Anda di halaman 1dari 15

LAPORAN TUTORIAL

Iihhh... susahnya kalo ada yang sakit .....


Ns. Ani, (25th) adalah seorang perawat di ruang penyakit dalam. Dalam salah satu kamar,
terdapat pasien bernama Ibu J (60 th)yang selalu marah – marah, mengeluh dan terlihat kesal
terhadap perawat – perawat apabila ada yang dirasa kurang berkenan baginya. Ibu J selalu
menghardik setiap orang yang memasuki kamarnya. Ns. Ani juga mendapat keluhan dari
keluarga tentang kebiasaan marah Ibu J tersebut. Sebagai caregiver, mereka mengeluhkan
tidak mampu lagi menemani dan merawat Ibu J. Beberapa anggota keluarga mengeluhkan
selama merawat Ibu J mereka merasa jenuh, tidak dapat tidur dan mengeluhkan badan yang
lemas. Keluarga terlihat tidak bersemangat saat berdiskusi dengan tenaga kesehatan dan tidak
sabar untuk pulang. Setelah mendapatkan laporan dari keluarga, Ns. Ani mencoba menelaah
permasalahan yang ada.

STEP 1
Caregiver : seseorang yang biasa memberikan perawatan. Misalnya dalam keluarga jika ada
anggota keluarga yang sakit maka anggota keluarga yang lain akan memberikan perawatan.
Sakit :
- menderita penyakit menahun atau kronis.
- gangguan yang terjadi pada individu yang meliputi bio, psiko, sosial, ekonomi.
- Keadaaan yang tidak seimbang yang terjadi pada individu karena adanya hambatan
atau gangguan.

STEP 2
1. Apa saja peran perawat selain sebagai caregiver?
2. Bagimana peran individu dalam sehat – sakit?
3. Siapa saja yang berperan sebagai caregiver?
4. Apa saja faktor – faktor yang mempengaruhi sehat – sakit?
5. Apa dampak dari sakit?
6. Bagaimana konsep sehat dan sakit?
7. Apa peran keluarga terhadap orang yang sakit dan bagaimana batasannya?
8. Askep yang sesuai untuk mengatasi kasus di atas
9. Kenapa ibu J dikatakan sakit?
10. Bagaimana solusi yang tepat untuk menghindari stress pada caregiver?
11. Bagaimana pengkajian sesuai dengan skenario di atas?
12. Bagaimana hubungan sehat – sakit?
13. Apa itu derajat kesehatan?
14. Perilaku apa saja yang timbul pada orang yang sehat dan yang sakit?
15. Bagaimana cara mengubah kebiasaan ibu J yang suka marah – marah?
16. Apa solusi untuk keluarga yang merawat orang sakit?

Step 3
1. Peran perawat selain sebagai caregiver :
- Pemberi rasa nyaman dan aman
- Memberi pelayanan sesuai dengan status kesehatan klien
- Sebagai educator, motivator dan fasilitator
- Sebagai tempat sharing
2. Peran sehat – sakit
Saat sehat : peran individu adalah melakukan aktivitas seperti biasa, menjaga
kesehatan tubuh
Saat sakit : lepas dari tanggung jawab dan fokus mengatasi penyakitnya
Menurut parson, peran sakit adalah
- Orang sakit dibebaskan dari tanggung jawab
- Orang sakit dibebaskan dari peran sosial yang normal
- Orang sakit ingin sehat atau sembuh
- Orang sakit seharusnya mencari pertolongan petugas kesehatan
3. Orang yang berperan sebagai caregiver
- Petugas kesehatan
- Keluarga
- Orang – orang terdekat
4. Faktor faktor yang memepengaruhi sehat sakit
- Gaya hidup, misalnya gaya hidup yang sehat dengan makan makanan bergizi,
olahraga cukup dan istirahat cukup dapat mempertahankan kesehatan. Sedangkan
gaya hidup yang tidak sehat akan mendorong orang untuk lebih mudah mengalami
sakit.
- Lingkungan, seseorang yang tinggal di lingkungan yang kotor akan lebih mudah
mengalami sakit.
- Usia, lansia lebih sering mengalmi sakit karena fungsi dari organ organ tubuh
yang mulai berkurang
- Sosial, orang yang kurang bersosialisasi dan tidak bergaul dengan lingkungan di
sekitarnya maka orang tersebut dikatakan tidak sehat secra sosial.
- Ekonomi, orang dengan penghasilan ekonomi yang kurang maka ia dapat
dikatakan tidak sehat dari secara ekonomi. Selain itu seseorang yang tingkat
ekonominya rendah maka ia akan mengalami kesulitan untuk memenuhi
kebutuhan akan nutrisi yang cukup bagi tubuhnya.
- Budaya, orang yang dianggap sehat pada suatu daerah belum tentu dianggap sehat
pula pada daerah yang lain.
- Keturunan, ada beberapa penyakit yang diperoleh dari keturunan.
- Pengalaman masa lalu, jika seseorang pernah mengalami suatu penyakit, maka ia
bisa melakukan tindakan tindakan untuk mencegah penyakit tersebut datang lagi.
- Harapan seseorang tentang dirinya.
- Intelektual, dengan tingkat intelektual yang tinggi maka orang akan lebih
memahami tentang cara – cara mencegah diri dari saki.
5. Dampak dari sakit
- Menyebabkan ketidaknyamanan
- Privasi terganggu, karena banyak orang yang mejenguk.
- Gangguan citra tubuh, terutama jika mengalami sakit yang dapat merusak anggota
tubuh.
- Perubahan gaya hidup, misalnya pada masa sehat bekerja tetapi pada saat sakit
harus beristirahat.
- Stress karena pengobatan yang dilakukan
- Penurunan ekonomi
- Sering marah marah
6. LO
7. Peran keluarga terhadap anggota keluarga yang sakit
- Sebagai pendamping
- Sebagai motivator
- Sebagai pengawas, misalnya pengawas minum obat
- Diharapkan keluarga juga mengenal masalah kesehatan yang menimpa anggota
keluarga tersebut
- Memberi perawatan
- Sebagai pelindung
8. LO
9. Ibu J dikatakan sakit karena mempunyai masalah fisik yang berkaitan dengan
penyakit dalam yang dideritanya. Selain itu ibu J juga sering marah – marah
(emosionalnya tidak sehat) dan mengalami gangguan dalam interaksi sosial.
10. Cara menghindari stress pada caregiver :
- Sharing
- Meningkatkan rasa nyaman
- Meningkatkan motivasi
11. Pengkajian
Ibu J : mengkaji gejala penyakit dan penyebab marah – marah.
Keluarga : mengkaji penyebab jenuh dan putus asa dalam merawat ibu J.
12. Sehat dan sakit merupakan satu hubungan yang kuat dimana karena adanya faktor –
faktor tertentu, sesorang yang sehat dapat menjadi sakit. Dan pada saat sakit dengan
adanya perawatan dan pengobatan yang tepat maka seseorang yang sakit itu dapat
kembali sehat.
13. LO
14. Perilaku sehat – sakit
a. Perilaku sakit : perilaku yang dilakukan cenderung untuk meningkatkan
kesehatan dan meyembuhkan diri dari sakit yang diderita. Perilaku pada saat sakit
yang sering timbul :
- Lebih sensitif
- Emosional
- Menarik diri
- Merasa takut akan penyakitnya
- Perubahan persepsi
- Penurunan konsentrasi
b. Perilaku sehat : perilaku yang dilakukan lebih cenderung untuk memepertahankan
kesehatan dan menghindarakan diri dari faktor penyebab sakit. Biasanya dengan
cara makanan makanan bergizi, olahraga, istirahat yang cukup.
15. Cara mengubah kebiasaan ibu J yang sering marah - marah
- Mencari permasalahan yang menyebabkan marah
- Memberikan solusi untuk membantu mengatasi masalah tersebut
- Meningkatkan bimbingan spiritual
- Meningkatkan support system
- Sebagai perawat, meminimalkan melakukan kesalahan tindakan
- Meningkatkan taraf kesehatan ibu J
16. Solusi untuk keluarga yang merawat anggota keluarga yang sakit
- Sebagai motivator : memberi motivasi kepada keluarga untuk sembuh dari
sakitnya.
- Memeberikan perawatan kepada keluarga yang dapat memberi kenyamanan pada
anggota keluarga yang sakit.

STEP 4
Skema

caregiver Individu

Factor - faktor

Sehat Konsep Sakit

Dampak
Dampak

Perilaku Perilaku

STEP 5 Askep
LO : 6. Bagaimana konsep sehat dan sakit?
8. Askep yang sesuai untuk mengatasi kasus di atas
13. Apa itu derajat kesehatan?

STEP 6
Mandiri
STEP 7
Derajat Kesehatan
Adalah ukuran tingkat kesehatan seseorang.
Menurut Hendrick L. Blumm, terdapat 4 faktor yang mempengaruhi derajat kesehatan
masyarakat, yaitu: faktor

1. Perilaku
2. Lingkungan
3. Keturunan
4. Pelayanan Kesehatan.

Dari ke 4 faktor di atas ternyata pengaruh perilaku cukup besar diikuti oleh pengaruh faktor
lingkungan, pelayanan kesehatan dan keturunan. Ke empat faktor di atas sangat berkaitan dan
saling mempengaruhi.
Selain itu menurut Leavell faktor – faktor yang mempengaruhi
1. Agen penyebab
2. Hospes
3. Lingkungan
Indikator untuk mengukur derajat kesehatan di suatu daerah
1. Angka kematian ibu
2. Angka kematian bayi
3. Umur harapan hidup
4. Status nutrisi masyarakat

Konsep sehat sakit


a. Sehat
DEFINISI SEHAT (WHO) 1947, sehat : Suatu keadaan yang sempurna baik fisik, mental dan
sosial tidak hanya bebas dari penyakit atau kelemhan.
Mengandung 3 karakteristik :
1. Merefleksikan perhatian pada individu sebagai manusia.
2. Memandang sehat dalam konteks lingkungan internal dan ektersnal.
3. Sehat diartikan sebagai hidup yang kreatif dan produktif.
Sehat bukan merupakan suatu kondisi tetapi merupakan penyesesuaian, bukan merupakan
suatu keadaan tapi merupakan proses.
Proses disini adalah adaptasi individu yang tidak hanya terhadap fisik mereka tetapai
terhadap lingkungan sosialnya.
DEFINISI SEHAT PENDER (1982), Sehat : Perwujudan individu yang diperoleh melalui
kepuasan dalam berhubungan dengan orang lain (Aktualisasi). Perilaku yang sesuai dengan
tujuan, perawatan diri yang kompeten sedangkan penyesesuaian diperlukan untuk
mempertahankanstabilitas dan integritas struktural.
DEFINISI SEHAT PAUNE (1983), Sehat : Fungsi efektif dari sumber-sumber perawatan diri
(self care Resouces) yang menjamin tindakan untuk perawatan diri ( self care Aktions) secara
adekuat.
Self care Resoureces : mencangkup pengetahuan, keterampilan dan sikap.
Self care Aktions : Perilaku yang sesuai dengan tujuan diperlukan untuk memperoleh,
mempertahan kan dan menigkatkan fungsi psicososial dan spiritual.

b. Sakit
PEMONS (1972), Sakit : gangguan dalam fungsi normal individu sebagai tatalitas termasuk
keadaan organisme sebagai sistem biologis dan penyesuaian sosialnya.
BAUMAN (1965), seseorang menggunakan 3 kriteria untuk menentukan apakah mereka
sakit :
1. Adanya gejala : Naiknya temperatur, nyeri.
2. Persepsi tentang bagaimana mereka merasakan : baik, buruk, sakit.
3. Kemampuan untuk melaksanakan aktivitas sehari-hari : bekerja , sekolah.
Faktor – faktor yang mempengaruhi perilaku sakit
1. Faktor internal
- Persepsi individu terhadap gejala atau jenis penyakit yang dialami
- Asal atau jenis penyakit
2. Faktor eksternal
- Gejala yang dapat dilihat
- Kelompok sosial
- Latar belakang budaya
- Ekonomi
- Kemudahan akses terhadap sistem pelayanan
- Dukungan sosial

Penyebab sakit, bisa bersifat naturalistic dan personalistik.


1. Naturalistic
yaitu seseorang menderita sakit akibat pengaruh lingkungan, makanan (salah makan),
kebiasaan hidup, ketidak seimbangan dalam tubuh, termasuk juga kepercayaan panas
dingin seperti masuk angin dan penyakit bawaan. Konsep sehat sakit yang dianut
pengobat tradisional(Battra) sama dengan yang dianut masyarakat setempat, yakni
suatu keadaan yang berhubungan dengan keadaan badan atau kondisi tubuh kelainan-
kelainan serta gejala yang dirasakan. Sehat bagi seseorang berarti suatu keadaan yang
normal,wajar, nyaman, dan dapat melakukan aktivitas sehari –hari dengan gairah.
2. Personalistik
menganggap munculnya penyakit(illness) disebabkan oleh intervensi suatu agen aktif
yang dapat berupa makhluk bukan manusia (hantu, roh, leluhur atau roh jahat), atau
makhluk manusia (tukang sihir, tukang tenung).
Selanjutnya masyarakat menggolongkan penyebab sakit ke dalam 3 bagian yaitu :
1. Karena pengaruh gejala alam (panas, dingin) terhadap tubuh manusia.
2. Makanan yang diklasifikasikan ke dalam makanan panas dan dingin.
3. Supranatural (roh, guna-guna, setan dan lain-lain.).
Factor yang berpengaruh terhadap perubahan sehat sakit
1. Factor politik, meliputi keamanan, tekanan, tindasan.
2. Factor perilaku manusia, meliputi kebutuhan manusia, kebiasaan manusia, adat
istiadat.
3. Factor keturunan, meliputi genetic, kecacatan, etnis, ras.
4. Factor pelayanan kesehatan, meliputi upaya promotif, preventif, kuratif, dan
rehabilitative.
5. Factor lingkungan, meliputi udara, air, sungai.
6. Factor social ekonomi, meliputi pendidikan, pekerjaan.

Tahapan perilaku sakit


1. Tahap I (Mengalami Gejala)
- Pada tahap ini pasien menyadari bahwa ”ada sesuatu yang salah ”
- Mereka mengenali sensasi atau keterbatasan fungsi fisik tetapi belum
menduga adanya diagnosa tertentu.
- Persepsi individu terhadap suatu gejala meliputi: (a) kesadaran terhadap
perubahan fisik (nyeri, benjolan, dll); (b) evaluasi terhadap perubahan yang terjadi
dan memutuskan apakah hal tersebut merupakan suatu gejala penyakit; (c) respon
emosional.
- Jika gejala itu dianggap merupakan suatu gejala penyakit dan dapat
mengancam kehidupannya maka ia akan segera mencari pertolongan.
2. Tahap II (Asumsi Tentang Peran Sakit)
- Terjadi jika gejala menetap atau semakin berat
- Orang yang sakit akan melakukan konfirmasi kepada keluarga, orang terdekat
atau kelompok sosialnya bahwa ia benar-benar sakit sehingga harus diistirahatkan
dari kewajiban normalnya dan dari harapan terhadap perannya.
- Menimbulkan perubahan emosional seperti : menarik diri/depresi, dan juga
perubahan fisik. Perubahan emosional yang terjadi bisa kompleks atau sederhana
tergantung beratnya penyakit, tingkat ketidakmampuan, dan perkiraan lama sakit.
- Seseorang awalnya menyangkal pentingnya intervensi dari pelayanan kesehatan,
sehingga ia menunda kontak dengan sistem pelayanan kesehatan  akan tetapi
jika gejala itu menetap dan semakin memberat maka ia akan segera melakukan
kontak dengan sistem pelayanan kesehatan dan berubah menjadi seorang klien.
3. Tahap III (Kontak dengan Pelayanan Kesehatan)
- Pada tahap ini klien mencari kepastian penyakit dan pengobatan dari seorang
ahli, mencari penjelasan mengenai gejala yang dirasakan, penyebab penyakit, dan
implikasi penyakit terhadap kesehatan dimasa yang akan datang
- Profesi kesehatan mungkin akan menentukan bahwa mereka tidak menderita
suatu penyakit atau justru menyatakan jika mereka menderita penyakit yang bisa
mengancam kehidupannya.  klien bisa menerima atau menyangkal diagnosa
tersebut.
- Bila klien menerima diagnosa mereka akan mematuhi rencan pengobatan yang
telah ditentukan, akan tetapi jika menyangkal mereka mungkin akan mencari
sistem pelayanan kesehatan lain, atau berkonsultasi dengan beberapa pemberi
pelayanan kesehatan lain sampai mereka menemukan orang yang membuat
diagnosa sesuai dengan keinginannya atau sampai mereka menerima diagnosa
awal yang telah ditetapkan.
- Klien yang merasa sakit, tapi dinyatakan sehat oleh profesi kesehatan,
mungkin ia akan mengunjungi profesi kesehatan lain sampai ia memperoleh
diagnosa yang diinginkan
- Klien yang sejak awal didiagnosa penyakit tertentu, terutama yang
mengancam kelangsungan hidup, ia akan mencari profesi kesehatan lain untuk
meyakinkan bahwa kesehatan atau kehidupan mereka tidak terancam. Misalnya:
klien yang didiagnosa mengidap kanker, maka ia akan mengunjungi beberapa
dokter sebagai usaha klien menghindari diagnosa yang sebenarnya.
4. Tahap IV (Peran Klien Dependen)
- Pada tahap ini klien menerima keadaan sakitnya, sehingga klien bergantung pada
pada pemberi pelayanan kesehatan untuk menghilangkan gejala yang ada.
- Klien menerima perawatan, simpati, atau perlindungan dari berbagai tuntutan dan
stress hidupnya.
- Secara sosial klien diperbolehkan untuk bebas dari kewajiban dan tugas
normalnya  semakin parah sakitnya, semakin bebas.
- Pada tahap ini klien juga harus menyesuaikanny dengan perubahan jadwal sehari-
hari. Perubahan ini jelas akan mempengaruhi peran klien di tempat ia bekerja,
rumah maupun masyarakat.
5. Tahap V (Pemulihan dan Rehabilitasi)
- Merupakan tahap akhir dari perilaku sakit, dan dapat terjadi secara tiba-tiba,
misalnya penurunan demam.
- Penyembuhan yang tidak cepat, menyebabkan seorang klien butuh perawatan

Model sehat sakit


1. Model Rentang Sehat Sakit (Neuman)
Menurut Neuman (1990): ” sehat dalm suatu rentang merupakan tingkat kesejahteraan
klien pada waktu tertentu, yang terdapat dalam rentang dan kondisi sejahtera yang
optimal, dengan energi yang paling maksimum, sampai kondisi kematian yang
menandakan habisnya energi total.”
Model ini efektif jika digunakan untuk membandingkan tingkat kesejahteraan saat ini
dengan tingkat kesehatan sebelumnya.
2. Model Kesejahteraan Tingkat Tinggi (Dunn)
Model ini berorientasi pada cara memaksimalkan potensi sehat pada individu pada
perubahan perilaku. Pada pendekatan model ini perawat melakukan intervensi
keperawatan yang dapat membantu klien mengubah perilaku tertentu yang
mengandung resiko tinggi terhadap kesehatan.
3. Model Agen – Pejamu – Lingkungan (Leavell et all.)
Menurut pendekatan model ini tingkat sehat dan sakit individu atau kelompok
ditentukan oleh hubungan dinamis antara agen, pejamu dan lingkungan. Model ini
meyatakan bahwa sehat dan sakit ditentukan oleh interaksi yang dinamis dari ketiga
variabel tersebut.
4. Model Keyakinan – Kesehatan
model keyakinan – kesehatan menurut Rosenstoch (1974) dan Becker & Maiman
(1975) menyatakan hubungan antara keyakinan seseorang dengan perilaku yang
ditampilkan.
Terdapat 3 komponen dari model Keyakinan – Kesehatan, antara lain ;
- Persepsi individu tentang kerentanan dirinya terhadap suatu penyakit.
- Persepsi individu tentang manfaat yang diperoleh dari tindakan yang diambil.
- Persepsi individu terhadap keseriusan penyakit tertentu.
5. Model Peningkatan Kesehatan (Pender)
Dikemukakan oleh Pender yang dibuat untuk menjadi sebuah model yang
menyeimbangkan dengan model perlindungan kesehatan.
Fokus dari model ini adalah menjelaskan alasan keterlibatan klien dalam aktivitas
kesehatan.

Konsep perilaku sakit


Kemauan (+)

Kw II Kw I

Kemampuan (-) Kemampuan (+)

Kw IV Kw III
Kemauan (-)

Kw I : kuadran yang ideal karena orang tersebut memiliki kemauan dan kemampuan
sehingga orang tersebut sudah dapat mempertahankan kesehatannya sehingga dapat menuju
ke sehat yang optimal.
Kw II : sudah memiliki keinginan untuk mengelola rasa sakit, namun dia tidak memiliki
pengetahuan dan kemampuan untuk melakukan pengelolaan rasa sakit. Tenaga medis dan
fisioterapis berperan banyak dalam kuadran ini.
Kw III : tenga medis dituntut untuk mampu memprovokasi pasien yang kehilangan semangat
hidup sehingga pasrah terhadap kondisi yang ada, padaha dirinya memiliki kemampuan untuk
meraih penyembuhan dan minimalnya mendapatkan kondisi rasa sakit yang sakit.
Kw IV : Tenaga medis harus bekerja keras, yaitu karena pasien sangat pesimis . dari
dalam diri pasien sudah tidak ada rasa ingin untuk mendapatkan kualitas kesehatan yang
lebih baik dan kemudian dipengaruhi pula oleh adanya ketidakmampuan dirinya untuk
mengelola rasa sakit. Oleh karena itu tenaga medis harus mengelola rasa sakit.

Askep untuk kasus


Pengkajian
- Data obyektif : terlihat pucat, tidak bersemangat saat berdiskusi dengan tenaga
kesehatan.
- Data subyektif : stress, mudah tersinggung, tidak sabar, mengeluhkan badannya
lemas.
Diagnosa
Caregiver role strain
Definisi : kesulitan kesulitan dalam menjalankan peran sebagai caregiver keluarga.
Batasan karakteristik
- Stress
- Gangguan tidur
- Kelelahan
- Peningkatan emosi yanglabil
Faktor yang berhubungan
Care receiver : ketergantungan dan keparahan penyakit.
Caregiver : masalah psikologis dan aktivitas yang kompleks.
NOC
- Caregiver emotional health
- Caregiver lifestyle disruption

NIC
Caregiver support
Definisi : mempersiapakan advokasi dan dukungan yang dibutuhkan. Memfasilitasi
perawatan pasien oleh seseorang yang bukan tenaga kesehatan professional.
Aktivitas ;
- Mengajarkan kepada caregiver tentang teknik manajemen stress.

Caregiver
Caregiver adalah seseorang yang memberikan bantuan bagi orang lain yang membutuhkan
bantuan. Menurut Schul and Quittner caregiver adalah orang yang memberikan bantuan yang
sifatnya melebihi batas normal atau umum dan perawatan yang luar biasa.
Caregiver meliputi perawat, penyedian pelayanan rumah, terapis, rohaniawan, relawan,
pelayanan sosial, komunitas, dan dokter umum.
Jenis caregiver menurut Barrow (1996) :
1. Caregiver Formal
Adalah individu yang menerima bayaran untuk memberikan perhatian, menyediakan
kebutuhan fisik, maupun bantuan atau kenyamanan serta perlindungan dan
pengawasan kepada individu lain ( perawat, psikiater)
2. Caregiver Informal
Adalah caregiver yang memberikan bantuan kepada indiividu lain yang memiliki
hubungan pribadi dengannya seperti ada hubungan teman, keluarga ataupun tetangga.
Caregiver informal biasanya tidak menerima bayaran dan tidak secara profesional.
Hal penting yang harus ada dalam diri seorang caregiver
- Adanya penegetahuan yang cukup
- Sabar
- Pengabdian
- Kemauan
- Harus ada rasa humoris
Perilaku caregiver yang menunjang perbaikan
- Memiliki rasa empati, sabar dan hangat terhadap pasien
- Mengerti perilaku pasien
- Dapat beradaptasi dan bersedia bertoleransi
- Mengusahakan secara realistik keinginan pasien
- Mengikuti jadwal rutin pasien
- Respek terhadap pasien
- Tidak menyembunyikan keadaan penyakit pasien
- Mempunyai kemampuan mengekspresikan diri, kreatif, dan mampu memecahkan
masalah.
Efek positif dan efek negative bagi caregiver dalm memberikan perawatan :
1. Efek positif
- Caregiver merasa di hargai
- Menambah keakraban
- Mendapat kepuasan karena merasa dapat membantu dan merawat anggota yang
sakit.
- Merasa dihargai dan disukai oleh care receiver
- Dapat merasa berguna
2. Efek negative
- Sakit secara emosional
- Mengalami tekanan ekonomi
- Konflik peran (peran berlebih).

Karakteristik caregiver
1. Menurut Combs, Avila, Purkey
- Percaya bahwa dirinya mempunyai kemampuan
- Bersahabat dan terbuka
- Merasa bahwa dirinya berharaga
- Termotivasi secara internal
- Dapat menjadi tempat bergantung
- Peduli dengan orang lain
- Jujur
2. Compton & Galaway
- Memiliki kemampuan untuk kreatif
- Mampu mengobservasi diri sendiri ketika berinteraksi dengan orang lain
- Memiliki keinginan menolong
- Memiliki keberanian dan kepekaan untuk menilai dan memutuskan sesuatu atas
dasar kepentingan individu yang dirawatanya,

Tugas caregiver
Tugas seorang caregiver didasari atas :
- Bentuk gangguan penderita
- Bentuk bantuan yang di butuhkan oleh penderita
Misalnya bantuan berupa informasi, kenyamanan, saran.
Masalah yang sering muncul pada caregiver
- Depresi
- Cemas
- Menurunnya status kesehatan
- Penurunan imunitas

Peran Perawat professional :


1. Sebagai caregiver
2. Sebagai konselor
3. Sebagai advokasi
4. Sebagai kolabolator
5. Sebagai educator
6. Sebagai koordinator
7. Sebagai care agent
8. Sebagai consultan
9. Sebagai peneliti