Anda di halaman 1dari 3

a.

Berdasarkan Penyebabnya
Menurut penyebab terjadinya, gempa bumi dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu :

1. Gempa Vulkanik
Gempa bumi vulkanik adalah gempa bumi yang disebabkan oleh letusan gunung berapi.
Contoh : gempa G. Bromo, gempa G. Una-Una, gempa G. Krakatau.

2. Gempa Tektonik
Gempa tektonik adalah gempa bumi yang terjadi karena pergeseran lapisan kulit bumi akibat
lepasnya energi di zone penunjaman. Gempa bumi tektonik memiliki kekuatan yang cukup
dahsyat. Contoh : gempa Aceh, Bengkulu, Pangandaran.

DI DUNIA

1. Gempa Chile 1960: Magnitudo 9,5


Gempa 9,5 SR mengguncang Chile pada 22 Mei 1960. Gempa terkuat sepanjang sejarah
manusia terjadi di Chile. Hari itu, 22 Mei 1960 bumi berguncang hebat selama 11 menit.
Akibatnya sungguh luar biasa, kehancuran terjadi di mana-mana. Terutama di Valdivia, di
mana setengah bangunan yang ada di sana hancur lebur. Sehingga gempa itu disebut '1960
Valdivia Earthquake (Terremoto de Valdivia)' atau 'Great Chilean earthquake (Gran
terremoto de Chile)'.
Seperempat penduduk Chile yang selamat, atau lebih dari 2 juta orang, menjadi tunawisma
Gelombang kejut akibat gempa di Chile juga dirasakan seluruh dunia, memicu tsunami
mematikan. Lalu, 15 jam kemudian, ombak raksasa menghantam Hilo dan Big Island di
Hawaii -- yang jaraknya lebih dari 6.000 mil dari Chile. Akibatnya, 600 rumah rusak, 185
orang dinyatakan tewas atau hilang.
Gempa Chile 1960 adalah yang terbesar yang pernah tercatat sepanjang sejarah, meski bukan
yang terburuk.
2. Gempa Alaska 1964: Magnitudo 9,2
Pada 27 Maret 1964, sekitar pukul 17.36 waktu setempat, sebuah gempa besar mengguncang
area Prince William Sound, Alaska.
Akibatnya, 15 orang tewas akibat gempa, sedangkan 113 orang tewas akibat tsunami.
Peristiwa ini dinamakan Tragedi Good Friday, karena bertepatan dengan liburan umat
Kristiani di Amerika Serikat.
Gelombang tsunami tertinggi terjadi di kawasan Shoup Bay dan Valdez Inlet dengan
ketinggian sekitar 219 kaki atau 67 meter, yang menghanyutkan bangunan di kawasan
tersebut. Di Chenega, 25 orang dikabarkan terbawa gelombang tsunami.
Korban jiwa terbanyak berasal dari Kawasan Prince William Sound, setelah terjadi tanah
longsor akibat guncangan gempa dan terjangan tsunami. Air limpahan dari lokasi ini juga
menyerang daerah tetangga, Port Lades.
Seperti dikutip dari situs Badan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), gempa terjadi
sekitar 4,5 menit. Itu adalah gempa terdahsyat dalam sejarah AS.
3. Gempa Sumatera 2004: Magnitudo 9,1
Minggu pagi 26 Desember 2004, tak ada yang menyadari sebuah peristiwa kolosal sedang
terjadi di dasar Samudera Hindia, lepas pantai Sumatera. Di dasar Bumi, di kedalaman 30
kilometer, lempeng Hindia disubduksi oleh lempeng Burma. Akibatnya sungguh tak
terbayangkan.
Saat jarum jam menunjuk ke pukul 07.58 WIB, gempa dengan kekuatan 9,1 skala Richter
terjadi. Pulau Sumatera berguncang hebat, terutama di Aceh. Lindu kencang selama 10 menit
Saking kuatnya, dunia ikut berguncang, dalam arti sebenarnya. Ilmuwan Badan Antariksa
Amerika Serikat (NASA) menyebut, gempa berdampak pada rotasi Bumi, memperpendek
durasi satu hari selama 2,68 mikrodetik, sedikit mengubah bentuk planet manusia, dan
menggeser Kutub Utara beberapa sentimeter.
Dari Aceh, gelombang gergasi memantul ke 12 pantai di pesisir Samudera Hindia. Korban-
korban berjatuhan di Indonesia, Thailand, Sri Lanka, India, Maladewa, Thailand, Myanmar,
Malaysia, Somalia, Tanzania, Seychelles, Bangladesh, dan Kenya. Total 230 ribu nyawa
meninggal.

4. Gempa Jepang 2011: Magnitudo 9


Peringati Gempa dan Tsunami Jepang, Lentera Terangi Kota Natori
Seorang pria menyalakan lilin yang membentuk angka 3.11 saat upacara peringatan bencana
gempa tsunami yang terjadi pada tahun 2011 di Natori, Prefektur Miyagi, Jepang (11/3).
Dalam peristiwa tersebut sekitar 18 ribu orang tewas.
Pada Jumat 11 Maret 2011 pukul 13.46 waktu setempat, gempa 9,0 skala Richter
mengguncang Jepang. Lindu juga menyebabkan gelombang tsunami setinggi 10 meter
menghempas ke daratan.
Negeri Sakura dirundung petaka. Lebih dari 20 ribu orang tewas, belum yang dinyatakan
hilang. Tsunami juga menenggelamkan kawasan pesisir.
Desa-desa terendam, terlupakan, dan membeku. Gelombang ganas yang menerjang PLTN
Fukushima Dai-ichi membuat reaktor luruh dan memicu krisis nuklir terparah yang menimpa
Negeri Sakura pasca-Perang Dunia II -- ketika bom atom menghancurkan Hiroshima dan
Nagasaki.

Kejadian Gempa Bumi di Indonesia

1. Gempa Bumi Sumatera 2005

terjadi pada pukul 23.09 WIB pada tanggal 28 Maret 2005.

Pusat gempanya berada di kordinat 2° 04′ 35″ U 97° 00′ 58″ T, 30 km di dasar Samudra
Hindia, sejauh 200 km sebelah barat Sibolga, di lepas pantai Pulau Sumatera, atau 1.400 km
barat laut Jakarta, sekitar setengah jarak atau antara dua pulau, yaitu Pulau Nias dan Pulau
Simeulue.

Catatan seismik memberikan angka 8,7 skala Richter (BMG di Indonesia mencatat 8,2) dan
getarannya terasa hingga Bangkok, Thailand, sekitar 1.000 km jauhnya. Dengan kekuatan
sebesar 8,7 SR, gempa ini merupakan gempa Bumi terbesar kedua di dunia sejak tahun 1964.

3.Gempa Bumi Sumatera Barat (2009)

terjadi dengan kekuatan 7,6 Skala Richter di lepas pantai Sumatera Barat pada pukul
17:16:10 WIB tanggal 30 September 2009. Gempa ini terjadi di lepas pantai Sumatera,
sekitar 50 km barat laut Kota Padang.

Gempa menyebabkan kerusakan parah di beberapa wilayah di Sumatera Barat seperti


Kabupaten Padang Pariaman, Kota Padang, Kabupaten Pesisir Selatan, Kota Pariaman, Kota
Bukittinggi, Kota Padangpanjang, Kabupaten Agam, Kota Solok, dan Kabupaten Pasaman
Barat.

Menurut data Satkorlak PB, sebanyak 1.117 orang tewas akibat gempa ini yang tersebar di 3
kota & 4 kabupaten di Sumatera Barat, korban luka berat mencapai 1.214 orang, luka ringan
1.688 orang, korban hilang 1 orang. Sedangkan 135.448 rumah rusak berat, 65.380 rumah
rusak sedang, & 78.604 rumah rusak ringan.