Anda di halaman 1dari 3

Nama : Mamila Putri Hapsari

Kelas/NIM :Tadris Biologi 4B/ 12208183165


Tugas : UTS Esai
Dosen Pengampu : Dr. Eny Setyowati, S.Pd., M.M

Di balik Pabrik Gula di Nanggalan: Polutan Mengancam

Pendirian sebuah pabrik di suatu kawasan memang bukan hal yang tabu. Seperti pada
daerah Jemekan, salah satu desa yang menempati Kecamatan Ringinrejo di Kabupaten Kediri
telah didirikan sebuah pabrik gula. Pabrik ini merupakan satu-satunya pabrik yang
menempati desa ini. Berlokasi tepatnya di persawahan dan di dekat pemukiman warga Dusun
Nanggalan, dusun dengan penduduk terbanyak di Desa Jemekan.
Setelah bertahun-tahun tidak pernah ada pendirian pabrik, baru kali ini didirikan
sebuah pabrik di dusun ini. Pabrik gula ini terbilang cukup baru karena berdiri kurang lebih 2
tahun, tepatnya dibangun tahun 2018-an.
Pabrik yang dibangun di atas lahan milik perorangan ini memiliki luas lahan tak
sampai 1 hektare, akan tetapi cukup untuk menampung berbagai peralatan yang dibutuhkan
untuk proses pembuatan gula seperti alat penggiling tebu, tempat pembakaran, tempat cetak-
mencetak gula, dan sebuah bangunan kecil yang digunakan untuk administrasi, tidak lupa
tempat untuk lahan parkir juga tempat istirahat untuk para pekerja.
Berbicara tentang kepemilikan, pabrik ini merupakan milik salah satu penduduk di
Desa Jemekan. Beliau adalah seorang Kepala Desa Jemekan itu sendiri. Tidak hanya pejabat
beliau rupanya juga pebisnis. Hal itu terlihat dari beliau yang memiliki lahan sawah yang
luas ditanami tebu untuk dijadikan gula. Selama pendirian pabrik ini masyarakat sekitar
nampak tidak terganggu dengan aktivitas yang ada di dalam pabrik tersebut. Terlihat dari
aktivitas warga yang masih menjalankannya seperti pada umumnya. Pergi ke sawah,
berjualan, lalu lalang di depan pabrik, dan lain-lain.
Jika dilihat dari sudut pandang ekonomi, dengan adanya pabrik ini menguntungkan
bagi pemilik sekaligus masyarakat sekitar. Yang pertama, pemilik bisa memproduksi hasil
panen tebunya sendiri dalam jumlah besar sehingga akan mendapatkan income yang besar
pula, selain itu bisa menambah jaringan kerjasama dengan pebisnis dari daerah lain. Yang
kedua, lapangan pekerjaan baru tercipta sehingga bisa mengurangi angka pengangguran di
desa tersebut. Yang ketiga, pemanfaatan ampas tebu hasil gilingan bisa dimanfaatkan untuk
pakan ternak, pupuk, atau bisa diolah menjadi produk lainnya, misalnya bioetanol. Yang
keempat, dengan adanya segala potensi yang bisa dimanfaatkan, menjadikan masyarakat desa
tersebut bisa berpikiran lebih inovatif.
Terlepas dari dampak di bidang ekonomi yang kebanyakan menguntungkan, adanya
pabrik gula ini secara langsung bisa menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat maupun
bagi lingkungan. Seperti yang nampak pada gambar, kepulan asap keluar dari cerobong asap.
Hal itu dapat menimbulkan pencemaran udara.
Asap merupakan polutan yang mengandung berbagai macam zat kimia berbahaya
seperti sulfur dioksida (SO2), nitrogen dioksida (NO2), karbon monoksida (CO), timah (Pb),
dan lain sebagainya. Saat kita menghirup polutan tersebut, berarti kita telah memasukkan
benda asing yang tidak semestinya ada dalam tubuh kita. sudah pasti paru-paru akan
memberikan reaksi akan hal ini yang dalam taraf fatal menyebabkan keracunan polutan.
Selain itu, asap pabrik juga merupakan penyumbang emisi gas rumah kaca yang
menyebabkan lapisan ozon bumi mengalami penipisan dan berakibat pada pemanasan global.
Oleh karena itu diperlukan upaya-upaya untuk menanggulangi dampak polusi asap
pembakaran. Berikut upaya yang bisa dilakukan oleh:
a. Menggunakan bahan bakar yang ramah lingkungan seperti bahan bakar gas, batubara
yang mengandung kadar sulfur rendah, atau baggase yang telah
b. Menggunakan proses produksi yang ramah lingkungan seperti proses gasifikasi,
pirolisis, atau exhaust gas recirculation
c. Pemasangan peralatan penyaring polutan debu dan gas-gas seperti bag house, EP
(Electrostaitic Precipitatot), Cyclon untuk polutan debu dan De-Nox untuk mengurangi
kadar Nox dan FGD (Flue Gas Desulfurisasi) untuk mengurangi kadar SO2.
d. Membangun cerobong asap yang cuup tinggi sehingga asap dapat menembus lapisan
inversi thermal agar tidak menambah polutan yang tertangkap di atas suatu pemukiman
atau kita
e. Memperbanyak tanaman hijau di daerah polusi udara, karena salah satu kegunaan
tumbuhan adalah sebagai indikator pencemaran dini, selain sebagai penahan debu dan
bahan partikel lain
Selebihnya dalam melaksanakan upaya-upaya penanggulangan akan pencemaran
udara adalah tugas kita semua, baik sebagai masyarakat biasa atau pejabat desa. Karena kita
yang menempati lingkungan tersebut dan yang memiliki tanggung jawab penuh untuk
menjaga kelestarian lingkungan.

Sumber referensi:
Izzah, Nahariyatul Mufidatul. 2014. Dampak Polutan dari Asap Pabrik Terhadap Sistem
Pernapasan Manusia Kaitannya dengan Toksikologi. Malang diakses dari
https://s3.amazonaws.com/academia.edu.documents/35960646/Dampak_Polutan_Terhadap_
Sistem_Pernafasan_Manusia_Kaitannya_dengan_Toksinologi.docx pada 13 April 2020 pukul
15.54 WIB
Solikin. 2014. Rencana Pengendalian Kualitas Udara Emisi Cerobong Boiler di PG.
Pradjekan Bondowoso volume 7. Surabaya Diakses dari
http://journal.umsurabaya.ac.id/index.php/LIGHT/article/download/184/143 pada 13 April
2020 pukul 16.16 WIB