Anda di halaman 1dari 11

MAKALAH

Disusun Untuk Memenuhi Mata Kuliah Sains dan Matematika AUD

“Metode Loose Part”

Dosen Pengampu :

Kartika Meta Fisika, M.Pd

Disusun Oleh :
Neny Sekar Sari (D79218037)

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN ISLAM ANAK USIA DINI


FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN AMPEL SURABAYA
TAHUN 2020
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT atas limpahan rahmat dan
karunianya dan pertolongan-Nya, Alhamdulillah makalah yang berjudul “Metode Loose Part”
ini dapat di selesaikan dengan baik. Kami menyadari sepenuh hati bahwa masih banyak
kekurangan yang terdapat di dalam makalah ini.

Saya berharap semoga makalah ini bisa menambah pengetahuan para pembaca.
Namun terlepas dari itu, kami memahami bahwa makalah ini masih jauh dari kata sempurna,
sehingga kami sangat mengharapkan kritik serta saran yang bersifat membangun demi
terciptanya makalah selanjutnya yang lebih baik lagi.

Surabaya, 18 Maret 2020

Penulis

ii
DAFTAR ISI

JUDUL.............................................................................................................. i
KATA PENGANTAR...................................................................................... ii
DAFTAR ISI.................................................................................................... iii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang...................................................................................... 1
B. Rumusan Masalah................................................................................. 1
C. Tujuan .................................................................................................. 1
BAB II PEMBAHASAN
A. Pengertian Loose Part........................................................................... 2
B. Loose Part Dalam Pembelajaran AUD................................................. 2
C. Manfaat Loose Part............................................................................... 2
D. Tujuan Pembelajaran Loose Part.......................................................... 3
E. Pengertian STEAM............................................................................... 3
F. Pentingnya STEAM Bagi Paud............................................................ 4
G. Keterkaitan Loose Part dengan STEAM.............................................. 4
H. Narasi Aktivitas Loose Part dengan STEAM....................................... 5
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan........................................................................................... 7
B. Saran..................................................................................................... 7
Daftar Pustaka................................................................................................... 8

iii
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
STEAM merupakan salah satu pendekatan pembelajaran yang mengakomodir
tercapainya implementasi pembelajaran berbasis Abad 21, karena di dalam
pembelajaran.
STEAM, yaitu Science, Technology, Engineering, Arts, dan Mathematics.
Dengan STEAM, anak diajarkan untuk berpikir secara komprehensif. Alih-alih hanya
mengenalkan technology melalui gadget pada anak, metode STEAM ini sekaligus
mengajarkan anak pada kelima hal sekaligus melalui metode belajar yang lebih
menyenangkan bagi anak
Hal itu dimungkinkan karena pendidikan berbasis STEAM berfokus pada
aspek kolaborasi, komunikasi, riset, mencari solusi (problem solving), berpikir kritis,
dan kreativitas. Metode pembelajaran ini menggunakan pendekatan antar ilmu dan
pengaplikasiannya dibarengi pembelajaran aktif berbasis masalah.
B. Rumusan Masalah
1. Apa pengertian Loose Part?
2. Mengapa menggunakan Loose Part dalam pembelajaran AUD?
3. Apa saja manfaat Loose Part?
4. Apa saja tujuan pembelajaran Loose Part?
5. Apa pengertian STEAM?
6. Apa pentingnya STEAM bagi AUD?
7. Apa keterkaitan Loose Part dengan STEAM?
8. Bagaimana Narasi Aktivitas Loose Part STEAM
C. Tujuan
1. Untuk mengetahui pengertian Loose Part
2. Untuk mengetahui pembelajaran Loose Part
3. Untuk mengetahui manfaat Loose Part
4. Untuk mengetahui tujuan Loose Part
5. Untuk mengetahui pengertian STEAM
6. Untuk mengetahui pentingnya STEAM
7. Untuk mengetahui keterkaitan Loose Part dengan STEAM
8. Untuk mengetahui aktivitas Loose Part STEAM

1
BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Loose Part


Loose Part adalah bahan yang dapat dipindahkan, dibawa, digabungkan,
dirancang ulang, dipisahkan dan disatukan kembali dengan berbagai cara. Losee Part
menciptakan kemungkinan kreasi tanpa batas dalam aktifitas pembelajaran
mengandung kreativitas anak.
B. Loose Part Dalam Pembelajaran AUD
Dikarenakan Loose Part merupakan media bahan ajar yang kegunaannya
dalam pembelajaran anak tidak pernah ada habisnya. Bahan ajar Loose Part dapat
digunakan sebagai alat untuk mengeksplorasi berbagai aspek :

a. Pemecahan masalah
b. Kreativitas
c. Konsentrasi
d. Motorik halus dan motoric kasar
e. Sains (sience)
f. Pengembangan bahasa
g. Seni
h. Logika berpikir
i. Teknik
j. Teknologi

C. Manfaat Loose Part


a. Meningkatkan tingkat permainan kreatif dan imajinatif anak.
b. Meningkatkan sikap kooperatif dan sosialisasi anak.
c. Anak menjadi lebih aktif secara fisik.
d. Mendorong kemampuan komunikasi dan negoisasi terutama ketika dilakukan
diruang terbuka.
e. Memberikan pengalaman bermain yang kaya akan kualitas, memungkinkan
anak-anak sepenuhnya terlibat, serta menginspirasi kemampuan kreativitas mereka.
f. Lebih hemat, karena murah dan mudah di dapat.

2
g. Menjadi lebih menarik dari waktu ke waktu, sering dengan meningkatnya
keterampilan anak-anak, karena dapat di desain ulang setiap hari.

D. Tujuan Pembelajaran Loose Part


a. Anak anak akan menjadi kreatif dengan adanya prinsip penggunaan
bahan ajar loose parts, mereka bebas berkreasi membongkar pasang bahan ajar sesuai
dengan imajinasi mereka.
b. Anak-anak akan belajar menghargai bahan-bahan atau benda-benda di
sekeliling mereka, seperti bahan loose parts alam.
c. Anak-anak juga akan dapat ikut memelihara lingkungan ketika mereka
memahamai bahwa barang-barang bekas dapat didaur ulang dan dijadikan sebagai
bahan untuk bermain dan berkativitas merakitnya menjadi barang yang berguna.
d. Akan mengembangkan sikap ekonomis anak.

E. Pengertian STEAM
STEAM adalah sebuah singkatan untuk Sains (science), Teknologi
(technology), Teknik (engineering), Seni (art) dan Matematika (mathematic). Istilah
STEAM, berdasarkan yang dikutip di www.affordablecollegesonline.org, istilah ini
diciptakan di Sekolah Desain Pulau Rhode (RIDS). STEAM sendiri menggambarkan
peran seni dalam desain dan sains.Salah satu pendiri awal Georgette Yakman, yang
dikutip dari www.affordablecollegesonline.org menyebut STEAM sebagai “Sains dan
Teknologi, yang ditafsirkan melalui Teknik dan Seni, semua berdasarkan unsur-unsur
matematika.”
STEAM merupakan pengembangan dari pendidikan STEM dengan
menanbahkan unsur seni (Art) dalam kegiatan pembelajarannya. STEAM
menstimulasi keingintahuan dan motivasi anak mengenai keterampilan berpikir
tingkat tinggi yang meliputi pemecahan masalah, kerjasama, pembelajaran
mandiri,pembelajaran berbasis proyek, pembelajaran berbasis tantangan dan
penelitian. kegiatan pembelajaran yang sesuai.

STEAM yaitu, kegiatan pembelajaran berbasis proyek ( Project Based


Learning ). Penggunaan project based learning bertitik tolak pada anggapan bahwa
pemecahan masalah tidak akan tuntas jika tidak ditinjau dari berbagai segi ( Mentari,
2018 : 43 ) Yakman ( Tritiyatma 2017: 5 ) Pembelajaran dengan pendekatan STEAM

3
merupakan pembelajaran kontekstual, dimana siswa akan diajak memahami
fenomena-fenomena yang terjadi yang dekat dengan dirinya. Pendekatan STEAM
mendorong siswa untuk belajar mengeksplorasi semua kemampuan yang dimilikinya,
dengan cara masing-masing. STEAM juga akan memunculkan karya yang berbeda
dan tidak terduga dari setiap individu atau kelompoknya.

STEAM adalah sebuah pendekatan pembelajaran terpadu yang mendorong


siswa untuk berpikir lebih luas tentang masalah di dunia nyata. STEAM juga
mendukung pengalaman belajar yang berarti dan pemecahan masalah, dan
berpendapat bahwa sains, teknologi, teknik, seni dan matematika saling terkait. Dalam
STEAM, sains dan teknologi dapat diartikan melalui seni dan teknik, termasuk juga
komponen matematika.ode (RIDS). STEAM sendiri menggambarkan peran seni
dalam desain dan sains.
F. Pentingnya STEAM bagi AUD
Metode STEAM ini penting untuk melatih anak berpikir secara kritis serta
membangun cara berpikir logis dan sistematis. Melalui metode ini anak akan belajar
tanpa menyadari bahwa dirinya sedang belajar, karena STEAM dikemas dalam
bentuk permainan menyenangkan bagi anak.
Metode STEAM ini juga sangat erat kaitannya dengan pembelajar abad 21,
karena lewat metode STEAM, anak-anak akan bermain permainan yang memiliki
nilai edukasi. Dengan metode STEAM orangtua akan diajarkan bagaimana membuat
aktivitas bermain bersama anak di rumah saat liburan, saat sedang turun hujan dan
tidak bisa pergi kemana-mana, beberapa kegiatan ketika sedang liburan bersama
keluarga dan di situasi lainnya.
G. Keterkaitaan Loose Part Dengan STEAM
Keterkaitan media pembelajaran berbasis loose part merupakan salah satu
media belajar yang memanfaatkan barang - barang yang sudah tidak terpakai untuk
dimanfaatkan kembali menjadi media bermain dan belajar. Sehingga pengintegrasian
STEAM dan media loose parts sangat direkomendasikan dalam pembelajaran.
H. Narasi dan Contoh Loose Part dengan STEAM
Pendidikan STEAM tidak selalu membutuhkan seperti blok, ranting, batu, biji,
kertas gulungan, kartun susu, tombol, dan bahan setiap hari yang sempurna untuk
belajar STEAM (Casey et al., 2016). Bahan-bahan sehari-hari yang dapat ditemukan
hampir di setiap lingkungan yang berpotensi mendukung pembelajaran STEAM jika

4
anak-anak diperbolehkan untuk bermain dan menjelajahi mereka. Mereka jenis bahan
disebut “Loose Part”. Loose Part eksplorasi percikan, cipta dan kreativitas.
(Nicholson, 1972). Berdasarkan pernyataan itu, kita dapat menyimpulkan bahwa
Loose Part berpotensi dapat mendukung pendidikan STEAM karena mereka
mendukung penemuan dan kreativitas. Kedua penemuan dan kreativitas terkait erat
dengan ilmu pengetahuan, teknik, teknologi, dan seni.
Sebelum kegiatan dimulai anak-anak melakukan berdoa terlebih dahulu,
setelah berdoa anak-anak bertepuk tangan( tentang alam) setelah itu guru bertanya
tentang “apa yang terjadi jika pohon ditebang” setelah bertanya guru menyuruh anak
untuk membuat hasil karya yang terbuat dari bahan-bahan sebagai berikut : ranting,
stik es krim, kancing, karet, batu.Setelah anak-anak membuat hasil karya, anak-anak
membereskan alat-bahan yang telah digunakan. Lalu guru bertanya tentang perasaan
anak hari ini dan selesai itu guru mengajak bernyanyi pelangi-pelangi setelah itu
melakukan berdoa dan pulang.

BAB III

5
PENUTUP

A. Kesimpulan
Losee Part menciptakan kemungkinan kreasi tanpa batas dalam aktifitas
pembelajaran mengandung kreativitas anak dan pembelajaran Loose Part dan STEAM
juga memiliki tujuan dan manfaat. Sehingga pengintegrasian STEAM dan media
loose parts sangat direkomendasikan dalam pembelajaran.
B. Saran
Pendidik atau orang tua harus menyediakan bahan STEAM dan Loose Part
agar anak lebih kreatif dan lebih inovasi lagi dengan bahan-bahan alam yang ada.

DAFTAR PUSTAKA

6
https://pkgpaudpekuncen.wordpress.com/2019/10/15/baru-metode-belajar-
steam-dengan-bahan-loose-parts/
https://www.affordablecollegesonline.org/college-resource-center/steam-careers-
art-schools/
https://buhrin.gurusiana.id/article/2019/10/pembelajaran-berbasis-konten-
steam-dan-loose-part-1729039

7
8