Anda di halaman 1dari 4

PEMBULIAN BERUJUNG PERSAHABATAN

Pemeran drama :
1.      Imah (tritagonis)
2.      Ricky (antagonis)
3.      Ica (protagonist)
4.      Sandi (protagonist)
5.      Tasya (antagonis)
6.      Stinky (antagonis)
7.      Pak Koko (tritagonis)
8.      Candra (antagonis)
9. Timin (protagonist)

Tokoh Ica ditampilkan dengan suara gagap. Tokoh Stinky, Candra, dan Ricky, dan Imah
dengan penampilan agak nakal.
……………………..

Stinky, Candra, Ricky, dan Imah sudah berada didalam kelas menanti dosen masuk.
Sementara itu, Sandi dan Timin yang juga teman sekelas mereka belum datang, padahal Pak
Koko, dosen mata kuliah pertama sebentar lagi akan masuk.

Stinky : Bro… si cupu dua orang itu belum datang juga ya, kemana mereka ? (sambal
melirik kearah Stevan dan Ricky)
Candra : Iya ya, tapi ah sudahlah, bodo amat ngurusin orang.
Ricky : Tumben ya mereka telat datang, padahal paling disiplin tu.

Tidak lama kemudian Pak Koko pun datang, kelas yang tadinya ribut menjadi serentak diam.
Kemudian Tasya sebagai sekretaris kelas menyerahkan buku absen kepada Pak Koko.

Pak Koko : Pagi, kita absen dulu ya. Tugas Mrnya dikumpul sekarang.

Seluruh mahasiswa dalam perwakilan tiap kelompok maju kedepan dan mengumpulkan tugas
mereka. Sementara itu, dengan tergesa – gesa Sandi dan Rodi datang dengan muka kelelahan,
dan mengetuk pintu pelan-pelan.

Pak Koko : Kalian masuk kelas ini?


Sandi&Timin : Iya Pak…
Pak Koko : Kenapa kalian terlambat?
Sandi : Maafkan kami Pak, motor Timin tadi mogok.
Timin : Iya Pak, jadi kami harus membawanya ke bengkel.
Stinky : Oalah min-min, makanya beli motor itu yang bagus! (HAHAHAHA)
Imah : Timin-Timin, gimana gak jomblo motor aja gak penuhi standar (HAHAHA)
Ricky : Nanti alasan aja tuh Pak, mereka kan sering terlambat?
Ica : Baru kali ini kok Pak Timin sama Sandi terlambat.
Pak Koko : Sudah-sudah, kalian ini kelakuannya seperti murid SMA saja, kalian ini
mahasiswa, maka tunjukkan sikap mahasiswa kalian. (melirik kearah Sandi dan Timin)
yasudah kalian boleh masuk, tapi ini peringatan terakhir buat kalian ya.
Sandi&Timin : Terimakasih Pak (dengan suara kaku)
Pak Koko : (mengecek hp) Kalian lanjutkan presentasi dahulu, saya harus ke jurusan
sekarang.
Semua : BAIIIK PAAK

Sandi dan Timin pun berjalan untuk duduk ke tempat mereka masing – masing, ketika
hendak melewati Candra , Candra pun dengan sengaja menyengkang kaki Sandi sehingga
membuat Sandi jatuh tersungkur.

Imah : Loh Sandi kenapa bisa jatuh?

Serentak Stinky, Candra, dan Ricky, Imah, dan Tasya tertawa. Sandi pun langsung bangun
dan duduk di mejanya sendiri. Dia hendak berbalik dan melawan Candra, namun Pak Koko
sudah datang memasuki kelas. Maka dia pun hanya duduk di kursinya.

Ica : Tasya jangan nertawain orang begitu, kasihan mereka..


Tasya : Iya, iyaa, maafkan aku..
Pak Koko : Ada apa ini? Kenapa kalian tertawa. Lanjutkan presentasinya!
Mahasiswa : Baik Pak.

Merekapun kembali belajar, tanpa terasa mata kuliah pun telah berakhir.

Pak Koko : Baiklah, kita akhiri dulu pertemuan kita pada hari ini, kita lanjutkan di
pertemuan selanjutnya, Selamat pagi dan sampai jumpa.
Mahasiswa : Selamat pagi Pak.

Murid – murid pun segera keluar dari ruangan kelas, sementara itu Ica dan Tasya tidak pergi
kemana-mana, mereka memanfaatkan waktu istirahat mereka didalam kelas saja, dan
kebetulan hari ini kelas tersebut kosong sampai sore. Stinky, Candra, dan Ricky, dan Imah
pun juga tidak pergi kemana-mana.

Stinky : Eh Ica, kalian nggak keluar? Biasanya kalian keluar istirahat pergi ke perpus
atau ke kantin. (tanya Stinky yang sedang duduk diatas meja dosen)
Ica : Nggak ah lagi malas, kami lagi pengen dikelas aja. Kalian kenapa nggak
keluar, biasanya juga kalian kala istirahat tidak pernah dikelas?
Tasya : Iya, tumben kalian dikelas?
Stinky : Kami lagi ada misi, mau adain hiburan sebentar.
Tasya : Misi apaan?
Stinky : Ada deh mau tau aja.
Tasya : jangan buat kita penasaran dong.
Stinky : Kami rencana mau kerjain Sandi sama Timin biar mereka kapok sekalian, lo
mau ikut nggak? (bertanya kepada Tasya)
Tasya : Emang rencana apaan sih?
Stinky : Gue tanya, lo mau ikut nggak ?
Tasya : Iya emang apa dulu rencananya?
Stinky : (Stevan pun semakin emosi dengan pertanyaan Tasya yang dianggapnya
tidak penting) Lho mau ikut apa kagak sihh…!
Tasya : Ok! Ok! Gue ikut kalian. Tapi renca kalian apa, merekan kan lagi ngga ada
dikelas, kalian mau buat apa orangnya aja nggak ada.
Stinky : Udah lo ikutin aja kita, ntar lo juga tahu, iya nggak bro? (melirik kea rah
Candra dan Ricky)
Ricky&Candra: Yo i bro.
Ica : Tas! Jangann… kamu nggak kasiann? (menggelengkan kepala dengan wajah
polos tanda melarang)
Tasya : Udah gue ama mereka dulu, seru nih kayaknya.. nggak lama kok, ya… ya…

Tidak lama kemudian Sandi dan Timin pun datang.

Imah : Guys mereka datang tuh.

Maka bergegaslah mereka menuju pintu masuk.

Stinky : Eh Ketimun dan Sandi wifi, kalian abis dari manaa?


Sandi : Kami abis dari kelas sebelah. Kami punya nama yang bagus, jangan asal
dong!
Ricky : Oh dari kelas sebelah. Kan bagus sih nama julukannya, terima aja udah
gampang.
Stinky : Bagi duit dongg?
Sandi : Maaf, aku lagi nggak punya duit, lagian kalian kan punya uang sih.
Imah : Ih mulut lo!. Kalian berdua ini sampah kampus, jadi gak usah nyalak deh.
Mana uang kalian, pelit banget gak mau berbagi?! (Sandi pun terpancing dan emosi)
Timin : Sudah San, jangan emosi. Dan kami memang gak punya uang, beneran
nggak ada.
Candra : Alaahh, udah sini gue periksa ! (sambal meraba saku celana Sandi). Ah nih
ada, lo mulai mau bohong sama kita ya?! Ni bro duitnya. (Sambil menyerahkan duit Sandi
tersebut pada Stevan)
Sandi : (Ingin memukul Candra, namun Ricky dan Stinky menahan Sandi) Apaan sih
kalian ini, balikin gak.
Timin : HEH! Kalian keterlaluan!
Ricky : Wah… wahh belum tau dia kita siapa broo.
Candra : Lu mau tau kita siapa?! Hahh!

Kemudian mereka mulai berantem satu sama lain. Karena merasa sudah tidak taahan melihat
perlakuan Candra dan kawan-kawan termasuk Tasya yang merupakan temannya sendiri yang
ikut-ikutan membuli Sandi dan Timin, maka pergilah Ica menghampiri mereka.

Ica : Cukup! Cukup! Hentikan! Atau gue rekam perbuatan kalian!

Mereka pun langsung terdiam menderngar teriakan Ica

Ica : Tolong hentikan, apa perlu aku panggil Kepala Jurusan untuk menghukum
kalian? Stinky, Candra, dan Ricky, Imah , dan kamu Tasya, sadar nggak dengan perbuatan
kalian. Hahhh?! Kalian itu mahasiswa, tapi tingkah kalian seperti bukan manusia tau gak

Mereka tertunduk diam mendengar perkataan Ica . Sementara itu Sandi hanya bisa menangis
meratapi perlakukan teman-temannya itu.

Ica : Aku sedih melihat kalian seperti ini. Apakah kalian sadar kalau tindakan
kalian ini sudah kelewatan?! Kalian sudah sering kali membully mereka, memberikan julukan
aneh-aneh lah, sampai main fisik, terus kalian mau meras uangnya juga. Kalian punya otak
gak sih? Kalian manusia kan? Kalian bisa masuk penjara karena perbuatan kalian ini!. AKU
PUNYA REKAMAN VIDEONYA, TAMATLAH RIWAYAT KALIAN!

Semuanya hanya terdiam, dan kemudian…

Imah : Maafkan kami. Kami menyesal dengan perbuatan kami ini.


Tasya : Iya, maafkan kami.
Ica : Meminta maaflah kepada Sandi dan Timin, karena orang yang kalian sakiti
itu bukan aku. Dan tolong kembalikan uang Sandi yang kalian ambil tadi.
Tasya : Baik, Ca. Akan kami kembalikan.
Stinky : San, Min, maafkan kami yang serakah ini, kami menyesal.
Candra : ini kita balikin uang lu. Maafin ya?
Sandi : hik… hikk. Nggak apa-apa kok teman.
Ricky : Timin maafin kita juga yaa?
Timin : Iyaa. Iyaa. Maafin aku juga. Mungkin ada sikap kami yang buat kalian kesal,
makanya kalian berbuat seperti ini. Selama ini kami diam, karena kami ingin kalian berubah
sendirinya.
Stinky : Makasih Ica, karena kamu udah nyadarin kita akan perbuatan kita yang salah
ini.
Ica : Sudah menjadi kewajiban kita semua untuk saling mengingatkan satu sama
lain. Semoga ini bisa menjadi pelajaran untuk kita semua. Aku harap setelah ini tidak ada lagi
pertengkaran diantara kalian. (sambal tersenyum lega)
Stinky : Iya kita janji.

Dan akhirnya mereka saling memaafkan satu sama lain lalu berpelukan. Sejak saat itu dan
seterusnya tidak ada lagi pertengkaran diantara mereka, bahkan sekarang mereka sudah
menjadi sahabat yang selalu bersama dan saling mendukung satu sama lain.

Diadaptasi dan disunting dari naskah drama Juan Ronald Axelin


Diposting oleh Juan Ronald Axelin di 09.33
http://tuanmasadepan.blogspot.com/2015/12/naskah-drama-pembulian-berujung.html