Anda di halaman 1dari 9

PRAKTIKUM ANFISMEN

Mata Kuliah: PRAKTIKUM ANFISMEN

OLEH
NAMA :MONIKA A D BANUREA
NIM :4183341035
JURUSAN :BIOLOGI
PROGRAM :S1-PENDIDIKAN BIOLOGI
KELOMPOK :1 (SATU)
TANGGAL PELAKSANAAN :

JURUSAN BIOLOGI
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2020
JUDUL PRCOBAAN : Fungsi Saraf Otak Besar dan Otak Kecil.
TUJUAN PERCOBAAN :
1. Mengetahui fungsi saraf otak besar.
2. Mengetahui fungsi saraf otak kecil.
3. Mengetahui bagian otak besar dan kecil.
TINJAUAN TEORITIS :
Nervus Optikus adalah saraf yang berperan dalam kemampuan melihat. Nervus
optikus merupakan kumpulan dari sel- sel ganglion retina yang berakhir di korpus
genikulatum lateral. Nervus okulomotorius berada pada tagmentum mesensefali. Saraf
okulomotorius berfungsi mengangkat kelopak mata atas dan mempersarafi otot kontriktor
yang mengubah ukuran pupil.Pupil adalah lubang yang terdapat pada pusat iris mata yang
dapat mengembang dan menguncup seiring dengan kegiatanmata. (Hartono, 2014).
Otak besar (bahasa Inggris: telencephalon, cerebrum) adalah bagian depan yang
paling menonjol dari otak depan. Otak besar terdiri dari dua belahan, yaitu belahan kiri dan
kanan. Setiap belahan mengatur dan melayani tubuh yang berlawanan, belahan kiri mengatur
tubuh bagian kanan dan sebaliknya. Jika otak belahan kiri mengalami gangguan maka tubuh
bagian kanan akan mengalami gangguan, bahkan kelumpuhan. Tiap belahan otak depan
terbagi menjadi empat lobus yaitu frontal, pariental, okspital, dan temporal.
(Syaifuddin,2001).
Otak kecil (bahasa Inggris: cerebellum) merupakan bagian terbesar otak belakang.
Otak kecil ini terletak di bawah lobus oksipital serebrum. Otak kecil terdiri atas dua belahan
dan permukaanya berlekuk-lekuk. Fungsi otak kecil adalah untuk mengatur sikap atau posisi
tubuh, keseimbangan dan koordinasi gerakan otot yang terjadi secara sadar. Jika terjadi
cedera pada otak kecil, dapat mengakibatkan gangguan pada sikap dan koordinasi gerak oto
(Rudianto 2004).
Sistem saraf adalah sistemorgan yang meregulasi atau mengatur sistem-sistem
organ tubuh yang lain. Sistemtersebut juga bertanggung jawab atas pengetahuan dan
daya ingat yang dmilikimanusia. Sistem saraf dibagi menjadi 2 yaitu sistem saraf
pusat dan sistem saraf tepi ".S i s t e m s a r a f p u s a t m e l i p u t i otak   d a n sumsum
tulang belakang Selain tengkorak dan ruas-ruastulang belakang, otak juga
dilindungi ' lapisan selaput meninges (Irianti,2000).
Sistem saraf dibagi menjadi 2 yaitu sistem saraf pusat dan sistem saraf tepi. Sistem
Saraf pusat yaitu otak, memiliki berjuta nervus yang berfungsi untukmenyampaikan
informasi yang akan dan telah dioah oleh otak. Jadi segala aktifitas dan pergerakan tubuh
manusia terjadi dibawah kendali otak.Hidung manusia mengandung 5 juta reseptor
olfaktorius, dengan 1000 tipe berbeda. Setiap Bau memiliki satu kompunen yang akan
ditangkap oleh reseptor. Dengan demikian, mausia mampu mengetahui komponen bau dari
suatu aroma, misalnya wangi kayu pada suatu parfum yang diracik dari berbagai ekstrak
wewangian.Reseptor Olfaktorius terdiri dari sebuah tonjolan yang membesar dan
mengandung beberapa silia panjang yang berjalan seperti hiasan rumbai-rumbai ke
permukaan mukosa untuk mengikat odoran, molekul yang dapat dihidu secara difusi.
(Santoso, 2007 ).

ALAT DAN BAHAN :


 ALAT:
No Nama Alat Jumlah
.
1 Stop watch 1 buah
2 Pensil 1 buah
3 Cotton but 1 buah

 BAHAN:
No Nama bahan Jumlah
.
1 Bawang putih Secukupnya
2 Serbuk kopi Secukupnya
3 Buku bacaan Secukupnya

PROSEDUR KERJA :
A. UJI SARAF CRANIAL

1. Nervus olfaktorius
Subjek yang di uji coba duduk dan menutup mata, botol berisi serbuk kopi di buka dan
dilewatkan mendatar sejauh 8 cm dari muka lubang hidung. Giliran berikutnya irislah satu
suing bawang putih secara melintang , kemudian dilewatkan juga seperti botol kopi tadi,
urutan bahan dapat di balik.
2. Nervus Opticus
Membuka satu halaman buku penuh dengan tulisan, menandai satu awalan kalimat,
subjek membaca kalimat-kalimat itu mulai dari awal tanda selama 1 menit, menghitung dan
mencatat banyak data yang dapat dibaca selam 1 menit tersebut.
3. Nervus Aculomotor
Subjek uji coba mengawasi pensil yang di gerakkan beberapa kali kearah vertical,
horizontal, serong ke kiri, serong kanan dan berputar, sambil menjaga agar kepalanya tetap
tidak bergerak .

4. Nervus Facialis
Subjek uji coba di minta untuk tersenyum sambil menunjukan giginya, menggembungkan
pipinya, mengerutkan dahinya, mengangkat alis satu persatu maupun bersamaan, dapatkah
dia melakukan semuanya dengan baik dapatkah dia mengikuti semua gerakan tersebut.
B. UJI SARAF OTAK KECIL
Subjek di minta untuk berdiri sejauh 2 meter dari kertas yang bertuliskan printah berikut,
dia diminta membaca setiap perintah, kemudian mengulang membaca bersuara sambil
melaksanakan tugas yang ditulis di situ. Mengamati dan mencatat gerakan yang paling
mudah di lakukan:
1) Merentangkan kedua lengan ke samping dan menggerakkan semua jari- jari dengan
cepat.
2) Merantangkan kedua lengan ke samping dan saling silangkan semua jari –jari dengan
rapat.
3) Menolehkan kepala kesamping dengan pandangan lurus kesamping, berjalan maju
dengan meletakan tumit yang satu di depan ujung jari kaki yang lain.
4) Menutup mata dan berdiri selama satu menit.
5) Menutup mata dan menyentuh hidung dengan telunjuk kiri.
6) Menutup mata dan menyentuh hidung dengan telunjuk kanan.
7) Menyentuh telunjuk kanan pengamat.
8) Berdiri tegak dan menggerakkan kaki kanan ke atas ke bawah menggeser sepanjang
kaki kiri.
9) Berdiri tegak dan menggerakakn kaki kiri ke atas ke bawah menggeser sepanjang kaki
kanan.
HASIL PERCOBAAN/REAKSI :
 Hasil Tabel Pengamatan

A. UJI SARAF CRANIAL

1. Hasil Uji Nervus Olfaktorius


Subjek Uji Percobaan I Percobaan II
Monika Banurea  
Keterangan:
 : dapat mencium dan membedakan bau
X : tidak dapat mencium dan membedakan bau

Dari hasil percobaan yang kami peroleh dapat diketahui bau, dapat diketahui bahwa
praktikum dapat mencium bau dan membedakan bau meskipun dalam keadaan mata tertutup.
Hal ini menandakan bahwa praktikum memiliki kepekaan yang baik dalam membau,
seseorangdapat membau karena zat yang berupa gas tersebut masuk melalui rongga hidung
saat menarik nafas, zat ini kemudian larut dalam selaput lendir dalam hidung yang kemudian
diterima oleh saraf pembau. Selanjutnya saraf pembau menghantarkan impuls ke otak
sehingga otak merespon dengan menimbulkan kesan bau (Nursing 411,2012).
2. Hasil pengamatan Nervus Opticus
Percobaan I Percobaan II Percobaan III Rata-rata
Juml
Jumla Jumlah Jumlah Jumla Jumlah Jumlah Jumla ah
Subjek Uji
h kata kata kata h kata kata kata h kata kata
dibaca diingat dibaca diingat dibaca diingat dibaca diing
at
Sella winda
83 30 98 34 101 37 94 34
febryanti
Adapun jumlah kata yang dapat di baca dalam waktu satu menit adalah 132/376 kata,
hal ini menandakan bahwa praktikum mempunyai kemampuan daya tangkap yang cukup
baik.
3. Hasil Pengamatan Nervus Aculomotor
Serong Serong
Subjek Uji Vertikal Horizontal Berputar
Kiri Kanan
Annisaa Simanjuntak     
Keterangan:
 : dapat mengikuti arah gerakan
X : tidak dapat mengikuti arah gerakan
Dari hasil penguji dapat diketahui bahwa praktikan tidak ada melakukan kesalahan.
Saraf aculomotor berfungsi mengangkat kelopak mata atas dan mempengaruhi saraf otot
kontriktor yang mengubah ukuran pupil. Pupil adalah lubang yang terdapat pada pusat iris
mata yang dapat mengembang dan menguncup seiring dengan kegiatan mata (muttaqin,
2008).
4. Hasil Pengamatan Nervus Facialis
Mengangkat Mengangkat
Pipi Mengerutka
Subjek Uji Senyum Alis Alis
Gembung n Dahi
(bergantian) (bersamaan)
Harti Dwi
   X 
Mardiyah
Keterangan:
 : dapat mengikuti arah gerakan
X : tidak dapat mengikuti arah gerakan
Dari praktikum yang kami lakukan praktikan dapat tersenyum, menggembungkan
pipinya, mengerutkan pipinya, mengangkat alis bersamaan. Tetapi tidak dapat mengangkat
alis bergantian.
B. UJI SARAF OTAK KECIL
No. Subjek Uji 1 2 3 4 5 6 7 8 9
Harti Dwi
1.         
Mardiyah
2 Annisaa         
Simanjuntak
Monica Br
3         
Sitanggang
4 Monika Banurea         
Sella Winda
5         
Febryanti
Berdasarkan data tersebut, dapat diketahui bahwa satus saraf kami adalah sama.
Cerebellim membantu mempertahankan keseimbangan dan bertanggung jawab untuk respon
otot rangka halus sehingga menghasilkan gerak volunteer yang baik dan terarah, selebrum
juga berfungsi mengontrol gersksn cepat dan berulang yang diperlukan untuk aktivitas seperti
mengetik, bermain piano dan mengedarai seped (Corwin, 2008).

 pengertian Otak Besar dan Otak Kecil


Otak Besar adalah bagian otak paling besar. Sedangkan otak kecil merupakan bagian dari
sistem saraf pusat yang terletak diatas batang otak.

 Struktur Bagian Otak Besar dan Otak Kecil


Menurut strukturnya , otak besar dibagi menjadi dua bagian utama, yakni korteks
cerebrum (bagian luar) dan ganglia dasar (bagian dalam). Korteks cerebrum adalah lapisan
tipis yang warnanya abu-abu dengan badan sel saraf milyaran. Korteks dibedakan menjadi 3
yaitu: area sensorik, area motorik, area asosiasi. Sedangakn ganglia dasar adalah melakuakn
koordinasi gerakan, pengaturan gerakan tak sadar, fungsi kognisi dan fungsi emosional.
Menurut lobusnya dibagi menjadi 4 yaitu: lobus frontal, lobus pariental, lobus temporal, dan
lobus oksipital.
Menurut strukturnya, otak kecil berbentuk mengkerut di bagian tengah, beratnya sekitar
1/8 dari berat otak secara keseluruhan, yaitu sekitar sekepalan tangan. Struktur dan bagian
otak manusia khususnya otak kecil terdiri dari dua bagian yakni: bagian abu-abu (grey
matter) dan bagian putih (white matter).

 Fungsi dari Otak Besar dan Otak Kecil

Fungsi otak besar adalah sebagai pengatur hampir seluruh aktivitas manusia dan berperan
dalam gerak sadra, emosi, memori, fungsi belajar, fungsi tubuh (seperi organ, tekanan darah,
keseimbangan tubuh, detak jantung) serta alat indra. Otak besar memproses semua informasi
sensorik manusia. Tindakan sadr, bawah sadar, dan prasaan diproduksi disini. Otak besar
bertanggung jawab atas segala bentuk kemampuan dalam kecerdasan.

Fungsi otak kecil yaitu sebagai berikut:


 Sebagai pengontrol gerakan dan keseimbangan tubuh manusia, yaitu gerakan tubuh
secara dalam keseharian misalnya memberi perintah untuk berjalan dan berlari, dan
juga melakukan kesimbangan tubuh manusia untuk selalu dapat berdiri dan menahan
berat tubuh.
 Melakukan pengendalian otot untuk pergerakan tubuh, fungsinya adalah melakukan
perintah terhadap kerja otak dan sendi untuk menjalankan tugasnya dengan baik
menjadikan tubuh bisa bergerak bebas tanpa adanya rasa sakit.
 Sebagai pengatur postur tubuh dan gerak bola mata, manusia bisa berdiri tegap sebab
perintah dari otak kecil. Bola mata bisa bergerak seperti melirik, dan hal itu adalah
tanggung jawab dan dikontrol oleh otak kecil.
 Membantu fungsi kognitif yakni seperti bahasa, emosi, dan juga perhatian seseorang.
Otak kecil mempunyai peranan atas sebuah ungkapan bahasa dan emosi menajdi
sesuatu yang dapat dipahami oleh orang lain dan juga merekamnya dari pengalaman
atau peristiwa yang menjadi perhatiannya.
 Sebagai pengatur gerakan dan informasi dari rangsangan supaya bisa melakukan
gerakan yang tepat. Sel-sel pada otak kecil sebagai pengatur supaya tubuh melakukan
hal yang tepat di semua keadaan, misalnya menghindar dari cahaya, tersenyum pada
saat bahagia dan lain sebagainya.

 Cara Kerja Otak Besar dan Otak Kecil


Cara kerja otak besar Yaitu dengan cara menerima stimulus yang diterima tubuh. jika
dianggap penting oleh otak, maka otak akan menempatkan stimulus tersebut ke dalam
memori jangka panjang. Akan tetapi jika dianggap tidak begitu penting, maka hanya akan
menyisakan jejak yang sedikit dan tidak begitu diprioritaskan. Segala ingatan dan
pengalaman serta memori yang dipelajari manusia sejak lahir hingga dewasa mampu
disimpan rapi oleh otak dan siap ketika sewaktu waktu dipanggi oleh kita. Cara kerja otak
tersebut dipengaruhi oleh nutrisi, teman, gen, kebiasaan atau pola hidup sehari hari, serta
lingkungan. Nutrisi akan memperlancar kerja dalam sel sel otak besar sehingga mampu
menerima segala informasi dan rangsangan dengan lancar dan memperlancar peredaran darah
di dalamnya. Pola kebiasaan hidup sehat juga berpengaruh pada kerja otak besar yaitu
memberikan stamina lebih dan memperlancar aliran oksigen dan nutrisi di dalamnya.
Cara kerja otak kecil
Bagian otak kecil bekerja dengan peran dari seluruh bagian sel syaraf yang terdapat di
dalamnya, bagian terbesar dari otak kecil (cerebellum) menerima informasi tentang gerakan
yang diinginkan dari kontraksi otot. Informasi terus menerus dapat diperbaharui dari
pinggiran sel tentang suatu keadaan otot dan gerakan yang diinginkan, ia juga akan
mendorong kinerja yang sangat tepat dan memunculkan gerakan yang dikirim dari pusat
syaraf.
Bagian Otak kecil memiliki kapasitas yang unik untuk menerima berbagai macam
informasi dari area motor pusat syaraf, daerah kognitif, daerah sensorik, daerah bahasa, dan
daerah yang terlibat dalam fungsi emosional, semuanya terletak pada bagian yang terhubung
dengan otak kecil.

KESIMPULAN :
1. Dari hasil praktikum yang kami lakukan kami menemukan bawha fungsi dari otak besar
yaitu mengontrol gerakan otot-otot, gerakan bola mata; area broca sebagai pusat bicara;
dan area prefrontal (area asosiasi) yang mengontrol aktivitas intelektual, kemampuan 10
pendengaran, pemaknaan informasi dan bahasa dalam bentuk suara, dan
menginterpretasi terhadap objek yang ditangkap oleh retina mata
2. Dari hasil praktikum yang kami lakukan kami menemukan bawha fungsi dari otak kecil
yaitu untuk mengontrol kualitas gerakan tubuh dan juga mengatur fungsi otomatis otak,
diantaranya: mengatur sikap atau posisi tubuh, mengontrol keseimbangan, koordinasi
otot dan gerakan tubuh. Menyimpan dan melaksanakan serangkaian gerakan otomatis
yang dipelajari seperti gerakan mengendarai mobil, gerakan tangan saat menulis,
gerakan mengunci pintu
3. Dari hasil praktikum yang kami lakukan otak manusia terdiri dari otak bedar (serebrum),
otak tengah(mesensefalon), otak kecil (serebrum), sumsum sambung (medulla
oblongata) dan jembatan varol.

DAFTAR PUSTAKA :
Hartono, 2014, Histologi Dasar.Jakarta : EGG

Irianti,2000. Anatomi Fisiologi. Yogyakarta : PUSTAKA BARU PRESS

Rudianto, E., 2004. Anatomi dan Fisiologi Manusia untuk Paramedis. Gramedia Pustaka
Utama. Jakarta.

Santoso, Ethel. 2007. Anatomi dan Fisiologi untuk Pemula. Jakarta: EGC
Syaifuddin, 2001.Anatomi dan Fisiologi untuk Mahasiswa Keperawatan.Buku Kedokteran
EGC.Jakarta.

Tinada ,12 April 2020


ASISITEN PRAKTIKAN

(TIM ASISTEN) (Monika A D Banurea)


NIM: 4183341035