia 58 tahun. Ny.N
mempunyai TB = 156 cm, BB = 55 kg, TD = 150/90 mmHg, Nadi 86x/menit, dan
pernapasan 20x/menit. Gula darah sewaktu 209 mg/dL.

I. ANALISA DATA
Data Etiologi Masalah/ diagnosa
Data subjektif : Kurangnya pengetahuan keluarga Ketidakmampuan keluarga
-   Ny.N dan keluarga tentang diit pasien Diabetes merawat anggota keluarga
mengatakan belum Mellitus. dengan Diabetes Mellitus
mengetahui diit yang
benar pada penderita
DM
- Ny.N menghabiskan
setengah kilo nasi
jagung setiap harinya
dengan kalori 750
kalori. Serta jarang
mengkonsumsi
protein hewani.
- Ny.N sering
mengemil umbi-
umbian di sela makan
besar

Data objektif :
- Gula darah sewaktu
209 mg/dL (12 Maret
2017)
- Ny.D terlihat lesu
- Kulit kering
- Kebutuhan kalori
1600
Data subjektif : Kurangnya pengetahuan keluarga Ketidakmampuan keluarga
- Ny.N mengatakan mengenai dampak stress psikologis memelihara kesehatan klien
merasa takut jika klien terhadap kondisi
sewaktu-waktu kesehatannya.
kondisinya akan
semakin parah
- Ny.N mengatakan
sering
mengkhawatirkan
rumah tangga
anaknya yang
keempat
- Ny.N merasa bahwa
hidupnya penuh
dengan perjuangan
dan penderitaan sejak
muda
- Ny.N mengatakan
jika gula darahnya
mulai naik, beliau
merasa pusing,
merasa lelah dan kaki
kesemutan

Data Objektif
- Ny.N menangis
saat dilakukan
pengkajian
mengenai
kehidupan di
masa lalunya dan
kondisi anak
bungsunya
- TD :150/90
mmHg
- Gula darah
sewaktu 209
mg/dL (12 Maret
2017)

II. RUMUSAN MASALAH KEPERAWATAN


1. Ketidakmampuan keluarga merawat anggota keluarga dengan Diabetes Mellitus
berhubungan dengan kurangnya pengetahuan keluarga tentang diit pasien
Diabetes Mellitus.
2. Ketidakmampuan keluarga memelihara kesehatan klien berhubungan dengan
kurangnya pengetahuan keluarga mengenai dampak stress psikologis klien
terhadap kondisi kesehatannya.
III. SKORING PRIORITAS DIAGNOSA KEPERAWATAN KELUARGA
1. Ketidakmampuan keluarga merawat anggota keluarga dengan Diabetes Mellitus
berhubungan dengan kurangnya pengetahuan keluarga tentang diit pasien Diabetes
Mellitus.

No Kriteria Skala Bobot Skoring Pembenaran


1.       1 a. Sifat masalah : Ny.N menderita penyakit DM
tidak/ kurang sehat sejak 2 tahun yang lalu. Dan
ketika sakitnya kambuh klien
merasakan pusing, merasa
3 1 3/3x1 = 1
lelah dan kaki kesemutan.
Klien menghindari segala
makanan yang mengandung
gula.
b. Kemungkinan Klien dan keluarga sangat
masalah dapat terbuka terhadap informasi
diubah : mudah 1 2 1/2x 2= 1 yang diberikan mengenai hal-
hal yang berkaitan dengan
penyakit DM
c. Potensial Ny.N sudah mengubah pola
masalah untuk makannya dengan
dicegah : tinggi mengkonsumsi makanan
3 1 3/3x 1 = 1 rendah gula, namun belum
cukup memahami apa yang
dianjurkan dan tidak
dianjurkan untuk dikonsumsi
d. Menonjolnya Nutrisi dan pola makan yang
masalah : harus dikonsumsi oleh Ny.N harus
segera ditangani 2 1 2/2x 1= 1 segera ditangani mengingat
makanan mempengaruhi kadar
glukosa dalam darah.
Total 4

2. Ketidakmampuan keluarga memelihara kesehatan klien berhubungan dengan


kurangnya pengetahuan keluarga mengenai dampak stress psikologis klien terhadap
kondisi kesehatannya
No Kriteria Skala Bobot Skoring Pembenaran
2.       1 a.       Sifat masalah : Ny.N merasa stress dan
tidak/ kurang sehat masalah yang membebani
3 1 3/3x1 = 1
pikirannya sudah cukup lama
dan selalu mengganggunya.
b.      Kemungkinan Ny.N merupakan tipe orang
masalah dapat diubah : yang selalu memikirkan apa
sebagian yang terjadi di lingkungannya,
1 2 1/2x 2= 1 sehingga memerlukan
pengertian yang cukup rasional
untuk mengubah pola pikir
Ny.N
c. Potensial 2 1 2/3x 1 = Dengan dukungan psikis dari
masalah untuk 2/3 keluarga dapat mengurangi
dicegah : cukup beban pikiran klien

d. Menonjolnya Jika stress Ny.N berlangsung


masalah : harus segera terus-menerus akan
2 1 2/2x 1= 1
ditangani mempengaruhi kondisi
kesehatan klien.
Total 3 2/3

IV. INTERVENSI KEPERAWATAN


No Masalah Tujuan Rencana Tindakan
Keperawatan
1 Ketidakmampuan Tujuan Umum : - Kaji pengetahuan keluarga dan
keluarga merawat Setelah dilakukan tindakan klien tentang DM, gejala
anggota keluarga keperawatan 1 x 45 menit, - Diskusikan bersama keluarga
dengan Diabetes selama 1 kali pertemuan tentang pengertian, penyebab,
Mellitus berhubungan pengetahuan keluarga tanda gejala, dan komplikasi
dengan kurangnya mengenai pengelolaan diit - Jelaskan kepada keluarga
pengetahuan keluarga DM meningkat mengenai pengelolaan diit DM
tentang diit pasien Tujuan Khusus: - Bantu identifikasi keluarga
Diabetes Mellitus. 1. Keluarga mengenal mengenai diit rendah gula yang
masalah sesuai dengan kondisi klien
- Menjelaskan - Beri kesempatan keluarga untuk
kembali pengertian, bertanya
penyebab, tanda - Minta keluarga mengulang
gejala dan penjelasan yang telah diberikan
komplikasi dari DM - Jelaskan kepada keluarga
- Menjelaskan tindakan yang harus dilakukan
kembali cara ketika gula darah Ny.N
pengelolaan diit DM meningkat yang ditandai dengan
- Keluarga dan Ny,N pusing, kesemutan, mudah haus,
menjawab dengan mudah lapar, sering kencing
benar minimal 75 % dan padangan kabur.
dari pertanyaan yang - Bimbing dan motivasi keluarga
diberikan untuk mengambil keputusan
2. Mampu mengambil - Beri pujian atas keputusan yang
keputusan untuk diambil
menentukan diit DM
3. 90% keluarga hadir
fdari undangan

2 Ketidakmampuan Tujuan Umum: - Ukur tekanan darah Ny.N


keluarga memelihara Setelah dilakukan tindakan - Jelaskan mengenai stress
kesehatan klien keperawatan selama 2 psikologis
berhubungan dengan pertemuan keluarga - Jelaskan dampak stress
kurangnya mampu memberikan psikologis terhadap kenaikan
pengetahuan keluarga motivasi dan ketenangan kadar gula darah
mengenai dampak psikis kepada klien - Jelaskan dampak yang akan
stress psikologis klien terjadi jika klien stress dalam
terhadap kondisi Tujuan Khusus: waktu yang lama
kesehatannya - Keluarga mengerti - Jelaskan pentingnya motivasi
definisi stress dan dukungan dari keluarga
- Keluarga mengerti terhadap kesembuhan klien
hubungan stress - Jelaskan bentuk-bentuk
psikologis terhadap motivasi yang dapat dilakukan
peningkatan gula oleh keluarga
darah
- Keluarga mengerti
dampak lebih lanjut
jika klien dalam
kondisi stres dalam
jangka waktu lama
- Keluarga memahami
80 % dari materi yang
diberikan
- Keluarga mampu
memberikan motivasi
dan dukungan
terhadap klien
V. IMPLEMENTASI KEPERAWATAN
NO Tanggal/Jam Diagnosa Implementasi Respon TTD

1. Senin, 10 April Ketidakmampuan 1. Melakukan S:


2017 keluarga merawat pengkajian pada
anggota keluarga keluarga Ny. N 1. Ny. N mengatakan
18.30 WIB dengan Diabetes tentang penyakit memiliki riwayat
Mellitus Diabetes Mellitus. penyakit Diabetes
berhubungan 2. Mengkaji penyebab Mellitus sejak dua
dengan kurangnya Ny. N mengalami tahun yang lalu.
pengetahuan Diabetes Mellitus.
2. Ny.N mengungkapkan
keluarga tentang 3. Melakukan
bahwa tidak ada
diit pasien Diabetes pengkajian tentang
anggota keluarga yang
Mellitus. tanda dan gejala
memiliki riwayat
yang timbul ketika
penyakit Diabetes
gula darah tinggi.
Mellitus. Klien
mengungkapkan
bahwa saat ini klien
mendapatkan terapi
injeksi insulin 4 unit
sebelum makan (3 kali
sehari) dan 15 unit
pada jam 11 malam.
3. Ny.N mengungkapkan
jika gula darahnya
naik yang beliau
rasakan adalah sering
pusing, mudah lelah
dan kaki kesemutan
4. Ketika Ny.N sudah
menunjukkan tanda-
tanda gejala gula
darahnya mulai naik,
keluarga segera
membawa Ny.N ke
dokter keluarga atau
ke RS
O:
1. Usia Ny. N adalah 58
tahun.
2. Klien mengalami
retinopati namun
sudah tidak ada
keluhan bintik hitam
3. TB = 156 cm, BB = 55
kg, IMT = 22,6

2. Selasa, 11 Ketidakmampuan 1. Menggali S:


April 2017 keluarga merawat pengetahuan 1. Keluarga Ny. N
anggota keluarga keluarga Ny. N mengatakan penyakit
16.00 WIB dengan Diabetes mengenai penyakit Diabetes Mellitus
Mellitus Diabetes Mellitus adalah penyakit
berhubungan 2. Menggali karena gula darah
dengan kurangnya pengetahuan yang tinggi
pengetahuan keluarga tentang 2. Keluarga Ny.N
keluarga tentang pencegahan Diabetes mengungkapkan
diit pasien Diabetes Mellitus. pencegahan penyakit
Mellitus. 3. Menggali Diabetes Mellitus
pengetahuan adalah dengan
keluarga tentang menjaga pola makan
penatalaksanaan diit 3. Keluarga Ny.N
pada Ny.N dengan mengungkapkan
Diabetes Mellitus. makanan yang
dikonsumsi klien
harus bebas gula, jika
menggunakan gula,
dengan gula
Tropicana slim.
O:
1. Keluarga terlihat
bingung ketika
dilakukan pengkajian
3. Rabu, 12 April Ketidakmampuan 1. Mengkaji kondisi S:
2017 keluarga psikologis klien 1. Ny.N mengatakan
memelihara dengan menanyakan merasa takut jika
19.30 WIB kesehatan klien masalah apa yang sewaktu-waktu
berhubungan membebani pikiran kondisinya akan
dengan kurangnya klien semakin parah, beliau
pengetahuan 2. Mengukur gula darah mengkhawatirkan
keluarga mengenai klien rumah tangga
dampak stress 3. Mengukur TTV klien anaknya yang
psikologis klien 4. Mengkaji pengetahuan keempat. Ny.N
terhadap kondisi klien mengenai merasa bahwa
kesehatannya dampak stress hidupnya penuh
psikologis terhadap dengan perjuangan
kondisi kesehatannya dan penderitaan sejak
5. Mengkaji pengetahuan muda
keluarga mengenai 2. Ny.N mengatakan jika
dampak stress stress dapat
psikologis terhadap memperburuk kondisi
kondisi kesehatannya kesehatannya
3. Keluarga mengatakan
stress dapat
menyebabkan sakit.
O:
1. TTV
a. TD : 150/90 mmHg
b. HR: 86x/menit
c. RR: 20x/menit

2. Gula darah sewaktu


209 mg/dL

4. Selasa, 18 Ketidakmampuan 1. Diskusikan bersama S:


April 2017 keluarga merawat keluarga tentang 1. Ny.N dan keluarga
anggota keluarga pengertian, penyebab, mengatakan senang
10.30 WIB dengan Diabetes tanda gejala, dan berdiskusi mengenai
Mellitus komplikasi penatalaksanaan diit
berhubungan 2. Jelaskan kepada pada pasien DM
dengan kurangnya keluarga mengenai 2. Ny.N dan keluarga
pengetahuan pengelolaan diit DM mengatakan sudah
keluarga tentang 3. Bantu identifikasi paham dengan
diit pasien Diabetes keluarga mengenai informasi yang
Mellitus. diit rendah gula yang diberikan
sesuai dengan kondisi 3. Ny.N dan keluarga
klien mengatakan akan
4. Beri kesempatan melakukan diit pada
keluarga untuk Ny.N sesuai
bertanya informasi yang
5. Minta keluarga diberikan
mengulang
penjelasan yang telah O:
diberikan 1. Ny.N dan keluarga
6. Jelaskan kepada terlihat senang
keluarga tindakan 2. Ny.N dan keluarga
yang harus dilakukan dapat menjawab
ketika gula darah pertanyaan yang
Ny.N meningkat diberikan
yang ditandai dengan 3. Ny.N dan keluarga
pusing, kesemutan, dapat menunjukkan
mudah haus, mudah makanan yang
lapar, sering kencing diperbolehkan dan
dan padangan kabur. tidak dianjurkan bagi
Ny.N
4. TD : 140/100 mmHg

5 Rabu, 19 April Kurangnya - Mengkur tekanan S:


2017 pengetahuan darah Ny.N 1. Keluarga merasa
keluarga mengenai - Menjelaskan bersalah karena klien
18.30 dampak stress mengenai stress sering sedih dan
psikologis klien psikologis kepikiran atas kondisi
terhadap kondisi - Menjelaskan dampak keluarganya
kesehatannya. stress psikologis 2. Keluarga merasa
terhadap kenaikan senang diberikan
kadar gula darah informasi
- Menjelaskan dampak 3. Keluarga mengatakan
yang akan terjadi jika akan lebih
klien stress dalam memperhatikan dan
waktu yang lama menghindari situasi
- Menjelaskan yang menyebabkan
pentingnya motivasi Ny.N stress
dan dukungan dari O:
keluarga terhadap 1. TD : 150/100 mmHg
kesembuhan klien 2. Keluarga memahami
- Menjelaskan bentuk- 80% yang diberikan
bentuk motivasi yang dengan mampu
dapat dilakukan oleh menjawab 3 dari 4
keluarga pertanyaan yang
diberikan
3. Ny.N dan keluarga
terlihat antusias
ketika dilakukan
pendidikan kesehatan

VI. CATATAN PERKEMBANGAN


Ttd
Tanggal/jam Diagnosa Keperawatan Catatan Perkembangan
perawat

Selasa, 18 April Ketidakmampuan keluarga S:


2017 merawat anggota keluarga 1. Ny.N dan keluarga
dengan Diabetes Mellitus mengatakan senang berdiskusi
10.30 WIB berhubungan dengan mengenai penatalaksanaan
kurangnya pengetahuan diit pada pasien DM
keluarga tentang diit pasien 2. Ny.N dan keluarga
Diabetes Mellitus. mengatakan sudah paham
dengan informasi yang
diberikan
3. Ny.N dan keluarga
mengatakan akan melakukan
diit pada Ny.N sesuai
informasi yang diberikan

O:
1. Ny.N dan keluarga terlihat
senang
2. Ny.N dan keluarga dapat
menjawab pertanyaan yang
diberikan
3. Ny.N dan keluarga dapat
menunjukkan makanan yang
diperbolehkan dan tidak
dianjurkan bagi Ny.N
4. TD : 140/100 mmHg

A : Masalah teratasi
P : Hentikan intervensi

Rabu, 19 April Ketidakmampuan keluarga S:


2017 merawat anggota keluarga 1. Keluarga merasa bersalah
dengan Diabetes Mellitus karena klien sering sedih dan
berhubungan dengan kepikiran atas kondisi
kurangnya pengetahuan keluarganya
keluarga tentang diit pasien 2. Keluarga merasa senang
Diabetes Mellitus. diberikan informasi
3. Keluarga mengatakan akan
lebih memperhatikan dan
menghindari situasi yang
menyebabkan Ny.N stress
O:
1. TD : 150/100 mmHg
2. Keluarga memahami 80%
yang diberikan dengan
mampu menjawab 3 dari 4
pertanyaan yang diberikan
3. Ny.N dan keluarga terlihat
antusias ketika dilakukan
pendidikan kesehatan
A: Masalah teratasi
P : Hentikan intervensi
Lampiran Dokumentasi