Anda di halaman 1dari 53

Kelompok 1A

1. Dina Safitri F1D018003


2. Desi Wahyuningsih F1D018011
3. Dhea Ramadanti F1D018021
4. Ida Nuraeni F1D018025
5. Iqwati Vilanda F1D018029

Ordo Cucurbitales

Ciri-ciri Ordo Cucurbitales:


a. Habitus: biasanya terna berumur 1 tahun.
b. Batang : beralur dan bergerigi, mempunyai rambut-rambut kasar, liana dengan alat belit yang
keluar dari ketiak daun.
c. Daun : tunggal, sparsa, bertepi rata sampai berbagi dalam atau majemuk menjari, tanpa stipula.
Stipula telah berubah menjadi alat pembelit yang dapat berasal dari daun, daun penumpu atau
kuncup ketiak. Daun berseling, berdaun muda pada tangkai, biasanya berlekuk.
d. Buah : buni, buah yang mempunyai kulit yang kuat dan berbiji banyak (buah pepo). Biji yang
dihasilkan berjumlah satu sampai banyak, biasanya berdekatan, kadang-kadang tepian biji
melebar, permukaannya halus atau bermacam-macam.
e. Bunga : aktinomorf, hampir selalu berkelamin tunggal, berumah satu atau berumah dua,
berbilangan 5, terkumpul dalam suatu bunga majemuk “cymeus” atau berupa tandan atau
bulir.
Bunga uniseksual, pentasiklik, dengan kelopak yang tebal, kebanyakan tumbuh di daerah
tropis. Penyerbukanya dibantu oleh seragga dan juga anemofili (dalam Coriariaceae dan
Datiscaceae).
Bunga betina ditandai dengan adanya bakal buah. Bakal bunganya berbentuk bulat panjang
dan membengkak di bawah mahkota bunga. Mahkota bunganya berbentuk bintang berwarna
kuning atau putih kekuningan. Kelopak bunganya sebagian besar berjumlah 5 buah dan
berlekuk, mahkota bunganya berjumlah 5 dan berlekuk atau bebas, mahkota bunga pada
bunga jantan berbeda dengan mahkota bunga pada bunga betina. Benang sarinya berjumlah 5
dan berselang. Benang sari kebanyakan berlekatan satu sama lain (syngenesis).

Ciri-ciri khusus Cucurbitaceae :


1. Batang segi lima
2. Herba dan sulur berbentuk spiral. Sulur atau alat-alat pembelit merupakan metamorfosis
cabang, dahan atau kadang-kadang daun penumpu.
3. Berkas pembuluh bikolateral
4. Kandungan kimia :Kukurbitasin, Triterpenoid, Alkaloid, Minyak, karbonat
Bangsa ini beranggotakan delapan familia , menurut sistem APG IV :
1. Anisophylleaceae
2. Begoniaceae
3. Coriariaceae
4. Corynocarpaceae
5. Cucurbitaceae
6. Datiscaceae
7. Tetramelaceae
8. Apodanthaceae

1. Ciri-ciri Anisophylleaceae
a) Berupa pohon kecil
b) Memiliki batang utama ramping dan dapat tumbuh hingga 7,5 m dengan cabang-cabang
terkulai
c) Bentuk percabangan monopodial
d) Bunga berkelamin tunggal, berwarna kekuningan tumbuh di ujung daun dengan
ovarium inferus.
Contoh:
Kerajaan : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Eudicots
Bangsa : Cucurbitales
Suku : Anisophylleaceae
Marga : Anisophyllea
Jenis : Anisophyllea disticha
Nama umum: Leechwood, Kayu Pacat, Pokok Kancil, Kayu Ribu-ribu, Raja Berangkat
Kerajaan : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Eudicots
Bangsa : Cucurbitales
Suku : Anisophylleaceae
Marga : Anisophyllea
Jenis : Anisophyllea fallax

2. Ciri-ciri Begoniaceae
a) Habitus: Terna menahun, tinggi 15-25 cm
b) Batang: Silindris, berambut, sukulen, beruas-ruas, bercabang-cabang, warna hijau
kemerahan
c) Daun: Tunggal, asimetrik, berseling, tangkai daun silindris, panjang 10-15 cm, berbulu
kasar, berwarna hijau pucat dengan rambut kecoklatan, bentuk daun jantung, panjang 5-
15 cm, lebar 3-12 cm, ujung runcing, pangkal bertoreh membulat, tepi rata, pertulangan
daun menonjol di permukaan bawah, permukaan berbulu kasar, warna hijau bergaris
putih, permukaan bawah warna hijau keunguan .
d) Bunga: Majemuk, bentuk payung, terletak di ketiak daun, tangkai panjang 5-10 cm, tanpa
kelopak, mahkota bentuk kuku, duduk di atas bakal buah, halus, lebar 1 cm, warna putih
kemerahan , berkelamin tunggal
e) Buah: Kendaga atau buni, bentuk prisma, bersayap, panjang 0,5-1 cm, berwarna putih
kehijauan
f) Biji: Berbentuk serbuk halus, berwarna coklat , tanpa atau sedikit endosperm
g) Akar: Serabut
Contoh:
Kerajaan : Plantae
Divisi : Spermatophyta
Kelas : Dicotyledoneae
Bangsa :Cistales
Suku : Begoniaceae
Marga : Begonia
Jenis : Begonia bracteata

Kerajaan : Plantae
Divisi : Spermatophyta
Kelas : Dicotyledoneae
Bangsa :Cistales
Suku : Begoniaceae
Marga : Begonia
Jenis : Begonia fimbristipulata

3. Ciri-ciri Coriariaceae
a) Tinggi mencapai 1,5-3 m. Helai daun bentuk bulat panjang.
b) Buah berwarna merah hingga ungu gelap ketika dewasa. Buah mengandung biji (achene)
yang dilindungi oleh kelopak membesar dan berwarna. Buah tidak bisa dimakan karena
biji mengandung racun.
c) C. nepalensis tumbuh di lereng selatan pegunungan Himalaya dan C. myrtifolia hanya
ditemukan di sekitar barat Laut Mediterania.
d) Akar dapat memfiksasi nitrogen tanaman karena mengandung bakteri pemfiksasi
nitrogen.
Contoh :
Kerajaan : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Bangsa : Cucurbitales
Suku : Coriariaceae
Marga : Coriaria
Jenis : C. ruscifolia

Coriaria nepalensis Coriaria myrtifolia

4. Ciri-ciri Corynocarpaceae
a) Tinggi dapat mencapai 25-40 m.
b) Daun berwarna hijau mengkilap.
c) Bunga berwarna putih
d) Biji yang mentah dapat bersifat racun namun dapat dimakan setelah proses pemasakan
e) Buah berbiji ellipsoid
Contoh :
Suku dari ini biasa tumbuh di Australia,New Zealand, New Caledonia dan New Guinea.
Beberapa jenisnya antara lain :
 Corynocarpus cribbianus , New Guinea, Aru Islands, Queensland
 Corynocarpus dissimilis Hemsl. - New Caledonia
 Corynocarpus laevigatus J. R. Forst. & G. Forst. - New Zealand
 Corynocarpus rupestris Guymer - Queensland New South Wales
 Corynocarpus similis Hemsl. - Vanuatu

Corynocarpus cribbianus Corynocarpus dissimilis

5. Ciri-ciri Cucurbitaceae
a) Kebanyakan berupa terna annual, jarang sekali berupa semak atau perdu
b) Batang panjang, mengandung air dan lunak
c) Daun lebar dan bercangap menjari
d) Biasanya memanjat dengan menggunakan sulur atau alat pembelit yang merupakan
metamorphosis dari cabang, dahan atau kadang-kadang daun penumpu, ditumbuhi bulu-
bulu tajam pada batang hingga daunnya
e) Bunga aktinomorf hampir selalau berkelamin tunggal, tetrasiklik dan pentamer
f) Benang sari berjumlah 5, kebanyakan berlekatan satu sama lain. Benang sari beruang 2
dengan ruang sari terlipat menghadap keluar.
g) Bakal buah tenggelam, kebanyakan beruang 3 yang dalam masing-masing ruang terdapat
dua tembuni yang membengkok keluar dengan sejumlah besar bakal biji.
h) Buah pada umumnya berupa buah buni jarang seperti buah kendaga dan biji tanpa
endosperm.
Contoh :
Kingdom : Plantae
Divisio        : Spemratophyta   
Kelas         : Magnoliopsida
Ordo  : Cucurbitales
Familia       : Cucurbitaceae
Genus         : 1. Cucumis
2. Benichasa
3. Bryonopsis
4. Citrullus
5. Cucurbita
6. Ingenorio
7. Luffa  
8. Momordica
9. Sechium
10. Trichosanthes

Cucumis sativus L. (mentimun) Cucumis melo L (melon, blewah)

Beninchasa hispida (bligo) Citrullus lunatus (semangka)


Cucurbita moschata (labu besar) Lagenaria siceraia (labu air atau botol labu)

Luffa acutangula (gambas) Lufa aegyptiaca (bulustru)

Momordica charantia (pare, paria) Sechium edule (labu siam)


Trichosanthes anguina (paria belut)

6. Ciri-ciri Datiscaceae
a) Datiscaceae adalah suku tumbuhan dikotil yang memiliki dua marga yaitu Octomeles
dan Tetrameles , sekarang diklasifikasikan dalam suku Tetramelacea.
b) Datiscaceae adalah tanaman herba slim, dengan daun alternatif dan pennate.
c) Merupakan tanaman actinorhizal, yang akarnya dapat mengikat nitrogen
d) Mediterania ke arah timur ke Asia Tengah, adalah tanaman hemplike, 2 meter (7 kaki),
yang memiliki daun dengan tiga sampai tujuh helaian daun, leaflet bergigi. Bunga
berwarna kuning, dan pewarna kuning berasal dari akar yang mengandung alkaloid. Biji
banyak bentuk bulat panjang.
Contoh :

Datisca cannabina

7. Ciri-ciri Tetramelaceae
a) Akar dapat menjalar dipermukaan tanah dan batuan.
b) Batang mencapai 50 meter, batang bagian bawah tidak bercabang hingga ketinggian
sekitar 30-an meter. Kulit batang halus. Diameter batang juga cukup besar dan mampu
mencapai 2 meter.
c) Daun berbentuk hati berwarna hijau dengan tepi daun bergerigi dengan panjang 10-26 cm
dan lebar 9-20 cm.
d) Bunganya tersusun dalam malai yang terdiri atas bunga jantan dan bunga betina.
e) Buah lonjong atau bulat telur.
f) Batang lurus, silindris dengan tipe percabangan horizontal
g) Daun : tersusun spiral, tipis berbentuk jantung membundar,
h) Bunga : bentuk untaian berbulir, berwarna kuning, berkelamin tunggal
i) Buah kapsul bentuk bulat
Contoh :
Contoh :
Klasifikasi
Kerajaan : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Bangsa : Violales
Suku : Datiscaceae
Marga : Octomeles
Jenis : Octomeles sumatrana
Nama daerah : benuang bini

 Klasifikasi
 Kerajaan : Plantae
 Divisi : Magnoliophyta
 Kelas : Magnoliopsida
 Banga : Violales
 Suku : Datiscaceae
 Marga : Tetrameles
 Jenis : Tetrameles nudiflora
 Nama daerah : binong atau winong

8. Ciri-ciri Apodanthaceae
a) Tumbuh merambat
b) Merupakan parasit dan hidup pada inang
c) Terlihat seperti bunga dan buah
d) Terdiri dari 3 genus yaitu Pilostyles, Apodanthes, dan Berlinianche

Manfaat dari Bangsa Cucurbitales


a) Kebanyakan dapat dimakan, sebagai sayuran ataupun dibuat olahan, sebagai sumber
energi dan vitamin (Cucurbitaceae)
b) Pare memiliki kandungan gizi yang tinggi dan dapat digunakan untuk menurunkan
diabetes, menangkal sel kanker, menurunkan berat badan serta untuk kecantikan
c) Melawan kanker, perawatan kuku, menjaga kesehatan sendi dan menurunkan tekanan
darah (Cucumis sativus)
d) Kaya zat anti penuaan, obat turun panas, obat sakit haid ( Begonia sp.)
e) Kayu untuk, kayu lapis, perahu, peti, sampan daun muda dapat dimakan dan tempat
bersarangnya lebah (Octomeles)
f) Kulit buah oyong yang telah kering baik sekali untuk spons penggosok tempat cucian.
Ordo Fabales

Adapun karakteristik dari ordo fabales menurut sistem APG IV, yaitu:

a. Bunga umumnya seperti kupu-kupu


b. Batang ada yang bersayap beralur
c. Umumnya Gimnesium 1 Anteridium 10
d. Buah berbentuk polong

1. famili Fabaceae

 Famili mencangkup herba, semak,, pohon dan tanaman merambat di seluruh dunia,
terutama hujan tropis.
 Biji berkeping dua (Dikotiledone).
 Pada umumnya berdaun majemuk berpasangan atau berseling, terdapat daun penumpu.
 Bunga berkelaamin 2 dalam karangan yang berbeda, kelopak bunga bersatu, mahkota
umumnya berbentuk kupu-kupu dengan jumlah helaian 5.
 Semua tumbuhan anggota suku ini memiliki satu kesamaan yaitu buahnya berupa polong.
Contoh spesiesnya : Mimosa pudica dan Caesalpinia pulcherima.

Ada beberapa genus dari famili fabaceae, yaitu sebagai berikut:


a. Genus Adenanthera
Salah satu tumbuhan dengan genus ini yakni saga pohon (Adenanthera pavonina).
Tumbuhan yang bijinya berwarna merah ini mampu tumbuh hingga 15 meter. Daun biasanya
menyirip genap. Habitusnya adalah pohon. Tumbuhan pada genus ini merupakan tumbuhan
serbaguna, semua bagian tumbuhan bermanfaat mulai dari biji, kayu, kulit batang dan daunnya.
Saga pohon mampu memproduksi biji kaya protein serta tidak memerlukan lahan khusus untuk
penanaman karena bisa tumbuh di lahan kritis, tidak perlu dipupuk atau perawatan intensif. Saga
pohon termasuk tumbuhan deciduous atau berganti daun setiap tahun. Tumbuhan ini berbentuk
pohon besar yang tingginya dapat mencapai 10 sampai 15 meter merupakan pohon yang buahnya
menyerupai petai (tipe polong) dengan biji kecil berwarna merah. Daun majemuk menyirip
genap, tumbuh berseling, jumlah anak daun bertangkai 2-6 pasang, helaian daun 6-12 pasang,
panjang tangkaimya mencapai 25 cm, daun berwarna hijau muda. Bunga kecilkecilberwarna
kekuning-kuningan, korola 4-5 helai, benang sari berjumlah 8-10. Polong berwarna hijau,
panjangnya mencapai 15 sampai 20 cm, polong yang tua akan kering dan pecah dengan
sendirinya, berwarna coklat kehitaman. Setiap polong berisi 10- 12 butir biji. Biji dengan garis
tengah 5-6 mm, berbentuk segitiga tumpul, keras dan berwarna merah mengkilap.

b. Genus Caesalpinia
genus Caesalpinia memiliki ciri-ciri yakni, habitus pohon, perdu atau semak daun
berseling atau tersebar, kerap kali menyirip atau menyirip rangkap, kadang-kadang tunggal.
Memiliki daun penumpu, kerapkali cepat rontok. Memiliki bunga yang berkelamin 2. Dalam
tandan, malai rata atau malai, jarang berdiri sendiri, baiasanya zygomorph. Kelopak berdaun
lekat, bergigi atau bertaju 4-5. Daun mahkota lepas, biasanya ada 5, kerapkali sebagian tidak ada
atau rudimenter. Benang sari 1-50, lepas atau bersatu, biasanya sebagian tidak sempurna; kepala
sari beruang dua. Bakal buah menumpang, beruang 1. Kepala putik di ujung atau di bawah ujung
tangkai putik. Polongan membuka atau tidak membuka. Memilki biji 1 atau banyak.

c. Genus Cassia
Genus Cassia memiliki ciriciri sebagai berikut, benang sari tidak melekat. Kebanyakan
bunganya berwarna kuning. Genus Cassia merupakan tumbuhan tropis, yang termasuk famili
Fabaceae (Leguminosae) dengan penyebaran yang sangat luas. Di Indonesia, kelompok
tumbuhan ini dikenal sebagai polong-polongan. Masyarakat Indonesia sering memanfaatkan
tumbuhan ini untuk bahan bangunan, alat rumah tangga, obat tradisional, pupuk hijau, dan untuk
reklamasi tanah.

d. Genus Mimosa
Tumbuhan ini memiliki ciri-ciri yakni, habitusnya herba memanjat atau berbaring atau
setengah perdu, tingginya sekitar 0,3-1,5 m. Memiliki akar pena yang kuat. Pada batang terdapat
bulu sikat yang arahnya miring ke bawah dan terdapat duri yang menempel pada batangnya.
Berbentuk silindris, berkayu. Batang ada yang berwarna hijau dan ada pula, yang berwarna
coklat kemerahan. Permukaan batang tertutup oleh bulu-bulu halus berwarna putih. Pada batang
juga terdapat duri, tepatnya tumbuh pada bagian bawah dari pangkal daun majemuk. Daun
penumpunya berbentuk lanset, panjangnya 1 cm. Apabila daun disentuh maka dia akan
menguncupkan diri, dan daunya menyirip. Setiap anak daun terdapat 5-26 pasang, dan pada tepi
daun biasanya berwarna ungu. Buahnya bertipe polong dan pipih. Bunganya bertipe bongkol,
pada tangkainya terdapat duri. Memiliki kelopak yang sangat kecil, benang sarinya ada 4 dan
tidak melekat. Bunganya berwarna ungu. Tumbuhan ini mampu hidup pada ketinggian 1-1200
mdpl. Dan biasanya tumbuh di negara tropis. Dan bisa tumbuh pada tanah yang kering.

e. Genus Leucaena
Tumbuhan ini memiliki ciri-ciri habitus perdu atau pohon, tingginya mencapai 2-10 m.
Memiliki ranting bulat silindris, pada ujungnya terdapat rambut rapat. Daunnya menyirip
rangkap. Memiliki sirip 3-10 pasang, pada anak daun tiap sirip terdapat 5-29 pasang, bentuk
garis lanset, runcing atau dengan bagian ujung yang runcing, dengan pangkal yang tidak sama
berambut rapat. Dalam satu tangkai terdapat 5 bunga. Memiliki tipe bunga bongkol bertangkai
panjang. Tabung kelopak berbentuk lonceng, dan bergerigi pendek, tingginya 3 mm. Daun
mahkota tidak melekat dan berbentuk solet, panjangnya 5 mm. Memiliki benang sari 10 buah
dengan panjang mencapai 1cm. Memiliki tipe buah polong yang bentuknya seperti pita, pipih
dan tipis. Memiliki buah yang panjangnya 10-18 cm dengan lebar 2 cm. Terdapat sekat-sekat
diantar biji-biji. Memiliki biji 15-30 didalam buahnya. Dengan bentuk biji bulat telur, berwarna
coklat tua.

f. Genus Clitoria
Tumbuhan berhabitus herba ini memiliki tipe batang herbaceous. Bentuk batang bulat
dan pada permukaannya memiliki rambut-rambut kecil. Arah tumbuhnya membelit ke kiri
(sinistrorsum volubilis) karena arah belitan yang berlawanan arah putaran jarum. Batang
tumbuhan ini naik ke atas dengan menggunakan cabang pembelit dan meliliti penunjangnya yang
jika kita ikuti jalannya batang yang membelit itu, maka penunjang akan selalu berada di sebelah
kiri kita. Cabang-cabangnya merupakan pendukung daun-daun dan mempunyai ruas-ruas yang
cukup panjang atau bersifat sirung panjang. Percabangan pada pisang adalah monopodial. Cara
percabangan monopodial yaitu jika batang pokok selalu tampak jelas, karena lebih besar dan
lebih panjang (lebih cepat pertumbuhannya) daripada cabangcabangnya. Pada pengamatan
didapat juga bagianbagian kembang telang, yaitu batang, daun, bunga, buku-buku batang, dan
ruas-ruas batang.

Contoh spesiesnya:

 Asam Jawa (Tamarindus indica)

Asam Jawa termasuk tumbuhan berperawakan pohon, pohon Asam jawa berbentuk besar,
selalu hijau (tidak mengalami masa gugur daun), dengan tinggi 15-25 m. Kulit batang berwarna
coklat keabu-abuan, kasar dan memecah, beralur-alur vertikal. Tajuknya rindang dan lebat
berdaun, melebar dan membulat.
Adapun manfaat dari asam jawa, yaitu:
1. Menjaga Kesehatan Otak
2. Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh
3. Menjaga Kesehatan Sistem Pencernaan
4. Menurunkan Kolesterol
5. Mengelola Diabetes
6. Menjaga Kesehatan Jantung
7. Meningkatkan Kepadatan Tulang
8. Membantu Menurunkan Berat Badan
9. Melawan Bakteri dan Virus
10. Meredakan Sembelit
11. Membantu Perkembangan Otot dan Saraf
12. Mengatasi Pilek dan Flu
 Kedelai (Pisum sativum)

Kacang kedelai memiliki kandungan nutrisi yang banyak. Kacang kedelai juga kaya
akan antioksidan polifenol, yaitu senyawa kimia alami yang banyak ditemukan pada tumbuhan.
Zat ini dapat membantu mencegah penyakit tertentu, seperti penyakit degeneratif dan penyakit
jantung, serta menjaga berat badan.
Adapun manfaat dari kedelai, yaitu:
1. Mengontrol gula darah
2. Menjaga kesehatan jantung
3. Mengurangi resiko kanker
4. Menjaga kesehatan pencernaan
5. Merupakan sumber protein yang baik

 Kacang tanah (Aracis hypogea)

Kacang tanah adalah tanaman polong-polongan. Nama latin kacang tanah adalah Arachis
hypogaea L. Spesis kacang tanah termasuk ke dalam golongan suku Fabaceae. Jenis kacang-
kacangan yang satu ini pertama kali tumbuh di Amerika bagian selatan. Kacang tanah juga kaya
akan protein dan lemak. Kacang tanah juga mengandung zat gizi lain seperti karbohidrat, 
serat, vitamin A, vitamin C, vitamin E, vitamin B, sodium, potasium, kalsium, dan zat besi.
Adapun manfaatnya yaitu:
1. membantu menurukan berat badan
2. mencegah kanker perut
3. menjaga kesehatan jantung
4. mencegah terbentuknya batu empedu
5. sumber antioksidan dan zat gizi lain
6. mendukung pertumbuhan tubuh
7. menjaga kesehatan kulit
8. mencegah beberapa penyakit
9. meningkatkan kesuburan
10. mengontrol gula darah
11. mengatasi depresi

 Putri malu (Mimosa pudica)

Putri malu atau Mimosa pudica adalah perdu pendek anggota suku polong-polongan yang


mudah dikenal karena daun-daunnya yang dapat secara cepat menutup/layu dengan sendirinya
saat disentuh. Walaupun sejumlah anggota polong-polongan dapat melakukan hal yang sama,
putri malu bereaksi lebih cepat daripada jenis lainnya. Kelayuan ini bersifat sementara karena
setelah beberapa menit keadaannya akan pulih seperti semula.

Adapun manfaat dari putri malu, yaitu:


1. Obat batuk alami
2. Menenangkan pikiran
3. Menurunkan panas demam
4. Mengobati luka diabetes
5. Mengobati dan mencegah Hepatitis
6. Melindungi hati dari racun
7. Mengatasi susah tidur
8. Mengobati Reumatik
9. Menangkal bisa ular
10. Mencegah penyakit disentri
11. Menghentikan pendarahan dan mencengah infeksi
12. Mengatasi peradangan
13. Menurunkan resiko diabetes
14. Mengobati demam
15. Mengencerkan dahak
16. Meningkatkan sistem kekebalan tubuh
17. Melancarkan saluran kemih

2. Famili Polygolyceae
 Habitus pohon dan herba
 Bentuk daun opposite or verticillate, alternate
 Tepi daun rata
 Simetri bunga zigomorphic
 Jumlah sepal 5 dan jumlah biji2, 3 dan 5
 Bentuk buah kapsul seperti kacang dan berdaging
Contoh spesies: Polygala vulgaris.

Adapun spesies dan manfaat dari Polygolyaceae, yaitu:

 Polygala vulgaris

Polygala vulgaris merupakan tumbuhan yang di daerah Sunda dikenal dengan nama daerah
‘jukut rindik, katumpang lemah’ ini merupakan terna semusim, bercabang banyak dan
berkelenjar yang dapat mencapai tinggi 50 cm. Bentuk daunnya lanset 5-20 mm x 1-4 mm, ujung
daun runcing, berwarna hijau cerah. Perbungaan terletak di ujung, berbentuk tandan dengan
panjang 5- 12 cm.

Adapun manfaatnya, yaitu:


1. luka
2. cacingan
3. perut kembung
4. demam
5. pusing
6. sariawan
7. sakit pinggang
8. pencuci perut
9. sakit gigi
10. masuk angin
11. sesak nafas
12. mencret
13. batuk darah

3. Famili Surianaceae
Surianaceae adalah famili tanaman dalam urutan Fabales dengan lima genera dan
delapan spesies yang dikenal. Ini memiliki distribusi yang tidak biasa: genus Recchia adalah
tanaman asli Meksiko , dan satu-satunya anggota Suriana , S. maritima , adalah tanaman pantai
dengan distribusi pantropis ; dan tiga genera yang tersisa adalah endemik ke Australia .
Adapun genus dari surianaceae, yaitu:
a. Genus Suriana
Suriana adalah genus monotip dari tanaman berbunga yang hanya mengandung Suriana
maritima , yang umumnya dikenal sebagai bay cedar . Ini memiliki distribusi pantropis dan dapat
ditemukan di pantai di daerah tropis Dunia Baru dan Lama . Bay cedar adalah semak cemara
atau pohon kecil, biasanya mencapai ketinggian 1-2 m (3,3-6,6 kaki) dan kadang-kadang
mencapai 6 m (20 kaki). Daunnya bergantian , sederhana, panjang 1-6 cm (0,39-2,36 in) dan
lebar 0,6 cm (0,24 in). Dedaunan sukulen abu-abu hijau menghasilkan aroma yang mirip
dengan cedar ketika dihancurkan, oleh karena itu nama yang umum. Bunganya yang kuning
soliter atau pendek di antara daunnya.  Bunga memiliki diameter 1,5 cm (0,59 in) ketika terbuka,
dengan kelopak 6-10 mm (0,24-0,39 in) panjang dan sepal 7-10 mm (0,28-0,39 in) panjang. Bay
bunga cedar sepanjang tahun. Setelah pembuahan , bunga-bunga membentuk kelompok lima
kering, hard drupes 3-4 mm (0,12-0,16 in) dengan diameter. Drupes bersifat apung dan dapat
mempertahankan viabilitas benih selama periode yang lama di air laut , memungkinkan benih
untuk disebarkan oleh laut.

b. Genus Stylobium
Stylobasium adalah genus semak xerophytic dalam famili Surianaceae. Genusnya bersifat
endemik ke Australia, dengan spesies terjadi di Australia Barat, Wilayah Utara, dan Queensland.
Contoh spesiesnya adalah: Stylobasium australe dan Stylobasium spathulatum.

4. Famili Quillajaceae
Adapun genus dari famili ini yaitu:
a. Genus Quillaja
Quillaja adalah genus tanaman berbunga , satu-satunya genus yang masih ada dalam
famili Quillajaceae dengan dua atau tiga spesies yang dikenal. [1] Ia pernah dianggap berada di
keluarga mawar , Rosaceae , [2] tetapi penelitian terbaru menunjukkan itu milik keluarga
sendiri. Kulit bagian dalam pohon kulit sabun ( Q. saponaria ) mengandung saponin , yang
merupakan sabun alami. Anggota genus ini adalah pohon yang tumbuh sekitar 25 meter (82
kaki).
Adapun contoh spesies dari famili ini yaitu:
 Quillaja brasiliensis

 Quillaja saponaria Molina

MALPIGHIALES:
Ciri – ciri:
1. Terutama terdiri atas tumbuhan berbatang berkayu.
2. Seringkali berupa liana.
3. Daun biasanya tunggal, duduk berhadapan dengan atau tanpa daun penupu.
4. Bunga kebanyakan zigomorf dengan bidang simetri yang miring, berbilangan lima,
seringkali terdapat reduksi jumlah benang sari dan daun buahnya.
5. Putik biasanya terdiri atas 3 daun buah
Family Malphigiales:
1. Salicaceae
Ciri-ciri dari ordo ini adalah :
 Bunganya berjenis kelamin satu (uniseksualis).
 Ovarium superum.
 Ada nectarium (kelenjar madu).
 Placenta parietalis.
 Ovarium ruang satu.
 Kebanyakan tumbuh di tempat lembap seperti rawa atau tanggul sungai di daerah
beriklim-sedang utara.
 Spesies:
 Tanaman Rukam (Flacourtia rukam Zoll. & Mor.)
Deskrispi dan Distribusi
Rukam merupakan herbal tahunan yang tumbuh sekitar 60 cm tinggi dan
menghasilkan bunga-bunga pink kecil di bagian atas batang berbulu nya. Di beberapa
negara itu dianggap sebagai gulma yang sulit untuk mengontrol. Daun bertangkai,
letaknya saling berhadapan dan bersilang (composite), helaian daun bulat telur
dengan pangkal membulat dan ujung runcing, tepi bergerigi, panjang 1 - 10 cm, lebar
0,5 - 6 cm, kedua permukaan daun berambut panjang dengan kelenjar yang terletak
di permukaan bawah daun, warnanya hijau. Batang bulat berambut panjang, jika
menyentuh menyentuh tanah akan mengeluarkan akar.
Bunga kecil, berwarna putih keunguan. Bunga majemuk berkumpul 3 atau
lebih, berbentuk malai rata yang keluar dari ujung tangkai, warnanya putih. Panjang
bonggol bunga 6 - 8 mm, dengan tangkai yang berambut. Buah : Buahnya berwarna
hitam dan bentuknya kecil. Tinggi : ±30 - 90 cm dan bercabang Untuk
pengembangbiakannya : dapat dilakukan melalui penyebaran biji. Distribusi
tumbuhan rukam dimulai Berkisar dari tenggara Amerika Utara ke Amerika Tengah,
tetapi pusat asal di Amerika Tengah dan Karibia. Ageratum juga ditemukan di
beberapa negara di daerah tropis dan sub-tropis, termasuk Brasil. Tumbuh di
ketinggian 1 sampai 2100 meter di permukaan laut. Tumbuh di sawah-sawah, ladang,
semak belukar, halaman kebun, tepi jalan, tanggul, dan tepi air.habitat : Tropis dan
subtropis.
2. Phyllanthaceae
 Deskripsi
Phyllanthaceae adalah keluarga tanaman berbunga dalam urutan eudicot
Malpighiales. Hal ini paling dekat hubungannya dengan keluarga Picrodendraceae.
Phyllanthaceae yang paling banyak di daerah tropis, dengan banyak di zona beriklim
selatan, dan beberapa mulai sejauh utara sebagai tengah zona beriklim utara. Beberapa
spesies Andrachne, Antidesma, Margaritaria, dan Phyllanthus sedang dalam budidaya.
Beberapa spesies buah Antidesma, Baccaurea, Phyllanthus, dan Upacara dapat dimakan.
Phyllanthaceae terdiri dari sekitar 2000 spesies.
 Spesies:
1. Buah Buni (Antidesma bunius (L.) Spreng.) 
 Morfologi
 Tinggi: Pohon buni dapat mencapai ukuran 15 – 30 m.
 Batang : Tegak, berkayu, bulat, percabangan simpodial, hijau keputih-putihan.
 Daun: Tunggal, tersebar, lonjong, pangkal runcing, ujung runcing, panjang 15 – 20
cm, lebar 5 – 10 cm, pertulangan menyirip, hijau.
 Bunga : Majemuk, di ketiak daun, bentuk tandan, bunga jantan bertangkai pendek,
kelopak bentuk cawan, bunga betina bertangkai, bertaju, benang sari kuning
kemerahan, tiga sampai empat, kuning kemerahan.
 Biji: Batu, lonjong, putih, berserat.
 Akar: Tunggang, putih kecoklatan.
 Buah : Buni, bulat, saat masih muda berwarna hijau setelah masak akan terlihat
merah kehitam, hitaman. Dan beradap pada ujung tangkai
Pohon Buni merupakan tumbuhan asli Asia Tenggara dan Australia Utara,
anggota famili Phyllanthaceae. Nama umum tumbuhan ini adalah buni (Indonesia, Bali),
bignay, bugnay, atau bignai (Tagalog), chinese-laurel, herbert river-cherry, queensland-
cherry, salamander-tree, wild cherry, dan currant tree (Inggris).
Pohon buni dapat berbuah setelah 4-5 tahun ditanam. Tanaman yang diperbanyak secara
aseksual dapat mulai berbuah 1-2 tahun. Musim buah berlangsung 2 bulan. Tumbuhan ini
dapat tumbuh di barbagai tipe tanah dengan ketinggian 0-1200 m dpl.
 Kandungan
Daun, kulit batang, dan akar mengandung saponin dan tanin, tidak hanya itu kulit
batangnya juga mengandung flavonoida dan alkaloid. air, karbohidrat, lemak , protein,
kalsium, fosfor, besi, vitamin C, dan vitamin A. Tanaman buni dapat digunakan untuk
mengobati flu dan kanker (Micor, 2005). Tanaman buni juga dapat digunakan untuk
mengobati kurang darah, darah kotor, hipertensi, jantung berdebar, batuk, sifilis dan
kencing nanah (Haryanto, 2009). Buah yang sudah matang dapat digunakan untuk
mengatasi masalah pada saluran cerna seperti disentri, diabetes, indigesti dan konstipasi
(Kassem et al., 2013), buahnya dapat dikelola menjadi produk yang bermutu dan bernilai
ekonomis yaitu salah satunya dijadikan minuman serbuk instan. (Tri Reti, 2011)
Seratus gram buah buni mengandung antosianin sebesar 141,94 mg (Luchai
Butkhup dkk, 2011). Nilai antosianin pada buah buni lebih tinggi dibandingkan dengan
antosianin pada buah lain seperti apel (10mg/100g), plum (2-25 mg/100g) dan strawberry
(15-35 mg/100). (Liem Felicia, 2014). Buah buni mengandung antosianin karena
buahnya yang berwarna merah hingga ungu (violet). Kandungan bagian buah yang dapat
dimakan merupakan 65-80% dari keseluruhan buah. Asam sitrat merupakan asam
organik yang paling menonjol dalam buah buni (Gruèzo, 1997). Antosianin ini sendiri
diyakini mempunyai efek antioksidan yang sangat baik.
2. Meniran (Phyllanthus urinaria, Linn)
 Deskripsi dan Distribusi
 Meniran merupakan tumbuhan liar yang banyak tumbuh di tempat lembab pada
dataran rendah daerah tropis.
 Tumbuhan ini banyak tumbuh di hutan, kebun, ladang dan halaman rumah.
 Sering dijumpai tumbuh liar di hutan, ladang dan di tempat yang tanahnya lembab,
berpasir, di tepi sungai, pantai, dan bahkan di sekitar pekarangan rumah.
 Tumbuh pada ketinggian hingga 1.000 m diatas permukaan laut.
 Morfologi daun meniran
 Daun meniran adalah daun majemuk yang tata letaknya berselangseling.
 Bentuk daun ini bulat oval, ujung daun tumpul,
 pangkal daun membulat dan bagian tepi daunnya merata.
 Daun meniran memiliki anak daun 15-24 dan berwarna hijau, serta panjang daun
sekitar 1,5 cm dengan lebar 7 mm.
 Daun meniran termasuk ke dalam golongan daun tidak lengkap karena pada bagian
daun bertangkai hanya mempunyai beberapa helai daun saja.
 Morfologi bunga, buah dan biji meniran
 Bunga meniran mempunyai bunga tunggal yang terletak di ketiak daun yang
menghadap ke arah bawah, menggantung dan berwarna putih.
 Bunga meniran memiliki daun kelopak yang berbentuk menyerupai bintang.
 Benang sari dan putiknya tidak terlihat jelas,
 Mahkota bunga berukuran kecil dan berwarna putih.
 Buah meniran bentuknya kotak, bulau pipih dan licin. Diameter buah kira-kira 2
mm dan berwarna hijau keunguan.
 Tumbuhan ini mempunyai biji yang kecil, keras dan berbentuk seperti ginjal
berwarna coklat.
 Pengolahannya
Dijadikan minuman serbuk instan didefinisikan sebagai produk pangan berbentuk
butiran-butiran (serbuk) yang praktis dalam penggunaannya atau mudah untuk disajikan
(Permana, 2008). Minuman serbuk instan mulai dikenal sejak beberapa tahun yang lalu
sekitar tahun 1990-an dan sangat digemari masyarakat karena rasanya yang bisa
menyegarkan badan, suatu kepraktisanya yaitu mudah dalam penyajiannya hanya
diaduk sebentar sudah mendapatkan minuman siap saji dan siap untuk dinikmati, dapat
disajikan hanya dengan menambahkan air panas maupun dingin. (Marlinda dalam
Ramadina, 2013). 11 Keuntungan dari suatu bahan ketika dijadikan minuman serbuk
adalah mutu produk dapat dijaga, tidak mudah dikotori, tidak mudah terjangkit
penyakit, dan produk tanpa pengawet. Melalui proses pengolahan tertentu, minuman
serbuk instan tidak akan mempengaruhi kandungan dalam bahan (Kristiani, 2013).

3. Family Euphorbiaceae
 Habitus famili Euphorbiaceae merupakan Pohon, perdu dan semak bergetah.
 Duduk daun kadang berhadapan, tunggal (dalam satu tangkai terdapat satu daun) atau
majemuk menjari, memiliki daun penumpu, pangkal helai daun berkelenjer.
 batangnya mengandung getah berwarna putih,
 tulang daun menjari, dan
 umumnya mempunyai buah kotak.
 Spesies:
1. Daun Katuk (Sauropus androgynus (L.) Merr.)
 Deskripsi dan Distribusi
Perdu, akar tunggang, putih kotor. Tinggi 2,5-5 m. Batang berkayu, berbentuk
bulat dengan bekas daun yang tampak jelas. Batang tegak, saat masih muda hijau dan
setelah tua cokelat kehijauan. Daun majemuk, bulat telur, ujung runcing dan pangkal
tumpul. Tepi daun rata, daun 1,5-6 cm, lebar daun 1-3,5 cm. Daun mempunyai
pertulangan menyirip, bertangkai pendek, dan berwarna hijau keputihan bagian atas,
hijau terang bagian bawah. Bunga majemuk, berbentuk seperti payung, berada di ketiak
daun. Kelopak berbentuk bulat telur, merah-ungu. Kepala putik berjumlah tiga,
berbentuk seperti ginjal. Benang sari tiga, panjang tangkai 5-10 mm. Bakal buah
menumpang, ungu. Buah buni, bulat, beruang tiga, dengan diameter ±1,5 mm, hijau
keputih-putihan-keunguan. Setiap buah berisi tiga biji. Biji bulat, keras, putih.
Menurut Cikita,dkk 2016 daun katuk dengan nama ilmiah Sauropus androgynus
(L) yang biasa disebut daun manis atau daun katuk adalah jenis semak yang termasuk ke
dalam family Euphorbiaceae. Menurut Margono,2013 daun katuk selama ini hanya
dikenal khasiatnya hanya memperlancar ASI. Namun ternyata daun katuk dengan nama
ilmiah Sauropus androgynus (L) Merr memiliki banyak kegunaan seperti mengobati
bisul, darah kotor saat mentruasi dan dapat mengatasi demam dan sebagai antioksidan.
 Manfaat Daun Katuk
Seiring dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi banyak
penelitian yang telah dilakukan untuk membuktikan efektivitas dari daun katuk tersebut.
Konsumsi daun katuk dapat dalam bentuk rebusan dari daun katuk atau di olah sebagai
bahan masakan. Kandungan dari daun katuk yaitu golongan senyawa fenol dan
flavonoid. Flavonoid merupakan kelompok besar fitokimia yang bersifat dapat
melindungi tubuh dan banyak terdapat pada buah dan sayuran. Flavonoid adalah bagian
dari senyawa fenolik yang terdapat pada pigmen tumbuh-tumbuhan. Senyawa flavonoid
dalam tubuh akan berperan penting sebagai antioksidan untuk mencegah kanker
(Cikita,dkk,2016)
 Pengolahannya
Daun katuk dapat diolah dengan cara daunnya direndam ke dalam air selama satu
malam dan pada pagi hari dapat diminum. Karena jika daun katuk direndam atau bisa
juga direbus kita lebih dapat merasakan khasiat dari daunnya tanpa adanya bahan kimia
yang tercampur didalam rendaman air katuk. Hal ini bisa digunakan pada anak-anak yang
tidak menyukai obat antibiotik yang pahit. Bagi sebagian orang yang tidak menyukai
rendaman daun katuk bisa juga dengan cara daun katuknya di jus. Daun katuk yang di jus
seperti meminum ekstrak dari daun katuk. Daun katuk yang dijus juga memiliki khasiat
yang sama seperti rendaman air katuk yang memiliki manfaat yang sangat bagus bagi
kesehatan. Berdasarkan uraian di atas maka dapat disimpulkan bahwa mengkonsumsi
rendaman air katuk atau jus daun katuk sangatlah penting karena dapat menyembuhkan
penyakit seperti demam, bisul dan darah kotor haid.
Termasuk memperlancar ASI serta zat antioksidan didalam daun katuk dapat
mencegah tumbuh nya sel kanker.
Kandungan daun katuk bisa mengobati demam anak karena memiliki kandungan
flavonoid yang tinggi di dalam daun katuk.
2. Manihot Utilisima
 Deskripsi
(Manihot utilissima) sendiri adalah perdu tahunan tropika dan subtropika dari
suku Euphorbiaceae.Umbinya dikenal luas sebagai makanan pokok penghasil karbohidrat
dan daunnya sebagai sayuran. Perdu, bisa mencapai 7 meter tinggi, dengan cabang agak
jarang. Akar tunggang dengan sejumlah akar cabang yang kemudian membesar menjadi
umbi akar yang dapat dimakan. Ukuran umbi rata-rata bergaris tengah 2–3 cm dan
panjang 50–80 cm, tergantung dari klon/kultivar. Bagian dalam umbinya berwarna putih
atau kekuning-kuningan.
 Pemanfaatannya
Dilihat dari manfaatnya, tanaman ketela pohona atau singkong mempunyai banyak
keunggulan karena semua bagian tanaman ketela pohon/singkong mempunyai manfaat
dalam kehidupan sehari-hari. Beberapa manfaat ketela pohon atau singkong antara lain:
a) Pucuk serta daunnya yang masih muda dan lunak mengandung protein, lemak,
karbohidrat, vitamin A dan B1. Jika telah direbus dan diurap akan menjadi sayuran
yang lezat dan nikmat. Daun ketela pohon/singkong yang baru dipetik mengandung
banyak Asam Hidrocyan (HCN) sehingga beracun. Karena itu, sebelum dikonsumsi
daun ketela pohon atau singkong harus dilayukan terlebih dahulu atau direndam untuk
mengurangi kadar racun HCN-nya.
b) Batangnya dapat digunakan untuk bibit atau kalau sudah kering bisa digunakan
sebagai kayu bakar.
c) Bonggolnya (pangkal pokok batang) baik pula untuk kayu bakar.
d) Akarnya dapat tumbuh menjadi umbi yang dapat diolah menjadi gaplek atau berbagai
makanan olahan lainnya. Apabila dilihat dari kandungan gizinya, ketela
pohon/singkong mempunyai kandungan gizi yang cukup lengkap yang dibutuhkan
oleh tubuh. Tabel berikut memberikan informasi tentang komposisi kandungan gizi
pada ketela pohon/singkong maupun berbagai olahannya [Handayani dan Sundari,
2015].
3. Excoccaria cochinensis (Sambang Darah)

 Deskripsi
Tanaman sambang darah ini memiliki daun berwarna hijau tua pada bagian
atasnya, sedangkan pada bagian bawah daunnya berwarna merah gelap. Sambang darah
biasa tumbuh liar di sekitar rumah, namun ada juga yang sengaja menanamnya untuk
dijadikan tanaman hias. Sambang darah dipilih menjadi tanaman hias biasanya karena
warnanya yang enak dipandang. Tinggi tanaman sekitar 50 cm dan ada juga yang
mencapai 3 meter.
 Pemanfaatan dan pengolahannya
Menurut farmakologi Cina, tanaman sambang darah memiliki sifat hangat, pedas;
digunakan sebagai obat gatal, pembunuh parasit, dan dapat pula menghentikan
pendarahan dan membunuh racun.
Tanaman sambang darah memiliki berbagai macam kandungan kimia yang sudah
banyak diketahui, misalnya silesterol, asam behenat, tanin, dan triterpinoid. 
Berikut beberapa khasiat dan manfaat tanaman sambang darah beserta cara
meramunya:
1. Mengobati disentri
Ramuan air rebusan lima belas helai daun sambang dipercaya ampuh dalam
menyembuhkan disentri. Cucilah lima belas helai daun sambang darah lalu godok/rebus
dengan tiga gelas air bersih. Biarkan sampai tinggal tersisa dua gelas. Kemudian, saring
dan dinginkan air godokan daun sambang darah itu. Minumlah sebanyak dua kali sehari
masing-masing satu gelas.
2. Mengobati muntah dan batuk darah
Dapat mengonsumsi air tumbukan daun sambang darah ini. Caranya adalah
dengan menumbuk sampai halus daun sambang darah yang telah dicuci bersih.
Tambahkan sedikit garam lalu beri setengah cangkir air minum. Aduklah ramuan tersebut
sampai larut dengan merata. Setelah larut, peraslah menggunakan kain. Air perasannya
kemudain diminum.
3. Mengobati pendarahan setelah melahirkan dan keguguran
Air rebusan akar sambang darah dapat digunakan jika mengalami pendarahan
setelah melahirkan atau bahkan keguguran. Rebuslah akar sambang darah sepanjang satu
setengah jari menggunakan dua gelas air. Rebus hingga menyisakan satu gelas saja.
Dinginkan air rebusan itu sebelum disaring dan diminum. Minumlah sebanyak setengah
gelas, dua kali sehari.
4. Mengobati penyakit kulit
Bubuhkan tumbukan daun sambang darah yang telah dicuci bersih ke atas luka
berdarah, psoriasis, atau eksema yang diderita. Tumbukan daun sambang darah dipercaya
mampu menyembuhkan penyakit-penyakit kulit tersebut.

4. Jatropha curcas L. (Jarak Pagar)

 Deskripsi
Tanaman jarak  (Jatropha curcas L.) dikenal sebagai jarak pagar, dan merupakan
tanaman semak yang tumbuh dengan cepat hingga mencapai ketinggian 3-5 meter.
Tanaman ini tahan kekeringan dan dapat tumbuh di tempat-tempat dengan curah hujan
200 mm hingga 1500mm per tahun. Daerah penyebaran tanaman terletak antara 40oLS
sampai 50oLU dengan ketinggian optimal 0-800 meter di atas permukaan laut .Tanaman
jarak memerlukan iklim yang kering dan panas terutama pada saat berbuah
 Pemanfaatan dan pengolahannya
Manfaat dan kasiat yang banyak diantaranya :
 Daun Jarak dapat digunakan untuk obat Masuk angin buat bayi
 Daun Jarak dapat digunakan untuk obat menurunkan panas pada bayi
 Daun jarak dapat dipakai untuk obat pencahar
Proses penggunaanya sebagai berikut :
 Untuk pengobatan masuk angin dan menurunkan panas pada bayi, gunakan 2-3
helai daun jarak diolesi minyak makan baru, dipanaskan diatas api kompor sekitar
1-2 menit, setelah merata panasnya, letakkan pada perut maupun punggung bayi,
agar tidak lepas bisa dipasang dengan gurita bayi.
 Sebagai obat pencahar, daun jarak segar dapat dikukus dan dimakan sebagai
lalapan.

5. Jatropha multifida
 Morfologi
Tumbuhan yodium (Jatropha multifida Linn) memiliki habitat di semak
dengan tinggi 2 m, batang berkayu, pangkal membesar, bergetah dengan penampang
bulat. Tumbuhan yodium memiliki daun tunggal, tersebar, memanjang berukuran 15-
20 cm, menjari, ujung runcing, pangkal bulat. Tumbuhan yodium (Jatropha multifida
Linn) memiliki bunga majemuk berbentuk malai, bertangkai, dan memiliki
benangsari berjumlah delapan, kepala sari berbentuk tapal kuda, dengan putik
berjumlah tiga dan kelopak bercabang. Buah tumbuhan yodium berwarna hijau pada
saat muda dan berwarna coklat pada saat tua dan berbiji bulat dengan warna putih
saat muda dan berwarna coklat ketika tua (Depkes RI, 2000).
 Pemanfaatan dan pengolahannya
Terdapat banyak kegunaan tumbuhan yodium (Jatropha Multifida Linn)
dalam kehidupan sehari-hari diantaranya getah pada pohonnya biasa digunakan
untuk mengobati luka baru dan bengkak dengan cara mengoleskan getah dari batang
dan daunnya pada luka baru. Tumbuhan yodium biasa digunakan untuk mengobati
luka baru dan bengkak dengan cara mengoleskan getah dari batang dan daunnya pada
luka baru. Getah tumbuhan yodium terbukti dapat mempercepat penyembuhan luka
dibandingkan povidon iodin 10% (Dewi, 2014).
Efek farmakologis tumbuhan yodium di antaranya penurun panas,
antiinflamasi, dan menghambat pendarahan.Biji, daun, dan getah tumbuhan yodium
dapat dimanfaatkan untuk mengobati berbagai penyakit seperti bengkak terpukul,
terkilir, tulang patah, luka berdarah, mencegah dan mengobati kerusakan gigi
(Hariana, 2004).

4. Family Hypericaceae
 Deskripsi
 tumbuhan tegak, multistem
 Batang panjang ramping.
 Sejumlah bunga terletak simetris terhadap satu titik tengah (batang) .
 Bunga bertangkai pendek, berwarna kuning atau jingga cerah.
 Pada tepi mahkota bunga terdapat bintik-bintik hitam.
 Benang sari berwana kuning
 Batang kemerahan dan berkayu pada bagian dasar.
 Terdapat banyak batang cabang dari dasar tumbuhan.
 Akar memanjang hingga kaki
 Daun dengan panjang, tidak bertangka i, oblong atau linear,
berhadapan, ujung bulat.
 Spesies:
1. Cratoxylum arborescens (Vahl) Blume
 Morfologi
• Pohon berukuran kecil sampai besar dengan ketinggian rata-rata 15-20 m
• Kulit luar batang bercelah-celah dan berwarna kemerahan hingga coklat
• Getah berwarna kuning lembut
• Buah berbentuk kapsul pecah dengan panjang 8 mm
• Bentuk biji tipis dan dikelilingi oleh sayap dengan panjang biji 4,5 mm
• Daun berhadapan sederhana
 Tinggi pohon gerunggang dapat mencapai 35 –50 m dengan diameter
mencapai 60–100 cm, dan
 batang bebas cabang mencapai 27 m. Umumnya gerunggang memiliki batang
bagian bawah lurus atau berbentuk kurang bagus, tidak berbanir, permukaan kulit
batang licin atau bersisik seperti kertas hingga bercelah, di bagian pangkal batang
mengeluarkan getah transparan berwarna kuning, jingga atau merah.
 Gerunggang memiliki tipe daun tunggal, duduk daun berhadapan, dan tebal. Ibu
tulang daun atas tenggelam dan pada permukaan bawah menonjol.
 Tangkai daun pendek dan pada pangkal bawangnya cenderung melebar.
Bunga gerunggang berukuran kecil, berwarna merah hati, dan tersusun dalam
malai.
 Buah berbentuk kotak, kecil, dan berwarna keunguan.
Meskipun gerunggang merupakan jenis tumbuhan khas rawa gambut,
gerunggang juga mampu tumbuh pada tanah berpasir atau tanah lempung berpasir.
Jenis ini dapat tumbuh pada daerah dengan tipe iklim A dan B pada ketinggian di
atas 900 m dpl. Di Sabah jenis ini dapat tumbuh pada ketinggian lebih dari 1.800
m dpl (Soerianegara dan Lemmens, 2002; dan Zuhud et al., 2013)
 Pemanfaatan dan Pengolahannya
Kulit kayu gerunggang yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara
optimal ternyata menyimpan potensi untuk dikembangkan sebagai kandidat obat.
Kulit kayu gerunggang setelah diteliti diketahui mengandung beberapa senyawa
dengan aktivitas farmakologi. Dari hasil analisis fitokimia yang dilakukan oleh
Ibrahim, et al. (2015) diketahui bahwa ekstrak kulit kayu gerunggang mengandung
senyawa xanthon dan beberapa komponen kimia penyusun senyawa ini telah
menunjukkan aktifitas farmakologi secara nyata. Kulit kayu gerunggang secara
tradisional digunakan pada berbagai pengobatan seperti demam, batuk, diare,
gatal, bisul.

Violaceae
Phalaenopsis violacea merupakan tanaman epifit (menumpang pada tumbuhan lain sebagai tempat
hidupnya). Tumbuh di daerah yang hangat. Daunnya elip, agak bergelombang, dan menyempit di bagian
bawah. Daun berwarna hijau mengilat dengan panjang berkisar antara 20,5-25 cm dan lebar 7-12 cm.

Tangkai bunga pendek dan pipih dengan panjang mencapai 10-25 cm. Bunga muncul satu persatu dari
tangkai bunga. Dalam sekali mekar jumlah bunga dalam satu tangkai mencapai 2-5 helai. Bunga ini akan
mampu mekar hingga 4 minggu. Setelahnya, bunga selanjutnya akan mekar dari tangkai bunga yang
sama dan berulang hingga 2-7 kali.

Ukuran bunga sekitar 3,5 cm. Warna bunga khas warna violet. Namun juga terdapat varietas lain
yang yang berwarna agak kebiruan. Selama mekar, bunga anggrek Phalaenopsis violacea akan
mengeluarkan aroma wangi yang khas. Bahkan aroma ini dapat tercium hingga radius beberapa meter.
Depkes RI. (2000). Parameter Standar Umum Ekstrak Tumbuhan Obat. Cetakan Pertama.
Jakarta. Departemen Kesehatan RI. Halaman 1, 9-10.
Dewi. 2014. Perbedaan Efek Perawatan Luka Dengan Menggunakan Getah Pohon Yodium
Dibanding Dengan Menggunakan Povidon Iodin 10% Dalam Mempercepat
Penyembuhan Luka Bersih Pada Marmut (Cavia Porcellus). Jurnal Wiyata. 1(2).
Halaman 235-246.

Hariana, A. (2004). Tumbuhan Obat dan Khasiatnya. Jakarta: Penebar Swadaya. Halaman 138-
139.

Ibrahim, M.Y., N.M. Hashim, S. Mohan, M.A. Abdullah, S.I. Abdelwahab, I.A. Arhab,
M. Yahayu, L.Z. Ali, dan O.E. Ishaq. 2015. α–Mangostin from Cratoxylum
arborescens : An in vitro and in vivo Toxicological Evaluation. Arabian Journal of
Chemistry, 8, 129-137.

Soerianegara, I. dan R.H.M.J. Lemmens. 2002. Sumber Daya Nabati Asia Tenggara
5(1) : Pohon Penghasil Kayu Perdagangan yang Utama. PROSEA-Balai Pustaka.
Jakarta.
Handayani, Sugiharti Mulya dan Sundari, Mei Tri. 2015. Pemberdayaan Wanita Tani Melalui
Pembuatan Keripik Belut Daun Singkong di Kecamatan Jumantono, Kabupaten
Karanganyar. Jurnal DIANMAS. Universitas Negeri Surakarta. Solo.

Arafah D. 2005. Studi Potensi Tumbuhan Berguna di Kawasan Taman Nasional Bali Barat
[Skripsi]. Bogor: Fakultas Kehutanan,IPB.
Ordo Malpighiales
Bangsa Malpighiales
a. Terdiri atas tumbuhan berbatang berkayu, seringkali berupa liana,
b. Daun biasanya tunggal, duduk berhadapan dengan atau tanpa daun penumpu.
c. Bunga kebanyakan zigomorf dengan bidang simetri yang miring, berbilangan lima, seringkali
terdapat reduksi jumlah benang sari dan daun buahnya.
d. Putik biasanya terdiri atas 3 daun buah
e. Terdiri dari satu suku, yaitu Malpighiaceae.
 Suku malpighiaceae
 Semak, pohon atau liana,daun tunggal yang duduk berhadapan dengan atau daun penumpu.
Kelenjar terdapat pada tangkai daun atau sisi bawah helaian daun. Bunga banci ada kalanya
poligami, aktinomorf. Daun kelopak 5, tersusun seperti genting, di sebelah luar sering
mempunyai 2 kelenjar. Daun mahkota 5, berkuku, cakram kecil. Benang sari biasanya 10,
kadang-kadang beberapa diantaranya tidak mempunyai kepala sari, tangkai sari sering
berlekatan pada pangkalnya, kepala sari beruang 2, sering bersayap kadang-kadang terdapat
di atas suatu ginfor, beruang 3 atau 2-5, tiap ruang berisi 1 biji. Buahnya buah berbagi yang
bersayap, tiap bagian membuka pada sisi punggungnya, kadang-kadang berupa buah keras
atau buah batu. Biji tanpa endosperm, lembaga lurus atau bengkok. Suku ini meliputi contoh
Malpighia punicifolia (pangkal zat samak), Malpighia coccigera, Malpighia glabra, contoh
yang lain Acridocarpus natalitius, Tetrapteris longibracteata.
1. Malpighia glabra (Acerola)
 Acerola adalah sejenis tumbuhan perdu tropis berbuah yang tergabung dalam keluarga
Malpighiaceae. Meski bernama ceri, tumbuhan ini tidak berkerabat dengan tumbuhan ceri
sejati yang tergabung dalam marga Prunus dan keluarga Rosaceae. Tumbuhan ini berasal
dari kawasan Amerika Selatan, Amerika Tengah, Karibia, dan Meksiko. Saat ini acerola
sudah ditanam sampai sejauh Texas, Amerika Serikat dan wilayah subtropis Asia seperti di
India.

Klasifikasi
Kingdom: Plantae
Divisi: Magnoliophyta
Kelas: Magnoliopsida
Ordo : Malpighiales
Famili : Malpighiaceae
Genus: Malpighia
Spesies: Malpighia glabra
Penelitian Tentang Manfaat Acerola Bagi Kesehatan

Penelitian tentang manfaat Acerola bagi kesehatan pertama kali dilakukan pada tahun 1940-
an oleh peneliti Puerto Rico dan berlanjut hingga saat ini. Sudah cukup banyak penelitian yang
dipublikasikan tentang buah ini, dan kebanyakan dari penelitian tersebut menunjukkan hasil yang
mengesankan dan positif. Berikut hasil dari beberapa penelitian tersebut:

 Menurut sebuah penelitian yang dilakukan oleh Journal of Nutritional Science and


Vitaminology , ekstrak acerola dapat membantu menghentikan pertumbuhan dan penyebaran
kanker paru-paru.
 Dalam penelitian lain yang diterbitkan pada tahun 2004 dalam edisi Penelitian
Phytotherapy , ekstrak buah acerola membantu menghambat pertumbuhan sel tumor. Selain
itu, buah ini dapat meningkatkan kapasitas antioksidan dari nutrisi lain ketika dikonsumsi
pada saat yang bersamaan.
 Menurut jurnal Rural Science , yang menerbitkan hasil penelitian pada tahun 2006, acerola
memiliki kapasitas antioksidan tertinggi dari 14 buah dari hutan Amazon yang berbeda. Dan
dalam penelitian serupa yang dibuat oleh jurnal Plant Foods and Human Nutrition , acerola
mentah memiliki kemampuan yang sangat kuat untuk melindungi DNA dari stres oksidatif
dan dapat menghambat DPHH radikal bebas.
 Penelitian lain yang dilakukan pada tahun 2008 di Jepang menunjukkan bahwa acerola
cherry polyphenol memiliki aktivitas pembilasan radikal serta efek penghambatan pada
produk akhir glikasi lanjut (AGEs) dan alfa-glukosidase.
 Pada tahun 2011, Plant Foods for Human Nutrition menunjukkan bahwa buah ini
melindungi tubuh dari stres oksidatif. Ini berarti membantu tubuh menghindari penyakit dan
penuaan dini.
Manfaat Acerola Untuk Kesehatan

Acerola hadir dengan nutrisi, yang membantu menjaga tubuh tetap bugar dan bebas dari
penyakit. Berikut adalah manfaat kesehatan Acerola:

1. Membantu Melawan Kanker – Buah Acerola memiliki senyawa yang disebut anthocyanin
yang sangat membantu dalam mengobati kanker. Kanker adalah penyakit serius yang
dianggap sangat sulit diobati. Buah Acerola telah ditemukan untuk membantu dalam
memerangi kanker paru-paru khususnya. Hal ini dilakukan dengan memperlambat dan
akhirnya menghentikan pertumbuhan sel yang dianggap kanker. Buah Acerola juga
memiliki khasiat yang membantu dalam pencegahan sel terhadap kerusakan yang
disebabkan oleh radikal bebas. Fakta ini didukung oleh  Journal of Nutritional Science and
Vitaminology menerbitkan sebuah studi yang menemukan bahwa ekstrak acerola cherry
membantu menghentikan pertumbuhan dan penyebaran kanker paru-paru.
2. Meningkatkan Sistem Pencernaan – Kandungan serat yang ditemukan dalam buah acerola
membuatnya bermanfaat dalam mengobati masalah pencernaan dan menghilangkan racun
dari tubuh. Memiliki sistem pencernaan yang sehat sangat penting untuk mencegah berbagai
penyakit serius. Serat membantu menjaga sistem pencernaan yang normal dan sehat yang
membantu Anda mengeluarkan racun dari tubuh. Buah Acerola terbukti membantu dalam
mengobati masalah pencernaan seperti sembelit, diare dan kembung.
3. Menyehatkan Sistem Kardiovaskular – Kehadiran antioksidan dalam buah acerola
membuatnya bermanfaat dalam mengatur sistem kardiovaskular yang sehat. Ini karena
antioksidan membantu mengurangi kolesterol dan mencegah sistem kardiovaskular dari
stres. Selain itu, buah acerola juga memiliki kandungan potasium yang mengesankan yang
diperlukan untuk mengatur tingkat tekanan darah yang sehat. Kalium membantu sistem
kardiovaskular dengan melebarkan pembuluh dan meningkatkan aliran darah.
4. Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh – Seperti yang disebutkan sebelumnya, buah
acerola memiliki kandungan Vitamin C yang mengesankan. Vitamin C bermanfaat bagi
tubuh manusia dalam banyak cara. Dengan menambahkan buah acerola ke dalam pola
makan harian Anda, Anda meningkatkan asupan Vitamin C Anda yang menghasilkan
tingkat kekebalan tubuh yang lebih tinggi. Sistem kekebalan tubuh yang meningkat akan
membantu Anda menghindari infeksi dan penyakit lainnya. Vitamin C juga membantu
dalam produksi sel darah putih yang penting bagi tubuh untuk melawan bakteri asing. Selain
itu, kehadiran radikal bebas dalam tubuh dapat menyebabkan penyakit kronis di
tubuh. Acerola membantu mencegah kerusakan yang dilakukan oleh radikal bebas ini dan
karenanya merupakan tambahan yang kuat untuk diet Anda dalam meningkatkan
kemampuan tubuh Anda untuk melawan penyakit yang berbeda.
5. Mencegah dan Mengelolah Penyakit Diabetes – Buah Acerola juga membantu dalam
mencegah dan mengelola diabetes. Antioksidan yang ditemukan di Acerola membantu tubuh
mempertahankan kadar gula darah normal. Cara ini bermanfaat bagi individu yang
menderita diabetes dan juga bagi orang-orang yang berisiko terkena diabetes.
6. Mencegah Penuaan Dini – Kandungan antioksidan dalam buah acerola membantu tubuh
secara teratur membuang racun dari tubuh. Ekstrak buah ini juga ditemukan bermanfaat
dalam mengurangi stres oksidatif tubuh. Stres oksidatif dalam tubuh dapat menyebabkan
penyakit serius. Selain itu, karena kandungan vitamin C yang tinggi dalam buah ini,
produksi kolagen meningkat di dalam tubuh dengan menambahkan acerola ke dalam pola
makan Anda. Kolagen yang meningkat ini kemudian terbukti efektif mencegah penuaan
dini.
7. Meningkatkan Kesehatan Otak – Kandungan tinggi antioksidan yang ditemukan dalam
buah acerola membantu mencapai kesehatan neurologis yang lebih baik. Antioksidan yang
ditemukan dalam acerola akan membantu Anda menghindari masalah seperti demensia
dan Alzheimer. Selain ini bioflavonoid hadir di acerola juga meningkatkan kognisi Anda
dan dapat membantu bagi individu dalam semua kelompok umur. Acerola dapat membantu
Anda mencegah masalah memori dan dapat membantu mencapai fokus yang lebih baik.
8. Sangat baik untuk Tulang dan Gigi – Kandungan kalsium yang ditemukan di dalamnya
membantu mencegah banyak masalah yang terkait dengan gigi dan tulang. Seiring
bertambahnya usia, tulang dan gigi kita membutuhkan perawatan ekstra. Selain itu,
anthocyanin yang ditemukan dalam acerola juga membantu tubuh Anda melawan
peradangan. Peradangan adalah masalah umum ketika menderita radang sendi atau asam
urat. Dengan menambahkan acerola ke dalam pola makan Anda, Anda dapat memperbaiki
sendi, tulang, dan gigi Anda. Tidak hanya ini, kandungan kalium yang ditemukan dalam
acerola membantu otot-otot melawan masalah seperti kram dan kelelahan. Oleh karena itu,
acerola adalah pilihan yang cocok untuk orang yang berolahraga secara teratur.
9. Meningkatkan Kesehatan Mata – Seperti yang Anda ketahui, Vitamin A adalah
komponen penting dari kesehatan mata Anda. Vitamin A yang ditemukan dalam acerola
dapat membantu Anda memiliki kesehatan mata yang hebat. Selain meningkatkan
penglihatan Anda dan menjaga kesehatan mata Anda, arcelora juga membantu mata Anda
melawan masalah seperti katarak dan pendarahan.
10. Sangat Baik untuk Kesehatan Kulit – Kandungan Vitamin C yang tinggi dalam buah ini
dapat meningkatkan kolagen, membuatnya menjadi pilihan yang sangat baik ketika mencoba
untuk memperbaiki kulit Anda. Kolagen sangat penting untuk elastisitas kulit Anda dan
penggunaan buah acerola dapat membantu Anda mencapai kulit yang indah dan bercahaya
dan mencegah penuaan dini.
11. Mencegah Kelelahan – Buah ini dikemas dengan nutrisi berbeda seperti mangan, seng, dan
kalium. Dengan menambahkan acerola ke dalam pola makan Anda, Anda akan merasakan
perubahan yang nyata dalam tingkat energi Anda. Ini karena adanya nutrisi berharga yang
ditemukan di acerola. Selanjutnya, tubuh Anda membutuhkan kadar Vitamin C yang cukup
untuk melawan dan menghindari stres . Tingginya kadar Vitamin C yang ditemukan dalam
acerola membuatnya membantu mengurangi keseluruhan tekanan tubuh dan memberi tubuh
lebih banyak energi sepanjang hari.
12. Suplemen Vitamin C – Acerola dikenal luas karena kandungan vitamin C yang tinggi.
Mengkonsumsi hanya beberapa buah ini dapat memenuhi asupan vitamin C yang
direkomendasikan setiap hari. Selain itu, sekitar 180 ml jus acerola mengandung sebanyak
vitamin C yang ada dalam 14 liter jus jeruk.
13. Meningkatkakn Metabolisme – Seperti yang dikatakan sebelumnya, acerola mengandung
banyak vitamin B kompleks, yang membantu metabolisme dan membuat pencernaan
karbohidrat, protein, dan lemak jauh lebih mudah.
14. Membantu Menurunkan Berat Badan – Karena sangat rendah lemak dan kalori, acerola
membantu menurunkan berat badan berlebih. Selain itu, meningkatkan metabolisme dan
menyediakan nutrisi yang dibutuhkan untuk sel-sel kita, yang diperlukan untuk mengontrol
obesitas dan mencapai kesehatan yang optimal.
Kandungan dalam Acerola :

 Kandungan karoten yang sebanding dengan wortel,


 Banyak mengandung magnesium,

 Beberapa dari vitaminB; niasin,

 Asam pantotenat,

 Vitamin B1 (tiamin),

 Vitamin B2 (riboflavin).
Lingkungan kita penuh dengan tekanan eksternal dan polutan yang menempatkan tubuh kita
di bawah tekanan luar biasa untuk menjaga kesehatan. Kita jauh lebih rentan terhadap infeksi
dan penyakit di lingkungan metropolitan, asupan tambahan vitamin C bagi tubuh, dapat
berfungsi sebagai tambahan yang sangat baik untuk hidup sehat.

Acerola merupakan sumber vitamin C tertinggi dan untuk alasan tersebut, maka banyak
digunakan sebagai pengobatan herbal di Amerika Selatan. Ini merupakan pilihan yang tepat
untuk anak-anak yang tidak suka makan sayur, juga baik untuk anak yang sedang sakit.

2. Malpighia coccigera (Kelingkit Taiwan)


 Pertama kali ditemukan oleh Marcello Malpighi, seorang ahli ilmu pengetahuan
berkebangsaan Itali (1628--1693). Tanaman yang berasal dari Hindia Barat ini tumbuh subur
di segala jenis tanah, terutama di tanah Hat. Kelingkit Taiwan sering ditemukan sebagai
tanaman pagar atau tanaman hias sampai ketinggian 800 m dpl. Perdu dengan tinggi 0,5--2,5
m ini mempunyai ranting lurus yang menjulur, penuh dengan daun sehingga tampak
rimbun. 
 Daun tunggal, letaknya berhadapan, bentuknya oval dengan pangkal membulat, bagian tepi
terdapat bagian-bagian yang bergigi menyerupai duri, panjang 1--2 cm, tebal seperti kulit,
permukaan mengilap, warnanya hijau tua. Bunga di ketiak, warnanya putih atau ros pucat.
Buah keras (1--2 buah), besarnya sekitar 1 cm, bertangkai, warnanya merah, dan berbiji.
Perbanyakan dengan stek batang.
Nama Lokal :
Nama daerah daun selaput, daun serut. NAMA ASING Mirten. NAMA SIMPLISIA Malphigiae
coccigerae Folium (daun kelingkit taiwan).
Penyakit Yang Dapat Diobati :
Menghilangkan panas, bengkak, dan dahak.
Pemanfaatan :
Bagian tanaman yang digunakan sebagai obat adalah daun dan akarnya.
INDIKASI
Daun digunakan untuk:
- menghentikan muntah akibat lambung panas,
- janin dalam kandungan bergerak terus karena ibu terlalu panas,
- gelisah, sukar tidur (insomnia),
- lidah kaku dan sukar bicara,
- rematik, dan
- hepatitis.
CARA PEMAKAIAN
Untuk obat yang diminum, rebus 100--250 g daunnya dalam bentuk segar.
Untuk pemakaian luar, cuci bersih daun segar, lalu tumbuk sampai halus. Kompreskan pada bisul
atau abses.
CONTOH PEMAKAIAN DIMASYARAKAT
Hepatitis akut dan kronis
Cuci daun kelingkit taiwan yang masih segar (dua genggam), lalu rebus dengan tiga gelas air
bersih sampai tersisa separuhnya. Setelah dingin, saring dan minum sehari tiga kali, masing-
masing setengah gelas.
Bisul, abses
Cuci daun segar (250 g), lalu tambahkan beberapa potong tang kwe. Rebus dengan tiga gelas air
sampai tersisa satu gelas. Setelah dingin, saring dan minum airnya sehari dua kali, masing-
masing setengah gelas.
Famili Rafflesiaceae
 Rafflesiaceae adalah salah satu suku anggota tumbuhan berbunga. Menurut Sistem
klasifikasi APG II suku ini belum ditentukan ke dalam bangsa mana ia dimasukkan. Kajian
lebih lanjut menunjukkan adanya kedekatan dengan suku kastuba-kastubaan
(Euphorbiaceae) dan kemudian dimasukkan ke dalam bangsa Malpighiales, klad euRosidae
I. Suku ini memiliki tiga marga anggota: Rafflesia, Rhyzanthes, dan Sapria. Semuanya
adalah tumbuhan parasit obligat.
 Hasil penelitian Davis et al. (2007) secara mengejutkan telah menunjukkan bahwa
Rafflesiaceae merupakan percabangan dari proses evolusi pada Euphorbiaceae.[1] Tiga
marga Euphorbiaceae: Pogonophora, Pera, dan Clutia, diketahui memisah di bagian lebih
mendasar dari Euphorbiaceae. Penemuan ini akan membuat Rafflesiaceae dimasukkan ke
dalam Euphorbiaceae untuk membuat suku ini monofiletik.
 Divisi (Devisio): Spermatophyta
Kelas (Clasis): Angiospermae

Anak kelas (Sub Class): Dicotyledoneae

Bangsa (Ordo): Aristolochiales

Suku (Familia): Rafflesiaceae

Marga (Genus): Rafflesia

Spesies tumbuhan dari family Rafflesiaceae adalah tumbuhan holoparasit, yaitu tumbuhan
yangs epenuhnya bergantung pada tumbuhan lain untuk kebutuhan makanannya. Kelompok
tumbuhan ini tidak mempunyai butir-butir kolorofil, tetapi mempunyai akar hisap (Haustorium)
yang berfungsi untuk menyerap nutrisi yang dibutuhkan. Tumbuhan inang Rafflesia merupakan
liana dari genus Tetrastigma.

Keanekaragaman Spesies dan Penyebaran Rafflesia di Dunia

Spesies Rafflesia yang berhasil teridentifikasi ada 17 spesies, 12 diantaranya tersebar di


hutan Indonesia. Semua spesies Rafflesia berhabitat dalam ekosistem hutan hujan tropis di Asia
Tenggara, sebelah barat dan Garis Wallace (Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, Semenanjung
Thailand, Luzon, dan Mindanao).

Penyebaran Rafflesia di dunia

1. Rafflesia arnoldi R.Br (Kemubut): Sumetera Barat, Aceh Bengkulu, Lampung


2. Rafflesia patma Blume (Patma): Jawa Tengah, Jawa Barat
3. Rafflesia zollingeriana Kds (Patmo sari): Jawa Timur (TNMB)
4. Rafflesia rochussenii T.Binn (Perud kibarera): Jawa Barat
5. Rafflesia hasseltii Suringar. (Tindawan biring): Sumatera Barat, Jambi, Riau
6. Rafflesia bornensis Becc. (Rafflesia Kalimantan): Kalimantan Timur
7. Rafflesia witkampi Kds. (Rafflesia Witkam): Kalimantan Timur
8. Rafflesia ciliate Kds. (Rafflesia berbulu): Kalimantan Timur
9. Rafflesia tuan mudae Becc. (Rafflesia pakma): Kalimantan (Serawak)
10. Rafflesia manilana Tesch: Filipina (Luzon)
11. Rafflesia schadenbergianaGoepp: Filipina (Mindanao)
12. Rafflesia gadutensis Meijer: Sumatera Barat
13. Rafflesia keithii Meijer: Kalimantan (Sabah)
14. Rafflesia kerrii Meijer: Thailand
15. Rafflesia mycropyloraMeijer: Sumatera Utara
16. Rafflesia pricei Meijer: Kalimantan (Gunung Kinabalu dan Sabah)
17. Rafflesia tengku adlinii Adl: Kalimantan (Sabah)
18. Ascocentrum miniatum; Anggrek kebutan
19. Coelogyne pandurata; Anggrek hitam
20. Corybas fornicatus; Anggrek koribas
21. Cymbidium hartinahianum; Anggrek hartinah
22. Dendrobium catinecloesum; Anggrek karawai. Dendrobium d’albertisii; Anggrek albert.
(tidak tertera dalam literatur anggrek dunia. Kemungkinan merupakan anggrek Dendrobium
antennatum).
23. Dendrobium lasianthera; Anggrek stuberi. (Anggrek ini dan Dendrobium ostrinoglossum
merupakan satu spesies yang sama)
24. Dendrobium macrophyllum; Anggrek jamrud
25. Dendrobium ostrinoglossum; Anggrek karawai. (sinonim dari Dendrobium lasianthera. Jadi
kedua anggrek ini (D. lasianthera dan D. ostrinoglossum) sebenarnya merupakan satu
spesies yang sama)
26. Dendrobium phalaenopsis; Anggrek larat. (sinonim dari anggrek Dendrobium bigibbum).
27. Grammatophyllum papuanum; Anggrek raksasa Irian. (sinonim dari anggrek
Grammatophyllum speciosum. Jadi antara anggrek G. papuanum dan G. speciosum
sebenarnya merupakan satu spesies).
28. Grammatophyllum speciosum; Anggrek tebu. (Antara anggrek G. papuanum dan G.
speciosum sebenarnya merupakan satu spesies).
29. Macodes petola; Anggrek ki aksara
30. Paphiopedilum chamberlainianum; Anggrek kasut kumis. (sinonim dari Paphiopedilum
victoria-regina).
31. Paphiopedilum glaucophyllum; Anggrek kasut berbulu
32. Paphiopedilum praestans; Anggrek kasut pita. (sinonim dari Paphiopedilum glanduliferum).
33. Paraphalaenopsis denevei; Anggrek bulan bintang
34. Paraphalaenopsis laycockii; Anggrek bulan Kaliman Tengah
35. Paraphalaenopsis serpentilingua; Anggrek bulan Kaliman Barat
36. Phalaenopsis amboinensis; Anggrek bulan Ambon
37. Phalaenopsis gigantea; Anggrek bulan raksasa
38. Phalaenopsis sumatrana; Anggrek bulan Sumatera
39. Phalaenopsis violacose; Anggrek kelip.
40. Renanthera matutina; Anggrek jingga
41. Spathoglottis zurea; Anggrek sendok.
42. Vanda celebica; Vanda mungil Minahasa
43. Vanda hookeriana; Vanda pensil. (Merupakan sinonim dari Papilionanthe hookeriana).
44. Vanda pumila; Vanda mini
45. Vanda sumatrana; Vanda Sumatera
Habitat Rafflesia

Rafflesia dalam ekosistem sangat ditentukan oleh beberapa faktor, yaitu :

1. Tumbuhan Inang. Raflesia termasuk tumbuhan holoparasit yang hidup pada akar tumbuhan
liana dari spesies Tetrastigama tanceolarium dan Tetrastigama papilostum
2. Tipe dan Struktur Vegetasi. Tipe vegetasi tempat hidup Rafflesia terdiri dari asosiasi
vegetasi hutan hujan tropika primer dengan keanekaragaman yang tinggi dan stuktur
vegetasi horizontal dan vertikal yang khas.
3. Hewan Penyerbuk dan Penyebar biji. Rafflesia tergolong tumbuhan berumah dua atau bunga
jantan dan bunga betina terdapat pada induvidu yang berbeda, karena itu Rafflesia dalam
penyerbukannya memerlukan hewan perantara. Setelah terjadi pembuahan, biji-biji Rafflesia
hanya dapat tumbuh dan berkembang pada tumbuhan inangnya. Hewan yang berperan
dalam penyebaran biji Rafflesia diduga keras dari mamalia berkuku.
4. Iklim. Rafflesia hanya dapat terdapat di hutan hujan tropis. Karena itu parameter iklim perlu
diketahui seperti (a.) suhu, (b.) kelembapan, (c.) radiasi matahari; intensitas lama
penyinaran; penetrasi cahaya, (d.) curah hujan, (e.) angina.
5. Tanah dan Topografi. Faktor yang sangat penting dalam penyebaran tumbuhan, terutama
tumbuhan inangnya.
6. Aktivitas Manusia. Aktivitas manusia mempengaruhi kehidupan Rafflesia dalam bentuk
pembinaan atau perusakan.
Bunga Raksasa Rafflesia arnoldii dan Amorphpophallus titanium
Bunga Rafflesia arnoldii

1) Bunga Rafflesia arnoldii


a) Tempat Hidup Bunga Rafflesia arnoldii
Bunga Rafflesia arnoldii adalah genus tumbuhan bunga parasit. Ia ditemukan di hutan hujan
Indonesia oleh seorang pemandu dari Indonesia yang bekerja untuk Dr. Joseph Arnold tahun
1818, dan dinamai berdasarkan nama Thomas Stamford Raffles, pemimpin ekspedisi itu. Ia
terdiri atas kira-kira 27 spesies (termasuk empat yang belum sepenuhnya diketahui cirinya
seperti yang dikenali oleh Meijer 1997), semua spesiesnya ditemukan di Asia Tenggara, di
semenanjung Malaya, Kalimantan, Sumatra, dan Filipina. Tumbuhan ini tidak memiliki batang,
daun ataupun akar yang sesungguhnya.
b) Ciri-ciri Bunga Rafflesia arnoldii
Rafflesia merupakan endoparasit pada tumbuhan merambat dari genus Tetrastigma (famili
Vitaceae), menyebarkan haustoriumnya yang mirip akar di dalam jaringan tumbuhan merambat
itu. Satu-satunya bagian tumbuhan Rafflesia yang dapat dilihat di luar tumbuhan inangnya
adalah bunga bermahkota lima. Pada beberapa spesies, seperti Rafflesia arnoldii, diameter
bunganya mungkin lebih dari 100 cm, dan beratnya hingga 10 kg. Bahkan spesies
terkecil, Rafflesia manillana, bunganya berdiameter 20 cm. Rafflesia yang banyak dikenal
masyarakat adalah jenis rafflesia arnoldii. Jenis ini hanya tumbuh di hutan sumatera bagian
selatan, terutama Bengkulu.
Ciri utama  adalah bentuknya yang melebar (bukan tinggi) dan berwarna merah. Ketika
mekar, bunga ini bisa mencapai diameter sekitar 1 meter dan tinggi 50 cm. Bunga rafflesia tidak
memiliki akar, tangkai, maupun daun. Bunganya memiliki 5 mahkota. Di dasar bunga yang
berbentuk gentong terdapat benang sari atau putik, tergantung jenis kelamin bunga. keberadaan
putik dan benang sari yang tidak dalam satu rumah membuat presentase pembuahan yang
dibantu oleh serangga lalat sangat kecil, karena belum tentu dua bunga berbeda kelamin tumbuh
dalam waktu bersamaan di tempat yang berdekatan. Masa pertumbuhan bunga ini memakan
waktu sampai 9 bulan, tetapi masa mekarnya hanya 5-7 hari. Setelah itu rafflesia akan layu dan
mati.
Sampai saat ini Rafflesia tidak pernah berhasil dikembangbiakkan di luar habitat aslinya dan
apabila akar atau pohon inangnya mati, Raflesia akan ikut mati. Oleh karena itu Raflesia
membutuhkan habitat hutan primer untuk dapat bertahan hidup.
Sedikit informasi, selama 200-an tahun tumbuh-tumbuhan dari genus Rafflesiaceae sulit
diklasifikasikan karena karakteristik tubuh yang tidak umum. Berdasarkan penelitian DNA oleh
para ahli botani di Universitas Harvard baru-baru ini, rafflesia dimasukkan ke dalam family
Euphorbiaceae, satu keluarga dengan pohon karet dan singkong. Tapi hal ini masih belum
terpublikasi dengan baik.
Beberapa jenis Rafflesia (di Indonesia); Rafflesia arnoldii (endemik di Sumatra Barat,
Bengkulu, dan Aceh), R. borneensis (Kalimantan), R. cilliata (Kalimantan Timur), R. horsfilldii
(Jawa), R.patma (Nusa Kambangan dan Pangandaran), R. rochussenii (Jawa Barat), dan R.
contleyi (Sumatra bagian timur).
c) Klasifikasi ilmiah:
Kerajaan: Plantae
Divisi: Magnoliophyta
Kelas: Magnoliopsida
Ordo: Malpighiales
Famili: Rafflesiaceae
Genus: Rafflesia
Spesies: Rafflesia arnoldii.
Bunga bangkai Titan Arum (Amorphpophallus titanium)
2) Bunga Amorphpophallus titanium  (Bunga Bangkai)
a) Tempat Hidup Bunga Amorphpophallus titanium
Bunga bangkai/suweg raksasa Titan Arum (Amorphpophallus titanium) adalah jenis
tanaman yang hanya endemik tumbuh di kawasan hutan di Sumatera.
b) Ciri-ciri Bunga Amorphpophallus titanium
Bunga bangkai titan arum berwarna krem pada bagian luar dan pada bagian yang menjulang.
Sedangkan mahkotanya berwarna merah ke-ungu-an. Sekilas bentuknya saat mekar terlihat
seperti bunga terompet. Bunga  bangkai tumbuh menjulang tinggi, tidak melebar. Ketinggian
bunga bangkai jenis amorphophallus titanium ini bisa mencapai sekitar 4 m dengan diameter
sekitar 1,5 m.
Bunga bangkai ini termasuk tumbuhan dari suku talas-talasan (araceae). Merupakan
tumbuhan dengan bunga majemuk terbesar di dunia. bunga bangkai titan arum dapat di budi
daya. Bunga  bangkai tumbuh di atas umbi sendiri.
Bunga ini mengalami 2 fase dalam hidupnya yang muncul secara bergantian dan terus
menerus, yaitu fase vegetatif dan generatif. Pada fase vegetatif, di atas umbi akan muncul batang
tunggal dan daun yang sekilas mirip dengan pohon pepaya. Tinggi pohonnya bisa mencapai 6 m.
Setelah beberapa tahun, organ generatifnya akan layu kecuali umbinya. Apabila lingkungan
mendukung, dan umbinya memenuhi syarat pohon ini akan digantikan dengan tumbuhnya bunga
bangkai. Tumbuhnya bunga majemuk yang menggantikan pohon yang layu merupakan fase
generatif tanaman ini.
Bunga baru bisa tumbuh bila umbinya memiliki berat minimal 4 kg. Bila cadangan makanan
dalam umbi kurang atau belum mencapai berat 4 kg, maka pohon yang layu akan di gantikan
oleh pohon baru.
Selain itu, bunga bangkai merupakan tumbuhan berumah satu dan protogini, dimana bunga
betina reseptif terlebih dahulu, lalu diikuti masaknya bunga jantan, sebagai mekanisme untuk
mencegah penyerbukan sendiri. Bau busuk yang dikeluarkan oleh bunga ini, berfungsi untuk
menarik kumbang dan lalat penyerbuk bagi bunganya. Setelah masa mekarnya (sekitar 7 hari)
lewat, bunga bangkai akan layu. Dan akan kembali melewati siklusnya, kembali ke fase
vegetatif, dimana akan tumbuh pohon baru di atas umbi bekas bunga bangkai.
Apabila selama masa mekarnya terjadi pembuahan, maka akan terbentuk buah-buah
berwarna merah dengan biji pada bagian bekas pangkal bunga. Biji-biji ini bisa ditanam menjadi
pohon pada fase vegetatif. Biji-biji inilah yang sekarang dibudidayakan.
c) Klasifikasi Ilmiah
Kerajaan: Plantae
Divisi: Magnoliophyta
Kelas: Liliopsida
Ordo: Alismatales
Famili: Araceae
Genus: Amorphophallus
Spesies:  Amorphpophallus titanium
Famili passifloraceae
 Passifloraceae adalah salah satu suku anggota tumbuhan berbunga. Menurut Sistem
klasifikasi APG II suku ini dimasukkan ke dalam bangsa Malpighiales, klad euRosidae I.

 Klasifikasi
Kerajaan : Plantae
Divisi : Magnoliophyta Kelas : Magnoliopsida
Ordo : Malpighiales Famili : Passifloraceae
Genus : Passiflora
Passiflora edulis mempunyai dua jenis, yaitu yang buahnya berwarna ungu,
bentuknya bulat telur atau bulat, diameternya 4-6 cm. Jenis ini yang paling banyak
diusahakan saat ini, karena rasa nya yang paling enak, harum baunya, meskipun hanya
cocok untuk ditanam di dataran tinggi beriklim basah. Jenis yang lain ialah yang
berwarna kuning,  Passiflora edulis var. flavicarpa Degener,yang diduga merupakan
hasil mutasi jenis yang bewarna ungu. Ukuran diameter buah nya 3-6 cm,berwarna
kuning cerah bila telah matang. Jenis ini dapat dibudidayakan di dataran rendah atau
untuk daerah tropik, namun rasa buah nya lebih masam dibandingkan dengan jenis yang
ungu.
Passiflora quadranguralis disebut juga  giant granadilla. Jenis ini lebih baik di daerah tropik
beriklim lembab dan panas, buahnya berwarna kuning pucat atau hijau kekuningan. Buahnya
berongga, bentuknya bulat panjang dengan diameter antara 15-30 cm. Daging buah semua jenis
markisa berlendir dan berbiji banyak. Bijinya diselimuti oleh lapisan lendir berwarna putih cerah
yang harum dan manis. Tebal daging buah markisa  Passiflora quadranguralis 2-4 cm, rasanya
kurang manis.
Manfaat tanaman passifloraceae bagi kesehatan
Tanaman yang satu ini memiliki bentuk yang unik dan indah. Bunga Passiflora, termasuk
dalam famili Passifloraceae. Bunga yang dikenal dengan nama passion flower ini berasal dari
Meksiko, Amerika tengah dan selatan. Namun di Asia Tenggara dan kawasan Oceania
(Australia, Mikronesia dan Polinesia) kita juga bisa menemukan bunga ini.

Keindahan dan keunikannya seringkali membuatnya didatangi oleh burung penyerbuk dan
lebah. Bunga ini baik ditanam di taman-taman perkotaan, di sekitar sumber air, kolam maupun di
tempat-tempat yang lembab. Selain itu bisa juga ditanam sebagai tanaman hias di rumah.

Bukan hanya menjadi tanaman hias di rumah saja. Bunga yang indah dipandang ini juga dapat
dimanfaatkan untuk kesehatan. Seperti yang dikutip GAEKON dari IDNTimes, berikut beberapa
manfaat dari bunga Passiflora.

1. Membersihkan Tubuh Dari Radikal Bebas

Bunga passiflora ini dapat dimanfaatkan untuk membersihkan tubuh dari radikal bebas. Hal
ini dikarenakan sifat antioksidan didalamnya. Senyawa antioksidan tersebut meliputi,vitexin,
isovitexin, kaempferol, quercetin, rutin, apigenin dan luteolin glikosida.

Selain menangkal radikal bebas, bunga passiflora juga dapat menghambat enzim penyebab
peradangan, meredakan nyeri punggung dan merilekskan sistem saraf. Penelitian lain
menunjukkan bahwa bunga passiflora bisa menurunkan tekanan darah.

2. Mengobati Gejala Sakau


Bunga passiflora juga dapat dimanfaatkan untuk mengobati gejala sakau. Menurut penelitian
yang melibatkan 65 orang dengan kecanduan opiat, mereka diminta untuk menjalani pengobatan
selama 14 hari dengan ekstrak markisa plus clonidine dan passion flower plus clonidine.
Penelitian pada 2001 ini membuktikan bahwa keduanya sama-sama efektif dalam mengobati
gejala fisik saat withdrawal (putus obat atau sakau). Tetapi, pengobatan dengan passion flower
plus clonidine dinilai lebih menunjukkan hasil yang signifikan.

3. Mengobati Masalah Perut

Selain untuk mengatasi gejala sakau, bunga Passiflora dapat dimanfaatkan untuk mengobati
masalah perut. Menurut penelitian yang dipublikasikan di Indian Journal of Pharmacology,
bunga ini berpotensi untuk mengobati sakit maag.

Menurut Healtline, studi yang dipublikasikan di BioMed Research International menunjukkan


bahwa bunga passiflora bisa mengurangi borok (luka) pada tikus. Ekstrak dari daun dan
batangnya bisa mengobati bisul pada tikus serta menunjukkan efek antioksidan.

4. Memperbaiki Kualitas Tidur

Bunga passiflora dapat dimanfaatkan untuk memperbaiki kualitas tidur. Menurut penelitan pada
2017, ditemukan bahwa tikus yang diberi bunga passiflora akan membantu tidurnya lebih cepat,
mengurangi tidur di fase rapid eye movement (REM) dan meningkatkan deep sleep.

Sementara itu, penelitian yang dipublikasikan di jurnal Phytotherapy Research, peserta diminta
untuk meminum teh herbal dari bunga passion flower yang berwarna ungu. Setelah tujuh hari,
peserta melaporkan bahwa mereka mengalami peningkatan kualitas tidur.

5. Menenangkan Pikiran

Dalam laman Healthline juga menjelaskan bahwa di penelitian lainnya, bunga passiflora bisa
meringankan insomnia dan gangguan kecemasan. Zat yang ada di bunga ini akan meningkatkan
kadar asam gamma-aminobutyric (GABA) pada otak.

Senyawa tersebut berfungsi untuk menurunkan aktivitas otak, sehingga tubuh bisa lebih rileks
dan kualitas tidur membaik. Penelitian lainnya yang dipublikasikan di jurnal Anesthesia &
Analgesia mengungkapkan bahwa pasien yang dijadwalkan untuk operasi akan lebih tenang dan
mengalami sedikit kecemasan setelah mengonsumsi bunga passion flower berwarna ungu.

Famili Rhizoporaceae
Famili Rhizophoraceae atau yang sering dikenal dengan suku bakau-bakauan terdiri dari 3
genus dan 11 spesies. Sebagian besar famili Rhizophoraceae hidup di daerah pesisir pantai
ataupun tanah berlumpur. Semua anggotanya terdiri dari atas pohon meliputi, Bruguiera
cylindrica, B. Exaristata, B. gymnorrhiza, B.sexangula, Ceriops decandra, C. tagal, Kandelia
candel, R. apiculata, R. mucronata, dan R.stylosa (Kartawinata dkk., 1978).Rhizophoraceae
memiliki ciri khas yaituadanya akar tunjang. Akar tunjang terdapat pada semua
familiRhizoporaceae kecuali pada Ceriops decandra. Akar tunjang padaCeriops decandrasangat
kecil sehingga dikatakan juga tidak memiliki akar tunjang. Akar tunjang pada Rhizoporaceae
memiliki bintik-bintik hitam yang disinyalir merupakan lentisel untuk membantu penyerapan
udara oleh akar(Basahona, 2010).Ciri umum lainnya adalah merupakan pohon atau perdu,
dengan daun tunggal yang kaku, beradatersebar atau berhadapan pada buku-buku yang
membengkak, mempunyai daun penumpu yang letaknya antar tangkai daun, mudah
runtuh.Kelopak terdiri atas 4 –8 daun kelopak, kadang-kadang 3-16. Spesies yang paling banyak
tumbuh atau bertahan pada keadaan tanah berlumpur dan daerah pinggir pantai adalah R.
apiculata(Basahona, 2010).
Rhizophora apiculata Rhizophora apiculata Bl. Atau R. conjugataL. (Nama lokal : bakau
minyak, bakau tandok, bakau akik, atau bakau kacang). Memiliki tangkai daun dan sisi bawah
daun berwarna kemerahan. Bunga biasanya berkelompok dua-dua, dengan daun mahkota gundul
dan kekuningan. Buah kecil, coklat, panjangnya 2 –3,5cm. Hipokotil kemerahan atau jingga, dan
merah pada leher kotiledonbila sudah matang. Panjang hipokotil sekitar 18 –38 cm. R.apiculata
memiliki ciri khas ketinggian pohon dapat mencapai 30 m dengan diameter batang mencapai 50
cm, memiliki perakaran yang khas hingga dapat mencapai 5 m, dan kadang-kadang memiliki
akar udara yang keluar dari cabang. kulit kayu berwarna abu-abu tua dan berubah-ubah.
Menyukai tanah berlumpur halus dan dalam, yang tergenang jika pasang serta terkena pengaruh
air tawar yang tetap dan kuat.Menyebar dariSriLanka,Indonesia, Australiadan pulau-
pulaudiSamuderaPasifik(Kadarsyah, 2012).Dalam taksonomi, tumbuhan ini diklasifikasikan
sebagai berikut :Superregnum: EukaryotaRegnum: PlantaeDivisi: MagnoliophytaKelas :
MagnoliopsidaOrdo: RhizophoralesFamili: Rhizophoraceae Genus: Rhizophora Spesies:
Rhizophora apiculata
Tumbuhan Rhizophora apiculata. Tumbuhan ini sering ditemui disepanjang tepi pantai dan
merupakan tumbuhan yang paling dominan. Dengan kata lain tumbuhan ini yang memiliki
kemampuan bertahan dalam situasi lingkungan yang ekstrem.Suatu senyawa diterpen baru
15(S)-isopimar-7-en-1-oxo-15,16-diol ditemukan pada ekstrak tumbuhan R. apiculata(Gauet al.,
2011). Peneliti lain mengemukakan ekstrak kasar R.apiculatamenunjukan zona inhibisi sebesar
15-21 mm lebih besar dibandingkan ekstrak R.mucronata menunjukkan zona inhibisi 10-19 mm
pada sebuah test mikroorganisme sebesar 0,5 mg/ml dengan menggunakan mikroorganisme
S.aureus danE.coli(Pimpliskaret al., 2011).
Contoh:
Rhizophora stylosa (Bakau Kurap) a. Daun, bunga, b. Buah, c. Morfologi Rhizophora
stylosa Sumber: Panduan Pengenalan Mangrove di Indonesia (Noor, 2012)
Klasifikasi tumbuhan bakau (Rhizophora stylosa) adalah sebagai berikut: Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta Kelas : Magnoliopsida Ordo : Malpighiales Family : Rhizophoraceae
Genus : Rhizophora Species : Rhizophora stylosa (Sumber: Anonim a, 2008)
Rhizophora stylosa memiliki nama setempat : Bakau, bako-kurap, slindur, tongke besar,
wako, bangko.
Deskripsi umumnya yaitu: pohon dengan satu atau banyak batang, tinggi hingga 10m. kulit
kayu halus, bercelah, berwarna abu-abu hingga hitam. Memiliki akar tunjang dengan panjang
hingga 3m, dan akar udara yang tumbuh dari cabang bawah. Daun berkulit, berbintik teratur di
lapisanbawah. Gagang daun berwarna hijau, panjang gagang 1-3,5cm, dengan pinak daun
panjang 4-6cm (Noor, et al., 1999).
Unit dan letak: sederhana dan berlawanan. Bentuk: elips melebar. Ujung daun meruncing,
gagang kepala bunga seperti cagak, biseksual, masing-masing menempel pada gagang individu
yang panjangnya 2,5-5cm. Letak bunga di ketiak daun. Formasi bunga kelompok (8-16 bunga
per kelompok). Daun mahkota ada 4; putih, ada rambut. Kelopak bunga: 4; kuning hijau,
panjangnya 13-19mm. Benang sari ada 8; dan sebuah tangkai putik, panjang 4-6 mm. Buah:
Panjangnya 2,5-4cm, berbentuk buah pir, berwarna coklat, berisi 1 biji fertil, Hipokotil silindris,
berbintil agak halus. Leher kotilodon kuning kehijauan ketika matang. Ukuran hipokotil: panjang
20-35cm (kadang sampai 50cm) dan diameter 1,5-2,0cm (Noor, et al., 1999).

FAMILI CLUSIACEAE (Suku Manggis-Manggisan)


Ciri –Cici Umum :
Tumbuhan biji merupakan golongan tumbuhan dengan tingkat perkembangan filogenetik
tertinggi, yang sebagai ciri khasnya ialah adanya suatu organ yang berupa biji. Bersama-sama
dengan yumbuhan paku tumbuhan biji telah merupakan tumbuhan kormus sejati. Tubuh jelas
dapat dibedakan dalam tiga bagian pokoknya yaitu akar, batang dan daun. Selain itu tumbuh-
tumbuhan biji memiliki pula bagian-bagian lain yang merupakan metamorphosis bagian-bagian
pokok tadi ditambah lagi dengan berbagai macam organ tambahan. Golongan tumbuhan biji
disebut pula Anthophyta atau tumbuhan bunga.
Pada Spermatophyta tubuh jelas dapat dibedakan dalam akar, batang dan daun. Daun
dalam tipe makrofil dan susunan tulang yang beraneka ragam. Akar tubuh dari titik akar.
Sporofil terangkai sebagai strobilus atau bunga. Divisi tumbuhan biji secara klasik dibedakan
dalam dua anak divisi yaitu: tumbuhan berbiji terbuka(gymnospermae) dan tumbuhan biji
tertutup (angiospermae) .Tumbuhan yang tergolong dalam tumbuhan biji terbelah atau
dikotiledoneae dengan anak kelas dialypetalae guttiferae atau clusiaceae.
Morfologi
Bangsa Guttiferales
Sebagian besar berupa semak, perdu atau pohon dengan batang berkayu, daun tunggal
berhadapan dengan atau tanpa daun penumpu. Bunga hampir selalu banci, dengan kelopak dan
daun-daun mahkota yang bebas, kebanyakan berbilangan 5. Benang sari sama banyaknya dengan
jumlah daun mahkota, jika lebih berbekas. Putik dengan bakal buah yang menumpang, apokarp
atau sinkarp, jika sinkarp hanya beruang satu dengan tembuni pada dindingnya, biasanya
beruang lebih dari satu dengan tembuni dipusat dalam sudut-sudut ruangan.biji dengan
endosperm yang tidak mengandung zat tepung.
Suku Guttiferae (Clusiaceae)
Kebanyakan berupa pohon, jarang berupa terna, mempunyai saluran resin atau kelenjar-
kelenjar minyak, yang duduknya umumnya berhadapan dengan atau tanpa daun penumpu.
Semua spesies di daerah ini memiliki lateks atau getah berwarna; banyak lateks kuning atau
oranye. Daun tunggal, berhadapan, koriaseus, tidak ada stipula. Untuk Clusiaceae lain, ruas
daun dan struktur ranting muda adalah karakter pembeda penting. Daun biasanya agak berair,
dengan urat sekunder erat paralel. Tunas terminal setiap cabang biasanya sepenuhnya diselimuti
dasar tangkai daun terminal. Batang, daun, dan bunga, memiliki kelenjar menghasilkan minyak
esensial, lemak dan resin. Bunga banci atau berkelamin tunggal, aktinomorf. Bunga bisa tunggal
maupun majemuk. Kelopak dan mahkota mempunyai susunan dan letak yang amat berfariasi,
daun kelopak 2->6, daun mahkota sama banyaknya dengan daun kelopak, benang sari banyak,
poliadelf (berberkas-berkas) dan sebagian bersifat staminodial (mandul) bakal buah menumpang,
beruang 1->15 kebanyakan beruang 3->5, bakal biji banyak, masing-masing dengan dua
integument. Buah dengan bentuk dan struktur yang bemacam-macam. Bila masak membuka atau
tidak, biji tanpa endosperm, sering kali bersalut, lembaga besar.
Contoh jenis:
Calophyllum inophyllum (Bintangur, Nyamplung)
Calophyllum soulatri 
Garcinia mangostana (Manggis)
Garcinia dulcis (Mundu)
Garcinia celebica (Manggis hutan)
Mammea grandifolia
Clusia intermedia
Cratoxylon arborescens (Geronggang)
Manfaat
Keluarga Clusaceae mempunyai manfaat ekonomi yang tinggi. Beberapa spesies seperti
Mesua ferrea dab Garcinia paucinervis mempunyai kayu yang keras. Beberapa spesies dari
Calophylum, Clusia Linnaeus, dan Garcinia memproduksi getah resin yang bernilai ekonomis.
Gamboge adalah hasil produksi dari Garcinia morella Desrousseaux dan spesies lain. Garcinia
mangostana dan Mammea americana Linnaeus memproduksi buah-buahan yang biasa
dikonsumsi. Spesies lain seperti Calophyllum inophyllum dan Garcinia indica Choisy memiliki
biji yang dapat diambil minyaknya. Hypericum sangat penting dalam dunia pengobatan dan
horticultural. Beberapa spesies lain dapat bermanfaat sebagai obat-obatan, pewarna, damar dan
minyak esensial yang digunakan dalam kosmetik, serta buah-buahan yang dapat dimakan.
TANAMAN YANG MASUK KEDALAM FAMILY CLUSIACEAE BESERTA CIRI-
CIRINYA :
1.Garcinia mangostana (Manggis)
Manggis (Garcinia mangostana L.) adalah sejenis pohon hijau abadi dari daerah tropika
yang diyakini berasal dari Kepulauan Nusantara. Tumbuh hingga mencapai 7 sampai 25 meter.
Buahnya juga disebut manggis, berwarna merah keunguan ketika matang, meskipun ada pula
varian yang kulitnya berwarna merah. Buah manggis dalam perdagangan dikenal sebagai "ratu
buah", sebagai pasangan durian, si "raja buah".
Manggis merupakan tanaman buah berupa pohon yang berasal dari hutan tropis yang
teduh di kawasan Asia Tenggara, yaitu hutan belantara Malaysia atau Indonesia. Dari Asia
Tenggara, tanaman ini menyebar ke daerah Amerika Tengah dan daerah tropis lainnya seperti
Srilanka, Malagasi, Karibia, Hawaii dan Australia Utara. Di Indonesia manggis disebut dengan
berbagai macam nama lokal seperti manggu (Jawa Barat), Manggus (Lampung), Manggusto
(Sulawesi Utara), Manggista (Sumatera Barat). Manggis berkerabat dengan kokam, asam kandis
dan asam gelugur, rempah bumbu dapur dari tradisi boga India dan Sumatera.
Klasifikasi Manggis (Garcinia mangostana)
Regnum : Plantae
Divisio: Magnoliophyta
Anak divisiO: Angiospermae
Classis: Magnoliopsida
Ordo: Malpighiales
Familia: Clusiaceae
Genus: Garcinia
Spesies: Garcinia mangostana L.
Deskripsi  Morfologi Manggis (Garcinia mangostana)
Berupa pohon dengan tinggi 6-20 m. Daun manggis berbentuk oval memanjang, meruncing
pendek , 12-23 X 4,5-10 cm. Di sini hanya dikenal bunga betina, 1-3 pada ujung ranting, bergaris
tengah 5-6 cm. Dua daun kelopak yang terluar berwarna hijau kuning, dua yang terdalam lebih
kecil, bertepi merah, melengkung kuat dan tumpul. Daun mahkota berbentuk telur terbalik,
berdaging tebal, berwarna hijau kuning, tepi berwarna merah atau semua berwarna merah.
Staminodia seringkali dalam kelompok. Bakal buah beruang 4-8. kepala putik berjari-jari 4-8.
Buah bentuk bola tertekan garis tengah 3,5-7 cm, berwarna ungu tua, dengan kepala putik duduk,
besar dan kelopak tetap. Dinding buah tebal, berdaging, berwarna ungu dengan getah kuning.
Biji 1-3, diselimuti oleh selaput biji yang tebal berair, berwarna putih, dapat dimakan.
Manfaat:
Buah dan Kulit
Buah manggis berwarna merah keunguan ketika matang, meskipun ada pula varian yang kulitnya
berwarna merah.
Manfaat tanaman Manggis (Garcinia mangostana)
Buah manggis dapat disajikan dalam bentuk segar, sebagai buah kaleng, dibuat sirop/sari
buah. Secara tradisional buah manggis adalah obat sariawan, wasir dan luka. Kulit buah
dimanfaatkan sebagai pewarna termasuk untuk tekstil dan air rebusannya dimanfaatkan sebagai
obat tradisional. Batang ohon dipakai sebagai ahan bangunan, kayu bakar/ kerajinan.
Cara pengolahan buah manggis

Teh Kulit Manggis Rebus

 Bersihkan kulit manggis segar dari satu buah yang sudah dikupas. Cuci dengan air
mengalir.
 Potong-potong kulit manggis, kemudian rebus di dalam 250 ml air hingga mendidih.
 Sesudah mendidih, angkat dan saring air rebusan. Tunggu sampai hangat, kemudian
tambahkan madu atau gula sebagai pemanis.
Segera konsumsi teh kulit manggis dalam waktu satu jam. Jangan menunggu sampai teh berubah
warna.

Teh Seduh Kulit Manggis


 Bersihkan kulit manggis segar dari satu buah yang sudah dikupas. Cuci dengan air
mengalir.
 Potong-potong kulit manggis, kemudian masukkan ke dalam gelas atau cangkir.
 Panaskan air hingga mendidih, kemudian tuangkan ke dalam gelas berisi kulit manggis
segar. Tambahkan madu atau gula sebagai pemanis.
Jus Kulit Manggis

Cara mengolah kulit manggis agar tidak pahit yang bisa dicoba adalah dengan mengolahnya
menjadi jus segar. Pilihlah kulit yang masih segar, kemudian potong kecil-kecil agar tidak liat
ketika diblender.

Cukup dengan memotong-motong kecil kulit buah manggis, campurkan dengan sedikit air dan
madu jus yang lezat dan kaya manfaat pun tersaji.

 Bersihkan kulit manggis segar dari satu buah yang sudah dikupas. Cuci dengan air
mengalir.
 Potong-potong kulit manggis, kemudian haluskan dengan blender.
 Campurkan sedikit madu, jeruk nipis, atau gula pasir untuk menetralisir rasa.
Cara Mengolah Kulit Manggis untuk Obat

Bagaimana cara mengolah kulit manggis menjadi obat? Anda bisa menggunakan kulit manggis
segar untuk membuat tonikum. Berikut ini kami tampilkan caranya.

 Ambil kulit manggis segar dari buah yang sudah benar-benar matang, kemudian cuci
dengan air mengalir hingga bersih.
 Rebus kulit manggis di dalam air mendidih selama 10 menit, kemudian buang air
rebusannya untuk menghilangkan getah dan tannin yang bisa membuat perut mulas.
 Masukkan kulit manggis ke dalam es batu selama 10 menit, kemudian blender tanpa
campuran apapun. Saring dan peras airnya hingga Anda mendapatkan ekstrak.
 Simpan ekstrak kulit manggis di dalam wadah tertutup dan letakkan di dalam lemari es.
Minum 2 sendok makan setiap hari untuk mendapatkan khasiatnya.
Cara Mengolah Kulit Manggis Kering

Anda juga bisa menyimpan kulit manggis dalam bentuk kering, sehingga lebih awet. Kulit
manggis yang sudah kering bisa disimpan lebih lama. Anda bisa mengolahnya menjadi wedang
atau teh.

 Kupas kulit manggis matang yang masih segar.


 Bersihkan dengan mencucinya di bawah air mengalir.
 Rajang kulit manggis kecil-kecil agar lebih cepat kering saat dijemur.
 Jemur kulit manggis di bawah sinar matahari yang terik sampai benar-benar kering,
kurang lebih selama 3 hari.
 Simpan kulit manggis di wadah kedap udara agar tidak mudah berjamur.
 Anda bisa menggunakan 5 gram kulit manggis kering untuk diseduh bersama air panas.
Tambahkan madu atau gula agar rasanya lebih manis.
Demikian cara mengolah kulit manggis untuk obat tradisional yang bisa Anda coba di
rumah. Gunakan kulit manggis dari buah yang sudah siap dipetik agar kandungan gizi yang
didapatkan juga maksimal.

Selain itu konsumsi ekstrak atau teh kulit manggis secukupnya saja. Kenali risiko dan efek
sampingnya sebelum konsumsi
2. Calophyllum inophyllum (nyamplung,bintangur)
Klasifikasi:
Kingdom: Plantae
Divisi: Magnoliophyta
Kelas: Magnoliophyta
Ordo: Malpighiales
Famili: Clusiaceae
Genus: Calophyllum
Spesies: Calophyllum inophyllum
Calophyllum (dari bahasa Yunani: kalos yang artinya cantik, dan phullon yang artinya
daun) adalah genus dari sekitar 200 spesies tanaman hijau abadi dari suku Clusiaceae.
Calophyllum dapat ditemukan di Madagaskar, Afrika Timur, Asia Selatan dan Tenggara,
Kepulauan Pasifik, Hindia Barat, dan Amerika Selatan. Tumbuhan ini disebut bintangur,
bentangur[2] atau mentangur di Indonesia; bintangor, entangor atau penaga di Malaysia;
bintanghol di Filipina, dan poon di Burma[3] dan India. Menurut IUCN, ada delapan jenis
Calophyllum yang mendekati kepunahan di Indonesia; salah satunya, Calophyllum insularum
berada dalam status Terancam (Endangered).
Pohon yang tinggi dan besar, agak ramping; jarang berupa pohon kecil atau sedang, kadang-
kadang saja berupa perdu atau pohon yang amat besar. Tajuk monopodial, yang segera berubah
menjadi simpodial, padat, serupa kubah. Biasanya tanpa banir, namun sesekali ada yang
memiliki banir kecil namun kokoh; sesekali pula ada yang memiliki akar tunjang atau akar nafas.
Batang umumnya bulat torak. Pepagan biasanya dengan warna kekuningan atau oker, khususnya
jika masih muda; kulit luar memecah bentuk perahu; pepagan dalam merah jambu hingga
merah, menjadi lebih gelap atau kecokelatan jika kena udara, halus, lunak, menyerat, sering
berlapis-lapis, dan sering tebal.
Manfaat:
Bintangur menghasilkan kayu yang baik untuk memenuhi berbagai keperluan. Pepagan dari
beberapa jenisnya menghasilkan getah beracun yang dapat digunakan membius ikan atau
meracun tikus; sementara air rebusan pepagan dari beberapa jenis yang lain dapat dimanfaatkan
sebagai obat tradisional. Pepagan beberapa jenisnya juga menghasilkan bahan pewarna batik atau
tanin. Beberapa jenis buahnya dapat dimakan atau dibuat acar, meskipun rasanya masam; dan
dari beberapa jenis bijinya dihasilkan minyak untuk penerangan atau membuat sabun.
3. Garcinia atroviridis (Asam gelugur)
Klasifikasi:
Kingdom: Plantae
Divisi: Angiospermae
Kelas: Eudicots
Ordo: Malpighiales
Famili: Clusiaceae
Genus: Garcinia
Spesies: Garcinia atroviridis
Asam gelugur (Garcinia atroviridis Griff) atau asam keping merupakan sejenis pokok nadir
yang dipercayai berasal dari semenanjung Malaysia. Pokok ini telah disebarkan ke negara-negara
jiran seperti di Thailand, Indonesia, Filipina dan juga India. Maklumat berkaitan keluasan
tanaman asam gelugor tidak ada yang dicatitkan oleh Jabatan Pertanian Malaysia kerana
kebanyakannya di tanam atau tumbuh di kebun secara bercampur dengan tanaman buah-buahan
lain. Antara negeri-negeri semenanjung yang didapati mempunyai banyak jumlah pokok ini ialah
seperti di Perak, Kelantan, Terengganu, Negeri Sembilan, Pahang dan Kedah. Terdapat juga
pokok asam gelugor di kawasan hutan dan buahnya dikutip secara berkala oleh penduduk
kampung berhampiran. Rasa daun dan bunga dalah lemak-lemak, sedikit manis, sedikit
kemasaman dan kelat. Manakala buahnya pula rasa masam jika dimakan. Buah dan pucuknya
bersifat sejuk.
Khasiat

Buah asam gelugur mengadungi asid sitrik, asid tartarik, asid malik, asid askorbik, asid
hidroksisitrik, flavonoid, serat, vitamin dan mineral. Asid askorbiknya berperanan sebagai
antibakeria. Daunnya pula mengandungi serat, karbohidrat, alkoloid, vitamin dan mineral.
Dengan memakan daun, bunga atau buah asam gelugur dapat menurunkan darah tinggi, merawat
kencing manis, berat badan berlebihan, tidak selera makan dan sakit jantung. Buah, bunga dan
pucukmya boleh bertindak sebagai antioksidan dan awet muda.
Kegunaan asam gelugur

Buah asam gelugur yang telah siap diproses sering dijadikan bahan perisa dalam masakan
melayu serta dijadikan bahan untuk menghilangkan rasa atau bau hanyir yang terdapat pada ikan
atau daging. Asam gelugur ini mempunyai rasa yang sangat masam.Asam gelugor kering digelar
asam keping digunakan kebanyakannya untuk bahan masakan sebagai penambah rasa
kemasaman dalam masakan. Antara masakan popular perlukan asam keping seperti masakan
asam pedas, masak lemak cili api, masak singgang dan segala jenis masakan lain. Asam keping
ini mengandungi bahan asid hidrositrik boleh menggantikan asam jawa. Pada masa ini ada yang
menggunakan asam gelugur untuk jus minuman dan membantu mengurangkan kolesterol dalam
badan serta berfungsi sebagai antioksidan yang baik.[perlu rujukan]Pucuk muda yang mentah atau
dicelur dibuat makanan bersama dengan budu, cencaluk, sambal belacan atau lain-lain pencecah
ketika makan nasi. Buah muda asam gelugur boleh dibuat campuran dalam sambal belacan.
Pucuk mudanya boleh dijadikan ramuan dalam nasi ulam dan nasi kerabu. Daun muda dan
bunganya juga boleh dimasukkan ke dalam masakan asam pedas dan masak lemak cili api.

Anda mungkin juga menyukai