Anda di halaman 1dari 5

Nama : Dinar Nur Fadillah

NIM : 31117111
Kelas : 3-C Farmasi

1. Bahas kasus resep dibawah ini (pengkajian resep utk kehamilan dan menyusui)
Kasus 1
Seorang ibu hamil 4 bulan menderita flue, asma dan batuk diberikan obat sbb:
R/ Teofilin tab. No. XV
sttd I
R/ Prednisolon tab. N. XV
sttdI
R/ Sifrofloksasin yab No. X
stdd 2
Pro : Ny. Ana
Jawaban
a. Teofillin berada di kategori C
Kategori C, yang artinya “Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya
efek samping pada janin (teratognik atau embriosidal atau efek samping lainnya) dan
belum ada studi terkontrol pada wanita dan binatang percobaan tidak dapat dilakukan.
Obat hanya dapat diberikan jika manfaat yang diperoleh melebihi besarnya resiko
yang mungkin timbul pada janin”.

b. Prednisolon berada dikategori C dan D


Kategori C, yang artinya “Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya
efek samping pada janin (teratognik atau embriosidal atau efek samping lainnya) dan
belum ada studi terkontrol pada wanita dan binatang percobaan tidak dapat dilakukan.
Obat hanya dapat diberikan jika manfaat yang diperoleh melebihi besarnya resiko
yang mungkin timbul pada janin”.
Kategori D, yang artinya “Terbukti menimbulkan resiko terhadap janin manusia,
tetapi besarnya manfaat yang diperoleh jika digunakan pada wanita hamil dapat
dipertimbangkan (misalnya jika obat diperlukan untuk mengatasi situasi yang
mengancam jiwa atau penyakit serius dimana obat yang lebih aman tidak efektif atau
tidak dapat diberikan)”.
c. Sifrofloksasin berada di kategori C
Kategori C, yang artinya “Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya
efek samping pada janin (teratognik atau embriosidal atau efek samping lainnya) dan
belum ada studi terkontrol pada wanita dan binatang percobaan tidak dapat dilakukan.
Obat hanya dapat diberikan jika manfaat yang diperoleh melebihi besarnya resiko
yang mungkin timbul pada janin”.

Kasus 2
Seorang ibu hamil 3 bulan menderita ISK deberikan resep sbb :L
R/ Doksisiklin No. X
S bdd I
R/ Natrium diklofenak 250 No. XV
sttdI
R/ Omeprazol tab. No. X
s 1dd I
Pro : Ny. Emi
Jawaban
a. Doksisiklin berada di kategori D
Kategori D, yang artinya “Terbukti menimbulkan resiko terhadap janin manusia,
tetapi besarnya manfaat yang diperoleh jika digunakan pada wanita hamil dapat
dipertimbangkan (misalnya jika obat diperlukan untuk mengatasi situasi yang
mengancam jiwa atau penyakit serius dimana obat yang lebih aman tidak efektif atau
tidak dapat diberikan)”.

b. Natrium Diklofenak berada di kategori B, C dan D


Kategori B Studi pada sistem reproduksi binatang percobaan tidak memperlihatkan
adanya resiko terhadap janin, tetapi studi terkontrol terhadap wanita hamil belum
pernah dilakukan. Atau studi terhadap reproduksi binatang percobaan memperlihatkan
adanya efek samping obat (selain penurunan fertilitas) yang tidak diperlihatkan pada
studi terkontrol pada wanita hamil trimester I (tidak ada bukti mengenai resiko pada
trimester berikutnya).
Kategori C, yang artinya “Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya
efek samping pada janin (teratognik atau embriosidal atau efek samping lainnya) dan
belum ada studi terkontrol pada wanita dan binatang percobaan tidak dapat dilakukan.
Obat hanya dapat diberikan jika manfaat yang diperoleh melebihi besarnya resiko
yang mungkin timbul pada janin”.
Kategori D, yang artinya “Terbukti menimbulkan resiko terhadap janin manusia,
tetapi besarnya manfaat yang diperoleh jika digunakan pada wanita hamil dapat
dipertimbangkan (misalnya jika obat diperlukan untuk mengatasi situasi yang
mengancam jiwa atau penyakit serius dimana obat yang lebih aman tidak efektif atau
tidak dapat diberikan)”.

c. Omeprazole berada di kategori C


Kategori C, yang artinya “Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya
efek samping pada janin (teratognik atau embriosidal atau efek samping lainnya) dan
belum ada studi terkontrol pada wanita dan binatang percobaan tidak dapat dilakukan.
Obat hanya dapat diberikan jika manfaat yang diperoleh melebihi besarnya resiko
yang mungkin timbul pada janin”.

Kasus 3
Seorang ibu hamil 20 bulan menderita hipertensi dan aritmia diberikan resep sbb :
R/ Kaptropil 12,5 No. XXX
sbdd I
R/ tab. No. XV
sttdI
R/ Amiodaron tab No. XXX
stdd 1
Pro : Ny. Aminah
Jawaban :
a. Kaptropil berada di kategori D
Kategori D, yang artinya “Terbukti menimbulkan resiko terhadap janin manusia,
tetapi besarnya manfaat yang diperoleh jika digunakan pada wanita hamil dapat
dipertimbangkan (misalnya jika obat diperlukan untuk mengatasi situasi yang
mengancam jiwa atau penyakit serius dimana obat yang lebih aman tidak efektif atau
tidak dapat diberikan)”.
b. Amiodaron berada di kategori C dan D
Kategori C, yang artinya “Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya
efek samping pada janin (teratognik atau embriosidal atau efek samping lainnya) dan
belum ada studi terkontrol pada wanita dan binatang percobaan tidak dapat dilakukan.
Obat hanya dapat diberikan jika manfaat yang diperoleh melebihi besarnya resiko
yang mungkin timbul pada janin”.
Kategori D, yang artinya “Terbukti menimbulkan resiko terhadap janin manusia,
tetapi besarnya manfaat yang diperoleh jika digunakan pada wanita hamil dapat
dipertimbangkan (misalnya jika obat diperlukan untuk mengatasi situasi yang
mengancam jiwa atau penyakit serius dimana obat yang lebih aman tidak efektif atau
tidak dapat diberikan)”.

Kasus 4
Seorang ibu sedang menyusui menderita aritmia dan hipertensi, diberikan resep sbb :
R/ Lisinopril 5 No. XXX
s1dd I
R/ Amiodaron tab No. XXX
s1dd 1
Pro : Ny. Aminah
Jawaban :
a. Lisinopril berada di kategori D
Kategori D, yang artinya “Terbukti menimbulkan resiko terhadap janin manusia,
tetapi besarnya manfaat yang diperoleh jika digunakan pada wanita hamil dapat
dipertimbangkan (misalnya jika obat diperlukan untuk mengatasi situasi yang
mengancam jiwa atau penyakit serius dimana obat yang lebih aman tidak efektif atau
tidak dapat diberikan)”.

b. Amiodaron berada di kategori C dan D


Kategori C, yang artinya “Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya
efek samping pada janin (teratognik atau embriosidal atau efek samping lainnya) dan
belum ada studi terkontrol pada wanita dan binatang percobaan tidak dapat dilakukan.
Obat hanya dapat diberikan jika manfaat yang diperoleh melebihi besarnya resiko
yang mungkin timbul pada janin”.
Kategori D, yang artinya “Terbukti menimbulkan resiko terhadap janin manusia,
tetapi besarnya manfaat yang diperoleh jika digunakan pada wanita hamil dapat
dipertimbangkan (misalnya jika obat diperlukan untuk mengatasi situasi yang
mengancam jiwa atau penyakit serius dimana obat yang lebih aman tidak efektif atau
tidak dapat diberikan)”.