Anda di halaman 1dari 2

Resiko likuiditas jangka panjang

1. Rasio utang jangka Panjang

Rasio ini merupakan gambaran tentang berapa banyak persen dana perusahaan yang berasal
dari utang jangka Panjang dibanding dengan utang perusaaan angka rasio yang rendah
mengidentifikasikan adanya perlindungan yang lebih banyak kepada kreditor jangka
Panjang. Oleh karna itu semua pinjaman mengandung risiko. Semakin besar presentasenya
maka semakin besar pula resiko yang ditanggung perusahaan1.

2. Rasio kewajiban jangka Panjang atas modal

Sama halnya dengan rasio utang jangka Panjang, rasio ini bertujuan untuk mengetahui berapa
banyak persen utang jangka Panjang operasi dibandingkan dengan modal perusahaan.
Semakin baik rasio maka semakin baik sebuah perusaaan. Rasio utan yan tinggi terhadap
pemegang saham atau harta menunjukan keadaan yang serius untuk segera dibenahi.

3. Rasio utang terhadap ekuitas

Rasio ini menunjukan struktur permodalan perusahaan dengan membandingkan apa yang
tertuang dengan perusahaan oleh apa yang dimiliki perusahaan tersebut, rasio ini mengukur
kemampuan perusahaan untuk menutp kewajibannya terhadap kreditor dan pemilik apabila
terjadi likuidasi. Semakin tinggi rasio ini maka banyak utang yang dimanfaatkan perusahaan,
dan semakin rendah tingkat keamanan apabila bisnis ini gagal2.

4. Rasio kewajiban terhadap aktiva

Rasio ini menunjukan seberapa besar utang yan digunakan untuk membiayai aktiva
perusahaan. Semakin besar rasio ini maka semakin besar pula resiko yang diadapi
perusahaan. Demikian juga sebaliknya, semakin kecil rasio perusahaan maka semakin kecil
pula resiko yang dihadapi perusahaan.

1
Ir. Kuswadi, MBA, Memahami Rasio-Rasio Keuangan Bagi Orang Awam, ( Jakarta: PT Elex Media Koputindo
Kelompok Gramedia, 2006), hlm 184.
2
Tomas W. Zimmerer, Kewirausahaan dan Manajemen Usaha Kecil, (Jakarta: Salemba Empat, 2009), hlm 128
5. Rasio cakupan bunga

Menunjukan bahwa pendapatan hanya cukup untuk memenui Batasan bunga, generalisasi
terhadap cakupan bunga yang tepat tidaklah hanya sekali kecuali dibuat referensi mengenai
jenis bisnis yang dilakukan perusahaan. Dalam bisnis yang sangat stabil, rasio bunga yang
relatif rendah mungkin tepat untuk perusahaan3.

6. Rasio aliran kas oprasionsl

Rasio ini menunjukan sejauh mana kemampuan perusahaan dalam menghasilkan arus kas
dari kegiatan operasi untuk menutupi atau memenuhi seluruh kewajibannya, rasio ini melihat
kemampuan perusahaan menghasilkan aliran kas untuk menutup kewajibannya. Aliran kas
dari operasi bisa dilihat dari laporan aliran kas, yaitu dalam komponen operasi.

3
James C. Van Horne, Fundamental Of Financial Management, (Jakarta: Salemba Empat, 2007), hlm 207