Anda di halaman 1dari 9

21 Agustus 2019

Ustadz Rizal Yuliar Putrananda, Lc

Menata Keluarga Sakinah

Berilmu sebelum berucap dan beramal.

Terdapat satu ayat yang sering hadir dalam undangan pernikahan, ar rum : 21

"Dan diantara kekuasaan Allah menjadikan kalian berpasang pasangan dari jenis kalian, agar kamu
cenderung merasa tentram kepadanya. "

Cinta kasih sayang adalah karunia dari Allah. Standar sakinah bukan ada pada materi, melainkan pada
qalbu.

Surat al fath : 4,

"Dialah yang telah menurunkan sakinah ke dalam hati orang orang mukminin untuk menambah
keimanan atas keimanan mereka"

At taubah : 2

Surat al fath : 18

Ayat ayat diatas menegaskan bahwa sakinah dianugerahkan oleh Allah. Semua materi tidak akan
menandingi sakinah yang diberikan oleh Allah.

Sakinah tempatnya di qalbu, tidak bisa dipaksakan. Dalam sebuah hadits, rasulullah bersabda,
sesungguhnya qalbu seluruh anak cucu adam ada diantara jari jemari Allah, yang Allah membolak
balikan sekehandak Allah,.

Bila sakinah itu dari Allah, qalbu manusia juga ada pada Allah, maka mintalah sama Allah.

Tidak ada yang bisa menyatukan hati suami istri kecuali Allah, maka mintalah

5 hal yang menjadi bagian dalam menata keluarga sakinah :

1. Tidaklah keluarga sakinah terwujud kecuali dengan menjalankan prinsip dan norma agama Allah.
Menata keluarga sakinah, maka jalankanlah segala tuntunan Allah secara keseluruhan.

2. Terus berupaya membentuk dan meningkatkan ketaqwaan kepada Allah subhana wataala. Definisi
taqwa dari ali bin abi thalib, taqwa adalah takut kepada Allah, ingat terhada ancaman Allah, taqwa itu
menjalankan seluruh tuntunan di dalam al quran, ridho terhadap pemberian Allah meskipun sedikit
(qanaah), dan bersiap diri untuk perjalanan panjang menuju negeri akhirat.

Surat annisa,
Surat at talaq 2,3,4,5 menjelaskan tentang manfaat bertaqwa kepada Allah.

"Siapa yang dianugrahi oleh allah istri yang sholehah, maka Allah telah menolongnya dalam
menyempurnakan setengah agamanya, maka hendaknya betaqwalah dia pada separuh yang tersisa."

3. Memilih pasangan atas dasar agama.

Hadits dari abu hurairah, rasulullah bersabda, wanita itu umumnya dinikahi karena 4 hal beeikut ini,
karena kekayaannya, garis keturunannya, kecantikannya, agamanya, menikahlah engkau dengan wanita
yang memiliki nilai agamanya,

Hadits dari abu hurairah, diriwiyatkan rasulullah bersabda, apabila datang seorang laki laki melamar
anak perempuan yang kalian ridhoi agama dan ahlaknya, maka nikahkanlah. Jika tidak kalian lakukan itu,
maka akan terjadi fitnah dan petaka di muka bumi dan kerusakan yg nyata.

4. Masing masing bekomitmen berubah menjadi lebih baik karena kalian sekarang suami istri.

Sura ara'd 11, sesungguhnya allah tidak mengubah nasib suatu kaum, sampai dia mengubah nasibnya
sendiri.

5. Jauhkan dari diri kita putus asa dan menyerah mencari pasangan.

14 September 2019 (sesi kedua)

Langkah Menuju Pernikahan

Islam dibangun diatas wahyu : al quran dan hadits

An nur : 51 "mengenai prinsip seorang mukmin terhadap ketetapan Allah dan rasulnya"

Al ahzab : 36 "tidak pantas bagi seorang mukmin memiliki opsi lain setelah datang ketetapan Allah"

Annisa : 13-14 "ganjaran bagi orang yang mengikuti dan mengingkari ketetapan Allah"

Islam adalah agama yang sempurna, ter

Langkah langkah menuju pernikahan :

1. Mengetahui dengan baik tujuan dasar pernikahan

Arrum : 21 "dan diantara tanda tanda kebesaran Allah adalah ia menciptakan berpasang pasangan
bagimu dari jenis kamu sendiri, agar kalian mendapatkan sakinah". "Wahai para pemuda, barang siapa
diantara kalian yang sudah mampu melakukan ba'ah, maka hendaklah kalian menikah". Ba'ah adalah
kemampuan jima' dan mampu memberikan nafkah. Pernikahan itu lebih dapat menundukan pandangan
dan menjaga kehormatan kemaluan. Annur : 32 "mengenai orang yang menikah masih dalam kondisi
fakir, maka Allah yang akan mencukupi mereka". Hadits lain, "Ada tiga orang yang dijanjikan oleh Allah
akan mendapatkan pertolongan Allah, seorang yang berjihad di jalan Allah, hamba sahaya yang berniat
memerdekakan dirinya, seseorang yang ingin menikah untuk menjaga kehormatan dirinya." Dari abu
hurairah hadits riwayat tirmizi. terakhir surat Annur: 33.

2. Meluruskan Niat Di Dalam Hati

Karena mengetahui bahwa nikah adalah ibadah kepada allah, maka dia harus meluruskan niatnya. Surat
al Bayyinah : 5 "ikhlas dalam beribadah. Hadits rasul "Sungguh allah tidak menerima ibadah kecuali
ikhlas beramal hanya mengharapkan wajah allah dan balasan allah." Mengetahui nikah adalah tuntunan
rasulullah

3. Berkomitmen membekali diri dengan ilmu agama.

Problematika dalam pernikahan hanya terjadi karena dua sebab saja, 1. Tidak mengetahu ilmu hak dan
kewajiban masing masing dan 2. Sudah mengetahui tapi tidak melaksanakannya. Karena syaithan lebih
besar godaannya pada pasangan suami istri. Berilmu sebelum beramal. Surat an nahl : , az zumar : 9
"perbedaan antara orang yang berilmu dan tidak berilmu". Taha : 114 "doa untuk menambah ilmu"

4. Berupaya meningkatkan ketaqwaan kepada Allah

Hal ini sesuai dengan hadits nabi "apabila salah seorang menikah maka ia telah menyempurnakan
separuh agama, maka hendaklah ia betaqwa pada separuh yang tersisa" "barang siapa yang dianugrahi
istri yang sholehan, maka dia telah ditolong oleh Allah separuh agamanya, maka hendaknya ia betaqwa
pada separuh yang tersisa". Alasan menikah adalah separuh agama dipahami dalam hadits lain "siapa
yang bisa menjaga apa yang ada diantara dua pahanya dan organ yang ada diantara dua tulang
rahangnya, aku akan menjamin dia masuk ke dalam surga". Ketaqwaan kepada allah adalah kewajiban
bagi seseorang. Annissa : 131 " perintah bertaqwa kepada kaum muslimin dan ahli kitab". At talaq : 2-5
"ganjara bagi orang orang yang bertaqwa"

5. Mencari pasangan bukan dengan cara pacaran

Hadits riwaya muslim "dunia itu hanyalah perhiasan dan sebaik baik perhiasan dunia adalah istri yang
sholihah." Standarisasi seorang wanita shalihah surat an nissa : 34 "1. Menjaga ketaatan dengan Allah, 2.
Menjaga kehormatan dirinya ketika suaminya tidak ada," salah satu tujuan laki laki menikahi wanita
dalam hadits "seorang wanita dinikahi karena 4 sebab, kekayaannya, nasabnya, kecantikannya,
agamanya, maka menikahlah dengan yang baik agamanya maka engkau akan berbahagia"

Pacaran akan melanggar,

1. Mereka lebih sering mengingat pasangan haramnya dibanding Allah.

2. Pacaran muqoddimah perbuata zina. "Setiap manusia akan terjatuh kepada zina

6. Nadzhor

7. Khitbah
Mendatangi keluarga si calon untuk meminta izin menikah.

12 Oktober 2019

Jadikan Pernikahanmu Berkah

Agar suatu pernikahan dapat menjadi berkah

1. Perbeharuilah Niat

Niatkan menikah karena ibadah kepada Allah. Ini bukan sesuatu yang mudah. Sufyan ats tsauri berkata
aku tidak pernah melakukan terapi yang lebih berat dibanding menata niat di dalam hati.

Ada tiga orang yang berhak mendapatkan pertolongan Allah. 1. Mujahidin, 2. Seorang budak yang
bertekad untuk memerdekakan dirinya sendiri, 3. Seorang yang menikah dalam rangka menjaga
kehormatan dirinya.

2. Lakukan Sesuai Sunnah

Pernikahan sudah ada tuntunannya sesuai sunnah. Maka kita harus belajar agar mengetahui tuntunan
yang sudah sempurna tersebut.

3. Memilih Pasangan yang Shalih/Shalihah

Standar kriteria seorang calon pasangan yang shalih/shalihah.

Kriteria Istri yang shalihah,

Al baqarah 221. "sungguh hamba sahaya wanita yang mukminah lebih baik dibanding wanita yang
musyirikin meskipn dia memikat hatimu"

Al ahzab 35 "Allah SWT berfirman:

‫ت َوا‬ !ِ ‫ت َوا ْل ٰخ ِش ِع ْينَ َوا ْل ٰخ ِش ٰع‬ِ ‫صبِ ٰر‬ ّ ٰ ‫صبِ ِر ْينَ َوا ل‬ ِ ‫ص ِد ٰق‬
ّ ٰ ‫ت َوا ل‬ ّ ٰ ‫ص ِدقِ ْينَ َوا ل‬ ِ ‫ت َوا ْل ٰقنِتِ ْينَ َوا ْل ٰقنِ ٰت‬
ّ ٰ ‫ت َوا ل‬ ِ ‫ت َوا ْل ُم ْؤ ِمنِ ْينَ َوا ْل ُم ْؤ ِم ٰن‬ِ ٰ‫اِ َّن ْال ُم ْسلِ ِم ْينَ َوا ْل ُم ْسلِم‬
‫هّٰللا‬ ٰ ‫هّٰللا‬ ٰ ٓ
‫ت ۙ اَ َع َّد ُ لَهُ ْم َّم ْغفِ َرةً َّواَجْ رًا‬ِ ‫الذ ِك ٰر‬ّ ‫ت َوا ّلذ ِك ِر ْينَ َ َكثِ ْيرًا َّو‬ ِ ‫ت َوا ْل ٰحفِ ِظ ْينَ فُرُوْ َجهُ ْم َوا ْل ٰحـفِ ٰظ‬ ّ ٰ ‫ت َوا لصَّٓائِ ِم ْينَ َوا ل‬
ِ ٰ‫صئِم‬ ِ ‫َصد ِّٰق‬
َ ‫َص ِّدقِ ْينَ َو ْال ُمت‬
َ ‫ْل ُمت‬
‫َظ ْي ًما‬
ِ ‫ع‬

"Sungguh, laki-laki dan perempuan muslim, laki-laki dan perempuan mukmin, laki laki dan perempuan
yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar,
laki-laki dan perempuan yang khusyuk, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan
perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan
perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan
pahala yang besar." (QS. Al-Ahzab 33: Ayat 35)

An Nur : 26
Allah SWT berfirman:

‫َر ْي ٌم‬
ِ ‫قك‬ َ ِ‫ولٓئ‬
ِ ‫ك ُمبَ َّرءُوْ نَ ِم َّما يَقُوْ لُوْ نَ  ۗ لَهُ ْم َّم ْغفِ َرةٌ و‬
ٌ ‫َّر ْز‬ ٰ ُ‫ت ۚ ا‬
ِ ‫ت لِلطَّيِّبِ ْينَ َوا لطَّيِّبُوْ نَ لِلطَّي ِّٰب‬
ُ ‫ۚ وا لطَّي ِّٰب‬
َ  ‫ت‬ِ ‫ت لِ ْلخَ بِ ْيثِ ْينَ َوا ْل َخبِ ْيثُوْ نَ لِ ْلخَ بِي ْٰث‬
ُ ‫اَ ْلخَ بِي ْٰث‬

"Perempuan-perempuan yang keji untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji untuk perempuan-
perempuan yang keji (pula), sedangkan perempuan-perempuan yang baik untuk laki-laki yang baik, dan
laki-laki yang baik untuk perempuan-perempuan yang baik (pula). Mereka itu bersih dari apa yang
dituduhkan orang. Mereka memperoleh ampunan dan rezeki yang mulia (surga)." (QS. An-Nur 24: Ayat
26)

An Nissa : 34

Allah SWT berfirman:

‫ب بِ َما َحفِظَ هّٰللا ُ ۗ  َوا ٰلّتِ ْي‬ ٌ ‫ت ٰحفِ ٰظ‬


ِ ‫ت لِّ ْل َغ ْي‬ ٌ ‫ت ٰقنِ ٰت‬ ّ ٰ ‫ْض َّوبِ َم ۤا اَ ْنفَقُوْ ا ِم ْن اَ ْم َوا لِ ِه ْم ۗ فَا ل‬
ُ ‫صلِ ٰح‬ ٰ
ٍ ‫ْضهُ ْم عَلى بَع‬
‫هّٰللا‬
َ ‫لرِّجا ُل قَوَّا ُموْ نَ َعلَى النِّ َسٓا ِء بِ َما فَض ََّل ُ بَع‬
َ َ‫ا‬
ً ‫هّٰللا‬ ‫اًل‬ َ ُ ُ َ َ
‫ضا ِج ِع َوا ضْ ِربُوْ ه َُّن ۚ فَاِ ْن اط ْعنَك ْم فَاَل تَ ْبغوْ ا َعل ْي ِه َّن َسبِ ْي  ۗ اِ َّن َ كَا نَ َعلِيّا َكبِ ْيرًا‬ ْ ُ ُ ُ ُ
َ ‫تَخَا فوْ نَ نشوْ زَ ه َُّن فَ ِعظوْ ه َُّن َوا ْه ُجرُوْ ه َُّن فِى ال َم‬

"Laki-laki (suami) itu pelindung bagi perempuan (istri), karena Allah telah melebihkan sebagian mereka
(laki-laki) atas sebagian yang lain (perempuan), dan karena mereka (laki-laki) telah memberikan nafkah
dari hartanya. Maka perempuan-perempuan yang saleh, adalah mereka yang taat (kepada Allah) dan
menjaga diri ketika (suaminya) tidak ada, karena Allah telah menjaga (mereka). Perempuan-perempuan
yang kamu khawatirkan akan nusyuz, hendaklah kamu beri nasihat kepada mereka, tinggalkanlah
mereka di tempat tidur (pisah ranjang), dan (kalau perlu) pukullah mereka. Tetapi jika mereka
menaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari alasan untuk menyusahkannya. Sungguh, Allah Maha
Tinggi, Maha Besar." (QS. An-Nisa' 4: Ayat 34)

Dar ayat diatas ada dua kriteria penting yaitu : 1. Taat kepada Allah, 2. Menjaga diri ketika suaminya
tidak ada.

Kriteria suami shalih

Kafaah, (kesetaraan)

Keteraan yang tidak dapat ditolerir adalah agamanya.

Nadzhor,

Seorang laki laki melihat perempuan yang akan dinikahinya. Yang dilihat adalah wajah dan telapak
tangannya. Kemudian dibolehkan juga melihat lengannya.

Shalat istikharah

Mengajukan Pinangan

Tunangan

- Tunangan tidak ada tuntunnannya dalam islam


- merupakan tradisi yahudi dan nasrani

- bila cincin emas, maka tidak boleh bagi laki laki, kalaupun bukan emas, maka ini termasuk menyerupai
kaum kafir.

Menjelang pernikahan

Pelaksanaan akad nikah

Rukun nikah ada 3. :

1. Keberadaan dua calon mempelai tanpa penghalang pernikahan. (Artinya nikah dengan yg ghaib) tidak
ada penghalang pernikahan (hubungan darah, saudar persusuan, laki laki non muslim dengan wanita
muslimah

2. Terjadinya ijab

3. Qabul (diucapkan

Syarat sah pernikahan

1. Adanya kejelasan dalam pernikahan

2. Keridhoan diantara keduanya.

3. Wali wanita yang melakukan ijab qabul

4. Dua orang saksi

Lantunan lantunan dalam hari pernikahan,

Hari pertama pernikahan

1. Seorang laki laki memegang ubun ubun istrinya dengan membaca doa yang sama seperti doa memiliki
kendaraan baru.

2. Shalat dua rakaat, berjamaah suami istri

3. Bedoa akan mendatangi istri

Resepsi dan walimah

- Dilaksanakan sesuai kemampuan, bahkan saling membantu dalam walimah maka ini berpahala sangat
besar.

- jangan hanya mengundang orang orang kaya, sangat dianjurkan orang orang miskin yang jarang
makan, kemudian orang orang shalih (semoga dari doa doa orang shalih ada kebaikan)
9 November 2019
Indahnya Ahklak dan Perilaku Rasulullah

Bab 48

Allah SWT berfirman:

‫َظي ٍْم‬ ٍ ُ‫ك لَ َع ٰلى ُخل‬


ِ ‫قع‬ َ َّ‫َواِ ن‬

"Dan sesungguhnya engkau benar-benar, berbudi pekerti yang luhur."

(QS. Al-Qalam 68: Ayat 4)

Apa itu ahklak?

= Karakteristik bawaan yang ada pada diri seseorang. Seperti sabar, pemalu, emosi dll. Ahklak bisa berupa
karakteristik sifat watak, perilaku. Ulama menjelaskan ahklak terbagi menjadi dua ahklak baik dan ahklak
buruk. Kemudian ahklak terbagi dua lagi ahklak bawaan sejak lahir dan ahklak yang didapatkan dengan
pembentukan.

Allah SWT berfirman:

‫ت ِّم ۢ ْن بَي ِْن يَ َد ْي ِه َو ِم ْن خ َْلفِ ٖه يَحْ فَظُوْ نَهٗ ِم ْن اَ ْم ِر هّٰللا ِ ۗ اِ َّن هّٰللا َ اَل يُ َغيِّ ُر َما بِقَوْ ٍم َح ٰتّى يُ َغيِّرُوْ ا َما بِا َ ْنفُ ِس ِه ْم ۗ  َواِ! َذ ۤا اَ َرا َد هّٰللا ُ بِقَوْ ٍم س ُْٓو ًءا فَاَل َم َر َّد لَهٗ  ۚ  َو َما‬
ٌ ‫لَهٗ ُم َعقِّ ٰب‬
‫لَهُ ْم ِّم ْن ُدوْ نِ ٖه ِم ْن وَّا ٍل‬

"Baginya (manusia) ada malaikat-malaikat yang selalu menjaganya bergiliran, dari depan dan belakangnya.
Mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum
sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan
terhadap suatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya dan tidak ada pelindung bagi mereka selain Dia."
(QS. Ar-Ra'd 13: Ayat 11)

"Sungguh seorang hamba berucap dengan satu kata yang dia tidak hiraukan, ternyata dengan satu kata
tersebut Allah murka kepadanya, Allah melemparkannya ke neraka."

"Sesungguhnya ilmu itu diraih dengan belajar dan sesungguhnya kelemah lembutan ini bisa dilatih."

Dua karakter yang dicintai oleh Allah, lembut & tenang.

Allahummah dini liahsanil ahklaq, laa yahdi liahsaniha illa anta, wasrif 'anni sayyiaha laa yasrifu 'anni
sayyiaha illa anta.

Artinya : "Ya allah tunjukkanlah untukku ahklak yang trbaik, tidak ada yang menunjukkannya kepadaku
kecuali engkau, dan jauhkanlah aku dari ahklak yang buru, tidak ada menjaukahnnya dariku kecuali
engkau"

Tujuan dari mempelajari ahklak rasulullah :


1. Mengetahui ahklaq dan perilaku sehingga menimbulkan kekaguman, keyakinan, kecintaan kepada
rasulullah.

2. Agar dapat ditiru ahklaq dan perilaku rasulullah tersebut.

Allah SWT berfirman:


ٰ ‫هّٰللا‬
ْ ‫َم ۤا اَفَٓا َء ُ ع َٰلى َرسُوْ لِ ٖه ِم ْن اَ ْه ِل ْالقُ ٰرى فَلِلّ ِه َولِل َّرسُوْ ِل َولِ ِذى ْالقُرْ ٰبى َوا ْليَ ٰتمٰ ى َوا ْل َم ٰس ِكي ِْن َوا ْب ِن ال َّسبِ ْي ِل ۙ ك‬
 ۗ ‫َي اَل يَ ُكوْ نَ ُدوْ لَةً ۢ بَ ْينَ ااْل َ ْغنِيَٓا ِء ِم ْن ُك ْم‬
‫هّٰللا‬ ‫هّٰللا‬
ِ ‫ ۘ  َو َم ۤا ٰا ٰتٮ ُك ُم ال َّرسُوْ ُل فَ ُخ ُذوْ هُ َو َما نَ ٰهٮ ُك ْم َع ْنهُ فَا ْنتَهُوْ ا ۚ  َوا تَّقُوا َ ۗ اِ َّن َ َش ِد ْي ُد ْال ِعقَا‬
‫ب‬

"Harta rampasan fai' yang diberikan Allah kepada Rasul-Nya (yang berasal) dari penduduk beberapa
negeri, adalah untuk Allah, Rasul, kerabat (Rasul), anak-anak yatim, orang-orang miskin, dan untuk
orang-orang yang dalam perjalanan, agar harta itu jangan hanya beredar di antara orang-orang kaya saja
di antara kamu. Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya
bagimu maka tinggalkanlah. Dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah sangat keras hukuman-
Nya." (QS. Al-Hasyr 59: Ayat 7)

Surat An Najm ayat 3-4, bahwa perkataan rasul tidak ada yang sia sia, karena setiap yang diucapkannya
adalah wahyu dari Allah.

Para ulama menjelaskan semua ahklaq yang baik bermuara pada 4 hadits :

1. H.R Bukhari & Muslim dari sahabat abu hurairah radiallahuanhu (siapa yang beriman kepada allah
dan hari akhir maka hendaknya dia berkata yang baik atau diam)

2. HR. Iman Ibnu Tarmizi, dari husein ibnu ali, nabi bersabda " diantara keindahan nilai islam seorang
hamba adalah meninggalkan semua yang tidak bermanfaat bagi dirinya"

3. H.R Bukhari, dari Abu Hurairah, nabi bersabda "jangan marah,". Kita menjauh dari sesuatu yang
memancing amarah. Apabila terpancing amarah berusaha menahan diri, ucapka isti'azah, diam, dan
rubah posisi (duduk, berbaring). Orang yang tidak marah akan mendapatkan surga.

Allah SWT berfirman:

َ‫ت لِ ْل ُمتَّقِ ْين‬


ْ ‫ت َوا اْل َ رْ ضُ  ۙ اُ ِع َّد‬ ُ ْ‫ ۙ  َو َسا ِر ُع ۤوْ ا اِ ٰلى َم ْغفِ َر ٍة ِّم ْن َّربِّ ُك ْم َو َجنَّ ٍة َعر‬
ُ ‫ضهَا السَّمٰ ٰو‬

"Dan bersegeralah kamu mencari ampunan dari Tuhanmu dan mendapatkan surga yang luasnya seluas
langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa," (QS. Ali 'Imran 3: Ayat 133)

Allah SWT berfirman:

َ‫س ۗ  َوا هّٰلل ُ ي ُِحبُّ ْال ُمحْ ِسنِ ْين‬


ِ ‫ضرَّٓا ِء َوا ْل ٰك ِظ ِم ْينَ ْال َغ ْيظَ َوا ْل َعا فِ ْينَ َع ِن النَّا‬
َّ ‫ ۚ الَّ ِذ ْينَ يُ ْنفِقُوْ نَ فِى ال َّسرَّٓا ِء َوا ل‬

"(yaitu) orang-orang yang berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang
menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Dan Allah mencintai orang yang berbuat
kebaikan." (QS. Ali 'Imran 3: Ayat 134)
"Barang siapa menahan amarahnya, padahal dia mampu untuk meluapkannya, maka dia akan dipanggil
oleh Allah dan pilih bidadari yang dia sukai."

4. H.R Bukhari dan Muslim dari anas ibnu malik, nabi bersabda "Tidak beriman sessorang sampai dia
mencintai saudaranya seperti dia mencitai dirinya sendiri"