Anda di halaman 1dari 3

TUGAS 3 PEREKONOMIAN INDONESIA.

34/ESPA4314

NAMA : ADITYA YUDISTIRA


UPBJJ : JAMBI
NIM : 030764676

FAKULTAS EKONOMI S1 MANAJEMEN


UNIVERSITAS TERBUKA
UPBJJ JAMBI
2018

1
1. Uraikan apa saja yang dapat digunakan untuk mengetahui kualitas manusia? Jelaskan!

1. Kesehatan
Kesehatan merupakan aset manusia yang paling berharga dan merupakan kebutuhan dasar
yang paling penting. Tingkat kesehatan manusia dipengaruhi oleh faktor berikut:
a. Fasilitas kesehatan termasuk tenaga medis dan fasilitas sosial lainnya.
b. Tingkat kesadaran penduduknya akan pentingnya kesehatan seperti lingkungan yang
sehat dan makanan yang bergizi.
Indikator tingkat kesehatan penduduk di suatu negara dapat dilihat dari angka kematian
kasar, angka kematian bayi dan anak-anak, serta rasio/usia harapan hidup. Penduduk yang
sejahtera rata-rata memiliki angka harapan hidup yang lebih tinggi dibanding yang tidak
sejahtera. Tingkat kesehatan di negara berkembang masih belum sebaik di negara maju.

2. Pendidikan
Tingkat pendidikan masyarakat berdampak pada kualitas atau kesejahteraan hidupnya.
Penduduk yang berpendidikan tingi memiliki peluang lebih besar untuk mendapatkan
profesi dengan penghasilan lebih layak, lebih memahami arti kesehatan dan lebih matang
dalam kesehatan mental psikologi. Dengan demikian pendidikan merupakan aset hidup
manusia dan penting untuk meningkatkan kualitas hidupnya.

3. Profesi dan Pendapatan


Tingkat pendidikan sangat berkorelasi dengan kualitas tenaga kerja. Tenaga kerja yang
berpendidikan dan memiliki skill mumpuni akan mendapatkan posisi yang bagus di
lingkungan kerjanya. Penduduk yang memiliki jenjang pendidikan tinggi lebih
berkesempatan lebih besar untuk memilih pekerjaan yang baik dibanding penduduk yang
tidak memiliki pendidikan tinggi. Memang ada para pengusaha yang berhasil hanya
dengan bermodal ijash SMA/SMP bahkan SD sekalipun. Namun tentunya di era
globalisasi saat ini, pendidikan yang baik menjadi modal utama dalam berbisnis, tidak
seperti zaman dahulu. Pendidikan tinggi identik dengan penghasilan yang tinggi pula.

2
2. Jelaskan pendapat anda perihal kritik-kritik terhadap globalisasi ekonomi dengan studi
kasus ekonomi Indonesia

Menurut asal katanya, kata “globalisasi” diambil dari kata global, yang maknanya ialah
universal. Achmad Suparman menyatakan Globalisasi adalah suatu proses menjadikan
sesuatu (benda atau perilaku) sebagai ciri dari setiap individu di dunia ini tanpa dibatasi oleh
wilayah Globalisasi belum memiliki definisi yang mapan, kecuali sekedar definisi kerja
(working definition), sehingga bergantung dari sisi mana orang melihatnya.

Ada yang memandangnya sebagai suatu proses sosial, atau proses sejarah, atau proses
alamiah yang akan membawa seluruh bangsa dan negara di dunia makin terikat satu sama
lain, mewujudkan satu tatanan kehidupan baru atau kesatuan ko-eksistensi dengan
menyingkirkan batas-batas geografis, ekonomi dan budaya masyarakat.

Di sisi lain, ada yang melihat globalisasi sebagai sebuah proyek yang diusung oleh negara-
negara adikuasa, sehingga bisa saja orang memiliki pandangan negatif atau curiga
terhadapnya. Dari sudut pandang ini, globalisasi tidak lain adalah kapitalisme dalam bentuk
yang paling mutakhir. Negara-negara yang kuat dan kaya praktis akan mengendalikan
ekonomi dunia dan negara-negara kecil makin tidak berdaya karena tidak mampu bersaing.
Sebab, globalisasi cenderung berpengaruh besar terhadap perekonomian dunia, bahkan
berpengaruh terhadap bidang-bidang lain seperti budaya dan agama. Theodore Levitte
merupakan orang yang pertama kali menggunakan istilah Globalisasi pada tahun 1985.

Dari hasil pembahasan diatas, dapat dilakukan beberapa tindakan untuk mencegah terjadinya
pengaruh ekonomi bagi kehidupan bangsa dan negara yaitu :

1. Pemerintah perlu mengkaji ulang perturan-peraturan yang dapat menyebabkan


pergeseran ekonomi.
2. Masyarakat harus mencintai produk dari bangsa kita sendiri.
3. Pemerintah harus meningkatkan kemampuan bangsa dan negara untuk berkompetisi
secara internasional.
4. Pemerintah harus mampu meningkatkan kualitas produksi dalam negeri agar dapat
bersaing di pasar internasional
5. Pemerintah juga harus mampu meningkatkan pendapatan perkapita masyarakat