Anda di halaman 1dari 2

Hasil Kuesioner :

Mayoritas responden mengisi dalam keadaan sehat dan berada pada rumah masing-masing.
Pandangan mahasiswa terhadap SE rektor cukup baik. Kuota yang di kaji ulang
1. Cashback UKT apakah bisa ?
 Tidak bisa karena, pembayaran wifi dan listrik tidak mungkin di tarik kembali,
belanja operasional mengikuti apa yang telah di anggarkan setiap tahun
 uang UKT kebanyakan untuk membayar gaji tendik dan karyawan yang non-
PNS yang mana untidar sendiri baru negeri jadi untuk pegawainya ada 50%
yang belum PNS.
 Subsidi pulsa rector berkaca dari kampus satker yang keadaannya seperti
untidar
 Subsidi di lihat dari income untidar per tahun yang sedikit yaitu totalnya 26
miliar, income 26 miliar sendiri di gunakan untuk belanja basic atau
kebutuhan dasar dan untuk pengembangan belum bisa maksimal, ketimbang
universitas universitas besar mereka memperkecil pengembangan dan untuk
belanja pegawai.
 Melihat keadaan juga yang semakin mengecil, tahun ini rektor mengejar
Gedung parkiran karena tidak ada lahan lagi yang akan di pakai untuk
parkiran. Padang pasir sudah di mulai pembangunan dan banthala budaya
sudah di bangun gazebo
 Keadaan untidar sendiri yang UKT tertinggi masih 4 jt yang mengakibatkan
income untidar masih belum bisa untuk memaksimalkan pembangunan
 Satker sendiri tidak ada otonomi mengatur keuangan
 Rektor kampus satker setelah ada edaran dari dikbud mengadakan pertemuan
secara online untuk membahas surat tersebut dan menanyakan ke bpk apakah
dari universitas bisa untuk memberikan dana anggaran untuk bantuan
mahasiswa, dan jawaban dari bpk adalah tidak bisa karena tidak ada surat
keputusan dari kementrian keuangan
 Uang bantuan mahasiswa di dapat dari potongan gaji pegawai
 Untuk menggunakan uang anggaran income universitas harus menggunakan
SK Menteri keuangan, karena untidar sendiri belum ada otonomi untuk
mengatur keuangannya sendiri
 Meskipun ada surat edaran kemdikbud rektor belum bisa menggunakan uang
anggaran belanja untuk membelanjakan karena belum ada SK Menteri
keuangan
 Ada beberapa dosen yang non-PNS mengajar lebih dari standar SKS (12 SKS)
di bayar menggunakan UKT mahasiswa
 UKT di bayarkan tidak masuk ke univ tapi masuk ke kas negara, dan
kementrian keuangan menghitung pendapatan untidar kemudian universitas
mengajukan rancangan rencana belanja ke kementrian keuangan, ketika
rancangan anggaran tersebut di setujui barulah boleh di pakai setelah ada SK
Menteri keuangan, apabila pendapatn income dari universitas menurun seperti
contoh halnya ada yang banding ukt dan sebagai otomatis income dari
universitas menurun dan total income menurun juga. Ketika income menurun
univ tidak boleh melakukan pembelanjaan lebih dari income yang ada
meskipun rancangan anggaran disusun lebih besar.
 Apabila ingin mengubah rancangan anggaran harus melalui kantor Pelayanan
Perbendaharaan kota kemudian apabila di setujui, naik ke provinsi dan setelah
provinsi barulah ke tingkat negara
 Universitas tiap tengah tahun ada pemeriksaan keuangan oleh perbendaharaan
negara
 Pemerintah setiap tahun memberikan aturan untuk universitas tidar apabila
ingin beroperasi, jumlah UKT golongan 1, 2, 3, dan bidikmisi hanya minimum
20% dari jumlah total UKT per angkatannya saat itu
 Untuk menutupi kekurangan income dari universitas, rektorat mematok untuk
yang masuk menggunakan ujian mandiri di setarakan golongan 4 semua
 Sedangkan keadaan universitas sekarang jumlah UKT golongan 1, 2, dan
bidikmisi sejumlah 35%
 Bidikmisi sekarang diganti dengan KIP kuliah yang mana mekanismenya di
jaring oleh kelurahan

2. SOP kuliah daring


SOP kuliah daring menggunakan elita di adopsi dari FT dan FKIP kemudian di sebarkan ke
fakultas lain, melihat keadaan dari fakultas masing masing berbeda