Anda di halaman 1dari 2

TMJ adalah salah satu sendi paling rumit pada tubuh manusia, kedua kartilago pada

kondilus mandibula dan kartilago tipe fibrosa dengan ciri khas dengan komposisi sel
yang berbeda-beda sera susunan hirarki antarjaringan didalamnya dibandingkan sendi
lain pada tubuh yang merupakan kartilago hyalin. Kartilago kondilus mandibula termasuk
salah satu model yang baik untuk mempelajari regenerasi kartilago karena tampakan
spesifik yang dimiliki kartilago, termasuk bahwa kartilago merespon kepada stimulasi
mekanis dan faktor biomekanis yang mempengaruhi aktivitas pertumbuhan kartilago,
mekanisme adaptasi kartilago ini jauh lebih jelas dibandingkan dengan kartilago pada
kondilus mandibula.

Regenerasi yang diinduksi PRFyang diangga sebagai tipe scaffold kartilago dan
karier bagi beberapa faktor pertumbuhan yang memungkinkan rekayasa jaringan
kartilago yang dikonstruksi dari fragmen lapisan sel punca yang berasal dari mesenkim
dan granula PRF uang langsung berikatan dengan kartilago di sekitarnya.

Efek regenerasi sel punca yang berasal dari mesenkim manusia dalam
menyembuhkan destruksi terjadi karenan sel punca mesenkim mencegah destruksi lebih
lanjut kartilago dan tulang subkondral dengan mengeluarkan partikel anti-inflamasi yang
emncegah destruksi, efek antiinflamasi ini dapat dilihat sampai kurun waktu 4 minggu
setelah aplikasi sel punca, efek anti-inflamasi ini telah diobservasi dalam penelitian Kim ,
dkk. Efek antiinflamasi tersebut sama dengan efek anti-inflamasi injeksi dexamethasone
pada salah satu kelompok perlakuannya. Pada penelitian yang sama didapatkan efek anti-
inflamasi terbaik dan hasil renegerasi kartilago terbaik didapatkan pada konsentrasi 5 x
105 sel per 200 μL NaCl 0,9 %). Dapat diobservasi pada pada level
tertinggi ekspresi gen faktor pertumbuhan pada konsentrasi sel punca
ini. Proses regenerasi dengan mengutilisasi sel punca mesenkim dari
talipusat manusia dapat terjadi dengan beberapa cara, cara pertama
sel punca mesenkim dari talipusat manusia berdiferensiasi menjadi
kondrosit, kedua lewat mekanisme yang melibatkan sekresi faktor
tropik. Dalam penelitiannya, Daniela, dkk. menyebutkan bahwa
regenerasi kartilago yang diinduksi sel punca mesenkim bukan dari
diferensiasi menjadi kondrosit, tapi engan mekanisme parakrin yang
melibatkan sekresi imunomodulator. (Kim, dkk. 2019)