Anda di halaman 1dari 5

LAPORAN SEMENTARA PEMBUATAN SUSPENSI

Disusun Oleh: Muhammad Royyan A(19/441561/FA/12178)

1. Nama Bentuk Sediaan


Resep XII : suspensiones (lotio kummerfeldi).
Kekuatan sediaan : sulfur praecipitatum 10 gram

2. Tinjauan Pustaka
Suspensi adalah sediaan yang mengandung bahan obat padat dalam bentuk halus dan tidak
larut, terdispersi dalam cairan pembawa. Perbedaan suspensi dengan emulsi adalah, pada emulsi
zat cair terdispersi dalam zat cair lain sedangkan pada suspensi, yang terdispersi adalah zat padat
(Anonim, 1979).
Sediaan suspensi harus memenuhi berbagai syarat, zat terdispersi harus halus dan tidak boleh
mengendap. Jika dikocok harus segera terdispersi kembali. Dapat mengandung zat dan bahan
menjamin stabilitas suspensi. Kekentalan suspensi tidak boleh terlalu tinggi agar mudah dikocok
atau sedia dituang. Karakteristik suspensi harus sedemikian rupa sehingga ukuran partikel dan
suspensi tetap agak konstan untuk jangka waktu penyimbanan yang lama (Anonim, 1979).
Suspensi memiliki beberapa jenis:
a. Suspensi oral adalah sediaan cair yang mengandung partikel padat dalam bentuk halus
yang terdispersi dalam fase cair dengan bahan pengaroma yang sesuai, yang ditujukan
untuk penggunaan oral.
b. Suspensi topikal adalah sediaan cair yang mengandung partikel padat dalam bentuk halus
yang terdispersi dalam cairan pembawa cair yang di tunjukkan untuk penggunaan kulit.
c. Suspensi tetes telinga adalah sediaan cair yang mengandung partikel-partikel halus yang
ditunjukan untuk di teteskan pada telinga bagian luar.
d. Suspensi oftalmik adalah sedian cair steril yang mengandung partikel sangat halus yang
terdispersi dalam cairan pembawa untuk pemakaian pada mata.
e. Suspensi untuk injeksi terkontitusi adalah sediaan padat kering dengan bahan pembawa
yang sesuai untuk membentuk larutan yang memenuhi semua persyaratan untuk suspensi.
Steril setelah penambahan bahan yang sesuai (Syamsuni, 2006).
Sediaan suspensi memiliki keuntungan dan kerugiannya, keuntungannya sebagai berikut :
a. Baik digunakan untuk orang yang sulit mengonsumsi tablet, pil, kapsul, terutama untuk
anak-anak.
b. Memiliki homogenitas yang cukup tinggi
c. Lebih mudah diabsorpsi daripada tablet
d. Dapat menutupi rasa tidak enak dari obat
e. Dapat mengurangi penguraian zat aktif yang tidak stabil dalam tablet (Parrot, 1971).
Sedangkan kerugiannya adalah :
a. Memiliki kestabilan yang rendah
b. Ketepatan dosis lebih rendah
c. Harus dilakukan pengocokan sebelum digunakan
d. Rawan terjadi perubahan pada sistem dispersi (Parrot, 1971).
Di dalam resep, tertulis bahwa zat-zat aktif dan eksipien harus dibuat menjadi sediaan
suspensi (m.f. susp.). Bahan sol. calcium hidroxide dan aquae rosarum ditambahkan hingga bobot
total obat 100 gram (aa ad). Sediaan ini digunakan dua kali sehari pada bagian yang terkena jerawat,
sehingga obat ini merupakan obat luar (S.b.d.d.u.e.)

3. Nama dan Isi Formula

R/ Sulf. Praecip 10
Campor 1
PGA 2
Sol. Calc. Hydroxyd.
Aquae rosarum aa ad 100
m.f. susp.
S.b.d.d.u.e.

Pro: Mira (12 tahun)

4. Formula Standar

R/ Champore 1,5 (Bebroeders, 1950)


Sulf. Praecipitatum 10
Gummi Arabici 5
Sol Calcii Hydroxyd 67
Aquae Rosarum 56,5

5. Fungsi Bahan
a. Sulfur Praecipitatum
Pemerian : serbuk amorf atau serbuk hablur renik yang sangat halus berwarna
kuning pucat, tidak berbau, dan tidak berasa
Kelarutan : praktis tidak larut dalam air dan/atau etanol, karut dalam karbon
disulfida
Penyimpanan : di dalam wadah tertutup baik
Kasiat : antiscabies, antiseptik
Inkompatibilitas : tidak cocok dengan asam (Anonim, 1995).
b. Camphorae
Pemerian : granul atau hablur putih atau jernih, bau khas tajam, rasa pedas,
aromatik, menguap perlahan dalam suhu kamar.
Kelarutan : sukar larut dalam air, sangat mudah larut dalam etanol, kloroform,
atau eter
Penyimpanan : dalam wadah tertutup rapat dan hindarkan dari panas berlebihan
Kasiat : antiiritasi
Inkompatibilitas : - (Anonim, 1995).
c. Calcii Hydroxidum Sol.
Pemerian : larutan dari calcii hidroxidum (Ca(OH) 2) dalam pelarut air mawar,
tidak berwarna, dan berbau.
Kelarutan :-
Penyimpanan : dalam wadah tertutup rapat terisi penuh
Kasiat : astringen
Inkompatibilitas : dalam wujud kalsium hidroksida tidak cocok dengan asam
(Anonim, 1995).
d. PGA
Pemerian : eksudat yang mengeras di udara dan mengalir alami atau dengan
penorehan batang tanaman Acacia Senegul.
Kelarutan : larut sempurna dalam air, tetapi sangat lambat, meninggalkan sisa
bagian tanaman dalam jumlah sedikit dan memberikan cairan seperti
mucilago, praktis tidak larut dalam etanol dan eter
Penyimpanan : dalam wadah tertutup baik
Kasiat : suspending agent
Inkompatibilitas : adanya enzim pengoksidasi (Anonim, 1995).
e. Aquae Rosarum
Pemerian : larutan jenuh minyak mawar dalam air, termasuk aquae aromatica
(Anonim, 1979)
Kelarutan :-
Penyimpanan : dalam wadah tertutup rapat (Anonim, 1995)
Kasiat : pelarut, zat tambahan, penyegar (Anonim, 1995)
Inkompatibilitas :-

6. Khasiat Bentuk Sediaan


Sediaan lotio kummerfeldi memiliki keterangan u.e (usus externum) yang berarti untuk
penggunaan luar, sediaan ini memliki kegunaan sebagai lotion untuk mengobati jerawat (bedak
kocok jerawat).

7. Perhitungan Penimbangan
a. Sulfur Praecipitatum ¿ 10 gram
b. Camphora ¿ 1 gram
c. PGA ¿ 2 gram
87
d. Sol. Calc. Hydroxyd ¿ 100− (10+ 1+ 2 )=87= =43,5 ml
2
87
e. Aquae Rosarum ¿ 100− (10+ 1+ 2 )=87= =43,5 ml
2
Jumlah aquae rosarum yang ditambahkan dalam PGA
¿ 1,5 ×bobot PGA=1,5 × 2=3 gram≈ 3 ml
Sisa aquae rosarum
¿ 43,5−3=40,5 gram≈ 40,5 ml

8. Alat

 Mortir dan stamper  Pengaduk


 Ayakan B50 untuk sulfur  Kertas timbang
 Gelas ukur  Gelas Beaker
 Pipet tetes  Botol
 Neraca lengan  Etiket
9. Cara Kerja
aaaaaaaa
Ditimbang 1 gram Camphor Dibuat mucilago dari 2 gram
PGA + aqua rosarum 3 gram

Dimasukkan dalam mortir Dimasukkan dalam mortir,


dan ditetesi 3 – 4 tetes diaduk dengan kuas
spritus fortior 90%, digerus

Dimasukkan 10 gram sulfur


praecip. yang sudah diayak

Diaduk sampai homogen

Dimasukkan sedikit demi sedikit (dicampur)

Ditambahkan sol. calc. hydroxyd sedikit demi sedikit, diaduk hingga homogen

Ditambahkan aquae rosarum sedikit demi sedikit, diaduk hingga homogen

Dimasukkan suspensi yang diperoleh ke dalam botol, ditutup, dan diberi etiket

Untuk kontrol kualitas, diukur volume cairan akhir dan diperhatikan homogenitas, warna,
kecepatan endapan, kebersihan, dan kerapihan pengemasan

10. Etiket
Etiket berwarna biru karena untuk pemakaian luar
APOTEK
Farmasetika
Sekip Utara, Yogyakarta

No: XII Tanggal: 11 Maret 2020


Pasien: Mira (12 tahun)
Obat: Lotio Kummerfeldi
Aturan pakai: digunakan 2x sehari, dioleskan pada bagian berjerawat
“Obat Luar”

Peringatan Simpan di Kadaluarsa Apoteker

Gojog dahulu Tempat sejuk 10 April 2020 TTD


dan kering , (Sediaan luar Yuliananda
botol tertutup mengandung Alghifari
rapat air)

11. Wadah Akhir


Wadah : Plastik
Penyimpanan : Di tempat sejuk dan kering, wadah tertutup, terhindar dari cahaya langsung

12. Daftar Pustaka


Anonim, 1950, Codex Medicamentorum Nederlandicus, De Gebroeders Van Cleff, Den Haag
Anonim, 1979, Farmakope Indonesia Edisi III, Depkes RI, Jakarta
Anonim, 1995, Farmakope Indonesia Edisi IV, Depkes RI, Jakarta
Parrot, Augenel, 1971, Pharmaceutical Technology, Durgers Publishing Company, Minneapolis
Syamsuni, 2006, Farmasetika Dasar dan Hitungan Farmasi, Penerbit Buku Kedokteran EGC,
Jakarta