Anda di halaman 1dari 17

Kewarganegaraan Upn “veteran” jawa timur

BAB I
PENDAHULUAN
I. Latar belakang
Olahraga merupakan suatu bentuk kegiatan yang memiliki banyak mafaat
dalam hamper seluruh aspek kehidupan manusia. Secara fisik manfaat dari aktifitas
ini adalah untuk menjaga dan meningkatkan kesehatan jasmani. Bukan hanyaitu, dari
segi psikososial olahraga mampu menanamkan kepada anak-anak, remaja, dewasa
bahkan manula untuk bersikap sportif, adil, disipli, produktif dan pantang menyerah.
Nilai-nilai positif yang terkandung inilah yang kemudian bermanfaat bagimanusia
dalam kehidupan bermasyarakat serta berbangsa dan bernegara.
Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, olahraga sangat erat kaitannya
dengan pembangunan. Olahraga tidak hanya berperan dalam pembangunan sumber
daya manusia(SDM) tetapi juga pembangunan ekonomi. Program-program olahraga
menyediakan kesempatan kepada tenaga kerja sekaligus menjadi pendorong atas
permintaan barang-barang dan jasa pelayanan. Event olahraga yang berlangsung
disuatu Negara menjadi stimulator untuk pembangunan ekonomi local dan
menciptakan lapangan pekerjaan.
Pekan olahraga nasional (PON) yang diadakan setiap 4tahun sekali adalah
perwujudan dari usaha bangsa Indonesia untuk melakukan pembangunan seutuhnya.
Dalam penyelenggaraannya, PON melibatkan peserta dari seluruh propinsi di
insonesia dengan berbagai suku dan budayanya. Sehingga PON memegang peranan
yang penting dalam meningkatkan persatuan dan kesatuan bangsa.

II. Rumusan masalah


a) Bagaiman awal lahirnya pekan olahraga nasional?
b) Undang-undang apa yang mengatur tentang pekan olahraga nasional?
c) Apa tujuan dari pekan olahraga nasional?
d) Bagaimana sistem penyelenggaraan pekan olahraga nasional?
Kewarganegaraan Upn “veteran” jawa timur

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, olahraga sangat erat kaitannya


dengan pembangunan. Olahraga tidak hanya berperan dalam pembangunan sumber
daya manusia(SDM) tetapi juga pembangunan ekonomi. Program-program olahraga
menyediakan kesempatan kepada tenaga kerja sekaligus menjadi pendorong atas
permintaan barang-barang dan jasa pelayanan. Event olahraga yang berlangsung
disuatu Negara menjadi stimulator untuk pembangunan ekonomi local dan
menciptakan lapangan pekerjaan.
Pekan olahraga nasional (PON) yang diadakan setiap 4tahun sekali adalah
perwujudan dari usaha bangsa Indonesia untuk melakukan pembangunan seutuhnya.
Dalam penyelenggaraannya, PON melibatkan peserta dari seluruh propinsi di
insonesia dengan berbagai suku dan budayanya. Sehingga PON memegang peranan
yang penting dalam meningkatkan persatuan dan kesatuan bangsa.
Salah satu bunyi undang-undang yang mengatur bidang olahraga di Indonesia

UNDANG-UNDANG TENTANG SISTEM KEOLAHRAGAAN NASIONAL.


Pasal 1
Dalam undang-undang ini yang dimaksud dengan:
1. Keolahragaan adalah segala aspek yang berkaitan dengan olahraga yang memerlukan
pengaturan, pendidikan, pelatihan, pembinaan, pengembangan, dan pengawasan.
2. Keolahragaan nasional adalah keolahragaan yang berdasarkan Pancasila dan Undang-
Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang berakar pada nilai-nilai
keolahragaan, kebudayaan nasional Indonesia, dan tanggap terhadap tuntutan
perkembangan olahraga.
3. Sistem keolahragaan nasional adalah keseluruhan aspek keolahragaan yang saling
terkait secara terencana, sistimatis, terpadu, dan berkelanjutan sebagai satu kesatuan
Kewarganegaraan Upn “veteran” jawa timur

yang meliputi pengaturan, pendidikan, pelatihan, pengelolaan, pembinaan,


pengembangan, dan pengawasan untuk mencapai tujuan keolahragaan nasional.
4. Olahraga adalah segala kegiatan yang sistematis untuk mendorong, membina, serta
mengembangkan potensi jasmani, rohani, dan sosial.
5. Pelaku olahraga adalah setiap orang dan/atau kelompok orang yang terlibat secara
langsung dalam kegiatan olahraga yang meliputi pengolahraga, pembina olahraga,
dan tenaga keolahragaan.>
6. Pengolahraga adalah orang yang berolahraga dalam usaha mengembangkan potensi
jasmani, rohani, dan sosial.
7. Olahragawan adalah pengolahraga yang mengikuti pelatihan secara teratur dan
kejuaraan dengan penuh dedikasi untuk mencapai prestasi.
8. Pembina olahraga adalah orang yang memiliki minat dan pengetahuan,
kepemimpinan, kemampuan manajerial, dan/atau pendanaan yang didedikasikan
untuk kepentingan pembinaan dan pengembangan olahraga.
9. Tenaga keolahragaan adalah setiap orang yang memiliki kualifikasi dan sertifikat
kompetensi dalam bidang olahraga.
10. Masyarakat adalah kelompok warga negara Indonesia nonpemerintah yang
mempunyai perhatian dan peranan dalam bidang keolahragaan.
Adapun sejarah singkat tentang pekan olahraga nasional ini adalah
Pada tanggal 19 April 1930 di Yogyakarta telah terbentuk Persatuan Sepakbola yang
bersifat kebangsaan dengan nama Persatuan Sepakraga Seluruh Indonesia disingkat
PSSI dengan ketuanya Ir. Soeratin Sosrosugondo. Pembentukan persatuan nasional
tersebut merupakan tindakan dari kalangan bangsa Indonesia, karena ingin mengatur
Organisasinya sendiri. PSSI sejak tahun 1931 menyelenggarakan kompetisi tahunan
antar kota/anggota, dan tidak ikut serta dalam pertandingan-pertandingan antar kota
yang diadakan oleh Belanda.
Kewarganegaraan Upn “veteran” jawa timur

BAB III
PEMBAHASAN
A. Sejarah awal lahirnya pekan olahraga nasional
Pada tanggal 19 April 1930 di Yogyakarta telah terbentuk Persatuan
Sepakbola yang bersifat kebangsaan dengan nama Persatuan Sepakraga Seluruh
Indonesia disingkat PSSI dengan ketuanya Ir. Soeratin Sosrosugondo. Pembentukan
persatuan nasional tersebut merupakan tindakan dari kalangan bangsa Indonesia,
karena ingin mengatur Organisasinya sendiri. PSSI sejak tahun 1931
menyelenggarakan kompetisi tahunan antar kota/anggota, dan tidak ikut serta dalam
pertandingan-pertandingan antar kota yang diadakan oleh Belanda.
Berkat perkembangannhya yang baik, pada tahun 1938 pihak Belanda melalui
Persatuan Sepakbolanya, Nederlandsch Indiesche Voetbal Unie (NIVU) mengadakan
pendekatan dan kerjasama dengan PSSI. Jejak Sepakbola ini dikuti oleh cabang
olahraga Tennisdengan berdirinya Persatuan Lawn Tennis Indonesia (PELTI) pada
tahun 1935 di Semarang. Berkedudukan di Jakarta (waktu itu bernama Batavia), pada
tahun 1938 lahirlah Ikatan Sport Indonesia dengan singkatan ISI, satu-satunya badan
olahraga yang berifat Nasional dan berbentuk federal. Maksud dan tujuannya adalah
untuk membimbing, menghimpun dan mengkoordinir semua cabang olahraga, antara
lain, PSSI, PELTI dan Persatuan Bola Keranjang Seluruh Indonesia (PBKSI), yang
didirikan pada tahun 1940.
ISI sebagai koordinator cabang-cabang olahraga pada tahun 1938 pernah mengadakan
Pekan Olahraga Indonesia yang dikenal dengan nama ISI – Sportweek, Pekan
Olahraga ISI.
Serangan jepang secara mendadak pada tanggal 8 Desember 1941 terhadap
Peral Harbour (pelabuhan mutiara) menimbulkan perang pasifik. Dengan masukknya
Jepang ke Indonesia pada bulan Maret 1942, ISI oleh sebab adanya berbagai kesulitan
dan rintangan tidak bisa menggerakkan aktivitasnya sebagaimana mestinya. Pada
zaman Jepang gerakan keolahragaan yang ditangani oleh suatu badan yang bernama
GELORA (singkatan dari Gerakan Latihan Olahraga), yang terbentuk pada masa itu.
Kewarganegaraan Upn “veteran” jawa timur

Tidak Banyak peristiwa olahraga penting tercatat pada zaman Jepang selama tahun
1942-1945, oleh karena peperangan terus berlangsung dengan sengit dan kedudukan
Tentara Nippon terus pula terdesak. Dengan sendirinya perhatian Pemerintah Militer
Jepang tidak dapat diharapkan untuk memajukan kegiatan olahraga di Indonesia.
Dengan runtuhnya kekuasaan Jepang pada bulan Agustus 1945, kemerdekaan
Indonesia membuka jalan selebar-lebarnya bagi bangsa kita untuk menangani semua
kegiatan olahraga di tanah air sendiri.
Kegiatan-kegiatan ini pada awal kemerdekaan belum dapat digerakkan sepenuhnya,
itu disebabkan perjuangan bangsa kita dalm mempertahankan dan menggerakkan
kemerdekaan yang baru direbut itu, mendapat cobaan dan ujian. Sebagai akibatnya
timbulah pertempuran di berbagai tempat, yang menjadi penghalang besar dalam
mengadakan aktivitas keolahragaan secara tertib dan teratur. Namun demikian, berkat
usaha keras para tokoh olahraga kita, pda bulan Januari 1946 bertempat di Habiprojo
di Kota Solo diadakan kongres Olahraga yang pertama di alam kemerdekaan.
Berhubung dengan suasana pada masa itu, hanya dihadiri oleh tokoh-tokoh olahraga
dari pulau Jawa saja.
Dalam kongres ini mulanya diajukan dua nama lainnya, yang akan diberikan
kepada Badan Olahraga yang bakal dibentuk, yaitu ISI GELORA. Keduanya lantas
tidak terpilih dan sebagai kesimpulan rapat kongres tersebut, diresmikanlah
berdirinya PORI dengan pengakuan Pemerintah sebagai satu-satunya badan resmi
Persatuan Olahraga yang mengurus semua kegiatan olahraga di Indonesia, yang
fungsinya sama dengan ISI.
Sesuai dengan fungsinya, PORI adalah juga sebagai koordinator semua cabang
olahraga dan khusus mengurus kegiatan-kegiatan olahraga dalam negeri. Dalam
hubungan tugas keluar, berkaitan dengan Olimpiade dan Internassional Olynpic
Commitee (IOC). Presiden Republik Indonesia telah melantik Komite Olympiade
Republik Indonesia (KORI) yang diketuai oleh Sultan Hamengkubuwono IX dan
berkedudukan di Yogyakarta.
Kewarganegaraan Upn “veteran” jawa timur

Bagi Indonesia telah tiba saatnya untuk menenpuh langkah-langkah seperlunya, agar
negara kita dapat ikut serta di Olimpiade – London pada tahun 1948. Olimpiade yang
ke 14 ini adalah yang pertama setelah Perang Dunia ke II usai dan sejak tahun 1940
terpaksa ditiadakan selama delapan tahun.
Usaha Indonesia untuk dapat tiket ke London banyak menemui kesulitan. Setelah
agresi pertama dilancarkan Belanda pada tanggal 21 Juli 1947, Sutan Syarir dan Haji
Agus Salim terbang ke Lake Succes dan di forum Internasional (baca Sidang Umum
PBB) kedua negarawan dan diplomat ulung ini dengan gigih memperjuangkan
pengakuan dunia atas kemerdekaan dan kedaulatan Republik Indonesia.
PORI sebagai badan olahraga resmi di Indonesia belum menjadi anggota
Internasional Olympic Committee (IOC), sehingga para atlet yang bakal dikirim tidak
dapat diterima berpartisipasi dalam peristiwa olahraga sedunia tersebut. Pengakuan
dunia atas kemerdekaan dan kedaulatan Indonesia yang belum diperoleh pada waktu
tiu menjadi penghalang besar dalam usaha menuju London. Paspor Indonesia tidak
diakui oleh Pemerintah Inggris, bahwa atlet-atlet Indonesia bisa ikut ke London
dengan memakai paspor Belanda, tidak dapat diterima, karena kita hanya mau hadir
di London dengan mengibarkan Dwi Warna Sangsaka Merah Putih. Alasan yang
disebut belakangan inilah juga menyebabkan rencana kepergian beberapa anggota
pengurus besar PORI ke London menjadi batal.
Masalah ini telah dibahas oleh konferensi darurat pada tanggal 1 Mei 1948 di Solo
Mengingat dan memperhatikan pengiriman para atlet dan beberapa anggota pengurus
besar PORI ke London sebagai peninkau tidak membawa hasil seperti diharapkan
semula, konferensi sepakat untuk mengadakan Pekan Olahraga, yang direncanakan
berlangsung pada bulan Agustus/September 1948 di Solo. PORI ingin menghidupkan
kembali pekan Olahraga yang pernah diadakan ISI pada tahun 1938, terkenal dengan
nama ISI Sportweek, Pekan Olahraga ISI.
Kongres olahraga pertama diadakan di Solo pada tahun 1946 yang berhasil
membentuk PORI. Ditilik dari penyediaan sarana olahraga, Solo dapat memenuhi
persyaratan pokok, dengan adanya stadion Sriwedari serta kolam renang, dengan
Kewarganegaraan Upn “veteran” jawa timur

catatan Stadion Sriwedari pada masa itu termasuk yang terbaik di Indonesia.
Tambahan pula pengurus besar PORI berkedudukan di Solo dan hal-hal demikianlah
menjadi bahan-bahan pertimbangan bagi konferensi untuk menetapkan Kota Solo
sebagai kota penyelenggara Pekan Olahraga Nasional pertama (PON I) pada tanggal
8 s/d 12 September 1948.
Dengan mengemukakan hal-hal yang telah diuraikan diatas, Kota Solo jelas telah
menulis suatu riwayat di bidang olahraga dan hal ini akan terpatri sepanjang masa
dalam sejarah bangsa Indonesia. Menggembirakan, karena juga di bidang lain, kota
Solo telah menulis riwayatnya. Komponis terkenal Gesang telah menggubah sebuah
lagu yang sangat laris pada zamannya, Bengawan Solo, riwayatmu ini. Kota Solo
dengan berbagai riwayatnya telah menjadi kota kenangan, harus selalu dikenang baik
dibidang olahraga maupun di bidang kesenian dan kebudayaan.

B. Undang-undang yang mengatur tentang pekan olahraga nasional


Undang-undang tentang pekan olahraga nasional
KETENTUAN UMUM
Pasal 1
Dalam undang-undang ini yang dimaksud dengan:
1. Keolahragaan adalah segala aspek yang berkaitan dengan olahraga yang memerlukan
pengaturan, pendidikan, pelatihan, pembinaan, pengembangan, dan pengawasan.
2. Keolahragaan nasional adalah keolahragaan yang berdasarkan Pancasila dan Undang-
Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang berakar pada nilai-nilai
keolahragaan, kebudayaan nasional Indonesia, dan tanggap terhadap tuntutan
perkembangan olahraga.
3. Sistem keolahragaan nasional adalah keseluruhan aspek keolahragaan yang saling
terkait secara terencana, sistimatis, terpadu, dan berkelanjutan sebagai satu kesatuan
yang meliputi pengaturan, pendidikan, pelatihan, pengelolaan, pembinaan,
pengembangan, dan pengawasan untuk mencapai tujuan keolahragaan nasional.
Kewarganegaraan Upn “veteran” jawa timur

4. Olahraga adalah segala kegiatan yang sistematis untuk mendorong, membina, serta
mengembangkan potensi jasmani, rohani, dan sosial.
5. Pelaku olahraga adalah setiap orang dan/atau kelompok orang yang terlibat secara
langsung dalam kegiatan olahraga yang meliputi pengolahraga, pembina olahraga,
dan tenaga keolahragaan.>
6. Pengolahraga adalah orang yang berolahraga dalam usaha mengembangkan potensi
jasmani, rohani, dan sosial.
7. Olahragawan adalah pengolahraga yang mengikuti pelatihan secara teratur dan
kejuaraan dengan penuh dedikasi untuk mencapai prestasi.
8. Pembina olahraga adalah orang yang memiliki minat dan pengetahuan,
kepemimpinan, kemampuan manajerial, dan/atau pendanaan yang didedikasikan
untuk kepentingan pembinaan dan pengembangan olahraga.
9. Tenaga keolahragaan adalah setiap orang yang memiliki kualifikasi dan sertifikat
kompetensi dalam bidang olahraga.
10. Masyarakat adalah kelompok warga negara Indonesia nonpemerintah yang
mempunyai perhatian dan peranan dalam bidang keolahragaan.
11. Olahraga pendidikan adalah pendidikan jasmani dan olahraga yang dilaksanakan
sebagai bagian proses pendidikan yang teratur dan berkelanjutan untuk memperoleh
pengetahuan, kepribadian, keterampilan, kesehatan, dan kebugaran jasmani.
12. Olahraga rekreasi adalah olahraga yang dilakukan oleh masyarakat dengan
kegemaran dan kemampuan yang tumbuh dan berkembang sesuai dengan kondisi dan
nilai budaya masyarakat setempat untuk kesehatan, kebugaran, dan kegembiraan.
13. Olahraga prestasi adalah olahraga yang membina dan mengembangkan olahragawan
secara terencana, berjenjang, dan berkelanjutan melalui kompetisi untuk mencapai
prestasi dengan dukungan ilmu pengetahuan dan teknologi keolahragaan.
14. Olahraga amatir adalah olahraga yang dilakukan atas dasar kecintaan atau kegemaran
berolahraga.
15. Olahraga profesional adalah olahraga yang dilakukan untuk memperoleh pendapatan
dalam bentuk uang atau bentuk lain yang didasarkan atas kemahiran berolahraga.
Kewarganegaraan Upn “veteran” jawa timur

16. Olahraga penyandang cacat adalah olahraga yang khusus dilakukan sesuai dengan
kondisi kelainan fisik dan/atau mental seseorang.
17. Prestasi adalah hasil upaya maksimal yang dicapai olahragawan atau kelompok
olahragawan (tim) dalam kegiatan olahraga.
18. Industri olahraga adalah kegiatan bisnis bidang olahraga dalam bentuk produk
barang dan/atau jasa.
19. Penghargaan olahraga adalah pengakuan atas prestasi di bidang olahraga yang
diwujudkan dalam bentuk material dan/atau nonmaterial.
20. Prasarana olahraga adalah tempat atau ruang termasuk lingkungan yang digunakan
untuk kegiatan olahraga dan/atau penyelenggaraan keolahragaan.
21. Sarana olahraga adalah peralatan dan perlengkapan yang digunakan untuk kegiatan
olahraga.
22. Doping adalah penggunaan zat dan/atau metode terlarang untuk meningkatkan
prestasi olahraga.
23. Pembinaan dan pengembangan keolahragaan adalah usaha sadar yang dilakukan
secara sistematis untuk mencapai tujuan keolahragaan.
24. Organisasi olahraga adalah sekumpulan orang yang menjalin kerja sama dengan
membentuk organisasi untuk penyelenggaraan olahraga sesuai dengan ketentuan
peraturan perundang-undangan.
25. Induk organisasi cabang olahraga adalah organisasi olahraga yang membina,
mengembangkan, dan mengoordinasikan satu cabang/jenis olahraga atau gabungan
organisasi cabang olahraga dari satu jenis olahraga yang merupakan anggota federasi
cabang olahraga internasional yang bersangkutan.
26. Setiap orang adalah seseorang, orang perseorangan, kelompok orang, kelompok
masyarakat, atau badan hukum.
27. Standar nasional keolahragaan adalah kriteria minimal tentang berbagai aspek yang
berhubungan dengan pembinaan dan pengembangan keolahragaan.
Kewarganegaraan Upn “veteran” jawa timur

28. Standar kompetensi adalah standar nasional yang berkaitan dengan kemampuan
minimal yang mencakup pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang harus dimiliki
seseorang untuk dapat dinyatakan lulus dalam uji kompetensi.
29. Akreditasi adalah� pemberian peringkat terhadap pemenuhan standar nasional
keolahragaan yang berkaitan dengan pembinaan dan pengembangan keolahragaan.
30. Sertifikasi adalah proses pemberian pengakuan atas pemenuhan standar nasional
keolahragaan.
31. Pemerintah adalah Pemerintah Pusat.
32. Pemerintah daerah adalah pemerintah provinsi, dan/atau pemerintah kabupaten/kota.
33. Menteri adalah menteri yang bertanggung jawab dalam bidang keolahragaan.

DASAR, FUNGSI, DAN TUJUAN


Pasal 2
Keolahragaan� nasional diselenggarakan berdasarkan Pancasila dan Undang-
Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
Pasal 3
Keolahragaan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan jasmani, rohani, dan
sosial serta membentuk watak dan kepribadian bangsa yang bermartabat.
Pasal 4
Keolahragaan nasional bertujuan memelihara dan meningkatkan kesehatan dan
kebugaran, prestasi, kualitas manusia, menanamkan nilai moral dan akhlak mulia,
sportivitas, disiplin, mempererat dan membina persatuan dan kesatuan bangsa,
memperkukuh ketahanan nasional, serta mengangkat harkat, martabat, dan
kehormatan bangsa.
C. Tujuan pon

Gagasan awal dan dilaksanakannya Pekan Olahraga Nasional (PON) sebagai gelaran
olahraga di Indonesia adalah mencari bibit-bibit atlit berbakat di setiap cabang
Kewarganegaraan Upn “veteran” jawa timur

olahraga di seluruh penjuru negeri ini untuk mempersiapkan diri dalam keikutsertaan
Asian Games pertama 1951 dan Olimpiade Musim Panas Helsinksi 1952. Selain itu,
semangat yang digelorakan melalui PON adalah memupuk persaudaraan, persatuan
untuk membangun karakter bangsa melalui olahraga. 

Akan tetapi, seiring dengan perjalanan penyelenggaraannya, PON yang seharusnya


menjadi etalase hasil pembinaan atlit daerah berubah menjadi ajang pencomotan atlit
antar daerah di Indonesia dengan iming-iming bonus ratusan juta rupiah dan bahkan
sampai miliaran. Mengharumkan nama daerah tentu saja merupakan misi mulia,
namun jika dilakukan dengan berbagai cara, tentu saja membuat gerah.
Ketidaksabaran membina atlit-atlit inilah yang membuat pemerintah provinsi memilih
jalan potong kompas dan “membeli” atlit nasional untuk mendulang pundi-pundi
emas.
Hal yang lebih memalukan lagi adalah terjadinya tawuran antar atlit dan atar suporter
di venue Polo Air. Begitu juga di pertandingan tinju dan gulat, perselisihan
antar official dan tawuran juga tak terhindarkan. Aksi mogok bertanding serta
terjadinya perubahan peraturan teknis dalam pertandingan maupun perlombaan
sejumlah cabang olahraga turut mewarnai PON Jabar kali ini.
Dibutuhkan Politik Olahraga
Manusia pada hakikatnya telah melakukan olahraga semenjak awal peradaban
manusia dimulai. Olahraga dan masyarakat merupakan suatu hal yang tidak
terpisahkan. Olahraga dapat digambarkan sebagai sebuah representasi dari dunia
sosial yang melingkupinya. Begitupun sebaliknya, olahraga juga menyumbang
terbentuknya masyarakat karena olahraga bukanlah semata-mata aktivitas fisik
belaka. Olahraga mengandung nilai-nilai tertentu yang bisa menyumbangkan
konstruksi nilai-nilai dan budaya dalam masyarakat. 
Manusia pada dasarnya adalah "Homo Ludens" menurut J. Huizinga. Manusia
memiliki sifat dasar untuk bermain dan olahraga sebagai permainan memiliki
karakteristik terbebas. Secara fungsional olahraga memiliki peran untuk menyehatkan
Kewarganegaraan Upn “veteran” jawa timur

tubuh, sementara pada sisi sosial berperan dalam menanamkan nilai-nilai dan norma
kehidupan yang patut untuk direnungkan dan diterapkan. Lebih jauh lagi olahraga
bahkan dapat menunjukkan karakter dan identitas sebuah bangsa.

Pada tahun 1947, Menteri Negara Pemuda dan Olahraga Wikana dalam laporan
majalah Tjakrammenyampaikan pidato kenegaraan tentang gerakan olahraga.
Gerakan olahraga telah nyata tidak bisa dipisahkan dari gerakan kebangsaan dan
kewajiban bagi masyarakat adalah untuk memperhatikan gerakan olahraga sebagai
suatu bagian kebulatan tekad perjuangan.
Di saat Indonesia telah menjadi sebuah negara, tujuan perjuangan bangsa adalah
menegakkan negara Republik Indonesia menjadi negara yang besar. Olahraga
menjadi perhatian dan urusan negara sebagai representasi dari negara. Keolahragaan
yang menjadi tujuan para penggemar dan atlitnya apabila dilihat dari sudut
kenegaraan adalah jalan untuk menegakkan negara. Menurut Wikana, hasil olahraga
tidak bisa dilihat dari hasil pertandingan saja, olahraga adalah pembangunan bagi
perjalanan bangsa dan negara. 
Olahraga harus dikembangkan secara merata dan menjadi kebiasaan. Olahraga tidak
hanya sebagai tontonan dan harus dilakukan oleh masyarakat sebagai bentuk
dukungan terhadap negara dalam mengembangkan visi olahraga. Olahraga
merupakan salah satu sektor yang menjadi perhatian dari negara untuk dikembangkan
lebih serius di era kemerdekaan. Olahraga memiliki potensi yang cukup besar untuk
mengenalkan dan membanggakan Indonesia sebagai bangsa yang masih baru saat
itu. 
Keberhasilan dalam dunia olahraga, tentu saja akan membuat bangga sekaligus
mengangkat citra bangsa Indonesia di mata dunia. Keberhasilan dalam pembinaan
olahraga serta prestasi yang berhasil diraih, tentu saja akan menjadi magnet penarik
perhatian bagi bangsa-bangsa lainnya dalam memandang Indonesia. Olahraga yang
dikemas dalam bentuk kompetisi, menjadi sarana yang tepat untuk menarik perhatian
dunia. 
Kewarganegaraan Upn “veteran” jawa timur

Dalam setiap tahun, banyak sekali agenda-agenda yang berkaitan dengan olahraga
yang dalam ajang tersebut melibatkan olahragawan-olahragawan dari berbagai
negara. Misalnya dalam Olimpiade, Asian Games, dan lain sebagainya yang dalam
kompetisinya banyak diikuti negara-negara besar, sehingga setiap negara peserta
kompetisi selalu menginginkan untuk menjadi yang terbaik. 
Seandainya Indonesia mampu berprestasi dalam ajang olahraga tingkat internasional
seperti Olimpiade ataupun Asian Games, tentu hal tersebut akan menjadi catatan
positif Indonesia di mata dunia, terutama dalam bidang olahraga. Selain itu, prestasi
yang diukir akan menumbuhkan rasa kebanggaan terhadap bangsa yang mana hal
tersebut akan sangat bermanfaat dalam membangun rasa cinta terhadap bangsa dan
negara.Sukarno pernah membangun visi olahraga Indonesia. Ia menegaskan bahwa
olahraga merupakan sarana, yakni sarana untuk membangun manusia, untuk
membangun komunitas nasional yang berarti membangun bangsa, menciptakan rasa
hormat antar sesama. Kita semua harus menjadi satu bangsa yang besar, bangsa baru,
bangsa yang pantas menjadi contoh daripada seluruh umat manusia di dunia ini.
Republik Indonesia menghendaki supaya seluruh rakyat Indonesia dari Sabang
sampai Merauke berolahraga. Berolahraga atas landasan revolusi, bukan berolahraga
tanpa tujuan mental, bukan berolahraga tanpa tujuan nasional.
Sudah saatnya dunia olahraga Indonesia mempelajari dan meneladani perjalanan
historis olahraga yang telah dibangun oleh para founding fathers. Mereka semua
menjadikan olahraga sebagai sarana untuk membangun karakter bangsa dan negara
melalui politik olahraga. Marilah kita semua merefleksikan diri, mencoba untuk
meluruskan kembali tujuan diselenggarakannya PON untuk membangun bangsa dan
negara ini melalui olahraga.

D. Penyelenggaran
Pemerintah akan membuat peraturan tentang penyelenggaran Pekan Olah Raga
Nasional (PON). Aturan itu nantinya akan tertuang dalam Peraturan Menteri
(Permen) Menpora, yang saat ini sedang digodok draftnya.Aturan tersebut disusun
Kewarganegaraan Upn “veteran” jawa timur

setelah berkaca dari PON Jawa Barat lalu, dimana banyak atlet level Asia dan dunia
yang masih turun bertanding di level PON. Kemenpora mengaku tidak bisa
menyalahkan atlet, karena memang tidak ada regulasinya.
Inti dari peraturan menteri tersebut, ujarnya, adalah tentang pembatasan cabang olah
raga dan umur, termasuk atlet pindah provinsi. Hingga nanti, menurut dia, tidak akan
ada lagi ceritanya para jawara yang sudah ikut Asian Games dan Olimpiade akan
turun ke PON lagi.
"Untuk pembatasan usia, jika berdasarkan usulan Satlak sih ekstrem. Yakni maksimal
16-18 tahun, mengingat PON itu istilahnya hanya untuk trainning to compete, alias
berlatih untuk bertanding. Sementara dengan rentang usai tersebut, kami nilainya kan
beda-beda tipis dengan Popnas (Pekan Olah Raga Pelajar). Tapi kami lepas lagi
kepada pihak Prima dan KONI untuk kisaran batasan usainya berapa. Karena tiap
cabor pastinya pembatasannya akan berbeda-beda. Jadi nanti yang membatasi bukan
usai saja tapi juga keikutsertaannya di pertandingan level internasional," ucapnya.
Sementara untuk atlet pindah provinsi, Gatot mengatakan jika memang di KONI
sudah ada aturannya. Tapi nyatanya banyak daerah yang masing mengangkangi
aturan tersebut, hingga kembali Permen ini dibuat untuk mematenkan regulasi yang
sudah ada. Dia pun mempersilakan KONI dan Satlak Prima untuk mencoret-coret
draft yang sudah dibuat pihaknya untuk penyempurnaan.
"Sekali lagi ini sebagai bentuk kerjasama kami dengan KONI dan Prima. Kepada
beliau-beliau ini kami hanya berikan waktu dua pekan untuk membahasnya. Draftnya
silakan di coret-coret," tuturnya.***
Kewarganegaraan Upn “veteran” jawa timur

BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN

A. Simpulan
Olahraga adalah bahasa universal, "bahasa" yang dapat mempersatukan
berbagai kalangan masyarakat dalam satu standar pola pikir yang sama. Dimana
olahraga tidak memandang perbedaan suku, ras, dan agama. Dengan adanya
perhelatan PON kita bersatu dalam kebanggaan sebagai bangsa Indonesia. Ketika
politik seringkali berpecah, biarlah olahraga yang mempersatukan bangsa Indonesia
yang terdiri dari bermacam-macam elemen masyarakat.

B. Saran
Agar PON dapat menjadi alat pemersatu bangsa yang dapat menjangkau ke
seluruh pelosok tanah air, sebaiknya pihak terkait dapat menyiarkan pertandingan
seluruh cabang olahraga PON di per televisan nasional maupun swasta. Agar seluruh
masyarakat Indonesia dapat merasakan euforia PON yang dapat memicu adanya
persatuan dan kesatuan.
Kewarganegaraan Upn “veteran” jawa timur

BAB V
PENUTUP

ARGUMENTASI DAN PENDAPAT


Menurut kelompok kami, kegiatan PEKAN OLAHRAGA NASIONAL
(PON) merupakan media / sarana yang sangat cocok untuk membangun dan
memupuk persatuan kesatuan serta meningkatkan integrasi bangsa Indonesia. Hal ini
di karenakan keggiatan ini dapat menyatukan seluruh suku bangsa Indonesia dari
Sabang maupun Merauke dengan Olahraga. Secara tidak langsung, kegiatan ini dapat
menyatukan perbedaan – perbedaan yang ada. Dengan budaya dan adat masing –
masing, mereka di pertemukan di sebuah event besar, yakni PON 2017. Setiap daerah
tentunya ingin memenankan event ini, namun kebersamaan dalam event ini akan
membawa dampak yang sangat positif. Peserta dalam event ini dapat mengenal satu
sama lain, baik yang berbeda provinsi maupun berbeda pulau. Selain itu, event ini
juga menumbuhkan generasi generasi emas di bidang olahraga khususnya untuk
menjadikan olahraga Indonesia semakin kompetitfif serta maju aar di seani oleh
bansga – bangsa lain.
Menurut kelompok kami, dari uraian di atas, dapat di ketahui bahwa
kegiatan/event PEKAN OLAHRAGA NASIONAL 2017 (PON) 2017 adalah
kegiatan yang sangat membawa dampak positif bagi bangsa Indonesia khususnya di
bidang Olahraga dan persatuan kesatuan bangsa. Dan menurut kelompok kami,
kegiatan tahunan ini sangat pantas untuk di laksanakan tiap tahunnya.
Kewarganegaraan Upn “veteran” jawa timur

DAFTAR PUSTAKA
Anonim.2017.”menpora dan pon remaja”.
(
https://sport.tempo.co/read/813934/tak-didukung-menpora-pon-remaja-2017-
tetap-digelar) . diakses pada tanggal 6 maret 2018 pukul 20.00 WIB
anonim.2018.”materi tentang pon”.

( http://www.kemenpora.go.id/index/preview/berita/11931). Diakses pada


tanggal 5 maret 2018 pukul 10.00 WIB

Anonim.2018.”penyelenggaraan pon”.

(http://www.pikiran-rakyat.com/olah-raga/2017/02/17/kemenpora-susun-
aturan-penyelenggaraan-pon-393768) . diakses pada tanggal 5 maret 2018
pukul 12.00 WIB

Anonim.2018.”undang-undang pon”.

(http://hukum.unsrat.ac.id/uu/uu_3_05.html.) . diakses pada tanggal 5 maret


2018 pukul 11.00 WIB