Anda di halaman 1dari 13

MAKALAH

JARINGAN SARAF PADA HEWAN INVERTEBRATA


DAN VERTEBRATA

Kelompok 4:
Kurniasi Utami
Zidrah Al Fazirah
Nurul Harisyah Hatta
Muhammad Irsan

FAKULTAS MATEMATIKA DAN


ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERTAS NEGERI MAKASSAR
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN IPA

2020
KATA PENGANTAR

Segala puji syukur kami panjatkan ke hadirat Allah yang telah memberikan
hikmah, hidayah, kesehatan serta umur yang panjang sehingga makalah ini yang
berjudul “Jaringan Saraf pada Hewan Invertebrata dan Vertebrata” ini dapat
terselesaikan. Kami juga berterimakasih kepada dosen pengampu mata kulaih
Struktur Perkemangan Hewan yang telah memberikan tugas ini untuk pembelajaran
dan penilaian untuk mata kuliah ini.
Dalam makalah ini kami akan membahas masalah mengenai “Jaringan Saraf
pada Hewan Invertebrata dan Vertebrata” karena sangat penting untuk kita
mengetahui bagaimana jaringan saraf yang terdapat pada hewan invertebrata maupun
vertebrata. Kami menyadari sepenuhnya, bahwa dalam pembuatan makalah ini jauh
dari kesempurnaan. Oleh karena itu, kami mengharapkan kritik dan saran yang bisa
membangun menuju kesempurnaan makalah kami selanjutnya.

Makassar, Februari 2020

Kelompok IV
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Sel dicirikan oleh adanya molekul makro khusus, seperti pati dan seluosa, yang
terjadi dari ratusan sampai ribuan gula atau molekul lain, selain itu sel dapat juga
dicirikan oleh adanya molekul makro seperti protein dan asam nukleat baik DNA
atau RNA yang tersusun sebagai rantai yang terdiri dari ratusan sampai ribuan
molekul.
Sel- sel penyusun jaringan pada hewan lebih banyak dan kompleks, jaringan
hewan terdiri dari sel – sel dengan membran halus, dan jaringan digenangi dengan
larutan yang mengandung NaCl. Jaringan pada hewan dibagi menjadi empat jaringan
utama yaitu, jaringan epitelium, jaringan ikat, jaringan otot, dan jaringan saraf.
Tubuh hewan terdiri atas jaringan – jaringan atau sekelompok sel yang
mempunyai struktur dan fungsi yang sama. Jaringan dengan struktur yang khusus
memungkinkan mereka mempunyai fungsi yang spesifik. Sebagai contoh, otot – otot
jantung yang bercabang menghubungkan sel jantung yang lainnya. Percabangan
tersebut membantu kontraksi sel – sel dalam satu koordinasi.
Jaringan saraf merupakan salah satu jaringan dasar pembentuk tubuh
manusia yang mengatur seluruh aspek yang berkaitan dengan fungsi – fungsi
tubuh yang diperlukan untuk melakukan kegiatansehari-hari. Melalui jaringan
saraf kita dapat melakukan berbagai aktivitas yang tak terhingga
banyaknya mulai dari yang paling sederhana seperti membuka mata
hingga proses yang sangat k o m p l e k s s e p e r t i p r o s e s p e n a l a r a n , a n a l i s a
d a n s i n t e s a m a u p u n m e m b u a t k e s i m p u l a n d a n memutuskan suatu
masalah. Kita dapat merasakan dan mengungkapkan rasa cinta kasih, sedih,
iba,benci, takut, cemas, dan berpikir secara abstrak tinggi serta menyelesaikan
berbagai masalah yang kitahadapi sehari-hari. Selain itu melalui sistem saraf kita
dapat mengetahui norma-norma atau nilai-nilai luhur seperti keadilan,
kejujuran, kesetiaan, ketekunan, kesusilaan dan lain-lain. Fungsi-fungsi
tersebut termasuk ke dalam fungsi paling luhur yang hanya ada pada manusia
seutuhnya dan tidak terdapat pada binatang. Daerah tempat fungsi-fungsi tersebut
berada adalah korteks serebri. Selain ituada pula perasaan-perasaan yang sama
seperti pada mamalia lainnya seperti rasa lapar, haus, nafsu seksual, ngantuk,
lelah, marah dan sebagainya. Fungsi-fungsi ini dikendalikan oleh bagian otak yang
letaknya lebih rendah daripada korteks serebri.

B. Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan jaringan saraf?
2. Apa saja bagian – bagian jaringan saraf?
3. Bagaimana jaringan saraf pada hewan invertebrata?
4. Bagaiamana jaringan saraf pada hewan vertebrata?

C. Tujuan
Adapun tujuan makalah ini adalah:
1. Untuk mengetahui pengertian jaringan saraf
2. Untuk mengetahui bagain – bagian jaringan saraf
3. Untuk mengetahui jaringan saraf pada hewan invertebrata
4. Untuk mengetahui jaringan saraf pada hewan vertebrata
BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengertian Jaringan Saraf


Jaringan saraf adalah jaringan yang berfungsi untuk menghantarkan impuls
(rangsangan) dan terdiri dari sel-sel saraf (neuron). Jaringan saraf mengirimkan
impuls dari panca indera ke saraf pusat (otak atau sumsum tulang belakang) dan dari
saraf pusat ke organ lainnya. Itulah alasan mengapa kita bisa merasakan sakit,
mencicipi rasa masakan, menghirup wangi bunga, melihat pemandangan, dan
sebagainya.

B. Bagian - Bagian Jaringan Saraf


Jaringan saraf tersusun dari sel saraf (neuron) dan sel penyokong (neuroglia).
Neuron berbentuk serabut panjang. Neuroglia (neuron = sel saraf, glia = lem) adalah
sel yang berurukan kecil yang menghasilkan mielin yang berfungsi menyokong
neuron – neuron dan menyatukan jaringan pada sistem saraf pusat.

1. Sel Saraf (Neuron)

Badan sel tersusun oleh sitoplasma dan nukelus yang terbungkus oleh
membran plasma. Sitoplasmanya bergranuler warna abu – abu. Pada
sitoplasma, di samping terdapat nukleus, terdapat pula nukleolus dan
retikulum endoplasma.
Pada badan sel terdapat serabut dendrit dan neurit. Ujung dendrit
bercabang – cabang. Dendrit berfungsi menerima impuls yang datang dari
reseptor dan menghantarkannya ke badan sel safar. Neurit atau akson
merupakan juluran dari plasma membran badan sel saraf.
Setiap akson dilindungi oleh selubung lemak disebut selubung mielin.
Selubunng mielin dikelilingi oleh sel Schwaann. Selubung mielin berfungsi
sebagai isolator untuk menjaga agar impuls yang dihantarkan melalui akson
tidak bocor. Selubung mielin dibentuk oleh sel pendukung yang dikenal
dengan oligodendrosit. Bagian akson yang tidak terlindung oleh selubung
mielin disebut nodus ranvier yang penting untuk memperbanyak mpuls
saraf atau mempercepat jalannya impuls.
Berdasarkan struktur dan fungsinya, sel saraf dapat dibedakan menjadi
tiga yaitu:
 Neuron sensorik, dendritnya berhubungan dengan resptor dan
aksonnya berhubungan dengan dendrit neuron lainnya. Berfungsi
untuk menghantarkan impuls dari reseptor ke pusat sususan saraf
(otak) dan sumsum tulang belakang.
 Neuron motorik. Dendritnya berhubungan dengan akson neuron lain,
sedangkan neuritnya berhubungan dengan efektor atau alat tubuh
pemberi tanggapan terhadap suatu rangsangan. Fungsinya untuk
mengantarkan impuls motorik dari susunan saraf pusat ke efektor.
 Neuron asosiasi. Neuron penghubung antara neuron motorik dan
sensorik.

C. Jaringan Saraf pada Invertebrata


Tidak semua invertebrata memiliki jaringan saraf. Hewan yang tergolong
protozoa dan porifera tidak memiliki jaringan saraf. Setiap sel penyusun tubuh hewan
tersebut mampu mengadakan reaksi terhadap stimulus yang diterima dan tidak ada
koordinasi antara satu sel dengan sel tubuh lainnya. Hewan yang bersel satu seperti
amoeba dan paramecium meskipun tidak memiliki urat saraf tetapi protoplasmanya
dapat melakukan segala kegiatan seperti makhluk hidup seperti iritabilitas, bergerak
dan penyusaian diri terhadap lingkungannya.

1. Jaringan Saraf pada Coelenterata

Pada coelentara akuatik seperti Hydra, ubur – ubur dan anemon laut
memiliki jaringan saraf yang masih tersebar saling berhubungan satu sama lain
menyerupai jala yang disebut sebagai jaring saraf (nerve net). Jaringan saraf ini
terdiri atas sel – sel saraf berkutub satu, berkutub dua, dan berkutub banyak.
Hewan coelenterata tidak memiliki otak, mereka hanya mengandalkan impuls
saraf yang berjalan di sekujur tubuhnya untuk mendeteksi keadaan lingkungan
di sekitar mereka.

2. Jaringan Saraf pada Echinodermata


Jaringan saraf Echinodermata masih seperti pada Coelenterata, namun
sudah mempunyai struktur terntetu dan fungsinya sudah lebih maju. Misalnya
pada bintang laut, memiliki seperangkat saraf radial yang terhubung ke cincin
saraf pusat. Di dalam setiap lengan, saraf radial tertaut ke jaring saraf yang
menerima masukan dan mengirimkan sinyal – sinyal yang mengontrol
aktivitas motorik. Susunan semacam itu lebih cocok untuk mengontrol
pergerakan yang rumit daripada satu jaring saraf tunggal yang tersebar.

3. Jaringan Saraf Platyhelmintes

Platyhelmintes memiliki sebuah otak kecil dan tali saraf longitudinal


menyusun sistem saraf pusat (SSP, atau central nervous system, CNS) yang
paling sederhana. Pada beberapa jenis hewan semacam itu, keseluruhan sistem
saraf dibangun hanya dari sedikit sel. Sel – sel saraf pada platyhelmintes
terkonsentrasi menjadi sebuah ganglion kepala atau otak primitif. Dari otak
primitif terdapat dua tali saraf (nerve cord) yang membentang ke arah ujung
posterior (belakang) menghubungkan struktur – struktur ini dengan saraf –
saraf bagian tubuh yang lain. Dua tali saraf ini dihubungkan dengan serabut
saraf melintang.

4. Jaringan Saraf pada Annelida

Jaringan saraf pada annelida sudah mempunyai perkembangan yang lebih


maju yaitu telah terbentuknya ganglia segmental di sepanjang tubuhnya.
Ganglion supraoesofagus yang disebut juga otak fungsinya tetap sebagai
sebuah stasiun relay sensoris dari reseptor yang peka terhadap cahaya,
sentuhan, dan zat kimia pada permukaan tubuh sekitarnya. Hewan ini
mempunyai ganglion pada tiap ruas tubuhnya. Ganglia segemental tersebut
dihubungkan dengan tali saraf ventral. Tiap ganglion mempunyai fungsi
sebagai pusat yang menerima impuls dari saraf sensorik dari reseptor kulit
yang ada di sekitarnya.
5. Jaringan Saraf pada Arthopoda
Jaringan saraf pada arthopoda dilengkapi dengan sepasang tali saraf ventral
di sepanjang sisi ventral tubuhnya. Pada berbagai tempat pada segmen tubuh,
ada perbesaran saraf tangga tali yang di sebut ganglia. Ganglia berfungsi
sebagai pusat refleks dan pengendalian berbagai kegiatan. Ganglia bagian
anterior (depan) yang lebih besar berfungsi sebagai otak.

6. Jaringan Saraf pada Mollusca

Di dalam sebuah kelompok hewan, organisasi sistem saraf seringkali


berkorelasi dengan gaya hidup. Seperti moluska yang sesil dan bergerak
lambat, misalnya kima dan kiton, memiliki organ indra yang relatif sederhana
dan sedikit atau tanpa sefalisasi. Pada gastropoda, serebral atau ganglion
suboeofagus mempunyai peran untuk mengontrol ganglia yang lebih bawah.
Aktivitas refleks atau gerakan pada hewan ini dikontrol oleh aktivitas 4 pasang
ganglion yaitu ganglia serebral, pedal pleural, dan viseral. Pada cephalopoda
(cumi – cumi, gurita) terdapat otak yang kompleks karena adanya
penggabungan berbagai ganglia yang letaknya mengelilingi oesofagus. Karena
itu otaknya mempunyai bagian supraoesofagus. Pada bagian otak
supraoesofagus berisi pusat motorik dan pusat sensorik utama berupa lobus
untuk pembau dan mengontrol lengan dan tentakel.

D. Jaringan Saraf pada Vertebrata


1. Sistem saraf Pisces
Ikan mempunyai otak yang pendek. Lobus olfaktorius, hemisfer serebral, dan
diensefalon kecil, sedang lobus optikus dan serebellum besar. Ada 10 pasang
saraf kranial. Korda saraf tertutup dengan lengkung-lengkung neural sehingga
mengakibatkan saraf spinal berpasangan pada tiap segmen tubuh.
Terdapat pada ikan bertulang menulang yaitu saku olfaktoris pada moncong
dengan sel-sel yang sensitif terhadap substansi yang larut dalam air, kuncup
perasa di sekitar mulut. Mata lebar mungkin hanya jelas untuk melihat dekat,
tetapi dapat digunakan untuk mendeteksi benda-benda yang bergerak diatas
permukaan air atau di darat didekatnya. Telinga dalam dengan 3 saluran
semisirkular, dan sebuah otolit untuk keseimbangan. Ikan tidak mempunyai
telinga tengah jadi tidak ada gendang telinga. Oleh sebab itu, vibrasi atau suara
diterima dan diteruskan melalui kepala atau tubuh. Garis lateral tubuh
mempunyai perluasan di daerah kepala dan berguna untuk mendeteksi perubahan
tekanan arus air (seperti menghindar dari batu-batuan). Garis lateral itu diinervasi
oleh saraf kranial ke X (N. vagus), oleh sebab itu beberapa ahli berpendapat
bahwa telinga tengah pada vertebrata air berasal sama seperti garis lateral.

2. Sistem saraf Amphibi


Otak terbagi atas lima bagian dan serebellum merupakan bagian yang
terkecil. Ada 10 saraf kranial. Tiga saraf pertama membentuk pleksus brakeal.
Saraf ke-7, ke-8, dan ke-9 membentuk pleksus iskiadikus. Mata dengan kelopak
mata atas dan kelopak mata bawah, dan ada lagi kelopak mata yang ketiga yang
transparan (membran niktitans). Mata digerakkan oleh 6 otot, yaitu oto-otot
superior, inferior, rektus internal, rektus eksternal, oblikus interior, dan oblikus
superior.
Telinga dengan organ pendengar dan keseimbangan yang berupa 3 szlurzn
semisirkular, yaitu vertikal anterior, vertikal posterior, dan horizontal. Membran
timpani (dalam telinga tengah, tetapi tidak ada telinga luar), membawa implus-
implus ke kolumella (tulang tipis dalam telinga tengah yang memancarkan
implus-implus melalui stapes ke koklea).
3. Sistem saraf Reptil
Otak dengan dua lobus olfaktorius yang panjang, hemisfer serebral, 2 lobus
optikus, serebellum, medulla oblongata yang melanjut ke korda saraf. Di bawah
hemisfer serebral terdapat traktus optikus dan syaraf optikus, infundibulum, dan
hipofisis. Terdapat 12 pasang syaraf kranial. Pasangan-pasangan syaraf spinal
menuju ke somitsomit tubuh.
Pada lidah terdapat kuncup-kuncup perasa, dan terdapat organ pembau pada
rungga hidung. Mata dengan kelenjar air mata. Telinganya seperti telinga
vertebrata rendah. Saluran auditori eksternal tertutup kulit, dengan membran
tympani. Telinga dalam dengan tiga saluran semi sirkular untuk mendengar. Dari
ruang tympani ada saluran eustachius dan bermuara dalam faring di belakang
hidung dalam.

4. Sistem saraf Aves


Bentuk otak dan bagian-bagiannya tipikal pada burung. Lobus olfaktorius
kecil, serebrum besar sekali. Pada ventro-kaudal serebrum terletak serebellum
dan ventral lobus optikus. lubang telinga nampak dari luar, dengan meatus
auditoris eksternal terus kemembran tympani (gendang telinga). Telinga tengah
dengan saluran-saluran semi sirkulat terus ke koklea. Pendengaran burung dara
sangat baik. Dari telinga tengah ada saluran eustachius menuju ke faring dan
bermuara pada langit-langitt bagian belakang. Hidung sebagai organ pembau
dimulai dengan dua lubang hidung yang berupa celah pada dorsal paruh. Indra
pencium pada burung kurang baik. Mata besar dengan pekten yaitu sebuah
membran bervaskulasi dan berpikmen yang melekat pada mangkuk optik, dan
melanjut kedalam humor vitreus. Syaraf optik memasuki sklera mata di tempat
yanag disebut bingkai skleral. Mata dengan kelenjar air mata. Penglihatan
terhadap warna sangat tajam dan cepat berakomodasi pada berbagai jarak.

5. Sistem saraf Mammalia


Cerebrum besar jika dibandingkan dengan keseluruhan otak. Serebelum juga
besar dan berlobus lateral 2 buah. Lobus optikus ada 4 buah. Setiap bagian
lateralnya dibagi oleh alur transversal menjadi lobus anterior dan posterior.
Mempunyai telinga luar. Gelombang suara disalurkan melalui meatus auditori
eksternal ke membran tympani. Telinga tengah mengandung 3 buah osikel
auditori. Koklea agak berkelok. Mata tidak mengandung pekten (seperti yang
terdapat pada burung). Di banding dengan vertebrata yang lebih rendah, maka
pada kelinci membran olfaktori lebih luas, organ pembau lebih efektif, karena
membran olfaktori itu lebih luas. Hal itu disebabkan karena papan-papan tulang
dalam rongga hidung bergulung-gulung membentuk kurva

DAFTAR PUSTAKA