Anda di halaman 1dari 4

23 Juni 2019

dr. Raehanul Bahrein

Masjid Al Ukhuwah Cisauk

Fikih Terkait Gadged dan Kesehatan Mental

Gadge

1. Gadged dapat menyebabkan seseorang introvert (tertutup) kemampuan bersosialisasi dan mencuri
waktu kita di dunia nyata.

=Kita tidak merasa hilangnya waktu (pencuri ulung), apa saja yang dicuri:

1. Mencuri waktu untuk belajar

2. Mencuri keikhlasan dan waktu ibadah kita. Dengan pamer ibadah (tersirat maupun tersurat).

3. Mencuri waktu romantis dan kehangatan suami istri. Ketika menjelang tidur contohnya. Sunnahnya
yaitu hadits aisyah dan nabi mengobrol dan mendengarkan istri ngobrol.

4. Mencuri waktu kreasi dan hiburan kita. Zaman dahulu datang ke tempat kreasi orang datang ke
tempat kreasi untuk melihat pemandangan . Sekarang cari spot instagramable.

5. Mencuri waktu kehangatan saat makan bersama. Sunnahnya adalah berbincang saat makan bersama.

6. Mencuri cinta dan perhatian. Karena dengan ada gadged dan medsos, siapa saja bisa bertemu
kembali.

2. Menyebabkan penyakit pamer diri (makanan, harta, anak yang imut, kemesraan pengantin baru)

Pemer tidak terlepas dari unsur kesombongan. Sombong adalah yang menyebabkan iblis diusir dari
surga. Inilah yang harus dikhawatirkan. Ketika kita hendak memposting sesuatu, kita harus
merenungkan apakah posting ini untuk pamer, atau mengajak orang, memberikan manfaat dll.

Seseorang yang sering pamer, sebenarnya dia kurang bahagia pada saat itu, sehingga butuh kebahagian
lain dengan pujian dari orang lain (secara psikologi).

Pamer akan menimbulkan hasad. Ulama berkata tidak ada jasad yang terlepas dari hasad, hanya saja
orang yang baik tidak akan menampakkan hasad tersebut, sedangkan orang yang buruk akan
mengusahakan hasadnya tersebut. Maka kembali renungkanlah kita saat hendak posting sesuatu. Hasad
adalah penghalang terbesar dari hidayah. Hasad itu muncul pada orang yang kepentingannya sama
3. Kecanduan main game.

Kecanduan game merupakan salah satu kegagalan mental. Dalam fikih, bermain hukumnya mubah.
Tetapi game di zaman sekarang banyak yang melanggar syariat. Misalnya ada mahluk bernyawa dan
bahkan menampakkan aurat, musik, perkataan yang buruk, dan hal ini menyebabkan kecanduan
sehingga menghabiskan waktu.

Ibnu qayyim al jauziyah menyebutkan bagaimana mengisi waktu kita dengan baik, suatu jiwa tidak
disibukkan dengan kegiatan postif, maka akan diisi dengan kebathilan. Maka perlu diagendakan kegiatan
kegiatan yang baik.

4. Hilangnya eksistensi di dunia nyata

Ada seseorang yang hanya berinteraksi di dunia maya namun di dunia nyata tidak bisa apa apa. Ini
termasuk gangguan mental. Orang orang ini sebenarnya adalah yang tidak bersosial dan tidak bisa
berprestasi di dunia nyata.

Salah satu bukti eksistensi kita di dunia nyata adalah ketika kita berbicara dengan orang lain tapi kita
tetap memegang gadged dan ini tidak sesuai dengan adab islam.

5. Terlalu banyak berkomentar

6. Sakit hati online (hasad, dll)

Ada yang lebih penting dalam beramal yaitu bagaimana berusaha agar amal tersebut diterima oleh
Allah.

Dalilnya, nabi ibrahim saat membangun kabah, setelah nabi ibrahim dan nabi ismail selesai membangun
ka'bah berdoa agar amal beliau

29 September 2019

Ustadz dr Raehanul Bahrein

Masjid Nurul Iman Blok M Square

Keimanan Turun Berat Badan Naik

Antara keimanan dan berat badan berhubungan. Menjaga berat badan dan keimanan

1. Berat badan dapat naik dan turun, keimanan juga dapat naik dan turun.

Untuk mengetahui naik turun berat badan dapat diukur dengan timbangan. Iman juga dapat naik dan
turun. "Iman itu naik dan turun, bertambah dengan ketaatan dan berkurang dengan kemaksiatan".
Untuk memgetahui naik turunnya iman, ulama berkata dapat diketahui dengan mengetahui shalat
malam. Ketika dimudahkan shalat malam, maka keimanan sedang naik, sedangkan apabila susah bangun
shalat malam, maka keimanan sedang turun. Karena pada zaman dahulu tidak alarm yang bisa
membangunkannya. Jadi yang membangunkan ulama terdahulu adalah keimanannya atas izin Allah.
Pada zaman, seorang penuntut ilmu yang tidak bangun untuk shalat malam, maka itu merupakan aib
besar baginya.

"Hendaklah kalian shalat malam, karena shalat malam merupakan kebiasaan orang orang shaleh
sebelum kamu."

2. Kita berada pada zaman dimana susah untuk menjaga iman dan berat badan.

Zaman ini sulit menjaga berat badan, dikarenakan oleh dua sebab, yaitu makan dan kurang gerak.
Budaya kuliner dan memiliki kalori yang tinggi seperti ice cream, minuman cepat saji, dll. Makanya kita
harus menjadi konsumen cerdas dengan memperhatikan. Kemudian jarang bergerak, serba otomatis,
serba online. Kemudian banyak bergerak dengan olahraga seperti jogging, berenang, bersepeda.

Demikian juga pada zaman ini susah menjaga keimanan dikarenakan oleh duan sebab, yaitu syubhat dan
syahwat. Terutama dengan adanya internet dan sosial media. Syubhat, dimulai dari yang merusak
agama islam seperti syubhat liberal, atheis. Kemudian syahwat,. Menyembuhkan syubhat dengan ilmu,
yaitu dengan mendatangi kajian. Sedangkan syahwat obatnya adalah dengan sabar. Imam Ahmad
berkata, selayakknya seorang hamba di zaman ini mencari hutang agar bisa menikah.

3. Sama sama butuh perjuangan untuk menjaga iman dan berat badan.

Manusia ada yang berusaha menjaga berat badannya begitu pula dengan keimanannya. Dalam menjaga
berat badan dengan mencari cara menjaga berat badan baik dari online, atau mengikuti kursus, atau
dengan beegabung dengan komunitas diet. Bahkan seseorang sampai meninggalkan makanan yang dia
sukai. Begitu pula dengan menjaga keimanan. Maka seseorang perlu menuntut ilmu, mulai dari hal hal
yang dasar aqidah dan tauhi, fiqih sehari hari, dan ahklak dan adab dalam islam. Kita membentuk
komunitas dengan memilih teman teman yang baik.

4. Ketika melanggar kiat kiat untuk menjaga keimanan dan berat badan muncul rasa penyesalan.

Orang yang sudah melakukan pelanggaran maka dia mencari cara untuk menebus pelanggarang yang dia
buat. Misalnya ketika seseorang yang sedang diet khilaf dengan makan mie instant tengah malam, maka
dia harus jogging untuk membakar kalaoris tersebut. Begitu pula seseorang yang sedang menjaga
keimanannya, ketika melakukan kemaksiatan, maka akan muncul rasa penyesalan,. Untuk mengganti
kesalahan tersebut maka harus segera dibalas dengan melakukan amalan amalan baik.

5. Orang yang menjaga keimanan dan berat badan berusaha tetap istiqamah.

Semua metode diet, kebanyakan gagal karena tidak memperbaiki pola hidupnya . Demikian juga
istiqamah dalam beragama. Ada banyak cara agar istiqamah dalam beragama. Satu yang paling utama
agar tetap istiqamah dalam beragama adalah jangan meninggalkan majelis ilmu secara total. Karena
dalam majelis ilmu ada dua sarana dalam beristiqamah yang pertama adalah ilmu karena ilmu dapat
menghilangkan syubhat. Sarana kedua adalah dengan bertemu dengan teman teman yang sholeh.