Anda di halaman 1dari 27

TUGAS INDIVIDU

ASUHAN KEPERAWATAN PADA KELUARGA


Disusun Untuk Memenuhi Mata Ajar Keperawatan Keluarga
Dosen Pengampu : Ns.Novita WS,M.Kep.

DISUSUN OLEH :

SAMSURI
20101440118068

PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN


AKADEMI KEPERAWATAN KESDAM IV/DIPONEGORO
SEMARANG
2020

1
DAFTAR ISI

2
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Program Indonesia Sehat merupakan rencana strategis Kementerian
Kesehatan tahun 2015-2019 yang dilakukan melalui pendekatan keluarga,
disingat PIS-PK. Pada program PIS-PK, pendekatan keluarga menjadi salah
satu cara puskesmas meningkatkan jangkauan dan sasaran dengan
meningkatkan akses yankes di wilayahnya (mendatangi keluarga). Tujuan
pendekatan keluarga salah satunya adalah untuk meningkatkan akses
keluarga pada pelayanan kesehatan yang komprehensif dan bermutu. PIS-
PK dilaksanakan dengan ciri sasaran utama adalah keluarga, mengutamakan
upaya promotif-preventif, disertai penguatan upaya kesehatan berbasis
masyarakat, kunjungan rumah dilakukan secara aktif dan melalui
pendekatan siklus kehidupan.(Sarkomo,2016)
Penyakit hipertensi adalah salah satu penyakit tidak menular yang
memiliki prevalensi yang tinggi dan cenderung mengalami peningkatan.
Hipertensi merupakan peningkatan darah yang akan memberi gejala lanjut
ke suatu organ seperti stroke, penyakit jantung koroner dan hipertropi
ventrikel kanan. Hipertensi adalah suatu keadaan seseorang yang mengalami
peningkatan tekanan darah di atas normal. Tekanan darah 140/90 mmHg
berdasarkan pada dua fase dalam setiap denyut jantung yaitu fase sistolik
140 menunjukan fase darah yang sedang dipompa oleh jantung dan fase
diastolik 90 menunjukan fase darah yang kembali ke jantung.

Berdasarkan data AHA pada tahun 2017 prevalensi hipertensi


terdapat 46% kasus hipertensi naik dari 32% dari definisi sebelumnya. Data
Rikesdas tahun 2018 berdasarkan pengukuran umur di atas 18 tahun angka
prevalensi hipertensi di Indonesia sebesar 34,1%. Jawa Tengah menempati
urutan ke 4 dari Provinsi yang ada. Data Profil Kesehatan Provinsi Jawa
Tengah tahun 2017 presentase hipertensi di Kota Semarang sebesar 6,88%.

3
Berdasarkan data statistik di Puskemas Rowosari pada bulan Desember
tahun 2018 diperoleh informasi klien dengan hipertensi 748 jiwa.

Hipertensi mengakibatkan komplikasi pada organ tubuh yang vital


seperti jantung, otak dan ginjal, maka dari itu hipertensi sering disebut
sebagai “silent killer” (pembunuh siluman) karena tidak merasakan
gangguan atau gejala apapun.Hipertensi memicu terjadinya jantung, stroke,
gagal ginjal. Data Infodatin tahun 2017 prevalensi diatas 15 tahun klien
dengan jantung sebesar 1,5%, stroke sebesar 3,8%, gagal ginjal 0,2%.

Tingginya angka kejadian hipertensi berikut komplikasi yang


menyertainya di pengaruhi oleh berbagai oleh faktor adalah adanya faktor
genetik, usia, stres, obesitas, kebiasaan merokok makanan tinggi kolestrol
dan kurangnya olahraga. Salah satu faktor pemicu hipertensi adalah
kurangnya aktivitas. Aktivitas fisik yang rendah berdampak pada
meningkatnya resiko obesitas. Seseorang dengan obesitas akan mengalami
peningkatan frekuensi denyut jantung sehingga otot jantung bekerja lebih
keras dan tekanan lebih besar pada arteri.

Peran perawat dalam penanganan hipertensi bisa dilakukan dengan


cara farmakologi dan non farmakologi. Beberapa hal yang perlu
dipertimbangkan dalam pengelolaan hipertensi adalah terapi
nonfarmakologi dinilai lebih efektif, seperti penerapan terapi diet, olahraga
dan terapi relaksasi karena konsumsi obat tanpa pengelolaan hidup sehat
tidak memberikan hasil optimal. Berikut adalah beberapa terapi
komplementer yang dapat diajarkan perawat untuk mengatasi hipertensi
yaitu: terapi relaksasi progresif, terapi musik, yoga, step up exercise, slow
deep breathing exercise, walking exercise. serta latihan isometric exercise.

4
B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana konsep keluarga ?
2. Apakah yang dimaksud hipertensi ?
3. Bagaimana gambaran pelaksanaan asuhan keperawatan keluarga
dengan hipertensi ?
C. Tujuan
1. Tujuan umum
Diperoleh pengalaman nyata dalam melaksanakan asuhan keperawatan
keluarga dengan masalah utama hipertensi pada Tn.T di Wilayah
Kec.Banyubiru.
2. Tujuan khusus
a. Mengetahui tentang konsep keluarga.
b. Mengetahui tentang hipertensi.
c. Mampu menjelaskan dan menerapkan pelaksanaan asuhan
keperawatan keluarga pasien dengan hipertensi.

5
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A. Konsep Keluarga
1. Definisi keluarga
Keluarga merupakan perkumpulan dua tau lebih individu yang
diikat oleh hubungan darah, perkawinan atau adopsi, dan tiap-tiap
anggota keluarga selalu berinteraksi satu dengan yang lain.
(Mubarak,2011)
Keluarga merupakan unit terkecil dari masyarakat yang terdiri atas
kepala keluarga dan beberapa orang yang berkumpul dan tinggal di
suatu tempat di bawah suatu atap dalam keadaan saling
ketergantungan.(Setiadi,2012)
Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa keluarga yaitu
sebuah ikatan (perkawinan atau kesepakatan), hubungan (darah
ataupun adopsi), tinggal dalam satu atap yang selalu berinteraksi serta
saling ketergantungan.
2. Fungsi keluarga
a. Fungsi Afektif
Berhubungan erat dengan fungsi internal keluarga yang merupakan
basis kekuatan keluarga. Fungsi afektif berguna untuk pemenuhan
kebutuhan psikososial. Keberhasilan fungsi afektif tampak pada
kebahagiaan dan kegembiraan dari seluruh anggota keluarga.
b. Fungsi Sosialisasi
Keluarga merupakan tempat individu untuk belajar bersosialisasi,
misalnya anak yang baru lahir dia akan menatap ayah,ibu dan
orang-orang yang ada disekitarnya. Dalam hal ini keluarga dapat
membina hubungan sosial pada anak, membentuk norma-norma
tingkah laku sesuai dengan tingkat perkembangan anak dan
menaruh nilai-nilai budaya keluarga.

6
c. Fungsi Reproduksi
Funsi reproduksi untuk meneruskan dan menambah sumber daya
manusia. Maka dengan ikatan suatu perkawinan yang sah, selain
untuk memenuhi kebutuhan biologis pada pasangan tujuan untuk
membentuk keluarga adalah meneruskan keturunan.
d. Fungsi Ekonomi
Merupakan fungsi keluarga untuk memenuhi kebutuhan seluruh
anggota keluarga seperti memenuhi kebutuhan makan,pakaian,dan
tempat tinggal.
e. Fungsi Perawatan Kesehatan
Keluarga juga berperan untuk melaksanakan praktik asuhan
keperawatan, yaitu untuk mencegah gangguan kesehatan atau
merawat anggota keluarga yang sakit. Keluarga yang dapat
melaksanakan tugas kesehatan berarti sanggup menyelesaikan
masalah kesehatan.
3. Tahap-tahap Perkembangan Keluarga
a. Keluarga Baru (Berganning Family)
Pasangan baru nikah yang belum mempunyai anak. Tugas
perkembangan keluarga dalam tahap ini antara lain yaitu membina
hubungan intim yang memuaskan, menetapkan tujuan bersama,
membina hubungan dengan keluarga lain,mendiskusikan rencana
memiliki anak atau KB, persiapan menjadi orang tua dan
memahami prenatal care (pengertian kehamilan,persalinan dan
menjadi orang tua).
b. Keluarga dengan anak pertama < 30 bulan ( child bearing)
Merupakan transisi menjadi orang tua yang akan menimbulkan
krisis keluarga. Tugas perkembangan pada tahap ini antara lain
yaitu adaptasi perubahan anggota keluarga, mempertahankan
hubungan yang memuaskan dengan pasangan, membagi peran dan
tanggung jawab, bimbingan orang tua tentang pertumbuhan dan
perkembangan anak, serta konseling KB post partum 6 minggu.

7
c. Keluarga dengan anak pra sekolah
Tugas perkembangan dalam tahap ini adalah menyesuaikan
kebutuhan pada anak pra sekolah (sesuai dengan tumbuh kembang,
proses belajar dan kontak sosial) dan merencanakan kelahiran
berikutnya.
d. Keluarga dengan anak sekolah (6-13 tahun)
Keluarga dengan anak sekolah mempunyai tugas perkembangan
keluarga seperti membantu sosialisasi anak tahap lingkungan luar
rumah, mendorong anak untuk mencapai pengembangan daya
intelektual dan menyediakan aktifitas anak.
e. Keluarga dengan anak Remaja (13-20 tahun)
Tugas perkembangan pada tahap ini adalah perkembangan
terhadap remaja, memelihara komunikasi terbuka, mempersiapkan
perubahan sistem peran dan peraturan anggota keluarga untuk
memenuhi kebutuhan tumbuh kembang anggota keluarganya.
f. Keluarga dengan anak dewasa
Tugas perkembangan keluarga mempersiapkan anak untuk hidup
mandiri dan menerima kepergian anaknya,menata kembali fasilitas
dan sumber yang ada dalam keluarganya.
g. Keluarga usia pertengahan (middle age family)
Tugas perkembangan keluarga pada saat ini yaitu mempunyai lebih
banyak waktu dan kebebasan dalam mengolah minat sosial, dan
waktu santai, memulihkan hubungan antara generasi muda-tua,
serta persiapan masa tua.
h. Keluarga lanjut usia
Dalam perkembangan ini keluarga memiliki tugas seperti
penyesuaian tahap masa pensiun dengan cara merubah cara hidup,
menerima kematian pasangan, dan mempersiapkan kematian, serta
melakukan life review masa lalu.

8
4. Tugas keluarga dalam bidang kesehatan
a. Keluarga mampu mengenal masalah kesehatan
b. Keluarga mampu mengambil keputusan untuk elakukan tindakan
c. Keluarga mampu melakukan perawatan terhadap anggota keluarga
yang sakit
d. Keluarga mampu menciptakan lingkungan yang dapat
meningkatkan kesehatan
e. Keluarga mampu memanfaatkan fasilitas kesehatan yang terdapat
di lingkungan setempat.
B. Hipertensi
Hipertensi adalah keadaan seseorang yang mengalami peningkatan
tekanan darah diatas normal. Tekanan darah 140/90 mmHg
berdasarkan pada dua fase dalam setiap denyut jantung yaitu fase
sistolik 140 mmHg menunjukan fase darah yang sedang dipompa oleh
jantung dan fase diastolik 90 mmHg menunjukan fase darah yang
kembali ke jantung.

Hipertensi adalah suatu peningkatan tekanan darah sistolik dan


atau diastoik yang tidak normal. Tekanan darah sistolik diatas 140
mmHg dan tekanan darah diastolik diatas 90 mmHg. Menurut the
Sevent Report of The Join Nasional Commitee on Prevention,
Evaluation, and Threatment of High Blood Preassure (JNC VII)
tekanan darah seseorang dapat dikelompokan menggunakan tabel
derajat hipertensi.
Tabel 2.1
Derajat Hipertensi yaitu:

Tekanan sistolik (mmHg) Tekanan Diastolik (mmHg) Klasifikasi


<120 80 Normal
120-139 80-89 Prehipertensi
140-159 90-99 Hipertensi tingkat 1
>160 >100 Hipertensi tingkat 2
Sumber: Journal American MedicalAssociation (JAMA).

9
1. Etiologi
Hipertensi dibedakan menjadi dua yaitu hipertensi primer
(esensial) dan hipertensi sekunder. Hipertensi primer adalah hipertensi
yang penyebab sekundernya tidak ditemukan. Hipertensi sekunder adalah
penyebab utamanya dapat diketahui antara lain kelainan pembuluh darah
ginjal, gangguan kelenjar tiroid dan gangguan kelenjar adrenal.

Hipertensi primer adalah hipertensi yang tidak tahu penyebabnya.


Hipertensi sekunder adalah hipertensi yang disebabkan penyakit lain,
seperti gangguan hormonal, penyakit jantung, diabetes, penyakit pembuluh
darah atau penyakit yang berhubungan dengan kehamilan. Faktor-faktor
penyebab hipertensi antara lain:

a. Faktor Keturunan
Dalam tubuh manusia terdapat faktor-faktor keturunan yang
diperoleh dari kedua orang tuanya. Jika orang tua mempunyai
riwayat hipertensi maka kedua garis keturunan berikutnya
mempunyai resiko besar hipertensi, Usia diatas 60 tahun, 50-60%
mempunyai tekanan darah lebih besar, karena proses degenerasi.

b. Konsumsi Garam
Natrium yang masuk dalam darah secara berlebihan dapat menahan
air, sehingga meningkatkan volume darah. Mengingkatnya volume
darah mengakibatkan meningkatnya tekanan pada dinding pembuluh
darah sehingga kerja jantung dalam memompa darah semakin
meningkat. Asupan garam tinggi menyebabkan pengeluaran
berlebihan hormon natriouretik yang akan meningkatkan tekanan
darah.

c. Kolestrol tinggi
Seseorang yang mengkonsumsi makan berlemak secara berlebihan
maka kadar kolesterol dalam darah dapat meningkat sehinga dinding
pembuluh darah akan menebal. Dampak yang semakin parah,

10
pembuluh darah tersebut menjadi tersumbat. Hal ini menyebabkan
pembuluh darah menyempit dan mengakibatkan tekanan darah
meningkat.

d. Obesitas
Orang yang gemuk jantungnya akan lebih keras dalam memompa
darah dan mengakibatkan naiknya tekanan darah.

e. Alkohol
Mengkonsumsi alkohol terbukti dapat menaikkan tekanan darah.
Semakin banyak mengkonsumsi minuman beralkohol maka tekanan
darah seseorang semakin tinggi. Bahkan jika sampai menjadi
pemabuk berat akan menambah resiko hipertensi menjadi stroke.

f. Stres
Stres dapat merangsang kelenjar anak ginjal untuk mengeluarkan
adrenalin dan memacu jantung berdenyut kuat. Stres dapat
meningkatkan resistensi pembuluh darah perifer dan curah jantung
sehingga mempengaruhi saraf simpatetik.

g. Jenis kelamin
Laki-laki mempunyai resiko lebih tinggi terhadap morbiditas dan
mortalitas kardiovaskula.

h. Kurang aktivitas/ olahraga


Manusia cenderung memilih cara yang praktis dalam melakukan
aktivitas kerja sehingga menyebabkan tubuh kurang gerak yang akan
menimbulkan obesitas dan kolestrol tinggi.

i. Minum kopi
Kopi mengandung kafein yang menyebabkan susah tidur dan jantung
berdebar-debar sehingga meningkatkan tekanan darah.

11
j. Merokok
Tembakau mengandung nikotin yang memperkuat kerja jantung dan
arteri menyempit sehingga sirkulasi darah berkurang dan tekanan
darah meningkat., Pelepasan norepinefrin dari ujung-ujung saraf
adrenergik yang dipicu oleh nikotin.

k. Penggunakan kontrasepsi oral pada perempuan


Perempuan yang usia diatas 35 tahun resiko hipertensi karena adanya
peningkatan volume plasma yang mengakibatkan peningkatan
aktivitas renin, angiotensin, aldosteron.

2. Manifestasi klinik
a. Sakit kepala bagian tengkuk terasa berat
b. Jantung berbar-debar
c. Sulit bernafas setelah beraktivitas
d. Mudah lelah
e. Pandangan kabur
f. Wajah memerah
g. Sukar tidur.
3. Akibat lanjut
a. Stroke
Terjadi akibat hemoragi tekanan tinggi di otak atau akibat embolus
yang terlepas dari pembuluh selain otak yang terpajan takanan tinggi.
b. Jantung koroner
Mengerasnya pembuluh darah arteri di seluruh tubuh dan yang paling
utama di jantung.
c. Gagal ginjal
Penyempitan pembuluh darah di ginjal akan merusak dan
mengganggu sirkulasi darah ke ginjal.
d. Gagal jantung
Kondisi jantung tidak mampu memompa darah yang dibutuhkan
tubuh.

12
e. Kerusakan mata
Adanya gangguan dalam tekanan darah dapat menyebabkan perubahan
dalam retina.
f. Resistensi pembuluh darah
Penderita hipertensi akut biasanya mengalami kekakuan pada
pembuluh darah di seluruh jaringan-jaringan tubuh.
4. Tes diagnostik
a. Pengukuran diagnostik pada tekanan darah menggunakan
spigmomanometer akan memperlihatkan tekanan darah sistolik dan
tekanan darah diastolik.
b. Memeriksa tingkat kolestrol
Apabila klien mempunyai tingkat kolestrol tinggi, harus waspada
karena resiko terkena stroke.
c. Pemeriksaan jantung
Untuk memperoleh gambaran fungsi jantung perlu dilakukan
pemeriksaan secara rutin menggunakan elektrokardiogram (ECG).
d. Pemeriksaan urin
Pemeriksaan ini untuk mengetahui adanya penyakit diabetes atau
gangguan fungsi ginjal.
5. Pencegahan dan perawatan
a. Farmakologis
Obat obat anti hipertensi dapat diklasifikasikan menjadi lima kategori:
1) Dieuretik
2) Menekan simpatetik (simpatolitik)
3) Vasodilator arterior yang bekerja langsung
4) Antagonis angitensin (ACE inhibitor)
5) Penghambat saluran kalsium (bloker calcium antagonis).
b. Nonfarmakologi
1) Terapi musik
2) Yoga
3) Isometric handgrib exercise

13
4) Slow deep breathing exercise
5) Walking exercise.

C. Tekanan darah
1. Pengertian
Tekanan darah terjadi ketika otot jantung berdenyut memompa
darah sehingga darah terdorong keluar dari jantung menuju seluruh tubuh
yang dinamakan tekanan darah sistolik dan tekanan darah diastolik adalah
tekanan darah saat darah memasuki jantung.Tekanan darah adalah
banyaknya darah yang dipompa oleh jantung dikalikan tahanan di
pembuluh darah perifer.Tekanan darah merupakan resistensi yang
dihasilkan ketika jantung berdenyut dan membawa darah melalui arteri.
Catatan tertinggi tekanan yang ditimbulkan oleh kontraksi disebut tekanan
sistolik sedangkan catatan paling rendah dinamakan tekanan diastolik.
2. Klasifikasi
Tekanan darah ketika dilakukan pengukuran menggunakan
spygmomanometer tercatat 120/80 mmHg.Angka 120 mmHg merupakan
tekanan sistolik dan angka 80 mmHg merupakan tekanan diastolik.
Tekanan darah orang dewasa normalnya adalah 120/80 mmHg.
3. Faktor yang mempengaruhi
a. Usia
Hal ini terjadi karena arteri besar kehilangan kelenturan dan menjadi
kaku sehingga menyebabkan naiknya tekanan darah.
b. Riwayat penyakit keluarga
Apabila orangtua mengalami hipertensi, ketrurunanya lebih beresiko
dua kali lebih besar mengalami hipertensi dari pada keluarga yang
tidak mempunyai riwayat hipertensi.
c. Indeks masa tubuh
Merupakan alat yang sederhana untuk memantau status gizi orang
dewasa yang berkaitan dengan kekurangan

14
dan kelebihan berat badan.dan berlaku untuk dewasa.Cara menghitung
IMT:
IMT: BB/Berat badan(kg)

(TB2 / Tinggi badan (m2)


d. Tingkat pendidikan
Semakin rendah tingkat pendidikan beresiko terkena hipertensi karena
kurangnya pengetahuan tentng penyakit hipertensi
e. Stress
Stres dapat merangsang kelenjar anak ginjal untuk mengeluarkan
adrenalin dan memacu jantung berdenyut kuat.Stres dapat
meningkatkan resistensi pembuluh darah perifer dan curah jantung
sehingga mempengaruhi saraf simpatetik.
f. Aktivitas fisik
Kurang aktivitas menyebabkan frekuensi denyut jantung lebih tinggi
sehingga otot jantung bekerja lebih keras dan tekanan lebih besar.
g. Konsumsi kafein
Karena mengakibatkan susah tidur sehingga jantung berdebar-debar
yang mengakibatkan tekanan darah
h. Kebiasaan merokok
Tembakau mengandung nikotin yang memperkuat kerja jantung dan
arteri menjadi sempit sehingga sirkulasi darah kurang.
4. Pengukuran tekanan darah
Tekanan darah diukur menggunakan alat spygmomanometer. Ada tiga
macam spygmomanometer yaitu jarum, air raksa dan digital.
spygmomanometer terdiri dari sebuah pompa, sebuah pengukur tekanan
dan sebuah manset dari karet. Cara mengukur tekanan darah
menggunakan spygmomanometer digital yaitu manset ditaruh di
pergelangan tangan bagian dalam sebelah kiri karena dekat dengan
jantung. Jarak antara telapak tangan dengan spymomanometer sekitar 2
cm. Arahkan monitor angka diatas kemudian tombol on pada

15
spygmomanometer digital ditekan. Tunggu sekitar 2 menit dan monitor
spygmomanometer digital dapat terbaca hasilnya.

Gambar 2.2 Gambar 2.3


Spygmomanometer digital Spygmomanometer air raksa

Gambar 2.4
Gambar 2.5
Spygmomanometer jarum Cara mengukur tekanan darah

D. Asuhan Keperawatan

1. Pengkajian
Merupakan langkah awal pelaksanaan asuhan keperawatan, agar
diperoleh data pengkajian yang akurat dan sesuai dengan keadaan
keluarga.
Hal-hal yang perlu di kaji dalam keluarga meliputi :
a. Data umum
Pengkajian terhadap data umum keluaraga meliputi :
1) Nama kepala keluarga
2) Alamat dan telepon
3) Pekerjaan kepala keluarga

16
4) Pendidikan kepala keluarga
5) Komposisi keluarga dan genogram
6) Tipe keluarga
7) Suku bangsa
8) Agama
9) Status sosial ekonomi keluarga
10) Aktivitas rekreasi keluarga
b. Riwayat dan tahap perkembangan keluarga, meliputi :
1) Tahap perkembangan keluarga saat ini ditentukan dengan anak
tertua dari keluaraga inti.
2) Tahap keluarga yang belum terpenuhi yaitu menjelaskan
mengenai tugas perkembangan yang belum terpenuhi oleh
keluarga serta kendala mengapa tugas perkembangan tersebut
belum terpenuhi.
3) Riwayat keluarga inti yaitu menjelaskan mengenai riwayat
kesehatan pada keluarga inti yang meliputi riwayat penyakit
keturunan, riwayat kesehatan masing-masing anggota
keluarga,perhatian terhadap pencegahan penyakit,sumber
pelayanan kesehatan yang biasanya digunakan keluarga serta
pengalaman terhadap pelayanan kesehatan.
4) Riwayat keluarga sebelumnya yaitu dijelaskan mengenai
riwayat kesehatan pada keluarga dari pihak suami dan istri.
c. Pengkajian lingkungan
1) Karakteristik rumah
2) Karakteristik tetangga dan komunitas RW
3) Perkumpulan keluarga dan interaksi dengan masyarakat.
4) Sistem pendukung keluarga.
d. Struktur keluarga
1) Pola komunikasi keluarga yaitu menjelaskan mengenai cara
berkomunikasi antar anggota keluarga.

17
2) Struktur kekuatan keluarga yaitu kemampuan anggota keluarga
mengendalikan dan mempengaruhi orang lain untuk merubah
perilaku.
3) Struktur peran yaitu menjelaskan peran dari masing-masing
anggota keluarga baik secara formal maupun non formal.
4) Nilai atau norma keluarga yaitu menjelaskan mengenai nilai
dan norma yang dianut oleh keluarga yang berhubungan
dengan kesehatan.
5) Fungsi keluarga
a) Fungsi afektif, yaitu yang perlu dikaji gambaran diri
anggota keluarga, perasaan memiliki dan dimiliki dalam
keluarga, dukungankeluarga terhadap anggota keluarga
lain,bagaimana kehangatan tercipta pada anggota keluarga
dan bagaimana keluarga mengembangkan sikap saling
menghargai.
b) Funsi sosialisasi, yaitu perlu mengkaji bagaimana interaksi
atau hubungan dalam keluarga, sejauh mana anggota
keluarga belajar disiplin,norma,budaya dan perilaku.
c) Fungsi perawatan kesehatan, yaitu menjelaskan sejauh
mana keluarga menyediakan makanan,pakaian,perlu
dukungan serta merawat anggota keluaraga yang sakit.
d) Pemenuhan tugas keluarga, yaitu sejauh mana kemampuan
keluarga dalam mengenal,mengambil keputusan dalam
tndakan, merawat anggota keluarga yang sakit,menciptakan
lingkungan yang mendukung kesehatan dan memanfaatkan
fasilitas pelayanan kesehatan yang ada.
6) Stres dan koping keluarga
a) Stresor jangka pendek dan panjang
b) Kemampuan keluarga berespon terhadap situasi/stressor.
c) Strategi koping yang digunakan keluarga bila menghadapi
permasalahan.

18
d) Strategi adaptasi fungsional yang digunakan bila
menghadapi permasalahan.
e) Pemeriksaan fisik
2. Diagnosa keperawatan
a. Manajemen keluarga tidak efektif
Yaitu pola penenangan masalah kesehatan dalam keluarag tidak
memuaskan untuk memulihkan kondisi kesehatan anggota
keluarga.
b. Manajemen kesehatan tidak efektif
Yaitu pola pengaturan dan pengintegrasian penanganan masalah
kesehatan kedalam kebiasaan hidup sehari-hari tidak memuaskan
untuk mencapai status kesehatan yang diharapkan.
c. Pemeliharaan kesehatan tidak efektif
Yaitu ketidakmampuan mengidentifikasi, mengelola dan atau
menemukan bantuan untuk mempertahankan kesehatan.
d. Kesiapan peningkatan koping keluarga
Yaitu pola adaptasi anggota keluarga dalam mengatasi situasi yang
dialami klien secara efektif dan menunjukkan keinginan serta
kesiapan untuk meningkatkan kesehatan keluarga dan klien.
3. Intervensi
a. Ketidakmampuan keluarga mengenal masalah hipertensi yang
terjadi pada keluarga.
Sasaran : setelah tindakan keperawatan keluarga dapat mengenal
dan mengerti tentang penyakit hipertesi.
Tujuan : keluarga mengenal masalah penyakit hipertensi setelah
beberapa kali kunjungan.
Kriteria : keluarga dapat menjelaskan secara lisan tentang penyakit
hipertensi
Standar : keluarga dapat menjelaskan pengertian,penyebab,tanda
dangejala penyakit hipertensi serta pencegahan dan pengobatan
penyakit hipertensi secara lisan.

19
Intervensi :
1) Jelaskan arti penyakit hipertensi
2) Diskusikan tanda-tanda dan penyebab penyakit hipertensi
3) Tanyakan kembali apa yang telah didiskusikan.
b. Ketidakmampuan keluarga mengambil keputusan yang tepat untuk
mengatasi penyakit hipertensi
Sasaran : setelah tindakan keperawatan keluarga dapat mengetahui
akibat lebih lanjut dari penyakit hipertensi.
Tujuan : keluarga dapat mengambil keputusan untuk merawat
anggota keluarga dengan hipertensi setelah beberapa kali
kunjungan rumah.
Kriteria : keluaraga dapat menjelaskan secara lisan dan dapat
mengambil tindakan yang tepat dalam merawat anggota keluarga
yang sakit.
Standar : keluarga dapat menjelaskan dengan benar bagaimana
akibat hipertensi dan dapat mengambil keputusan yang tepat.
Intervensi :
1) Diskusikan tentang akibat penyakit hipertensi
2) Tanyakan bagaimana keputusan keluarga untuk merawat
anggota keluarga yang menderita hipertensi.
c. Ketidakmampuan keluarga merawat anggota keluarga dengan
hipertensi
Sasaran : setelah tindakan keperawatan keluarga mampu merawat
anggota keluarga yang menderita penyakit hipertensi.
Tujuan : keluarga dapat melakukan perawatan yang tepat terhadap
anggoata keluarga yang menderita hipertensi setelah beberapa kali
kunjungan
Kriteria : keluaraga dapat menjelaskan secara lisan cara
pencegahan dan perawatan penyakit hipertensi.
Standar : keluarga dapat melakukan perawatan anggota keluarga
yang menderita penyakit hipertensi

20
Intervensi :
1) Jelaskan pada keluarga cara-cara pencegahan penyakit
hipertensi
2) Jelaskan pada keluarga tentang manfaat istirahat,diet yang tepat
dan olahraga khususnya untuk anggota keluarga yang
menderita hipertensi.

ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA


PADA TN.T DENGAN HIPERTENSI
DI KELURAHAN TEGARON KECAMATAN BANYUBIRU
KABUPATEN SEMARANG

1. PENGKAJIAN KEPERAWATAN
A. IDENTITAS DATA
1. Nama Kepala Keluarga (KK) : Tn.T
2. Alamat dan Telepon :Tegaron,Kab.Semarang
(081XXXXXX)
3. Pekerjaan Kepala Keluarga : Swasta
4. Pendidikan Kepala Keluaraga: SD
5. Komposisi Keluarga : Bapak,ibu dan Dua orang anak
No. Nama Jenis Kelamin Hub.KK Umur Pendidikan
1. Tn.T L Suami 51 th SD
2. Ny.K P Istri 48 th SD
3. Ny.E P Anak 28 th DIII
4. Nn.T P Anak 20 th SMA

6. Genogram

21
7. Tipe keluarga
Ny.K berkata,”saya tinggal bersama suami dan kedua anak saya”.
Tipe keluarga Tn.A adalah keluarga inti (Nuclear Family)
8. Suku bangsa
Keluarga Tn.T adalah suku Jawa. Kebiasaan keluarga apabila ada
yang sakit berobat ke puskesmas atau membeli obat di apotik.
9. Agama
Keluarga Tn.T menganut Agama Islam. Semua aktivitas yang
dilakukan sesuai dengan ajaran dalam agamanya.
10. Status Sosial Ekonomi Keluarga
N Nama Pekerjaan Pendapatan/bulan Pengeluaran ket
o
1. Tn.T Petani ± 3.000.000 ± 3.000.000 kurang
2. Ny.K IRT - -
( pendapatan Tn.T-pengeluaran Tn.A) =0
(pendapatan Ny.K-pengeluaran Ny.H) =0
Sisa pendapatan keluarga =0
11. Aktivitas rekreasi keluarga
Keluarga tidak mempunyai kebiasaan rutin untuk berekreasi keluar
kota. Biasanya hanya menonton televisi sambil bercerita. Saat
pergi hanya saat mengunjungi keluarga istri dan itu hanya sesekali
saja.
B. Riwayat tahap perkembangan keluarga
1. Tahap Perkembangan keluarga saat ini
Keluarga berada pada tahap perkembangan keluarga dengan
anak remaja (12-20 tahun).
2. Tahap Perkembangan Keluarga Yang Belum Terpenuhi
Tidak di temukan tahap perkembangan yang belum terpenuhi.
Tn T dan Ny K sudah melakukan tugasnya dengan baik dengan

22
memberikan perhatian lebih dan bersama-sama mendiskusikan
mengenai sekolah ketiga anaknya.

3. Riwayat Keluarga Inti


4. Riwayat keluarga sebelumnya
Riwayat orang tua baik dari pihak suami/istri tidak mempenyai
kebiasaan pemabuk atau penjudi.
C. Data Lingkungan
1. Karakteristik Rumah
a. Luas pekarangan : 12 x 16 m2
b. Type rumah : Permanen
c. Atap Rumah : Genteng
d. Kepemilikan : Milik Tn.T
e. Kamar mandi/WC :Ada satu kamar mandi
gabung dengan WC
f. Kebersihan lingkungan : Bersih
g. Ventilasi/jendela : Ada, tidak tertutup
h. Sirkulasi : semua jendela terbuka
i. Sumber Air Minum : Sumur
j. Pencahayaan : memakai lampu
k. Lantai : keramik
l. Pembuangan sampah : dibakar
m. Septic tank : Ada, dipekarangan samping
kamar mandi
2. Denah Rumah

23
3. Karakteristik tetangga dan komunitas RW
Keluarga Tn.T bertetangga dengan pekerja swasta,tetangga
mayoritas beragama islam dan di daerah Tn.T merupakan
daerah mayoritas penduduk asli dari wilayah tersebut.
4. Mobilitas geografis keluarga
Semenjak menikah sampai sekarang Tn.T dan Ny.K pernah
tinggal dengan orang tua dan sekarang sudah tinggal dirumah
milik sendiri.
5. Perkumpulan keluarga dan Interaksi dengan Masyarakat
Biasanya pada malam hari Tn.T berkumpul dengan keluarga,
selalu meluangkan waktu untuk berkumpul. Keluarga Tn.T dan
anak-anaknya juga berinteraksi sangat baik dengan masyarakat
sekitar.
6. Sistem pendukung keluarga
Keluarga Tn.T mengatakan jika ada masalah
mendiskusikannya dengan keluarga inti. Ny. K mengatakan
jika ada keluarga yang sakit dibawa kepuskesmas atau dokter
praktik swasta.
D. Struktur Keluarga
1. Pola komunikasi keluarga
Dalam keluarga saling terbuka satu sama lain dan dalam
keluarga bebas menyampaikan pendapat tetapi pengambilan
keputusan tetap diambil oleh Tn.T sebagai kepala keluarga.
2. Struktur kekuatan keluarga
Keluaraga Tn.T saling menghargai satu sama lain satu sama
lain. Apabila Tn.T ada masalah selalu di diskusikan bersma
Ny.K
3. Struktur Peran (Formal dan Informal)

24
a. Tn.T : kepala keluarga berperan sebagai suami dan
mencari nafkah yang utama
b. Ny.K : seorang ibu rumah tangga dan ikut membantu
mencari nafkah dengan berjualan serta mendidik anak.
c. Nn.A,An.R dan An.S : seorang anak berperan sebagai anak
yang tugasnya adalah belajar dan menghormati orang tua.
4. Nilai dan Norma Keluarga
Keluarga Tn.T menerapkan aturan-aturan sesuai dengan ajaran
agama islam dengan mengharapkan ke tiga anaknya menjadi
anak yang taat dalam menjalankan ibadah islam. Nilai Norma
keluarga Tn.T sesuai dengan adat jawa serta ikut serta ikut
dalam kegiatan gotong royong.
E. Fungsi keluarga
1. Fungsi Afektif
Semua anggota keluarga Tn.T saling menyayangi satu sama
lain. Tempat tinggal saudara ada yang dekat dan ada yang jauh.
Namun jika ada kesusahan dalam keluarga Tn.T saudara sangat
membantu.
2. Fungsi sosial
Keluarga Tn.T menerapkan perlu adanya hubungan dengan
orang lain. Mereka membiasakan anak-anaknya bermain
dengan teman-teman dan menekankan juga anaknya untuk
belajar.

25
26
27