Anda di halaman 1dari 10

Case Report Cession

Morbus Hansen

Oleh :
Aufa Ummaimah Epiloksa
1940312076

Preseptor:

Dr. dr. Satya Wydya Yenny, Sp.KK (K), FINSDV, FAADV

dr. Gardenia Akhyar, Sp.KK, FINSDV

BAGIAN ILMU KESEHATAN KULIT DAN KELAMIN


RSUP DR. M. DJAMIL PADANG
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ANDALAS
2020
LAPORAN KASUS

IDENTITAS PASIEN

Nama :Tn.I

Umur : 59 tahun

JenisKelamin :Laki-laki

NomorRM :01.05.59.54

Pekerjaan :PedagangKelontong

Pendidikan :SMA

Alamat : Aia Pacah,Padang

Status :Menikah

Agama :Islam

Suku :Minang

NegeriAsal :Indonesia

Anamnesis
Seorang pasien laki-laki berusia 59 tahun kontrol ke Poliklinik Kulit dan
Kelamin RSUP. Dr. M. Djamil Padang pada tanggal 3 Januari 2020, dengan:

Keluhan Utama
- Bercak merah yang mati rasa pada wajah sebelah kanan yang sudah berkurang pada
sejak ± 8 bulan yang lalu.

Riwayat Penyakit Sekarang

− Awalnya timbul bercak merah pada pipi wajah sebelah kanan yang mati rasa
sebesar koin sejak ± 8 bulan yang lalu.
− Bercak merah yang mati rasa dirasakan semakin membesar hingga ke area
sekitar mata kanan ± 6 bulan yang lalu.
− Pasien sudah berobat untuk keluhan ini ke salah satu dokter Sp.KK di kota
Padang, lalu diberikan obat berupa tablet yang tidak diketahui namanya, pasien
tidak ingat warna obatnya dan dikonsumsi tiga kali sehari serta obat oles berupa
krim berwarna putih yang di oleskan dua kali sehari. Bercak merah dirasakan
berkurang, namun keluhan mati rasa masih ada.
− Bercak merah tidak ada rasa gatal,tidak ada nyeri,tidak ada kesemutan,namun
hanya terasa tebal.
− Ada riwayat penglihatan kabur sejak 6 bulan yang lalu tetapi kotoran mata tidak
ada.

− Tidak ada riwayat kelopak mata tidak dapat menutup sempurna.

− Demam dan riwayat demam disangkal.

− Ada riwayat kerontokan alis sebelah kanan ± 4 bulan yang lalu.

− Tidak ada riwayat sendal terlepas secara tidak sadar.

− Pasien tidak ada merasakan kebas atau kurang rasa pada ujung jari tangan dan
kaki.

− Riwayat hidung kurang penciuman atau tersumbat lama disangkal.

− Riwayat suara serak disangkal.

− Riwayat pendengaran berkurang disangkal.

− Tidak ada riwayat tangan yang susah digerakkan.

− Tidak ada riwayat tungkai yang susah digerakkan.

− Tidak ada riwayat memakai alat mandi bersama.

− Riwayat pemakaian handuk secara bersama disangkal.

− Riwayat pelihara binatang atau kontak dengan binatang tidak ada.

− Riwayat alergi memakai kacamata atau cat rambut disangkal.


Riwayat Penyakit Dahulu

− Tidak ada riwayat bercak merah yang mati rasa pada pipi kanan sebelumnya.

− Riwayat kontak lama dengan orang yang memiliki keluhan bercak merah yang
mati rasa tidak ada.
− Pasien tidak pernah mendapatkan imunisasi BCG.

− Riwayat batuk-batuk lama dan minum obat paket 6 bulan disangkal.


Riwayat Penyakit Keluarga

− Riwayat anggota keluarga dengan keluhan bercak merah yang mati rasa tidak
ada.
− Riwayat anggota keluarga dengan batuk lama dan konsumsi obat paket 6 bulan
disangkal
− Riwayat atopi pada keluarga disangkal.

Riwayat Pekerjaan, sosial, ekonomi

− Pasien seorang pedagang toko kelontong.

− Pasien menikah dan mempunyai 3 orang anak.

− Pasien berasal dari Padang.

− Pasien pernah merantau selama 8 tahun di Jakarta, riwayat tinggal atau


mengungsi di daerah endemis kusta tidak ada.

Pemeriksaan Fisik
Status Generalisata
KeadaanUmum :Baik

Kesadaran : KomposmentisKooperatif

Nadi : 78x/menit

Napas : 18x/menit

BeratBadan : 67kg

Tinggi badan : 166cm

IMT : 22,48 kg/m2

Statusgizi :Normoweight

Mata : Konjungtiva tidak anemis, sklera tidakikterik.


KGB : Tidak ada pemebesaran
Pemeriksaanthorak : Dalam batas normal
Pemeriksaanabdomen : Dalam batas normal Ekstremitas
: CRT < 2 detik, edema tidakada

Status Dermatologikus

Lokasi : Wajah kanan di sekitar mata

Distribusi :Terlokalisir, unilateral

Bentuk : Tidak khas

Susunan : Tidak khas

Batas :Tegas

Ukuran :Plakat

Effloresensi : Plak eritem

StatusVenerologikus : Tidak dilakukan pemeriksaan

Kelainan selaput : Tidak ditemukan kelainan

Kelainan kuku : Tidak ditemukan kelainan

Kelainan rambut : Tidak ditemukan kelainan

Kelainan Kelenjar Limfe : Tidak terdapat pembesaranKGB


Pemeriksaan Sensibilitas

- Rasa raba: Hipoestesi pada lesi.


- Rasa tusuk : Hipoestesi pada lesi.

Pembesaran Saraf Perifer


- N. Aurikularis Magnus
Kanan: Tidak teraba pembesaran, nyeri (-)
Kiri : Tidak teraba pembesaran, nyeri (-)

- N. Ulnaris
Kanan : Tidak teraba pembesaran, nyeri (-)
Kiri: Tidak teraba pembesaran, nyeri (-)

- N. Peroneus Lateral
Kanan : Tidak teraba pembesaran, nyeri (-)
Kiri : Tidak teraba pembesaran, nyeri (-)

- N. Tibialis Posterior
Kanan :Tidak teraba pembesaran, nyeri (-)
Kiri :Tidak teraba pembesaran, nyeri (-)
Pemeriksaan Motoris:

- M.orbiculariso culi :kuat

- M.abductor digitiminimi :kuat

- M.interoseous dorsalis :kuat

- M. Abductor pollicis brevis :kuat

- M.tibialis anterior :kuat

Pemeriksaan kecacatan :

- Mutilasi : Tidak ada

- Absorbsi : Tidak ada

- Atrofi otot : Tidak ada

- Xerosis kutis :Ada


- Ulkus trofik : Tidak ada

- Madarosis :Ada

- Lagoftalmus : Tidak ada

- Claw hand : Tidak ada

- Apehand : Tidak ada

- Wrist drop : Tidak ada

- Dropped foot : Tidak ada

- Facies leonina : Tidak ada

Resume

Seorang pasien laki-laki berusia 59 tahun kontrol kepoliklinik kulit dan


kelamin RSUP. Dr. M. Djamil Padang, dengan keluhan utama bercak merah yang
mati rasa dan sudah berkurang pada wajah sebelah kanan sekitar 8 bulan yang
lalu.Awalnya timbul bercak merah yang mati rasa sebesar koin pada pipi kanan
sekitar 8 bulan yang lalu. Bercak merah yang mati rasa dirasakan semakin membesar
hingga kearea sekitar mata kanan sekitar 6 bulan yang lalu.Pasien mengobati keluhan
ini ke salah satu dokter Sp.KK di kota Padang, lalu diberikan obat berupa tablet yang
tidak diketahui namanya, pasien lupa warna dan dikonsumsi tiga kali sehari serta
obat oles berupa krim berwarna putih dioleskan dua kali sehari. Bercak merah
dirasakan berkurang warnanya, namun keluhan mati rasa masih ada. Riwayat
kerontokan alis sebelah kanan lebih kurang 4 bulan yang lalu. Pasien merupakan
seorang pedanga toko kelontong dengan aktivitas fisik sedang. Pada pemeriksaan
fisik umum dalam batas normal.Pemeriksaan status dermatologikus ditemukan plak
eritem, pada wajah kanan disekitar mata dengan bentuk tidak khas, susunan tidak
khas, batas tegas ,dengan ukuran plakat.
Diagnosis Kerja

Morbus Hansen suspek tipe PB

Diagnosis Banding
Tinea Fascialis
Dermatitis kontak

Tatalaksana
Tatalaksana Umum

 Menjelaskan kepada pasien tentang penyakit kusta disebabkan oleh infeksi M.


leprae dan komplikasinya dapat menyebabkan kecacatan.
 Menjelaskan kepada pasien untuk berobat secara teratur dan tidak boleh putus
obat serta menjelaskan mengenai efek samping obat yang dapat membaik setelah
obat dihentikan.
 Menerangkan kepada pasien untuk selalu memakai sarung tangan setiap akan
memegang benda panas atau setiap akan bekerja menggunakan benda tajam.
 Selalu memakai sandal setiap akan berakifitas jika perlu memakai kaus kaki

 Perawatan diri sendiri untuk mencegah luka dan merawat luka.

 Menyarankan untuk melakukan pemeriksaan pada anggota keluarga serumah


karena penyakit ini merupakan penyakit yang menular pada kontak lama dan
erat.
Tatalaksana Khusus

 MDT-PB 1x1

 Vitamin B kompleks tab 1 x 1

 Zinc tab 1 x 20mg

 Tupepe krim 2 x sehari pada kulit kering


Prognosis

 Quoad Vitam :Bonam

 Quoad Sanam :Dubia ad Bonam


 Quoad Functionam : Dubia ad Bonam

 Quoad kosmetikum :Dubia ad Malam