Anda di halaman 1dari 19

Gelombang elektromagnetik

MUHAMMAD YUSRIADI DAHLAN


191052601013
FISIKA

PROGRAM PASCASARJANA

UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR


KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Allah SWT sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini. Tanpa
pertolongan Nya mungkin penyusun tidak akan sanggup menyelesaikan dengan baik.
Terimakasih pula kepada dosen pembimbing yang sudah membimbing kami sehingga kami
dapat menyelesaikan makalah ini.
Dalam Penulisan makalah ini penulis merasa masih banyak kekurangan-kekurangan baik
pada teknis penulisan maupun materi, mengingat akan kemampuan yang dimiliki penulis. Untuk
itu kritik dan saran dari semua pihak sangat penulis harapkan demi penyempurnaan pembuatan
makalah ini. Terima kasih

Makassar, 13 September 2019

Penulis

2
DAFTAR ISI

Kata Pengantar………………………………………………………………………... 2
Daftar Isi……………………………………………………………………………….. 3
Bab I Pendahuluan
1.1 Latar Belakang…………………………………………………………….. 4
1.2 Rumusan Masalah…………………………………………………………. 4
1.3 Tujuan………………………………………………………………………. 4
Bab II Pembahasan
2.1 Teori Gelombang Elektromagnetik………………………………………. 5
2.2 Sifat-sifat Gelombang Elektromagnetik……………..…………………… 8
2.3 Aplikasi Gelombang Elektromagnetik…………………………………… 15
Bab III Penutup
3.1 Kesimpulan…………………………………………………………………. 18
3.2 Saran………………………………………………………………………… 18
Daftar Pustaka………………………………………………………………………….. 19

3
BAB I
PENDAHULUAN
1.1  LATAR BELAKANG
Jika kita melempar batu ke tengah kolam, kita akan melihat air yang bergelombang dari
tempat jatuhnya batu ke tepi kolem. Gelombang air kolam berasal dari energi yang di timbulkan
oleh batu yang jatuh kemudian merambat menuju tepi kolam.
Berdasarkan perkembangan teknologi, gelombang dikelompokkan menjadi beberapa jenis
gelombang yang didasarkan atas beberapa hal. Diantaranya, berdasarkan medium
perambatannya, yaitu gelomnang mekanik dan gelombang elektromagnetik.
Saat ini kemajuan teknologi terus meningkat termasuk dalam penggunaan gelombang
elektomagnetik dalam kehidupan sehari-hari. Sebenarnya, gelombang elektromagnetik selalu ada
disekitar kita. Salah satu contohnya adalah gelombang radio. Tanpa kita sadari pula di dalam
tubuh manusia juga terdapat gelombang elektromagnetik yaitu sinar inframerah.
1.2  RUMUSAN MASALAH
Dalam makalah ini, akan di bahas mengenai
a. Bagaimana teori dari gelombang elektromagnetik?
b. Bagaimana sifat gelombang elektromagnetik ?
c. Bagaimana aplikasi gelombang elektromagnetik ?
1.3  TUJUAN
Berdasarkan rumusan masalah diatas, tujuan dari makalah ini adalah
a. Untuk mengetahui teori dan pengertian gelombang elektromagnetik.
b. Untuk mengetahui sifat gelombang elektromagnetik.
c. Untuk mengetahui aplikasi gelombang elektromagnetik.

4
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 TEORI GELOMBANG ELEKTROMAGNETIK

Pengertian Gelombang Elektromagnetik


Gelombang elektromagnetik adalah gelombang yang dapat merambat walau tidak ada
medium. Gelombang elektromagnetik merupakan gelombang transversal yang gangguannya
berupa medan listrik E dan medan magnet B saling tegak lurus dan keduanya tegak lurus arah
rambat gelombang. Karena gangguan gelombang elektromagenik adalah medan listrik dan
medan magnetik maka gelombang elektromagnetik dapat merambat dalam vakum. Semua jenis
gelombang elektromagnetik merambat dalam vakum dengan kecepatan sama yaitu c = 3 x 108
m/s yang disebut dengan tetapan umum.

Gambar.1 : Gelombang elektromagnetik: gelombang magnet (B) dan medan listrik (Ē)
beserta arah perambatannya

Spektrum Gelombang Elektromagnetik


Susunan semua bentuk gelombang elektromagnetik berdasarkan panjang gelombang dan
frekuensinya disebut spektrum elektromagnetik. Gambar spektrum elektromagnetik di bawah
disusun berdasarkan panjang gelombang (diukur dalam satuan _m) mencakup kisaran energi
yang sangat rendah, dengan panjang gelombang tinggi dan frekuensi rendah, seperti gelombang

5
radio sampai ke energi yang sangat tinggi, dengan panjang gelombang rendah dan frekuensi
tinggi seperti radiasi X-ray dan Gamma Ray.
1. Gelombang Radio
Gelombang radio dikelompokkan menurut panjang gelombang atau frekuensinya. Jika
panjang gelombang tinggi, maka pasti frekuensinya rendah atau sebaliknya. Frekuensi
gelombang radio mulai dari 30 kHz ke atas dan dikelompokkan berdasarkan lebar frekuensinya.
Gelombang radio dihasilkan oleh muatan-muatan listrik yang dipercepat melalui kawat-kawat
penghantar. Muatan-muatan ini dibangkitkan oleh rangkaian elektronika yang disebut osilator.
Gelombang radio ini dipancarkan dari antena dan diterima oleh antena pula. Kamu tidak dapat
mendengar radio secara langsung, tetapi penerima radio akan mengubah terlebih dahulu energi
gelombang menjadi energi bunyi.
2. Gelombang mikro
Gelombang mikro (mikrowaves) adalah gelombang radio dengan frekuensi paling tinggi
yaitu diatas 3 GHz. Jika gelombang mikro diserap oleh sebuah benda, maka akan muncul efek
pemanasan pada benda itu. Jika makanan menyerap radiasi gelombang mikro, maka makanan
menjadi panas dalam selang waktu yang sangat singkat. Proses inilah yang dimanfaatkan dalam
microwave oven untuk memasak makanan dengan cepat dan ekonomis.
Gelombang mikro juga dimanfaatkan pada pesawat RADAR (Radio Detection and
Ranging) RADAR berarti mencari dan menentukan jejak sebuah benda dengan menggunakan
gelombang mikro. Pesawat radar memanfaatkan sifat pemantulan gelombang mikro. Karena
cepat rambat gelombang elektromagnetik c = 3 X 108 m/s, maka dengan mengamati selang
waktu antara pemancaran dengan penerimaan.
3. Sinar Inframerah
Sinar inframerah meliputi daerah frekuensi 1011Hz sampai 1014 Hz atau daerah panjang
gelombang 10-4 cm sampai 10-1 cm. jika kamu memeriksa spektrum yang dihasilkan oleh
sebuah lampu pijar dengan detektor yang dihubungkan pada miliampermeter, maka jarum
ampermeter sedikit diatas ujung spektrum merah. Sinar yang tidak dilihat tetapi dapat dideteksi
di atas spektrum merah itu disebut radiasi inframerah.
Sinar infamerah dihasilkan oleh elektron dalam molekul-molekul yang bergetar karena
benda dipanaskan. Jadi setiap benda panas pasti memancarkan sinar inframerah. Jumlah sinar
inframerah yang dipancarkan bergantung pada suhu dan warna benda. 

6
4. Cahaya tampak
Cahaya tampak sebagai radiasi elektromagnetik yang paling dikenal oleh kita dapat
didefinisikan sebagai bagian dari spektrum gelombang elektromagnetik yang dapat dideteksi
oleh mata manusia. Panjang gelombang tampak nervariasi tergantung warnanya mulai dari
panjang gelombang kira-kira 4 x 10-7 m untuk cahaya violet (ungu) sampai 7x 10-7 m untuk
cahaya merah. Kegunaan cahaya salah satunya adlah penggunaan laser dalam serat optik pada
bidang telekomunikasi dan kedokteran.
5. Sinar Ultraviolet 
Sinar ultraviolet mempunyai frekuensi dalam daerah 1015 Hz sampai 1016 Hz atau
dalam daerah panjang gelombang 10-8 m 10-7 m. gelombang ini dihasilkan oleh atom dan
molekul dalam nyala listrik. Matahari adalah sumber utama yang memancarkan sinar ultraviolet
dipermukaan bumi, lapisan ozon yang ada dalam lapisan atas atmosferlah yang berfungsi
menyerap sinar ultraviolet dan meneruskan sinar ultraviolet yang tidak membahayakan
kehidupan makluk hidup dibumi.
6. Sinar X 
Sinar X mempunyai frekuensi yang besar, dan panjang gelombangnya sangat pendek.
meskipun seperti itu tapi sinar X mempunyai daya tembus kuat, dapat menembus buku tebal,
kayu tebal beberapa sentimeter dan pelat aluminium setebal 1 cm.    
7. Sinar Gamma
Sinar gamma mempunyai frekuensi antara yang paling besar dan panjang gelombang
terkecil. Sinar Gama memliki daya tembus paling besar, yang menyebabkan efek yang serius jika
diserap oleh jaringan tubuh. 

7
Gambar.2: Spektrum Gelombang Elektromagnetik

2.2 SIFAT-SIFAT GELOMBANG ELEKTROMAGNETIK


Gelombang elektromagnetik memiliki sifat-sifat sebagai berikut:
1. Gelombang elektromagnetik dapat merambat dalam ruang tanpa medium atau dalam
ruang hampa udara.
2. Gelombang Elektromagnetik merupakan gelombang transversal.
3. Gelombang Elektromagnetik tidak memiliki muatan listrik sehingga bergerak lurus dalam
medan magnet maupun medan listrik.
4. Gelombang elektromagnetik dapat mengalami pemantulan (refleksi), pembiasan
(refraksi), perpaduan (interferensi), pelenturan (difraksi), pengutuban (polarisasi).
5. Perubahan medan listrik dan medan magnet terjadi secara bersamaan, sehingga medan
listrik dan medan magnet sefase dan berbanding lurus.

Konsep Gelombang Elektromagnetik


Keberadaan gelombang elektromagnetik didasarkan pada hipotesis Maxwell “James
Clark Maxwell” dengan mengacu pada 3 fakta relasi antara listrik dan magnet yang sudah
ditemukan:

8
a. Percobaan Oersted yang berhasil membuktikan: arus listrik dalam konduktor
menghasilkan medan magnet disekitarnya (jarum kompas menyimpang bila di dekatkan
pada kawat yang dialiri arus listrik)

b. Percobaan Faraday yang berhasil membuktikan batang konduktor yang menghasilkan


GGL induksi pada kedua ujungnya bila memotong medan magnet

c. Percobaan Faraday yang menunjukkan perubahan fluks magnetik pada kumparan


menghasilkan arus induksi dalam kuparan tersebut

Didasarkan pada penemuan Faraday “Perubahan Fluks magnetik dapat menimbulkan


medan listrik” dan arus pergeseran yang sudah dihipotesakan Maxwell sebelumnya, maka
Maxwell mengajukan suatu hipotesa baru : “Jika perubahan fluks magnet dapat menimbulkan
medan listrik maka perubahan Fluks listrik juga harus dapat menimbulkan medan magnet”
Hipotesa ini dikenal dengan sifat simetri medan listrik dengan medan magnet.

Bila Hipotesa Maxwell benar, konsekuensinya perubahan medan listrik akan


mengakibatkan medan magnet yang juga berubah serta sebaliknya dan keadaan ini akan terus
berulang. Medan magnet atau medan listrik yang muncul akibat perubahan medan listrik atau
medan magnet sebelumnya akan bergerak (merambat) menjauhi tempat awal kejadian.
Perambatan medan listrik dan medan magnet inilah yang disebut sebagai gelombang
elektromagnetik. Kebenaran Hipotesa Maxwell tentang adanya gelombang elektromagnetik pada
akhirnya dibuktikan oleh “ Heinrich Hertz”

Maxwell menyatakan bahwa gangguan pada gelombang elektromegnetik berupa medan


listrik dan medang magnetik yang selalu saling tegak lurus, dan keduanya tegak lurus terhadap
arah rambatan gelombang.

9
Gambar.3: Perambatan Gelombang Elektromagnetik

Rumus cepat rambat gelombang elektromagnetik Maxwell:

1
c=
√ μ0 ε 0

c : cepat rambat gelombang elektromagnetik = 2,99792 x 108 m/s = 3 x 108 m/s

μ0 : permeabilitas vakum = 4π x 10-7 Wb A-1 m-1

ε 0 : permitivitas vakum = 8,85418 x 10-12 C2N-1m-2

Pada pembicaraan kita mengenai gelombang elektromagnetik, kita batasi pada


E sejajar sumbu Y, induksi magnetik
gelombang elektromagnetik yang mempunyai medan listrik ⃗
B sejajar sumbu Z dan ⃗
⃗ E tegak lurus ⃗
B, sedangkan sumbu x adalah arah rambat.

Vektor medan listrik dar gelombang


Y+ elektromegnetik sejajar sumbu y

A D Sumbu x merupakan arah


rambatgelombang elektromagnetik
dy
E
C
B dx

x+

Z+
Ambil kontur : ABCDA pada medan listrik, maka:

10
B C D A

∮ E.⃗
⃗ E⃗
dl=∫ ⃗ E⃗
dl+∫ ⃗ E⃗
dl+∫ ⃗ E⃗
dl+∫ ⃗ dl
ABCDA A B C D

¿−E y dy +0+ E' y dy +0

¿ ( E ' y −E y ) dy

∂ Ey '
¿ ∂ E y dy= dx dy , jika ∂ E y =E y −E y
∂x

∂ ∂B
∮ B⃗
⃗ B⃗
. dA=BZ dx dy ; maka ∮ ⃗ dA= Z (dx dy)
ABCDA ∂t ∂t

Menurut hukum Henry Farady

−∂ ⃗ ⃗
E.⃗
∮⃗ dl= ∮ B . dA
L ∂t

∂Ey −∂ B Z
dx dy= dx dy atau
∂x ∂t

∂ E y −∂ B Z
= ( pers.1)
∂x ∂t

Y+

x+
B P S

Q R
Z+
Vektor induksi magnetik dari gelombang elektromagnetik sejajar sumbu Z, sumbu X
mrupakan arah rambat

11
Lihat kontur PQRSP pada bidang X-Z (medan magnet) pada gambar di atas.

Q R S P

∮ B.⃗
⃗ B⃗
dl=∫ ⃗ B⃗
dl+∫ ⃗ B⃗
dl+∫ ⃗ B⃗
dl+∫ ⃗ dl
PQRSP P Q R S

¿ BZ dz +0−B' Z dz +0

¿ ( B Z −B ' Z ) dz=−( B' Z −B Z ) dz

∂ BZ
¿− dz dy , jika d B Z =( B ' Z −BZ )
∂x

∮ B⃗
⃗ . dA=E y dx dz
PQRSP

Menurut hukum Ampere- Maxwell:

d
B.⃗
∮⃗ E.⃗
dl=ε 0 μ0 ∮ ⃗ dA+ μ 0 I ( dalam vakumi=0 ; ρ=0 ) ;
L dt

∂ BZ d
dx dz=ε 0 μ0 ( E y dx dz ) atau
∂x dt

∂ BZ ∂ Ey
=−ε 0 μ0 ( pers.2)
∂x ∂t

Jika (pers.1) kita turunkan terhadap x:

∂ ∂ E y −∂ ∂ B Z ∂2 E y −∂2 B z
( ) ( )
∂x ∂ x
=
∂ x ∂t
atau
∂ x2
=
∂x ∂t

Dan (pers.2) kita turunkan tehadap t:

∂ ∂ Bz ∂ ∂ Ey ∂2 B z ∂² Ey
( )
∂t ∂ x
=−ε 0 μ0
∂t ∂t
atau( )
∂ x ∂t
=−¿−ε 0 μ0
∂t²

Kita peroleh:

12
∂ ² Ey 1 ∂²Ey
= ( pers .3)
∂t ² ε 0 μ 0 ∂ x ²

(Pers.3) menunjukkan bahwa medan listrik merambat sepanjang sumbu x dengan kecepatan:

1
c=
√ μ0 ε 0
Jika (pers.1) kita turunkan terhadap t:

∂ ∂ E y −∂ ∂ B z ∂ E y ∂ ² Bz
( ) ( )
∂t ∂ x
=
∂t ∂ t
atau =
∂ x ∂t ∂t ²

Dan (pers.2)kita turunkan terhadap x:

∂ ∂ Bz ∂ ∂Ey
( )
∂x ∂ x
=−μ0 ε 0
∂ x ∂t ( )
atau

∂2 B z ∂2 E y
=−μ0 ε 0 , atau
∂ x2 ∂x ∂t

∂ ² Bz 1 ∂ ² Bz
= ( pers.4)
∂ t ² ε 0 μ0 ∂ x ²

(Pers.4) menunjukkan bahwa medan magnet merambat sepanjang sumbu x dengan kecepatan

1
c=
√ μ0 ε 0
1
diberi notasi c (cepat rambat cahaya dalam vakum), karena secara eksperimen, henry
√ μ 0 ε0
1
Hertz mandapatkan bahwa =2,9279 x 108 m/s, sama denagn cepat rambat cahaya dalam
√ μ 0 ε0
vakum. (Pers.3) dan (pers.4) mempunyai solusi umum :

E y =E sin k ( x−ct )=E sin(kx−ωt ) (per. 5)

Bz =B sin k ( x−ct )=B sin (kx−ωt) (pers.6)

13
E dan medan magnet ⃗
Gelombang dari medan listrik ⃗ B mempunyai fase sama, E dan B adalah
amplitudo dari masing-masing gelombang dan mempunyai hubungan sebagai berikut.

Apabila (pers.5) dan (pers.6) masing-masing kita turunkan terhadap x dan t:

∂Ey
=k E cos k (x−ct)
∂x

∂ Bz
=k c B cos k ( x−ct)
∂t

Sedangkan menurut (pers.1) :

∂ E y −∂ B z
=
∂x ∂t

k E cos k ( x−ct )=−( k c B cos k ( x−ct ) ) atau

|E|=c |B|

Efek Dopler Pada Gelombang Elektromagnetik

Efek dopler pada gelombang elektromagnetik misalnya cahaya adalah perubahan


frekuensi jika sumber cahaya bergerak. Frekuensi akan menjadi rendah jika sumber cahaya
menjauhi pengamat, berarti 𝝀 menjadi besar. Untuk cahaya tampak, 𝝀 besar berada pada daerah
warna merah, berarti jika terjadi pergerakan sumber cahaya yang menjauh maka spektrum
cahaya akan bergeser ke arah warna merah. Misal: sebuah bintang di langit yang bergerak
menjauhi bumi,maka warna bintang akan beralih ke warna merah.

Dalam efek Doppler untuk gelombang bunyi, kecepatan bunyi berperan penting dan
kecepatan ini bergantung pada medium sebagai acuan. Misalnya, kecepatan bunyi terhadap
acuan udara bergerak berbeda dengan kecepatan bunyi terhadap acuan udara diam. Kontras
dengan gelombang bunyi, kecepatan rambat gelombang elektromagnetik juga sama, baik diukur
relatif terhadap pengamat bergerak maupun relatif terhadap pengamat yang bergerak dengan
kecepatan tetap.

14
Ketika gelombang elektromagnetik, sumber gelombang, dan pengamat bergerak
sepanjang garis lurus yang sama melalui vakum, maka untuk vrell << c

v rell
f p=f s ±
c

fp = frekuensi yang di terima pengamat (Hz)

fs = frekuensi yang dipancarkan sumber gelombang (Hz)

vrel = kecepatan antara sumber dan pengamat saling relatif.


c = kecepatan cahaya dalam vakum

Efek Doppler terutama digunakan untuk menentukan laju gerak kendaraan. Radar
adalah suatu detektor yang dapat mengukur jarak dengan menggunakan gelombang mikro (𝝀= 3
cm), yaitu dengan mengukur waktu gema pada saat gelombang dipantulkan kembali. Berikut
adalah contoh aplikasi radar.

1. Radar untuk menentukan kecepatan gerak (radar Doppler)


2. Menentukan posisi pesawat udara atau benda-benada lain(mengukur jarak).
3. Mengamati lalu lintas untuk kendaraan yang melebihi kecepatan maksimum yang
diizinkan.

2.3 APLIKASI GELOMBANG ELEKTROMAGNETIK

Dengan memanfaatkan gelombang elektromagnetik, manusia dapat melakukan pengiriman


informasi jarak jauh. Guglielmo Marconi (1874 - 1937) pada tahun 1890-an menemukan dan
mengembangkan telegraf tanpa kabel. Dengan alat ini, pesan dapat dikirim sejauh ratusan kilo-
meter tanpa memerlukan kabel.

Sinyal yang pertama hanya terdiri atas pulsa panjang dan pendek yang dapat diterjemahkan
menjadi kata-kata melalui kode, seperti “(.)” dan “(-)” dalam kode Morse ada dekade berikutnya
dikembangkan tabung vakum, sehingga tercipta radio dan televisi. Proses pengiriman (kata-kata
atau suara) oleh stasiun radio ditunjukkan pada Gambar 8.10. Informasi suara (audio) diubah
menjadi sinyal listrik dengan frekuensi sama oleh mikrofon atau head tape recorder. Sinyal

15
listrik ini dinamakan sinyal frekuensi audio (AF), karena frekuensi berada di dalam interval
audio ( 20 Hz - 20.000 Hz).

Sinyal ini diperkuat secara elektronis, kemudian dicampur dengan sinyal frekuensi radio
(RF) yang ditentukan oleh nilai L dan C dalam rangkaian resonansi RLC, dan dipilih
sedemikian rupa hingga menghasilkan frekuensi khas dari setiap stasiun, dinamakan frekuensi
pembawa (carrier).

Pencampuran frekuensi audio dan pembawa dilakukan dengan dua cara, yaitu modulasi
amplitudo dan modulasi frekuensi. Pada modulasi amplitudo (AM), amplitudo gelombang
pembawa yang frekuensinya lebih tinggi dibuat bervariasi mengikuti sinyal audio, tampak seperti
pada Gambar diatas.

Sementara itu, modulasi frekuensi (FM), frekuensi gelombang pembawa diubah-ubah


mengikuti sinyal audio, tampak seperti pada Gambar dibawah

Gambar 4.: (a) modulasi amplitude (AM), (b) modulasi frekuensi (FM)

Pemancar televisi, bekerja dengan cara yang sama dengan pemancar radio dengan
menggunakan modulasi frekuensi (FM), tapi yang dicampur dengan frekuensi pembawa adalah
sinyal audio dan video.

16
Contoh lain dari aplikasi gelombang elektromagnetik :
1. Gelombang Mikro
Panjang gelombang radiasi gelombang mikro berkisar antara 0,3 – 300 cm.
Penggunaannya terutama dalam bidang komunikasi dan pengiriman informasi melalui ruang
terbuka, memasak, dan sistem PJ aktif. Pada sistem PJ aktif, pulsa microwave ditembakkan
kepada sebuah target dan refleksinya diukur untuk mempelajari karakteristik target. Sebagai
contoh aplikasinya adalah Tropical Rainfall Measuring Mission’s (TRMM) Microwave
Imager (TMI), yang mengukur radiasi microwave yang dipancarkan dari Spektrum
elektromagnetik atmosfer bumi untuk mengukur penguapan, kandungan air di awan dan
intensitas hujan.
2. Inframerah
Kondisi-kondisi kesehatan dapat didiagnosis dengan menyelidiki pancaran inframerah
dari tubuh. Foto inframerah khusus disebut termogram digunakan untuk mendeteksi masalah
sirkulasi darah, radang sendi dan kanker. Radiasi inframerah dapat juga digunakan dalam
alarm pencuri. Seorang pencuri tanpa sepengetahuannya akan menghalangi sinar dan

17
membunyikan alarm. Remote control terkoneksi dengan TV melalui radiasi sinar inframerah
yang dihasilkan oleh LED ( Light Emiting Diode ) yang terdapat dalam unit, sehingga kita
dapat menyalakan TV dari jarak jauh dengan menggunakan remote control.
3. Ultraviolet
Sinar UV diperlukan dalam asimilasi tumbuhan dan dapat membunuh kuman-kuman
penyakit kulit. 
4. Sinar X 
Sinar X ini biasa digunakan dalam bidang kedokteran untuk memotret kedudukan tulang
dalam badan terutama untuk menentukan tulang yang patah. Akan tetapi penggunaan sinar X
harus hati-hati sebab jaringan sel-sel manusia dapat rusak akibat penggunaan sinar X yang
terlalu lama.    
5. Teleskop Satelit Inframerah
Teleskop yang dilengkapi dengan piranti sinar inframerah, digunakan untuk memindai
kosmos, dan benda luar angkasa yang belum ditemukan, seperti asteroid dan komet yang
mungkin mengancam bumi.  Kamera inframerah digunakan untuk mendeteksi cahaya dan
benda yang memancarkan panas.
Aplikasi Gelombang Elektromagnetik yang lain contohnya adalah solar cell dan teleskop
radio.

BAB III
PENUTUP

3.1 KESIMPULAN
Gelombang elektromagnetik terdiri atas medan magnetik dan medan listrik yang berubah
secara periodik dan serempak dengan arah getar tegak lurus satu sama lain dan masing-masing
medan tegak lurus arah rambat gelombang.
Sifat-sifat gelombang elektromagnetik adalah dapat merambat dalam ruang hampa,
merupakan gelombang transversal, mengalami polarisasi, dapat mengalami pemantulan
(refleksi), dapat mengalami pembiasan (refraksi), dapat mengalami interferensi, dapat
mengalami lenturan atau hamburan (difraksi), dan mermbat dalam arah lurus.

18
Spektrum gelombang elektromagnetik adalah susunan semua bentuk gelombang
elektromagnetik berdasarkan panjang gelombang dan frekuensinya.
Urutan spektrum gelombang elektromagnetik diurutkan mulai dari frekuensi terkecil
hingga frekuensi terbesar adalah gelombang radio, gelombang televisi, gelombang mikro (radar),
sinar inframerah, sinar tampak, sinar ultraviolet, sinar-X, dan sinar gamma.
Penerapan gelombang elektromagnetik dalam kehidupan sehari-hari telah terlihat
utamanya dalam bidang teknologi. Adanya teknologi yang semakin canggih membuat
gelombang elektromanetik dapat dimanfaatkan dalam berbagai bidang yaitu bidang kedokteran,
bidang industri, bidang komunikasi, bidang seni, dan bidang sains fisika. Selain manfaat yang
begitu besar, gelombang elektromagnetik juga memiliki kelemahan dan dapat memberikan
dampak yang buruk bagi kehidupan.

3.2 SARAN
Adapun saran penulis adalah sebagi berikut:
1.      Diharapkan pada pembaca dapat memberikan kritik dan saran membangun bagi penulis.
2.      Kritik dan saran kepada pembaca apabila ada kekurangan didalam makalah kami demi
kesempurnaan makalah ini.

DAFTAR PUSTAKA

Beiser, Arthur. 1999. Konsep Fisika Modern (terjemahan). Jakarta: Erlangga.


olympusmicro.com
ig.utexas.edu

19