Anda di halaman 1dari 5

NAMA : ANZELA VENIE

NIM : BCA 117 099


JURUSAN : AKUNTANSI
MATA KULIAH : ANALISIS LAPORAN KEUANGAN

JAWABAN PERTAYAAN REVIEW :


1. Apa tujuan analisis ROA dan bagaimana formula ROA ?
Tujuan analisis ROA ( Return on total asset) yaitu mengukur kemampuan perusahaan dalam
memanfaatkan aktivanya untuk memperoleh laba. Rasio ini mengukur tingkat pengembalian
investasi yang telah dilakukan oleh perusahaan dengan menggunakan seluruh dana (aktiva)
yang dimilikinya. Laba yang dipakai disini adalah laba ssetelah bunga tetapi sebelum pajak.
Formula ROA yaitu :
ROA = NPM x OATO

EAT Sales
NPM= dan OATO=
Sales NOA

2. Mengapa bunga dikeluarkan dari analisis ROA ?


Biaya-biaya pendanaan yang dimaksud adalah bunga yang merupakan biaya pendanaan
dengan hutang. Dividen yang merupakan biaya pendanaan dengan saham dalam analisa ROA
bisa siinterpretasikan sebagai hasil dari serangkaian kebijakan perusahaan (strategi) dan
pengaruh dari faktor-faktor lingkugan (environmental factors). Analisa difokuskan pada
profitabilitas aset dengan demikian tidak memperhitungkan cara-ara untuk mendanai aset
Karena bunga tidak masuk dalam analisa ROA, maka bunga ditambahkan kembali ke laba
bersih. Sebenarnya ada penghematan pajak yang muncul dari penggunaan bunga, karena
bunga bisa dipakai sebagai pengurangan pajak.

3. Bagaimana perlakuan terhadap faktor-faktor nonrencurring, apakan dimasukan kedalam


analisis atau tidak ?
Non-recurring (biaya tidak langsung) adalah biaya yang hanya muncul satu kali. Artinya
tidak ada sesuatu yang ditambahkansetelah biaya ini dikeluarkan, seperti biaya yang
dikeluarkan untuk membeli tanah. Dalam analisis ROA, faktor-faktor non-recurring perlu
dipertimbangkan lebih lanjut, faktor tersebut bisa juga dikeluarkan, bisa juga dimasukan. Bisa
dimasukkan ke dalam analisis ketika faktor tersebut mempengaruhi pada laporan neraca,
contohnya aset dan biaya operasi. Dan tidak bisa dimasukkan ketika faktor tersebut tidak
mempengaruhi laporan neraca.

4. Apakah komponen-komponen ROA? Kenapa kita mesti memecah ROA ke dalam


komponen-komponen tersebut?

ROA bisa dipecahkan lagi kedalam dua komponen yaitu : profit margin dan perputaran total
aktiva. Pemecahan (disegresi) ini bisa menghasilkan analisis yang lebih tajam lagi. Profit
margin,melaporkan kemampuan perusahaan menghasilkan laba pada tingkat penjualan
tertentu. Profit margin bisa diinterpretasikan sebagai tingkat efisiensi perusahaan, yakni
sejauh mana kemampuan perusahaan menekan biaya-biaya yang ada diperusahaan.
Perputaran Total Aktiva, mencerminkan kemampuan perusahaan menghasilkan penjualan
dari total investasi tertentu.
Karena utnutk mengukur kemampuan perusahaan menghasilkan laba, perlu komponen-
komponen ROA yang dapat menggambarkan dan mencerminkan kemampuan perusahaan
tersebut mengolah assetnya.

5. Apa profit margin ?


Profit margin adalah satu rasio profitabilitas yang digunakan untuk suatu tingkat kegiatan
penjualan. Perhitungan profit margin dirumuskan sebagai: Profit Margin = Laba Bersih (atau
Penghasilan) / Penjualan Bersih (atau Pendapatan)

6. Apakan perputaran aktiva?


Perputaran Aset Tetap atau dalam bahasa Inggris disebut dengan Fixed Assets Turnover
adalah rasio aktivitas (rasio efisiensi) yang mengukur seberapa efektif dan efisien perusahaan
menggunakan aset atau aktiva tetapnya untuk menghasilkan pendapatan. Rasio ini
menunjukan produktivitas aktiva tetap dalam menghasilkan pendapatan. Perusahaan yang
memiliki Rasio Perputaran Aktiva Tetap atau Aset Tetap yang tinggi menunjukan bahwa
perusahaan tersebut mampu untuk mengelola aset tetapnya secara efisien dan efektif. Aset
tetap sangat penting untuk diperhitungkan karena aset tetap ini merupakan komponen
terbesar dari total aset perusahaan.adalah kemampuan perusahaan dalam menghasilkan
penjualan berdasarkan aktiva tetap yang dimiliki perusahaan.

7. Apa pengaruh operating leverage terhadap ROA?


Operating leverage penggunaan biaya tetap operasional akan mempengaruhi ROA dengan
jalan meningkatkan variabilitas ROA, Semakin tinggi operating leverage suatu perusahaan,
akan semakin tinggi titik impasnya (BEP), kesulitan dalam analisis biaya tetap variabel
adalah karena perusahaan tidak melaporkan laporan keuangannya berdasarkan klasifikasi
biaya variabel tetap.

8. Bagaimana hubungan antara operating leverage, margin kontribusi, dan ROA?


Laba operasional = kuantitas x (Harga/Unit-B.Variabel- Unit)- Biaya Tetap.
Magin kotribusi merupakan slope dari persamaan diatas, semakin besar margin kotribusi
semakin besar slope fungsi laba operasional. Itu berarti laba operasional semakin sensitif
terhadap perubahan penjualan (atau kuantitas) dengan semakin tingginya operating
leverage.dengan demikian operating leverage akan mempunyai pengaruh terhadap
perubahan-perubahan ROA.

9. Apa kesulitan terhadap analisis biaya tetap dan biaya variabel?


Kesulitan dalam analisis biaya tetap variabel adalah karena perusahaan tidak melaporkan
laporankeuangannya berdasarkan klasifikasi biaya variabel tetap.

10. Bagaimana pengaruh siklus kehidupan produk terhadap ROA, penjualan, investasi, dan
laba?

Siklus kehidupan produk akan mempunyai pengaruh terhadap ROA atau perbedaan-
perbedaan ROA. Produk, mulai dari muncul sampai menghilang, bergerak melalui beberapa
tahap :

 Tahap perkenalan (introduction)


 Tahap pertumbuhan (Growth)
 Tahap kedewasaan (Maturity)
 Tahap penurunan (Decline)

Pada tahap perkenalan,  pengelolaan biaya (agar diperoleh biaya yang efisien) menjadi
penting. Pada tahap ini perusahaan bisa memperoleh laba yang cukup tinggi dibandingkan
pada tahap-tahap lainnya.  Pada tahap perkenalan, perusahaan sibuk menyiapkan infrastruktur
produk baru dengan melakukan investasi pada pabrik dan peralatan.
Pada tahap pertumbuhan, penjualan mulai meningkat tajam. Pengeluaran mulai berkurang.
Pengeluaran pada saat ini ditujukan untuk mengakomodasi permintaan yang semakin
meningkat. Pada tahap dewasa, aliran kas masuk sudah mulai meningkat karena produk
sudah semakin dikenal. Sebagai hasilnya perusahaan bisa memperoleh aliran kas positif yang
cukup besar. Pada tahap penurunan, permintaan produk sudah mulai melemah, karena
kompetisi semakin tajam. Pengeluaran investasi ditujukan untuk mempertahankan posisi
produk dipasar.

11. Bagaimana cara meningkatkan ROA apabila ada pembatasan kapasitas?


cara meningkatkan ROA apabila ada pembatasan kapasitas adalah dengan menaikkan profit
margin-nya. Dengan demikian meskipun perputaran aktiva perusahaan/industry
tersebutterbatas, perusahaan bisa memperoleh ROA yang tinggi dengan menaikkan
profit margin-nya.

12. Bagaimana cara meningkatkan ROA apabila ada pembatasan oleh kompetisi ?

Cara meningkatkan ROA apabila ada pembatasan karena adanya kompetisi adalah
denganmenurunkan biaya investasinya (menurunkan biaya tetap overhead,sehingga
perusahaan bisalebih fleksibel menghadapi naik turunnya penjualan; melakukan integrasi
vertical atau horizontaluntuk memperoleh penghematan biaya) dan melakukan pengendalian
biaya. Dengan melakkukan pengendalian biaya perusahaan bisa menekan biaya produksi dan
sekaligus bisamelakukan persaingan harga.

13. Bagaimana pengaruh strategi bisnis,diferensiasi,biaya rendah,dan fokus terhadap cara-


cara meningkatkan ROA?
Strategi yang dianut oleh perusahaan juga akan berpengaruh terhadap ROA. Perusahaan
yangmenganut strategi diferensiasi bisa meningkatkan profit margin-nya.Sebaliknya
perusahaanyang menganut strategi biaya rendah bisa meningkatkan perputaran aktivanya.