Anda di halaman 1dari 3

PEMBELAJARAN SENI LUKIS UNTUK TERAPI MENTAL BAGI ANAK

DISABILITAS

Abstrak
Melukis dan kegiatan seni lainnya dapat membawa pengaruh positif bagi kesehatan mental
seseorang. Melukis bagi orang dengan disabilitas mental atau masalah kejiwaan dapat
menjadi kesempatan untuk mengekspresikan emosi, terlebih lagi jika mereka dengan
keterbatasan mental itu tidak mau atau tidak sanggup untuk mengungkapkan emosinya secara
langsung. Walaupun hasil karya menggambar anak disabilitas belum maksimal tapi terlihat
cukup baik dan lebih percaya diri dalam menuangkan ide-ide warnanya. Karya seni lukis
orang disabilitas mental punya nilai yang tidak kalah dari karya seni lukis orang yang
memiliki kondisi normal pada umumnya.
Kata kunci : Seni lukis, Terapi mental, Disabilitas
Pendahuluan
Tidak semua manusia diciptakan dengan kondisi fisik atau mental yang sempurna. Ada
sebagian orang yang memiliki kekurangan seperti tidak dapat mendengar, tidak dapat
berbicara, keterbelakangan mental, dan lain sebagainya. Ada juga yang dilahirkan sempurna,
akan tetapi karena peristiwa tertentu seperti kecelakaan dan bencana alam menyebabkan ia
memiliki kekurangan fisik atau mental. Kekurangan tersebut menyebabkan seseorang
memiliki keterbatasan dalam menjalani kehidupan, baik secara pribadi maupun dalam
kehidupan bermasyarakat. Hal ini menyebabkan sebagian dari mereka menjadi minder atau
rendah diri dalam pergaulan. Apalagi jika mendapat sebutan orang cacat, maka sebutan ini
akan membuat mereka semakin tidak percaya diri. Untuk itu, penggunaan istilah penyandang
cacat bagi orang yang memiliki kekurangan fisik atau mental sudah mulai ditinggalkan, dan
sekarang orang lebih sering menggunakan istilah difabel atau disabilitas.
Seni lukis merupakan salah satu cabang dari seni rupa yang tercipta dari hasil imajinasi
seniman yang diekspresikan melalui media garis, warna, tekstur, gelap terang, maupun
bidang dan bentuk. Seni lukis bukan hanya bentuk kreativitas bagi mereka yang awam.
Namun bagi orang dengan disabilitas, seni lukis dapat menjadi wadah terapi yang membantu
mereka. Keterbatasan yang dimiliki orang dengan disabilitas tidak menjadi hambatan untuk
mengembangkan kreativitas seni mereka.

Pembahasan
Melukis dan kegiatan seni lainnya dapat membawa pengaruh positif bagi kesehatan mental
seseorang. Melukis bagi orang dengan disabilitas mental atau masalah kejiwaan dapat
menjadi kesempatan untuk mengekspresikan emosi, terlebih lagi jika mereka dengan
keterbatasan mental itu tidak mau atau tidak sanggup untuk mengungkapkan emosinya secara
langsung. Hal ini juga berlaku bagi penyandang disabilitas atau anak berkebutuhan khusus
terutama bagi anak-anak yang memiliki keterbatasan mendengar atau tuna rungu. Walaupun
hasil karya menggambar anak disabilitas belum maksimal tapi terlihat cukup baik dan lebih
percaya diri dalam menuangkan ide-ide warnanya. Karya seni lukis orang disabilitas mental
punya nilai yang tidak kalah dari karya seni lukis orang yang memiliki kondisi normal pada
umumnya. Seni lukis ini dapat membantu orang disabilitas lebih fokus dan melatih sistem
motoriknya.
Seorang disabilitas yang gemar menggambar akan dikatakan memiliki bakat lukis, dia benar-
benar berbakat jika kegemarannya itu membuatnya senang, dilakukannya dengan mudah,
penuh semangat dan hasilnya bagus. Jika bakat lukis itu tidak dikembangkan, maka dari hari
ke hari gambar bagusnya itu akan tetap bagus tapi tidak berkembang. Sesuatu yang tidak
berkembang tentu akan membuat bosan.

Seorang disabilitas yang berbakat sangat memerlukan perhatian dan dukungan dari orang
tuanya karena orang tua sangat berperan dalam pengembangan bakatnya. Pengembangan
bakat lukis anak disabilitas yaitu memperhatikan potensi kekuatan dan kelemaham, lalu
membantu memperkuat pada potensi kekuatan bakatnya, tahap selanjutnya dalam usaha
mengembangkan bakat lukis anak disabilitas adalah menumbuhkan kreativitas atau sifat
kreatif dalam diri anak disabilitas. Untuk itu, anak disabilitas perlu diberi kegiatan-kegiatan
yang merangsang imajinasi dan meningkatkan kecerdasan visual. Kegiatan tersebut lebih
banyak ke daya khayal di alam ambang sadar dan bahkan alam tak sadar yang menggunakan
otak kanan dari pada otak kiri yang bekerja rasional di alam sadar. Jika sudah menghasilkan
satu karya, lanjutkan dengan karya kedua lalu karya berikutnya. Lanjutkan terus proses
kreatif itu sampai dirasa karya-karya yang lahir cukup jumlah dan kualitasnya untuk
dipamerkan.

Kesimpulan
Seni lukis dapat membawa pengaruh positif bagi kesehatan mental seseorang. Seni lukis
sangat cocok untuk dijadikan salah satu pembelajaran untuk anak disabilitas, karena seni
lukis dapat menjadi wadah terapi mental untuk anak disabilitas. Walaupun hasil karya
menggambar dari anak disabilitas belum maksimal, tapi nilai yang dihasilkan dari karya
gambar nya itu tidak kalah dari nilai karya gambar orang normal pada umumnya. Anak
disabilitas yang berbakat sangat membutuhkan perhatian dan dukungan dari orang
sekelilingnya terutama orang tuanya, karena orang tuanya sangat berperan dalam
pengembangan bakatnya.
Saran
Anak disabilitas diberikan fasilitas untuk berkarya di sekolahnya, karena dengan mereka
berkarya maka akan membuat kreativitas mereka berkembang.
Daftar Pustaka
https://programpeduli.org/blog/penyandang-disabilitas-juga-manusia/

https://www.suara.com/health/2016/11/24/182619/ini-manfaatnya-melukis-bagi-anak-
berkebutuhan-khusus

https://www.cnnindonesia.com/hiburan/20170518120551-241-215686/seni-lukis-wadah-terapi-
kejiwaan-para-disabilitas-mental

https://www.suara.com/yoursay/2018/04/17/180000/pengembangan-bakat-lukis-pada-anak-
berkebutuhan-khusus

https://www.pikiran-rakyat.com/bandung-raya/pr-01293285/disabilitas-netra-mengolah-rasa-
dengan-melukis-419198