Anda di halaman 1dari 18

Tahap Penyelesaian Audit (Tanggung Jawab Setelah Penyelesaian Audit)

Tahap ini dilaksanakan setelah pelaksanaan audit atas berbagai siklus yang telah
kita bahas dimuka. Tahap ini sangat penting. Tahap Penyelesaian audit sangat
mempengaruhi keberhasilan hasil audit. Keputusan yang diambil auditor selama
tahap penyelesaian ini sangat penting untuk mencapai hasil audit yang optimal.
Berbagai prosedur yang diterapkan dalam tahap ini dapat menghasilkan bukti
tambahan yang dapat mempengaruhi kesimpulan audit. Pengaruh tersebut
meliputi kesimpulan akhir atas saldo setiap rekening yang akan dicantumkan
dalam laporan keuangan, dan pendapat auditor atas laporan keuangan secara
keseluruhan.
Prosedur – prosedur yang diterapkan pada tahap penyelesaian audit
mempunyai beberapa karakteristik khusus, yaitu :
a. Prosedur -prosedur tersebut tidak mengacu ke siklus transaksi maupun rekening
tertentu.
b. Prosedur – prosedur tersebut dilaksanakan setelah tanggal neraca.
c. Prosedur – prosedur tersebut sangat memerlukan pertimbangan subyektif auditor.
Oleh karena itu, pelaksanaan semestinya tidak diserahkan kepada asisten auditor.
d. Prosedur – prosedur tersebut biasanya dilaksanakan oleh manajer audit atau
akuntan senior yang berpengalaman. Hal ini disebabkan karena diperlukan
pertimbangan subyektif auditor.

Pada tahap penyelesaian audit, auditor bekerja dengan keterbatasan waktu.


Hal ini diakibatkan oleh keinginan klien untuk memperoleh laporan audit secepat
mungkin. Meskipun waktu tidak mendukung auditor, auditor harus menggunakan
waktu yang tersedia untuk membuat pertimbangan professional dan menyatakan
pendapat sesuai keadaan yang sebenarnya.

PENYELESAIAN PEKERJAAN LAPANGAN


Dalam menyelesaikan atau melengkapi pekerjaan lapangan, auditor
melaksanakan beberapa prosedur audit untuk menghimpun tambahan bahan bukti
audit. Ada lima prosedur yang dapat dilakukan oleh auditor, yaitu :
a. Melakukan penelaahan peristiwa kemudian (subsequent event review).
b. Membaca notulen rapat.
c. Mengajukan pertanyaan atau melakukan konfirmasi dengan penasihat hokum
klien. Hal ini dilakukan dengan maksud untuk menghimpun bahan bukti tentang
tuntutan hukuman, klaim, dan keputusan pengadilan yang sudah dan akan
mempengaruhi perusahaan klien.
d. Menghimpun surat representasi klien.
e. Melaksanakan prosedur analistis komprehensif.

Kelima prosedur tersebut belum pernah dilaksanakan pada tahap audit per
siklus transaksi sebagaimana telah dibahas pada bab-bab sebelumnya. Prosedur
kedua dan kelima diatas memang mirip dengan prosedur yang sama yang telah

1
dibahas pada pembahasan berbagai siklus transaksi sbelumnya. Meskipun
demikian ada perbedaan yang signifikan yaitu perbedaan lingkup dan sifat
pemeriksaa.

MELAKUKAN PENELAAHAN PERISTIWA KEMUDIAN (SUBSEQUENT


EVENT REVIEW)
Laporan audit pada umumnya diterbitkan sehubung dengan laporan
keuangan hitoris yang menyajikan posisi keuangan pada tanggal tertentu, dan
hasil usaha serta arus kas untuk periode yang berakhir pada tanggal tersebut. Ada
beberapa peristiwa atau transaksi yang mungkin terjadi setelah tanggal tersebut,
tetapi sebelum dipublikasikannya laporan keuangan auditan dan laporan audit.
Peristiwa tersebut mungkin mempunyai pengaruh material terhadap laporan
keuangan sehingga memerlukan penyesuaian dan pengungkapan yang memadai
dalam berbagai laporan keuangan tersebut.
Periode tersebut kemudian adalah periode yang dihitung sejak tanggal
neraca sampai dengan tanggal berakhirnya pekerjaan lapangan (tanggal laporan
audit). Jadi, bukan sampai dengan tanggal dipublikasikannya atau diserahkannya
laporan audit. Dalam periode terssebut, auditor disyaratkan untuk menemukan
terjadinya peristiwa kemudian. Sedangkan terhadap peristiwa setelah tanggal
berakhirnya pekerjaan lapangan, auditor tidak bertanggung jawab untuk
menemukan peristiwa kemudian.

Jenis Peristiwa Kemudian


Ada dua jenis peristiwa kemudian, yaitu :
a. Tipe peristiwa kemudian I
b. Tipe peristiwa kemudian II

Tipe peristiwa kemudian I meliputi peristiwa yang memberikan


tambahan bukti yang berhubungan dengan kondisi yang ada pada tanggal neraca
dan berdampak terhadap taksiran yang melekat dalam proses penyusunan laporan
keuangan. Semua informasi yang tersedia sebelum laporan keuangan diterbitkan,
harus digunakan manajemen dalam mengevaluasi kondisi yang digunakan sebagai
dasar estimasi keuangan. Auditor harus meminta klien untuk menyesuaikan
laporan keuangan untuk setiap perubahan estimasi sebagai akibat dari penemuan
dan penggunaan suatu bukti yang relevan.

Beberapa peristiwa kemudian tipe pertama kadang hanya memerlukan


reklasifikasi rekening dan bukan penyesuaian. Sebagai contoh utang jangka
Panjang yang harus dibayar kurang dari setahun berikutnya harus dipindahkan ke
utang jangka pendek. Contoh peristiwa yang dikelompokan ke dalam tipe
pertama, yang memerlukan penyesuaian dan pengungkapan dalam laporan
keuangan adalah :

2
a. Kerugian akibat piutang tak tertagih yang disebabkan adanya pelanggan yang
mengalami kesulitan keuangan dan menuju kepailitan sesudah tanggal neraca,
merupakan indikasi keadaan yang ada pada tanggal neraca.
b. Penyelesaian tuntutan hukum baik yang dilakukan klien maupun yang ditujukan
pada klien, yang jumlahnya berbeda dengan jumlah utang atau piutang yang
dicatat, membutuhkan penyesuaian laporan keuangan jika peristiwa yang
menimbulkan tuntutan tersebut telah terjadi atau ada sebelum tanggal neraca.
c. Penghentian operasi perusahan cabang dengan rugi terestimasi yang diakibatkan
oleh kondisi yang ada sebelum tanggal neraca.

Tipe peristiwa kemudian II meliputi peristiwa – peristiwa yang


memberikan tambahan bukti yang berhubungan dengan kondisi yang tidak ada
pada tanggal neraca yang dilaporkan, tetapi kondisi tersebut ada sesudah tanggal
neraca. Peristiwa- peristiwa tersebut tidak memerlukan penyesuaian laporan
keuangan. Akan tetapi, beberapa peristwa mungkin memerlukan pengungkapan
untuk mencegah diterbitkannya laporan keuangan yang dapat menyesatkan
pemakainya. Contohnya peristiwa yang dikelompokkan ke dalam tipe kedua, yang
tidak memerlukan penyesuaian, tetapi memerlukan pengungkapan dalam laporan
keuangan, adalah:
a. Penjualan obligasi maupun penerbitan saham baru.
b. Akusisi pada perusahaan lain.
c. Kerugian aktiva tetap yang disebabkan kebakaran yang terjadi setelah tanggal
neraca.
d. Business combination misalnya perusahaan klien akan mergerdengan sebuah
perusahaanlain.
e. Perubahan struktur modal.
f. Pengumuman dividen saham ataupun dividen kas lain dari biasanya.

Prosedur audit yang dapat dilakukan auditor berkaitan dengan peristiwa


kemudian, antara lain:
a. Membaca dan menganalisis laporan keuangan interim terbaru setelah tanggal
neraca serta membandingkan dengan laporan keuangan tahunan.
b. Mengajukan pertanyaan kepada manager atau eksekutif perusahaan mengenai
apakah laporan keuangan interim telah disajikan dengan dasar yang sama dengan
penyusunan laporan keuangan tahunan.
c. Mengajukan pertanyaan kepada pejabat atau eksekutif yang bertanggung jawab
atas masalah keuangan dan akuntansi. Pertanyaan yang dapat diajukan antara lain:
- Apakah ada kewajiban bersyarat atau komitmen lain yang ada pada tanggal
neraca.
- Apakah ada perubahan signifikan dalam modal saham, utang jangka Panjang atau
modal kerja pada saat pengajuan tersebut.
- Apakah ada perubahan signifikan dalam estimasi yang telah disajikan dan
diungkapan dalam laporan keuangan.
- Apakah ada penyesuaian luar biasa yang dibuat selama periode setelah tanggal
neraca.

3
d. Membaca notulen rapat para pemegang saham, direktur, komite resmi lainnya.
e. Mengajukan pertanyaan kepada konsultan hukum klien mengenai adanya tuntutan
hukum, klaim, dan keputusan pengadilan.
f. Mendapatkan surat representasi dari manajer yang berwenang mengenai peristiwa
kemudian yang perlu penyesuaian dan pengungkapan, yang bertanggal sama
dengan tanggal laporan audit.
g. Mengajukan pertanyaan tambahan.
h. Melaksanakan beberapa prosedur yang dipertimbangkan perlu dan semestinya
dilakukan. Hal ini dimaksudkan untuk menjawab pertanyaan yang timbul
sehubungan dengan pelaksanaan prosedur, pengajuan pertanyaan, dan
pembicaraan yang telah dilaksanakan.

Pengaruh peristiwa kemudian terhadap laporan audit ialah kegagalan


mengungkapkan peristiwa kemudian dalam laporan keuangan akan menyebabkan
penyimpangan dari laporan audit bentuk standar.

Auditor dapat mengeluarkan laporan audit sebagai berikut (tergantung


materialitas peristiwa kemudian):
a. Pendapat tidak wajar apabila peristiwa kemudian sangat material.
b. Pendapat menolak memberikan pendapat.

MENELAAH NOTULEN RAPAT


Notulen rapat para pemegang saham, direktur, komite resmi lainnya
(komite keuangan dan komite audit), dapat berisi hal – hal yang secara signifikan
berkaitan erat dengan audit yang dilaksanakan, misalnya:
a. Otoritas pengeluaran obligasi
b. Otoritas pengeluarab saham baru
c. Otoritas pembelian kembali saham sendiri
d. Otoritas pembayaran dividen
e. Otoritas penghentian jenis produk tertentu.

Kelima hal tersebut diatas berpengaruh pada asersi- asersi manajemen dalam
laporan keuangan. Informasi yang diperoleh dari penelaahan tersebut dapat
menyebabkan auditor.
a. Melakukan pengujian substantive tambahan
b. Meminta klien mengungkapkan peristiwa kemudian dalam laporan keuangan

Pemahaman auditor atas notulen rapat harus didokumetasikan dalam kertas kerja.

MENGAJUKAN PERTANYAAN ATAU KONFIRMASI KEPADA


PENASIHAT HUKUM KLIEN
Pengajuan pertanyaan atau konfirmasi dilakukan untuk memperoleh bukti
mengenai keberadaan tuntutan hukum,klaim, dan keputusan pengadilan yang

4
mempengaruhi usaha dan keuangan klien di masa datang. Kadang kejadian
ekonomi lebih mempengaruhi posisi keuangan dari pada suatu transaksi kas atau
transaksi lainnya. Sebagai contoh adalah kewajiban kontijensi.
Kontijensi adalah keadaan, situasi, atau kondisi yang meliputi
ketidakpastian yang mungkin melibatkan keuntungan atau kerugian di masa
datang. Perlakuan akuntansi terhadap kontijensi kerugian dapat berupa:
a. Dicatat sebagai contingent liability (kewajiban bersyarat)
b. Diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan
c. Tidak dicatat

Kontijensi dapat timbul karena:


a. Ketidakpastian jumlah pajak terhutang.
b. Pemberi garansi produk.
c. Adanya tuntutan hukum, klaim, dan keputusan pengadilan.

Auditor dapat dan harus melaksanakan prosedur pengauditan untuk mencari


kewajiban bersyarat selama pelaksanaanaudit (pekerjaan lapangan). Pada tahap
setelah audit (post audit), auditor harus menghimpun bahan bukti tentang tuntutan
hukum, klaim, dan keputusan pengendalian. Dalam hal ini, auditor harus
menghimpun bahan bukti mengenai:
a. Keberadaan keadaan, situasi, atau kondisi yang meliputi ketidakpastian yang
mungkin mengakibtakan kerugian pada perusahaan sebagai akibat adanya
tuntutan hukum, klaim, dan keputusan pengadilan.
b. Periode atau waktu terjadinya kejadian yang menyebabkan tindakan hukum
tersebut.
c. Tingkat kemungkinan hasil yang tidak menguntungkan.
d. Jumlah kerugian potensial.

Prosedur yang dapat dilaksanakan auditor untuk itu, adalah:


a. Mengajukan pertanyaan kepada dan diskusi dengan manajemen.
b. Membaca notulen rapat dewan komisaris.
c. Menelaah perjanjian kontrak atau pinjaman.
d. Konfirmasi dengan bank mengenai adanya jaminan (agunan ) pinjaman.
e. Auditor meminta manajemen perusahaan membuat letter ofinquiry yang isinya
meminta penasihat hukum klien menerangkan secara langsung mengenai masalah
hukum klien kepada auditor.

Menghimpun Surat Presentasi Klien


Auditor disyaratkan untuk memperoleh representasi tertulis dari manajemen
sebagai bagian dari audit yang dilaksanakan sesuai dengan standar pengauditan.
Auditor mengandalkan representative klien untuk :
a. Mengkonfirmasikan pernyataan lisan yang disampaikan pada auditor.
b. Mendokumentasikan ketepatan representasi yang kontinu.
c. Menurunkan kesalahpahaman mengenai representasi manajemen.

5
Representasi klien melengkapi dan mendukung prosedur audit lainnya. Isi
representasi klien meliputi :
a. Pengakuan manajemen mengenai tanggung jawabnya untuk menyajikan laporan
keuangan secara wajar sesuai dengan prinsip akuntansi yang berterima umum.
b. Tersedianya catatan keuangan dan data yang berkaitan.
c. Kelengkapan dan tersedianya semua notulen rapat.
d. Tidak terdapat kesalahan dalam laporan keuangan dan transaksi yang tidak
tercatat.
e. Informasi mengenai transaksi antar pihak yang memiliki hubungan istimewa.
f. Ketidakpatuhan dengan berbagai isi perpanjian kontrak yang mungkin berdampak
pada laporan keuangan.
g. Informasi mengenai peristiwa kemudian.
h. Ketidakberesan yang melibatkan karyawan dan manajemen.
PT ROHMAN
i. Komunikasi dari instansi pemerintah mengenai ketidakpatuhan terhadap atau
Jl. Gagak Rimang No. 3 Telp. 50101
kelemahan dalam praktik pelaporan keuangan.
j. Rencana atau maksud yang mungkin akanBanjarmasin
mempengaruhi dan lain sebagainya.
Apabila auditor dapat memperoleh representasi klien, maka laporan audit
Kepada Yth,
bentuk standar dapat dikeluarkan. Apabila ada pembatasan lingkup, maka perlu
dipertimbangkan
Drs. Nur Royanidahulu
Syuhudmaterialitasnya. Banjarmasin 4 Januari 20X2
Jalan Kaliurang 138
Melaksanakan Prosedur Analitis Komprehensif
Yogyakarta
Prosedur55581
analitis mencakup penggunaan rasio dan teknik perbandingan
lainnya. Prosedur analitis juga digunakan dalam tahap penyelesaian audit sebagai
Dengan hormat,
alat penelaahan menyeluruh atau penelaahan akhir atas laporan keuangan.
Prosedur Pernyataan
analitis iniBerikut ini kami
bertujuan untukbuatmembantu
dalam hubungannya dengan
auditor dalam pemeriksaan yang
mengambil
saudara lakukan terhadap laporan keuangna PT ROHMAN untuk
kesimpulan mengenai audit, dan dalam mengevaluasi penyajian laporan keuangan tahun buku 20X1.
Pernyataan
secara ini kami buat dengan sesungguhnya sesuai dengan kemampuan dan keyakinan
keseluruhan.
yang kami miliki.
Dalam melakukan penelaahan menyeluruh, auditor membaca dan menganalisis
laporan keuangan
Kami percayadan catatan
bahwa atas laporan keuangan,
pemeriksaan dan mempertimbangkan
saudara dilaksanakan sesuai dengan Standar
kecukupan
Auditing danuktioleh
yangkarenanya
dihimpunmencakup
untuk mengatasi
pengujianadanya
terhadapsaldo yan jumlahnya
catatan-catatan akuntansi dan
tidak wajar pemeriksaan
prosedur atau tidak seperti yang dipandang
lain yang diharapkan.perlu.
Prosedur
Kamianalitis
juga kemudian
menyadari bahwa
diterapkan
pemeriksaanpadasaudara
laporantidak
keuangan untukpemeriksaan
mencakup menentukan mendalam
apakah adaterhadap
hubungan yang transaksi
seluruh
dan oleh karena itu tidak diharapkan mampu menyajikan semua
tidak wajar yang masih ada. Apabila ternyata masih ada, maka auditor perlu penyimpangan yang
terjadi.
melaksanakan prosedur audit tambahan.
Data perusahaan
Piutang Dagang dapat dibandingkan dengan :
a. Hasil perusahaan yang diharapkan misalnya seperti yang tercantum dalam
Piutang dagang berjumlah Rp.227.027.000,00 merupakan piutang yang valid dan tidak
anggaran
mencakup
b. Data industri jurnal penjualan yang dilakukan secara konsinyasi. Menurut pendapat kami,
saldo
c. Data noncadangan
keuangan kerugian piutang seperti
yang relevan sebesarjumlah
Rp. 20.970.000,00
produksi, ataucukup untuk
jumlah menutup rugi
tenaga
atau
kerja potongan yang mungkin terjadi pada saat dilakukan penagihan piutang.
Persediaan
Persediaan yang dimiliki perusahaan berjumlah Rp. 1.554.304.000,00 sebagaimana
tercatat dalam catatan akuntansi per 31 Desember 20X1, dilakukan berdasar LCOM-FIFO,
yang diselenggarakan oleh karyawan yang kompeten dibawah pengawasan manajemen.
Perusahaan juga telah menentukan cadangan untuk barang-barang yang memiliki sifat
khusus, seperti penyusutan tidak dapat digunakan dan lain-lain. Semua persediaan yang
dilaporkan adalah milik perusahaan. Barang-barang yang tidak termasuk dalam saldo
persediaan yang dilaporkan adalah barang-barang konsinyasi dan barang yang 6 dalam
perjalanan ke pembeli.
Aktiva Tetap
Aktiva tetap dimiliki oleh perusahaan dengan status yang jelas. Beban yang dikapitalisasi dan
penambahan yang dilakukan sepanjang tahun, ditentukan sebesar harga perolehannya. Aktiva yang
didisposisi atau dihentikan pemakaiannya dihapus dari catatan akuntansi.
Beban depresiasi tahun ini, berjumlah Rp. 128.884.000,00 dihitung dengan cara yang konsisten
dengan tahun-tahun sebelumya. Rekening penilai, akumulasi depresiasi (bersaldo Rp.
633.322.000,00) cukup memadai untuk menentukan nilai buku aktiva tetap sesuai dengan sisa
manfaat ekonomisnya.
Aktiva lain
Perusahaan telah melaporkan secara tepat seluruh aktiva perusahaan pada tanggal 31 Desember
20X1. Beberapa aktiva yang terkait dalam perjanjian utang telah dijelaskan sebelumnya.
Utang
Dengan pengecualian beberapa utang yang jumlahnya kecil, seluruh utang perusahaan berjumlah
Rp. 950.872.000,00 dan telah dicatat dalam pembukuan perusahaan tanggal 31 Desember 20X1.
Perusahaan tidak memiliki utang bersyarat sebagaimana kami jelaskan sebelumnya.
Perjanjian Pembelian dan Penjualan
Pada tanggal 31 Desember 20X1, perusahaan tidak memiliki kontrak pembelian atau penjualan
yang belum diselesaikan.
Modal Saham
Seluruh modal saham yang dikeluarkan atau dicadangkan disajikan dalam laporan keuangan.
Hasil-hasil Rapat
Hasil-hasil rapat pemegang saham dan Dewan Komisaris, sebagaimana kami uraikan sebelumnya,
merupakan catatan yang lengkap dan sah untuk seluruh rapat yang diadakan selama periode 1
januari 20X1 sampai dengan 31 Desember 20X1.
Lain-lain
Tidak ada hal-hal yang terjadi dan tidak ada bukti yang ditemukan sejak tanggal 31 Desember
20X1, yang mengakibatkan
Pengevaluasian Temuan ketidaktepatan atau kesalah pelaporan dalam neraca dan laporan laba
rugi. Juga
Auditor tidak ada penyimpangan-penyimpangan
melaksanakan yang ditemukan
pengevaluasian atas temuan dengan tujuan : yang belum disajikan dan
sepanjang pengetahuan kami, tidak ada hal-hal menyimpang yang disebabkan oleh anggota
a. Untuk menentukan jenis pendapat yang akan diberikan
organisasi kami.
b. Untuk menentukan apakah standar pengauditan telah dilaksanakan dengan baik
dalam
Tidakaudit
ada beban kepada pihak luar perusahaan yang tertunda pembayarannya, yang memiliki
pengaruh secaratujuan
Untuk mencapai material terhadap
tersebut, laporan
auditor keuangan. beberapa
melaksanakan Tidak adalangkah
karyawan perusahaan
berikut : yang
memilikipenetapan
1. Membuat utang kepada perusahaan
akhir mengenaiselama tahun 20X1.
materialitas dan risiko audit
2. Melakukan penelaahan teknis mengenai laporan keuangan Hormat Kami,
3. Merumuskan pendapat dan membuat draft laporan audit
4. Melakukan penelaahan akhir atas kertas kerja

Membuat Penetapan Akhir

TTD
7
Ir. Drs.Rodiman A.
Direktur Utama
Tahap ini perlu dilakukan sebelum memutuskan pendapat yang akan diberikan
atas laporan keuangan klien. Titik awal proses ini adalah menjumlahkan seluruh
salah saji yang ditemukan dalam pemeriksaan atas seluruh akun yang tidak
dikoreksi oleh klien. Berkaitan dengan hal ini, ada dua kasus yang mungkin
ditemui auditor, yaitu :
a. Salah saji yang tidak atau belum dikoreksi mungkin secara individual tidak
material sehingga auditor tidak meminta pembetulan atau koreksi.
b. Klien tidak mau melakukan koreksi sesuai dengan yang diminta oleh auditor
Langkah selanjutnya dalam proses ini adalah menentukan pengaruh jumlah
seluruh salah saji pada laba bersih dan elemen laporan keuangan lain yang terkait
dengan salah saji, seperti aktiva lanar dan hutang lancer. Penentuan salah saji oleh
auditor dalam suatu akun meliputi beberapa komponen berikut :
A. Salah saji tidak dikoreksi yang terdeteksi melalui pengujian substantive (known
misstatement)
B. Proyeksi salah saji yang tidak dikoreksi, yang diperkirakan melalui teknik
sampling audit
C. Estimasi salah saji yang dideteksi melalui prosedur analitis, dan yang
dikuantifikasikan dengan prosedur audit lainnya
Jumlah ketiga komponen tersebut untuk suatu akun sering disebut dengan
likely misstatement. Jumlah seluruh likely misstatement dalam suatu akun sering
disebut dengan agrgate likely misstatement. Penetapan aggregate likely
misstatement dapat meliputi pengaruh setiap likely misstatement yang belum
dikoreksi pada periode sebelumnya terhadap laporan keuangan periode berjalan.

Melakukan Penelaahan Teknis Mengenai Laporan Keuangan


Banyak Kantor Akuntan Publik (KAP) yang mempunyai checklist (daftar
pengecek) rincian laporan keuangan. Daftar ini diisi oleh auditor yang melakukan
penelaahan. Daftar yang sudah lengkap, ditelaah lagi oleh manajer atau partner.
Checklist meliputi hal –hal yang berhubungan dengan bentuk da nisi setiap
laporan keuangan, dan hal-hal lain yang harus diungkapkan. Checklist yang telah
lengkap, dan temuan yang diperoleh melalui penelaahan, harus dimasukkan dalam
kertas kerja.

Merumuskan Pendapat dan Membuat Draft


Selama pelaksanaan audit, berbagai pengujian audit telah dilaksanakan
auditor. Pelaksanaan pengujian audit dapat dilaksanakan oleh beberapa auditor
yang menangani beberapa area yang berbeda. Pada setiap selesai dilaksanakannya
prosedur pengujian audit, staf yang melaksanakan prosedur tersebut diharapkan
meringkas temuannya.
Berbagai ringkasan temuan tersebut, kemudian digabungkan, dan dievaluasi untuk
menentukan pendapat yang diberikan atas laporan keuangan secara keseluruhan.
Proses ini biasanya dilaksanakan oleh partner. Aktivitas ini bias juga dilakukan
oleh manajer (manajer KAP) dan ditelaah kembali oleh partner.
Sebelum mencapai keputusan pendapat yang final, auditor perlu berdiskusi
dengan klien. Auditor dapat meminta klien (manajer perusahaan) untuk

8
melakukan penyesuaian atau pengungkapan tambahan. Manajer perusahaan dapat
menyanggahnya dan mempertahankan posisinya. Apabila diskusi tersebut
menghasilkan kesepakatan bersama, auditor dapat memberikan pendapat wajar
tanpa pengecualian. Tetapi apabila diskusi tersebut tidak dapat menghasilkan
keputusan bersama, auditor dapat memberikan pendapat selain pendapat wajar
tanpa pengecualian.

Melakukan Penelaahan Akhir Atas Kertas Kerja


Setiap kertas kerja telah ditelaah oleh supervisor. Hal ini dimaksdukan
untuk menilai kualitas pekerjaan yang dilakukan, bukti yang dihimpun, dan
kesimpulan yang ditarik oleh pembuat kertas kerja. Meskipun demikian,
penelaahan tambahan terhadap kertas kerja perlu dilakukan pada tahap akhir
pekerjaan lapangan oleh anggota tim audit. Hal ini dapat dilaksanakan oleh
partner maupun manajer.
Manajer dapat melakukan penelaahan atas kertas kerja yang dibuat oleh seorang
auditor maupun yang dibuat oleh asisten atau junior auditor yang telah ditelaah
oleh seorang auditor. Partner dapat melakukan penelaahan atas kertas kerja yang
dibuat oleh manajer, penelaahan atas kertas kerja lain yang dipiih.

Berkomunikasi Dengan Klien


Komunikasi oleh auditor dapat dilaksanakan dengan :
A. Komite audit
B. Manajemen
Komunikasi yang dapat dilakukan auditor dengan komite audit adalah
komunikasi mengenai hal-hal yang berkaitan dengan Struktur pengendalian intern
klien, atau mengena pelaksanaan audit. Komunikasi manajemen dapat
dilaksanakan melalui management letter (surat pernyataan manajemen)

Komunikasi Hal-hal Yang Berkaitan Dengan Struktur Pengendalian Intern


Selama melaksanakan audit, auditor mungkin mengetahui persoalan yang
menyangkut Struktur pengendalian klien (SPI) yang mungkin perlu diketahui oleh
komite audit. Persoalan yang diharuskan untuk dilaporkan kepada komite audit
disebut dengan reportable condition (kondisi yang dilaporkan). Suatu persoalan
SPI perlu dilaporkan apabila menunjukkan kekurangan yang material dalam
rancangan atau pelaksanaan SPI, yang berakibat buruk pada efektivitas proses dan
sistem akuntansi.
Auditor tidak berkewajiban untuk mencari kondisi yang dapa dilaporkan. Tetapi
auditor mungkin menemukan kondisi yang dapat dilaporkan melalui:
a. Pertimbangannya atau pemahamannya atas unsur-unsur SPI
b. Penerapan prosedur audit terhadap saldo maupun transaksi
Dalam menentukan permasalahan apa saja yang merupakan kondisi yang dapat
dilaporkan, auditor harus mempertimbangkan berbagai factor yang berhubungan
dengan satuan usaha tersebut, seperti ukuran, kerumitan dan keanekaragaman
aktivitas Struktur organisasi, dan karkteristik pemilikan.

9
Komunikasi sebaiknya dilaksanakan dalam bentuk suatu laporan tertulis.
Distribusi tersebut harus dibatasi pada komite audit, manajemen, dam anggota
organisasi klien lain yang berwenang.

MELAKUKAN PENELAAHAN TEKNIS MENGENAI LAPORAN


KEUANGAN
Banyak kantor akuntan public (KAP) YANG mempunyai checklist(daftra
pengecek)rincian laporan keuangan.Daftar ini diisi oleh auditor yang melakukan
oenelaahan.Daftar yang sudag lengkap ,ditelaah lagi oleh manajer atau
partner.checlist meliputi hal hal yang berhubungan dengan bentuk da nisi setiap
laporan keuangan ,dan hal hal lain yang harus diungkapkan .checlist yang telah
lengkap .dan temuan yang di peroleh melalui penelaahan ,harus dimaksukan
dalam kertas kerja .

MERUMUSKAN PENDAPATAN DAN MEMBUAT DRAFT LAPORAN


AUDIT
Selama pelaksanaan audit ,berbagai pengujian audit telah dilaksanakan
auditor .pelaksanaan pengujian audit dapat dilaksanakan oleh beberapa auditor
yang menangani beberapa area yang berbeda .pada saat selesia dilaksnakan nya
prosedur pengujian audit ,staf yang melaksnakan prosedur tersebut diharapkan
meringkas temuanya.Berbagai ringkasan temuan tersebut ,kemudian digabungkan
dan dievalusi untuk menentukan pendapatan yang diberikan atas laporan keungan
secara keseluruhan .proses ini biasanya dilaksnakan oleh partner .aktivitas ini bisa
juga dilakukan oleh manajer (manajer KAP)dan ditelaah kembali oleh partner
.Sebelum mencapai keputusan pendapat yang final ,auditor perlu berdiskusi
dengan klien.Auditor dapat menerima klien (manajer perusahaan)untuk
melakukan penyesuaian atau pengungkapan tambhan .Manajer perusahaan dapat
menyanggahnya dan mempertahankan posisinya .apabila diskusi tersebut
menghasilakn kesepakatan bersma ,auditor dapat memberikan pendapatan wajar
tanpa pengecualian .tetapi apabila diskusi tersebut tidak dapat menghasilkan
kesepakatan bersma ,auditor dapat memberikan pendapatan selain pendapatan
wajar tanpa pengecualian .

MELAKUAN PENELAAHAN AKHIR ATAS KERTAS KERJA


Setiap kertas kerja telah ditelaah oleh supervisor .hal ini dimaksudkan
untuk melakuan menilai kualitas pekerjaan yang dilakukan ,bukti yang
dihimpun ,dan kesimpulan yang di Tarik oleh pembuat kertas kerja .Meskipun
demikian ,penelahaan lapangan oleh anggota tim audit .Hal ini dapat dilaksnakan
pleh partner maupun manajer .manajer dapat melakuan penelaahan kertas kerja
yang dibuat oleh seseorang auditor ,maupun yang dibuat oleh sisten junior auditor
yang telah ditelaaholeh senior ,auditor .partner dapat melakukan penelaahan atas
kertas kerja yang dibuat oleh manajer ,penelahaan ats kerja lain yang dipilih.

BERKOMUNIKASI DENGAN KLIEN

10
Komunikasi oleh auditor dapat dilaksnakan dengan:
a.Komite audit
b.Manajemen
Komunikasi yang dapat dilakukan auditor dengan komite auditor adalah
komunikasi mengenai hal hal yang berkaitan dengan struktur pengendalian intern
klien ,atau mengenal pelaksnaaan auditor .Komunikasi manajmen dapat
dilaksnakan melalui management letter (surat pernyataan manajmen )

KOMUNIKASI HAL HAL YANG BERKAITAN DENGAN STRUKTUR


PENGENDALIAN INTERN
Selama melaksnakan audit ,auditor mungkin mengetahui persoalan yang
menyangkut struktur pengendalian klien (SPI)yang mungkin perlu diketahui oleh
komite audit.persoalan yang diharuskan untuk dilaporkan kepada komite audit
dengan reportable condition (kondisi yang dpat dilaporkan )sesuatu persoalan SPI
perlu dilaporkan apabila menunjukan kekurangan yang material dalam rancangan
atau pelaksanaan SPI,yang berkaitan untuk pada efektifitas proses dan sistemn
akuntasi .
Aditor tidak berkewajiban untuk mencari kondisi yang dpat dilaporkan .tetapi
auditor mungkin menemukan kondisi yang dpat dilaporkan melalui:
A.pertimbangan atau pemahaman atas unsur unsur SPI
b.penerapan prosedur auditor terhadap saldo maupun traksaksi

Dalam menentukan permaslahan apa saja yang merupakan kondisi yang dpat
dilaporkan ,auditor harus mempertimbangkan berbagai factor yang berhubungan
dengan satuan usha tersebut ,seperti ukuran ,kerumitan dan keanekaragaman
aktivitas struktur organisasi ,dan karakteristik pemilikan .komunikasi sebaiknya
dilaksanalan dakam bentuk suatu laporan tertulis .distribusi tersebut dibatasi pada
komitmen audit ,manajmen dan anggota organisasi klien lain yang berwenang
laporan tersebut harus :
A.mengindentifikasikan kegunaan auditor laporan keuangan adalah memberikan
pendapat atas laporan keuangan ,bukan menyediakan mengenai struktur
pengendalian intern klien .
b.mencakup definisi reportable condition
c. mencakup pembatasan distribusi laporan .

KOMUNIKASI MENGENAI PELAKSANAAN AUDITOR (DENGAN


KOMITE AUDITOR )
Auditor harus menentukan bahwa maslah tertentu yang berkaitan dengan
pelaksnaan audit .komunikasi kepada komite audit .auditor harus menjamin
bahwa komite auditor menerima dominasi tambhana mengenai lingkup dan hasil
audit yang dapat membantu komite dalam mengawasi laporan keuangan dan
proses pengungkapan yang menjadi tanggung jawab manajemen .komunikasi
dapat berbentuk lisan atau tertulis .komunikasi dengan komite auditor meliputi
masalah sebagai berikut :

11
A. Tanggung jawab auditor berdasarkan standar pengauditan yang di tetapkan ikatan
akuntan Indonesia termasuk.
- Jaminan uang disediakan auditor bahwa laporan keuangan bebas dari salah saji
material .
- Konsep materialitas yang digunakan dalam audit
- Jenis pengujian yang dilaksnakan
b. kebijakan akutansi yang signifikan termasuk pilihan dan perushaan kebijakan
akuntansi serta metode akutansi yang digunakan untuk transaksi yang tidak biasa .
c. pertimbangan manajmen dan estimasi akutansi termasuk dasar pertimbangan
yang dilakukan ,dan diproses pembuatan estimasi tersebut sangat sensitive karena
signifikan bagi laporan keuangan dan karena kemungkinan bahwa peristiwa
dimasa datang dapat berbeda dengan peristiwa yang diestimasi manjemen auditor
perlu menyampakian dasar yng dipakai dalam menyimpilakn kewajaran estimasi
tersebut .
d. penyusuaian audit yang signifikasi yang berdampak signifikasi atas proses
pelaporan satuan usaha .
e. Ketidakesepakatan dengan manajemen .ketidakpastian tersebut dapat berupa :
- penerapan prinsip akutansi
-perlakuan akutansi atas dalam kejadian tertentu
-lingkup audit
-pengungkapan informasi dalam laporan keuangan
-kata kata auditor dalam laporan audit .
f.konsultasi dengan akuntan lain mengenai masalah akutansi dan pengauditan
g.kesulitan yang dijumpai selama pelaksanaan audit ,kesulitan tersedia meliputi :
-penundaan yang tidak beralsan oleh manajmen mengenai saat dimulainya audit
- penyediaan informasi dan data yang di perlukan .
- tidak tersedian karyawan klien dan kegagalan karyawan klien untuk
menyelesaikan daftar yang dibuat klien pada waktunya.

MENYUSUN MANAJEMEN LETTER (SURAT PERNYATAAN


MANAJEMEN)
Selama melaksnakan audit ,auditor mengamati berbagai operasi dan
organisasi bisnis klien .
Management letter berisi rekomendasi yang tidak disyaratkan untuk
komunikasikan dengan komite audit .Rekomendasi tersebut biasanya berkaitan
erat dengan usaha peningkatan efisiensi dan efektivitas operasi perusahaan
klien .oleh karena itu ,management letter menunjukan pelayanan oerhatian auditor
terhadap kesejahteraan dan masa depan klien..
Management letter dapat mencakup komentar atas:
a.Struktur pengendalian intern,yang bukan termasuk reportable condition.
b. Sumber daya manajmen seperti kas,persediian ,dan investasi .
c.Masalah perpajakan .

TANGGGUNG JAWAB SETELAH AUDIT

12
Tanggung jawab setelah audit meliputi pertimbangan :
a.Peristiwa kemudian yang terjadi antara tanggal laporan audit dan tanggal di
piblikasikan nya laporan audit .
b. Penemuan fakta fakta baru .fakta baru yang ditemukan mungkin
mempengaruhi penyajian laporan keuangan yang akan berakibat menyesatkan
para pengguna laporan keuangan .
c.Penemuan adanya prosedur yang tidak dilaksnakan .Prosedur yang belum dilaksnakan
akan mempengaruhi tingkat efektivitas audit .bila efektifitas audit lemah ada
kemungkinan audiot tidak dapat mencapai tingkat resiko deteksi yang direncanakan .

13
KANTOR AKUTANSI NRS
JL.KALIURANG 138 TELP.5895152
YOGYAKARTA 55581

Kepada Yth,
Bapak Ir.Drs Rodiman Anjani
Direktur PT.Rohman di Banjarmasin

Dengan Hormat
Sehubungan dengan pemeriksaan akutansi yang kami lakukan pada perusahaan Bapak yang
dinyantakan dalam SPK/No:016/IX/PA/20X1 maka dengan ini dapat kami sampaikan beberapa
hal yang berkaitan dengan usaha penyempurnaan sistemn Akutansi dan hal hal yang kami
temukan selama pemeriksaan kami.
1. Sistem pengelolaan kas yang berlaku ,khususnya tentang rekening di bank masih perlu di
perbaiki .selama pemeriksaan ,kami telah menemukan bahawa rekening rekonsiliasi yang
dibuat belum memadai .
2. Prosedur penentuan besarnya cadangan kerugian piutang dan pengawasan atas penagihan atas
piutang yang cukup besar untuk terjadinya kolusi .
3. Penggunaan atas aktiva tetap,khususnya mobil perlu diperhatikan .Adalah lebih baik jika
penggunaan mobil untuk perusahaan diluar jam kerja perusahaan ada prosedur yang baku ini
penting untuk pengamanan aktiva perushaan
4. Biaya pemeliharaan yang terjadi di perusahaan selama ini ,perlu diperhatikan dalam tiga tahun
terakhir jumlahnya melonjak hingga 200%,padahal aktiva perusahaan yang perlu pemeliharaan
relative masih baru .prosedur penganggarannya biaya ini perlu ditinjau kembali untuk efesiensi
biaya .

Demikian beberapa hal yang dapat kami kemukakan .kami dengan senang hati untuk membantu
usaha –usaha perusahaan dalam rangka meningkatkan kinerja perusahaan dengan tidak
mengabaikan keseimbanga kepentingan pihak –pihak yang berkepentingan dengan perusahaan .

Yogyakarta,16 Pembruari 20X2


Hormat Kami

Ttd
Drs Nur Royani Styuhud
Partner Reg.Neg .D-3379

14
PERISTIWA KEMUDIAN YANG TERJADI ANTARA TANGGAL
LAPORAN AUDIT DAN TANGGAL DIPUBLIKASIKANNYA LAPORAN
AUDIT .
Sebenarnya auditor tidak bertanggung jawab untuk menemukan hal yang
mempengaruhi laporan keuangan audit setelah tanggal laporan audit .meskipun
demikian ,apabila kejadian tersebut timbul,auditor perlu mempertimbangkan
apakah perlu ada pengungkapan atau penyesuaian laporan keuangan .bila auditor
menetpkan perlunya penyesuaian atau pengungkapan ,dan manajemen setuju
,maka auditor dapat mengeluarkan laporan audit bentuk baku.sebagai
alternative ,auditor dapat mengggunakan penanggalan ganda (dual dating)

PENEMUAN FAKTA FAKTA BARU


Auditor sebenrnya tidak bertanggung jawab (setelah audit selesai) untuk
menemukan fakta yang ada ,tetapi tidak diketahui ,pada tanggal laporan audit
meskipun demikian ,auditor seharunya memastikan keandalan informasi jika
auditor menemukan fakta yang mempengaruhi laporan yang dikeluarkan .apabila
penyelidikan auditor menunjukan adanya fakta tersebut ,auditor yakin bahwa
informasi tersebeut penting bagi keandalan laporan keuangan ,auditor harus
mengambil langkah untuk menecegah pengandalaan (pemanfaat) dimasa datang
atas laporan audit,langkah –langkah tersebut meliputi:
a.Memberitahukan(tertulis)klien bahwa laporan audit tidak dapat lagi dikaitkan
dengan laporan keuangan .
b.Memberikan (tertulis) badan yang berwenang seperti BAPEPAM bahwa laporan
audit tidak dapat diandalakn lagi.
c.Memberitahu( tertulis) melalui badan berwenang (BAPEPAM) kepada setiap
individu yang diketahui mengandalkan laporan keuangan ,bahwa laporan audit
tidak diandalkan lagi.

PENEMUAN ADANYA PROSEDUR YANG TIDAK DILAKSANAKAN


Setelah tanggal laporan audit ,ada kemungkinan auditor menyimpilakan bahwa
satu atau lebih prosedur audit ,yang dianggap perlu sesuai keadaan ,tidak
dilaksnakan selama pelaksanaan audit .standar pengauditan tidak mensyaratkan
auditor untuk melaksnakan penelaah pos audit (setelah audit berakhir )atas
pekerjaan lapangan .
Meskipun demikian ,penemuaan adanya prosedur audit yang tidak dilaksnakan
dapat diketahui:
a.pelaksanaan program pengendalian kualitas kantor.akutan public.
b.pelaksanaan perr review

Seperti telah dijelaskan ,auditor tidak berkewajiban melaksanakan prosedur


audit setalah laporan audit dikeluarkan. Meskipun demikian, karena adanya
potensi kewajiban dan masalah hukum,auditor perlu melakukan konsultasi dengan
pihak berwenang untuk mementukan tindakan yang tepat .

15
Pada banyaknya kasus akan menetapkan ataua menilai penting tidaknya
prosedur yang tidak dilaksnakan tersebut atas laporan keuangan secara
keseluruhan. Penetapan tersebut dilakukan dengan menelaah kertas kerja dan
mendiskusiskan dengan staff auditor. Berdasarkan informasi tersebut ,auditor
akan menentukan apakah lingkup audit masih memadadai meski ada prosedur
pengujian yang tidak dilkukan .

Sebagai contoh ,auditor tidak melaksnakan penelaah notulen rapat dan


verifikasi kesesuaian saldo. Meskipun demikian, auditor dapat menyimpulkan
bahwa konfirmasi jangka panjang adalah memadai untuk memeperoleh bukti
asersi keberadaan atau keterjadian, hak dan kewajiban serta penilaian atau
pengalokasian untang jangka panjang. Apabila kesimpulan yang diambil adalah
negative, auditor harus mengambil langkah untuk menecegah pengandalan
(pemanfaatan) di masa datang atas laporan audit. Langkah tersebut sama dengan
langkah yang dilakukan pada kejadian adanya penemuan fakta fakta baru .

16
Kesimpulan

Tahap penyelesaian audit merupakan tahap yang paling penting untuk memastikan
audit yang berkualitas. Dalam tahap ini, auditor menelaah kewajiban kontijensi
dan peristiwa kemudian. Auditor juga mereview kecukupan bukti audit dan
keputusan yang diambil untuk nenentukan apakah hal itu mendukung pendapat
audit. Kemudian auditor berkomunikasi dengan komite audit dan manajemen
mengenai temuan yang penting dan persoalan lainnya. Setelah menjelaskan
aktivitas- aktivitas yang terlibat dalam penyelesaian audit, kemudian harus
diberikan pertimbangan pada tanggung jawab auditor setelah audit. Tanggung
jawab ini berkaitan dengan peristiwa yang terjadi sesuadah tanggal laporan audit.

Daftar Pustaka

17
Halim, Abdul dan Totok Budi Santoso, Auditing II: Dasar- dasar Prosedur
Pengauditan Laporan Keuangan. Edisi Ketiga. Yogyakarta: UPP AMP YKPN

18