Anda di halaman 1dari 4

BAB PUSAT INVESTASI

1. Evaluasi kinerja ekonomi perusahaan

Ada perbedaan antara laporan ekonomi dibandingkan dengan laporan manajemen


sebutkan apa saja perbedaan tersebut :
•Laporan ekonomi dibuat setiap tahun,sedangkan laporan manajemen dibuat
bulanan/kuartal.
•Laporan ekonomi merupakan instrumen diagnostik,yang menunjukkan strategi unit
bisnis yang berjalan memuaskan atau tidak.
•Laporan ekonomi menghasilkan breakup value,yang menunjukkan taksiran jumlah yang
diterima para pemegang saham jika unit bisnis tersebut secara terpisah dijual.
•Perbedaan paling penting adalah laporan ekonomi memfokuskan pada laba di masa
datang.

2. Jelaskan Hal –Hal Apa Saja Yang Perlu Dipertimbangkan Dalam Mengukur
Aktiva Yang Digunakan

1. Kas
Pengendalian kas secara perpusat cenderung memginginkan saldo kas yang lebih kecil
dari pada yang ingin dipegang oleh manajer unit usaha. Sehingga kas yang ada diunit
usaha lebih kecil dapa sebenarnya, jika unit usaha tersebut berdiri secara independen.

2. Piutang
Manajer unit usaha dapat mempengaruhi tingkat piutang secara tidak langsung, melalui
kemapuan penjualan dan memberikan batas kredit dan penagihan yang dilakukan oleh
unit penagihan.

3. Persediaan
Perlakuannya sama dengan piutang yaitu dicatat pada akhir periode yang dipilih untuk
tujuan akuntansi keuangan. Oleh sebab itu perlu digunakan sistem biaya standar atau rata-
rata dan biaya yang sama yang juga digunakan untuk mengukur harga pokok penjualan
pada perhitungan laba rugi.
4. Modal kerja secara umum
Perlakuannya sangat bervariasi, tetapi yang diperlukan bahwa modal kerja (aktiva lancar)
adalah untuk memenuhi kewajiban lancar, sehingga manajer unit usaha bertanggung
jawab untuk mengawasi hutang tersebut.

5. Properti, pabrik dan peralatan (aktiva tetap)


Aktiva tetap dicatat dengan harga perolehan dan diapresiasi sepanjang umur
ekonomisnya. Pendekatan ini digunakan untuk mengukur profitabilitas unit usaha yang
menggunakan aktiva ini.

6. Aset yang menganggur


Jika memiliki aset yang menganggur yang dapat digunakan oleh unit lain, maka unit
usaha tersebut boleh mengeluarkan aset diamksud dari investasinya sehingga tidak
diperhitungkan sebagai penilaian kinerjanya.

7. Aktiva tidak berwujud


Biasanya perusahaan yang melakukan litbang dan pemasaran dengan biaya yang cukup
besar kemudian mengkapitalisasikan biaya litbang ini sebagai investasi jangka panjang
yang dinamakan aktiva tidak berwujud kemudian diamortisasi setiap tahunnya. Hal ini
mengubah cara pandang manajer unit usaha karena akan berpengaruh terhadap biaya
bertambah dan aktiva berkurang.

8. Kewajiban tidak lancar


Dana-dana yang diperoleh kantor pusat diperoleh dari internal dan eksternal. Hal ini perlu
dipertimbangkan untuk dihitung secara terpisah, karena kadang-kadang pinjaman lebih
besar modal. Oleh sebab itu perhitungan EVA harus dihitung berdasarkan pinjaman yang
berasal dari kantor pusat bukan dari total aktiva.

9. Beban modal
Tarif beban modal ditentukan oleh kantor pusat yang lebih besar dari tarif pendanaan
dengan hutang. Sedangkan total dana yang digunakan adalah campuran (hutang ditambah
modal berbiaya tinggi). Dengan demikian, tarif tersebut lebih kecil dari pada estimasi
biaya modal perusahaan, sehingga eva diatas rata—rata unit usaha lebih besar. Jika tarif
modal kerja lebih kecil dari pada untuk aktiva tetap, resiko modal kerja lebih kecil dari
pada aktiva tetap, karena danyanya digunakan untuk keperluan jangka pendek.

3. Sebutkan Jenis-jenis aktiva yang digunakan oleh suatu pusat investasi :

1. KAS: Hampir semua perusahaan mengendalikan kas secara terpusat karena


pengendalian pusat memungkinkan pengguna saldo kas yang lebih kecil daripada jika
setiap unit usaha memegang saldo kas yang dibutuhkannya untuk menyeimbangkan
perbedaan anatara arus kas masuk dan arus kas keluar.

2. Piutang :Manajer unit usaha dapat mempengaruhi tingkat piutang secara tidak
langsung, melalui kemapuan mereka untuk menghasilkan penjualan, dan secara langsung,
melalui penetapan persyaratan kredit dan persetujuan atas kredit individual dan batas
kredit, serta melalui wewenang mereka dalam menaggih kredit yang telah jatuh tempo.

3. Modal Kerja secara Umum : Seperti yang dapat dilihat, perlakuan atas modal kerja
sangatlah bervariasi. Pada satu sisi, perusahaan memasukan seluruh aktiva lancar ke
dalam dasar investasi dengan tidak mengeliminasi kewajiban lancar. Metode tersebut
adalah beralasan dari sudut pandang motivasional jika unit-unit usaha tidak dapat
mempengaruhi utang atau kewajiban lancar lainnya. Tetapi, metode tersebut menyatakan
terlalu tinggi (overstate) jumlah modal korporat yang diperlukan untuk mendanai unit
usaha, karena kewajiban lancar merupakan sumber modal, sering kali dengan biaya bunga
sama dengan nol.

4. Properti Pabrik dan Peralatan : Dalam akuntansi keuangan, aktiva tetap awalnya dicatat
pada biaya perolehan, dan biaya ini dihapuskan sepanjang umur ekonomis aktiva melalui
penyusutan. Hampir semua perusahaan menggunakan pendekatan yang sama dalam
mengukur profitabilitas atas dasar aktiva dari unit usaha.

5.Nilai Buku Kotor : Fluktuasi dalam EVA dan ROI dari tahun ke tahun dapat dihindari
dengan memasukan unsur aktiva yang dapat disusutkan (depreciable asset) dalam dasar
investasi pada nilai buku kotornya (groos book value), dan bukan nilai buku bersih (net
book value). kedua angka tersebut menandakan bahwa Profabilitas unit usaha tersebut
menurun, yang pada kenyatanya, tidak benar.
4. Jelaskan pengertian dari pusat investasi
Pusat investasi adalah suatu pusat pertanggungjawaban dalam suatu organisasi untuk
menilai kinerja para manajernya berdasarkan pada laba yang diperoleh dan dihubungkan
dengan dana investasi. Setiap pusat investasi mempunyai seorang manajer utama dan
bertanggungjawab atas setiap unit kegiatan atau program yang terjadi didalam semua
divisi yang dipimpinnya. Kemudian secara periodik manajer tersebut akan
mempertanggungjawabkan hasil kerjanya kepada pimpinan perusahaan.

5. Jelaskan Apa Tujuan Dari pengukuran prestasi suatu pusat investasi, adalah :
1.Menyediakan informasi yang bermanfaat dalam pengambilan keputusan mengenai
investasi yang digunakan oleh manajer divisi dan memotivasi mereka untuk melakukan
keputusan yang tepat.
2.Mengukur prestasi divisi sebagai kesatuan usaha yang berdiri sendiri.
3.Menyediakan alat perbandingan prestasi antar divisi untuk penentuan alokasi sumber
ekonomi.