Anda di halaman 1dari 19

Macam-macam Alat ukur dan Alat kerja bangku

Disusun untuk memenuhi Tugas Mata Kuliah Praktek Bengkel Perkakas

(Tugas1)

Disusun Oleh :

Prasetio Prakoso

40040418060070

Dosen Pengampu :

Sulaiman AT,MT

PROGRAM STUDI DIPLOMA III TEKNOLOGI PERANCANGAN DAN


KONSTRUKSI KAPAL

SEKOLAH VOKASI UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG

2019
KATA PENGANTAR
Assalamualaikum Wr. Wb.

Ucapan syukur selalu penulis munajatkan kepada Allah SWT yang dengan ridho
serta hidayah-Nya senantiasa melimpahkan rahmat kepada penulis sehingga penulis dapat
menyelesaika makalah tugas Praktek Bengkel Perkakas yang berjudul “Pemakaian
Ukuran Alat-Alat Kerja Bangku”

Dengan selesainya penulisan makalah Praktek Bengkel Perkakas ini dalam rangka
menyelesaikan tugas dari Bapak Sulaiman AT,MT

Penulis tentu menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kata sempurna dan
masih banyak terdapat kesalahan serta kekurangan di dalamnya. Untuk itu, penulis
mengharapkan kritik serta saran dari pembaca untuk makalah ini, supaya makalah ini
nantinya dapat menjadi makalah yang lebih baik lagi. Demikian, dan apabila terdapat
banyak kesalahan pada makalah ini penulis mohon maaf yang sebesar-besarnya.

Demikian, semoga makalah ini dapat bermanfaat. Terima kasih.

Wasalamualaikum Wr. Wb.

Semarang, 20 Maret 2019

Prasetio Prakoso
DAFTAR ISI

JUDUL

KATA PENGANTAR

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar belakang
B. Rumusan Masalah
C. Tujuan

BAB II PEMBAHASAN

A. Kikir
B. Tanggem
C. Penjepit
D. Gergaji

BAB III PENUTUP


A. Kesimpulan
B. Daftar Pustaka

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Teknik Kerja Bangku adalah teknik dasar yang harus dikuasai olehseseorang
dalam mengerjakan benda kerja. Pekerjaan kerja bangku penekanan pada
pembuatan benda kerja dengan alat tangan, dan dilakukandi bangku kerja. Praktik
kerja bangku melatih mahasiswa agar mampumenggunakan alat kerja yang baik
dan benar, serta mampu menghasilkan benda kerja yang memiliki standar tertentu
sesuai dengan lembar kerja yangditentukan. Hal ini dapat tercapai jika mahasiswa
melakukan pekerjaandengan baik sesuai dengan peraturan dan tata cara pengerjaan
praktek kerja bangku.
Pekerjaan kerja bangku meliputi menggambar, mengikir,mengebor,mengetap.
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sekarang ini mengalami kemajuan
yang sangat pesat. Mahasiswa dituntutselalu mengembangkan segala potensi yang
ada pada dirinya guna membentuk keterampilan yang berkualitas, professional, dan
berwawasan luas.
Teknik Kerja Bangku adalah teknik dasar yang harus dikuasai olehseseorang
dalam mengerjakan kerja bangku didalam dunia teknik  permesinan sebagai dasar
untuk materi teknik pemesinan pada tingkatselanjutnya. Pekerjaan kerja bangku
meliputi berbagai jenis kontruksigeometris yang sesuai dengan perintah
kerja.Persyaratan kualitas terletak kepada pemahaman seseorang dalam praktek
kerja bangku dan pelaksanaannya di tempat kerja yang meliputi :tingkat
ketrampilan dasar penguasaaan alat tangan, tingkat kesulitan produk yang dibuat,
dan tingkat kepresisian hasil kerja. Kerja bangku tidak hanyamenitik beratkan pada
pencaapaian hasil kerja, tetapi juga pada prosesnya.Dimana pada proses tersebut
lebih menitikberatkan pada etos kerja yangmeliputi ketekunan, disiplin, ketahanan,
serta teknik sebagai dasar sebelum melanjutkan ke pengerjaan yang menggunakan
mesin ± mesin produksi.
B. Rumusan Masalah
1) Perngertian kikir, tanggem, gergaji dan penjepit
2) Spesifikasi kikir, tanggem, gergaji dan penjepit
3) Penggunaan kikir, tanggem, gergaji dan penjepit
C. Tujuan
1. Menyebutkan bagian-bagian dari kikir, tanggem, gergaji dan penjepit
2. Mengetahui penggunaan kikir, tanggem, gergaji dan penjepit
3. Mengetahui spesifikasi kikir, tanggem, gergaji dan penjepit

PEMBAHASAN

A. KIKIR
Hal yang harus diperhatikan pada saat mengikir :
a. Tinggi ragum terhadap orang yang bekerja. 
b. Pencekaman benda kerja.
c. Pemegangan kikir.
d. Posisi kaki dan badan.
e. Gerakan kikir.
f. Kebersihan kikir.

Cara mengikir yang baik


1. Cara memegang kikir dan menekan kikir pada waktu mengikir kasar
2. Cara memegang kikir dan menekan kikir pada waktu mengikir ringan / menghaluskan

3. Cara memegang kikir dan menekan waktu mengikir penyelesaian / mengepas


4. Cara memegang kikir dan menekan pada waktu mengikir meratakan (Bagian yg belum
rata ingin di ratakan)

 PENGARUH DARI PROSES MENGIKIR


Penggunaan berbagai tingkatan pemotongan
Kikir kasar selalu mempunyai alur pemotongan tunggal (Single Cut), Kikir ini
untuk mengikir material besi lunak

 Dreadnought file akan menghasilkan permukaan lebih halus dibanding


dengan hasil pemotongan roughing karena  mempunyai suatu kecenderungan untuk
membersihkan diri sendiri, hal ini karena dreadnought file mempunyai alur
pemotongan yang melengkung.
 Kikir Coarse-Cut Kikir ini efektif untuk memindahkan mengikir metal dalam
jumlah yang banyak.
 Kikir Bastard digunakan paling umum digunakan untuk material keras kebawah.
 Kikir setengah halus , kikir ini digunakan untuk menghasilkan finishing yang
lebih halus dari bastard cut. Kikir ini juga dapat digunakan untuk mengikir metal
keras
 Kikir Smooth , Kikir ini digunakan untuk menghasilkan permukaan yang lebih
halus dari second cut.
 Dead-Smooth-Cut Walaupun jarang digunakan secara umum , kikir ini mungkin
digunakan ketika dibutuhkan hasil finishing yang halus.
Bentukan memanjang kikir
Bentukan kikir pada umumnya sisi tebalnya sedikit taper di ujungnya kira-kira
sepanjang sepertiga bagian dari panjang kikir

Bentukan melintang kikir


Nama kikir biasanya diperoleh dari bentuk potongan kikir itu, sebagai contoh
kikir bulat ( round file ), kikir bujur sangkar ( sguare file ), dan kikir setengah
lingkaran ( Half round file ) atau dari jenis pekerjaan yang sering dikerjakan, sebagai
contoh flat file, warding file dan mill saw file.

Efek “Belly”
Kebanyakan kikir dibuat dengan bentuk sedikit cembung pada permukaannya atau sedikit
dibengkokkan pada sisi panjangnya. Hal ini bertujuan untuk :
 Mengeliminir penyimpangan pada saat proses hardening.
 Memungkinkan kikir itu memotong dengan mudah.
 Memudahkan dalam membuat permukaan yang rata
 Mempermudah dalam mengarahkan saat mengikir permukaan yang tinggi

Pengelompokan kikir berdasarkan kode kekasaran gigi


Untuk dapat menghasilkan pengikiran yang maksimal, pemilihankikir harus sesuai dengan
jenis pekerjaan dan hasil pengikiran yang dikehendaki.
Tabel 1 memperlihatkan Pengelompokan kikir berdasarkan kode kekasaran gigi dan
penggunaannya
Pengelompokan kikir berdasarkan penampang pemilihan penampang kikir hendaknya
disesuaikan dengan profil
(bentuk) dari penampang benda kerja yang akan dibuat, sehingga muda
h mendapatkan bentuk yang diinginkan.
Tabel 2. Pengelompokan kikir berdasarkan penampang dan penggunaannya

Arah pemakanan kikir 


Deretan gigi kikir dibuat miring terhadap sumbu badan kikir.
Pada jenis double cut 
kedua alur tidak sama dalam , semua ini mempunyai fungsi yang berbeda. Alur yang lebih dalam
berfungsi untuk jalan keluar tatal sedangkan alur  y a n g  dangkal  berfungsi
u n t u k   m e m a t a h k a n   t a t a l   m e n j a d i   p e n d e k - p e n d e k sehingga mudah keluar. Oleh
karena itu dengan arah pemakanan
lurus searah s u m b u   k i k i r , maka
tatal akan mudah keluar dan de
n g a n   s e n d i r i n y a   b e b a n n pengikira
n menjadi ringan

Kikir gigi tunggal arah pemakanan tidak satu


sumbu dengan sumbu kikir

Kikir gigi tunggal arah pemakanan lurus dengan sumbu kikir

Kikir gigi ganda arah pemakanan lurus


dengan sumbu kikir Pahat dalam.

o Macam-macam pengikiran
Pengikiran lapisan keras kulit benda kerja
(lapisan terak) Gigi kikir memenuhi
semua badan kikir, ada gigi samping
dan adagigi muka. Gigi-gigi ini dibuat
dengan fungsi yang berbeda. Gigi samping atau bagian ujung kikir digunakan untuk
membuang lapisan yang keras, sepertilapisan terak/karbon pada kulit benda
kerja sebagai akibat pembentukan prosespanas, atau permukaan hasil pemotongan dengan
las karbit/asetilin. Sedangkangigi muka digunakan untuk pengkiran permukaan yang lunak.
B. TANGGEM
alat untuk menjepit benda kerja, untukmembuka rahang ragum dilakukan dengan cara
memutar tangkai/tuas pemutar ke arah kiri (berlawanan arah jarum jam) sehingga batang
berulir akan menarik landasan tidak tetap pada rahang tersebut, demikian pula
sebaliknya untuk pekerjaan pengikatan benda kerja tangkai pemutar diputar ke arah
k a n a n (searah jarum jam).
Namun ada juga jenis ragum kerja bangku yang rahang penjepitnya dibuat ratadan halus
(digerinda), dimana jenis ragum ini digunakan untuk menjepit bendakerja yang sudah
memiliki permukaaan rata. Pencekaman benda kerja pada saat mengikir semaksimal mungkin, hal
ini perlu diperhatikan mengingat fungsi mulut ragumselain dapat menjepit lebih kuat

juga sebagai dasar kesikuan hasil pekerjaan pengikiran. Hal lain yang sangat penting
diperhatikan dalam penjepitan bendakerja adalah kesejajaran permukaan benda kerja dengan
mulut ragum.

RAHANG RAGUM UNTUK FUNGSI-FUNGSI KHUSUS


Berdasarkan kapasitasnya untuk mencekam dengan kuat atau memberikan tekanan
tetap, ragum dapat digunakan untuk menyelesaikan berbagai masalah dalam produksi di
bengkel-bengkel kecil dimana umumnya memerlukan penyesuaian peralatan dan
teknik/metode untuk pekerjaan-pekerjaan secara manual dengan tangan. Operasi-operasi
di bengkel besar akan memerlukan jig atau alat tekan yang dapat digabung dengan ragum
tertentu atau alat lain dari ragum biasa.
Satu masalah yang timbul adalah bagaimana mencekam benda kerja dengan kuat
tanpa meninggalkan bekas kasar dari ragum; masalah lain yaitu bagaimana memegang
part kecil dengan ragum yang relatif besar. Ada solusi mudah untuk masalah-masalah
tersebut.
Terlepas dari alas penyelip atau jepitan lunak yang dapat digunakan untuk
melindungi benda kerja, seringkali hal ini cukup untuk memegang benda kerja dengan
kardus seperti pada kardus rokok. Karena ketipisannya dan disokong dengan jepitan
logam, hal ini akan memberikan cekaman yang lebih kuat pada benda kerja daripada
jepitan fiber yang tebal. Lembaran logam seperti alumunium dan kuningan, serta semua
material logam lunak juga dapat digunakan.
  Jika bagian utama dari benda kerja mengalami permesinan atau akan mengalami
kerusakan akibat dari jepitan ragum standar, sepasang permukaan halus dari baja lunak
akan mengubah bangku ragum, untuk fungsi ini, menjadi sebuah mesin ragum tetap.  
Saat ini, memegang sebuah mesin ragum lebih nyaman dilakukan pada bagian
dasar/kaki bangku ragum, dengan menggunakan mesin ragum untuk memasang benda
kerja, dan berdasar prinsipnya, ragum kecil tertentu, atau penjepit ragum, dan bahkan
tempa pembuat perkakas dapat dipasang untuk benda kerja kecil.
CARA PENGGUNAAN  RAGUM
Cara penggunaan Ragum yang benar,yaitu:
a.Memilih tinggi ragum yang sesuai
              Cara memilih ragum yang sesuai dengan tinggi badan anda :
1. berdiri tegak di ragum
2. tempelkan kepalan tangan pada dagu
3. sukut harus berada diatas mulut ragum dan apabila lengan kita ayunkan,sikut jangan
sampai menyentuh bibir mulut ragum.
b.Menjepit benda kerja pada ragum
Bila kita menjepit bernda kerja pada ragum, benda kerja yang keluar dari mulut
ragum janganlah terlalu tinggi, terrutama apabila bahan benda kerja itu terbuat dari logam
tipis.Bila memungkinkan perbandingan bahan yang keluar dari mulut ragum harus lebih
kecil daripada bagian yang terjepit.
Gunakan pelat pelapis untuk menjepit benda kerja, hal ini dilakukan untuk
mencegah terjadinya kerusakan akibat dari jepitan gigi ragum.Pelat pelapis bisa dibuat
dari bahan plat tipis yang rata, plat siku dll.
c.Posisi badan dan kaki
Kikir ditekan dan pada waktu didorong ke depan dengan tekanan dari tangan kiri
yang seimbang,sedangkan pada waktu kikir ditarik ke belakang harus bebas dari tekanan
namum tidak berarti kikir harus diangkat dari permukaan benda kerja.
Kedudukan kaki pada pada saat mengikir kedua telapak kaki seolah-olah
membentuk sudut kurang 45°.
2.4 JENIS-JENIS RAGUM
                Secara umum Ragum dibagi menjadi 3 yaitu:
1. Ragum catok

              Benda kerja yang akan dikerjakan dengan mesin frais harus dijepit dengan kuat
agar posisinya tidak berubah waktu difrais. Berdasarkan gerakannya ragum dibagi
menjadi 3 jenis yaitu :
a) Ragum biasa
             Ragum ini digunakan untuk menjepit benda kerja yang bentuknya sederhana dan
biasanya hanya digunakan untuk mengefrais bidang datar saja.

Gbr 1. Ragum Biasa

b) Ragum berputar
            Ragum ini digunakan untuk menjepit benda kerja yang harus membentuk sudut
terhadap spindle (poros putar ). Bentuk ragum ini sama dengan ragum biasa tetapi pada
bagaian bawahnya terdapat alas yang dapat diputar 360 derajat.
Gbr 2. Ragum putar
c) Ragum universal
               Ragum ini mempunyai dua sumbu perputaran, sehingga dapat diatur letaknya
secara datar dan tegak.

Gbr 3. Ragum universal


C. Gergaji

Gergaji besi adalah alat untuk memotong benda kerja panjang dengan ukuran yang telah
ditentukan. Adapun Bagian-bagian gergaji:
1.      Bingkai, Terbuat dari pipa baja yang kuat dan kuku agar hasilnya lurus dan kuat
bingkai yang dapat diatur terbuat dari pipa baja yang oval. Bingkai ini dapat di pakai
untuk macam macam gergaji
2.      Tangkai, Biasanya terbuat dari bahan yang logam yang lunak
3.      Pasak daun gergaji, Pasak ini dipasang pada kedua bingkainya
4.      Mur kupu – kupu, Digunakan untuk mengngencangkan daun gergaji, pada
pemasangan mata gergaji perlu diperhatikan arah matanya.
PENUTUP

A. Kesimpulan
Praktek kerja bangku ada berbagai macam peralatan yang digunakan dimana
setiap peralatan memiliki fungsi masing-masing. Dalam proses kerja bangku
sebaiknya selalu perhatikan keselamatan demi kelancaran kerja dan menghindari
resiko yang mungkin terjadi. Praktikum kerja bangku dibutuhkan ketelitian,
kesabaran dan keuletan agar tercapainya target waktu yang telah ditentukan.

B. Daftar Pustaka
http://doddi_y.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/27219/PENGENALAN+ALAT
+BANGKU.pdf
https://lek-lut16.blogspot.com/2014/05/alat-alat-bengkel-kerja-bangku-mesin.html
https://www.academia.edu/9215193/PENGENALAN_ALAT_KERJA_BANGKU
Muhammad Tekad, Anthonius LSH.2006. Bahan Ajar Teknik Kerja Bangku dan Pelat. Politeknik
Ujung Padang
https://www.academia.edu/13715758/MAKALAH_RAGUM