Anda di halaman 1dari 12

Laporan Praktikum Biologi

Mengidentifikasi Kandungan Gizi dalam Makanan

Disusun oleh :
Avisha S
Fathiya Allisa Z
Muhammad Chalim
Syifa Aulia H

XI-IPA-2

SMA NEGERI 2 CIMAHI


JL. KPAD SRIWIJAYA IX NO.45 CIMAHI
Tahun Ajaran 2017/2018
A. Judul

Praktikum Biologi : Mengidentifikasi Kandungan Gizi dalam Makanan

B. Tujuan

Mengamati apa saja kandungan dalam makanan yang sudah ditentukan

C. Landasan Teori

Kandungan gizi pada makanan

Makanan adalah bahan, biasanya berasal dari hewan atau tumbuhan, dimakan oleh makhluk
hidup untuk memberikan tenaga dana nutrisi.
Makanan bersumber dari hewan maupun tumbuhan. Beberapa orang menolak untuk
memakan makanan dari hewan seperti, daging, telur dan lain-lain. Mereka yang tidak suka
memakan daging dan sejenisnya disebut vegetarian yaitu orang yang hanya memakan
sayuran sebagai makanan pokok mereka.

Pada umumnya bahan makanan mengandung beberapa unsur atau senyawa seperti air,
karbohidrat, protein, lemak, vitamin, enzim, pigmen dan lain-lain.
Bahan makanan yang kita konsumsi sehari-hari harus mengandung nutrient yang diperlukan
tubuh. Karbohidrat, lemak dan protein merupakan nutrient yang dibutuhkan dalam jumlah
besar, sedangkan vitamin dan mineral dibutuhkan tubuh dalam jumlah kecil. Walaupun
dibutuhkan sedikit bahan tersebut harus ada dalam menu makanan kita.

Untuk mengetahui kandungan zat nutrient yang terdapat dalam bahan makanan digunakan
indicator uji makanan yang biasa dikenal dengan istilah reagen. Beberapa reagen yang
banyak digunakan untuk mendeterminasi kandungan nutrient dalam makanan adalah:

1) Lugol / kalium yodida


Digunakan untuk menunjukkan kandungan bahan makanan jenis amilum (tepung)
2) Benedict / fehling A dan Fehling B
Digunakan untuk menunjukkan kandungan bahan makanan kelompok gula (monosakarida
dan di sakarida)
3) Millon / Molisch / Biuret
Digunakan untuk menunjukkan bahan makanan kelompok protein
4) Sudan III / etanol / kertas buram
Digunakan untuk menunjukkan bahan makanan yang mengandung lemak / minyak

Karbohidrat
Karbohidrat merupakan senyawa yang tersusun atas unsur-unsur karbon (C), hidrogen (H),
dan oksigen (O). Tubuh anda memerlukan karbohidrat, antara lain sebagai sumber energi
utama ( setiap 1 gram karbohidrat mengandung 4,1 kalori), untuk menjaga keseimbangan
kondisi asam dan basa dalam tubuh, sebagai bahan pembentuk struktur sel, dan sebagai
bahan pembentuk senyawa-senyawa organik seperti lemak serta protein.

1
Karbohidrat dikelompokkan menjadi monosakarida, disakarida, dan polisakarida.
Monosakarida adalah senyawa karbohidrat sederhana yang tersusun atas satu gugus gula,
contohnya glukosa, galaktosa, dan fruktosa. Glukosa dapat ditemukan dalam buah seperti
anggur, bawang, dan madu. Galaktosa dapat dijumpai pada gula susu dan gula tebu. Adapun
fruktosa merupakan gula yang paing manis, umumnya dapat ditemukan dalam buah-buahan
dan madu. Disakarida merupakan senyawa karbohidrat dengan gugus gula dua. Maltosa,
laktosa, dan sukrosa merupakan contoh disakarida yang paling umum. Maltosa dibentuk oleh
dua molekul glukosa, laktosa dibentuk oleh molekul glukosa dan galaktosa, sedangkan
sukrosa dibentuk oleh dua molekul glukosa dan fruktosa. Sukrosa dapat didapati di tebu,
lobak merah, pisang, buah-buah yang manis, serta akar-akar penyimpanan yang tertentu.
Maltosa dapat dijumpai dijumpai dalam kecambah jawawut. Adapun laktosa didapati pada
semua susu hewan mamalia termasuk ASI. Sementara itu, polisakarida merupakan senyawa
karbohidrat yang tersusun atas banyak molekul gula sederhana, contohnya glikogen, amilum,
dan selulosa

Karbohidrat, terutama glukosa berperan aktif dalam penyediaan sumber energi bagi sel-sel
otak, lensa mata, dan jaringan saraf. Selain itu, karbohidrat juga berperan penting dalam
proses metabolisme, menjaga keseimbangan asam basa, dan pembentukan struktur sel,
jaringan, serta organ tubuh. Adapun laktosa berfungsi membantu penyerapan kalsium
Metabolisme karbohidrat dimulai dari penyerapan glukosa dari usu melalui vena portal
hepatika untuk dialirkan ke hati. Di hati, glukosa akan berubah menjadi glikogen. Dalam
aliran darah, fruktosa dan galaktosa akan diubah menjadi glukosa

Protein
Protein tersusun atas unsur-unsur C,H,O, dan N (nitrogen). Beberapa jenis protein juga
mengandung S (sulfur) dan P (fosfor). Protein memiliki beberapa fungsi penting, antara lain
sebagai sumber energi ( 1 gram protein menghasilkan 4,1 kalori); sebagai bahan pembentuk
hormon, enzim, antibodi, serta kromosom. Selain itu, protein juga berfungsi sebagai bahan
pembentuk sel-sel baru dan sebagai larutan penyangga (sistem buffer). Larutan penyangga
berfungsi untuk mempertahankan keseimbangan asam dan basa cairan tubuh

Di dalam tubuh, protein diserap dalam bentuk asam amino. Asam amino dibedakan menjadi
asam amino esensial dan asam amino nonesensial. Asam amino esensial adalah asam amino
yang sangat dibutuhkan oleh tubuh, tetapi tidak dapat disintesis oleh tubuh. Untuk itu, asam
amino ini harus didatangkan dari luar tubuh malalui makanan. Asam amino yang termasuk
esensial antara lain arginin, histidin, isoleusin, leusin, lisin, metionin, fenilalanin, treonin,
triptofan, dan valin. Sementara itu, asam amino nonesensial adalah asam amino yang dapat
disintesis oleh tubuh. Contohnya alanin, asparagin, asam aspartat, sistein, sistin, asam
glutamat, glutamin, glisin, prolin, serin, dan tirosin.

Protein dibedakan menjadi protein nabati dan protein hewani. Protein nabati diperoleh dari
tumbuhan, misalnya kacang-kacangan dan produk olahan, terutama kacang kedelai. Adapun
protein hewani diperoleh dari hewan, misalnya daging, telur, susu, dan ikan.

2
Lemak
Lemak merupakan senyawa yang tersusun atas unsur-unsur C,H, dan O. Lemak tidak larut
dalam air, tetapi larut dalam pelarut lemak, seperti alkohol, kloroform, dan eter. Seperti
halnya karbohidrat, lemak juga berguna sebagai sumber energi (1 gram lemak menghasilkan
energi 9,3 kalori). Meskipun menghasilkan energi terbesr, lemak bukanlah penghasil energi
utama karena lebih banyak disimpan sebagai energi cadangan
Fungsi lemak yang lain, yaitu sebagai pelarut vitamin A,D,E, dan K ; sebagai pelindung
organ-organ tubuh, misalnya jantung, ginjal, dan lambung. Lemak juga berfungsi sebagai
bahan pembentuk membran sel, mencegah hilangnya panas tubuh saat udara dingin sehingga
suhu tubuh tetap terjaga.

Berdasarkan sumbernya, lemak dibedakan menjadi lemak nabati (dari tumbuhan) dan lemak
hewani (dari hewan). Contoh sumber lemak nabati, antara lain santan, minyak kelapa, kacang
tanah, dan buah avokad. Adapun contoh lemak hewani adalah daging, telur, susu, mentega,
gajih, dan keju.

Di dalam tubuh, lemak diuraikan dan diserap dalam bentuk asam dan gliserol. Asam lemak
dibedakan menjadi asam lemak tak jenuh dan asam lemak jenuh. Asam lemak tak jenuh
berbentuk cair dan umumnya berasal dari tumbuhan. Asam lemak jenuh berbentuk padat dan
terdapat pada otak, hati, serta daging

D. Alat dan Bahan


Untuk melaksanakan praktikum kami membutuhkan alat dan bahan sebagai berikut :

Alat Bahan
1. Pipet tetes 8. Larutan Biuret
2. Tabung reaksi 9. Larutan Benedict
3. Plat keramik 10. Larutan Lugol
4. Gelas ukur 11. Gelas ukur
5. Pembakar spirtus 12. Pembakar spirtus
6. Kertas buram 13. Nasi
7. Penyangga 14. Roti
15. Tahu
16. Tempe
17. Putih telur
18. Pisang
19. Susu
20. Kentang

E. Cara Kerja
Uji Glukosa :
1. Isi gelas ukur kira - kira 300 mL, lalu taruh diatas penyangga dan panaskan dengan
pembakar spirtus.

3
2. Masukkan semua 8 bahan makanan yang sudah dihaluskan dan agak cair ke dalam tabung
reaksi.
3. Teteskan masing - masing tabung reaksi tadi dengan 5 tetesan larutan benedict
menggunakan pipet tetes.
4. Masukkan semua tabung reaksi setelah diteteskan dengan larutan benedict tadi ke dalam
gelas ukur yang sedang dipanaskan.
5. Amati perubahan warna yang terjadi pada makanan yang ada dalam tabung reaksi. Jika
mengandung glukosa, maka cairan makanan akan berubah menjadi merah bata
Uji Amilum :
1. Isi plat keramik dengan berbagai makanan yang sudah halus dan cair yang sudah
ditentukan pada bagian lubang plat keramik.
2. Teteskan masing masing lubang pada plat keramik yang diisi makanan yang berbeda -
beda dengan larutan lugol sebanyak 5 tetes.
3. Aduk hingga larutan penguji tadi bercampur dan larut.
4. Amati perubahan warna yang terjadi pada makanan yang ada pada lubang plat keramik.
Jika mengandung amilum, maka cairan makanan akan berubah menjadi biru kehitaman
Uji Protein :
1. Isi plat keramik dengan berbagai makanan yang sudah halus dan cair yang sudah
ditentukan pada bagian lubang plat keramik.
2. Teteskan masing masing lubang pada plat keramik yang diisi makanan yang berbeda -
beda dengan larutan biuret sebanyak 5 tetes.
3. Aduk hingga larutan penguji tadi bercampur dan larut.
4. Amati perubahan warna yang terjadi pada makanan yang ada pada lubang plat keramik.
Jika mengandung protein, maka cairan makanan akan berubah menjadi ungu.

F. Lampiran

ini adalah larutan indikator bermana biuret untuk


menguji protein

4
larutan indikator ini adalah lugol yang
terjadi untuk menguji kandungan amilum

laritan indikator benedict ini untuk menguji


kandungan glukosa

alat lab ini bernama spirtus untuk proses pemanasan

5
tabung reaksi berfungsi untuk menyimpan bahan yang
akan diuji

rak tabung reaksi untuk melakukan percobaan yang


membutuhkan jumlah yang banyak

pipet ini berfungsi untuk mengambil larutan pada jumlah yang kecil

gelas ukur untuk menyimpan dan membuat larutan\

6
kaki tiga penyangga pembakar spirtus

plat tetes ini berfumgsi untuk penguji kesamaan suatu


larutan atau mereaksikan larutan

Gambar diatas adalah hasil dari uji larutan lugol yang terjadi berubah warna biru kehitaman
menjadi kandungan zat yang mengandung amilum

gambar tersebut menunjukkan suatu proses pemanasan


pada larutan benedict untuk membuktikkan glukosa

7
beberapa gambar ini adalah hasil dari pengujian
benedict yang berubah warna menjadi merah bata untuk mengetahui kandungan yang
terdapat glukosa

gambar ini menunjukkan reaksi perubahan warna dari


larutan biuret yang merubah warna dari biru menjadi ungu untuk mengetahui kandungan
yang terkandung dalam pada protein

8
percobaan pada kertas buram ini adalah
melihat noda pada kertas untuk menguji kandungan lemak pada makanan dengan cara
melihat dibawah cahaya / tempat terang jika transparan maka makanan tersebut memiliki
kandungan lemak namun jika tidak berarti makanan tersebut tidak termasuk golongan
lemak
1. Tabel Pengamatan

LARUTAN WARNA LARUTAN WARNA PERUBAHAN WARNA


Amilum Putih Lugol Merah Biru kehitaman
Gula Putih bening Benedict Biru Merah bata
Putih telur Putih Biuret Biru Ungu

2. Pertanyaan
a. Apa fungsi larutan berikut?
1) Larutan lugol untuk menguji kandungan amilum dalam makanan.
2) Larutan benedict untuk menguji kandungan glukosa dalam makanan.
3) Larutan biuret untuk menguji kandungan protein dalam makanan.

b. Disebut apa ketiga macam larutan seperti pertanyaan nomor a?


Jawab :
Ketiga macam larutan tersebut dinamakan larutan penguji suatu kandungan dalam
makanan.

c. Apa tujuan dari kegiatan yang dilakukan?

BAHAN PERUBAHAN WARNA SETELAH NODA KANDUNGAN


NO MAKANA DIBUBUHI PADA
N BENEDICT LUGOL BIURET KERTAS GLUKOSA AMILUM PROTEIN LEMAK
Ungu Tidak
1. Nasi Coklat merah Biru hitam + + + -
muda transparan
Tidak
2. Roti Jingga Coklat pucat Coklat + - - -
transparan
3. Tahu Coklat pucat Putih pucat Jingga Transparan - - + +
Coklat Tidak
4. Tempe Coklat kuning Putih tulang - - + -
pucat transparan
Bening Tidak
5. Putih telur Coklat Ungu - - + -
keruh transparan
Coklat Tidak
6. Pisang Merah bata Coklat keruh + - - -
tua transparan
7. Susu Merah bata Putih Ungu Transparan + - + +

9
Tidak
8. Kentang Hitam Coklat tua Hitam - + - -
transparan
Jawab :
Tujuannya adalah untuk mengamati dan mengetahui kandungan karbohidrat, protein, dan
lemak dalam suatu makanan yang telah dilakukan.

1. Tabel Pengamatan

Catatan : . . . . . . = Warna tak berubah dari sebelumnya

2. Pertanyaan :

a. Makanan apa yang mengandung karbohidrat?


Jawab :
Nasi, roti, kentang.

b. Makanan apa yang mengandung protein?


Jawab:
Nasi, telur susu, kentang.

c. Makanan apa yang mengandung lemak?


Jawab :
Tahu, susu.

d. Adakah makanan yang mengandung karbohidrat, protein, dan lemak?


Jawab :
Tidak ada

e. Kandungan apa yang terkandung pada buah - buahan?


Jawab :
Pisang, yaitu glukosa dan protein.

f. Pada pekerja berat, zat makanan apa yang harus jumlahnya lebih banyak?
Jawab :
Untuk pekerja berat diutamakan makan karbohidrat lebih banyak, karena karbohidrat
merupakan sumber energi yang sangat berguna untuk beraktivitas. Protein juga harus
dilebihkan untuk pembentukan otot agar bekerja semakin kuat.

g. Bagi bayi atau balita, zat makanan apa yang sangat diperlukan?
Jawab :

10
Zat makanan yang sangat dibutuhkan bayi adalah protein, karena protein dalam tubuh
merupakan sumber asam amino esensial yang diperlukan tubuh bayi sebagai zat
pembangun. Lemak juga sangat dibutuhkan tubuh bayi sebagai pelarut vitamin A, D, E,
dan K

h. Mengapa kita sangat membutuhkan protein hewani dan nabati?


Jawab :
Asam amino (bentuk sederhana dari protein) itu terbagi jadi 2, yakni asam amino
essensial dan asam amino non essensial. essensial artinya tdk dapat disintesis oleh
tubuh melainkan harus didapatkan dari makanan dari luar. sedangkan non esensial itu
bisa disintesis oleh tubuh.. Tubuh manusia itu membutuhkan 20 macam asam amino, 10
diantaranya essesnsial, 10 diantaranya lagi non essensial. Sumber asam amino essensial
itu adalah protein hewani sedangkan asam amino nonessensial berasal dari protein
nabati. Jadi manusia membutuhkan keduanya untu memenuhi kebutuhan protein
essensial dan non-essensial.

G. Kesimpulan
Berikut hal yang dapat disimpulkan dari praktikum ini :
1. Kandungan dalam bahan makanan :
a. Glukosa : Nasi, roti, pisang, susu
b. Amilum : Nasi, kentang
c. Protein : Nasi, telur, tempe, susu, tahu
d. Lemak : Tahu, susu
2. Perubahan warna yang terjadi yaitu :
a. Glukosa : Merah bata
b. Amilum : Biru kehitaman
c. Protein : Ungu
d. Lemak : Transparan pada kertas buram

H. Daftar Pustaka
http://lpbujimakanan.blogspot.co.id/
https://ippedia.blogspot.co.id/2013/04/uji-makanan-membuktikan-bahwa-suatu.html
pujianto,sri, 2014. Menjelajah Dunia Biologi 2. Solo: platinum

11