Anda di halaman 1dari 4

1.

Mendidik

Mendidik adalah mengajak, memotivasi, mendukung, membantu dan menginspirasi orang lain untuk
melakukan tindakan positif yang bermanfaat bagi dirinya dan orang lain atau lingkungan. Mendidik lebih
menitikberatkan pada kebiasaan dan keteladanan.

Contoh konkret yang saya ajarkan di SD yaitu menceritakan cerita tentang anak berbakti kepada orang
tua agar dapat dijadikan teladan

2. Mengajar

Mengajar adalah suatu tindakan yang dilakukan oleh guru untuk membantu atau memudahkan siswa
melakukan kegiatan belajar. Prosesnya dilakukan dengan memberikan contoh kepada siswa atau
mempraktikkan keterampilan tertentu atau menerapkan konsep yang diberikan kepada siswa agar
menjadi kecakapan yang dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Contoh konkret yang saya ajarkan di SD adalah melatih anak anak menyusun kolase agar menumbuhkan
kecakapan dalam diri peserta didik

3. Membimbing

Suatu proses yang dilakukan oleh guru untuk menyampaikan bahan ajar untuk mentransfer ilmu
pengetahuan, teknologi dan seni dengan pendekatan tertentu yang sesuai dengan karakter siswa.
Membimbing juga dimaksudkan untuk membantu siswa agar menemukan potensi dan kapasitasnya,
menemukan bakat dan minat yang dimilikinya sehingga sesuai dengan masa perkembangan dan
pertumbuhannya.

Contoh konkret yang saya ajarkan di SD adalah

4. Mengarahkan

Mengarahkan adalah suatu kegiatan yang dilakukan guru kepada peserta didik agar dapat mengikuti apa
yang harus dilakukan agar tujuan dapat tercapai. Mengarahkan bukan berarti memaksa, kebebasan
peserta didik tetap dihormati dengan tujuan agar tumbuh kreativitas dan inisiatif peserta didik secara
mandiri.

5. Melatih
Menurut Sarief (2008), melatih pada hakekatnya adalah suatu proses kegiatan untuk membantu orang
lain (atlet) mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya dalam usahanya mencapai tujuan tertentu.
Dalam dunia pendidikan tugas guru adalah melatih siswa terhadap fisik, mental, emosi dan keterampilan
atau bakat.

6. Menilai

Menurut (BSNP 2007: 9), penilaian merupakan serangkaian kegiatan untuk memperoleh, menganalisis,
dan menafsirkan data tentang proses dan hasil belajar peserta didik yang dilakukan secara sistematis
dan berkesinambungan, sehingga menjadi informasi yang bermakna dalam pengambilan keputusan.

Tugas guru adalah menilai siswa pada aspek keterampilan, sikap dan pengetahuan. Tujuannya untuk
mengukur sejauhmana kompetensi siswa setelah proses belajar mengajar selesai dilaksanakan.

7. Mengevaluasi

Mengevaluasi dapat dimaknai sebagai suatu proses yang sistematis untuk menentukan atau membuat
keputusan sampai sejauh mana tujuan program telah tercapai (Gronlund, 1985, dalam Djaali dan Pudji
M). Evaluasi ditujukan untuk mendapatkan data dan informasi yang dijadikan dasar untuk mengetahui
taraf kemajuan, perkembangan, dan pencapaian belajar siswa, serta keefektifan pengajaran guru.
Evaluasi pembelajaran mencakup kegiatan pengukuran dan penilaian.

Dalam melakukan evaluasi kepada murid - muridnya seorang guru sudah seharusnya memiliki cara
tersendiri atau berbeda - beda , kadang – kadang guru itu menggunakan cara peraktik dan ada pula guru
yang menggunakan teks seperti latihan – latihan , ulangan harian , ujian mid , dan smester

Dengan adanya evaluasi , maka guru lebih mudah dalam menilai mana diantara murid - muridnya yang
pengeetahuanya tinggkat atas , mana diantara murid - muridnya yang pengetahuanya tinggkat sedang ,
serta mana diantara murid - muridnya yang memiliki pengetahuan tingkat bawah

a. Mendidik

Dalam penerapannya dilakukan secara keseluruhan dan berkesinambungan karena mendidik lebih luas
cakupannya daripada mengajar.karena mendidik adalah sebuah proses yang dilakukan guna
mengenalkan peserta didik kepada sebuah kedewasaan baik secara jasmani maupun rohani, mendidik
sebagai upaya pembinaan pribadi terhadap sikap mental dan akhlak anak didik.

b. Mengajar

Dalam penerapannya hanya mencakup “Transfer of knowledge” atau lebih kepada transfer ilmu
pengetahuan yang dikuasai oleh pengajar terhadap peserta didiknya melalui proses belajar yang
diciptakan secara kondusif dan menyenangkan.

c. Membimbing

Penerapannya lebih menekankan pada pemecahan masalah-masalah yang dihadapi oleh peserta didik
sehingga peserta didik tersebut mampu melewati masalahnya dan tetap berada pada koridor yang telah
ditentukan.

d. Mengarahkan

Peberapannya lebih menekankan kepada memberikan jalan atau petunjuk-petunjuk yang dapat berguna
bagi peserta didik guna menetukan pilihannya dan sebagai salah satu sarana dalam pencapaian tujuan.
Arah itu diibaratkan jalan yang harus ditempuh oleh peserta didik yang ditunjukan oleh gurunya
bagaimana cara untuk melewatinya supaya berhasil sampai tujuan.

e. Melatih

Penerapannya lebih kepada pembiasaan-pembiasaan yang dilakukan baik dengan kesepakatan ataupun
tidak sehingga dapat menjadi sebuah awal yang baik yang tercipta dari pembiasaan-pembiasaan yang
baik pula. Misal, pembiasaan bangun pagi, pembiasaan belajar di waktu-waktu tertentu, pembiasaan
mengerjakan PR, pembiasaan membaca koran, dan pembiasaan-pembiasaan lainnya yang positif.
Pembiasaan-pembiasaan inilah yang akan menunjang peserta didik yang akan menunjang tercapainya
apa yang menjadi tujuan dan cita-citanya.

f. Menilai

Penerapannya lebih kepada ketercapaian hasil dari proses belajar yang dituangkan kedalam angka-
angka atau huruf tertentu sebagai lambang untuk mewakili apa yang telah dilakukan oleh peserta didik
didalam melaksanakan proses belajarnya.

g. Mengevaluasi

Penerapannya lebih luas lagi daripada menilai dikarenakan mengevaluasi adalah sebuah cara atau upaya
secara berkesinambungan guna mengetahui perubahan yang terjadi terhadap peserta didik. Menilai pun
tercakup didalam proses evaluasi guna menarik sebuah kesimpulan atas hasil dari proses pembelajaran
pes

Anda mungkin juga menyukai