Anda di halaman 1dari 13

1 Agustus 2019

Ustadz Dr. Mussyafa Ad Dariny, Lc. MA

Manhaj dan Madzhan, Apa Bedanya?

Muqodimah

"Tidak ada hari yang dimana amal shaleh didalamnya yang lebih dicintai oleh Allah dibanding amalan
amalan shaleh lainnya."

Hari hari itu adalah 10 hari awal di bulan dzulhijah.

Manhaj

Dalam bahasa nahaja, yanhaju adalah bentuk kata masdar yang berarti jalan, cara, metode

Kata manhaj disebutkan dalam al quran yaitu minhaj, artinya jalan yang lurus

Al maidah ayat 48.

Secara istilah manhaj berarti cara beragama sesuai al quran dan hadits sesuai dengan pemahaman
salafus shalih. Kata kata manhaj tidak ada di kitab kitab pada ulama ulama terdahulu.

Syaikh sholeh fauzan berkata manhaj adalah jalan yang dituliskan oleh rabb kita dalam kitabnya yang
telah dijelaskan Nabi Muhammad shalallahu alaihiwasalam dan dijalankan oleh para sahabat.

Jalan beragama islam yang seorang muslim yang sesuai dengan al quran dan sunnah yang dipahami dan
dipraktekkan oleh para sahabat.

Manhaj inilah jalannya ahlussunnah wal jamaah yang sejati. Manhaj ini mencakup semua agama islam
baik amalan zhohir maupun amalan bathil.

Kata manhaj dipakai mengenai masalah masalah yang prinsip dalam islam. Kalau seseorang
menyelisihinya maka dia keluar dari ahlussunnah wal jamaah.

Contohnya

1. Sumber aqidah adalah al quran dan sunnah, bila ada yang tidak menyetujuinya maka dia keluar dari
ahlussunnah wal jamaah.

2. Tidak boleh mentakwil nama nama dan sifat Allah maka keluar dari ahlussunnah wal jamaah.

3. para sahabat tidak boleh dicela maupun direndahkan. Bila ada yang mencela maka keluar dari
ahlussunnah wal jamaah.

4. Iman bukan hanya keyakinan, perkataan, namun juga mencakup perbuatan.


5. Ibadah harus sesuai tuntunan, bila ada orang berkata ibadah itu asalkan niatnya baik maka sudah
keluar dari ahlussunnah wal jamaah.

6. Tidak boleh fanatik kecuali kepada dalil. Dari dulu sampai zaman sekarag para ulama ulama
memerangi fanatik. Fanatik adalah membenarkan semua informasi.

7. Menyikapi pemimpin muslim yang sah, maka harus kita ikuti selama tidak memerintahkan kepada
kemaksiatan.

8. Menyikapi kesyirikan dan bida'ah harus tegas.

9. Tarekat tarekat sufi adalah penyimpangan.

10. Mengakfirkan seseorang harus sangat hati hati.

11. Masalah takdir.

Madzhab

Berasal dari kata dzahaba, yadzhabu, artinya tempat tujuan pergi. Tempat pergi ini bisa kasat mata
maupun tak kasat mata. Tempat perginya pendapat atau perkataan seseorang.

Sebagian ulama mengatakatan madhab adalah pendapat yang dipilih oleh salah seorang imam dalam
masalah ijtihadiah. Ini dimasa masa ulama terdahulu.

Madzhab diawal munculnya biasanya digunakan dalam bidang aqidah. Ada madhab mu'tazilah,
madzhab jabariyah. Kemudian berkembang menjadi kelompok kelompok fiqih. Di zaman sekarang
madzhab lebih kepada bidang fiqih.

Madhab fiqih ini mengalami fase fase pergesaran, terbagi 4 fase :

1. Menyandarkan diri pada seorang imam saja.

2. Fase bolehnya berafiliasi dengan madzhab lain, mengkususkan diri pada suatu madzhab namun masih
boleh mengambil pendapat lainnya.

3. Fase harus mengikuti satu madzhab dan harus tahu dalilnya.

4. Fase harus mengikuti satu madzhab walaupun tidak tahu dalillnya. (Zaman sekarang)

Bagaimana menyikapi madzhab tersebut. Terbagi 3 kelompok

1. Sangat berlebihan, sehingga orang orang ini mewajibkan bermadzhab. (Fanatik buta)

2. Berlebihan menolaknya. Tidak boleh bermadzhab.

3. Pertengahan dalam menyikapi madzhab, tidak mewajibkan bermadzhab dan tidak pula mencelanya.

Fungsi madzhab adalah untuk mempermudah mempelajari agama.


Tidak ada dalil yang mewajibkan kita untuk bermadzhab. Yang penting mengikuti dalil yang kuat.

15 Agustus 2019

Ustadz Dr. Mussyafa Ad Dariny, Lc. MA

Sifat Shalat Nabi, (Imam Ibnu Qayyim)

Muqodimah

Yang dapat menguatkan jiwa salah satunya adalah shalat. Rasulullah ketika ada beban pikiran, maka
beliau mendirikan shalat.

"Kami benar benar tahu wahai Muhammad, dadamu menjadi sempit perkataan perkataan kaum
musyirikin, bertasbihlah engkau dengan memuji rabbmu, dan laksanakanlah shalat" Q.S Al Hijr

Shalat dapat mensucikan jiwa kita, "sesungguhnya shalat itu mencegah perbuatan keji dan mungkar".

Rasulullah dalam shalatnya melakukan diam pada dua waktu yaitu sesaat setelah takbiratul irham dan
sesaat sebelum ruku'. Diam sebelum ruku' tidak selama diam sesudah takbiratul irham.

Surat fajr, biasanya membaca 60-100 ayat dalam dua rakaat. Dalam shalat subuh di hari jumat beliau
sering membaca surat as sajadah di rakaat pertama, kemudian dirakaat kedua beliau membaca surat al
insan. Beliau saat shalat fajr pernah juga membaca surat qaf, kemuadian membaca surat ar rum. Beliau
pernah membaca az zalzah di rakaat pertama dan kedua di shalat subuhnya.

Ketika rasulullah membaca surat as sajadah pada shalat subuh jumatnya, bukan berarti disunnahkan
membaca surat yang ada sajadah di surat lain.

Hikmah membaca surat as sajadah dan surat al insan, karena dua surat tersebut mengandung awal
penciptaan manusia dan disana juga diceritakan tentang hari kiamat, surga & neraka, dan semua ini
akan terjadi pada hari jum'at, agar manusia mengingat pada kejadian kejadian tersebut.

Adapun pada shalat ied atau jumat, beliau biasa membaca surat qaf, atau al 'la dan dan al ghasiyah.

5 September 2019

Fiqih Shalat

Surat yang dibaca oleh Rasulullah dalam shalatnya

Bacaan surat zuhur setelah alfatihah


Pada shalat zuhur terkadang memanjangkan surat yang dibacanya, terkadang rasulullah membancang
surat sepanjang surat as sajadah, atau surat al a'la, surat as sama',

Pada shalat ashar, panjangnya bacaan surat beliau adalah setengah dari panjangnya bacaan surat zuhur
beliau.

Pada shalat maghrib, pernah rasulullah membaca surat Al a'raf, surat at tur, al mursalat, surat at tin,.
Jadi beliau pernah membaca surat yang sangat panjang, terkadang membaca surat yang pendek,
sunnahnya bergantian membaca surat yang panjang dan surat pendek.

Pada shalat isya, beliau rasulullah membaca surat at tin, as syamsy, al a'la, al lail, dan semisalnya, disini
rasulullah memerintahkan muadz membaca suray yang pendek. Rasulullah pernah menegur muadz
ketika membaca al baqarah disaat shalat isya.

Pada shalat jumat, rasulullah biasa membaca surat al jum'ah pada rakaat pertama, dan surat al
munafiqin pada rakaat kedua. Terkadang beliau membaca surat al a'la pada rakaat pertama dan surat al
ghasyiyah pada rakaat kedua.

Pada shalat ied, beliau membaca surat qaf secara sempurna dan sura al qamar secara sempurna.
Terkadang surat al a'la pada rakaat pertama dan surat al ghasyiyah pada rakaat kedua.

19 September 2019

Dahulu rasulullah tidak pernah mengkhususkan surat tertentu dalam shalatnya. Kecuali pada shalat
jumat dan ied. Beliau membaca Al a'la dan al ghasiyah dan jumah dg munafiqin.

Tidak ada satu surat yang tergolong al mafashan baik yang panjang maunpun yang pendek beliau pernah
membaca dalam shalat wajibnya. Ini menandakan belia tidak menkhususkan surat yang dibaca. Dan
termasuk kebiasaan beliau, membaca surat sampai selesai dan kadang kadang membaca satu surat
dalam dua rakaat shalat terkadang membaca dari awal surat dan tidak sampai selesai. Adapun membaca
di akhir akhir surat saja, atau pertengahan surat saja tidak pernah dilakukan rasulullah. Adapun
membaca dua surar dalam satu rakaat, beliau pernah melakukan dalam shalat sunnah, sedangkan dalam
shalat wajibnya tidak pernah dinukil dari beliau. Hadis dari ibnu mas'ud menjelaskan rasulullah pernah
menggandengkan dua surat dalam satu rakaat.

Adapun membaca surat yang sama pada dua rakaat, maka ini sangat jarang dilakukan rasulullah.

Dapat disimpulkan

1. Membaca satu surat dari awal sampai akhir.

2. Membaca dua surat dalam dua rakaat pada shalat fardhunya.

Kebiasaan beliau adalah membaca surat yang lebih panjang pada rakaat pertamanya. Dan kadang
kadang rasulullah memanjangkan rakaat pertamanya sampai sudah tidak terdengar suara langkah
kakinya. Dan kebiasaan beliau memanjangkan shalat subuhnya dibanding shalat fardhu yang lain.
Hikmahnya adalah :

1. shalat pada subuh hari disaksikan oleh malaikat yang bertugas di malam hari dan malaikat yang
bertugas di siang hari. Pada saat subuh dan ashar adalah waktu untuk pergantian tugas malaikat
malaikat siang dengan malaikat malam.

2. Karena shalat subuh rakaatnya sudah dijadikan sedikit.

3. Karena waktu subuh manusia baru bangun dari tidurnya sehingga kondisi fisik dalam keadaan fit.

4. Karena waktu subuh manusia belum disibukkan oleh aktivitasnya sehari hari.

5. Waktu subuh adalah saat lisan, pendengaran dan hati bisa berkumpul. Sehingga mudah untuk
khusyuk dalam melaksanakan shalat.

6. Shalat itu adalah pondasi suatu amalan.

Rasulullah setelah selesai dari bacaan suratnya, maka beliau diam sejenak. Lama jeda tersebut adalah
sekedar nafasnya bisa tenang kembali.

Kemudian beliau mengangkat kedua tangannya seperti saat takbiratul irham

Ruku'

1. Tangan meggenggam kedua lututnya,

2. Tangan dilengkungkan dan dijauhkan dari sisi tubuh

3. Punggung dan kepalanya lurus sejajar.

4. Bacaan ruku', 1. subhana rabbiyal 'azhim (maha suci rabbku yang maha agung), 2.
subhanakallahumma rabbana wabihamdik allahuma firli (maha suci engkau ya allah, dengan memujimu
maka ampunilah aku). Boleh menggabungkan beberapa bacaan ruku'.

Ruku' yang biasa dibaca oleh rasulullah adalah sekedar membaca tasbih sebanyak 10 kali dan begitu
pula dalam sujudnya. Beliau membuat seimbang antara lama berdiri dan ruku'nya. Bukan berarti
lamanya berdiri sama dengan lamanya ruku'. Dan dulu rasulullah juga membaca doa lain dalam ruku'nya
subbuhun

17 Oktober 2019

Belajar dasar islam

1. Tentang Aqidah
14 November 2019

Dari i'tidal menuju ruku'

" Dari i'tidal menuju sujud, rasulullah tidak mengangkat tangannya". Ini pendapat yang lebih kuat.
Dahulu rasulullah meletakkan dua lututnya sebelum kedua tangannya, kemuadian meletakkan dahi dan
hidungnya. Kemudian saat berdiri menuju rakaat selanjutnya, rasulullah mengangkat tangannya terlebih
dahulu. Terdapat khilaf antara lutut dan tangan yang didahulukan, namun khilaf disini adalah khilaf yang
lebih afdhol. Perbedaan di kalangan para ulama bermuara pada ada 2 jenis hadits :

1. Tangan terlebih dahulu

Hadits dari abu hurairah

"Apabila salah seorang dari kalian ingin sujud, maka jangan sampai ia menderung seperti onta,
hendaknya dia mendahulukan tangannya baru kemudian kedua lutut."

Hadits dari abdullah bin umar

"Sahabat ibnu umar dahulu mendahulukan kedua tangannya baru kedua lututnya, kemudian berkata
dulu rasulullah shalallhu alaihiwasalam shalat seperti ini"

2. Lutut terlebih dahulu

Hadits dari wa'il

"Aku pernah melihat rasulullah dulu ketika akan sujud mendahulukan kedua lututnya"

Nasad hadits yang lebih kuat adalah hadits dari abu hurairah. Kemudian juga mendahulukan tangan
adalah yang lebih afdhal dan cocok untuk segala umur.

Sujud Rasulullah

"Dahulu rasulullah sujud diatas dahinya, hidungnya, tanpa menempelkan imamahnya, dan tidak ada
penjelasan yang valid tentang sujud dengan imamahnya, baik hadits shahih maupun dhaif, dan dahulu
rasulullah sujud diatas tanah, begitu pula sujud pada tanah basah, beliau juga pernah sujud diatas alas,
alas tersebut terbuat anyaman kurma, dan kadang alas dari kulit, dahulu ketika beliau sujud, beliau
menguatkan ketika meletakkan dahi dan hidung pada tanah. Dan menjauhkah kedua tangan beliau
sampai kelihatan putihnya ketiak beliau, dan dahulu rasulullah meletakkan tangannya sejajar dengan
pundak atau sejajar dengan kedua telinga. Dan dahulu ketika sujud, beliau sujud yang lurus dan
menghadapkan jari jemari ke arah kiblat, membuka telapak tangannya, dan

Bacaan pada sujud baiknya divariasikan.

5 Desember 2019
Perbandingan keutamaan antara berdiri dibanding sujud

Disini ulama berbeda pendapat

Yang mengutamakan berdiri

- karena bacaan dzikir yang paling utama yaitu bacaan Al Quran

- al baqarah 238

Allah SWT berfirman:

َ‫فَاِ ْن ِخ ْفتُ ْم فَ ِر َجا اًل اَوْ ُر ْكبَا نًا ۚ فَاِ َذ ۤا اَ ِم ْنتُ ْم فَا ْذ ُکرُوا هّٰللا َ َک َما عَلَّ َم ُک ْم َّما لَ ْم تَ ُكوْ نُوْ ا تَ ْعلَ ُموْ ن‬

"Jika kamu takut (ada bahaya), sholatlah sambil berjalan kaki atau berkendaraan. Kemudian apabila telah
aman, maka ingatlah Allah (sholatlah), sebagaimana Dia telah mengajarkan kepadamu apa yang tidak kamu
ketahui."

(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 239)

- hadits yang berbunyi

"Shalat yang paling afdhal adalah shalat yang panjang berdirinya"

Yang memperbanyak sujud lebih baik

- hadits yang berbunyi

"Keadaan seorang hamba paling dekat dengan rabbnya adalah saat dia sujud"

- hadits lain yang berbunyi

"Tidak ada seorang hamba yang melakukan satu sujud aja kecuali Allah akan mengangkat satu derajat dan
menghapus satu kesalahannya"

- hadits lain berbunyi

"Tolonglah aku untuk dirimu dengan banyaknya sujud"

Disini rasulullah mengganti shalat dengan sujud

Manakah yang lebih afdhal

Memanjangkan berdiri lebih afdhal dibanding sujud. Karena dalam prakteknya rasulullah lebih melamakan
berdirinya dibanding sujudnya.
Dari sujid menuju duduk beliau mengucapkan takbir tanpa mengangkat kedua tangan. Mendahulukan
mengangkat kepala dibanding kedua tangan. Kemudian duduk dalam posisi iftiraz yaitu kaki kanan
berdiri. Termasuk diantara sunnahnya shalat adalah menjadikan kaki kanan berdiri dan menghadapkan
jari jari mengarah ke kiblat dan duduk diatas kaki kiri.

Dahulu meletakkan kedua tangannya diatas kedua pahanya, menjadikan ujung ujung jarinya diatas
kedua lututnya, menjadikan kedua jarinya melingkar

Jumuru ulama sepakat tidak disunnahkan melingkarkan jari dalam duduk antara dua sujud.

Doa pada duduk antara dua sujud

1. Rabbi firghli, rabbi firghli

Boleh dilamakan, tidak dibatasi jumlah

2. Dari ibnu abbas

Allahumma firghli, warhamni, wajburni, wahdini, warzuqni

Rangkuman

Rabbi firghli, warhamni, wajburni, warfa'ni, wahdini, wa'afini, warzuqni

Sunnah dalam duduk antara dua sujud adalah melamakannya,

"Dahulu rasulullah melamakan duduk antara dua sujud seperti lamanya sujud"

Hadtis dalam shahih muslim

"Dahulu rasulullah ketika shalat melamakan duduk antara dua sujudnya sampai sampai kami mengira
rasulullah lupa"

Sunnah ini kebanyakan ditinggalkan setelah ditinggal sahabat.

19 Desember 2019

Alllahu shayyiban naafiah

Bangkit menuju rakaat kedua :

Rasul bangkit dengan keadaan bertumpu pada kakinya (jari2nya ditekuk),lututnya, dan bertumpu pada
pahanya.

Pada saat berdiri, lutut didahulukan dibanding tangan.

Rasulullah tidaklah berdiri tapi duduk sebentar sampai beliau tenang (dudul istirahat).
Ulama berbeda pendapat dalam hukum duduk istirahat. Mayoritas ulama syafiiyah mengatakan ini
adalah sunnah, ulama lain berpendapat bahwa duduk istirahat ini dikerjakan jika ada hajat.

Pendapat yang lebih kuat adalah duduk istirahat ini dikerjakan karena ada hajat.

Waktu pengucapan saat duduk istirahat adalah ketika duduk menuju berdiri.

Ketika sudah berdiri, nabi langsung memulai bacaannya tanpa diam terlebih dahulu, artinya tidak
membaca doa istifthah.

Ulama berbeda pendapat tentang pembacaan isti'adzah pada rakaat kedua dan seterusnya. Pendapat
yang lebih kuat adalah isti'adzah disnunnahkan dibaca pada setiap rakaat.

Kemudian rasulullah shalat seperti rakaat pertama, keculai dalam 4 perkara :

1. Diam sebelum membaca alfatiha

2. Doa istiftah

3. Takbiratul ihram

4. Tidak memanjangkannya seperti rakaat pertama.

Duduk Tasyahud

Apabilah rasulullah duduk untuk tasyahud, meletakkan tangan diatas pahanya, dan beliau meletakkan
tangan kanannya diatas paha kanannya dan memberikan isyarat pada jari telunjuknya. Adapun
duduknya dalam bentuk iftiraz.

Posisi duduk tasyahud ulama berbeda pendapat. Ada 3 pendapat yang masyhur

1. Tasyahud awal dan tasyahud akhir sama sama iftiraz (madzhab hanafi)

2. Tasyahud awal dan tasyahud akhir sama sama tawaruk (madzhab maliki)

3. Lebih terperinci : Imam syafi'i (semua tasyahud yang ada salamnya maka duduk tawaruk)

Imam Ahmad : (semua shalat duduk tasyahud nya ifitraz kecuali shalat yang ada dua tasyahudnya)

Sunnah pada saat duduk terakhir yang jarang dilakukan yaitu saat tasyahud akhir, kaki kiri dijepitkan
antara betis kanan dan paha kanan.

Cara melembutka hati

1. Banyak membaca Al Quran

2. Banyak mengingat Allah (dzikir)

3. Sedekah kepada orang miskin


4. Mengunjungi orang orang sakit, orang orang yang kekurangan, slb, ke tempat2 kumuh, orang orang
miskin

Sebelu iqamah, imam sudah harus ditentukan, dan iqamah dimulai setelah ada perintah dari imam
kepada muazim.

Iqamah tidak wajib, tapi afdhal nya membaca iqamah.

16 Januari 2020

Hukum tasyahud awal para ulama berselisih pendapat. Pendapat yang lebih kuat adalah wajib karena
rasulullah tidak pernah meninggalkan tasyahud awal.

Tasyahud ibnu abbas, paling umum di indonesia (madzhab syafii).

Bacaan tasyahud terdapat

Termasuk dalam sunnah tasyahud awal adalah mensegerakan bacaannya. Dahulu rasulullah
mempercepat tasyahud awalnya seakan akan beliau seperti duduk di atas batu panas. Dalam hal ini
ulama berselisih pendapat.

Namun dalam prakteknya banyak sahabat yang mempraktekkannya seperti abu bakar assiddiq

Membaca shalawat pada tasyahud awal

Ulama berselisih pendapat hal ini, pendapat yang lebih kuat adalah tetap membaca shalawat namun
mempercepatnya.

Berdiri dari tasyahud awal, mengangkat kedua tangannya seperti takbiratul ihram.

Kemudian saat pada rakaat ketiga membaca alfatihah saja. Sesekali boleh membaca surah.

Disunahkan

Duduk tawaru' ada 3 macam

13 Februari 2020

Posisi tangan Duduk Tasyahud

Dahulu rasulullah ketika tasyahud beliau meletakkan tangan kanannya diatas paha kanannya, tangan kiri
diatas paha kirinya. Sifat kedua meletakkan tangan diatas kedua lutut. Dan beliau

1. menggenggam tiga jarinya dan menjadikan jari telunjuknya lurus.


2. Menjadikan jari tengah dan ibu jari melingkar.

Isyarat menggerakkan jari saat tasyahud

Menggerakkan jari dari zaidah ibn kudamah, menyelisihi 18 perawi yang lebih fiqoh. Syaikh albani
mengatakan dua pendapat ini dapat dikompromikan. Sebagian besar ulama hadits melemahkan pendat
zaidah

Posisi lengan

Dahulu rasulullah meletakkan lengannya diatas pahanya dan tidak menjauhi badannya, sikunya berada
pada pangkal pahanya, dan dulu rasulullah seluruhh jarinya ke kiblat. Dan beliau juga menjadikan jari jari
kakinya menghadap kiblat saat sujud, dan beliau mengatakan bahwa pada saat duat rakaat ada tahyat

Waktu berdoa saat shalat

1. Ba'da Takbiratul Ihram

Doa istiftah, 12 riwayat s

2. Sebelum Ruku' setelah membaca surah

Qunut witir itu sebelum ruku' ibnu qayyim dan syaik albani

3. Ba'da ruku'

4. Saat ruku'

Sunbhanakallahu wabihamdik, allahumma firli.

5. Sujud

Disyariatkan untuk doa bersungguh sungguh. Kebanyakan doa rasulullah adalah saat sujud.

6. Duduk antara dua sujud

Allahumma firli warhamni wajburni warfa'ni

7. Setelah tasyahud, sebelum salam

Adapun doa yang dilakukan setelah salam menghadap kibblat atau jamaah tidak ada tuntunannya.

Kebanyakan doa doa yang berhubungan dengan shalat, beliau melakukan di dalam shalatnya, karena
inilah yang paling tepat, karena ketika shalatlah seorang menghadap rabnya. Ketika sudah salam, maka
terputuslah keadaan seseorang menghadap rabbnnya. Bagaimana dia meninggalkan doa ketika dia
menghadap rabbnya, bukan saat dia sudah terputus dengan rabbnya.

Salam
Rasulullah dahulu beliau mengucapkan salam ke kanan dengan lafal assalammualaikum warahmatullah
dan ke kiri assalammualaikum warahmatullah. (paling sering)

2. Assalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh assalammualaikum warahmatulljh

3. Assalammualaikum warahmatullah assalammualaikum.

4. Assalammualaikum dengan menghadap ke depan tapi miring ke kanan sedikit (riwayatnya lemah)

5 Maret 2020

Doa doa yang sebaiknya dibaca sebelum salam

Hadits riwaya bukhari dan muslim dari abdullah ibnu mas'ud "Rasulullah pernah mengajarkan kepada
beliau tasyahud, hendaklah orang yg shalat tersebut memilih doa yang dia inginkan"

Karena doa setelah tasyahud adalah doa yang paling mustajab.

Doa yang paling mustajab : 1. Doa di sepertiga malam akhir

2. Doa diakhir shalat fardhu (sebelum shalat)

Hadits Abu Hurairah, "apabila seseorang sudah selesai bertasyahud maka berdoalah meminta
pertolongan dari 4 hal : 1. Fitnah kubur, 2. Neraka 3. Fitnah kehidupan & fitnah kematian, 4. Fitnah
dajjah.

Hadits Abu Bakr, "allahumma zolamtu.

Hadits Mu'ad Ibn Jabar, "wahai mu'ad demi Allah aku benar benar sayang kepadamu, aku berwasiat
kepadamu, jangan sampai di akhir shalat kau tidak membaca, allahumma 'ainni ala dzikrika wa sukrika

Hadits Ali ibn abu thalib,. "kata sahabat ali, apabila beliau mendirikan shalat, bacaan terakhhir
allahumma firli, maa qadamtu, wa akhortu,

Hadits mibjan ibn "

Hadits anas ibn malik, menjelaskan nama Allah yg paling agung, anas ibn malik pernah duduk bersama
rasulullah, kemudian ada seseorang shalat dan membaca,

Hadits aisyah, "aku pernah mendengar rasulullah berdoa, allahumma hasibni hisabayashiro"

Hadits aisyah "dahulu rasulullah allahumma inni audzubika min syarrima

Doa pada akhir shalat bersifat umum, karena perintah berdoa sesuai apa yang kita butuhkan.
Sa'ad bin abu waqas, "bahwa sa'ad bin abdul waqas, mengajarkan anak anaknya, sebagaiman seorang
mengajarakan menulis kepada murid2nya, dahulu rasulullah berdoa berlindung dari 4 maslahat,
berlindung dari sikap pengecut, dari sampai pada umur tua yang pikun, dari fitnah dunia, fitnah kubur.

Yang dinuqil dari doa doa shalat menggunakan kata ganti aku (tunggal), maka ketika berdoa kita
mengikuti cara rasulullah berdoa

Dahulu rasulullah menundukkan kepalanya ketika shalat. Namun sanadnya lemah

Posisi kepala mengikuti arah tempat sujud

Pandangan mata saat tasyahud adalah pada jari yang memberikan isyarat.

Shalat dijadikan Allah bagi rasulullah sebagai hal yang paling nikmat baginya.

Tanda kesempurnaan iman seseorang adalah dengan khusyu' shalatnya.