Anda di halaman 1dari 7

LAPORAN RESMI

PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK

SINTESIS ASAM BENZOAT


DOSEN PENGAMPU:
Alip Desi Suyono Saputri, S.Farm

KELOMPOK : TEORI 3F (2)


TGL PRAKTIKUM: 16- dan 30 Desember 2016
ANGGOTA : 1. DINDA FELIANA(22164849A)
2. MAYANG INDAH SARI(22164850A)
3. JOVERLY ENDEY(22164851A)
4. FITRI MELATI(22164852A)
5. TA’LIMUL MUTAALILM(22164853A)

PROGAM STUDI S-1 FARMASI


FAKULTAS FARMASI
UNIVERSITAS SETIA BUDI
2016
A. Tujuan percobaan
1. Mensintesis asam benzoat
2. Mengenal reaksi oksidasi alcohol primer menjadi asam karboksilat oleh KMnO4
3. Mengenal pemurnian senyawa hasil sintesis dengan cara rekristalisasi
4. Mengidentifikasi senyawa hasil sintesis

B. Tinjauan pustaka
Oksidasi alcohol primer biasanya menghasilakan aldehida yang dapat dioksidasi lebih lanjut
menjadi asam karboksilat. Reaksi oksidasi alcohol primer menjadi asam karboksilat biasanya
digunakan oksidator kalium permanganate (KMnO4) yang dilakukan dalam larutan basa berair
dan diperoleh endapan MnO2 sebagai tanda bahwa oksidasi telah terjadi. Dalam percobaan ini
benzil alkohol di oksidasi menjadi asam benzoat dengan menggunakan kalium permanganat
dalam suasana basa berair. Asam benzoate terdapat dalam larutan sebagai garam natriumnya
(natrium benzoat) kemudian dilanjutkan pengasaman dari filtrate untuk membentuk asam
benzoate.
Asam benzoate adalah zat pengawet yang sering digunakan dalam saos dan sambal. Asam
benzoate disebut juga senyawa antimikroba karena tujuan penggunaan zat ini dalam kedua
makanan tersebut untuk mencegah pertumbuhan khamir dan bakteri terutama untuk makanan
yang dibuka dari kemasanya. Jumlah maksimum asam benzoate yang boleh digunakan adalah
1000 ppm atau 1 g/kg bahan. Pembatasan penggunaan asam benzoate ini bertujuan agar tidak
terjadi keracunan.

C. Bahan dan alat


1. Bahan

Labu alas bulat 100ml Beaker glass


Pendingin alihn Tabung reaksi
Erlenmeyer Pipet tetes
Batu didih Corong bunchner
Gelas ukur Pengaduk gelas

2. Bahan
Benzyl alcohol Natrium bisulfit (NaHSO3)
Kalium permanganate (KMnO4) Air es
Natrium karbonat (Na2CO3) Kertas indicator pH
Aquades Kertas saring

D. Cara kerja
1. Pembuatan asam benzoate
a. Larutkan kurang lebih 2 gram natrium karbonat dalam 50 ml aquades dalam labu
alas bulat yang sudah terdapat batu didih.
b. Masukan 3 ml benzyl alcohol dan kalium permanganate 5 g.
c. Sambungkan pendingin allinh dan dengan hati-hati, campuran di refluks selama 30
menit.
d. Filtrate disaring panas-panas menggunakan kertas saring. Jika hasilnya masih
berwarna pink atau ungu maka ditambah Na. Bisulfat 10%.
e. Masukan HCl pekat sambil di aduk hingga larutan menjadi asam. (cek dengan kertas
lakmus).
f. Rendam caampuran dalam wadah yang berisi air es hingga berbuih. Setelah berbuih
saring dengan corong Buchner.
g. Keringkan hablur menggunakan oven, setelah kering timbang berapa bobot Kristal
dan hitung persen yieldnya.
2. Pemurnian asam benzoat
a. Kristal hasil sintesis ditambahkan aquades panas (95o C).
b. Ada dua hasil yang di peroleh sesudah ditambahkan air panas, yaitu:
1) Jika hasilnya jernih, langsung rendam dalam air es hingga mengkristal.
Kemudian disraing menggunakan Buchner, setelah disaring keringkan
menggunakan oven, dan timbang (hitung % yieldnya).
2) Jika berwarna kuning, tambahkan arang penyerap sampai jernih, kemudian di
saring menggunakan kertas saring. Setelah disaring rendam di air es hingga
mengkristal, kemuadian disaring menggunakan Buchner. Keringkan dengan
oven dan timbang hasilnya.
E. Hasil percobaan dan Pembahasan
1. Hasil percobaan
a. Berat zat = 0,9
b. Berat kertas saring = 0,7
c. Berat = 1,8
d. Oraganoleptis
1) Bentuk
2) Bau
3) Warna
e. Identifikasi asam benzoate berbau wangi
% yield = 1,1 : 3,419 x 100 % = 32,17 %
% recovery = 1,1 : 0,9 x 100 % = 122,2 %

Dalam praktek kali ini membahas mengenai sintetis asam benzoate. Pada percobaan
sintetis asam benzoate ini,asam benzoate dibuat dengan mengoksidasi dari reaksi oksidasi
alcohol primer menjadi asam karboksilat dan digunakan oksidator kalium permanganate
(KMnO4) yang dilakukan dengan larutan basa berair dan diperoleh endapan MnO2 sebagai
tanda bahwa oksidasi telah terjadi. Dalam percobaan ini benzyl alcohol dioksidasi menjadi
asam benzoate dengan menggunakan kalium permanganate dalam suasana basa berair.
Asam benzoate terdapat dalam larutan sebagai garam natriumnya (natrium benzoate).
Setelah oksidasi selesai, dilakukan penyaringan untuk menghilangkan endapan MnO2 dan
dilanjutkan pengasaman dari filtrasi untuk membentuk asam benzoate. Pengeringan dari
hasil percobaan dilakukan dengan pengovenan.

Pada percobaan ini setiap zat mempumyai fungsi yang berbeda-beda yaitu :

1. Penambahan kalium permanganate sebagai oksidator


2. Penambahan aquadest sebagai pelarut
3. Penambahan kalium permanganate yang dilakukan dalam larutan basa berair dan
diperoleh endapam MnO2 sebagai tanda bahwa oksidasi telah terjadi
4. Penambahan natrium bisulfit 10% jika filtrate dalam Erlenmeyer masih berwarna
pink atau ungu
5. Penambahan HCl pekat pada larutan yang di dalamnya dimasukkan kertas
indicator pH atau sering dikenal dengan kertas lakmus, kertas lakmus berubah
warna merah sebagai tanda telah berubah asam
6. Perendaman larutan dalam es (pada tahap akhir sebelum disaring dengan corong
Buchner) dapat terbentuk gumpalan atau endapan

Pemanasan dilakukan selama 30 menit. Pada percobaan sebelum dilakukan pada labu alas
bulat dimasukan batu didih yang mempunyai fungsi supaya pemanasan dapat merata dan tidak
timbul atau terjadi percikan.

Bahan-bahan dimasukan sesuai dengan prosedur yang ada dimana batu didih kemudian
campuran natrium karbonat dan aquadest, disusul pemasukan benzyl alcohol dan kalium
permanganate. Dimana jika oksidator dimasukan terlebih dahulu baru kemudian campuran
natrium karbonat dan aquadest atau benzyl alcohol akan bereaksi. Kemudian laritan disaring
panas-panas yang sebelumnya di cuci dalam aquadset dan disaring dalam kertas saring,dalam hal
ini harus hati-hati dimana jika larutan tersebut tumpah dalam hasil penyaringan,harus melakukan
pengulangan kembali proses dari awal. Dalam sintesis asam benzoate kali ini untuk memperoleh
serbuk atau padatannya dilakukan pengovenan untuk membantu pengeringan.

F. Kesimpulan
Dari hasil percobaan sintesis asam benzoate kali ini didapat dari hasil asam benzoate
sebanyak 0,9 g dari oksidasi alcohol primer menjadi asam karboksilat dan digunakan
oksidator kalium permangat ( KMnO3 ) yang dilakukan dalam larutan basa berair dan
diperoleh endapan MnO2 ( sebagai tanda bahwa oksidasi telah terjadi ). Dalam percobaan ini
benzil alkohol dioksidasi menjadi asam benzoat dengan menggunakan kalium permangat
dalam suasana asam berair. Setelah oksidasi selesai, dilakukan penyaringan untuk
menghilangkan endapan MnO2 dan dilanjutkan pengasaman dalam filtrat untuk membentuk
asam benzoat. Lalu dilanjutkan dengan pengeringan dioven hasil tersebut menghasilkan
warna putih, tidak berbau, berbentuk padatan atau serbuk diperoleh persen yield 122,2 %.
DAFTAR PUSTAKA

Anonim. Buku petunjuk praktikum kimia organic. Surakarta: fakultas farmasi Universitas Setia
Budi.

Panji ramadhanu. 2014. Sintesis asam benzoat.


http://ramadhanupanji.blogspot.co.id/2014/08/sintesisasam-benzoat-disusun-
untuk.html, 13 desember 2016

Widyastari risky. 2014. Laporan praktikum kimia organic sintesis asam benzoat.
https://www.scribd.com/doc/216405827/LAPORAN-PRAKTIKUM-KIMIA-
ORGANIK-SINTESIS-ASAM-BENZOAT-pdf, 13 desember 2016

Anda mungkin juga menyukai