Anda di halaman 1dari 20

ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA PADA NY.

E
KELUARGA TN. C RT 03 RW 01 DESA SANTING
KECAMATAN LOSARANG KABUPATEN INDRAMAYU

Oleh :
FIKA FEBRIANA SUWARDI
R.19.04.13.009

YAYASAN INDRA HUSADA INDRAMAYU


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN (STIKes) INDRAMAYU
PROGRAM PROFESI NERS
2020
ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA PADA NY. E
KELUARGA TN. C DI RT 03 RW 01 DESA SANTING
KECAMATAN LOSARANG KABUPATEN INDRAMAYU

I. Data Umum
1. Nama KK               : Tn. C
2. Umur                      : 30
3. Alamat                    : Ds Santing Kec Losarang RT/RW 03/021
4. Pendidikan              : SD (Sekolah Dasar)
5. Pekerjaan                : Wiraswasta
6. Tanggal pengkajian : 03 Maret 2020
7. Komposisi Keluarga
No. NAMA L/P USIA HUB.KK PEND PERKJ
1. Tn. C L 30 Thn Suami SD Wiraswasta

2. Ny. E P 29 Thn Istri SD Pedagang


3. An. G L 13 Thn Anak SMP Pelajar

Genogram

Keterangan :
: Perempuan
: Laki-laki
: Klien

: Meninggal
----------- : Tinggal Serumah
: Garis Keturunan
8. Status Imunisasi
No Nama Status Imunisasi
B POLIO DPT HEPATITIS CAMPAK
C
G
1 Gilang LENGKAP

9. Tipe Keluarga
Keluarga Tn. C merupakan tipe keluarga Inti (The Nuclear Family).
yang terdiri dari Tn. C, istrinya Ny. E dan An. G.
10. Suku
Ny. E mengatakan keluarganya adalah asli suku jawa yang
berkebangsaan Indonesia serta tidak ada kebudayaan yang
bertentangan dengan kesehatan.
11. Agama
Ny. E mengatakan semua anggota keluarganya beragama Islam dan
menjalankan ibadah sesuai keyakinan di rumah dan di masjid. Dalam
menjalankan perintah agama keluarga cukup taat dan rajin mengikuti
kegiatan keagamaan seperti sholat jamaah di Musholla, sholat Jumat
di Mesjid, acara tahlilan/yasiinan (bapak-bapak dan ibu-ibu), dan
acara keagamaan lainnya.
12. Status Sosial Ekonomi Keluarga
Penghasilan keluarga ± Rp. 1.700.000 perbulan , yang diperoleh dari
hasil kerja sebagai Wiraswasta. Sedangkan Ny. E menghasilkan uang
karena hanya bekerja sebagai pedagang dan Ny. E juga sekarang
sedang hamil 6 bulan.
13. Rekreasi Keluarga
Kegiatan yang dilakukan keluarga setiap hari mereka menonton TV
bersama-sama, dan semua berkumpul menonton TV ketika malam
hari. Kadang mereka berkumpul bersama tetangga atau saudara dekat
untuk berbincang-bincang bersama. Jika memiliki tabungan cukup dan
kesehatan yang mendukung mereka berwisata ke tempat rekreasi
terdekat.
II. Riwayat Dan Tahap Perkembangan Keluarga
1. Tahap Perkembangan Keluarga Saat Ini
Keluarga Tn. C berada pada tahap perkembangan family with school
children (Keluarga dengan Anak Sekolah 6-13 Tahun).
2. Tugas Perkembangan Yang Belum Terpenuhi
Keluarga sudah dapat menyesuaikan tahap perkembangan keluarga
sampai dengan tahap menunggu kelahiran anak kedua.
3. Riwayat Keluarga Inti
Dalam keluarga Tn. C tidak ada yang menderita penyakit menular
seperti TBC. Penyakit yang pernah diderita keluarga seperti ; demam,
batuk, dan pilek.
4. Riwayat Keluarga Sebelumnya
Tn .C di dalam keluarga tidak ada yang menderita penyakit keturunan

III. Lingkungan
1. Karakteristik Rumah
Rumah Tn. C termasuk tipe 36 dengan luas rumah 6 X 13 permanen
dengan lantai yang terbuat dari ubin, atap genteng, dinding tembok. 
Rumah Tn.C terdiri dari 1 ruang tamu, 2 buah kamar masing-masing
memiliki 1 jendela , 1 buah dapur, wc dan pelataran belakang.
Di ruang tamu meja dan kursi tersusun rapi, di dapur tempat
menyimpan alat-alat masak, alat makan dan peralatan lainnya.
Pencahayaan diperoleh dari sinar matahari yang masuk lewat pintu,
jendela pada siang hari. Sedangkan pada malam hari melalui
penerangan lampu listrik 20 Watt di kamar. Perabotan lengkap,
kebersihan ruangan kurang.
Sumber Air Minum Keluarga Tn. C diperoleh dari sanyo listrik
untuk memenuhi keperluan masak, mandi dan mencuci pakaian dan
piring. Keluarga Tn. C mengatkan kalau buat minum Tn. C membeli
air Galon.

Limbah:
Keluarga Tn. C membuang sampah langsung di pembuangan
sampah diawali dengan pengumpulan sampah terlebih dahulu ditempat
sampah yang kepemilikan jenis tempat sampah Tn. C terbuka
Jamban atau Wc:
Kelurga Tn. C mempunyai Wc di dalam rumah, klosetnya
menggunakan WC jongkok. kondisi Wc bersih.
2. Karakteristik Tetangga Dan Komunitas
Keluarga Tn. C hidup di lingkungan yang jauh dari jalan raya,
sebagian besar dari tetangga di lingkungan keluarga Tn. C adalah
penduduk asli. Interaksi antar warga sering dilakukan pada siang dan
sore hari. Sedangkan hubungan seluruh anggota keluarga dengan
masyarakat lainnya cukup harmonis, dalam melakukan suatu kegiatan
dilakukan dengan gotong royong, jarak rumah dengan tetangga cukup
dekat, disini terdapat adanya budaya untuk orang hamil yaitu jika hari
sudah gelap pantang orang hamil untuk keluar rumah.
3. Mobilitas Geografis Keluarga
Keluarga Tn. C dan Ny.E tidak mempunyai kebiasaan berpindah
tempat karena keluarga memiliki rumah tetap.
4. Perkumpulan Keluarga Dan Interaksi Dengan Masyarakat
Ny. E mengatakan sering berkumpul dan berinteraksi pada malam hari
dengan keluarganya setelah makan malam sambil menonton TV. Dan
pada sore hari keluarga jarang berkumpul karena bekerja. Dalam
keluarga tidak ada mengalami masalah serta konflik dalam
berinteraksi.
5. Sistem Pendukung Keluarga
Ny. E mengatakan seluruh anggota keluarga dalam keadaan sehat, istri
Tn. C sedang hamil. Fasilitas kesehatan yang ada di wilayah tempat
tinggalnya berupa Bidan dan Puskesmas disertai dengan adanya
pelayanan kesehatan posyandu ibu hamil.
IV. Struktur Keluarga
1. Pola Dan Proses Komunikasi Keluarga
Ny. E mengatakan bahwa anggota keluarga berkomunikasi dengan
menggunakan bahasa Jawa. Komunikasi berlangsung dengan baik dan
keluarga menyelesaikan masalah dengan membicarakan terlebih
dahulu dengan angota keluarga dan pengambilan keputusan oleh
kepala keluarga yang sudah dimusyawarahkan sebelumnya.
2. Struktur Kekuatan Keluarga
Ny. E mengatakan apabila ada masalah maka akan dirundingkan
dengan suami.
3. Struktur peran
Yang berperan sebagai kepala keluarga adalah Tn. C bekerja sebagai
pekerja Wiraswasta yang mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan
sehari-hari keluarganya. Tn.C berperan sebagai kepala keluarga yang
mengambil keputusan. Ny. E berperan sebagai istri dan ibu rumah
tangga yang mengurus suami dan 1 anak yang duduk dikelas 1 SMP.
Ny. E juga mengerjakan tugas-tugas rumah tangga seperti mencuci,
memasak dan lain-lain. Dan keluarga Tn. C memiliki kemampuan
yang dimiliki Tn. C untuk mengontrol keluarganya yaitu dengan
affective power (manipulasi dengan cinta kasih ). Komunikasi dalam
keluarga adalah komunikasi terbuka dua arah. Apabila terdapat
masalah, maka akan dibicarakan bersama.

V. Fungsi Keluarga
1. Fungsi Afektif
a. Gambaran diri anggota keluarga
Dalam keluarga Tn. C kebutuhan kasih sayang tampak terpenuhi
cukup harmonis. Tn. C adalah kepala keluarga/suami dengan ciri
fisik gemuk, pendek dan berkulit hitam manis, berpenampilan
bersih dan rapih. Ny. E adalah seorang istri dari Tn. C dengan ciri
fisik gemuk dan kulit putih, rambut berwarna hitam dan lurus.
Pasangan ini telah mempunyai anak 1 berjenis kelamin laki-laki
dengan ciri fisik mempunyai badan yang gemuk dan rambut
berwarna hitam dan lurus. An Gilang berusia 13 tahun duduk
dikelas 1 Smp. Ny. E sedang mengandung 6 bulan hamil anak yang
ke dua.
b. Perasaan memiliki dan dimiliki
Keluarga Tn. C memiliki rasa perhatian dan kasih sayang terhadap
keluarganya.
c. Dukungan keluarga terhadap anggota keluarga yang lain
Keluarganya yang sakit
d. Kehangatan dalam keluarga
Keluarga Tn. C tampak harmonis, dekat, sabar dengan anggota
keluarga lainnya.
e. Bagaimana mengembangkan sikap saling menghargai
Keluarga Tn.C selalu mencontohkan dan mengingatkan anaknya
dengan hal ynag baik dengan cara bertahap supaya anak-anaknya
bisa sekolah sampai ke perguruan tinggi
2. Fungsi Sosialisasi
a. Tingkat pendidikan
Pendidiksn terakhir dikeluarga Tn. C yaitu SMP dan anak
pertamanya yaitu baru duduk di sekolah menengah pertama.
b. Hubungan antar keluarga
Keluarga Tn. C tampak harmonis dan dekat dengan satu sama lain.
c. Hubungan dengan orang lain
Keluarga Tn. C dengan orang lain (tetangga, saudara) juga
hubngannya baik dengan satu sama lain dengan saing berbincang-
bincang dan bermain serta tidak ada konflik yang terjadi.
d. Kegiatan organisasi social
Tn. C dan Ny. E tidak mempnyai dan tidak mengikuti kegiatan
organisasi di desanya seperti siskamling, senam, arisan dan
pengajian serta kegiatan yang diselenggarakan didesa Karena sibuk
dengan keadaannya seperti bekerja dan mengurus anak.
e. Fungsi Ekonomi
Ny. E mengatakan dari penghasilan setiap bulan cukup untuk
memenuhi kebutuhan sehari-hari seperti kebutuhan
sandang, pangan dan papan. Keluarga Tn. C memiliki tabungan
atau simpanan uang tapi kadang-kadang simpanan tersebut bisa
habis digunakan untuk keperluan mendadak seperti : apabila ada
anggota keluarga yang sakit jadi diperlukan biaya untuk
membawanya ke pelayanan kesehatan. Dimana Tn. C bekerja
sebagai wiraswasta.
3. Fungsi biologis
a. Keadaa kesehatan keluarga
Keluarga Tn. C dalam keadaan sehat
b. Kebersihan perorangan
Keluarga Tn. C setiap harinya mandi dengan frekuensi 2x dalam
sehari, keramas dengan frekuensi 2x dalam seminggu, gosok gigi
2x dalam sehari.
c. Penyakit yang sering diderita
Di keluarga Tn. C biasanya penyakit yang sering muncul hanya
penyakit biasa seperti flu. Batuk dan pilek serta pening dan sakit
gigi.
d. Penyakit keturunan
Dikeluarga Tn.C tidak ada yang mengalami penyakit keturunan
e. Kecacatan
Keluarga Tn. C tidak ada yang mempunyai kecacatan baik fisik
maupun mental.
f. Pola makan
Keluarag Tn. C biasanya untuk makan Tn. C dan An. G kalau
makan 3x dalam sehari dengan menu lauk pauk dan sayur, tapi
kalau Ny. E kalau makan hanya 2x dalam sehari itupun jarang
habis.
g. Pola istirahat
Keluarga Tn. C (Ny. E dan An. G biasanya tidur siang dengan
frekuensi 1-2 jam) sedangkan Tn. C jarang untuk tidur siang
karena biasanya kalau siang hari Tn. C bekerja.
4. Fungsi psikologis
a. Keadaan emosi
Keluarga Tn. C mempunyai emosi dan perasaan yang stabil dan
baik/norml
b. Kebiasaan yang tidak sesuai dengan pola hidup sehat
Keluarga Tn. C langsung membawanya ke pelayanan kesehatan.
c. Pengambilan keputusan
Keluarga Tn. C selalu megambil keputusan terhadap persoalan atau
masalah dikeluarganya dengan dibicarakan dengan cara
musyawarah bersama.
d. Ketergantungan obat/ bahan-bahan lain
Keluarag Tn. C mempunyai kebiasaan yaitu meminum jamu
tradisional
e. Mencari pelayanan kesehatan
Biasanya keluarga mencari pelayanan kesehatan yang terdekat
seperti di bidan desa atau puskesmas.
5. Fungsi spiritual
a. Ketaan beribadah
Keluarga Tn. C Mengaku rajin dan taat melakukan ibadah seperti
sholat 5 waktu.
b. Keyakinan kesehatan
Keluarga Tn. C mengaku dan percaya kepada tenaga kesehatan
(bidan, dokter, mantra dan apoteker)yang ada di desanya dengan
ketrampilan dan pengobatannya.
6. Fungsi kultural
a. Adat yang mempengaruhi kesehatan
Dikeluarga Tn.C jika ada yang sakit tidak boleh mandi, potong
kuku dan keramas.
b. Hal yang dianggap tabu
Jika ada yang sakit lau mandi maka menganggapnya penyakitkan
akan lama untuk sembuhnya.
7. Fungsi Reproduktif
Ny. E mengatakan tidak menggunakan alat kontrasepsi apapun karena
saat ini Ny. E dalam keadaan hamil. Pada awalnya Ny. E sengaja tidak
menggunakan pil KB atau sejenisnya karena memang sudah
direncanakan untuk mempunyai anak. tetapi Setelah anaknya lahir, Ny.
E berharap ingin ikut KB.
8. Fungsi ekonomi
Ny. E mengatakan dari pengahsilan setiap bulannya cukup untuk
memenuhi kebutuhan untuk sehari-harinya dan keluarga Tn.C
mempunyai tabungan dan jika mempunyai keperluan mendadak Tn.C
menggunakan uang yang ada ditabungannya.
9. Fungsi Perawatan Keluarga
a. Kemampuan Keluarga Dalam Mengenal Masalah Kesehatan
Keluarga mengatakan tidak mengerti tentang masalah perawatan
payudara yang dihadapinya saat ini.
b. Kemampuan Keluarga Mengambil Keputusan
Keluarga mengatakan setiap masalah kesehatan yang ada
masih belum mampu ditangani dengan segera dan apabila ada
salah satu dari anggota keluarga yang sakit keluarga memutuskan
untuk membawa ke pelayanan kesehatan seperti bidan atau
puskesmas kalau tidak bisa ditangani dirumah.
c.   Kemampuan keluarga untuk merawat anggota keluarga yang
sakit
Keluarga mengatakan selama ini sudah cukup mampu merawat
anggota keluarga yang sakit dengan membuatkan jamu kalau ada
salah satu anggota keluarganya yang sakit. Kalau tidak berhasil
baru kemudian mengajak berobat ke bidan atau puskesmas.
d. Kemampuan Keluarga Memelihara Lingkungan
Keluarga mengatakan tahu akan kepentingan kesehatan
lingkungan yang dapat memenuhi kesehatan seperti menyediakan
wc (jamban). Kondisi rumah keluarga cukup bersih, membuang
limbah rumah tangga di belakang rumahnya dan diangkut oleh
petugas kebersihan.
e. Kemampuan Keluarga Menggunakan Fasilitas Kesehatan
Keluarga mengatakan jika salah satu dari anggota keluarga yang
sakit selalu dibawa ke fasilitas kesehatan, yang dapat dijangkau
oleh keluarga seperti bidan desa atau puskesmas.

VI. Masalah Kesehatan Spesifik


1. Kesehatan ibu dan anak
a. Ibu hamil
Riwayat kehamilan Ny. E G2 P1 A0, (kehamilan kedua, partus
sekali pernah dan abortus tidak pernah). Usia kehamilan saat ini
6 bulan, Ny. E mulai hamil anak yang pertamanya di usia 23
tahun. Saat ini Ny. E mengatakan sudah 4 kali rnemeriksakan
kehamilanya ke Dokter dan mendapat imunisasi TT se-kali,
penambahan BB ± 3 kg dan pada waktu memeriksakan
kehamilanya ke bidan pernah mendapat obat penambah darah
yang menurut anjuran Dokter harus diminum sehari sekali namun
sekarang obatnya telah habis. Pada saat pemeriksaan laboratorium
terakhir.
Ny. E mengatakan  tidak mengetahui  tentang  bagaimana 
perawatan kehamilannya, ia mengatakan kadang-kadang perutnya
terasa sakit namun tanpa  diobati  sakitnya  dapat hilang  sendiri 
dan kadang-kadang Ny. E mengeluh cepat lelah, nafsu makan
menurun dan pusing. Ibu sudah biasa merasakan hal seperti ini
dan ibu hanya menganggap ini sebagai akibat dari
kehamilannya.
1) Inspeksi muka:
a) Tidak ditemukan chloasma gravidarum, ditemukan
adanya konjungtiva anemis, tidak ada oedema pada muka.
b) Dada (buah dada tegangang dan membesar) terlihat
pigmentasi pada puting susu, keadaan putting susu
tenggelam dan agak kotor dan colostrums belum keluar
c) Pada tungkai tidak ditemukan farises maupun oedem
d) Bunyi jantung janin 124x/menit
2) Palapasi abdomen
a)   Leopold I
TFU 3 jari diatas pusat, usia kehamilan 26 minggu ( 6
bulan )
b)  Leopold II
Bagian kanan ibu teraba rata,sedangkan bagian kiri teraba
bagian kecil janin (punggung kanan)
c) Leopold III
Bagian bawah perut ibu teraba keras
d) Leopold IV
Kepala janin belum masuk PAP.
VII. Stres dan Koping Keluarga
1. Stressor Jangka Pendek
Ny. E merasa cemas jika persalinannya tidak dapat berjalan lancar
dikarenakan kehamilan yang kedua. Ny. E merasa cemas bagaimana
dengn persalinan dan perawatan setelah melahirkan.
2. Stressor Jangka Panjang
Stress yang dirasakan keluarga Tn. C adalah Ny. E merupakan
kehamilan yang kedua. Dan Tn. C dan Ny. E merasa khawatir dengan
keselamatan persalinan dikhawatirkan tidak bisa melahirkan secara
normal.
3. Kemampuan Keluarga berespon Terhadap Masalah
Ny. E dan suaminya dalam mengatasi masalah yang mereka hadapi
menyangkut kehamilannya kadang-kadang mengkonsulkannya dengan
pihak kesehatan (puskesmas dan bidan).
Tn. C mengatakan bahwa keluarga tidak pernah melakukan hal-hal
yang menyimpang dalam menghadapi segala masalah yang ada seperti
menyelesaikan masalah dengan menggunakan kekerasan dengan
bersama-sama dan selalu menyelesaikan masalah secara kekeluargaan.
4. Strategi Adaptasi Disfungsional
Tn.C mengatakan anggota keluarganya tidak ada yang menggunakan
cara-cara diluar cara umum seperti kekerasan dalam menghadapi
masalahnya.

VIII. Harapan Keluarga Terhadap Perawatan


1. Persepsi
Keluarga mengatakan masalah yang dihadapi sekarang harus
diselesaikan.
2. Harapan keluarga terhadap masalah
Keluarga mengatkan setiap masalah yang timbul tidak berkepanjangan
dan mudah untuk diselesaikan.
IX. Pemeriksaan Fisik
ANGGOTA KELUARGA
No PEM. FISIK
Tn. C Ny. R An. G
1. Kepala Bentuk simetris,rambut hitam lurus,Bentuk simetris,rambut hitam lurus,Bentuk simetris,rambut hitam lurus,
a. Rambut hygiene baik, tidak terdapat benjolan hygiene baik, tidak terdapathygiene baik, tidak terdapat benjolan
benjolan
Sklera tidak ikterik, konjungtiva tidak
b. Mata anemis, penglihatan baik Sklera tidak ikterik, konjungtivaSklera tidak ikterik, konjungtiva tidak
anemis, penglihatan baik anemis, penglihatan baik
2. Hidung Tidak terdapat polip, penciuman baik Tidak terdapat polip, penciuman Tidak terdapat polip, penciuman baik
baik
3. Telinga Tidak ada serumen Tidak terdapat serumen. Tidak terdapat serumen.
4. Mulut dan Bentuk simetris, mukosa mulut Bentuk simetris, mukosa mulut Bentuk simetris, mukosa mulut
Gigi lembab, gigi. lembab, gigi lengkap lembab, gigi berlubang
5. Leher Tidak ada pembesaran kelenjar tyroid. Tidak ada pembesaran kelenjar Tidak ada pembesaran kelenjar tyroid.
tyroid.
6. Tonsil Tidak ada pembengkakan. Tidak ada pembengkakan. Tidak ada pembengkakan
7. Dada Tidak ada abnormalitas, pergarakan Tidak ada abnormalitas, pergarakan Tidak ada abnormalitas, pergarakan
dada simetris dada simetris dada simetris
8. Abdomen Tidak Terkaji Tidak Terkaji Tidak Terkaji
9. Ekstremitas Simetris, kekuatan otot penuh Simetris, kekuatan otot penuh Simetris, kekuatan otot penuh
10. TTV TD :130/90 Mmhg TD :90/60 Mmhg N : 78x/menit
N :82x/menit N :78x/menit S : 36,5° C
S : 36,80° C S :37,2° C RR : 25x/menit
RR : 24x/menit RR :22x/menit
BB :50 Kg
X. ANALISA DATA
No DATA ETIOLOGI MASALAH
1 DS: Defisit
- Ny E mengatakan pada saat hamil pengetahuan
tidak makan udang, ikan laut,
kepiting dan sejenis seafood
lainnya
- Ny. E mengatakan kurang begitu
mengerti tentang perawatan
payudara

DO:
- Hamil usia 26 minggu (6 bulan)
- BB 50 Kg

XI. DIAGNOSA KEPERAWATAN KELUARGA


1. Defisit pengetahuan tentang kebutuhan nutrisi pada ibu hamil
berhubungan dengan defisit informasi

XII. SKORING MASALAH


1. Defisit pengetahuan tentang kebutuhan nutrisi pada ibu hamil
berhubungan dengan defisit informasi
KRITERIA SKORING PEMBENARAN
1. Sifat masalah: actual 3/3x1=1 Masalah sudah terjadi tetapi tidak
dianggap sebagai sesuatu yang
mengancam kesehatan.
2. Kemungkinan 1/2x2=1 Keluarga memiliki keinginan untuk
masalah dapat mencegah hal tersebut tapi kehamilan
diubah: sudah terjadi.
Sebagian.

3. Potensial masalah 3/3x1=1 Apabila ibu rajin minum pil KB, maka
untuk dicegah: kemungkinan kehamilan bisa
Tinggi. dicegah.

4. Menonjolnya 1/2x1=1 Ibu hamil dengan usia >20 tahun. Usia


masalah: kehamilan 6 bulan
tidak perlu segera
Total 4
XIII. PRIORITAS DIAGNOSA KEPERAWATAN
1. Defisit pengetahuan tentang kebutuhan nutrisi pada ibu hamil
berhubungan dengan defisit informasi
XIV. INTERVENSI KEPERAWATAN KELUARGA
DIAGNOSA
TUJUAN INTERVENSI
KEPERAWATAN
Kurang pengetahuan tentang Setelah dilakukan tindakan Observasi
kebutuhan nutrisi pada ibu keperawatan diharapkan - Observasi keadaan pasien
hamil berhubungan dengan mengerti tentang perawatan Mandiri
defisit informasi payudara dan hygiene vagina - Kaji tingkat pengetahuan klien
Penkes
- Berikan pendidikan kesehatan tentang perawatan
payudara
Kolaborasi
-

XV. IMPLEMENTASI
No. PARAF
Tanggal IMPLEMENTASI EVALUASI
Dx
05/03/20 1 Tindakan : S : Klien mengatakan tidak tahu cara merawat
Mengkaji tingkat pengetahuan klien payudara dan tidak terlalu tau cara merawat vagina,
tentang perawatan payudara pasca O : klien terlihat bingung
persalinan/melahirkan serta hygiene A : Masalah belum teratasi.
vagina P : Intervensi dilanjutkan
Respon : Klien mengatakan tidak - Berikan pendidikan kesehatan tentang
tahu cara merawat payudara dan perawatan payudara
tidak terlalu tau cara merawat
vagina, klien terlihat bingung
XVI. EVALUASI
No. Tanggal Catatan Perkembangan Paraf
Dx
1. 05/03/20 S : Klien dan keluarga mengatakan tidak mengerti perawat payudara
O : Klien bingung
A : Masalah belum teratasi
P : Intervensi dilanjutkan
- Beri penkes perawatan payudara
I : Memberikan penkes perawatan payudara
E : S : Klien mengatakan mengerti
O : Klien mampu menyebutkan kembali apa yang sudah diajarkan
A : Masalah teratasi
P : Intervensi dipertahankan
R:-