Anda di halaman 1dari 8

LAPORAN PRAKTIKUM FISIOLOGI TUMBUHAN

PERCOBAAN SACHS

Disusun Oleh :

Ayu Fitriani : 41419210

Kelas : 1IE01

Dosen Pengampu :

Adinda Nurul Huda, SP., MSi

Fitri Yuliani, SP., MSi

PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI

FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI

UNIVERSITAS GUNADARMA

JAKARTA

2020
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Aktivitas kehidupan di biosfer pada dasarnya digerakkan oleh tenaga dari
cahaya matahari. Secara sepintas memang tidak nampak hubungan cahaya matahari
dengan hewan yang dapat berlari dengan cepat. Namun apabila diteliti dengan
cermat akan diketahui bahwa tenaga untuk berlari itu berasal dari pemecahan
karbohidrat yang terkandung di dalam daun rerumputan yang dimakan oleh hewan
tersebut, dan karbohidrat yang dipecah berasal dari suatu reaksi kimia didalam daun
yang berlangsung dengan menggunakan energi cahaya matahari. Reaksi
pembentukan karbohidrat ini dinamakan fotosintesis (Anwar, 1984).
Fotosintesis berasal dari kata foton yang berarti cahaya dan sintesis yang
berarti penyusunan. Jadi, fotosintesis adalah proses penyusunan dari H 2O dan
CO2 menjadi senyawa organik yang kompleks dan memerlukan cahaya.
Fotosintesis hanya dapat terjadi pada tumbuhan yang mempunyai klorofil,
yaitu pigmen yang berfungsi sebagai penangkap energi cahaya matahari.
(Kimball, 2002).
Tumbuhan menangkap cahaya menggunakan pigmen yang disebut sebagai
klorofil. Pigmen inilah yang memberi warna hijau pada tumbuhan. Klorofil terdapat
dalam organel yang disebut kloroplas. Klorofil menyerap cahaya yang akan
digunakan dalam fotosintesis. Meskipun seluruh bagian tubuh tumbuhan yang
berwarna hijau mengandung kloroplas, namun sebagian besar energi dihasilkan di
daun (Pertamawati, 2010).
Glukosa sebagai hasil utama   fotosintesis segera ditranslokasikan ke bagian
tubuh   tumbuhan yang lain atau ditranslokasikan ke dalam jaringan penimbun dan
diubah menjadi 40 amilum. Bila laju fotosintesis tinggi, sebagian dari karbohidrat
yang terbentuk dalam fotosintesis ini diendapkan dalam kloroplas sebagai amilum.
Oksigen sebagai hasil sampingan fotosintesis, dilepaskan ke atmosfer sebagai gas
atau sebagian dimanfaatkan  pada respirasi dalam sel di mana fotosintesis itu terjadi
(Suyitno Al, 2003).
Pada tahun 1860, Sach membuktikan bahwa fotosintesis menghasilkan amilum.
Dalam percobaannya tersebut ia mengguanakan daun segar yang sebagian
dibungkus dengan kertas timah kemudian daun tersebut direbus, dimasukkan
kedalam alkohol dan ditetesi dengan iodium. Ia menyimpulkan bahwa warna biru
kehitaman pada daun yang tidak ditutupi kertas timah menandakan adanya amilum
(Malcome, 1990).

1.2 Tujuan
Praktikum ini bertujuan agar praktikan mengetahui bagaimana percobaan sachs.
BAB II

METODE PRAKTIKUM

2.1 Alat dan Bahan

2.1.1 Alat

1) Cawan Petri
2) Pipet tetes
3) Korek api
4) Tabung reaksi
5) Penjepit
6) Gelas beaker
7) Kaki tiga
8) Kawat kasa

2.1.2 Bahan

1) Daun kumis kucing


2) Larutan iodine/lugol
3) Alkohol 70%
4) Air
5) Aluminium foil
6) Spiritus

2.2 Prosedur Kerja

1) Tutuplah sebagian daun kumis kucing dengan menggunakan aluminium


foil, dan yang lain dibiarkan terbuka saja. Percobaan ini dimulai sebelum
matahari mulai terbit.
2) Letakkanlah tanaman ditempat yang mendapat cukup cahaya matahari.
3) Kemudian ketika tiba waktu sore hari, petiklah daun-daun kumis kucing
tersebut.
4) Buka kertas aluminium foil yang ada pada daun kumis kucing.
5) Rebuslah air dengan spiritus diatas kasa dengan kaki tiga dalam gelas
beaker sampai mendidih.
6) Setelah air mendidih masukkan daun kumis kucing ke dalam air mendidih,
rebus sampai daun menjadi layu.
7) Masukkan alkohol 70% ke dalam tabung reaksi lalu panaskan hingga
mendidih di dalam gelas beaker.
8) Setelah daun layu, keluarkan daun dari gelas beaker lalu masukkan ke
dalam tabung reaksi lalu rebus lagi dengan larutan alkohol sampai air pada
alkohol berubah warna.
9) Kelauarkan daun pada tabung reaksi kemudian rendam di dalam air.
10) Tetesi daun pada cawan petri dengan larutan lugol dengan merata.
11) Amati perubahan warna pada daun kumis kucing tersebut.
BAB III

HASIL DAN PEMBAHASAN

3.1 Hasil

Hasil pengamatan yang dilakukan yaitu daun kumis kucing yang tidak ditutupi
aluminium foil berwarna gelap sedangkan yang ditutupi aluminium foil tetap
berwarna hijau.

3.2 Pembahasan

Tumbuhan terutama tumbuhan tingkat tinggi, untuk memperoleh makanan


sebagai kebutuhan pokoknya harus melakukan suatu proses yang dinamakan proses
sintesis karbohidrat yang terjadi dibagian daun satu tumbuhan yang memiliki
klorofil, dengan menggunakan cahaya matahari. Cahaya matahari merupakan
sumber energi yang diperlukan tumbuhan untuk proses tersebut. Tanpa adanya
cahaya matahari tumbuhan tidak akan mampu melakukan proses fotosintesis, hal
ini disebabkan klorofil yang berada di dalam daun tidak dapat menggunakan cahaya
matahari karena klorofil hanya akan berfungsi bila ada cahaya
matahari (Dwidjoseputro, 1986).
Fotosintesis adalah suatu proses biokimia yang dilakukan tumbuhan untuk
memproduksi energi terpakai (nutrisi) dengan memanfaatkan energi cahaya.
Fotosintesis juga dapat di artikan proses penyusunan atau pembentukan dengan
menggunakan energi cahaya atau foton. Sumber energi cahaya alami adalah
matahari yang memiliki spektrum cahaya infra merah (tak terlihat), merah, jingga,
kuning, hijau, biru, nila, ungu dan ultra ungu (Dermawan dan Baharsjah, 1983).
Dalam proses fotosintesis, foton (paket satuan) cahaya ditangkap oleh
foton-foton yang diserap oleh molekul-molekul pigmen yang spesifik.
Elektron-elektron di dalam molekul tersebut dieksitasi oleh foton-foton yang
diserap dan elektron-elektron yang tereksitasi itu pun akhirnya akan
membebaskan energi ke dalam sel saat elektron-elektron itu kembali ke keadaan
tak tereksitasi. Banyak sel menggunakan energi ini untuk mereduksi
karbondioksida menjadi karbohidrat (Fried, 2006: 68).
Karbohidrat merupakan senyawa karbon yang terdapat di alam sebagai
molekul yang kompleks dan besar. Karbohidrat sangat beraneka ragam contohnya
seperti sukrosa, monosakarida, dan polisakarida. Monosakarida adalah karbohidrat
yang paling sederhana. Monosakarida dapat diikat secara bersama-sama untuk
membentuk dimer, trimer dan lain-lain. Dimer merupakan gabungan antara dua
monosakarida dan trimer terdiri dari tiga monosakarida (Kimball, 2002).
Pada tahun 1860, Sach membuktikan bahwa fotosintesis menghasilkan amilum.
Dalam percobaannya tersebut ia mengguanakan daun segar yang sebagian
dibungkus dengan kertas timah kemudian daun tersebut direbus, dimasukkan
kedalam alkohol dan ditetesi dengan iodium. Ia menyimpulkan bahwa warna biru
kehitaman pada daun yang tidak ditutupi kertas timah menandakan adanya amilum
(Malcome, 1990).
Pada uji Sachs ini bertujuan melakukan uji apakah tanpa cahaya daun tidak
berfotosintesis.  Percobaan ini berdasar pada ciri hidup yang hanya dimiliki oleh
tumbuhan hijau yaitu kemampuan dalam menggunakan karbon dioksida dari udara
untuk diubah menjadi bahan organik serta direspirasikan /dessimilasi bahan organik
dalam tubuhnya sehingga zat organik itu bisa digunakan untuk aktivitas makhluk
hidup (Malcome, 1990).
Berdasarkan praktikum yang telah dilakukan, yaitu pada daun kumis kucing
yang tidak ditutupi aluminium foil atau dibiarkan terbuka terkena cahaya matahari
langsung, setelah direbus pada air panas hingga layu dan direbus kembali dengan
alkohol, dan ketika ditetesi larutan lugol warna daunnya menjadi gelap. Sedangkan
pada bagian daun yang ditutupi aluminium foil tidak terdapat amilum, karena saat
ditetesi larutan lugol, warna daun tidak berubah. Sebab tidak adanya amilum
tersebut karena ketika proses fotosintesis terjadi, bagian daun tersebut tidak
mengalami fotosintesis karena tidak mendapat sinar matahari yang cukup dan tidak
dapat memperoleh karbondioksida dari udara karena bagian daun tersebut tertutup
rapat oleh sebuah aluminium foil , dan klorofil di bagian tersebut tidak teraktivasi.
Amilum merupakan salah satu hasil dari proses fotosintesis, yang berarti pada
bagian daun yang terkena cahaya matahari terjadi proses fotosintesis, sedangkan
pada daun yang tidak terkena cahaya matahari tidak terjadi proses fotosintesis.
BAB IV

PENUTUP

4.1 Kesimpulan

Dari hasil percobaan di atas, maka dapat diambil kesimpulan, bahwa:

1. Pada percobaan yang telah di lakukan, benar-benar terbukti bahwa di dalam


sebuah peristiwa fotosintesis telah dihasilkan amilum (karbohidrat) sebagaimana
percobaan penelitian yang telah dilakukan sebelumnya oleh ilmuan asal Jerman
Sachs pada tahun 1860 M.
2. Hal ini dapat terbukti melalui terjadinya sebuah perubahan warna pada daun
yang telah direbus dalam air panas setelah ditetesi iodin.
3. Bagian daun yang tidak ditutupi berubah warna menjadi gelap, hal ini
membuktikan bahwa pada bagian daun itu terdapat amilum sedangkan pada
bagian daun yang ditutupi tetap berwarna hijau dan hal ini membuktikan bahwa
pada bagian daun itu tidak terdapat amilum.

DAFTAR PUSTAKA
Anwar, A. 1984. Ringkasan Biologi. Ganeca Exact. Bandung.

Aprilia, Erlin dkk. 2014. Fotosintesis Percobaan Sachs. Laporan Praktikum Biologi
Dasar II. Jurusan Pendidikan Ipa Universitas Negeri Yogyakarta.

Assrafy, Aisya dkk. 2018. Percobaan Sachs. Laporan Resmi Praktikum Biologi.
Yogyakarta.

Darmawan, & Baharsjah. (1983). Pengantar Fisiologi Tumbuhan. Jakarta: PT


Gramedia.

Dwidjoseputro. 1986. Biologi. Erlangga. Jakarta.

Fried, George H. 2006. Clhaum’s out Lines Biologi Edisi Kedua. Jakarta:
Erlangga.

Kimball, J. W. 2002. Fisiologi Tumbuhan. Erlangga. Jakarta.

Malcome, B. W. 1990. Fisiologi Tanaman Bandung : Bumi Aksara.

Pertamawati, 2010. Pengaruh fotosintesis terhadap pertumbuhan tanaman kentang


(Solanum tuberosum L.) dalam lingkungan fotoautotrof secara invitro. Jurnal
Sains dan Teknologi Indonesia, 12(1): 31-37.

Rabilatun, Adelia dkk. 2016. Fotosintesis Uji Amilum (karbohidrat). Laporan


Praktikum Biologi. Sumbawa Besar.

Suyitno Al. 2003. Petunjuk Praktikum Fisiologi Tumbuhan Dasar. Yogyakarta: FMIPA
UNY.

Syaraf M. A. 2012. Percobaan II Fotosintesis. Laporan Praktikum Biologi Dasar.


Universitas Hasanuddin Makassar.

Telaumbanua, Aprianus. 2018. Fotosintesis (uji sachs). Laporan Praktikum Fisiologi


Tumbuhan. Jurusan Agroteknologi Universitas Halu Oleo.