Anda di halaman 1dari 34

20 April 2019

"Mereka adalah Pembajak"

Barang siapa yang menuntut ilmu hadits bukan karena Allah, maka dia akan terkena makarnya sendiri.

Bisyir al hafi, (bisyir sang nyeker) murid imam malik, beliau adalah ulama lahir pada tahun 179 H di
baghdad, beliau rajin belajar sejak muda, beliau berkata "anda tidak akan manisnya ibadah, sampai anda
membangun dinding antara syahwat dan ibadah anda." "Aku tidak tahu amalan yang lebih afdhal
dibanding menuntut ilmu". Adapun saya, saya beristighfar kepada allah dari proses yang jalani

Pernah suatu hari imam bisyir dipuji dan diangkat dengan perkataan namanya, kemudian beliau berkata,
"pemandangan yang kalian saksi tadi, itu pemandangan seseorang yang mencintai saudaranya karena
orang itu menganggap saudaranya itu baik, orang yang bertaqwa kepada allah, dan kemungkinan besar
orang yang mencintai sudah selamat, sedangkan orang yang dicintai belum tentu selamat diakhirat".

"Sembunyikan amal anda seperti anda menutupi dosa dosa anda"

"Barang siapa yang tidak suka popularitas, maka dia akan popular dengan cara elegan"

Abu hanifah berkata, aku lebih menyenangi cerita cerita luar biasa dari ulama dibanding fiqih, hal ini
dikarenakan cerita cerita langsung dari para ulama merupakan perwujudan langsung pelaksanaan fiqih
melalui perbuatan.

Bisyir berkata, allah memberikan wahyu kepada nabi daud, janganlah engkau mejadikan perantara
seorang alim yang terfitnah, meraka adalah pembajak dan perampok hamba hambaku.

Yang diperingatkan adalah ahli ilmu yang tidak ikhlas, itulah yang membuat orang tidak mau datang ke
kajian. Karena memberikan contoh yang tidak baik kepada orang orang yang disekitarnya (orang orang
yang belum ngaji). Karena mereka banyak orang orang yang takut terhadap sunnah.

Sesungguhnya seorang hamba tergantung dari tingkat keikhlasannya.

Tugas kita adalah menjaga ilmu agar tidak keluar dari kita.

Ilmu itu adalah takut kepada allah.

1. Apabila masuk pertengahan sya'ban jangan kalian berpuasa, namun mayoritas ulama membolehkab
puasa pada hari hari di bulan sya'ban

2. Allah melihat hamba2nya di bulan sya'ban dan mengampuni dosa dosa hamba hambanya kecuali
musyirik dan musahid (orang yang terlibat permusuhan sesama manusia karena urusan dunia, orang
yang membenci sahabat rasulullah shalallhu alihiwasallam, orang orang yang mengamalkan amalan
ibadah baru)

Tidak ada amalan tertentu pada pertengahan bulan sya'ban.


Ulama terdahulu menutup tokonya selama 2 bulan yaitu sya'ban dan ramadhan. Ulama sudah memulai
dari tanggal 1 syawal.

Hasan al basri, kita sudah sering melihat orang orang yang mengejar akhirat dan mendapatkan dunia.
Dan sebaliknya kami tidak pernah melihat orang yang mencari dunia dan mendapat akhirat.

15 Juni 2019

Syawal, Puasa, Hukum, & Hikmah

Puasa Sunnah 6 Hari

Keistimewaan puasa 6 hari di bulan syawal

1. Puasa yang bernilai separti puasa wajib selama 1 tahun

2. Puasa syawal sebagai tambal kekurangan kekurangan puasa di bulan ramadhan

3. Puasa syawal sebagai tanda diterimanya amalan puasa di bulan ramadhan

4. Puasa syawal sebagai simbol syukur kita karena dosa dosa sudah dihapuskan pada bulan ramadhan.

Puasa syawal 6 hari dapat dicicil dan dipisah pisah karena haditsnya bersifat umum.

Bagi yang memiliki hutang puasa (halangan, sakit, safar)

1. Arahan para ulama adalah membayar hutang puasa terlebih dahulu.

Alasannya :

1. Kaidahnya wajib lebih didahulukan dari pada yang sunnah.

2. Hutang puasa artinya hutang kepada Allah.

3. Riwayat dari abu hurairah dan aisyah adalah jangan berpuasa sunnah sampai puasa wajib
dilaksanakan.

4. Sesuai dengan haditsnya bahwa barang siapa yang berpuasa wajib dan dilanjutkan dengan puasa 6
hari syawal.

Untuk perempuan yang sibuk dan memiliki banyak hutang puasa wajib, terjadi khilaf dikalangan ulama,
terbagi menjadi 2 pendapat.

1. Boleh puasa sunnah syawal (hanafi mutlak, maliki dan syafii makhruh).

2. Harus puasa wajib terlebih dahulu (hambali)


Syawal merupakan bulan haji

Maka niatkanlah haji pada bulan syawal

Menikah

Dalilnya adalah hadits dari aisyah, yaitu nabi menikahiku pada bulan syawal.

Terdapat hikmah kenapa aisyah menekankan menikah pada bulan syawal. Kata para ulama seperti imam
an nawawi, aisyah menekankan menikah di bulan syawal untuk membantah kebiasaan bahwa menikah
dibulan syawal membawa sial.

22 Juni 2019

Lembaran Baru

1. Waktu berpuasa syawal semakin sedikit.

2. Bulan syawal adalah bulan haji.

Sebelum mempelajari adab adab menuntut ilmu, maka kita harus memahami hakikat ilmu. Hidup itu
adalah seni melihat. Hidup itu tentang objek di depan kita. Ketika berhijrah, kita harus memahami cara
melihat ilmu. Imam syafii berkata "Tempatnya kita melihat suatu objek, itu kunci menghindari jebakan
jebakan syaitan."

Allah berfirman dalam surat an nur 44:

Kemampuan kita melihatlah yang menentukan respon kita selanjutnya. Untuk melihat kita butuh cahaya
(ilmu). Kita harus tepat dalam melihat hakikat ilmu.

Kenapa kita belajar adab, karena hakikat ilmu itu bukan konten. Ilmu itu menumbuhkan rasa butuh
kepada allah, bukan sebatas kemampuan ilmiah itu mecapai kesimpulan yang benar.

Letaknya ilmu itu di hati, bukan di dalam buku, hafalan, dll.

Salah satu karakter umat nabi muhammad shalallahu alaihi wasallam dari riwayat israiliah adalah kitab
suci mereka berada di dalam dadanya.

Imam ahmad bin adbul halim berkata, bila ilmu itu ada di media, maka ulama yang hidup setelah di era
ilmu itu di bukukan tidak ada ulama yang melebihi ulama sebelum ilmu dibukukan.

Ilmu yang bermanfaat itu ada perpaduan konten dan proses mendapatkannya.
Untuk nurut (taqwa) maka kita harus menumbuhkan rasa butuh kepada Allah.

Surat al ankabut : 49. Ayat ayat al quran adalah ayat ayat yang gamblang yang berada di dalam ilmu ilmu
orang orang yang beriman.

29 Juni 2019

Merasa Diawasi

Muqodimah

1. Sebagian ulama mengatakan ketika seseorang tidak bisa melaksanakan puasa syawal karena alasan
syari, maka dapat mengqada' pada bulan sya'ban.

2. Orang yang beriman hatinya terpaut untuk berangkat ke tenah suci. Sunnah haji pada bulan syawal
lebih kuat dibanding sunnah menikah di bulan syawal.

3. Tidak ada kesuksesan tanpa konsistensi. Amalan yang paling Allah cintai adalah adalah amalan yang
terus menerus walaupun jumlahnya sedikit.

Kaidah mengatakan, menghancurkan itu lebih mudah dari membangun.

Isi waktu luang dengan membaca alquran, membaca dzikir, murojaah materi, atau berkenalan dengan
teman baru.

Bab II Adab Seorang Ahli Ilmu dan Perhatiannya Terhadap Majelis dan Muridnya.

1. Adab terhadap dirinya sendiri

Adab merasa selalu merasa diawasi oleh Allah subahana wataala. Kita harus menumbuhkan rasa diawasi
oleh Allah Subhana wataala. Para ulama berkata bahwa beradab sebelum berilmu berarti adab yang
pertama harus ditekankan adalah adab kepada Allah (Muroqobatullah).

Al imam ibnu qayyim berkata, muroqobah adalah asas dari seluruh amalan amalan hati.

Pengertian Muroqobah : ilmu seorang hamba yang permanen dan keyakinannya bahwa Allah senantiasa
memperhatikan dan mengawasi dirinya baik zhohirnya maupun batilnya.

Imam muad assihibi: muraqobah ilmu yang berada dalam hati seorang hamba secara permanen bahwa
Allah mengetahui dirinya baik ketika ia diam maupun ketika ia bergerak dan ilmu ini dipadukan dengan
keyakinan yang bersih dan sempurna.

Ilmu itu di hati bukan di kepala. Ilmu di hati yang merubah kita menjadi lebih baik.

Imam al jariri berkata seluruh urusan kita dibangun diatas dua hal, 1. Engkau senantiasa merasa diawasi
oleh Allah (muroqobah) 2. Ilmu itu tegak diatas dirimu.
Inti dari ilmu itu adalah ibadah hati.

Muroqobah dan ilmu merupakan asas kesuksesan dalam beragama.

"Allah senantia mengawasi anda" QS. An nisa ayat 1.

Al imam zunud, kunci mendapatkan surga

1. Istiqamah

2. Kesungguhan atau ijtihad (dikerjakan dengan maksimal, belajar maksimal)

3. Muroqobah. Baik ketika sendirian maupun saat dengan orang lain.

4. Menunggu kematian

5. Selalu menginstropeksi diri sebelum kita dihisab di akhirat.

Al imam ibnu jauzi berkata, Allah subhana wataala itu lebih dekat daripada ke seorang hamba dibanding
urat lehernya, namun Allah bermuamalat dengan ghaib dan seolah olah jauh dari hambanya, dan Allah
memerintahkan berdoa kepadanya, maka hati orang bodoh merasa Allah itu jauh karena itulah mereka
sering terjatuh kepada kemasiatan, padahal kalau muroqobah lahir pada diri diri mereka maka itu akan
menjaga diri mereka dari segala dosa.

Adapun orang orang yang sadar mengetahui kedekatan Allah dengan hambanya, maka muncul
muroqobah. Maka perasaan muroqobah akan memunculkan kontrol terhadap seorang hamba agar dia
tidak berbuat sesuka hatinya.

Dunia itu ujiannya, percaya pada yang ghaib atau tidak.

6 Juli 2019

Menumbuhkan Muroqobatullah

Muqodimah

Dzulqoqdah adalah bulan dimana setiap amalan dilipat gandakan balasannya begitu pula dosa juga dosa
turut dilipat gandakan. Dalilnya adalah surat At Taubah : 36 tentang 4 bulan jangan mendzalimi diri
kalian pada bulan tersebut. Penjelasannya oleh abdullah bin abbas bahwa pahala dan dosa dilipat
gandakan balasannya.

4 sisi pahala yang kita dapat :

1. Pahala yang kita dapat dari ibadah yang kita kerjakan hari ini

2. Mendapatkan pahala karena mengerjakannya di bulan zulqoidah


3. Pahala menghidupkan sunnah nabi yang hampir punah di masyarakat

4. Pahala dari orang orang yang mengikuti menghidupkan sunnah nabi

"Barang siapa yang menghidupkan sunnah nabi yang hampi punah maka dia akan mendapatkan pahala
tersebut". H.R Muslim

Amalan yang dapat dikerjakan:

1. Amalan yang terdapat dalil dan ada perintah oleh nabi shalallhu alaihiwasalam, (memperbanyak
shalat dhuha, memperbanyak bacaan al quran, menambah uang belanja istri)

2. Sunnah memperbanyak puasa di bulan bulan haram. Dalilnya ibnu umar memperbanyak puasa di
bulan bulan haram.

3. Haji. Bulan haji salah satunya adalah zulqoidah (al baqarah : 197) syawal, zulqoidah, dzuhijah (khilaf
oleh para ulama),

Agar haji kita mabrur yaitu dengan siapa kita berangkatnya. Al imam ibnu qudamah berkata :
seyogyanya orang yang mau berangkat mencari teman atau rombongan yang sholeh, yang cinta kepada
kebaikan, dan semangat dalam beribadah dan mau menasihati kita.

Seluruh amalan amalan hati yang lain pondasinya adalah sifat muroqobah. Para ulama menganggap
muroqobah bahkan lebih penting dibanding kecerdasan, hafalan yang kuat, prestasi akademik yang baik.

Inti dari ilmu adalah ibadah hati, banyak orang lupa dengah hakekat ini. Dengan muroqobahlah semua
kebaikan akan dimulai.

Kiat mendapatkan muroqobatullah :

1. Senantiasa mengevaluasi diri dan memperhatikan diri kita di setiap keadaan. Abu Hafas berkata "jika
anda duduk dihadapan manusia, anda harus selalu menasihati hati dan diri anda dan anda jangan tertipu
disaat manusia itu berkumpul ditengah tengah kita, karena meraka hanya bisa mengawasi yang dzohir
dari anda, dan hanya Allah yang bisa menilai batin kita".

Bilal bin saad berkata, "anda jangan melihat seberapa kecil dosa, melaikan dengan siapa anda berbuat
dosa".

Khalin bin wa'da, berkata tidak seorang manusia memiliki empat mata, dua mata pertama adalah yang
ada di kepalanya untuk melihat hal hal yang dzhohir, dua mata lagi ada di dalam hati.

Hati ini dinamakan qalb karena labilnya luar biasa.

"Jaga jiwa anda dari tiga hal, 1. Ketika anda beraktifitas, ingatlah Allah mengawasi anda, 2 ketika anda
berbicara, ingat Allah mendengar anda, 3. Ketika anda diam, Allah memiliki ilmu untuk membedah isi
hati kita".
Ketika ada keinginan untuk membeli sesuatu, maka kita harus mengkomunikasikan dengan hati kita, di
akhirat kita akan mempertanggung jawabkan apa yang kita beli tersebut.

13 Juli 2019

Tak Ada yang Luput

Adab pertama yang harus dimiliki oleh penuntut ilmu adalah muroqobatullah. Jika sudah tercipta adab
yang baik dengan Allah maka pasti memiliki adab yang baik dengan manusia.

Kiat medapatkan muroqobatullah

2. Dengan tauhid asma wa sifat

Yaitu nama nama dan sifat Allah. Sebut saja dengan ar raqib yaitu yang maha mengawasi. Al ahzab: 52,
hud : 61 "sesungguhnya rabmu itu sangat dekat dan menjawab doa doa yang diminta hambanya.

"Muroqobah itu adalah ilmu yang terdapat dalam hati seorang hamba tentang betapa dekatnya rabnya
dengan dirinya."

"Jika hati baik, maka seluruh anggota tubuh baik"

Tauhid asma wa sifat adalah ilmu yang nyata dan menentukan sukses atau gagalnya kita dalam
beragama.

Abdullah bin dinar berkata, umar bin khatab pernah melakukan perjalan keluar kota dan beliau bertemu
dengan pengembala kambing dan beliau seorang budak, dan umar berkata, wahai pengembala, tolong
jual seekor kambing ini kepadaku, pengembala itu berkata, saya ini hanya seorang budak, saya tidak
berwenang jual beli kambing tersebut. Umar bermaksud untuk mengetes budak tersebut dengan
membujuk menjual kambing tersebut dan membohongi majikannya, budak tersebut menjawab, dimana
Allah? Kemudian umar memerdekakan budak tersebut.

Al mulk 11-13, "rahasiakanlah ucapan kalian atau terang terangan, allah maha mengetahui apa yang ada
di dalam dada kalian, dan allah maha tahu"

Al imam ibnu assaq, adam bin setiap bicara di majelis dia akan mengajak bicara dirinya sendiri, demi
Allah yang tidak ada yang laya diibadahi kecuali dia, lalu pada saat itu Allah akan bertanya kepada dia,
wahai adam, bukankan aku selama ini mengawasi hati kami, saat kamu menginginkan apa yang tidak
halal dalam hatimu, bukankah aku mengawasi apa yang kamu lihat sesuatu yang tidak hala bagi
kamu, bukankah aku mengawasi saat kamu mendengar sesuatu yang tidak halal bagi kamu, bukankah
aku mengawasi tanganmu ketika menyntuh yang tidak halal bagi kamu, bukankah aku mengawasi
kakimu ketika kamu melangkah ke tempat yang haram bagimu, apakah kamu malu dengan manusia
dan tidak malu dengan Allah, apakah aku menjadi pihak yang paling rendah dari semua pihak pihak
yang bisa melihatmu?"
Annisa : 79 "cukuplah Allah menjadi saksi."

20 Juli 2019

Saat Diri Ini Terjebak

Hadis riwayat bukhari dan muslim, aku pernah mendengar rasulullahi shalallhu alaihiwasaallm bersabda,
ada 3 orang melakukan perjalanan, orang orang ini hidup sebelum kalian, mereka terus berjalan siang
malam, dan mereka putuskan untuk mencari tempat istirahat.

27 Juli 2019

Arti dari Sebuah Pengorbanan

7 September 2018

Hari yang Shalih

Fussilat ayat 33

"Dan siapakan perkataannya yang lebih baik dari pada orang orang yang menyeru kepada Allah dan
mengerjakan kebajikan dan berkata, "sungguh aku termasuk orang orang muslim (yang berserah diri)"

Muharam adalah bulan mulia dimana amalan akan dilipatgandakan ganjarannya oleh Allah subhana
wataala. "Beribadah ketika disaat orang orang lalai, maka pahalanya seperti berhijrah kepadaku
(rasulullah)." Banyak orang yang melalaikan bulan muharam. "Barang siapa yang menghidupkan sunnah
nabi yang sudah langka, maka dia akan mendapatkan pahala dari orang orang yang terpengaruhi oleh
dia."

Amal ibadah yang lebih utama dibulan muharam adalah muharam

"Sebaik baik shalat setelah shalat wajib adalah qiyamul lail, sebaik baik puasa setelah ramadhan adalah
puasa dibulan muharam".

Puasa asyura pada tanggal 10 muharam, abdullah bin abbas berkata, aku tidak pernah melihat nabi kita
lebih menjaga dalam berpuasa hari hari dibannding hari lain yaitu hari ini (puasa asyura). Lebih ditekan
kan apabila kita bisa juga melaksanakan puasa tasu'a pada tanggal 9 muharam. "Kalau aku masih hidup
tahun depan, aku akan berpuasa pada tanggal 9 muharam"

Sambil melaksanakan puasa asyura, ada baiknya kita juga mengetahui keutamaan hari asyura.
14 September 2019

Amanat Itu Bernama Ilmu

Orang yang memiliki ilmu (ulama, ahli ilmu, atau para penuntut ilmu). Pulang dari kajian maka kita
membawa amanat berupa ilmu. Fitrah manusia adalah mengemban amanat ilmu. Ketika datang
menuntut ilmu dan pulang membawa ilmu, maka ini bukanlah keputusan yang keliru. Karena menuntut
ilmu agama wajib bagi setiap muslim.

Orang yang dimaafkan adalah orang yang tidak tahu, bukan orang yang tidak mau tahu dalam
mempelajari ilmu agama. Orang yang tidak mau tau masuk dalam kategori i'ror. Dalam surat taha : 124

Ketika mulai belajar ilmu agama, maka kita diberikan amanat oleh Allah. Maka kita tidak akan tertipu
dengan ilmu yang kita miliki. Karena sejatinya ilmu yang kita miliki adalah amanat jadi tidak ada yang
perlu disombongkan

Mencatat itu ada kaidahnya, catat point point terbaik dari apa yang anda dengar lalu hafalkan point
point terbaik, lalu diulang ulang yang terbaik dari yang anda hafal.

Ilmu adalah amanat, bukan sesuatu untuk berbangga atau ujub atas ilmu yang kita miliki. Karena kita
akan ditanyakan terhadap ilmu ilmu yang kita miliki.

Iman said bin musaib (orang no 1 diantara kalangan tabi'in, murid aisyah radiallahuanhu dan ibnu abbas)
sering bedoa allahumma salim salim. Artinya ya allah selamatkan saya selamatkan saya.

Ilmu itu adalah sesuatu yang harus diamalkan bukan sekedar konten, hafalan, retorika. Inti dari ilmu
adalah merubah seseorang, dari yang berorientasi dunia menjadi akhirat, dari manusia kepara rabb nya
manusia. Ilmu lebih berharga dari pada harta.

Syaih muhammad ketika menjelaskan ilmu itu adalah amanat, ada tiga hal besar yang harus kita miliki
untuk bisa mengamalkan ilmu.

1. Hendaknya kita senantiasa bersikap da ln berbicara dengan ilmu.v

Al kahf : 36 "janganlah kamu mengikuti sesuatu yang kamu tidak tahu ilmunya," al isra' : 36
"sesungguhnya pendengaran, penglihatan, hati anda akan ditanyakan oleh Allah subhana wataala".
Itulah sebabnya para ulama tidak mau berbicara tanpa ilmu. Abdurrah ibnu laila,"Saya pernah bertemu
120 kaum anshar sahabat rasul, ketika salah seorang diantara mereka ditanya, dan mereka melempar
pertanyaan kepada kaum anshar yang lain sampai kepada sahabat yang ke 120 melempar pertanyaan
kembali kepada yang ditanya pertama kali." Imam malik pernah menyampaikan kalimat, aku sangat
ingin menjadi prinsip seorang ulama kepada muridnya yaitu kalimat aku tidak tahu." hudaifah bin yaman

2. Nasihat

Ilmu itu membawa kebaikan untuk kita dan orang orang disekitar kita.

Fatwa adalah menyampaikan hukum Allah dalam sebuah masalah.


3. Niat karena Allah

Orang yang menuntut ilmu bukan karena Allah, maka dia tidak akan mencium aroma surga.

Bentuk amanat dalam bentuk hafalan al quran, adalah menjaga hafalan tersebut, memahami tafsir dan
makna ayat tersebut.

Kiat kiat untuk shalat malam,

Qiyamul lail adalah charger dalam kehidupan kita sehari hari, yang membuat kita kuat menjalani sehari
hari

Maksiat dikala sendirian

21 September 2019
Sudah Bermanfaatkah Ilmu Anda?

Nasihat dari umar bin khatab "barang siapa yang memiliki dalam suatu bidang, maka hendaknya dia
tekuni." Karena ketekunanlah yang membuat kita berhasil setelah taufik dari Allah subhana wataala.
Maka kita berbicara rezki yang paling mahal di dunia yaitu ilmu, maka tekuni bidang tersebut. Amalan
yang dicintai oleh Allah adalah amalan yang ditekuni walaupun sedikit.

Berkata imam ibnu jamaah, menuqil dari perkataan imam assyafii, "ilmu itu bukan yang dihafal tapi ilmu
adalah yang bermanfaat dalam kehidupan anda." Untuk mengetahui ilmu seseorang dapat diketahui
dari apa yang diimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari.

Ini menunjukkan ilmu dan hafalan adalah dua kotak yang berbeda. Orang yang sudah tahu, hafal, dan
memahami ilmu, belum tentu bisa melaksanakan atau memnfaatkan ilmu tersebut.

Cara supaya bisa memanfaatkan ilmu :

1. Jalani kehidupan yang kita miliki.

2. Praktekkan teori kita. Ilmu itu untuk diamalkan, imam sufyan at tsauri, "ilmu itu dipelajari agar kita
bertaqwa Allah, kalau bukan untuk itu, maka ilmu agama sama seperti ilmu ilmu yang lain."

3. Mujahadah, berjuang dengan sungguh sungguh. Allah berfirman, "barang siapa yang berjihad dengan
kesungguhan selayaknya orang berperang dijalan atas Allah, baru kemudian kamu beri hidayah".

12 Oktober 2019
Tanda Ilmu yang Bermanfaat

Ilmu yang bermanfaat dijelaskan imam asy syafii, ilmu itu bukan yang dihafal, tapi ilmu yang bermanfaat
bagi kita di dunia dan di akhirat. Ulama menjelaskan yang dimaksud bermanfaat adalah bermanfaat bagi
seorang hamba mendekakatkan dirinya kepada Allah.

Ilmu yang bermanfaat adalah sesuatu yang diketahui antara hamba dengan rabbnya atau yang
menjelaskan hubungan antara hamba dan rabbnya, menuntun atau mengarahkan seseorang kepada
rabbnya, membuat seorang hamba mengenal hambanya, mendekatkan seorang hamba kepada
rabbnya, membuat seorang hamba malu kepada rabbnya, membuat seorang hamba merasa ibadah
seorang hamba diperhatikan oleh rabbnya.

Ilmu yang bermanfaat, ilmu yang mendekatkan seorang hamba kepada hambanya.

Seorang ahli ilmu atau guru yang baik adalah sosok yang memperkenalkan murid muridnya kepada
rabbnya, bukan hanya mengkhatamkan kitab kitab dan media media lain.

Tanda tanda ilmu yang bermanfaat dan siapa saja yang dapat memilikinya.

1. Tidak pernah melihat dirinya memiliki posisi tinggi. Tidak pernah merasa dirinya lebih dibanding yang
lain. an najm : 32

Allah SWT berfirman:

‫ض َواِ ْذ اَ ْنتُ ْم اَ ِجنَّةٌ فِ ْي بُطُوْ ِن‬ ِ ْ‫ك َوا ِس ُع ْال َم ْغفِ َر ِة ۗ ه َُو اَ ْعلَ ُم بِ ُك ْم اِ ْذ اَ ْن َشا َ ُك ْم ِّمنَ ااْل َ ر‬ َ ‫اَلَّ ِذ ْينَ يَجْ تَنِبُوْ نَ ك َٰبٓئِ َر ااْل ِ ْث ِم َوا ْلفَ َوا ِح‬
َ َّ‫ش اِاَّل اللَّ َم َم ۗ اِ َّن َرب‬
‫ ۗ هُ َو اَ ْعلَ ُم بِ َم ِن اتَّ ٰقى‬ ‫اُ َّم ٰهتِ ُك ْم ۚ فَاَل تُ َز ُّك ۤوْ ا اَ ْنفُ َس ُك ْم‬

"(Yaitu) mereka yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan keji, kecuali kesalahan-kesalahan kecil.
Sungguh, Tuhanmu Maha Luas ampunan-Nya. Dia mengetahui tentang kamu, sejak Dia menjadikan
kamu dari tanah lalu ketika kamu masih janin dalam perut ibumu. Maka janganlah kamu menganggap
dirimu suci. Dia mengetahui tentang orang yang bertakwa."

(QS. An-Najm 53: Ayat 32)

"Barang siapa yang mengklaim dirinya adalah ulama, maka dia orang bodoh".

Ucapan imam sufyan ats tsauri, "apabila dalam sebuah masalah ada fatwa dari ahli ilmu yang lain, maka
anda jadikan kesempatan tersebut sebagai ghanimah. Dan jangan sekali sekali anda bersaing dengan
pikiran negatif. Dan jangan sampai anda termasuk ke dalam komunitas orang orang yang senang
ucapannya diamalkan oleh manusia, disebar oleh manusia, didengar oleh manusia."

Bila seseorang ingin ucapannya didengar dan tersebar, maka niatnya adalah mencari popularitas.

Hasan Al Bashri, orang orang yang ilmunya bermanfaat, itu tidak hasad kepada orang yang diatasnya,
dan dia tidak akan menjatuhkan yang dibawahnya."

Ahli ilmu, semakin bertambah ilmunya, maka semakin tawadhu,


2. Ilmu itu mengarahkan pemiliknya melarikan diri dari dunia

Menghindari kekuasaan, popularitas,. Tapi jika dunia itu diraih tanpa ada motif, ambisi, dia takut dengan
itu semua, merasa yang dia dapat itu adalah istidarj, maka ini tidak apa. Contohnya seperti Abu Bakr.
Dan mereka tidak suka dipuji.

3. Pemiliknya tidak pernah mengklaim dirinya ahli ilmu atau ulama.

"Barang siapa yang mengklaim dirinya adalah ulama, maka dia orang bodoh". Orang yang memiliki ilmu
tidak pernah merendahkan orang lain. Dan jangan sekali sekali mencap orang lain bodoh.

26 Oktober 2019
Wibawa & Keanggunan

Salah satu yang harus harus dimiliki oleh penuntut ilmu yaitu al waqar. Al waqar dijelaskan oleh para
ulama hampir sama dengan ketenangan, kedewasaan,. Ketenangan jiwa, kekokohannya dalam
beraktifitas (wibawa bagi laki laki atau keanggunan bagi perempuan).

Perbedaan antara sakinah dan waqar, kata imam an nawawi, sakinah itu kehati hatian bergerak,
melangkah, dlm beraktifitas, dan menjauhi aktifitas yang tidak bermanfaat, sedangkan waqar itu lebih ke
penampilan, gestur, (wibawa dan keanggunan).

Salah satu sifat penuntut ilmu sejati maka kita harus memiliki wibawa atau keanggunan dalam gestur
kita. Berbicara dengan suara yang proposional. Hadits dari aisyah radiallahuanhu, nabi shalallahu alaihi
wa salam selalu tersenyum. Dan terkadang nabi juga tertawa. Tertawa yang berlebihan bersifat makrukh
karena dapat menghilangkan sifat waqar.

Seorang ahli tauhid tidak terpisah dari sifat waqar. Surat al furqan : 63

Allah SWT berfirman:

‫ض هَوْ نًا َّواِ َذا خَا طَبَهُ ُم ْال ٰج ِهلُوْ نَ قَا لُوْ ا َس ٰل ًما‬
ِ ْ‫َو ِعبَا ُد الرَّحْ مٰ ِن الَّ ِذ ْينَ يَ ْم ُشوْ نَ َعلَى ااْل َ ر‬
"Adapun hamba-hamba Tuhan Yang Maha Pengasih itu adalah orang-orang yang berjalan di bumi
dengan rendah hati (ketenangan dan waqar) dan apabila orang-orang bodoh menyapa mereka (dengan
kata-kata yang menghina), mereka mengucapkan, salam,"

(QS. Al-Furqan 25: Ayat 63)

Allah SWT berfirman:

‫ت ْال َح ِمي ِْر‬


ُ ْ‫صو‬ ِ ‫صوْ تِكَ  ۗ اِنَّ اَ ْنك ََر ااْل َ صْ َوا‬
َ َ‫ت ل‬ ِ ‫َوا ْق‬
َ ‫ص ْد فِ ْي َم ْشيِكَ َوا ْغضُضْ ِم ْن‬

"Dan sederhanakanlah dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai."
(QS. Luqman 31: Ayat 19)

Nasihat Luqman kepada anak anaknya, berjalanlah dengan tidak terburu-buru dan tidak pula lelet. Ini adalah cara
berjalan yang berwibawa.

Imam Al ghazali berkata, adab adab seorang ahli ilmu, bertahan dalam kesulitan, cobaan, didzalimi, dan terus
bersikap matang dan dewasa. Dan duduknya harus dengan cara duduk yang wibawa, dan ketika duduk, kepala itu
diarahkan ke arah dada (sedikiti menunduk) dan jangan sombong kepada hamba hamba Allah, kecuali kepada
orang orang yang berbuat dzalim.

Sombong disini bukan sombong secara maknanya dalam hadits nabi yaitu, menolak kebenaran dan meremehkan
manusia. Sombong disini untuk menunjukkan kekuatan agar orang dzalim takut untuk melanjutkan ke
dzalimannya.

Allah SWT berfirman:

َ‫ت هّٰللا ِ لَ َعلَّهُ ْم يَ َّذ َّكرُوْ ن‬


ِ ‫ۗ ولِبَا سُ التَّ ْق ٰوى  ٰۙ ذلِكَ خَ ْي ٌر  ٰۗ ذلِكَ ِم ْن ٰا ٰي‬
َ  ‫ٰيبَنِ ۤ ْي ٰا َد َم قَ ْد اَ ْنزَ ْلنَا َعلَ ْي ُك ْم ِلبَا سًا ي َُّوا ِريْ سَوْ ٰا تِ ُك ْم َو ِر ْي ًشا‬

"Wahai anak cucu Adam! Sesungguhnya Kami telah menyediakan pakaian untuk menutupi auratmu dan untuk
perhiasan bagimu. Tetapi pakaian takwa, itulah yang lebih baik. Demikianlah sebagian tanda-tanda kekuasaan
Allah, mudah-mudahan mereka ingat." (QS. Al-A'raf 7: Ayat 26)

Barang siapa yang Allah anugerahkan kewibawaan, maka Allah sudah memberikan pakaian dan
perhiasan kebaikan.

Bagaimana mendapatkan sikap wibawa dan keanggunan ? Minggu depan

2 November 2019
Mengukir Harkat dan Martabat

Berbicara tentang hujan maka seorang beriman tertuju pada firman Allah :

Allah SWT berfirman:

ِ ‫َّحبَّ ْال َح‬


‫ص ْي ِد‬ َ ‫تو‬ٍ ّ‫ـر ًكا فَا َ ۢ ْنبَـ ْتـنَا ِب ٖه َج ٰن‬
َ ‫ ۙ  َونَ َّز ْلنَا ِمنَ ال َّس َمٓا ِء َمٓا ًء ُّم ٰب‬

"Dan dari langit Kami turunkan air yang memberi berkah, lalu Kami tumbuhkan dengan (air) itu pepohonan yang
rindang dan biji-bijian yang dapat dipanen," (QS. Qaf 50: Ayat 9)

"Kebaikan itu, rutinitas"

Bagaimanakah cara kita mendapatkat karakter wibawa dan keanggunan :

1. Mengagungkan Allah subhana wa ta'ala.

Sebab mendapatkan al waqar, maka kita harus mengagungkan dzat yang memiliki al waqar tersebut.
Balasan mengagungkan Allah adalah derajat kita akan diangkat oleh Allah dan diberikan kewibawaan.
Maka kita bertugas untuk mengagungkan Allah. Para ulama selalu mengaitkan al waqar dengan
ketenangan (sakinah). Hal ini dikatakan oleh imam al qayyim. Ketika hati tenang, maka anggota tubuh
juga ikut tenang, maka dengan tenang tersebut muncullah sifat al waqar (wibawa). Berbicara
ketenangan maka dalilnya

Allah SWT berfirman:

‫ض ۗ  َوكَا نَ هّٰللا ُ َعلِ ْي ًما َح ِك ْي ًما‬ ‫هّٰلِل‬


ِ ْ‫ ۙ هُ َو الَّ ِذ ۤيْ اَ ْنزَ َل ال َّس ِك ْينَةَ فِ ْي قُلُو‬
ِ ‫ب ْال ُم ْؤ ِمنِ ْينَ لِيَ ْزدَا ُد ۤوْ ا اِ ْي َما نًا َّم َع اِ ْي َما نِ ِه ْم ۗ  َو ِ ُجنُوْ ُد السَّمٰ ٰو‬
ِ ْ‫ت َوا اْل َ ر‬
"Dialah yang telah menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang mukmin untuk menambah
keimanan atas keimanan mereka (yang telah ada). Dan milik Allah-lah bala tentara langit dan bumi, dan
Allah Maha Mengetahui, Maha Bijaksana," (QS. Al-Fath 48: Ayat 4)

Allah SWT berfirman:

ٗ‫صا ِحبِ ٖه اَل تَحْ َز ْن اِ َّن هّٰللا َ َم َعنَا ۚ فَا َ ْن َز َل هّٰللا ُ َس ِك ْينَـتَه‬ ‫هّٰللا‬
َ ِ‫َص َرهُ ُ اِ ْذ اَ ْخ َر َجهُ الَّ ِذ ْينَ َكفَرُوْ ا ثَا نِ َي ْاثنَي ِْن اِ ْذ هُ َما فِى ْالغَا ِر اِ ْذ يَقُوْ ُل ل‬ ُ ‫اِاَّل تَـ ْن‬
َ ‫صرُوْ هُ فَقَ ْد ن‬
‫َز ْي ٌز َح ِك ْي ٌم‬ ‫هّٰلل‬ ْ ْ ‫هّٰللا‬ ُ ٰ ْ َّ َّ
ِ ‫ۗ وا ُ ع‬ َ  ‫َعلَ ْي ِه َواَ يَّد َٗه بِ ُجنُوْ ٍد ل ْم تَ َروْ هَا َو َج َع َل َكلِ َمةَ ال ِذ ْينَ َكفَرُوا ال ُّسفلى ۗ  َو َكلِ َمة ِ ِه َي العُليَا‬

"Jika kamu tidak menolongnya (Muhammad), sesungguhnya Allah telah menolongnya (yaitu) ketika
orang-orang kafir mengusirnya (dari Mekah); sedang dia salah seorang dari dua orang ketika keduanya
berada dalam gua, ketika itu dia berkata kepada sahabatnya, Jangan engkau bersedih, sesungguhnya
Allah bersama kita. Maka Allah menurunkan ketenangan kepadanya (Muhammad) dan membantu
dengan bala tentara (malaikat-malaikat) yang tidak terlihat olehmu, dan Dia menjadikan seruan orang-
orang kafir itu rendah. Dan firman Allah itulah yang tinggi. Allah Maha Perkasa, Maha Bijaksana." (QS.
At-Taubah 9: Ayat 40)

Ketenangan adalah pondasi dari kewibawaan dan keanggunan. Salah satu bentuk pengagungan kepada
Allah adalah keyakinan seorang hamba bahwa dia memiliki rabb yang dapat mengatur segala sesuatu
dan sangat mudah bagi Allah untuk membolak balikkan keadaan.

2. Berusaha menjalankan sunnah nabi shalallahu alaihi wasalam semaksimal mungkin

Firman allah tentang pakaian ketaqwaan, barang siapa berbicara dengan hikmah, maka mata manusia
akan memandangnya dengan penuh wibawa. Karena yang kita ikuti adalah orang paling berwibawa

3. Mendatangi majelis ilmu

"Tidaklah sebuah kaum berkumpul di rumah rumah Allah, mereka mengkaji ayat ayat Allah, maka Allah
akan menurunkan ketenangan."

4. Bergaul dengan orang orang yang tenang dan punya wibawa.

"Kesombongan dan keangkuhan itu rentan terdapat pada pengambala onta, ketenangan dan waqar
berada pada pengembala kambing" keterangan pada hadits ini, berinteraksi dengan hewan itu
mempengaruhi pada jiwa dan karakter, berinteraksi dengan hewan tersebut akan membentuk tabi'at
yang sesuai dengan hewan tersebut. Berinteraksi dengan hewan saja mempengaruhi karakter dan sifat,
apalagi berinteraksi dengan manusia.

5. Jauhi amarah
Kendalikan diri dari amarah, dan kedepankan wibawa dan kedewasaan.

6. Proposional dalam bercanda

Umar bin khatab berkata, "barang siapa yang sering bercanda, wibawa nya akan turun dan akan mudah
diolok olok oleh orang lain."

7. Mengontrol porsi bicara

Dulu para ulama berkata, diam itu perhiasan kedewasaan dan tanda ilmu, dan membuat kamu banyak
banyak minta maaf dan akan menyelimutimu dengam pakaian kewibawaan.

8. Kejujuran

Kata para ulama, jujur dan benarnya ucapan itu cerminan dari al waqar. Kewibawaan yang dibangun
dunia ilmu bukan sandiwara. Orang munafiq semuanya sandiwara.

9 November 2019
Kerendahan Hati

Apa itu tawadhu'?

Secara bahasa artinya kerendahan, kehinaan

Secara istilah harus memiliki dua unsur:

1. Tawadhu' kepada Allah dan Rasul-Nya,

Al imam fudail bin iyad, tawadhu kepada Allah dan Rasul-Nya berarti tunduk kepada Al Haq (kebenaran),
taat pada kebenaran tersebut, dan menerima kebenaran tersebut dari siapapun yang mengatakan.

2. Tawadhu' kepada sesama manusia

Al Imam Al Hasan Al Bashri, pernah bertanya kepada sahabatnya yang ulama besar juga. Tawadhu itu
saat kau keluar dari rumahmu, dan tidaklah engkau bertemu dengan seorang muslim dan engkau
melihat dia memiliki keutamaan dibanding dirimu. Merasa orang lain lebih utama, baik, dibanding
dirinya.

"Tidak akan masuk surga seseorang yang memiliki sifat sombong sebesar biji zarah didalam hatinya,
seorang sahabat bertanya bagaimana dengan orang yang menggunakan pakaian yang bagus. Rasulullah
menjawab Allah dzat yang indah dan suka dengan keindahannya. Sombong adalah menolak kebenaran
dan meremehkan manusia." (H.R Bukhari)

Sombong adalah antonim dari tawadhu'. Sombong menolak kebenaran, tawadhu' menerima kebenaran.
sombong meremehkan manusia, sedangkan tawadhu' merasa orang lebih baik dibanding dirinya.
Datang ke majelis itu bertujuan untuk mencari kebenaran, bukan pembenaran, meskipun tidak sesuai
dengan kita. Apabila kita tidak tawadhu', maka Allah tidak akan memberikan ilmu yang bermanfaat.

Allah SWT berfirman:

‫ق ۗ  َواِ ْن ي ََّروْ ا ُك َّل ٰايَ ٍة اَّل ي ُْؤ ِمنُوْ ا بِهَا ۚ  َواِ ْن يَّ َروْ ا َسبِ ْي َل الرُّ ْش ِد اَل يَتَّ ِخ ُذوْ هُ َسبِ ْياًل  ۚ  َّواِ ْن‬
ِّ ‫ض بِ َغي ِْر ْال َحـ‬ ٰ
ِ ْ‫َسا َ صْ ِرفُ ع َْن ا ٰيتِ َي الَّ ِذ ْينَ يَتَ َكبَّرُوْ نَ فِى ااْل َ ر‬
َ‫َي يَتَّ ِخ ُذوْ هُ َسبِ ْياًل   ٰۗ ذلِكَ بِا َ نَّهُ ْم ك ََّذبُوْ ا بِ ٰا ٰيتِنَا َوكَا نُوْ ا َع ْنهَا ٰغفِلِ ْين‬
ِّ ‫يَّرَوْ ا َسبِي َْل ْالغ‬

"Akan Aku palingkan dari tanda-tanda (kekuasaan-Ku) orang-orang yang menyombongkan diri di bumi
tanpa alasan yang benar. Kalaupun mereka melihat setiap tanda (kekuasaan-Ku) mereka tetap tidak
akan beriman kepadanya. Dan jika mereka melihat jalan yang membawa kepada petunjuk, mereka tidak
(akan) menempuhnya, tetapi jika mereka melihat jalan kesesatan, mereka menempuhnya. Yang
demikian adalah karena mereka mendustakan ayat-ayat Kami dan mereka selalu lengah terhadapnya."
(QS. Al-A'raf 7: Ayat 146)

Allah akan paling dari ayat ayat artinya, bisa dipalingkan dari pemahamannya atau keberkahan ilmu
tersebut. Anda tidak akan memiliki sudut pandang ilmiah apabila ia memiliki sifat sombong pada dirinya.

Bagaimanakah cara kita memperoleh ketawadhuan?

16 November 2019
Menuju Ketawadhuan

Seseorang tawadhu harus memiliki mental menerima kebenaran darimana pun kebenaran tersebut berasal.

Di dalam dunia ilmu itu terdapat ego, keangkuahan (merasa diri kita lebih dari orang lain). Dengan
keangkuhan maka ilmu tidak akan bermanfaat. Karena banyak yang ditawarkan dalam dunia ilmu. Orang
yang berilmu akan diangkat tidak hanya di akhirat, namun juga di dunia.

Ibnu 'athiyah mengatakan, qorun itu dengan ijma' bahwa seseorang dari bani israil, sebelumnya beriman
dengan nabi musa dan hafal taurat dan merupakan pembaca taurat terbaik, dan dulunya tinggal bersama
nabi musa berasama hamba hamba yang beriman, lalu tumbuh rasa ujub dalam dirinya, maka mucul rasa
sombong karena ilmu yang dia miliki.

Cara menumbuhkan ketawadhuan ketika ilmu yang kita miliki terus bertambah :

1. Mengetahui bahwa kunci kesuksesan dunia ilmu selalu berusaha tetap tawadhu

Disampaikan oleh imam assyafii, tidak ada seorangpun yang menuntut ilmu hanya bermodalkan
kekayaannya, kekuasaannya, kegengsiannya kemudian sukses. Namun orang yg menuntut ilmu dengan
menghinakan dirinya, dengan kesimpitan hidup, berhikmat atau memuliakan ilmu atau ahli ilmu, dan
tawadhu, maka dia yang akan sukses.

Al imam qatada berkata, barang siapa diberikan harta, ketampanan/kecantikan, keilmuan, namun dia tidak
tawadhu, maka hal hal tersebut akan menjadi boomerang bagi dirinya di hari akhir.

2. Meyakini bahwa kemulian, ketinggian itu ada pada ketawadhuan bukan pada kesombongan
Hadits riwayat Muslim dari abu Hurairah, "tidaklah seseorang bertawadhu kepada Allah, kecuali Allah akan
angkat derajatnya."

Mayoritas orang berfikir bahwa hanya dengan kesombongan orang orang akan mendapatkan kemuliaan.
Tawadhu adalah bentuk bentuk ibadah terbaik.

"Sesungguhnya kalian sering lalai dari sebaik baik ibadah, apa itu? Sebaik baik ibadah tersebut adalah
tawadhu." Hadits dari Aisyah

Kemulian itu bukan pada kesombongan, pada kekuasaan, pada kekayaan, pada popularitas, pada ilmu secara
konten, melainkan pada ketawadhuan.

Nasihat darii imam abdullah bin mubarak, "induk ketawadhuan, engkau merendahkan hatimu dihapadan
orang lebih rendah secara dunia dibanding kamu, sehingga engkau memberikan pesan kepada dia, bahwa
duniamu itu tidak ada keutamaan dibanding dia. Dan engkau angkat dirimu dihadapan orang yang dunianya
lebih tinggi dari kamu sehingga kamu memberikan pesan kepada dia bahwa dunianya dia tidak ada arti di
mata kamu."

Jangan jadikan kekayaan seseorang membuat kita minder terhadap dia, tetaplah bersikap biasa saja, karena
dunianya tidak ada artinya di mata kita.

23 November 2019

Menuju Ketawadhuan #2

Allah SWT berfirman:

َ‫ك ع َْن َسبِي ِْل هّٰللا ِ ۗ اِ ْن يَّتَّبِعُوْ نَ اِاَّل الظَّ َّن َواِ ْن هُ ْم اِاَّل يَ ْخ ُرصُوْ ن‬
َ ْ‫ُضلُّو‬ ِ ْ‫َواِ ْن تُ ِط ْع اَ ْكثَ َر َم ْن فِى ااْل َ ر‬
ِ ‫ضي‬

"Dan jika kamu mengikuti kebanyakan orang di bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan
Allah. Yang mereka ikuti hanya persangkaan belaka dan mereka hanyalah membuat kebohongan."

(QS. Al-An'am 6: Ayat 116)

Dunia itu dikuasai oleh minoritas, mayoritasnya adalah objek, dan yang subjek dan mengaturnya adalah
minoritas.

"Islam itu datang dalam kondisi asing dan akan kembali kepada asing, maka beruntunglah orang yang dicap
asing".

Ketika menunjukkan sikap belajar ketika prime time untuk mencari kenikmatan dunia. Bersyukurlah ketika
kita masih muda sudah diberi hidayah. Karena kita disuguhkan kunci sukses kehidupan oleh Allah. Kunci
sukses adalah ilmu, adab, iffah (kehormatan), amanah.

Kunci sukses dalam dunia ilmu menurut imam Assyafi'i : barang siapa yang menuntut ilmu dengan
kerendahan hati, kesempitan hidup, dan berkhidmad kepada ilmu dan ahli ilmu, dan merendahkan diri
dihadapan manusia.
"Barang siapa yang tidak tahan merendahkan dirinya di dunia ilmu, maka silahkan menikamati pahitnya
kebodohan selama lamanya."

Abdullah bin mumtaz, "barang siapa yang belajar dalam tawadhu', maka ilmu merekalah yang banyak"

Yang membuat orang gengsi menerima kebenaran adalah karena dia akan dianggap merasa dirinya rendah
dan tidak tahu tentang ilmunya.

Kiat menumbuhkan ketawadhuan , lanjutan

3. Ketawadhuan adalah karakter yang tidak bisa dipisahkan dari salafus shalih.

Allah SWT berfirman:

َ‫ك ِمنَ ْال ُم ْؤ ِمنِ ْين‬ َ ‫ ۚ  َوا ْخفِضْ َجنَا َح‬
َ ‫ك لِ َم ِن اتَّبَ َع‬

"dan rendahkanlah dirimu terhadap orang-orang yang beriman yang mengikutimu."

(QS. Asy-Syu'ara' 26: Ayat 215)

Dari abu dzar dan abu hurairah, "nabi shalallahu alaihi wasalam ketika duduk bersama sahabatnya, dan
datang orang yang tidak pernah dia temui, orang yang menemui itu tidak mengenali yang mana rasulullah
karena beliau berbaur dengan sahabatnya".

Contoh ketawadhuan nabi muhammad diabadikan dalam surat abasa dan attahrim.

H.R imam ahmad, "hai manusia, kalian harus bertaqwa, dan jangan sampai setan menggodamu, dan aku
adalah hamba Allah dan rasul, aku tidak suka kalian mengangkat aku melebih kedudukanku yang diberikan
oleh Allah"

Allah SWT berfirman:

‫َي هّٰللا ِ َو َرسُوْ لِ ٖه َو اتَّقُوا هّٰللا َ ۗ اِ َّن هّٰللا َ َس ِم ْي ٌع َعلِ ْي ٌم‬ ٰ ۤ
ِ ‫ٰيا َ ُّيهَا الَّ ِذ ْينَ ا َمنُوْ ا اَل تُقَ ِّد ُموْ ا بَ ْينَ يَد‬

"Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu mendahului Allah dan Rasul-Nya, dan bertakwalah
kepada Allah. Sungguh, Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui."

(QS. Al-Hujurat 49: Ayat 1)

Hadits Abu Sufyan, diriwayatkan oleh Bukhari,

Al imam ibnu jauzi, abu bakr dahulu sering memerah susu kambing d

Terapi ketawadhuan banyak dilakukan para sahabat walaupun mereka memiliki kedudukan, contohnya :

1. Abu Bakr, pernah dahulu suka memerarh susu kambing, namun setelah menjadi khalifah beliau tetap mau
memerah susu

2. Umar bin khatab pernah mengangkat kendi air bersama pesuruhnya


30 November 2019

Memecahkan Kesombongan

Tawadhuan adalah sikap menerima kebenaran dan tidak merendahkan manusia lain.

"Dan sudah terjadi lebih dari satu orang memberitahu tentang kesalahan kelasahanku, dan aku sudah berusaha
untuk memperbaikinya, dan aku doakan mereka dan aku puji puji mereka."

Ketika umar bin khatab dikritik, beliau berkata "semoga Allah merahmati orang yang menghadiahkan aib aibku"

Dan saya sampaikan konsep seperti ini, agar kita kembali kepada konsep ketaatan. Karena ini motif sebenarnya
kita berkumpul pada sebuah majelis.

Al imam ibnu jauzi berkata, "sebagian para ulama salaf ketika dia sadar bahwa dia salah, dia tidak akan tenang
sampai dia mengkalrifikasi ucapannya tersebut."

Kiat kiat

Malik bin dinar dan imam adzzahabi kunci ketawadhuan adalah mengamalkan ilmu yang kita pelajari.

Jika seorang ahli ilmu belajar ilmu untuk diamalkan, maka akan memecahkan kesombongan dannarogansinya, dan
apabila dia pelajari ilmu bukan untuk diamalkan, maka akan membuatnya semakin sombong.

"Barang siapa yang pelajari ilmu untuk posisi di suatu sekolah, agar dia bisa dianggap mufti, diaka akan menjadi
orang dungu dan menyimpang."

Imam Ahmad Bin Hambal, Yahya bi Ma'i berkata "kita bersahabat dengan beliau 50 tahun dan beliau tidak pernah
membanggakan dan menyombongkan kebaikan beliau dihadapan kita"

Ismail bin Ishaq berkata "aku berkata kepada abu abdillah (imam ahmad) ketika pertama kali aku bertemu beliau,
wahai imam ahmad izinkan aku mencium kepalamu, beliau berkata jangan, aku belum sampai pada derajat
manusia seperti itu, itu untuk ulama."

Imam abu bakr ar maruzi berkata kepada imam ahmad, "wahai imam ahmad, betapa banyak orang yang
mendoakanmu, imam ahmad menangis, saya khawatir banyak orang orang yang mengikuti saya itu adalah istidarj
dari Allah subhanawataala, aku minta kepada Allah jadikan aku orang uang lebih baik dari pada yang dianggap
manusia"

Kenapa imam ahmad bisa seperti tersebut, karena beliau komit dengan ilmu yang dipelajari.

Kuncinya, tidaklah aku menulis sebuah hadits, kecuali aku amalkan hadits tersebut, sampai aku menemukan hadit
nabi shalallhu alaihi wasalam bahwa beliau berbekam, setelah beliau berbekam, maka nabi tukang bekamnya satu
dinar, maka akupun berbekam dan aku kasih tukang bekar satu dinar."

Begitu dapat ilmu, langsung diamalkan maka ini akan memecah kesombongan.

7 Desember 2019

Ketawadhuan Dihadapan Ilmu & Ahli Ilmu


Barang siapa Tsabat (menetap pada satu titik) maka dia akan tumbuh. Apabila kita ingin tumbuh maka kita harus menetap pada
satu majelis atau beberapa majelis dengan istiqamah.

Al Imam ibnu qayyim berkata, "orang yang punya ambisi ambisi besar, maka ambisinya selalu seputar iman, ilmu, dan amal
yang mendekatkan mereka kepada Allah."

Allah SWT berfirman:

َ‫َّو َذ ِّكرْ فَاِ نَّ ال ِّذ ْك ٰرى تَ ْنفَ ُع ْال ُم ْؤ ِمنِيْن‬

"Dan tetaplah memberi peringatan, karena sesungguhnya peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang mukmin."
(QS. Az-Zariyat 51: Ayat 55)

Ketawadhuan dihadapan ilmu dan ahli ilmu adalah kunci sukses didunia ilmu

"Sesungguhnya ilmu tidak akan pernah didapatkan kecuali dengan ketawadhuan" Imam Al Kharsyi

"Barang siapa yang bertawadhu kepada pihak pihak diatas (salah satunya orang yang memiliki ilmu) maka dia
tidak akan bertawadhu kepada Allah."

Tidak akan berubah lisan dan perbuatan kita (bisa jadi kontennya dapat kita peroleh) kecuali dengan
merendah kepada ilmu dan ahli ilmu.

Ucapan Imam Asyafii, tidak siapapun menuntut ilmu dengan kekayaan, kekuasaan, dan jiwa yang besar
(keangkuhan) kecuali dengan dia rendahkan jiwanya, kesempitan hidup dan melayani dan khidmad
dengan ilmu

Diantara dalil pentingnya tawadhu dalam dunia ilmu, yaitu kisah nabi musa dan pelayannya,

Allah SWT berfirman:


ۤ
ِ ‫َواِ ْذ قَا َل ُموْ ٰسى لِفَ ٰتٮهُ اَل ۤ اَ ْب َر ُح َح ٰتّى اَ ْبلُ َغ َمجْ َم َع ْالبَحْ َري ِْن اَوْ اَ ْم‬
‫ض َي ُحقُبًا‬

"Dan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada pembantunya, Aku tidak akan berhenti (berjalan) sebelum
sampai ke pertemuan dua laut; atau aku akan berjalan (terus sampai) bertahun-tahun."

(QS. Al-Kahf 18: Ayat 60)

Dalam ayat ini, yusa' bin nun disebutkan fatar yang artinya pelayan atau budak. Para ulama
menjelasakan mengapa yusa' bin nun diistilahkan budak karena dia belajar kepada nabi musa. Yusa' bin
nun menempatkan dirinya sebagai budak karena belajar kepada nabi musa, artinya dia merendahkan
dirinya dihapadan nabi musa.

Diriwayatkan bahwa abdullah bin abbas mengatakan "aku itu hina ketika aku menjadi penuntut ilmu,
tapi begitu mendapatkan ilmu aku dimuliakan oleh Allah subhana wata'ala."

Harun Al Rasyid belajar dengan seorang ulama yang buta yaitu abu muawiyah. Suatu hari saar mereka
makan, gurunya hendak mencuci tangannya, harun al rasyid seorang khalifah langsung cekatan untuk
mengambilkan air cucu tangan gurunya. Ketika abu muawiyah mengetahui bahwa yang membasuh
tanggannya adalah harun al rasyid, belia langsung memanggilnya. Ketika ditanya kenapa harun al rasyid
melakukannya, harun al rasyid menjawab "aku hanya ingin memuliakan ilmu"

Al imam muktaz, penuntut ilmu yang tawadhu adalah yang paling banyak ilmunya, ilmu yang berkah dan
bermanfaat di dunia dan di akhirat.

Nabi shalallahualaihi wasalam.bersabda, "bukan bagian dari kami orang yang tidak memuliakan yang
lebih tua dan yang tidak menyayangi yang lebih muda, dan tidak tahu haknya ahli ilmu."

Imam Muslim, "biarkan saya mencium kakikmu wahai guru para guru"

Perkataan beberapa ulama klasik, "Barang siapa yang tidak sabar dengan tawadhu saat menuntut ilmu,
maka dia akan hidup sampai akhir hayatnya dengan kebodohan."

14 Desember 2019
Kesombongan Dari Masa Ke Masa

Ilmu adalah hal termewah dalam kehidupan. Maka untuk mendapatkan sesuatu yang mewah, tersebut,
maka hanya akan dapat dimiliki oleh pihak yang memiliki adab yang tinggi atau berkelas. Salah satu adab
yang harus dimiliki penuntut ilmu adalah tawadhu. Sebaliknya, kesombongan adalah yang dapat
merusak ilmu.

1. Qorun

Keterangan Imam Ibnu Abdiyah, "dan korun dengan ijma' seseorang dari bani israil, orang orang yang
beriman kepada nabi musa, dan hafal taurat, serta yang paling bagus bacaan tauratnya, kemudian
muncul kesombongan"

Allah SWT berfirman:

‫قَا َل اِنَّ َم ۤا اُوْ تِ ْيتُهٗ ع َٰلى ِع ْل ٍم ِع ْن ِديْ  ۗ اَ َولَ ْم يَ ْعلَ ْم اَ َّن هّٰللا َ قَ ْد اَ ْهلَكَ ِم ْن قَ ْبلِ ٖه ِمنَ ْالقُرُوْ ِن َم ْن هُ َو اَ َش ُّد ِم ْنهُ قُ َّوةً َّواَ ْكثَ ُر َج ْمعًا ۗ  َواَل يُسْـئَ ُل ع َْن ُذنُوْ بِ ِه ُم‬
َ‫ْال ُمجْ ِر ُموْ ن‬

"Dia (Qarun) berkata, Sesungguhnya aku diberi (harta itu), semata-mata karena ilmu yang ada padaku.
Tidakkah dia tahu, bahwa Allah telah membinasakan umat-umat sebelumnya yang lebih kuat
daripadanya, dan lebih banyak mengumpulkan harta? Dan orang-orang yang berdosa itu tidak perlu
ditanya tentang dosa-dosa mereka."

(QS. Al-Qasas 28: Ayat 78)

Ibnu Kamil Abdadi, sosok ini adalah samudera ilmu, tapi terperdaya dengan komten ilmu yang dia
punya, sosok ini tidak menganggap ulama ulama yang lain. Makanya dia terperdaya dengan ilmunya
sendiri.
Bisyir abu sahar al kusri, ulama mengatakan orang ini sangat cerdas, tapi Allah tidak beri hidayah kepada
dia

Ibrahim Bin Yasar, salah satu nama yang penuh dengan kecerdasan, komentar imam adzzahabi, orang ini
termasuk orang orang yang ilmunya tidak bermanfaat. Dalam akhir hayat nya, ditemukan mati dalam
keadaab mabuk.

Amar bin bahar, ini samudera ilmu dan gila baca, beliau ini miskin, kata ulama, kalau dia kaya maka
semua buku di dunia ini akan dia beli. Ini orang agamanya sedikit. Karena semuanya diukur pakai
akalnya.

Hamndan bin hudail

Orang ini bukan orang yang bertaqwa kepada Allah.

Abdullah Al Qasim.

Kontemporer, salah sa, "kalau manusia itu objektif akulah yang terdepan dan tidak ada yang manusia
harapkan keculai aku kalau mereka mencari petunjuk"

Hakim Al Asham, sebagaima yang disampaikan imam adzzahabi, beliau memiliki tips

"Barang siapa yang menjalani sebuah hari dalam kondisi istiqamah mengerjakan 4 hal berikut ini, maka
dia akan dalam kebaikan, dan hari itu akan menjadi hari yang indah.

1. Attafakuh

Belajar dan mengamalkan hasil belajar (ilmu) yang baru dia pelajari. Yang membuat kita jatuh dan
terpuruk itu bukan besar atau kecilnya masalah, bukan sedikit atau banyaknya masalah, bukan sedikit
atau banyaknya saldo di rekening, melainkan ketika kita menghadapi masalah, kita tidak tahu ilmu
menghadai masalah tersebut. Akibatnya banyak yang tidak sabar, terbawa emosi, depresi,

Allah SWT berfirman:

ْ ‫َو َك ْيفَ تَصْ بِ ُر ع َٰلى َما لَ ْم تُ ِح‬


‫ط بِ ٖه ُخ ْبرًا‬

"Dan bagaimana engkau akan dapat bersabar atas sesuatu, sedang engkau belum mempunyai
pengetahuan yang cukup tentang hal itu?"

(QS. Al-Kahf 18: Ayat 68)

"Orang yang paling berat ujiannya adalah para nabi, tapi dilain sisi para nabilah orang orang yang paling
bahagia." H.R Tirmidzi

Hakil Al Asham tidak pernah marah saat dirinya dighibahi oleh orang lain. Beliau berkata, "yang
mengghibahiku bukanlah musuhku."
Saat beliau debat dengan seseorang, apabila orang itu salah maka beliau sedih.

2. Tawakal kepada Allah

Bergantung dan sering mengingat Allah

Allah SWT berfirman:

ْ ‫َط َمئِ ُّن قُلُوْ بُهُ ْم بِ ِذ ْك ِر هّٰللا ِ ۗ اَ اَل بِ ِذ ْك ِر هّٰللا ِ ت‬


ُ‫َط َمئِ ُّن ْالقُلُوْ ب‬ ْ ‫ ۗ اَلَّ ِذ ْينَ ٰا َمنُوْ ا َوت‬

"(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah.
Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram."

(QS. Ar-Ra'd 13: Ayat 28)

Allah SWT berfirman:


‫هّٰللا‬ ‫هّٰللا‬ ‫هّٰللا‬ ُ ‫َّويَرْ ُز ْقهُ ِم ْن َحي‬
ْ ‫ْث اَل يَحْ ت َِسبُ  ۗ  َو َم ْن يَّت ََو َّكلْ َعلَى ِ فَهُ َو َح ْسبُهٗ  ۗ اِ َّن َ بَا لِ ُغ اَ ْم ِر ٖه ۗ قَ ْد َج َع َل ُ لِ ُك ِّل ش‬
‫َي ٍء قَ ْدرًا‬

"dan Dia memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya. Dan barang siapa bertawakal
kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan
urusan-Nya. Sungguh, Allah telah mengadakan ketentuan bagi setiap sesuatu."

(QS. At-Talaq 65: Ayat 3)

Ibnu aun berkata, "Mengingat mahluk dan manusia itulah penyakit manusia sekarang dan obatnya
adalah dengan mengingat Allah."

Bila kita ingin hari kita indah, maka solusinya bukan lari dari masalah, tapi bergantunglah hanya kepada
Allah.

"Wahai hamba hambaku seluruh dari kalian kelaparan, maka mintalah kepadaku

Jangan berharap punya hari indah, jika belum membaca doa keluar rumah.

Cara mendapatkan keberkahan ilmu

1. Niat hanya karena Allah

2. Berjuang dan berusaha. Semakin besar perjuangan dengan niat ikhlas semakin besar keberkahan.

Besarnya pahala tergantung dari besarnya usaha dan tantangan untuk mendapatkannya.

Pegang kajian rutin, "barang siapa yang komit atau kokoh disuatu titik, maka dialah yang akan tumbuh"

Belajar bertahap, kata ulama syaikh shalih al utsaimi, "makanan untuk oramg dewasa bisa jadi racun
bagi anak anak, begitu juga dengan ilmu".
Apa saja materi dasarnya, umar bin khatab berkata, belajar adab dulu baru belajar ilmu. Dan yang
dimaksud adalah adab dalam menuntut ilmu dan yang pertama adab kepada Allah (tauhid, iman,
aqidah).

21 Desember 2019
3.

29 Desember 2019

11 Januari 2020
Salah Satu Kunci Dicintai Allah

Seorang penuntut ilmu itu tidak pintar mencari alasan. Karena di dunia ilmu, kita dididik untuk
mencari kebenaran bukan mencari pembenaran.

"Sebaik baik kalian di masa jahiliyah

"Sesungguhnya aku belajar itu untuk diri saya sendiri" perkataan imam malik.

Barang siapa yang tidak memuliakan ilmu, maka ilmu tidak akan memuliakannya.

Posisikanlah ilmu itu diatas. Karena ilmu berisi firman firman Allah dan sunnah rasulullah.

Al imam al khatib al bahdadi, menuqil perkataan seorang ulama musa bin yunus, "aku tidak
pernah melihat orang orang kaya atau raja raja terlihat biasa saja kecuali ketika beliau dudui di
majelis ilmus imam akmas"

Memuliakan lebih tinggi dibanding amal sholeh secara umum. Karena ketika tidak memuliakan
jatuhnya kepada merendahkan. Dan ketika sudah merendahkan atau menghinan bisa jadi
terjatuh kepada kekufuran.

ZUHUD TERHADAP DUNIA

"Zuhud lah terhadap dunia maka Allah akan mencintai anda." H.R ibnu majah

Zuhud secara bahasa artinya al i'ra (berpaling) atau berpaling dari sesuatu karena meremehkan
hal tersebut dan kita menganggap hal itu kecil dan kita merasa tidak butuh terhadap hal itu,
karena kita memiliki hal yang lebih berharga dari hal itu.
Zuhud itu sesuatu yang sedikit. Oleh karena itu berpaling dari hal yang kecil tersebut kepada
hal yang lebih banyak, bernilai

Zuhud secara istilah :

Imam ibnu qayyim : Meninggalkan, atau membenci terhadap hal yang tidak bermanfaat bagi akhiratnya.

Terdiri dari 4 unsur (keterangan syaih shaleh al utsaimin)

1. Hal hal yang haram

Dan ketika mereka terjatuh kepada hal hal yang haram,orang orang yang zuhud akan segera mengingat
Allah dan beristighfar. Orang zuhud tidak akan melakukan hal hal yang haram

Ali Imran 133-135.

Perkataan imam ibnu Qayyim

18 Januari 2020

Hakikat Dari Zuhud

2. Hal hal yang makhruh

3. Hal hal yang mubah tapi melebihi dari dosis yang kita perlukan

Hal hal mubah sangat subjektif, solusinya adalah jujurlah kepada Allah. Bukan tentang barangnya tapi
kebutuhannya. Jaglah diri dari hal yang mubah yg berlebih lebihan.

4. Hal hal yang syubhat

Hal hal yang hukumnya masih rancu hukumnya bagi kita bisa jadi halal atau haram. Terlepas dari
hukumnya, tugas kita sebagai orang awam adalah meninggalkannya. Hal hal yang syubhat relatif sangat
subjektif.

"Barang siapa yang menjaga dirinya dari syubhat, maka dia sudah menjaga kemurnian agamanya".

Tujuan dari meniggalkan hal hal yang syubhat adalah untuk melatih mental kita. Ketika sudah terbiasa
mengerjakan hal hal yang syubhat, maka akan mudah mengerjakan hal hal yang haram.

"Tidak akan sukses orang yang minder dan orang yang sombong. "

"Bersungguh sungguhlah mengejar sesuatu yang bermanfaat bagimu, dan mintalah pertolongan Allah."

"Wahai said, disaat fitnah akan terlihat siapa yang beribadah kepada Allah dan beribadah kelada thagut,
maka terlihat saat ada masalah"
Al imam ibnu qayyim mengatakaan, "inti dari semua ini adalah safarnya hati dari negeri yang bernama
dunia ke negeri akhirat, dengan mengambil dunia untuk kedudukan di akhirat"

Zuhud itu bukan bererti menolak kerjaan dan kedudukan, karena sulaiman dan daud adalah contoh
orang yang paling zuhud di zamannya. Mereka punya kekuasaan, punya harta, dan wanita.

Allah SWT berfirman:

ِ ‫َّحبَّ ْال َح‬


‫ص ْي ِد‬ َ ‫تو‬ٍ ّ‫ ۙ  َونَ َّز ْلنَا ِمنَ ال َّس َمٓا ِء َمٓا ًء ُّم ٰبـ َر ًكا فَا َ ۢ ْنبَـ ْتـنَا بِ ٖه َج ٰن‬

"Dan dari langit Kami turunkan air yang memberi berkah, lalu Kami tumbuhkan dengan (air) itu
pepohonan yang rindang dan biji-bijian yang dapat dipanen,"

(QS. Qaf 50: Ayat 9)

Allah SWT berfirman:

ۤ
َ‫ص ُدوْ ِر ِه ْم َحا َجةً ِّم َّم ۤا اُوْ تُوْ ا َوي ُْـؤثِرُوْ نَ ع َٰلى اَ ْنفُ ِس ِه ْم َولَوْ كَا ن‬
ُ ‫َوا لَّ ِذ ْينَ تَبَ َّو ُؤ ال َّدا َر َوا اْل ِ ْي َما نَ ِم ْن قَ ْبلِ ِه ْم ي ُِحبُّوْ نَ َم ْن هَا َج َر اِلَ ْي ِه ْم َواَل يَ ِج ُدوْ نَ فِ ْي‬
ْ ْ ٓ ٰ ُ ْ
َ‫ق ُش َّح نَـف ِس ٖه فَا ولئِكَ هُ ُم ال ُمفلِحُوْ ن‬ َ ْ‫صة ۗ  َو َم ْن يُّو‬ ٌ َ ‫َصا‬ َ ‫ ۚ بِ ِه ْم خ‬

"Dan orang-orang (Ansar) yang telah menempati Kota Madinah dan telah beriman sebelum
(kedatangan) mereka (Muhajirin), mereka mencintai orang yang berhijrah ke tempat mereka. Dan
mereka tidak menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa yang diberikan kepada mereka
(Muhajirin); dan mereka mengutamakan (Muhajirin) atas dirinya sendiri, meskipun mereka juga
memerlukan. Dan siapa yang dijaga dirinya dari kekikiran, maka mereka itulah orang-orang yang
beruntung."

(QS. Al-Hasyr 59: Ayat 9)

Allahumma shayyiban nafi'an

Sabtu 25 Januari 2020

Langkah Meraih Zuhud

Itsar (lebih mendahulukan) dalam masalah dunia adalah sunnah, sedangkan dalam masalah ibadah
hukumnya adalah makhruh.

Allah SWT berfirman:


‫هّٰللا‬
‫س‬ َ ‫ْرفُهُ ْم بِ ِسيْمٰ هُ ْم ۚ اَل يَسْــئَلُوْ نَ النَّا‬ ِ ‫ض ۖ يَحْ َسبُهُ ُم ْال َجا ِه ُل اَ ْغنِيَٓا َء ِمنَ التَّ َع ُّف‬
ِ ‫ف ۚ تَع‬ ِ ْ‫ضرْ بًا فِى ااْل َ ر‬ ِ ْ‫لِ ْلفُقَ َرٓا ِء الَّ ِذ ْينَ اُح‬
َ َ‫صرُوْ ا فِ ْي َسبِ ْي ِل ِ اَل يَ ْست َِط ْيعُوْ ن‬
‫هّٰللا‬ ُ ْ ُ ً
‫اِل َحــافا ۗ  َو َما تنفِقوْ ا ِم ْن َخي ٍْر فَاِ َّن َ بِ ٖه َعلِ ْي ٌم‬ ْ
"(Apa yang kamu infakkan) adalah untuk orang-orang fakir yang terhalang (usahanya karena jihad) di
jalan Allah, sehingga dia yang tidak dapat berusaha di bumi; (orang lain) yang tidak tahu, menyangka
bahwa mereka adalah orang-orang kaya karena mereka menjaga diri (dari meminta-minta). Engkau
(Muhammad) mengenal mereka dari ciri-cirinya, mereka tidak meminta secara paksa kepada orang lain.
Apa pun harta yang baik yang kamu infakkan, sungguh, Allah Maha Mengetahui."

(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 273)

Taafuf = menutupi musibah yang sedang menimpa kita

Dan tugas bagi yang memiliki kelebihan harta, harus peka dan mau membantu saudaranya yang sedan
tertimpa musibah.

Imam ahmad pernah ditanya, "apakah masih ada kesempatan orang kaya untuk menjadi zuhud, imam
ahmad menjawab, Mungkin sekali, dengan syarat ketika hartanya bertambah, dia biasa saja dan ketika
hartanya nberkurang dia tidak sedih."

Cara mendapatkan zuhud : Al Imam ibnu rojab al hamnbali menjelaskan.

1. Dengan memahami bahwa dunia itu tempat berteduh yang semu dan ilusi yang juga nanti akan ikut
pergi. Dunia itu adalah perhiasan yang sesaat.

Jangankan durasi hak pakainya yang semu, bahkan ketika barangnya masih ada namun rasanya sudah
tidak ada.

Allah SWT berfirman:

ُ‫ق فَاَل تَ ُغ َّرنَّ ُك ُم ْال َح ٰيوة‬ ٌّ ‫ٰۤيا َ يُّهَا النَّا سُ اتَّقُوْ ا َربَّ ُك ْم َوا ْخ َشوْ ا يَوْ ًما اَّل يَجْ ِزيْ َوا لِ ٌد ع َْن َّولَ ِد ٖه َواَل َموْ لُوْ ٌد ه َُو َجا ٍز ع َْن وَّا لِ ِد ٖه َشيْــئًا ۗ اِ َّن َو ْع َد هّٰللا ِ َح‬
‫ال ُّد ْنيَا ۗ  َواَل يَ ُغ َّرنَّ ُك ْم بِا هّٰلل ِ ْال َغرُوْ ُر‬

"Wahai manusia! Bertakwalah kepada Tuhanmu dan takutlah pada hari yang (ketika itu) seorang bapak
tidak dapat menolong anaknya, dan seorang anak tidak dapat (pula) menolong bapaknya sedikit pun.
Sungguh, janji Allah pasti benar, maka janganlah sekali-kali kamu teperdaya oleh kehidupan dunia, dan
jangan sampai kamu teperdaya oleh penipu dalam (menaati) Allah."

(QS. Luqman 31: Ayat 33)

Imam ibnu qayyim mengatakan, "Cara memandang orang awam seringkali terbatas pada zohir, adapun
orang yang berakal dan berilmu bisa melihat dibalik layar."

Allah SWT berfirman:

‫َظي ٍْم‬ ٍّ ‫فَخَ َر َج ع َٰلى قَوْ ِم ٖه فِ ْي ِز ْينَتِ ٖه ۗ قَا َل الَّ ِذ ْينَ ي ُِر ْي ُدوْ نَ ْال َح ٰيوةَ ال ُّد ْنيَا ٰيلَيْتَ لَـنَا ِم ْث َل َم ۤا اُوْ تِ َي قَا رُوْ نُ  ۙ اِنَّهٗ لَ ُذوْ َح‬
ِ ‫ظع‬

"Maka keluarlah dia (Qarun) kepada kaumnya dengan kemegahannya. Orang-orang yang menginginkan
kehidupan dunia berkata, Mudah-mudahan kita mempunyai harta kekayaan seperti apa yang telah
diberikan kepada Qarun, sesungguhnya dia benar-benar mempunyai keberuntungan yang besar."
(QS. Al-Qasas 28: Ayat 79)

Allah SWT berfirman:

ّ ٰ ‫صا لِحًـا ۚ  َواَل يُلَ ٰقّٮهَ ۤا اِاَّل ال‬ ‫هّٰللا‬


َ‫صبِرُوْ ن‬ َ ‫َوقَا َل الَّ ِذ ْينَ اُوْ تُوا ْال ِع ْل َم َو ْيلَـ ُك ْم ثَ َوا بُ ِ خَ ْي ٌر لِّ َم ْن ٰا َمنَ َو َع ِم َل‬

"Tetapi orang-orang yang dianugerahi ilmu berkata, Celakalah kamu! Ketahuilah, pahala Allah lebih baik
bagi orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, dan (pahala yang besar) itu hanya diperoleh
oleh orang-orang yang sabar."

(QS. Al-Qasas 28: Ayat 80)

Cara pandang ahli dunia dari dulu hingga hari ini tidak berubah. Begitulah hukum Allah.

Allah SWT berfirman:

‫ت ِم ْن قَ ْب ُل ۖ  َولَ ْن تَ ِج َد لِ ُسنَّ ِة هّٰللا ِ تَ ْب ِد ْياًل‬


ْ َ‫ُسنَّةَ هّٰللا ِ الَّتِ ْي قَ ْد َخل‬

"(Demikianlah) hukum Allah yang telah berlaku sejak dahulu, kamu sekali-kali tidak akan menemukan
perubahan pada hukum Allah itu."

(QS. Al-Fath 48: Ayat 23)

Salah satu fungsi ilmu untuk melihat di balik layar, karena yang di panggung hanyalah sandiwara dan
ilusi.

2. Dengan mengetahui dan mengilmui setelah dunia ada dunia yang lebih agung dan mulia dan lebih
berbahaya dibanding dunia.

Orang yang zuhud terhadap dunia bukan orang rendah, sebagian orang berkata naif atau muna,
melainkan mereka ini adalah orang yang ambisius, berdasarkan ilmu yang dia punya, dia mengetahui
ada sesuatu yang lebih besar untuk dia raih.

Allah SWT berfirman:

َ‫َو َما ٰه ِذ ِه ْال َح ٰيوةُ ال ُّد ْنيَ ۤا اِاَّل لَ ْه ٌو َّولَ ِعبٌ  ۗ  َواِ َّن ال َّدا َر ااْل ٰ ِخ َرةَ لَ ِه َي ْال َحـيَ َوا نُ  ۘ لَوْ كَا نُوْ ا يَ ْعلَ ُموْ ن‬

"Dan kehidupan dunia ini hanya senda gurau dan permainan. Dan sesungguhnya negeri akhirat itulah
kehidupan yang sebenarnya, sekiranya mereka mengetahui."

(QS. Al-'Ankabut 29: Ayat 64)

3. Dengan mengetahui dan beriman zuhud terhadap dunia, tidak akan mencegah rezki Allah untuknya,
dan seambisiusnya dia terhadap dunia, belum tentu membuat dia kaya.

8 Februari 2020
Orang Yang Paling Cerdas Menurut Imam Syafi'i

"Barang siapa yang fokus di satu titik maka dialah yang akan tumbuh".

Amalan yang paling Allah cintai itu adalah amalan yang paling continue atau rutin dikerjakan.

Imam syafi'i berkata, "Jika aku ingin menasihati kepada manusia yang paling cerdas maka aku akan
tujukan kepada orang orang yang zuhud."

Orang yang paling cerdas adalah orang yang zuhud terrhadap dunia.

Ibnu jamaah rahimahullah menuqil perkataan yahya bin mu'al rahimahullah berkata "seandainya
kehidupan dunia sebuah emas yang akan lenyap dan kehidupan akhirat tembikar yang kekal, maka
orang yang berakal seyogyanya ia memilih tembikar yang kekal dari pada emas yg fana. Lalu bagaimana
jika faktanya dunia itu tembikar yang fana dan akhirat itu emas yang kekal."

Jadikanlah nikmat Allah yang diberikan kepadamu dalam bentuk agama itu lebih engkau syukuri dari
pada dalam bentuk dunia.

Kitab ibnu hajar, tugas pertama adalah mengenal Allah terlebih dahulu.

15 Februari 2020

Antara Si Kaya Yang Bersyukur & Si Miskin Yang Bersabar

Kajian rutin bukan hanya mendapatkan ilmu secara sistematis, tetapi juga membuat skil kita bersemi.

Ulama berselisih mana yang lebih baik antara kaya bersyukur dengan miskin bersabar.

Pandangan ke 2 kaya bersyukur imam ahmad,

Pandangan 1 (Miskin Bersyukur)

Allah berfirman ttg nabi ayyub,

Allah SWT berfirman:

ٌ‫صا بِرًا ۗ نِ ْع َم ْال َع ْب ُد ۗ اِنَّـهٗۤ اَوَّا ب‬


َ ُ‫َث ۗ اِنَّا َو َج ْد ٰنه‬
ْ ‫ض ْغثًا فَا ضْ ِربْ ب ِّٖه َواَل تَحْ ن‬ َ ‫َو ُخ ْذ بِيَ ِد‬
ِ ‫ك‬

"Dan ambillah seikat (rumput) dengan tanganmu, lalu pukullah dengan itu dan janganlah engkau
melanggar sumpah. Sesungguhnya Kami dapati dia (Ayyub) seorang yang sabar. Dialah sebaik-baik
hamba. Sungguh, dia sangat taat (kepada Allah)." (QS. Sad 38: Ayat 44)

"Orang miskin lebih dulu 500 tahun masuk surga dibanding orang kaya"

Pandangan 2 (Kaya Bersyukur)


Allah SWT berfirman:

ٌ‫ ۗ  َو َوهَ ْبنَا لِد َٗاو َد ُسلَيْمٰ نَ  ۗ نِ ْع َم ْال َع ْب ُد ۗ اِنَّـهٗۤ اَوَّا ب‬

"Dan kepada Daud Kami karuniakan (anak bernama) Sulaiman; dia adalah sebaik-baik hamba. Sungguh,
dia sangat taat (kepada Allah)."

(QS. Sad 38: Ayat 30)

"Sebaik baik harta yang baik bila di tangan orang yang shaleh"

Pandangan 3 (Paling Bertaqwa Kepada Allah)

Allah SWT berfirman:

‫َر َّواُ ْن ٰثى َو َج َع ْل ٰن ُك ْم ُشعُوْ بًا َّوقَبَٓائِ َل لِتَ َعا َرفُوْ ا ۗ اِ َّن اَ ْك َر َم ُك ْم ِع ْن َد هّٰللا ِ اَ ْت ٰقٮ ُك ْم ۗ اِ َّن هّٰللا َ َعلِ ْي ٌم َخبِ ْي ٌر‬ ۤ
ٍ ‫ٰيا َ يُّهَا النَّا سُ اِنَّا خَ لَ ْق ٰن ُك ْم ِّم ْن َذك‬

"Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan,
kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal.
Sungguh, yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh,
Allah Maha Mengetahui, Maha Teliti."

(QS. Al-Hujurat 49: Ayat 13)

Allah SWT berfirman:


ۤ
‫ٰۤيـاَيُّهَا الَّ ِذ ْينَ ٰا َمنُوْ ا ُكوْ نُوْ ا قَوَّا ِم ْينَ بِا ْلقِ ْس ِط ُشهَدَٓا َء هّٰلِل ِ َولَوْ ع َٰلى اَ ْنفُ ِس ُك ْم اَ ِو ْال َوا لِ َد ْي ِن َوا اْل َ ْق َربِ ْينَ  ۗ اِ ْن يَّ ُك ْن َغنِيًّا اَوْ فَقِ ْيرًا فَا هّٰلل ُ اَوْ ٰلى بِ ِه َما ۗ فَاَل تَتَّبِعُوا‬
‫ْرضُوْ ا فَاِ َّن هّٰللا َ كَا نَ بِ َما تَ ْع َملُوْ نَ خَ بِ ْيرًا‬ ۤ ۤ
ِ ‫ْالهَ ٰوى اَ ْن تَ ْع ِدلُوْ ا ۚ  َواِ ْن ت َْل ٗوا اَوْ تُع‬

"Wahai orang-orang yang beriman! Jadilah kamu penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah,
walaupun terhadap dirimu sendiri atau terhadap ibu bapak dan kaum kerabatmu. Jika dia (yang
terdakwa) kaya ataupun miskin, maka Allah lebih tahu kemaslahatan (kebaikannya). Maka janganlah
kamu mengikuti hawa nafsu karena ingin menyimpang dari kebenaran. Dan jika kamu memutarbalikkan
(kata-kata) atau enggan menjadi saksi, maka ketahuilah Allah Maha Mengetahui terhadap segala apa
yang kamu kerjakan."

(QS. An-Nisa' 4: Ayat 135)

Penjelasan Ibnu Katsir, allah yang maha tahu mana yang paling cocok untuk hambanya.

"Ada diantara hamba hambaku ada yang tidak cocok kecuali kondisi kaya, karena bila dia miskin maka ia
akan kufur, ada diantara hambaku yang tidak cocok untuk dia kecuali miskin, karena bila dia kaya maka
ia akan kufur.

22 Februari 2020
Seperti Apa Kekayaan Ahli Surga?

Adab ke 4 yang harus dimiliki oleh ahli ilmu adalah membersihkan dirinya dari keinginan untuk
mendapatkan dunia dari ilmu yang dia pelajari.

Jangan pernah berfikir ilmu untuk mendapatkan ambisi dunia

"Barang siapa yang mencari ilmu yang seyogyanya untuk mendapatkan wajah Allah, namun untuk
mendapatkan dunia, maka dia tidak akan mencium bau surga."

Hadits yang menjelaskan akhirat lebih baik, dari riwayat yang dikeluarkan oleh imam muslim :

"Musa bertanya kepada rabbnya, seperti apa kedudukan yang paling rendah dari ahli surga? Dia adalah
orang yang datang setelah seluruh ahli surga masuk ke dalam surga, lalu dikatakan kepadanya, maka
masuklah ke dalam surga, ketika diberi perintah masuk, dia dalam keadaan bingung karena sudah tidak
ada tempat di surga, allah tanya kepada dia, maukah kamu diberikan fasilitas kekayaan, lahan seperti
kerajaan dari raja raja dunia, dia menjawab tentu ya Allah, dan engkau akan dapatkan itu semua, dua
kali lipat, tiga kali lipat, lima kali lipat, kemudian ia menjawab aku ridho ya Allah, allah menjawab, buat
kamu semua dan aku kalikan 10 kali lipat."

Hadits riwayat bukhari & muslim :

Dalam riwayat lain Allah menyebutkan bukan raja dunia, melainkan satu dunia. Dan dia akan
mendapatkan 10 kali lipat dari hal tersebut.

29 Februari 2020

Menjaga Martabat

Allah SWT berfirman:

‫ۗ وكَا نَ هّٰللا ُ َعلِ ْي ًما َح ِك ْي ًما‬ ‫هّٰللا‬ َ ِ‫ولٓئ‬


َ  ‫ك يَتُوْ بُ ُ َعلَ ْي ِه ْم‬ ٍ ‫اِنَّ َما التَّوْ بَةُ َعلَى هّٰللا ِ لِلَّ ِذ ْينَ يَ ْع َملُوْ نَ الس ُّْٓو َء بِ َجهَا لَ ٍة ثُ َّم يَتُوْ بُوْ نَ ِم ْن قَ ِر ْي‬
ٰ ُ ‫ب فَا‬

"Sesungguhnya bertobat kepada Allah itu hanya (pantas) bagi mereka yang melakukan kejahatan karena
tidak mengerti, kemudian segera bertobat. Tobat mereka itulah yang diterima Allah. Allah Maha
Mengetahui, Maha Bijaksana." (QS. An-Nisa' 4: Ayat 17)

Bagaimana dengan orang yang sudah tahu ilmunya tapi tetap maksiat?

Kata imam al mujahid, orang yg meelakukan maksiat padahal tahu hukumnya berarti dia lebih bodoh
karena menggadaikan akhiratnya.

Intinya apa yg diucapkan imam asyafii, barang siapa yang tidak menjaga ilmunya, maka ilmu itu tidak
akan menjaga dia.

Jangan sampai ilmu itu terlihat rendah, hina, di lingkungan dia tinggal.
Parameter pekerjaan yang harus dipilih oleh penuntut ilmu adalah pekerjaan yang tidak buruk dalam
pandangan mayoritas masyarakat tempat si penuntut ilmu itu tinggal. Tujuannya adalah untuk menjaga
dan memuliakan ilmu.

Syaikh shalih al utsaimin berkata, Sebagian orang sekarang itu membangun kebiasaan tampil beda
dengan kultur masyarakat setempat. Dan menganggap tampil beda itu sebagai bagian dari agama
tersebut.

Penuntut ilmu hendaknya berjalan sesuai denga kultur dan urf sesuai dengan kebiasaan masyarakatnya.
Dan jangan tampil aneh dan beda dari masyakatnya semampunya selama tidak haram.

Keliru pendapat bahwa semakin tampil beda, samakin nyunnah. Jangan selesihi masyarakat, dari
penampilan, cara berbicara, sikap, selama tidak haram.

Ini bukan keingian sendiri untuk tampil beda, ini mengenai ilmu yang dibawa oleh penuntut ilmu.
Karena ketika tampil beda dari masyarakat akan rentan dinyinyirin oleh masyarakat.

"Kemulian seorang mukmin ada pada agamanya, dan muru'ahnya ada pada akalnya."

"Salah satu muru'ah yang harus dijaga adalah meletakkan sandal di masjid"

Contok muru'ah lain adalah

- ringtone hp, jangan keras,

- tidak menyiram setelah buang air

- menanyakan pertanyaan yang penting.

- menanyakan perihal status pernikahan, jumlah anak, penyakit pribadi,

- adab di krl, busway, tidak mengambil tempat duduk khusus.

- parkir menutupin rumah atau mobil orang

- meludah sembarangan,

- masuk ke pembicaraan dua orang yg sedang ngobrol

- jangan masuk ke tempat2 mayoritas masyarakat buruk memandangnya.

- memakai pakaian sesuai dengan kondisi dan tempatnya.

7 Maret 2020

Tunjukkan Identitasmu
Imam ibnu jauzi menjelaskan hikmah dari amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah karena melayani
ilmu. Salah satu bukti bahwa kita melayani ilmu adalah memiliki kajian rutin.

Dan kalau kita karena kebutuhan, harus melakukan hal tersebut, dan dilihat oleh orang itu, maka kita
harus memberikan klarifikasi. Agar orang itu tidak berdosa.

Sesungguhnya setan bergerak dalam aliran darah anak adam. Ada dua makna disini yaitu makna secara
dzhohir dan makna lain berarti aliran darah yang selalu beredar 24 jam. Setan selalu berusaha
menggoda kita dari berbagai waktu.

Allah SWT berfirman:

َ  ‫ثُ َّم اَل ٰ تِيَنَّهُ ْم ِّم ۢ ْن بَ ْي ِن اَ ْي ِد ْي ِه ْم َو ِم ْن َخ ْلفِ ِه ْم َوع َْن اَ ْي َما نِ ِه ْم َوع َْن َش َمٓائِلِ ِه ْم‬
َ‫ۗ واَل تَ ِج ُد اَ ْكثَ َرهُ ْم ٰش ِك ِر ْين‬

"kemudian pasti aku akan mendatangi mereka dari depan, dari belakang, dari kanan, dan dari kiri
mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur." (QS. Al-A'raf 7: Ayat 17)

Abdullah ibnu abbas menjelaskan setan tidak dapat mendatangin manusia dari atas, karena dari atas
adalah jalur dari Allah, karena Allah ada diatas.

Kenapa manusia mudah diserang oleh setan, karena ketika susah manusia bergantung kepada mahluk.
Maka harus melatih bergantung hanya kepada Allah.

Allah SWT berfirman:

َ‫ْس لَهٗ س ُْل ٰط ٌن َعلَى الَّ ِذ ْينَ ٰا َمنُوْ ا َوع َٰلى َربِّ ِه ْم يَتَ َو َّكلُوْ ن‬
َ ‫اِنَّهٗ لَـي‬

"Sungguh, setan itu tidak akan berpengaruh terhadap orang yang beriman dan bertawakal kepada
Tuhan." (QS. An-Nahl 16: Ayat 99)

Kita tidak berkuasa atas diri kita, seluruh hidup kita adalah milik Allah.

Semua pihak yang tinggi, ditentang oleh pihak yang ada dibawahnya maka sebagai atasan tentu akan
merespon.

Allah SWT berfirman:

‫ت اَ ْي ِد ْي ُك ْم َويَ ْعفُوْ ا ع َْن َكثِي ٍْر‬


ْ َ‫ص ْيبَ ٍة فَبِ َما َك َسب‬ َ َ‫ ۗ  َو َم ۤا ا‬
ِ ‫صا بَ ُك ْم ِّم ْن ُّم‬

"Dan musibah apa pun yang menimpa kamu adalah karena perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah
memaafkan banyak (dari kesalahan-kesalahanmu)."

(QS. Asy-Syura 42: Ayat 30)

Dengan menjaga ilmu selalu diatas, maka kita juga memuliakan Allah. Ini bukan hanya menjaga marwah
kita sebagai penuntut ilmu. Tugas kita jangan sampai orang awam menganggap rendah ilmu karena
perilaku kita sesuai dengan kemampuan kita.