Anda di halaman 1dari 4

NAMA : MARIA ULPAH

NIM : 858270721
TUTOR : OKTAVIYANI,S.Pd. M.Pd
SEMESTER : III (tiga) S1. PGSD

1. Seni rupa sebagai visual anak pada usia SD dalam kehidupannya sangat dekat dengan berkarya
seni. Jelaskan berseni merupakan kebutuhan anak !
Berseni merupakan kebutuhan anak dalam mengutarakan pendapat, berkhayal dan berimajinasi,
bermain, belajar, memahami bentuk yang ada disekitar anak, merasakan kegembiraan,
kesedihan, kesedihan, dan rasa keagamaan. Dalam proses berkarya seni, pikiran dan perasaan
anak aktif bahkan pikiran anak bercampur dengan perasaannya.
2. Jelaskan psikologi humanistik menurut pendapat Maslow, dalam Eggen dan Kauchak,1997!

Psikologi humanistik adalah cabang psikologi yang memfokuskan pandangannya tentang teori
persepsi, respons terhadap kebutuhan internal invidu dan dorongan aktualisasi diri, atau menjadi
apapun yang diinginkan.
3. Jelaskan karakteristik anak dalam seni rupa anak dengan istilah menggambar dan melukis!

Pengertian menggambar atau melukis tidaklah memiliki arti yang sama. Melukis ialah kegiatan
menggambar dengan lebih mengutamakan pengungkapan kesan batin dari pribadi seorang
pelukis atau ekspresi dengan daya kreasinya sendiri atau tidak memiliki media yang sudah ada
Anak disamping mencipta menggores dan mengecat kertas sebenarnya juga berimajinasi, ketika
proses berkarya sedang berlangsung, tangan dan pikirannya secara spontan saling mengontrol.
Dan menggambar merupakan kinerja detail utuk menciptakan gambar, baik melalui goresan,
mengecat atau lat rekam.

4. Jelaskan peranan seni dalam pendidikan!

Pendidikan seni saat ini sudah dimasukkan kedalam susunan kurikulum pendidikan umum
sekolah dasar (SD) dengan nama Kerajinan tangan dan kesenian ( Kertakes ) atau Seni Budaya
dan prakarya ( SBDP ). Siswa diajak membuat gambar, menyanyi dan menari agar anak dapat
mencipta karya seni.. Adapun tugas yang diberikan bentuk dan karakter yang berbeda-beda
namun dalam konstelasi tujuan yang sama. Seni juga dapat membantu memahami materi dari
pelajaran lain yang mengalami kesulitan misalnya dengan bantuan permaianan atau media
pembelajaran.
5. Jelaskan bahwa seni membantu belajar memahami materi-materi pelajaran lain!

Secara umum belajar pasti menemui kesulitan, dan dari belajar ini seseorang akan mencari jalan
keluar. Proses ini disebut dengan belajar. Namun adakalanya belajar untuk mencari jalan keluar
belum tentu mudah, bahkan diantara siswa akan mengalami kesulitan hingga memeras otak.
Kondisi belajar ini dapat dibantu oleh guru untuk menemukan jalan keluar dari permasalahan,
yaitu dengan cara kreatif memahami kesulitan siswa satu persatu pada umumnya. Cara guru
kreatif ini menggunakan cara yang bermacam-macam, misalnya : membuat permainan, gambar,
ataupun gerakan yang memancing ide dan akal siswa muncul. Gambar dan permainan ini
dikaitkan secara langsung dengan permasalahan maupun tidak langsung yang dapat mengunggah
ingatan atau memori siswa serta memancing siswa untuk kreatif .

6. Jelaskan manfaat yang besar dengan belajar seni!

Secara langsung kemampuan kepekaan rasa yang dilatih dalam berkeesenian dimanfaatkan untuk
kebutuhan serahan rohani, melalui resapan keindahan, seseorang akan merasakan kedamaian dan
kelegaan ketika salah satu ruangan ditata indah. . rasa ini nantinya akan membuat seseorang
tersentuh dan merasakan kedamaian pula. Hasil berkesenian untuk anak tidak bias dijual, dan
hasilnya merupakan kepandaian menari, menyanyi ataupun menggambar. Seni dapat membantu
pengembangan daya piker anak , mengembangkan kepekaan anak, kreativitas, daya piker, ide,
dan kemampuan memecahkan masalah.
Mempelajari seni dapat memberikan kepuasan tersendiri bagi penciptanya dan juga
penikmatnya.

7. Melalui pendidikan seni memberikan kesempatan kepada anak untuk berkembang. Jelaskan!
Melalui pendidikan seni memberikan kesempatan kepada anak untuk berkembang maksudnya
adalah pendidikan seni sebagai pendidikan rasa indah yang merupakan kebutuhan naluriah, anak
dapat menyeimbangkan otak kanan dan otak kiri secara simultan. Seni dapat membantu
pengembangan daya pikir anak, mengembangkan kepekaan anak, dan dapat membantu
memahami materi pelajaran lain.
8. Jelaskan tentang hakikat seni!
Hakikat seni adalah kegiatan naluratif yang menyatu dengan perilaku pencipta karya seni itu
sendiri, semua pikiran dan perasaan kadang menyatu dalam satu wawasan atau perceiving yang
akan memperkaya dan menyimpan objek ke dalam satu pengetahuan yang bersifat luas.
Pengetahuan ini bersifat tidak teratur, namun pada suatu ketika pengetahuan yang tersimpan ini
akan menjadi pengetahuan yang teratur, ketika mendapat sentuhan ransangan ( motivasi ) dan
stimulasi dari luar.
9. Jelaskan tahapan dalam berapresiasi seni!

1. Kejutan (surprise), yakni respon emosional terhadap sensasi inderawi yang menarik, aneh, unik
dan sebagainya.
2. Empati, yakni suatu proses intuitif yang diiringi rasa, indah, estetik (feeling into form) dalam
wilayah ambang sadar - tidak sadar.
3. Rasa – betul – estetik, yakni kondisi apresiator menangkap dimensi artistic aspek formal karya
seni sesuai prinsip estetika.
4. Reaksi psikologis terhadap content etis (feeling of content) karya seni, yakni etika, pesan dan
fungsi karya.
5. Rasa – benar – etis, yakni kemampuan menangkap dimensi etis karya seni sebagai akibat dari
ilmu pengetahuan apresiator.
6. Pesona dan haru, yakni efek dari penghayatan dan penerapan ciri kreasi yang sering kali
melampaui batas-batas formal karya seni serta secara integral terakumulasi dari aktivitas
inderawi dan psikologi apresiator.

10. Jelaskan dasar-dasar pembelajaran terpadu!

a. Pengertian pembelajaran terpadu


Pembelajaran terpadu adalah model pembelajaran yang dikembangkan oleh seorang guru untuk
menyampaikan pengetahuan kepada siswa dalam bentuk informasi yang utuh. Karakteristik
pembelajaran terpadu yang paling menonjol adalah memadukan materi beberapa mata pelajaran
berdasarkan sifat dan fungsinya. Pembelajaran terpadu pada prinsipnya adalah pembelajaran
lintas bidang studi dengan tema dan ikatan arah yang sama sehingga menjadi pengetahuan yang
utuh.

b. Prinsip Pembelajaran Terpadu


Belajar adalah usaha untuk mencari tau sesuatu lewat kinerja tersistem. Misalnya seperti di
sekolah, kursus, maupun penataran. Belajar adalah usaha seseorang mencari tahu, mialnya
masalah yang ada pada suatu objek. Pembelajaran terpadu merupakan usaha mengemas peristiwa
belajar yang semula terpisah dalam paket-paket kecil informasi tersebut menjadi sebuah
informasi yang utuh dan memiliki makna. Agar dapat diimplementasikan dikehidupan nyata.
Suatu pengetahuan yang diajarkan ke siswa dapat dikemas dengan dua cara, sebagai berikut.
Materi belajar dikemas dalam sebuah penampilan yang utuh yang memuat beberapa penggalan
pengetahuan (integrated subject metter).
Matri pelajaran diberikan secara terpisah dengan disiplin ilmu tersendiri seperti pelajaran
matematika, bahasa, sains, kesenian dan IPS (single subject metter).
Pengembangan materi pelajaran dalam pembelajaran terpadu dapat bersifat vertikal dan
horizontal.
1)    Pembelajaran Terpadu Vertikal
Pengembangan materi secara vertikal pada pembelajaran terpisah mempunyai arah materi yang
dikemas secara mendalam tanpa melihat keterkaitan dengan materi  pelajaran lain.
2)    Pembelajaran Terpadu Horizontal
Pengembangan materi secara horizontal dilakukan oleh furu dengan cara menggabungkan 
beberapa mata pelajaran. Contohnya, perbedaan materi dalam lintas bidang sesuai dengan
akselerasi belajar siswa.

c. Model Pembelajaran Terpadu


Robin Fogatry (1991), memberikan 10 alternatif pengembangan kurikulum maupun strategi
pembelajaran dikelas. Antara lain:
1.    Terpadu Prinsip, dilaksanakan terpisah dalam mata pelajaran. Model ini dapat dilaksanakan
secara Fragmented, Connected, dan Nested.
2.    Terpadu materi, yang disinggungkan (across several disciplines) yang termasuk didalamnya
adalah: sequanced, shared, webbed, threaded, integrated.
3.    Terpadu Pengelolaan Kelas, yang cenderung pada pengaturan kelompok belajar siswa dan
struktur kelas.

Anda mungkin juga menyukai