Anda di halaman 1dari 10

ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA TAHAP VII PADA KELUARGA Ny.

Y
DENGAN HIPERTENSI DI SUMBER MULYO RT 04 RW 01 KELURAHAN JATISARI
KECAMATAN MIJEN KOTA SEMARANG

Disusun Oleh :
RICHA JANNET FERDISA
G3A019133

PROGRAM STUDI PROFESI NERS


FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN DAN KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SEMARANG
2019 - 2020
A. Data Umum Keluarga
1. Kepala Keluarga (KK) : Ny. Y
2. Usia : 67 tahun
3. Tempat, tanggal lahir : Kendal, 22 Desember 1952
4. Alamat : Sumber Mulyo RT 04/ RW 01 Kel. Jatisari Kec.
Mijen Kota Semarang
5. Agama : Islam
6. Komposisi Keluarga
No. Nama Status Usia Pendidika Pekerjaan Status
dalam n
Keluarga
1. Ny. Y Kepala 67 SMA Ibu rumah Janda
Keluarga tahun tangga
(pensiunan
PNS)
2. Nn. T Anak ke- 38 S1 Karyawan Belum
3 tahun Swasta menikah

7. Genogram

8. Tipe Kleuarga
Menurut Friedman dalam teori keluarga, keluarga ini termasuk tipe keluarga
tahap VII. Karena anak suaminya sudah meninggal dunia dan hanya tinggal
bersama satu orang anak.
9. Suku Bangsa
Ny.Y berasal dari suku Jawa dan almarkhum suami Ny.Y (Tn.S) juga berasal
dari suku Jawa. Bahasa yang digunakan sehari-hari adalah Bahasa Jawa dan
Bahasa Indonesia.
10. Agama
Seluruh anggota keluarga Ny.Y beragama Islam. Menurut kepercayaan
mereka islam adalah agama yang benar dan selalu mengajarkan kebaikan.
11. Status Sosial Ekonomi Keluarga
Ny.Y mendapatkan penghasilan dari uang pensiunan PNS. Anak ketiga yang
tinggal bersama Ny.Y mendapatkan penghasilan dari bekerja di perusahaan
swasta. Ny.Y dan Nn. T merasa penghasilan keluarga sudah cukup untuk
keperluan sehari-hari dan menabung. Keluarga memiliki fasilitas yang sangat baik
di rumah, tetapi keluarga tidak memiliki sarana transportasi pribadi.
12. Aktivitas Rekreasi Keluarga
Biasanya Ny.Y berkumpul dengan anak-anak dan cucunya hampir setiap hari,
karena rumah anak-anaknya yang sudah menikah berdekatan dengan rumah Ny.Y.
Sesekali juga keluarga pergi untuk sekedar jalan-jalan atau membeli kebutuhan
rumah tangga bersama atau makan diluar rumah. Untuk liburan biasanya
dilakukan saat anak pertamanya mengajak. Jadi waktu berkumpul dengan semua
anggota keluarga lengkap tergantung situasi dan kondisi.

B. Riwayat dan Tahap Perkembangan Keluarga


1. Tahap Perkembangan Keluarga saat ini
Menurut teori Friedman (2010), tahap perkembangan keluarga ini adalah
keluarga tahap tujuh yaitu anak terakhir sudah akan menikah dan Ny.Y sudah
pensiun serta suami Ny.Y sudah meninggal dunia.
2. Tahap Perkembangan Keluarga yang Belum Terpenuhi
Menikahkan anak terakhir yang usianya sudah 38 tahun, karena sampai
usianya yang sekarang ini Nn. N belum yakin untuk menikah. Jika Ny.Y sudah
mennikahkan anak terakhirnya maka tugasnya sudah selesai dalam mendidik
anaknya.
3. Riwayat Kesehatan Keluarga Inti
a. Riwayat kesehatan saat ini : Saat ini Ny.Y memiliki penyakit hipertensi sejak
5 bulan yang lalu, disertai keluhan pegal-pegal pada kaki. Sedangkan anaknya
tidak memiliki riwayat penyakit.
b. Riwayat Penyakit Keturunan : Orangtua Ny.Y memiliki riwayat hipertensi dan
diabetes. Sedangkan orangtua suami Ny.Y memiliki riwayat ashma dan
hipertensi.
4. Riwayat Kesehatan Masing-masing
No. Nama Keadaan Kesehatan Status Imunisasi Riwayat Penyakit
1 Ny. Y Hipertensi Campak, TT - Hipertensi
- Oedem karena
alergi dingi
- Kolesterol
2 Nn. T Sehat Lengkap Tidak ada

- Anggota keluarga saat ini tidak ada yang merokok, tetapi dahulu suami Ny.Y
pernah merokok.
- Anggota keluarga tidak ada yang sedang hamil.
5. Riwayat Kesehatan Keluarga Sebelumnya
Kepala keluarga (Ny.Y) memiliki riwayat penyakit kolesterol. Dan sekarang
Ny.Y terkena hipertensi yang sering naik turun, tetapi Ny.Y rutin kontrol ke
dokter keluarga setiap satu bulan sekali dan selalu patuh minum obat. Namun
terkadang masih salah dalam menentukan diit sehingga tekanan darah sering naik.

6. Sumber Pelayanan Kesehatan


a. Sumber pelayanan kesehatan yang biasa digunakan adalah klinik dokter
keluarga terdekat sesuai dengan faskes BPJS.
b. Ny. Y melahirkan anak-anaknya di rumah sakit, dan mengontrol
kehamilannya di klinik bidan.
c. Ny. Y memiliki asuransi kesehatan BPJS kesehatan. Sedangkan anaknya yang
ketiga menggunakan asurasi kesehatan dari tempat bekerja.

C. Pengkajian Lingkungan
1. Karakteristik Rumah
a. Luas rumah 273 m2
b. Jumlah ruangan terdapat satu ruang tamu, satu ruang keluarga, tiga kamar
tidur, satu ruang sholat, satu kamar mandi, dapur dan ruang makan.
c. Sumber air untuk mandi dan memasak menggunakan air sumur artetis,
sedangkan untuk minum menggunakan air isi ulang RO.
d. Perabotan rumah yanng tersedia sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan
keluarga.
e. Terdapat banyak tumbuhan yang ditanam didepan rumah sehingga rumah
terasa sejuk.
f. Terdapat beberapa pohon buah dan tanaman obat dan ada kandang ayam di
belakang rumah dengan jarak 3 meter dari rumah.
g. Rumah terlihat rapi dan bersih.
h. Terdapat tempat sampah di dalam ruangan dan pembuangan sampah akhir
berada di luar rumah yang setiap harinya diambil oleh petugas kebersihan.
i. Bangunan rumah permanen dengan ventilasi yang cukup baik.
j. Denah bangunan rumah :

Ruang Tamu
Kamar Tidur

Kamar Tidur
Ruang Ibadah
Ruang Keluarga

Kamar Tidur
Dapur dan Ruang Makan
2. Karakteristik Tetangga dan Komunitas RW
Kamar Mandi
a. Biasanya berinteraksi dengan tetangga saat berpapasan, bertemu di tukang
sayur, ada acara syukuran di rumah tetangga, dan sebagainya.
b. Ny.Y masih aktif mengikuti posyandu lansia dan senam lansia setiap satu
bulan sekali.
c. Diadakan kerja bakti RW setiap satu bulan sekali.
3. Mobilitas Geografis Keluarga
Ny.Y lahir di Kabupaten Kendal, kemudian setelah menikah hingga sekarang
menetap di Kota Semarang.
4. Sistem Pendukung Keluarga
Ny. Y sebagai kepala keluarga setelah suaminya meninggal dan hanya tinggal
bersama anaknya yang ketiga. Fasilitas penunjang kesehatan atau asuransi
kesehatan yang digunakan oleh anggota keluarga yaitu BPJS Kesehatan. Rumah
berada dekat dengan fasilitas kesehatan yang cukup banyak.
5. Pola Komunikasi Keluarga
Otoriter, semua anggota keluarga bebas mengemukakan pendapat. Tetapi
untuk suatu keputusan akan dilakukan diskusi antara ibu dan anak. Komunikasi
dilakukan secara langsung.
6. Struktur Kekuatan Keluarga
Ny. Y hanya tinggal dengan seorang anak perempuannya sehingga satu sama
lain harus terbuka. Ny. Y juga tegas dalam menegakkan peraturan dirumah.
7. Struktur Peran
Ibu sebagai kepala keluarga, mendidik anak, pemegang kekuasaan tertinggi di
rumah. Dalam mengambil keputusan antara ibu dan anak dilakukan musyawarah
terlebih dahulu. Dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga, ibu mendapatkan
uang pensiunan dan anak mendapatkan gaji dari tempat kerja.
8. Nilai atau Norma Keluarga
Menjalankan aturan dan norma yang berlaku di Negara dan Agama. Untuk
kesehatan sendiri lebih ke berdoa dan ikhtiarnya mempercayai ke tenaga
kesehatan, terkadang mengikuti saran keluarga dan tetangga sekitar.

D. Fungsi Keluarga
1. Fungsi Afektif
Ibu bersikap tegas dalam peraturan di rumah, selalu mendidik untuk saling
menghargai dan menyayangi. Keluarga saling mendukung bila ada yang sakit
langsung dibawa ke faskes terdekat.
2. Fungsi Sosial
Setiap hari keluarga selalu berkumpul di rumah, hubungan dalam keluarga
baik dan selalu mentaati norma yang baik.
3. Fungsi Perawatan Keluarga
Ny. Y setiap hari memasak sendiri, namun jika sedang tidak enak badan
makanan beli di warteg terdekat atau dimasakkan oleh anaknya yang tinggal dekat
dengan rumah Ny. Y. Konsumsi makanan pokok 3 kali sehari dengan komposisi
nasi, lauk pauk, dan sayur. Tetapi terkadang Ny. Y salah dalam menentukan diit
sehingga sering kali saat kontrol hasil tekanan darah naik. Setiap pagi olahraga
dengan bersih-bersih rumah.
4. Fungsi Reproduksi
Ny. Y sudah tidak melakukan hubungan seksual karena sudah tidak
mempunyai suami. Riwayat penyakit reproduksi tidak ada dan melahirkan anak-
anaknya secara normal.
5. Fungsi Ekonomi
Keluarga dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari dan untuk kebutuhan lainnya.
6. Stres dan Koping Keluarga
a. Stresor jangka pendek : Ny. Y sering mengeluh pusing, kalau malam sulit
tidur dan sering terbangun.
Stresor jangka panjang : Ny. Y khawatir jika tekanan darahnya semakin tinggi.
b. Kemampuan keluarga dalam merespon terhadap situasi dan stresor
Keluarga selalu memeriksakan anggota keluarga yang sakit ke dokter keluarga
atau faskes terdekat.
c. Strategi koping yang digunakan
Anggota keluarga selalu bermusyawarah untuk menyelesaikan masalah yang
ada.
d. Strategi adaptasi disfungsional
Ny. Y bila sakit atau merasa pusing langsung istirahat atau tidur. Tetapi
kadang sulit tertidur sehingga hanya berbaring ditempat tidur saja sampai
pusing hilang.
7. Pemeriksaan Fisik
No Nama TB BB TD RR HR
1 Ny. Y 145 cm 57 kg 142/90 18x/mnt 80x/mnt
2 Nn. T 150 cm 50 kg 110/80 18x/mnt 68x/mnt

8. Harapan Keluarga
Keluarga berharap petugas kesehatan supaya mempertahankan dan meningkatkan
mutu pelayanan, terutama pada kelompok lansia.

E. Analisa Data
Data Subyektif Masalah Penyebab
DS : - Manajemen Ketidakmampuan
Ny.Y mengatakan : kesehatan keluarga merawat
- Sakit hipertensi sudah 5 bulan keluarga : dalam mengenal
- Ingin segera sembuh dari penyakitnya hipertensi masalah anggota
- Setiap satu bulan sekali mengikuti posyandu tidak efektif keluarga dengan
lansia dan senam lansia hipertensi
- Setiap pagi bersih-bersih rumah sudah termasuk
aktivitas olahraga - Kurang Kurangnya
- Terkadang bingung menentukan makanan yang pengetahuan terpapar informasi
boleh dikonsumsi dan yang tidak boleh tentang perawatan
dikonsumsi hipertensi
- Mengikuti kegiatan kerja bakti dan arisan di
kampung setiap satu bulan sekali
- Kontrol teratur satu bulan sekali di dokter
keluarga
- Minum obat teratur setiap malam, yaitu
Amlodipin
- Siap mengikuti pola hidup sehat
DO :
Klien menjawab pertanyaan dengan baik dan aktif

F. Diagnosa Keperawatan
1. Manajemen kesehatan keluarga : hipertensi tidak efektif berhubungan dengan
ketidakmampuan keluarga merawat dalam mengenal masalah anggota keluarga
dengan hipertensi.
2. Kurang pengetahuan berhubungan dengan kurangnya terpapar informasi tentang
perawatan hipertensi.

G. Perencanaan Keperawatan
Diagnosa Tujuan Intervensi Rasional
Keperawatan
Keluarga
Manajemen Setelah Motivasi atau Resiko berbahaya yang
hipertensi tidak dilakukan anjurkan Ny. Y untuk mungkin ditimbulkan
efektif kunjungan kontrol kesehatan hipertensi, alangkah baiknya
rumah secara teratur ke mencegah daripada
diharapkan pelayanan kesehatan. mengobati dengan
keluarga Ny.Y melakukan pemeriksaan
memahami tekanan darah untuk deteksi
manajemen dini komplikasi hipertensi.
kesehatan.

Kurang Setelah Berikan penjelasan Menambah pengetahuan


pengetahuan dilakukan dan diskusikan pada untuk meningkatkan status
kunjungan keluarga tentang kesehatan.
rumah hipertensi, antara
diharapkan lain : pengertian,
keluarga Ny.Y tanda dan gejala,
memahami faktor yang
tentang mempengaruhi, cara
hipertensi dan pencegahan,
cara komplikasi, dan diit
perawatannya. hipertensi.

Tugas perkembangan keluarga pada ini antara lain :


- Mempertahankan kesehatan.
- Mempertahankan hubungan dengan teman sebaya dan anak – anak.
H. Implementasi Keperawatan Keluarga
Tgl Diagnosa Tujuan Implementasi Respon Klien TTD
dan Keperawatan
Jam
14/04/ Manajemen Setelah dilakukan - Memotivasi - Ny.Y Jannet
2020 kesehatan : kunjungan rumah atau mengatakan
15:30 hipertensi diharapkan menganjurkan akan teratur
WIB tidak efektif keluarga Ny.Y Ny. Y untuk kontrol
memahami kontrol kesehatan dan
manajemen kesehatan minum obat.
kesehatan. secara teratur
ke pelayanan
kesehatan.
14/04/ Kurang Setelah dilakukan Memberikan Ny.Y mengatakan Jannet
2020 pengetahuan kunjungan rumah penjelasan dan sudah memahami
16:00 diharapkan mendiskusikan penyakit hipertensi
WIB keluarga Ny.Y pada keluarga dan bagaimana cara
memahami tentang perawatan yang
tentang hipertensi hipertensi, antara harus dipatuhi agar
dan cara lain : pengertian, tidak terjadi
perawatannya. tanda dan gejala, komplikasi.
faktor yang
mempengaruhi,
cara pencegahan,
komplikasi, dan
diit hipertensi.

I. Evaluasi
S : Ny.Y mengatakan cukup mengerti tentang hipertensi dan akan kontrol secara
rutin

O : Ny. Y kooperatif, tampak mengerti tentang hipertensi dan dapat menjawab


pertanyaan mengenai pengertian hipertensi dan perawatan hipertensi.

A : Masalah teratasi

P : Lanjutkan intervensi dengan follow up terhadap keluarga


Dokumentasi