Anda di halaman 1dari 4

TUGAS 3 PENGANTAR EKONOMI MIKRO

Nama: Amirul Hayattul Firdaus


Nim: 041277335
Jawaban:
1. Pasar persaingan monopolistik, Pasar oligopoli, Pasar monopoli

NO Pasar monopolistik Pasar oligopoli Pasar monopoli


.
1. Pengertian Bentuk pasar yang terdapat Bentuk pasar yang Bentuk pasar yang hanya terdapat
banyak perusahaan yang terdapat beberapa satu penjual saja. Dalam bentuk
menjual hamper serupa penjual dimana salah pasar ini hanya terdapat satu
tetapi tidak sama. Pasar ini satu atau beberapa penjual sehingga praktis tidak ada
sering kita jumpai buktinya penjual bertindak pesaing sehingga penjual atau
dengan kita mengunjungi sebagai pemilik pangsa monopolis leluasa menguasai
swalayan atau supermarket. pasar terbesar (price pasar. Sebagai penjual tunggal,
Disana kita akan menjumpai leader). monopolis dapat meraih
berbagai bentuk, jenis, dan keuntungan yang melebihi normal.
merek yang hamper serupa
tetapi tidak sama.
2. Ciri-Ciri - Jumlah penjual banyak - Terdapat beberapa - Terdapat satu penjual
tapi tidak sebanyak pada penjual. - Harga ditentukan penjual
pasar persaingan - Barang yang dijual (monopoli).
sempurna. homogen atau beda - Perusahaan lain sulit memasuki
- Barang yang dijual corak. pasar.
berbeda corak. - Sulit dimasuki - Konsumen tidak bisa pindah
- Penjual/produsen harus perusahaan bar. walaupun rugi.
aktif beriklan. - Membutuhkan peran - Bisa menimbulkan
- Perusahaan baru lebih iklan. ketidakadilan/kerugian bagi
mudah masuk pasar. - Terdapat satu market masyarakat.
- Mempunyai kekuasaan leader.
mempengaruhi harga. - Harga jual tidak
mudah berubah
3. Kebaikan - Memberi kebebasan - Memberi kebebasan - Mampu melakukan penelitian
memilih bagi pembeli. memilih bagi dan pengembangan produk.
- Memberi kepuasan lebih pembeli. - Dapat meningkatkan daya
pada pembeli karena - Mampu melakukan asing bila monopoli diperoleh
ada persaingan penelitian dan karena kemampuan efisiensi.
penjualan. pengembangan - Mudah mengontrol kepentingan
- Perusahaan baru lebih produk. orang banyak bila monopoli
mudah masuk pasar. - Lebih memperhatikan dilakukan Negara.
kepuasan konsumen - Dapat meningkatkan inovasi
karena adanya (penemuan baru) bila monopoli
persaingan penjual. terbentuk karena pemberian
- Adanya penerapan hak cipta dan hak paten.
teknologi baru.
4. Keburukan - Masih terdapat - Menciptakan - Perusahaan lain sulit memasuki
kemungkinan terjadi kesimpangan pasar
pemborosan biaya distribusi - Menciptakan kesimpangan
produksi bila pendapatan. distribusi pendapatan.
dibandingkan dengan - Harga yang stabil dan - Jumlah produk tergantung
pasar persaingan terlalu tinggi bisa monopolis.
sempurna. mendorong timbulnya - Monopolis umumnya bertindak
- Bagi perusahaan yang inflasi. boros.
kecil tingkat efisiensinya - Bisa timbul - Timbul ekploitasi terhadap
relative rendah. pemborosan biaya pemilik faktor produksi dan
- Kurang efisiennya produksi apabila ada pembeli/konsumen.
perusahaan kecil kerjasama antar
menyebabkan harga oligopolies karena
barang yang dibayar semangat bersaing
konsumen masih kecil. berkurang.
- Bisa timbul
eksploitasi terhadap
pembeli dan pemilik
faktor produksi.
- Sulit
ditembus/dimasuki
perusahaan baru.
- Bisa berkembang kea
rah monopoli
5. Contoh - Makanan ringan (snack) - industry semen di - Microsoft windows
Produk - Nasi goreng Indonesia - Perusahaan Listrik Negara
- Pulpen - industry mobil di (PLN)
- buku Amerika Serikat - Perusahaan Kereta Api (PT.KAI)

2. Pengertian diferensiasi harga, diskriminasi harga, dan laba normal


a. Diferensiasi harga, merupakan salah saltu strategi pemasaran untuk
meningkatkan jumlah penjualan dan minat konsumen untuk membeli barang
dan jasa, hal ini bisa dikarenakan barang dan jasa yang dijual jauh lebih murah
dari tempat lain. Ada berbagai macam cara yang dilakukan oleh para pemasar
dalam melakukan strategi pemasaran, dapat berupa diferensiasi harga,
diferensiasi produk, serta strategi segmentasi lainnya. Tujuan utamanya tentu
dengan diferensiasi dapat meningkatkan jumlah penjualan sehingga dapat
memaksimalkan laba yang dapat diperoleh oleh perusahaan. Dengan adanya
strategi pemasaran yang baik, diharapkan mampu meningkatkan total
penjualan strategi pemasaran ini dibuat sesuai dengan kondisi pasar dan juga
kondisi perekonomian masyarakat serta pasar sasaran. Dengan demikian
kemungkinan keberhasilan strategi pemasaran dapat tercapai dan tujuan
perusahaan juga dapat tercapai.
b. Diskriminasi harga, menaikkan laba dengan cara menjual barang yang sama
dengan harga berbeda untuk konsumen yang berbeda atas dasar alasan yang
tidak berkaitan dengan biaya. Diskriminasi harga terjadi saat produsen
memberlakukan harga yang sama karena alasan yang tidak ada kautannya
dengan perbedaan biaya, tetapi tidak sesuai semua perbedaan harga
mencerminkan diskriminasi harga. Tujuan utama pelaku usaha melakukan
diskriminasi harga yaitu untuk mendapatkan keuntungan yang lebih tinggi dan
keuntungan yang lebih tinggi tersebut diperoleh dengan cara merebut surplus
konsumen. Surplus konsumen adalah selisih harga tertinggi yang bersedia
dibayar konsumen dengan harga yang benar-benar dibayar oleh konsumen.
Diskriminasi harga didasari adanya kenyataan bahwa konsumen sebenarnya
bersedia untuk membayar lebih tinggi, maka perusahaan akan berusaha
merebut surplus konsumen tersebut dengan cara melakukan diskriminasi harga.
c. Laba normal adalah laba yang cukup untuk menjaga produsen bertahan di
industry tertentu dalam jangka panjang. Setiap keuntungan diatas, laba normal
menurut teori ekonomi akan mendorong produsen tambahan untuk memasuki
pasar dan dengan demikian mendorong laba turun ke tingkat normal dari waktu
ke waktu. Sebaliknya, tingkat keuntungan lebih rendah dari biasanya
menyebabkan para produsen keluar.

3. Kurva permintaan pasar monopolis, oligopoly, pasar persaingan monopolistic


a. Kurva permintaan pasar monopolis, bagi komoditas yang dihasilkan
monopoli, menurun dari kiri atas ke kanan bawah. Dalam hal tersebut
monopolis (pelaku pasar monopoli) akan memperoleh harga jual tinggi bila
produksi sedikit, dan harganya akan rendah bila produksinya semakin
banyak.

b. Pasar oligopoly, suatu keadaan pasar dimana terdapat beberapa produsen


atau penjual menguasai penawaran, baik secara independent (sendiri-
sendiri) maupun diam-diam bekerjasama. Contoh pasar oligopoly antara lain
pasar bagi perusahaan industry motor, baja, rokok, sabun mandi. Ciri-ciri
pasar oligopoly diantaranya sebagai berikut:
 Terdapat sedikit penjual yang menjual produk substitusi, artinya yang
mempunyai kurva permintaan dengan elastisitas silang.
 Terdapat rintangan untuk memasuki industry oligopoly. Hal ini karena
perusahaan yang ada dalam pasar hanya sedikit.
 Keputusan harga yang diambil oleh suatu perusahaan harus
dipertimbangkan oleh perusahaan lain didalam industry
Berdasarkan ciri tersebut, maka seorang ahli ekonomi P. Sweezy
memperkenalkan kurva patah (Kinked Demand). Menurutnya, kurva
permintaan yang dihadapi oleh perusahaan oligopoly patah pada satu titik
harga tertentu untuk mencerminkan perilaku produsen oligopoly.

c. Pasar persaingan monopolistic, dapat didefinisikan sebagai suatau pasar


dimana terdapat banyak produsen yang menghasilkan barang yang berbeda
corak. Pasar persaingan monopolistic pada dasarnya adalah pasar yang
berada diantara dua jenis pasar yang esktrim yaitu persaingan sempurna
dan monopoli. Oleh sebab itu sifat-sifatnya mengandung unsur sifat-sifat
pasar monopoli dan unsur-unsur sifat pasar persaingan sempurna. Ciri-ciri
persaingan monopolistic:
 Terdapat banyak penjual
 Barangnya bersifat berbeda corak
 Firma mempunyai sedikit kekuasaan mempengaruhi harga
 Kemasukan ke dalam industry relative mudah
 Persaingan dalam promosi penjualan sangat aktif.