Anda di halaman 1dari 22

ASUHAN KEPERAWATAN PADA KELUARGA TN.

S DENGAN
HIPERTENSI DI PUSKESMAS SAWANGAN I

Disusun Oleh :

Salma Kusuma M P1337420516047

Riska Lestari P1337420516061

Naurah Nazhifah P1337420516063

Agam Sayogo P1337420516065

Li’ana Fatimhtul F P1337420516083

POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTRIAN KESEHATAN


SEMARANG PRODI D III KEPERAWATAN MAGELANG

2018
ASUHAN KEPERAWATAN PADA KELUARGA TN. S DENGAN
HIPERTENSI DI PUSKESMAS SAWANGAN I

Tanggal pengkajian : 20 September 2018

Jam : 13. 00 WIB

I. Pengkajian
1. Nama KK : Tn. S
2. Umur : 55 tahun
3. Pendidikan : SD Sederajat
4. Pekerjaan : buruh
5. Agama : Islam
6. Alamat : Bancak Kulon, Krogowanan, Sawangan, Magelang.
7. Jumlah keluarga :

No Nama Jenkel Umur Hub dng Agama Pendidikan Pekerjaan Ket


KK
1. Tn. S L 55 th KK Islam Sd Buruh Meni
kah
2. Ny. T P 50 th Istri Islam Sd Buruh Meni
kah
3. Tn. S L 70 th Kakek Islam - - Duda
4. Sdr. J L 32 th Anak Islam SMK Buruh Laja
ng

Genogram
Keterangan :
: laki – laki
: perempuan
: klien yang sakit
: garis hubunngan
: tinggal satu rumah

8. Tipe Keluarga.
Keluarga ini termasuk tipe The Extended family , keluarga yang terdiri dari keluarga
inti ditambah keluarga lain yaitu kakek.
9. Budaya
Keluarga ini termasuk suku jawa dan bahasa yang digunakan dalam kehidupan sehari
– hari adalah bahasa jawa.
10. Agama
Klien melakukan ibadah secara rutin dan suaminya adalah seorang imam dan ketua
RT masjid di tempat ia tinggal dan klien mengikuti kegiatan didesa secara rutin
seperti PKK, pengajian dan arisan ibu – ibu.
11. Status Sosial Ekonomi Keluarga
Dalam segi sosial ekonomi keluarga ini tidak mengalami masalah karena semua
anaknya sudah bekerja dan ia memiliki penghasilan dari bertani dan memelihara
beberapa ternak.
12. Kebutuhan Rekreasi Keluarga.
Klien mengatakan rekreasi bila ada acara bersama tetangga yang berlibur bersama,
kalau untuk berpergian sekeluarga klien belum pernah. Dan bila ada waktu luang
biasanya klien hanya menonton TV atau berbincang – bincang dengan tetangga.

II. Riwayat Dan Tahapan Perkembangan Keluarga


1. Tahap Perkembangan Keluarga Saat Ini.
Keluarga Tn. S mempuyai 3 anak, anak pertama berumur 32 th, anak ke 2 berumur 26
th, dan anak terakhir berumur 21 th. Maka keluarga Tn. S berada pada tahap
perkembangan keluarga dengan anak dewasa.
2. Tahap Perkembangan Keluarga Yang Belum Terpenuhi.
Dalam tahap ini keluarga tidak mengalami masalah.
3. Riwayat Keluarga Intim.
Keluarga ini memiliki riwayat penyakit menurun seperti hipertensi dan asam urat.
Bila ada masalah kesehatan untuk mengatasi masalah kesehatan tersebuat keluarga
selalu membawa ke pelayanaan kesehatan terdekat, seperti bidan, puskesma atau
dokter. Untuk riwayat kesehatan masing – masing keluaraga Ny. T pernah
melakukan operasi pembesaran kelenjar tiroid dan memiliki hipertensi, anak ke 2
pernah di rawat di RS karena jatuh dari motor dan mengalami patah tulang kaki, anak
ke 3 pernah mengalami patah tulang tangan. Dan kakek mengalami tangan kiri sulit
digerakan.
4. Riwayat Keluarga Sebelumnya.
Pada pihak suami tidak ada riwayat penyakit menurun dan pada pihak istri tidak
memiliki riwayat penyakit menurun baru Ny. S sendiri yang baru mengalami
hipertensi itu di mulai sejak selesai melakukan operasi pemebsaran kelenjar tiroid 2
tahun lalu.

III. Pengkajian Lingkungan


1. Karakteristik Rumah
Luas rumah : 135 m ²
Tipe rumah : permanen
Jumlah ruangan : 8 ruangan
Jumlah jendela : 12 jendela
Pemanfaat ruangan: baik
Jenis saptik tank : permanen
Sumber air : mata air
Denah rumah :
Kmr R. TV Dapu
1 r
Kmr R. WC
2 Tamu
Kmr Garas
3 i
Rng Kmr
Tamu 4

2. Karakteristik Tetangga Dan Komunikasi RW


Komunikasi antar warga yang tinggal di situ sangat baik, bila ada tetangga yang
kesusahan semua warga desa saling membantu satu sama lain. Seperti saat ada warga
yang akan membangun rumah, warga saling datang melakukan gotong royong, saat
ada orang meninggal semua warga datang untuk membantu melakukan pemakaman.
Dan lingkunagn tempat tinggal klien sangant asri masih banyak pepohonan dan jauh
dari pabrik ataupun jalan raya.
3. Mobilitas Geografis Keluarga.
Dalam berpergian keluarga klien menggunakan sepeda motor. Klien mengatakan
sudah lama tinggal disini, semenjak menikah dengan suami dan belum pernah pindah
tempat tinggal.
4. Perkumpulan Keluarga Dan Interaksi Dengan Masyarakat.
Klien mengatakan biasanya melakukan kumpul keluarga besar pada saat lebaran dan
komunikasi dalam keluarga sangat baik. Dalam masyarakat klien pun sangat baik
karena klien merupakan ibu RT. Keluarga Tn. S dan Ny. T bila bertemu tetangga
saling menyapa dan selalu mengikuti kerja bakti, tahlilan, yasinan, dan anak-anaknya
mengikuti karang taruna di dusun itu.
5. Sistem Pendukung Keluarga.
Selama ini keluarga klien belum pernah mengalami penyakit yang serius sehingga
tidak dapat di tangani. Seluruh keluarga klien terdaftaar dalam BPJS kesehatan dan
memiliki alat transportasi yang dapat di gunakan untuk menuju pelayanan kesehatan.
Semua keluarga sangat dekat dan saat ada keluarga yang sakit mereka akan saling
menjaga dan bergantian berjaga.
IV. Struktur Kesehatan
1. Pola Komunikasi Keluarga.
Komunikasi dalam keluarga tersebut sangat baik, klien mengatakan bila ada masalah
pasti di selesaikan bersama dengan keluarga yang lain dengan cara musyawarah
bersama.
2. Struktur Kekuatan Keluarga.
Keluarga klien mampu menjadi panutan bagi tetangganya.
3. Struktur Peran
Tn. S berperan sebagai kepala keluarga yang bertugas mencari nafkah. Ny. T
berperan sebagai ibu rumah tangga namun sesekali membantu suami di sawah. Tn. S
berperan sebagai lansia yang tinggal di rumah saja tidak melakukan kegiatan apapun.
Sdr. J berperan sebagai anak dan ia bekerja sebagai buruh. Sdr. A berperan sebagai
kepala keluarga karena ia sudah menikah dan merantau di jakarta. Sdr. F berperan
sebagai anak dan ia bekerja sebagai buruh pabrik yang merantau di jakarta.
4. Nilai Atau Norma Keluarga.
Dalam keluarga Tn. S menanamkan nilai atau norma. Dalam keluarganya selalu
berpedoman budaya jawa dan menyesuaikan lingkungan sekitar.

V. Fungsi Keluarga.
1. Fungsi Afektif
Keluarga klien sangat baik terhadap keluarganya maupun tetangga – tetangganya.
Saat klien sakit di rumah sakit pun anak – anaknya yang merantau di jakarta pulang
hanya untuk merawat klien, menjaga klien, dan merawat klien. Bila ada keluarga
klien yang mengalami masalah pasti keluarga yang lain membantu memecahkan
masalah.
2. Fungsi Sosialisasi
Keluarga klien memiliki prilaku yang baik seperti membuang sampah pada tempatnya
dan rumahnya selalu bersih dan rapi. Anak – anaknya pun turut ikut membarsihkan
rumah, saling bekerja sama dalam membersihkan rumah.
3. Fungsi Perwatan Kesehatan.Fungsi Reproduksi.
a. Kemampuan Keluarga Mengenal Masalah.
Saat mengalami masalah kesehatan yang tidak terlalu serius seperti masuk
angin klien keluarganya menangani hanya dengan kerokan, bila masalah
kesehatan sudah terlalu serius dan gejala sudah di rasakan berbulan – bulan
baru di bawa kel pelayanan kesehatan. Klien suka mengikuti posyandu lansia
yang ada di desanya untuk mengecek tekanan darahnya.
Klien mampu mengenali gejala penyakit yang di deritanya, klien mengatakan
bila leher tersa pegal dan kepala pusing asti klien akan melakukan pengecekan
tekanan darahnya.
b. Kemampuan Keluarga Mengambil Keputusan.
Klien mengtatakan masih merasa bingung dalam melakukan tidakan apa yang
haru di lakukan saat terjadi masalah kesehtan dalam keluaraganya. Klien suka
memanggil tetnagganya untuk meminta bantuan untuk mengambil tindakan
apa yang harus di lakukan.
c. Kemampuan Keluarga Merawat Anggota yang Sakit.
Klien dalam merawat mertuanya yang sakit hanya sekedar memenuhi
keburtuhan makan m, minum, perawatan diri dan BAK/ BAB. Klien mampu
memelihara lingkungan rumah yang sehat dan bersih..
d. Kemampuan Keluarga Memodifikasi Lingkungan.
Kondisi lingkungan bersih dan rapi, lantai bersih, ventilasi cukup baik,
tempat cuci piring sendiri tidak menyatu dengan kamar mandi , dapur bersih
dan rapi . Keluarga mengatakan sering membersihkan rumah.
4. Fungsi reproduksi.
Klien mempunyai 3 orang anak dan anak pertama klien meninggal dunia saat di
lahirkan. Klien mengikuti kb pil namun sekarang klien sudah tidak mengguankan kb.
5. Fungsi Ekonomi
Keluarga klien mampu memenuhi sandang, pangan dan papan dengan sangat baik
karena semua anakanya sudah bekerja dan sudah tidak memiliki tangguangan anak
sekolah.

VI. Stres Dan Koping Keluarga.


1. Stresor Jangka Panjang Dan Pendek.
a. Stress jangka pendek.
Keluarga merasa khawatir ketika ada anggota keluarga yang mengeluh akan
kesehatannya.
b. Stress jangka panjang.
Keluarga berharap agar anak-anaknya selalu sehat dan bisa menjadi orang yang
sukses dikemudian hari.
2. Kemampuan Keluarga Berespon Terhadap Situasi/Stresor.
Keluarga berusaha dengan baik untuk menangani masalah kesehatan yang muncul
dengan menggunakan fasilitas kesehatan yang ada. Selain itu, keluarga juga
senantiasa berdoa kepada Allah SWT untuk kesembuhan keluarga yang sakit.
3. Strategi Koping Yang Digunakan.
Jika ada masalah kesehatan pada keluarga, keluarga berusaha untuk menangani
dengan baikdan diselesaikan dengan musyawarah.
4. Strategi Adaptasi Disfungsional.
Keluarga membawa anggota keluarga yang sakit ke fasilitas kesehatan yang ada yaitu
Puskesmas atau bidan.
VII. Harapan Keluarga
Keluarga berharap bahwa perawat dapat memberikan atau membantu menyelesaikan
masalah kesehatan yang dihadapi keluarga. Keluarga juga berharap mendapatkan banyak
informasi tentang penanganan penyakit.
VIII. Data Tambahan
a. Nutrisi.
Kebutuhan nutrisi keluarga belum tercukupi bila merujuk pada pedoman empat sehat
lima sempurna namun keluarga mampu memenuhi kebutuhan nutrisi setiap harinya
dengan makan makanan yang tersedia di sawah dari sayuran, nasi, dan untuk daging
dan buah – buahan seminggu sekali klien membeli. Saat ini tidak ada gangguan
kebutuhan nutrisi pada seluruh anggota keluarga.
b. Istirahat Tidur
Ny. T sering mengalami sulit tidur dimalam hari semenjak melakukan operasi kanker
tiroid, klien sering terjaga waktu tidur kurang lebih 5 jam/ hari. Anggota keluarga
yang lain tidak mempunyai keluhan istirahat tidur.
c. Aktivitas sehari-hari
 Tn. S sehari-hari sebagai buruh harian lepas
 Ny. T dalam sehari mengurus rumah tangga (sebagai ibu rumah tangga) dan
terkadang pergi kesawah .
 Sdr. J sebagai anak dan sehari-hari sebagai buruh
 Sdr. A dan Sdr. F sebagai anak dan sehari-hari bekerja di pabrik swasta
sebagai buruh pabrik.
d. Eliminasi
Semua anggota keluarga Tn. S tidak mengalami masalah dalam eliminasi. Hanya
ayah Tn. S mengalami kesulitan menjangkau ke kamar mandi sehingga
memerlukan bantuan anggota keluarga.
e. Merokok
Di dalam keluarga Tn. S ayah merokok dan anaknya juga merokok semua yang
laki-laki ( Sdr. J , Sdr. A , Sdr. F )

IX. Pemeriksaan fisik.

Pemeriksaan Anggota kelurga


Tn. S ( KK ) Tn. S Ny. T Sdr. J
Kepala Rambut Rambut tampak Rambut hitam, Rambut hitam,
tampak bersih, bersih, tidak ada panjang, bersih, bersih, tidak ada
tidak ada lesi, lesi, rambut tidak ada lesi, lesi, simetris
rambut beruban. simteris
beruban, Simetris.
Simetris.
TTV 120/80mmHg 110/70mmHg 130/90mmHg 120/70mmHg
BB/TB 60 kg /155 cm 70 kg /160 cm 50 kg /145 cm 60 kg /168 cm
Mata Konjungtiva Konjungtiva Konjungtiva Konjungtiva
tidak anemis, tidak anemis, tidak anemis, tidak anemis,
penglihatan penglihatan penglihatan penglihatan baik,
baik, mata sedikit kabur , berkurang dan mata tidak
tidak ikterik, mata tidak untuk membaca ikterik, tidak ada
tidak ada ikterik, tidak ada memerlukan gangguan
gangguan gangguan kaca mata, mata
tidak ikterik,
tidak ada
gangguan
Hidung Penciuman Penciuman Penciuman Penciuman
normal, tidak normal, tidak ada normal, tidak normal, tidak
ada pembesaran ada pembesaran ada pembesaran
pembesaran polip, simetris polip, simetris polip, simetris
polip, simetris
Mulut Mukosa bibir Mukosa bibir Mukosa bibir Mukosa bibir
lembab, tidak lembab, tidak ada lembab, tidak lembab, tidak
ada stomatitis stomatitis ada stomatitis ada stomatitis
Leher Tidak ada lesi Tidak ada lesi Ada lesi dan Tidak ada lesi
dan dan pembesaran tidak dan pembesaran
pembesaran kelenjar tiroid pembesaran kelenjar tiroid
kelenjar tiroid kelenjar tiroid
karena sudah di
operasi.
Dada a. paru – paru a. paru – paru a. paru – paru a. paru – paru
I: pergerakan I: pergerakan I: pergerakan I: pergerakan
dada simetris dada simetris dada simetris dada simetris
P: tidak ada P: tidak ada P: tidak ada P: tidak ada
palpitasi, palpitasi, vocal palpitasi, vocal palpitasi, vocal
vocal vemittus vemittus sama vemittus sama vemittus sama
sama P: Resonan P: Resonan P: Resonan
P: Resonan A: Vaskuler A: Vaskuler A: Vaskuler
A: Vaskuler b. jantung b. jantung b. jantung
b. jantung I: Ictus cordis I: Ictus cordis I: Ictus cordis
I: Ictus cordis terlihat di IC terlihat di IC terlihat di IC
terlihat di IC 4,5,6 4,5,6 4,5,6
4,5,6 P: Ictus cordis P: Ictus cordis P: Ictus cordis
P: Ictus cordis tidak teraba tidak teraba tidak teraba
tidak teraba P: Sonor P: Sonor P: Sonor
P: Sonor A: S1, S2 reguler A: S1, S2 A: S1, S2
A: S1, S2 reguler reguler
reguler
Abdomen I: Tidak ada I: Tidak ada lesi, I: Tidak ada I: Tidak ada lesi,
lesi, tidak ada tidak ada bekas lesi, tidak ada tidak ada bekas
bekas operasi operasi bekas operasi operasi
A: Bising usus A: Bising usus A: Bising usus A: Bising usus
11x/menit 12x/menit 10 x/menit 10x/menit
P: Tidak ada P: Tidak ada P: Tidak ada P: Tidak ada
nyeri tekan nyeri tekan nyeri tekan nyeri tekan
P: Tympani P: Tympani P: Tympani P: Tympani
Tangan Tidak terdapat Terdapat Terdapat Tidak terdapat
edema, kelemahan pada pembengkakan edema, normal
normal. ekstremitas pada jari sendi
kanan atas. tangan.
Kaki Tidak terdapat Tidak terdapat Terdapat Tidak terdapat
edema, edema, terdapat pembengkakan edema, normal.
normal. kelemahan pada jari sendi
ekstremitas kaki.
bawah sehingga
menggunakan
alat bantu jalan.
Keadaan umum Compos Compos Mentis Compos Mentis Compos Mentis
Mentis
ANALISA DATA

No Data Dx. Keperawatan


1. Ds : Ny. T mengatakan masih kurang memahami Defisien pengetahuan b.d
tentang penyakit yang di derita tentang tanda dan kurang sumber pengetahuan
gejala, penanganan yang dilakukan. ditandai dengan kurang
Do : klien sering menyangkut pautkan apa masalah pengetahuan
yang dirasakan oleh tubuh berkaitan dengan operasi
yang pernah di alaminya. Dan pasien tampak bingung.
2. Ds : klien mengatakan bila ada anggota keluarga yang Ketidakefektifan manajemen
sakit klien tidak langsung membawa ke rumah sakit kesehatan keluarga b.d konflik
tetapi di obati dengan cara kerokan atau obat warung. pengambilan keputusan.
Bila gangguan kesehatan dirasakan sudah berbulan –
bulan baru di bawa ke puskesmas untuk di periksakan.
Do : keluarga Tn. S kurang aktif dalam pemeliharaan
kesehatan.
3. Ds : klien mengatakan sulit tidur di malam hari dan Gangguan pola tidur b. d pola
tidur tidak menyehatkan.
tidur hanya 5 jam/ hari
Do : klien tampak mengantuk.

SCORING

1. Defisien pengetahuan b.d kurang sumber pengetahuan ditandai dengan kurang pengetahuan

No Kriteria Score Pembenaran


1. Sifat masalah Ny. T mengatakan belum
Skala: 1 memahami tentan gejala dan tanda
Score : 3 (tidak atau kurang sehat) serta cara menangani maslah
3 x 1 =1 hipertensinya.
3
 Tidak / kurang sehat 3
 Ancaman kesehatan 2

 Keadaan sejahtera 1
2. Kemungkinan masalah dapat di ubah Setiap anggta keluarga Tn. S
Skala : 2 memiliki kartu jaminan kesehatan
Score : 2 (mudah) 2 x 2 = 2 (BPJS) belum dipergunakan dengn
2 baik
 Mudah 2
 Sebagain 1

 Tidak dapat 0
3. Potensial masalah dapat dicegah Keluarga Tn. S belum
Skala : 1 memanfaatkan fasilitas yang sudah
Score : 2 x 1 = 2 ada.
3 3

 Tinggi 3
 Cukup 2

 Rendah 1
4. Menonjolnya masalah Keluarga Tn. S belum
Skala : 1 memanfaatkan fasilitas yang sudah
Score : 2 ( masalah berat, harus segera ada
ditangani) 2 x 1 = 1
2
 Masalah berat, harus di tangani 2
 Ada masalah tetapi tidak harus 1
segera di tangani
 Masalah tidak di rasakan 0
Total : 4 2
3

2. Ketidakefektifan manajemen kesehatan keluarga b.d konflik pengambilan keputusan.

No Kriteria Score Pembenaran


1. Sifat masalah Keluarga Tn. S jika ada anggota
Skala: 1 keluarga yang sakit tidak segera
dibawa ke pelayanan kesehatan.
Score : 3 (tidak atau kurang sehat)
3 x 1 =1
3
 Tidak / kurang sehat 3
 Ancaman kesehatan 2

 Keadaan sejahtera 1
2. Kemungkinan masalah dapat di ubah Ny. T mulai sering mengikuti
Skala : 2 posyandu lansia dan sering
Score : 2 (mudah) 2x2=2 2 memantau TD nya.
2 1
0
 Mudah
 Sebagain
 Tidak dapat
3. Potensial masalah dapat dicegah Pengecekan TD secara rutin dapat
Skala : 1 membantu mengetahui TD pasien
Score : 2 = 2 x 1 : 2 3 saat mengalami hipertensi.
3 3 2
 Tinggi 1
 Cukup
 Rendah
4. Menonjolnya masalah TD yang tinggi dapat
Skala : 1 membahayakan klien sendiri.
Score : 2 ( masalah berat, harus segera 2
ditangani) 2x1=1 1
2
0
 Masalah berat, harus di tangani
 Ada masalah tetapi tidak harus
segera di tangani
 Masalah tidak di rasakan
Total : 4 2
3

3. Gangguan pola tidur b. d pola tidur tidak menyehatkan.

No Kriteria Score Pembenaran


1. Sifat masalah Ny. T mengatakan sering terjaga di
Skala: 1 malam hari saat merasakan nyeri
Score : 2 Ancaman kesehatan dan kaku di lehernya.
2x1=2
3 3
 Tidak / kurang sehat
 Ancaman kesehatan 3

 Keadaan sejahtera 2
1
2. Kemungkinan masalah dapat di ubah Masalah dapat di ubah dengan
Skala : 2 mudah karena klien mau mengikuti
Score : 2 (mudah) 1x2= 1 2 perintah yang dianjurkan perawat.
2 1
0
 Mudah
 Sebagain
 Tidak dapat
3. Potensial masalah dapat dicegah Masal dapat di unbah dengan cara
Skala : 1 memberikan pendidikan kesehatan
Score : 2 = 2 x 1 : 2 3 tentang cara menjaga kualitas tidur
3 3 2 yang baik.
 Tinggi 1
 Cukup
 Rendah
4. Menonjolnya masalah Pola tidur yang tidak baik akan
Skala : 1 memperparah penyakit
Score : 2 ( masalah berat, harus segera 2 hipertensinya.
ditangani) 2x1=1 1
2
0
 Masalah berat, harus di tangani
 Ada masalah tetapi tidak harus
segera di tangani
 Masalah tidak di rasakan
Total : 2 4
6

DAFTAR DIAGNOSA PRIORITAS MASALAH

1. Defisien pengetahuan b.d kurang sumber pengetahuan ditandai dengan kurang


pengetahuan
2. Ketidakefektifan manajemen kesehatan keluarga b.d konflik pengambilan keputusan.
3. Gangguan pola tidur b. d pola tidur tidak menyehatkan.

INTERVENSI

Tujuan Evaluasi
TUM TUK Kriteria Standar
DK Intervensi
Defisie Setelah Setelah dilakukan 1. klien 1. klien 1. Kaji tingkat
n
dilakukan tidakan mampu mampu pengetahuan klien
pengeta
huan tidakan keperawatan meneyebut meneyeb terkait dengan
b.d
keperawatan selama 2 x 30 kan utkan proses penyakit
kurang
sumber selama 2 x 30 menit diharapkan pengertian pengertia yang spesifik.
pengeta
menit berupa keluarga mampu : hipertensi. n 2. Jelaskan tanda dan
huan
ditandai pendidikan a. mengetahui 2. klien hipertens bahaya yang
dengan kesehatan di perjalanan mampu i. umum dari
kurang
harapkan penyakit, tanda menyebutk 2. klien penyakit,
pengeta
huan keluarga dan gejala an tanda mampu komplikasi kronik
mampu penyakit. dan gejala menyebu yang mungkin ada
mengetahui b. mengetahui hipertensi. tkan 3 serta terapi/
tentang strategi untuk 3. klien tanda manajemen nyeri
penyakit mengurangi faktor mampu dan yang dapat di
hipertensi risiko. menyebutk gejala lakukan.
secara c. mengetahui an cara hipertens 3. Diskusikan
menyeluruh. strategi untuk penangana i. perubahan gaya
mengelola stress n bila hidup untuk
terjadi mencegah adanya
hipertensi. komplikasi di
masa yang aan
datang dan/atau
mengontrol proses
penyakit.
4. Eksplor bersama
klien apakah dia
telah melakukan
manajemen gejala.
Ketidak Setelah Setelah dilakukan 1. klien 2. klien Pengaturaan tujuan
efektifa
dilakukan tindakan mampu mampu saling
n
manaje tindakan keperawatan mengambik memilih menguntungkan
men
keperawatan selama 2 x 30 l keputusan di antara ( hal 310 )
kesehat
an sekama 2 x 30 menit diharapkan yang tepat dua 1. Kenali nilai dan
keluarg
menit masalah bila terjadi keputusa sistem
a b.d
konflik diharapkan keperwatan dapat maslah n yang kepercayaan klien
pengam
masalah teratasi dengan kesehatan. baik bila dalam
bilan
keputus keperwatan kriteria hasil: 2. klien terjadi membangun
an.
dapat teratasi 1. mencari bantuan mampu masalah tujuan.
dengan kriteria untuk perawatan memilih di kesehtan 2. Dukung klien
hasil: diri. antara dua . untuk
1. keluarga 2. menggunakan keputusan mengidentifikasi
dapat pelayanan yang baik kekuatan dan
mengambil kesehatan yang bila terjadi kemampuan diri.
keputusan sesuai kebutuhan. masalah 3. Bantu klien
segera dalam 3. menghindari kesehtan. berfokus pada apa
melakukan kebiasaan yang yang diharapkan
tindakan dapat memicu daripada hasil
kesehatan sakit. yang diinginkan.
4. Eksplorasi
bersama klien
mengenai metode
pengukuran
terkait dengan
kemajuan dati
tujuan yang akan
dicapai.
Ganggu Setelah Setelah dilakukan 1. klien 1. Peningkatan tidur
an pola
dilakukan tindakan mampu kebutuha ( hal 348)
tidur b.
d pola tindakan keperawatan selam tidur n tidur 1. Monitor pola
tidur
keperawatan 2 x 30 menit di dengan pasien tidur klien dan
tidak
menyeh selam 2 x 30 harapkan masalah baik. terpenuh catat kondisi fisik
atkan.
menit di keperawatan dapat 2. klien i (7- 8 dan/ atau
harapkan tertasi dengan mampu jam/ hari psikologis
masalah kriteria hasil: tidur ). 2. Anjurkan klien
keperawatan 1. Pola tidur tidak dengan 2. klien untuk mementau
dapat tertasi terganggu. normal tidak pola tidur.
dengan kriteria 2. Kualitas tidur selama 7-8 merasa 3. Ajarkan klien
hasil: membaik. jam / hari. tergangg bagaimana
Klien mampu 3. Klien merasa u dengan melakukan
mendapatkan segar setelah nyerinya relaksasi
kualitas tidur bangun tidur. sehingga autogenikatau
yang baik. dapat bentuk non
tidur. framakologi
lainnya untuk
memancing tidur.
4. Bantu untuk
menghilangkan
situasi stress
sebelum tidur.

IMPLEMENTASI

Hari/ Dx. Keperawatan Implementasi Evaluasi


tanggal
Kamis, Defisien 1. Mengkaji tingkat S : klien mengatakan sudah
pengetahuan b.d
20 pengetahuan klien terkait mulai memahami tentang
kurang sumber
septembe pengetahuan dengan proses penyakit penyakitnya.
ditandai dengan
r 2018 yang spesifik. O : klien mendengarkan
kurang
pengetahuan 2. Menjelaskan tanda dan dengan baik, dan saat di beri
bahaya yang umum dari pertanyaan tentang
penyakit, komplikasi penyakitnya klien mampu
kronik yang mungkin ada menjawab.
serta terapi/ manajemen A : maslah teratasi.
nyeri yang dapat di P : hentikan intervensi.
lakukan.
3. Mendiskusikan perubahan
gaya hidup untuk
mencegah adanya
komplikasi di masa yang
aan datang dan/atau
mengontrol proses
penyakit.
4. Mengeksplor bersama
klien apakah dia telah
melakukan manajemen
gejala.
Kamis, Ketidakefektifan 1. Mengenali nilai dan sistem S : klien mengtakan sudah
20 manajemen kepercayaan klien dalam mulai yakin dalam
septembe kesehatan keluarga membangun tujuan. mengambil keputusan dan
r 2018 b.d konflik 2. Mendukung klien untuk tindakan apa yang harus
pengambilan mengidentifikasi kekuatan dilakukan saat kelurganya
keputusan. dan kemampuan diri. ada yang sakit.
3. Membantu klien berfokus O : klien tampak lebih yakin
pada apa yang diharapkan dalam mengambil keputusan
daripada hasil yang walau pun kadang – kadang
diinginkan. ragu.
4. Mengeksplorasi bersama A : masaklah teratasi
klien mengenai metode sebagian
pengukuran terkait dengan P : lanjutkan intervensi.
kemajuan dati tujuan yang
akan dicapai.
Kamis, Gangguan pola 1. Memonitor pola tidur S : klien mengatakan sudah
tidur b. d pola
20 pasien dan catat kondisi mulai bisa tidur di malam
tidur tidak
septembe menyehatkan. fisik dan/ atau psikologis. hari namun kadang – kadang
r 2018 2. Menganjurkan klien untuk masih sulit tidur.
mementau pola tidur. O : pasien tampak lebih baik
3. Mengajarkan klien dan segar.
bagaimana melakukan A : masalah teratasi
relaksasi autogenikatau sebagian.
bentuk non framakologi P : lanjutkan intervensi.
lainnya untuk memancing
tidur.
4. Membantu untuk
menghilangkan situasi
stress sebelum tidur.
Jumat, 21 Ketidakefektifan 1. Mendukung klien untuk S : klien mengtakan sudah
manajemen
septembe mengidentifikasi kekuatan mengetahui dalam
kesehatan keluarga
r 2018 b.d konflik dan kemampuan diri. mengambil keputusan dan
pengambilan
2. Membantu klien berfokus tindakan apa yang harus
keputusan.
pada apa yang diharapkan dilakukan saat kelurganya
daripada hasil yang ada yang sakit.
diinginkan. O : klien mampu mengambil
3. Mengeksplorasi bersama keputusan dengan baik.
klien mengenai metode A : masalah teratasi sebagian
pengukuran terkait dengan P : lanjutkan intervensi.
kemajuan dati tujuan yang
akan dicapai
Jumat, 21 Gangguan pola 1. Memonitor pola tidur pasien S : klien mengatakan sudah
tidur b. d pola
septembe dan catat kondisi fisik dan/ mulai bisa tidur di malam
tidur tidak
r 2018 menyehatkan. atau psikologis. hari namun kadang – kadang
2. Menganjurkan klien untuk masih sulit tidur namu klien
tidur siang. memodifikasi dengan tidur
3. Membantu untuk siang selama 1-2 jam/ hari.
menghilangkan situasi O : pasien tampak lebih baik
stress sebelum tidur. dan segar.
A :masalah teratasi sebagian.
P : lanjutkan intervensi.
FORMAT EVALUASI SUMATIF

No Pernyataan ( TIK ) Ya Tidak Keterangan