Anda di halaman 1dari 11

Tugas Kelompok Dosen Pengampu

Teori Akuntansi Keuangan Rofika. SE., M.Si., Ak

“Konsep Laba”

Disusun Oleh :
Kelly Chen 1702114577
Nadila Rizki Ariyanto 1702114579
Nur Hasanah Arini Mustafa 1702123145
Nurhaliza 1702110117

JURUSAN AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS RIAU
2020
KONSEP LABA

Income, Revenues, and Gains


Income
Accounting Terminology Bulletin (ATB) 2 mendefinisikan income dan
profit sebagai jumlah yang merupakan hasil pengurangan dari revenue
(pendapatan), atau dari operating revenue, HPP, serta biaya dan kerugian
lain-lain. Sedangkan Accounting Principles Board (APB) Statement 4
mendefinisikan net income atau net loss sebagai kelebihan (kekurangan)
pendapatan atas biaya- biaya untuk satu periode akuntansi. Kedua definisi di
atas menggunakan pendekatan revenue- expense.
Statement of Financial Accounting Concept (SFAC) No. 6 menggunakan
pendekatan asset- liabilitas untuk mendefinisikan comprehensive
income sebagai perubahan pada ekuitas (netassets) sebuah entitas selama
satu periode transaksi dan kejadian lain dan circumstances diluar sumber
daya pemilik.
Revenues And Gains
ATB 2 mendefinisikan revenue sebagai hasil dari penjualan barang dan
memberikan jasa dan diukur dengan harga yang dibebankan kepada
konsumen, klien, atau penyewa. Definisi ini menggunakan
pendekatan revenue- expense.
Mulai terdapat pergeseran pendekatan yang digunakan dari revenue-
expense approach ke pendekatan asset- liabilitas dalam APB Statement
4 yang mendefinisikan revenue sebagai gross peningkatan asset dan gross
penurunan liabilitas yang diukur sesuai dengan GAAP yang merupakan hasil
dari tipe aktivitas yang bertujuan mendapatkan profit.
Revenue didefinisikan sebagai arus masuk atau peningkatan asset
sebuah entitas atau pelunasan liabilitasnya (atau kombinasi keduanya)
selama satu periode dari mengantarkan atau memproduksi barang,
memberikan jasa, atau aktivitas lain yang merupakan aktivitas operasional
utama perusahaan. Definisi ini diberikan oleh SFAC No. 6 dengan
menggunakan pendekatan asset- liabilitas.

Pengakuan Pendapatan ( Revenue Recognition )


prinsip pengakuan pendapatan (revenue recognition principle)
menunjukkan bahwa pendapatan diakui jika besar kemungkinan bahwa
manfaat ekonomi masa depan akan diperoleh oleh perusahaan dan
pengukuran yang dapat yang dapat diandalkan dari jumlah pendapatan
dimungkinkan. Berdasarkan kan dasar pengakuan pendapatan, kriteria
kemudian ditetapkan untuk berbagai transaksi pendapatan melalui
pengembangan IFRS terkait.
Umumnya, pengujian yang objektif, seperti penjualan, menunjukkan
titik di mana sebuah perusahaan mengakui pendapatan. Penjualan tersebut
memberikan pengukuran yang objektif dan dapat diverifikasi dari
pendapatan - harga jual. Setiap dasar untuk pengakuan pendapatan seperti
penjualan aktual membuka pintu untuk berbagai praktik. Pengakuan pada
saat penjualan memungkinkan pengujian yang seragam dan wajar: Namun
pengecualian dalam aturan tetap ada.
1. Selama Produksi.
Perusahaan dapat mengakui pendapatan sebelum menyelesaikan
pekerjaan dalam kontrak konstruksi jangka panjang tertentu Dalam
metode ini, perusahaan mengakui pendapatan secara periodik,
berdasarkan persentase penyclesaian pekerjaan tersebut.
2. Akhir produksi
Perusahaan dapat mengakui pendapatan setelah penyelesaian siklus
produksi , tetapi sebelum penjualan terjadi . hal ini terjadi jika produk
atau aset lainnya yang dapat dijual di pasar aktif dengan harga yang
dapat ditentukan tanpa biaya tambahan yang signifikan.
3. Setelah penerimaan kas
Penerimaan kas adalah dasar lain untuk pengakuan pendapatan .
perusahaan menggunakan pendekatan berbasis kas hanya ketika
penagihannya tidak pasti pada saat penjualan . salah satu bentuk
pendekatan berbasis kas adalah metode penjualan dan angsuran .

Expenses and Losses


Expenses atau biaya didefinisikan oleh ATB 4 melalui pendekatan revenue- expense,
meliputi semua expired cost yang sudah dikurangkan dari pendapatan. Sedangkan menurut APB
Statement No. 4, biaya adalah gross penurunan pada asset atau gross peningkatan pada liabilitas
yang diakui dan diukur sesuai dengan GAAP yang dihasilkan dari aktivitas profit- oriented suatu
entitas. Sedangkan dengan menggunakan pendekatan asset- liabiltas dalam SFAC No. 6, biaya
adalah arus keluar atau penggunaan lain asset atau kewajiban yang terjadi (atau kombinasi
keduanya) selama suatu periode dari mengantarkan atau produksi barang, memberikan jasa, atau
melakukan aktivitas lain yang merupakan aktivitas operasi utama perusahaan.
Losses atau kerugian didefinisikan dalam APB Statement No. 4 dan SFAC No. 6 dalam
cara yang sama seperti gains. Losses mencerminkan pengurangan pada net asset tapi tidak dari
expenses atau transaksi modal.
Pengakuan terhadap expenses atau biaya terdapat dalam APB Statement No. 4 dimana expenses
itu sendiri diklasifikasikan menjadi tiga kategori yaitu:
1. Kos yang diasosiasikan secara langsung dengan periode pendapatan.
2. Kos yang diasosiasikan dengan periode dengan beberapa basis.
3. Kos yang secara praktik tidak dapat diasosiasikan dengan periode manapun.
Jika memungkinkan, kos harus dibandingkan dengan biaya yang digunakan untuk
menghasilkan pendapatan tersebut. Jika tidak dapat dilakukan secara langsung, maka kos dapat
dibandingkan dengan pendapatan dengan menggunakan cara yang rasional dan sistematis.
Apabila kedua cara sebelumnya itu tidak dapat dilakukan, maka kos diakui pada periode biaya
terjadi. kos yang terjadi di periode saat ini maupun periode lampau, yang tidak memiliki manfaat
di masa mendatang harus diakui sebagai expense sesegera mungkin. Sebenarnya para akuntan
berpendapat bahwa metode alokasi bersifat arbitrary, artinya tidak ada satu metode yang lebih
baik dari metode yang lain. Oleh karena itu terdapat beberapa yang menyarankan allocation- free
accounting dengan menggunakan laporan arus kas, exit- price systems, dan tipe tertentu dari
replacement-cost system.
Pengakuan Beban
Beban didefinisikan sebagai arus keluar atau penggunaan lain dari aset atau munculnya
liabilitas (atau gabungan keduanya) selama periode sebagai akibat dari pengiriman atau produksi
barang dan / atau penyediaan jasa.
Pengakuan beban terkait dengan perubahan neto dalam aset dan perolehan pendapatan.
Dalam praktiknya , pendekatan untuk mengakui biaya adalah “ biarkan biaya mengikuti
pendapatan “. Pendekatan ini adalah prinsip pengakuan beban.
Biaya umumnya diklasifikasikan menjadi 2 kelompok ; biaya produk dan biaya periode.
Biaya produk seperti biaya bahan baku , tenaga kerja , dan overhead dibebankan ke produk.
Biaya periode seperti biaya gaji pegawai dan biaya administrasi lainnya dibebankan ke periode
yang bersangkutan.

Jenis biaya Hubungan Pengakuan


Biaya produk : Hubungan langsung antara Mengakui pada periode
- Bahan baku biaya dan pendapatan pendaparan (prinsip
- Tenaga kerja pengaitan )
- Overhead

Biaya periode : Tidak ada hubungan Beban pada saat terjadinya


- Gaji langsung antara biaya dan
- Biaya administrasi pendapatan

Untung dan Rugi (Profit and Loss)


Untung dan rugi merupakan sebuah bagian dari laba dimana ssetiap bisnis pasti akan
mengalaminya. Keuntungannya ialah sebuah peningkatan ekuitas atau aktiva bersih yang berasal
dari semua transaksi perusahaan. Sedangkan kerugian adalah penurunan aktiva bersih atau
ekuitas yang berasal dari transaksi tambahan (peripheral).

Kejadian yang Akan Datang dan Pengakuan Akuntansi


Sifat dan peran kejadian di masa yang akan datang serta proses pengakuan telah
memberikan banyak perhatian. Hal ini disebabkan oleh proses pelaporan yang masih berdasarkan
pada pencatatan kejadian yang masa lalu, tetapi kejadian masa lalu tersebut serta pencatatannya
justru sangat bergantung pada interpretasi kita terhadap kejadian baik yang akan maupun yang
tidak akan terjadi. Misalnya, dalam perhitungan depresiasi.
Aspek-aspek mengenai kejadian di masa yang akan dating, sebagai berikut:
1. Persepsi atas kejadian masa lalu; menggunakan one event view dimana suatu kejadian
hanya dilihat dari sisi satu pihak atau two event view yang dilihat dari kedua pihak
2. Probabilitas kejadian di masa yang akan datang; merupakan salah satu masalah besar
terkait dengan asumsi dan estimasi di masa yang akan dating
3. Tujuan manajemen; ditolak sebagai basis pengakuan kejadian karena manajemen
mungkin saja merubah tujuannya
4. Nilai pasar; mencerminkan konsensus pasar atas kondisi saat ini yang merupakan nilai
sekarang dari kondisi yang diharapkan di masa yang akan datang
5. Konservatisme; kemajuan dalam menyelesaikan masalah terkait kejadian di masa
mendatang, akan memperkecil perannya
6. Kondisi ekonomi di masa yang akan datang; konsensus untuk menghindari prediksi
perubahan ekonomi di masa yang akan dating kecuali bila ada bukti yang kuat
7. Peraturan legal di masa mendatang; menolak memprediksi perubahan legal di masa yang
akan dating sebelum ddraft-nya diberlakukan.

Konsep Laba Operasi VS Laba Menyeluruh


1. Konsep Laba Operasi
 Pendukung konsep ini menyatakan bahwa dalam laporan laba rugi seharusnya
terdiri dari item normal operating saja. Sedangkan item non operating seharusnya
dilaporkan dalam laporan laba ditahan.
 Pencatatan kerugian dari pos luar biasa tidak boleh disajikan dalam laporan laba
ditahan atau laporan laporan perubahan ekuitas, maka laporan laba rugi hanya
mencantumkan hasil dari operasi normal periode tersebut.
2. Konsep Laba Menyeluruh
 Pendukung laporan inni berpendapat bahwa semua komponen harus dimasukkan
dalam laporan laba rugi. Laporan laba ditahan seharusnya mencerminkan total
laba yang dilaporkan dalam laba rugi dan diatribusi deviden sebagai tambahan
pada keseimbangan awal dan akhir.
 Pencatatan kerugian dari pos luar biasa daapt disajikan dalam laporan laba rugi,
sedangkan dalam laporan laba ditahan hanya berisi laba bersih yang ditransfer
dari laporan laba rugi deklarasi (pembayaran deviden), penyisihan dari laba
(oppropriation of retained earnings).

Komponen Laporan Laba Rugi


1. Bagian penjualan atau pendapatan. Menyajikan penjualan, diskon, penyisihan, imbal
hasil, dan informasi terkait lainnya. Tujuannya adalah untuk mendapatkan pendapatan
neto dari pendapatan penjualan.
2. Bagian beban pokok penjualan. Menunjukkan beban pokok penjualan untuk
menghasilkan penjualan.
Laba Bruto. Pendapatan dikurangi beban pokok penjualan.
3. Beban penjualan. Melaporkan beban yang diakibatkan oleh upaya perusahaan untuk
mengahasilkan penjualan
4. Beban administrasi atau umum. Melaporkan beban administrasi umum
5. Pendapatan dan Beban Lain. Mencakup sebagian besar transaksi yang tidak memenuhi
kategori pendapatan dan beban seperti yang dijelaskan diatas. Pos-pos keuntungan dan
kerugian atas penjualan aset tetap, penurunan nilai aset, dan beban restrukturisasi,
dilaporkan dalam bagian ini. Selain itu, pendapatan yang dilaporkan seperti pendapatan
sewa, pendapatan deviden, pendapatan bunga seringkali dilaporkan.
Laba operasi. Hasil keuangan perusahan dari hasil normal.
6. Biaya keuangan. Suatu pos terpisah yang mengidentifikasi biaya pendanaan perusahaan,
yang selanjutnya disebut sebagai beban bunga.
Laba sebelum pajak penghasilan. Total laba sebelum pajak penghasilan.
7. Pajak penghasilan. Bagian pendek yang melaporkan pajak yang dikenakan pada pajal
laba sebelum pajak penghasilan.
Laba dari operasi yang dilanjutkan. Hasil perusahaan dari sebelum keuntungan atau
kerugian dari operasi yang dihentikan. Jika perusahaan tidak memililki keuntungan atau
kerugian dari operasi dihentikan, maka bagian ini tidak dilaporkan dan jumlah pada
bagian ini merupakan laba neto.
8. Operasi dihentikan. Keuntungan dan kerugian akibat penghentian komponen
perusahaan.
Laba neto. Hasil neto dari kinerja perusahaanselama periode waktu tertentu.
9. Kepentingan nonpengendali. Menyajikan alokasi laba neto kepada pemegang saham
utama dan kepentingan nonpengendali (hak minoritas).
10. Laba persaham. Jumlah perlembar saham atas laba yang dilaporkan.

Contoh Laporan Laba Rugi

BOC HONG COMPANY


LAPORAN LABA RUGI
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2011

Pendapatan Penjualan
Penjualan $3.053.081
Dikurangi:Diskon penjualan $24.241
Retur dan potongan penjualan 56.427 80.668
Pendapatan penjualan neto 2.972.413
Beban pokok penjualan 1.982.541
Laba Bruto 989.872
Beban penjualan
Gaji dan komisi penjualan $202.644
Gaji kantor penjualan 59.200
Perjalanan dan hiburan 48.940
Beban iklan 38.315
Kargo dan pengangkutan 41.209
Perlengkapan dan beban pengiriman 24.712
Pos dan alat tulis 16.788
Beban telepon dan internet 12.215
Penyusutan peralatan penjualan 9.005 453.208
Beban administrasi
Gaji pegawai 186.000
Gaji kantor 62.200
Jasa pelayanan hukum & professional 23.721
Beban utilitas 23.275
Beban asuransi 17.029
Peyusutan gedung 18.059
Penyusutan peralatan kantor 16.000
Alat tulis, perlengkapan & ongkos kirim 2.875
Beban kantor lain-lain 2.612 350.771 803.799
Pendapatan dan beban lainnya
Pendapatan dividen 98.500
Pendapatan sewa 42.910
Keuntungan atas peejualan asset tetap 30.000 17.410
Laba dari operasi 357.483
Bunga obligasi dan wesel bayar 126.060
Laba sebelum pajak penghasilan 231.423
Pajak penghasilan 66.934
Laba neto selama tahun berjalan $164.489
Didistribusikan kepada:
Pemegang saham Boc Hong $120.000
Kepentingan non pengendali 44.489
Laba per saham $1,74

Ringkasan Pos Laba Rugi

Jenis Situasi Kriteria Contoh Penempatan pada Laporan


Laba Rugi
Pendapatan Pendapatan yang timbul Pendapatan Bagian penjualan atau
penjualan dari aktivitas perusahaan penjualan, pendapatan
atau jasa yang biasa pendapatan jasa
Beban pokok Beban yang timbul dari Pada perusahaan Doliramglam daro [emkia;am
penjualan biaya persediaan yang dagang, Beban pokok imtil ,e,[erp;ej ;aba britp atai
dijual atau jasa yang penjualan; pada [emda[atam kasa
disediakan perusahaan jasa, Biaya
jasa
Beban Beban yang timbul dari Gaji penjualan, Dikurangkan dari laba bruto;
penjualan dan aktivitas perusahaan yang pengangkutan, sewa, jika pendekatan fungsi beban
administrasi biasa penyusutan, utilitas yang digunakan, beban
penyusutan dan amortisasi
serta biaya tenaga kerja harus
diungkapkan
Pendapatan Keuntungan dan kerugian Keuntungan atas Dilaporkan sebagai bagian
dan beban serta pendapatan dan penjualan asset jangka laba dari operasi
lainnya beban tambahan lainnya panjang, kerugian
penurunan nilai atas
asset tak berwujud,
pendapatan investasi,
dividend an
pendapatan bunga,
kerugian akibat
kecelakaan
Biaya Memisahkan biaya Beban bunga Dilaporkan pada bagian
pendanaan pendanaan dari biaya terpisah antara laba dari
operasi operasi dan laba sebelum
pajak penghasilan
Pajak Pungutan yang dikenakan Pajak yang dihitung Dilaporkan pada bagian
penghasilan oleh badan pemerintah atas laba sebelum terpisah antara laba sebelum
dengan dasar penghasilan pajak penghasilan pajak penghasilan dan laba
neto
Operasi yang Komponen dari Penjualan oleh Melaporkan keuntungan atau
dihentikan erusahaan yang telah perusahaan yang kerugian pada operasi
dilepaskan atau terdiversifikasi dari dihentikan setelah dikurangi
diklasifikasikan sebagai divisi utama yang pajak dalam bagian terpisah
pos yang dimiliki untuk hanya mencerminkan antara laba dari operasi dan
dijual aktivitas pada industry laba neto
elektronik
Distributor makanan
yang menjual prosir
kepada supermarket
memutuskan untuk
menghentikan divisi di
wilayah geografis
utama
Kepentingan Alokasi laba atau rugi Laba (rugi) neto yang Dilaporkan sebagai pos yang
nonpengendali neto dibagi antara dua dapat diatribusikan terpisah di bawah laba atau
kelompok: (1) kepada pemegang rugi neto sebagai alokasi laba
kepentingan mayoritas saham non pengendali atau rugi neto (bukan sebagai
yang diwakili oleh pos pendapatan atau beban)
pemegang saham yang
memiliki hak
pengendalian dan (2)
kepentingan non
pengendali (sering
disebut sebagai hak
minoritas)

REFERENSI:
Kieso, Donald E., Jerry J, Weygant & Terry D. Warfield. 2017. Akuntansi Keuangan
Menengah Edisi IFRS Volume 1. Terjemahan oleh Nia Paramita Sari & Muhammad Rifai.
Jakarta: Salemba Empat.
http://cintokowati.blogspot.com/2011/01/teori-akuntansi-income-statement.html
https://www.scribd.com/document/248438437/Laporan-Laba-Rugi-Teori-Akuntansi-
Keuangan