Anda di halaman 1dari 31

STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL ( SPO )

TERAPI KOMPLEMENTER PADA PENDERITA


NEFROLITIASIS (BATU GINJAL)

OLEH :

I PUTU YOAN SUGIANTARA


(P07120217026)
TINGKAT III S.Tr KEPERAWATAN SEMESTER VI

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA


POLITEKNIK KESEHATAN DENPASAR
JURUSAN KEPERAWATAN
2020
STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL ( SPO )
TERAPI KOMPLEMENTER PADA PENDERITA
NEFROLITIASIS (BATU GINJAL)

A. TERAPI AKUPRESURE

STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL ( SPO )


TERAPI KEPERAWATAN KOMPLEMENTER

KASUS : NEFROLITIASIS (BATU GINJAL)


POLTEKKES DENPASAR
JURUSAN KEPERAWATAN

PENGERTIAN Nefrolitiasis adalah suatu penyakit pada system


perkemihan karena terjadi bentukan batu atau kalkulus
akibat kristalisasi urin (kalsium oksolat asam urat, kalium
fosfat, struvit dan sistin) yang menyebabkan rasa nyeri
dan juga gangguan pada proses berkemih. Batu atau
kalkuli tersebut dapat di bentuk di dalam saluran kemih
mulai dari ginjal ke kandung kemih oleh kristalisasi dari
substansi ekskresi di dalam urine (Nursalam, 2011).
TUJUAN 1. Mengurangi dan menghilangkan nyeri pada ginjal
atau area perut.
2. Melancarkan proses berkemih atau buang air kecil
3. Memecahkan batu atau urin yang telah mengkristal
4. Menyehatkan dan memperbaiki fungsi ginjal
INDIKASI 1. Klien dengan masalah Batu Ginjal
2. Klien dengan masalah fungsi ginjal
3. Klien dengan masalah fungsi kandung kemih
KONTRAINDIKASI Klien dengan kondisi hamil , klien dengan masalah
fraktur dan luka bakar
PETUGAS Terapis (Ahli Akupresure), Perawat yang telah memiliki
kompetensi tentang akupresure
TINDAKAN AKUPRESURE adalah cara pengobatan yang berasal
dari Cina, yang biasa disebut dengan pijat akupunktur
yaitu metode pemijatan pada titik akupunktur (acupoint)
di tubuh manusia tanpa menggunakan jarum (Sukanta,
2008). Akupresur merupakan terapi yang sederhana,
mudah dilakukan, tidak memiliki efek samping karena
tidak melakukan tindakan invasif (Fengge, 2012).
PERSIAPAN ALAT Alat yang perlu disiapkan
(PRA INTERAKSI) 1. Minyak urut
2. Sarung Tangan
3. Tissue
4. Handuk kecil
5. Pulpen
6. Buku catatan
INTERAKSI 1. Memperkenalkan diri dan memberikan pertanyaan
(ORIENTASI) terbuka tentang identitas klien (seperti nama, umur,
dan juga keluhan yang dirasakan oleh klien)
2. Menjelaskan tujuan dan juga prosedur tindakan dari
terapi yang akan diberikan.
3. Melakukan kontrak waktu dan juga tempat dengan
klien
4. Memberi kesempatan kepada klien untuk bertanya
jika ada hal hal yang kurang jelas atau belum
dimengerti tentang terapi yang akan diberikan.
KERJA 1. Jaga privasi klien dengan memasang dan menutup
sampiran
2. Cuci tangan
3. Atur posisi klien pada posisi terlentang atau duduk
(senyamannya)
4. Pastikan klien dalam keadaan rileks dan nyaman
5. Gunakan sarung tangan bila perlu
6. Cari titik titik yang ada pada tubuh dan lakukan
penekanan oleh jari dan putar pada titik titik berikut :
a. Nomor 1 merupakan titik refleksi ginjal yang
berada tepat ditengah telapak kaki kanan dan kiri
b. Nomor 2 adalah titik refleksi ureter atau saluran
kencing yang berada di telapak kaki kanan dan kiri
c. Nomor 3 merupakan letak titik refleksi kandung
kemih pada telapak kaki kanan dan kiri
d. Nomor 4 dan 5 adalah titik refleksi ginjal di ruas
atas jari kelingking telapak tangan kanan dan kiri
e. SP6 (Sanyinjiao) merupakan titik refleksi saluran
kemih yang berada di belakang tulang kering
f. ST36 (Zusanli) merupakan titik refleksi perut
(letak ginjal) yang berada di bawah tempurung
lutut
7. Setelah ditentukan, oleskan minyak secukupnya pada
titik titik tersebut untuk mempermudah pemijatan dan
penekanan untuk meminimalkan kemungkinan lecet
dan nyeri ketika penekanan
8. Lakukan pijatan ini di masing masing bagian tubuh
(kiri dan kanan). Lakukan penekanan dengan jempol
atau jari lain dengan 30 kali pemijatan atau pemutaran
searah jarum jam untuk menguatkan dan 40-60 kali
pijatan atau putaran kea rah kiri untuk melemahkan
yang memerlukan waktu ± 2 menit per titik. Laukan
dari titik yang paling bawah.
9. Setelah pemijatan bersihkan area tersebut dengan
handuk maupun tissue
10. Anjurkan klien minum air putih agar merasa lebih
tennag.
11. Cuci tangan
TERMINASI 1. Menanyakan perasaan klien setelah diberikan
tindakan
2. Melakukan evaluasi subyektif dan obyektif dengan
bertanya dan mengamati klien
3. Melakukan kontak waktu tempat untuk kegiatan
selanjutnya
4. Memberikan pujian, ucapkan salam dan
berterimakasih atas kerjasama klien
HASIL Evaluasi respon klien setelah tindakan
DOKUMENTASI 1. Catat identitas klien
2. Catat keluhan yang dirasakan sebelum terapi
3. Catat tindakan yang diberikan
4. Catat perasaan klien setelah diberikan tindakan
5. Tanda tangan dan nama terang perawat sebagai
pengesahan atas tindakan.

B. TERAPI MASSAGE
STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL ( SPO )
TERAPI KEPERAWATAN KOMPLEMENTER

KASUS : NEFROLITIASIS (BATU GINJAL)


POLTEKKES DENPASAR
JURUSAN KEPERAWATAN

PENGERTIAN Nefrolitiasis adalah suatu penyakit pada system


perkemihan karena terjadi bentukan batu atau kalkulus
akibat kristalisasi urin (kalsium oksolat asam urat, kalium
fosfat, struvit dan sistin) yang menyebabkan rasa nyeri
dan juga gangguan pada proses berkemih. Batu atau
kalkuli tersebut dapat di bentuk di dalam saluran kemih
mulai dari ginjal ke kandung kemih oleh kristalisasi dari
substansi ekskresi di dalam urine (Nursalam, 2011).
TUJUAN 1. Memperlancar sirkulasi darah di tubuh
2. Menyegarkan permukaan kulit di tubuh
3. Menambah kesehatan mental
4. Membuat tubuh menjadi rileks dan nyaman
5. Meminimalkan nyeri pada ginjal atau area perut dan
bagian belakang tubuh
6. Meningkatkan kualitas tidur
INDIKASI 1. Klien dengan masalah Batu Ginjal
2. Klien dengan masalah nyeri punggung
KONTRAINDIKASI Klien dengan kondisi hamil , klien dengan masalah
fraktur dan luka bakar
PETUGAS Terapis (Ahli Massage), Perawat yang telah memiliki
kompetensi tentang massage dan pemijatan
TINDAKAN MASSAGE adalah kegiatan memijat atau mengurut pada
bagian-bagian di tubuh tertentu dengan tangan atau alat-
alat khusus untuk melancarkan peredaran darah sebagai
cara pengobatan atau untuk menghilangkan rasa lelah.
PERSIAPAN ALAT Alat yang perlu disiapkan
(PRA INTERAKSI) 1. Minyak urut atau sejenisnya (minyak zaitun, minyak
aromatherapy dll…)
2. Tissue
3. Handuk kecil
4. Bantal
5. Pengalas/Matras/Tenpat Tidur datar dan rata
6. Pulpen
7. Buku catatan
INTERAKSI 1. Memperkenalkan diri dan memberikan pertanyaan
(ORIENTASI) terbuka tentang identitas klien (seperti nama, umur,
dan juga keluhan rasa nyeri yang dirasakan oleh
klien)
2. Menjelaskan tujuan dan juga prosedur tindakan dari
terapi massage yang akan diberikan.
3. Melakukan kontrak waktu dan juga tempat dengan
klien
4. Memberi kesempatan kepada klien untuk bertanya
jika ada hal hal yang kurang jelas atau belum
dimengerti tentang terapi massage yang akan
diberikan.
KERJA 1. Jaga privasi klien dengan memasang dan menutup
sampiran
2. Cuci tangan
3. Tanyakan apakah klien baru saja makan dan merasa
kenyang. Jika iya tunda massage 1 sampai 2 jam
hingga klien tidak merasa kenyang lagi.
4. Jika sudah siap, instruksikan klien untuk membuka
pakaian bagian atasnya untuk mempermudah
pemijatan. Bantu klien melepas pakaian jika merasa
kesulitan
5. Atur posisi klien pada posisi terlentang di alas atau
duduk (senyamannya). Jika berbaring tutupi bagian
pinggang dengan handuk dan letakkan handuk diperut
klien agar nyaman
6. Pastikan klien dalam keadaan rileks dan nyaman
7. Terapist atau perawat mengambil posisi dibelakang
klien
8. Jelaskan kepada klien bagian tubuh yang akan
dilakukan terapi massage yakni : otot-otot tengkuk,
belikat, pundak dan punggung dan pinggul
9. Ambil minyak secukupnya, dan oleskan di area tubuh
yang akan di massage
10. Pijatan dimulai dari pangkal leher menyusur menuju
kearah ujung bahu kanan dan kiri. Mengurut berguna
membantu proses metabolisme, menyempurnakan
proses pembuangan sisa pembakaran atau
mengurangi kelelahan.
11. Berikutnya menekan bagian tengah bahu dan dekat
ujung pundak
12. Pijatan gerusan mempergunakan ibu jari tangan kanan
dan kiri arah gerakan jari ke dalam. Ibu jari tangan
kanan untuk bahu kanan, ibu jari tangan kiri untuk
bahu sebelah kiri. Pijatan harus dikerjakan dengan
benar, tepat supel dan kontinyu.
13. Kemudian dilanjutkan turun ke bawa dibagian tubuh
belakang dengan memijat bagian punggung secara
perlahan dan panggul bagian atas. Pada bagian atau
area ini dilakukan pemijatan dengan dengan tidak
terlalu kuat namun tetap terasa agar klien tidak terlalu
merasakan nyeri.
14. Lakukan Massage selama 10-30 menit
15. Jika sudah selesai, bersihkan area-area yang
dimassage dengan handuk atau tissue
16. Bantu pasien untuk duduk dan mengenakan pakaian
atas.
17. Beri posisi yang nyaman setelah terapi massage
dilakukan
18. Anjurkan klien minum air putih agar merasa lebih
tenang.
19. Cuci tangan
TERMINASI 1. Menanyakan perasaan klien setelah diberikan
tindakan
2. Melakukan evaluasi subyektif dan obyektif dengan
bertanya dan mengamati klien
3. Melakukan kontak waktu tempat untuk kegiatan
selanjutnya
4. Memberikan pujian, ucapkan salam dan
berterimakasih atas kerjasama klien
HASIL Evaluasi respon klien setelah tindakan
DOKUMENTASI 1. Catat identitas klien
2. Catat keluhan yang dirasakan sebelum terapi
3. Catat tindakan yang diberikan
4. Catat perasaan klien setelah diberikan tindakan
5. Tanda tangan dan nama terang perawat sebagai
pengesahan atas tindakan.

C. TERAPI YOGA
STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL ( SPO )
TERAPI KEPERAWATAN KOMPLEMENTER

KASUS : NEFROLITIASIS (BATU GINJAL)

POLTEKKES DENPASAR
JURUSAN KEPERAWATAN

PENGERTIAN Nefrolitiasis adalah suatu penyakit pada system


perkemihan karena terjadi bentukan batu atau kalkulus
akibat kristalisasi urin (kalsium oksolat asam urat, kalium
fosfat, struvit dan sistin) yang menyebabkan rasa nyeri
dan juga gangguan pada proses berkemih. Batu atau
kalkuli tersebut dapat di bentuk di dalam saluran kemih
mulai dari ginjal ke kandung kemih oleh kristalisasi dari
substansi ekskresi di dalam urine (Nursalam, 2011).
TUJUAN 1. Mengurangi dan menghilangkan nyeri area perut dan
punggung (letak ginjal).
2. Memperlancar sirkulasi darah ke otak dan seluruh
tubuh
3. Memperkuat otot otot dan memperbaiki postur tubuh
4. Melatih kelenturan dan mengurangi ketegangan tubuh
5. Membantu proses pembuang racun di tubuh
6. Sebagai sarana relaksasi dan kenyamanan di tubuh
INDIKASI 1. Klien dengan masalah Batu Ginjal
2. Klien dengan masalah fungsi ginjal
3. Klien dengan masalah tidur
4. Klien dengan stress dan kecemasan
KONTRAINDIKASI Klien dengan kondisi hamil (karena beberapa gerakan
tidak cocok dipraktikan pada ibu hamil), klien dengan
masalah fraktur dan luka bakar,klien dengan hipertermi,
PETUGAS Instruktur Yoga, Perawat yang telah memiliki
kompetensi tentang Yoga
TINDAKAN YOGA adalah terapi menggabungkan dan menyatukan
pikiran dan tubuh kedalam satu kesatuan yang saling
mengikat dan seimbang yang merupakan salah satu
system perawatan kesehatan yang menyeluruh tertua
yang pernah ada yang berfokus pada pikiran dan tubuh
( Cynthia, 2007).
PERSIAPAN ALAT Alat yang perlu disiapkan
(PRA INTERAKSI) 1. Pengalas/Matras
2. Handuk
3. Pulpen
4. Buku catatan
INTERAKSI 1. Memperkenalkan diri dan memberikan pertanyaan
(ORIENTASI) terbuka tentang identitas klien (seperti nama, umur,
dan juga keluhan yang dirasakan oleh klien)
2. Menjelaskan tujuan yoga dan juga prosedur tindakan
berupa gerakan yoga yang akan diberikan.
3. Melakukan kontrak waktu dan juga tempat dengan
klien
4. Memberi kesempatan kepada klien untuk bertanya
jika ada hal hal yang kurang jelas atau belum
dimengerti tentang yoga yang akan diberikan.
KERJA 1. Cuci tangan
2. Buka Pengalas/Matras
3. Tanyakan apakah klien dalam keadaan kenyang atau
tidak. Jika kenyang maka tunda kurang lebih 1-2 jam
sampai klien merasa tidak kenyang lagi.
4. Berdoa terlebih dahulu sebelum memulai kegiatan
5. Lakukan pergerakan kecil sebagai pemanasan untuk
meminimalisir cedera akibat gerakan yoga.
6. Pastikan klien dalam keadaan rileks dan nyaman.
7. Lakukan pengaturan nafas tarik melalui hidung dan
keluarkan secara perlahan lahan sampai lebih rileks
lagi dan siap melakukan gerakan yoga
8. Gerakan pertama adalah Padmasana. Kedua kaki
diluruskan ke depan lalu tempatkan kaki kanan di atas
paha kiri, kemudian kaki kiri di atas paha kanan.
Kedua tangan boleh ditempatkan di lutut. Posisi ini
dapat menopang tubuh dalam jangka waktu yang
lama, hal ini disebabkan karena tubuh mulai dapat
dikendalikan oleh pikiran
9. Gerakan kedua adalah Pascimotanasana. Duduk di
lantai dengan kaki menjulur lurus, pegang jari kaki
dengan tangan, tubuh dibengkokkan ke depan.
Membuat nafas berjalan di brahma nadi (sungsum)
dan menyalakan api pencernaan dan merilekskan
perut.

10. Gerakan ketiga adalah Salabhasana. Rebahkan diri


dengan telungkup, kedua tangan di sisi badan
terlentang. Tangan diletakkan di bawah perut, hirup
nafas seenaknya kemudian keluarkan perlahan.
Keraskan seluruh badan dan angkat kaki ke atas
dengan lurus sehingga paha dan perut bawah dapat
terangkat juga. Manfaat menguatkan organ di perut
seperti ginjal.

11. Gerakan keempat adalah Matsyendrasana. Duduk


dengan kaki menjulur, letakkan kaki kiri di atas
pangkal paha kanan dan letakkan tumit kaki kiri di
pusar. Kaki kanan letakkan di lantai di pinggir lutut
kiri. Tangan kiri melalui lutut kanan di luarnya
memegang jari kaki kanan dengan ibu jari, telunjuk,
dan jari tengah lalu tekankan pada lutut kanan dan
kiri. Bermanfaat untuk menguatkan otot otot perut
bagian belakang (letak ginjal)

12. Gerakan kelima adalah Sarvangasana. Berbaring


dengan punggung di atas selimut, angkat kedua kaki
perlahan kemudian angkat tubuh bagian atas,
pinggang, paha, dan kaki lurus ke atas. Punggung
ditunjang oleh kedua tangan. Bermanfaat memecah
batu ginjal dan melancarkan metabolism dan aliran
darah

13. Yoga dapat dilakukan 30 menit sampai 60 menit.


14. Anjurkan klien minum air putih agar merasa lebih
tennag.
15. Cuci tangan
TERMINASI 1. Menanyakan perasaan klien setelah diberikan
tindakan
2. Melakukan evaluasi subyektif dan obyektif dengan
bertanya dan mengamati klien
3. Melakukan kontak waktu tempat untuk kegiatan
selanjutnya
4. Memberikan pujian, ucapkan salam dan
berterimakasih atas kerjasama klien
HASIL Evaluasi respon klien setelah tindakan
DOKUMENTASI 1. Catat identitas klien
2. Catat keluhan yang dirasakan sebelum terapi
3. Catat tindakan yang diberikan
4. Catat perasaan klien setelah diberikan tindakan
5. Tanda tangan dan nama terang perawat sebagai
pengesahan atas tindakan.

D. TERAPI HERBAL

STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL ( SPO )


TERAPI KEPERAWATAN KOMPLEMENTER

KASUS : NEFROLITIASIS (BATU GINJAL)


POLTEKKES DENPASAR
JURUSAN KEPERAWATAN

PENGERTIAN Nefrolitiasis adalah suatu penyakit pada system


perkemihan karena terjadi bentukan batu atau kalkulus
akibat kristalisasi urin (kalsium oksolat asam urat, kalium
fosfat, struvit dan sistin) yang menyebabkan rasa nyeri
dan juga gangguan pada proses berkemih. Batu atau
kalkuli tersebut dapat di bentuk di dalam saluran kemih
mulai dari ginjal ke kandung kemih oleh kristalisasi dari
substansi ekskresi di dalam urine (Nursalam, 2011).
TUJUAN 1. Mengurangi dan menghilangkan nyeri pada ginjal
atau area perut.
2. Melancarkan proses berkemih atau buang air kecil
3. Memecahkan batu atau urin yang telah mengkristal
4. Menyehatkan dan memperbaiki fungsi ginjal
INDIKASI 1. Klien dengan masalah Batu Ginjal
2. Klien dengan masalah fungsi ginjal
3. Klien dengan masalah asam urat
4. Klien dengan masalah rematik
KONTRAINDIKASI Klien dengan kondisi hamil , klien yang sedang
menyusui, klien dengan alergi
PETUGAS Perawat, akhi herbal medik, seseorang yang faham
dengan pengobatan herbal
TINDAKAN Terapi Herbal adalah terapi yang menggunakan obat
dari bahan alami (tumbuh-tumbuhan) baik berupa herbal
terstandar dalam kegiatan pelayanan penelitian maupun
fitofarmaka
PERSIAPAN ALAT Alat dan bahan yang perlu disiapkan
1. 5 Helai Daun kumis kucing
2. 5 Tangkai Daun Meniran
3. Air
4. Gelas
5. Panci kecil
6. Kompor
CARA 1. Siapkan 5 helai daun kumis kucing
PENGOLAHAN 2. Siapkan 5 tangkai kecil daun meniran
(CARA 3. Cuci bersih kedua daun tersebut sebelum digunakan
PEMBUATAN) 4. Siapkan 2 gelas air
5. Siapkan panci kemudian masukan 2 gelas air tadi ke
dalamnya,lalu panaskan
6. Masukan daun kumis kucing dan juga daun meniran
yang telah dicuci bersih tadi kedalam air di dalam
panci.
7. Rebus sampai mendidih hingga menjadi satu gelas
8. Jika sudah matang angkat dan dinginkan lalu
kemudian minum sampai habis
9. Untuk mendapatkan hasil secara maksimal, minum
secara rutin ramuan kumis kucing tersebut minimal 2-
3 kali sehari sampai sembuh.

E. TERAPI ENERGI

STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL ( SPO )


TERAPI KEPERAWATAN KOMPLEMENTER

KASUS : NEFROLITIASIS (BATU GINJAL)


POLTEKKES DENPASAR
JURUSAN KEPERAWATAN

PENGERTIAN Nefrolitiasis adalah suatu penyakit pada system


perkemihan karena terjadi bentukan batu atau kalkulus
akibat kristalisasi urin (kalsium oksolat asam urat, kalium
fosfat, struvit dan sistin) yang menyebabkan rasa nyeri
dan juga gangguan pada proses berkemih. Batu atau
kalkuli tersebut dapat di bentuk di dalam saluran kemih
mulai dari ginjal ke kandung kemih oleh kristalisasi dari
substansi ekskresi di dalam urine (Nursalam, 2011).
TUJUAN 1. Membuka atau aktivasi cakra seks (yang merupakan
cakra organ perkemihan)
2. Mengurangi dan menghilangkan nyeri pada ginjal
atau area perut.
3. Meningkatkan kekebalan tubuh dan imunitas dari
penyakit
4. Melancarkan proses berkemih atau buang air kecil
5. Memecahkan batu atau urin yang telah mengkristal
6. Menyehatkan dan memperbaiki fungsi ginjal
7. Memberikan rasa nyaman di tubuh dan pikiran
INDIKASI 1. Klien yang siap menerima terapi energi secara fisik
mental dan spiritual
2. Klien dengan masalah fungsi kandung kemih dan
ginjal
KONTRAINDIKASI Klien dengan kondisi tidak siap secara fisik,mental, dan
spiritual
PETUGAS Terapis (Ahli Terapi Energi Reiki)
TINDAKAN TERAPI ENERGI REIKI adalah energi alam semesta
yang dikarunia Tuhan sang maha pencipta kepada
manusia yang diperoleh sejak ia dilahirkan. Energi ini
dapat digunakan untuk memelihara kesehatan serta
menyembuhkan diri sendiri ataupun orang lain.
PERSIAPAN ALAT Alat yang perlu disiapkan
(PRA INTERAKSI) 1. Alat cuci tangan
2. Air minum
3. Pulpen
4. Buku catatan
INTERAKSI 1. Memperkenalkan diri dan memberikan pertanyaan
(ORIENTASI) terbuka tentang identitas klien (seperti nama, umur,
dan juga keluhan yang dirasakan oleh klien)
2. Menjelaskan tujuan dan juga prosedur tindakan dari
terapi yang akan diberikan.
3. Tanyakan kepada klien apakah sudah siap secara
mental, fisik, dan percaya jika terapi energi dapat
menyembuhkan penyakitnya.
4. Melakukan kontrak waktu dan juga tempat dengan
klien
5. Memberi kesempatan kepada klien untuk bertanya
jika ada hal hal yang kurang jelas atau belum
dimengerti tentang terapi yang akan diberikan.
KERJA 1. Jaga privasi klien dengan memasang dan menutup
sampiran
2. Cuci tangan
3. Atur posisi klien pada posisi terlentang
4. Pastikan klien dalam keadaan rileks dan nyaman
5. Berdoa bersama pasien memohon bantuan, bimbingan
dan kesembuhan
6. Mengaktifkan Cakra seks pasien yang terletak di
bawah perut

7. Membuka Aura pasien (seakan akan membuka


selubung aura dari atas ke bawah).
8. Santai, Pasrah, Senyum, kibaskan tangan 2-3 kali.
9. Niatkan menyalurkan Reiki hingga dirasa energi
mengalir dari telapak tangan.
10. Tempelkan tangan, tidak ada niat untuk
menyembuhkan dan menyalurkan energi lagi.
11. Lama menempelkan tangan ke tubuh pasien 5 sampai
10 menit.
12. Santai, pasrah, senyum ( apabila tidak dirasa aliran,
tarik tangan, kibaskan, niatkan mengalirkan Reiki,
tempelkan lagi ke posisi terakhir.
13. Kalau masih tidak ada aliran, santai – Reiki energi
cerdas dan otomatis. Bagian tubuh tersebut memang
tidak butuh energi ).
14. Bila yang mengobati lebih dari satu orang, maka
biasanya dilakukan secara sinkron yaitu: 1 orang yang
memimpin dan yang lain ikut membantu, pada saat
setelah menempelkan akan mengatakan sinkronkan
kepada Penyembuh lain, sambil mengatakan : saya
mengsinkronkan energi saya kepada Pak/Ibu yang
memimpin.
15. Setelah selesai tutup aura tubuh pasien dengan cara
menyisir dari atas ke bawah sebanyak 2 kali (sekali
untuk bagian depan, sekali untuk bagian belakang).
16. Biarkan pasien relax sejenak sebelum duduk / berdiri.
17. Berterimakasih kepada Tuhan Yang Maha Esa
18. Anjurkan klien minum air putih agar merasa lebih
tenang lagi.
19. Cuci tangan
TERMINASI 1. Menanyakan perasaan klien setelah diberikan
tindakan
2. Melakukan evaluasi subyektif dan obyektif dengan
bertanya dan mengamati klien
3. Melakukan kontak waktu tempat untuk kegiatan
selanjutnya
4. Memberikan pujian, ucapkan salam dan
berterimakasih atas kerjasama klien
HASIL Evaluasi respon klien setelah tindakan
DOKUMENTASI 1. Catat identitas klien
2. Catat keluhan yang dirasakan sebelum terapi
3. Catat tindakan yang diberikan
4. Catat perasaan klien setelah diberikan tindakan
5. Tanda tangan dan nama terang perawat sebagai
pengesahan atas tindakan.

F. TERAPI BEKAM

STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL ( SPO )


TERAPI KEPERAWATAN KOMPLEMENTER

KASUS : NEFROLITIASIS (BATU GINJAL)


POLTEKKES DENPASAR
JURUSAN KEPERAWATAN

PENGERTIAN Nefrolitiasis adalah suatu penyakit pada system


perkemihan karena terjadi bentukan batu atau kalkulus
akibat kristalisasi urin (kalsium oksolat asam urat, kalium
fosfat, struvit dan sistin) yang menyebabkan rasa nyeri
dan juga gangguan pada proses berkemih. Batu atau
kalkuli tersebut dapat di bentuk di dalam saluran kemih
mulai dari ginjal ke kandung kemih oleh kristalisasi dari
substansi ekskresi di dalam urine (Nursalam, 2011).
TUJUAN 1. Mengurangi dan menghilangkan nyeri pada ginjal
atau area perut.
2. Melancarkan proses berkemih atau buang air kecil
3. Memberihkan darah dari racun-racun sisa makanan
dan dapat meningkatkan aktifitas saraf tulang
belakang
4. Menghilangkan pegal pegal dan nyeri setelah
beraktifitas
INDIKASI 1. Klien dengan masalah Batu Ginjal
2. Klien dengan masalah fungsi ginjal
3. Klien dengan masalah fungsi kandung kemih
4. Klien dengan masalah keram otot
KONTRAINDIKASI Klien dengan kondisi hamil , klien yang sedang
menstruasi, klien dengan masalah fraktur, luka bakar,
hemophilia, edema, kulit sensitf.
PETUGAS Terapis (Ahli bekam), Perawat yang telah memiliki
kompetensi tentang bekam
TINDAKAN BEKAM adalah satu teknik pengobatan menggunakan
sarana gelas, tabung, atau bambu yang prosesnya di awali
dengan melakukan pengekopan (membuat tekanan
negatif dalam gelas, tabung, atau bambu) sehingga
menimbulkan bendungan lokal di permukaan kulit
dengan tujuan agar sirkulasi energi meningkat,
menimbulkan efek analgetik, anti bengkak, mengusir
patogen angin dingin maupun angin lembap,
mengeluarkan racun, serta oxidant dalam tubuh.
Bekam basah yaitu bekam dengan mengeluarkan darah
atau hijamah damamiyah.
PERSIAPAN ALAT Alat yang perlu disiapkan
(PRA INTERAKSI) 1. Minyak Zaitun
2. Handuk/Waslap
3. Cucing
4. Gelas bekam
5. Lancet
6. Alkohol
7. Betadin
8. Kaspas streril
9. Handscoen
10. Air disinfektan/NaCl
11. Cawan
12. Pompa untuk menghisap udara dari dalam gelas
13. 1 gelas air putih
14. Pulpen
15. Buku catatan
INTERAKSI 1. Memperkenalkan diri dan memberikan pertanyaan
(ORIENTASI) terbuka tentang identitas klien (seperti nama, umur,
dan juga keluhan yang dirasakan oleh klien)
2. Menanyakan apakah pasien mengonsumsi obat dan
jenis obatnya
3. Menjelaskan tujuan dan juga prosedur tindakan dari
terapi bekam yang akan diberikan.
4. Melakukan kontrak waktu dan juga tempat dengan
klien
5. Memberi kesempatan kepada klien untuk bertanya
jika ada hal hal yang kurang jelas atau belum
dimengerti tentang terapi bekam yang akan diberikan.
KERJA 1. Jaga privasi klien dengan memasang dan menutup
sampiran
2. Cuci tangan
3. Atur posisi klien sesuai kebutuhan pembekaman
4. Pastikan klien dalam keadaan rileks dan nyaman
5. Siapkan gelas bekam sesuai dengan luas lapang tubuh
yang akan dibekam
6. Pasang handscoen
7. Lakukan pemilihan daerah atau titik yang akan
dibekam
8. Titik bekam Batu Ginjal
a. Titik B23 (Shengsu)
b. Titik B25 (Jingmen
c. Titik B39 (Weiyang)
d. Titik B40 (Weizhong)
e. Titik Du4
f. Titik K1
Sesuaikan titik titik tersebut dengan gambar yang ada
dibawah ini dengan benar.

9. Setelah titik di tentukan, bersihkan titik yang akan


dibekam menggunakan Nacl dan handuk.
10. Lakukan proses pemijatan / urut dahulu di seluruh
tubuh dengan minyak zaitun selama 5-10 menit, agar
peredaran darah menjadi lancar dan pengeluaran
toksid menjadi optimal.
11. Hisap / vacuum dengan gelas kaca pada permukaan
kulit yang sudah ditentukan titik-titiknya. 3-5 kali
pompa, biarkan selama 3-5 menit untuk memberikan
kekebalan pada kulit sebelum dilakukan penyayatan.
12. Lepas gelas kaca tersebut kemudian basuh kulit
dengan alkohol untuk membersihkan permukaan kulit
yang akan dibekam dari kuman
13. Lakukan penyayatan dengan lancet, sayatan
disesuaikan dengan diameter/ lingkaran gelas
tersebut, lalu hisap dengan alat cupping set  dan hand
pump untuk menyedot darah kotor.
14. Hisap/ vacum sebanyak 3-5 kali pompa (disesuaikan
dengan ketahanan pasien) dan biarkan selama 3-5
menit.
15. Buang darah yang kotor (pada cawan yang telah
disiapkan), kemudian lakukan pembekaman lagi pada
tempat yang sama. Biarkan 2-3 menit, lakukan hal ini
sampai 3 atau 5 kali.Setelah selesai bekas bekaman
diberi anti septik /minyak zaitun, agar tidak terjadi
infeksi dan luka cepat sembuh
16. Pembekaman dapat dilakukan tiap hari pada titik-titik
yang berbeda-beda dan berikan jangka waktu 2-3
minggu untuk titik yang sama. Atau rutin lakukan
pembekaman tiap 4 minggu sekali.
17. Setelah selesai, bantulah klien untuk duduk
18. Anjurkan klien minum air putih agar merasa lebih
tennag.
19. Bereskan peralaan, lepas handscoen dan cuci tangan.
TERMINASI 1. Menanyakan perasaan klien setelah diberikan
tindakan
2. Melakukan evaluasi subyektif dan obyektif dengan
bertanya dan mengamati klien
3. Melakukan kontak waktu tempat untuk kegiatan
selanjutnya
4. Memberikan pujian, ucapkan salam dan
berterimakasih atas kerjasama klien
HASIL Evaluasi respon klien setelah tindakan
DOKUMENTASI 1. Catat identitas klien
2. Catat keluhan yang dirasakan sebelum terapi
3. Catat tindakan yang diberikan
4. Catat perasaan klien setelah diberikan tindakan
5. Tanda tangan dan nama terang perawat sebagai
pengesahan atas tindakan.

G. TERAPI PIKIRAN (HIPNOTERAPI)

STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL ( SPO )


TERAPI KEPERAWATAN KOMPLEMENTER

KASUS : NEFROLITIASIS (BATU GINJAL)


POLTEKKES DENPASAR
JURUSAN KEPERAWATAN

PENGERTIAN Nefrolitiasis adalah suatu penyakit pada system


perkemihan karena terjadi bentukan batu atau kalkulus
akibat kristalisasi urin (kalsium oksolat asam urat, kalium
fosfat, struvit dan sistin) yang menyebabkan rasa nyeri
dan juga gangguan pada proses berkemih. Batu atau
kalkuli tersebut dapat di bentuk di dalam saluran kemih
mulai dari ginjal ke kandung kemih oleh kristalisasi dari
substansi ekskresi di dalam urine (Nursalam, 2011).
TUJUAN 1. Mengatasi masalah fisik pada klien (Masalah
Perkemihan)
2. Mengatasi masalah perilaku pada klien
3. Mengatasi masalah emosi pada klien
INDIKASI 1. Klien dengan masalah Batu Ginjal
2. Klien dengan permasalahan emosi dan perilaku
3. Klien yang secara sukarela dilakukan therapy
4. Klien yang memiliki kemampuan fokus
KONTRAINDIKASI Klien yang tidak memiliki komunikasi verbal yang baik
PETUGAS Hypnotherapist, Perawat yang telah memiliki kompetensi
dan mampu melakukan hipnoterapi
TINDAKAN HIPNOTERAPI adalah suatu metode dimana pasien
dibimbing untuk melakukan relaksasi (trans), dimana
setelah kondisi relaksasi dalam ini tercapai, maka secara
alamiah gerbang pikiran bawah sadar sesesorang akan
terbuka lebar, sehingga yang bersangkutan cenderung
lebih mudah untuk menerima sugesti penyembuhan
yang diberikan.
PERSIAPAN ALAT Alat yang perlu disiapkan
(PRA INTERAKSI) 1. Media Kursi atau pengalas jika perlu
2. 1 Gelas air minum
3. Informconsent
4. Pulpen
5. Buku catatan
INTERAKSI 1. Memperkenalkan diri dan memberikan pertanyaan
(ORIENTASI) terbuka tentang identitas klien (seperti nama, umur,
dan juga keluhan yang dirasakan oleh klien)
2. Menanyakan apakah klien bersedia dan ikhlas untuk
menjalani terapi
3. Menjelaskan tujuan dan juga prosedur tindakan dari
terapi yang akan diberikan.
4. Melakukan kontrak waktu dan juga tempat dengan
klien
5. Memberi kesempatan kepada klien untuk bertanya
jika ada hal hal yang kurang jelas atau belum
dimengerti tentang terapi yang akan diberikan.
KERJA 1. Jaga privasi klien dengan memasang dan menutup
sampiran
2. Cuci tangan
3. Atur posisi klien pada posisi duduk (senyamannya)
4. Pastikan klien dalam keadaan rileks dan nyaman.
5. Lakukan tahapan Hipnoterapi
a. Preinduction
(telah dilakukan pada saat tahap orientasi)
 Melakukan tes subjektifitas
 Mengajarkan klien tarik napas dalam
 Menganjurkan klien untuk melakukan
handclasptest yaitu dengan meminta subjek
mencakupkan kedua tangan, kemudian
merekatkan kedua jari telunjuk dan sugestikan
bahwa pada kedua telunjuk terdapat lem yang
akan merekatkan jari telunjuk tersebut.
Sugestikan bahwa semakin klien ingin
memisahkan telunjuknya maka jari
telunjuknya akan semakin lengket.
Selanjutnya minta klien untuk menyatakan
apakah jarinya semakin lengket atau tidak.
 Anjurkan klien untuk rileks dan menarik
napas dalam
 Lepaskan jari tangan tersebut.
b. Induction
 Pada tahap induksi hypnotherapist harus mahir
dalam menyusun variasi kalimat Pacing –
Leading (Physical Mirroring yaitu pencerminan
fisik, Match the voice yaitu penyelarasan
kualitas suara, Match the breathing yaitu
penyelarasan irama nafas, Match the size of the
pieces of information yaitu penyelarasan
pengelompokan informasi, Match their common
experience yaitu penyelarasan pengalaman
umum)
 Posisikan klien lebih rileks lagi dari Normal
State ke Hypnosis State (suasana sangat rileks
dan sugestif)
 Latih klien untuk melakukan nafas dalam lagi
untuk merilekskan tubuh dan pikiran klien
 Bawa klien pada satu titik fokus atau tanamkan
sugesti yang berkebalikan pada masalah klien
(contoh kalimat “sekarang lihat telapak tangan
saya, bayangkan bahwa ditelapak tangan ini ada
rokok dan rokok ini digantikan dengan
petis/makanan yang tidak disukai oleh klien”)
 Pastikan klien sudah pada posisi yang benar-
benar fokus dan rileks
 Apabila sudah, tepuk kedua tangan
hypnoterapist secara cepat dan keras
c. Deepening dan dept level test
 Pada tahap Deepening hypnotherapist akan
membimbing klien untuk melakukan imajinasi
melakukan suatu kegiatan atau berada di suatu
tempat yang mudah dirasakan oleh subjek untuk
memasuki trance level yang lebih dalam.
 Pastikan bahwa klien hanya mendengarkan
suara hypnotherapist dengan memegang tubuh
klien dan memberikan sebuah perintah untuk
mendengarkan suara hypnotherapist saja.
 Pastikan bahwa klien mengerti perintah yang
telah diberikan oleh hypnotherapist dengan
memerintahkan klien untuk menggerakkan
bagian tubuhnya.
 Bimbing klien untuk berimajinasi ke suatu
tempat yang nyaman untuk klien dengan
menggunakan 5 tahap.
 Lima, perintahkan agar tubuh dan pikiran
anda memasuki relaksasi lebih dalam, total,
semakin tenang, semakin lelap.
 Empat, biarkan tubuh dan pikiran anda
memasuki tidur yang lebih dalam lagi, bahkan
saat ini anda dapat membayangkan berada di
suatu tempat lain yang menurut anda adalah
tempat yang nyaman, tempat yang indah,
dimanapun itu, buatlah semakin jelas, semakin
riel, semakin nyata, bahkan anda dapat
merasakan detailnya, emosinya.
 Tiga, semakin lelap, lebih dalam lagi, rasakan
tubuh anda semakin ringan, bahkan anda
dapat melupakannya.
 Dua, masuki tidur lelap berkali lipat lebih
dalam, dan rasakan suasana menjadi sangat
hening, bahkan anda benar-benar tidak
menghiraukan suara apapun juga, begitu
tenang, fisik anda terlelap, fikiran anda
bersitirahat, bahkan seluruh panca indra anda
benar- benar beristirahat.
 Satu, silakan nikmati relaksasi yang sangat
luar biasa ini, silakan anda membayangkan
diri anda di suatu tempat yang nyaman dan
indah, dan saat yang sama biarkan fisik dan
pikiran anda beristirahat total, nyaman,
tenang, damai.
d. Suggestion
 Sampaikan pada klien untuk merilekskan
seluruh tubuhnya hingga merasa rileks dan
nyaman.
 Setelah pasien sudah merasa nyaman mulailah
dengan rangkaian kata menjadi kalimat yang
indah dan mudah difahami klien
 Kemudian Sampaikan sugesti dengan rangkaian
kata yang sudah biasa di dengar, agar pasien
akan mudah memahami dan mudah
mengimajinasikannya seperti “bayangkan oleh
anda bahwa anda sedang berada di tempat yang
paling nyaman” dengan kalimat ini si pasien
pasti dapat dengan mudah membayangkannya,
karena bahasa tersebut sudah biasa di dengar
dan di lakukan.
 Tegaskan ke klien untuk memfokuskan hanya
pada perkataan terapis. Contoh “dengarkan
kata-kata saya, jika anda menemui rokok anda
membayangkan roko adalah petis. Sesuatu yang
menjijikan”.
 Kata-kata tersebut diulang beberapa kali sampai
klien benar-benar memahami
 Berikan reinforcement positif pada klien .
e. Termination
 Kaji respon klien. Membangun sugesti positif
yang akan membuat tubuh seorang Client lebih
segar dan rileks, kemudian diikuti dengan
proses hitungan beberapa detik untuk membawa
Client ke kondisi normal kembali. Contoh:
“Kita akan mengakhiri sesi Hypnotherapy ini ...
saya akan menghitung dari 1 sampai dengan 5,
dan tepat pada hitungan ke-5 nanti, silakan anda
bangun dalam keadaan sehat dan segar, dst.
 Akhiri kegiatan dengan cara yang baik
 Anjurkan klien minum air putih agar merasa
lebih tenang.
 Cuci tangan
TERMINASI 1. Menanyakan perasaan klien setelah diberikan
tindakan
2. Melakukan evaluasi subyektif dan obyektif dengan
bertanya dan mengamati klien
3. Melakukan kontak waktu tempat untuk kegiatan
selanjutnya
4. Memberikan pujian, ucapkan salam dan
berterimakasih atas kerjasama klien
HASIL Evaluasi respon klien setelah tindakan
DOKUMENTASI 1. Catat identitas klien
2. Catat keluhan yang dirasakan sebelum terapi
3. Catat tindakan yang diberikan
4. Catat perasaan klien setelah diberikan tindakan
5. Tanda tangan dan nama terang perawat sebagai
pengesahan atas tindakan.

Denpasar,17 Maret 2020


Yang Menyusun SPO

I Putu Yoan Sugiantara


NIM.P07120217026