Anda di halaman 1dari 14

NAMA : IKBAL AKBAR

NPM : D1D018027
Paper Manajemen Organisasi dan Sistem Informasi

A. Pengantar

 Kegunaan Sistem Informasi

Kegunaan sistem informasi adalah untuk membantu kegiatan pemecahan masalah dan
pembuatan keputusan oleh pimpinan untuk mencapai tujuan organisasi.

Adapaun beberapa kegunaan sistem informasi lainnya yaitu :

1. Meningkatkan aksesiblitas data secara efektif dan efisien kepada pengguna, tanpa dengan
perantara sistem informasi
2. Menjamin ketersediaan kualitas dan keterampilan dalam memanfaatkan sistem informasi
secara kritis
3. Memperbaiki produktivitas aplikasi pengembangan dan pemeliharaan sistem
4. Menetapkan investasi yang hendak diarahkan pada sistem informasi
5. Mengantisipasi dan memahami akan konsekuensi ekonomi
6. Mengidentifikasi kebutuhan mengenai keterampilan pendukung sistem informasi
7. Mengembangkan proses perencanaan yang efektif
(sumber : https://www.yuksinau.id/)

 Tahap-Tahap Perkembangan Sistem Informasi

Tahap pertama yaitu adanya teknologi informasi (IT) yang digunakan sebagai proses manual
yang ada, setuap bagian aplikasi dipisahkan antara satu dengan yang lain dan secara keseluruhan
penggunaan IT adalah ditujukan untuk meperoleh produktivitas dan efisiensi terutama dalam
konteks organisasi.

Tahap kedua adalah dengan dikenalkannya kemampuan sistem jaringan (networking) dan
komputer pribadi (berbeda dari sistem terminal) telah menghasilkan dasar bagi pemakaian yang
lebih luas dari IT dan merupakan perubahan teknologi dalam penggunaan sehari-hari

Tahap ketiga yaitu adanya hubungan kerjasama global dan world wide web (WWW) yang
memungkinkan penggunaan IT di luar batas negara secara konvensional. Aplikasi lebih
terintegrasi menjadi bagian dari strategi bisnis dan dan membuka kesempatan mengadakan
aliansi dan kerja sama antar organisasi di luar btas negara.

 Proses Data dan Informasi

Model logika dan Matematika


Dalam mengembangkan laporan dan metode untuk menyimpan catatan sejarah dan memuaskan
pelaksanaan dan kebutuhan pemerintah, informasi modern harus meliputi model logika dan
matematika untuk memberikan alternatif, perkiraan, optimasi, dan kontrol informasi.
Pengembangan model ini mengacu pada pendekatan manajemen ilmiah.

Hal yang sangat penting dari manajemen ilmiah adalah formulasi dan perhitungan dari suau
model. Penggunaan model ini biasanya didasarkan pada perilaku ilmiah melalui fenimena
manajemen. Perilaku ini umumnya disebut sebagai model ilmiah yang didasarkan pada tindakan
setiap peneliti yaitu :
1. observasi
2. formulasi model
3. pengujian model
4. aplikasi (penerapan)

B. Konsep Dasar Sistem Informasi

Kita ketahui bahwa sistem informais adalah suatu sistem yang menerima sumber data sebagai
input dan mengolah menjadi informasi sebagai output. Dalam kegiatan bisnis sistem informasi
dan teknologi informasi menjadi bagian yang tidak bisa diabaikan dan bahkan menjadi fasilitas
yang snagat penting dalam meningkatkan kinerja perusahaan. Adapun sistem informasi dan
teknologi informasi berbasis internet- web juga berperan penting dan terus berkembang dalam
kemajuan yang berorientasi efisiensi dan efektif dalam, kegiatan bisnis dan organisasi dalam
pembuatan keputusan, dan kolaborasi kelompok kerja.

Adapun komponen sistem informasi :

1. sumber daya (manusia sebagai pengguna dan analis/penganalisa SI)


2. hardware ( mesin dan media)
3. software ( program dan prosedur)
4. data (data dan didasarkan pengetahuan)
5. networks (media komunikasi dan dan dukungan jaringan)

Adapun penjelasan komponen sistem iformasi yang dikutip dari https://www.dictio.id/


1. Perangkat keras (hardware) : mencakup peranti-peranti fisik seperti komputer dan printer.
2. Perangkat lunak (software) atau program : sekumpulan instruksi yang memungkinkan
perangkat keras untuk dapat memproses data.
3. Prosedur : sekumpulan aturan yang dipakai untuk mewujudkan pemrosesan data dan
pembangkitan keluaran yang dikehedaki.
4. Orang / Manusia : semua pihak yang bertanggung jawab dalam
pengembangan sistem informasi, pemrosesan, dan penggunaan keluaran sistem informasi.
5. Basis data (database) : sekumpulan tabel, hubungan, dan lain-lain yang berkaitan dengan
penyimpanan data.
6. Jaringan komputer dan komunikasi data : sistem penghubung yang memungkinkan sesumber
(resources) dipakai secara bersama atau diakses oleh sejumlah pemakai.

C. Teori Sistem

satu sistem merupakan serangkaian dari bagian yang terkait antara satu dengan lain dan saling
mempengaruhi untuk mencapai tujuan. konsep General System Theory dapat digunakan dengan
situasi umum yang menyangkut atau melibatkan dalam menggunakan sumber daya seperti
sumberdaya manusia, keuangan atau informasi dapat membentuk sat sistem untuk mencapai
tujuan. Dan GST ini merupakan kebutuha akan satu bentuk kontrol.

Dibwah ini merupakan elemen dari sistem :

D. Ciri-Ciri Sistem

 karakteristik sistem

1. input : input ini dapat berupa orang, energi, material, alat, uang, dan data. Input dapat dalam
bentuk sendiri-sendiri atau gabungan dan dapat dari hasil proses sumber lain.

2. proses hail dari input : proses ini menunjukkan adanya kegiatan untuk menambah nilai dari
satu input atau masukan untuk menghasilkan sesuatu.

3. kegiatan atau aktivitas proses yang telah selesai akan menghasilkan satu produk, yang
mungkin dapat berbentuk penyerahan produk ke konsumen.

4. lingkungan : dapat didefinisikan sebagai elemen eksternal yang dapat mempengaruhi langsung
atau tidak langsung pada proses atau satu elemen suatu sistem. Setiap sistem ada dalam suau
lingkungan dan saling berinteraksi.
5. boundary : batasan sistem merupakan pembeda antara satu sistem dengan sistem yang lain,
boundary ini juga memisahkan antara sistem dengan komponennya.

6. subsistem : satu sistem bisa terdiri dari beberapa subsistem yang harus terkoordinir dan
terintegrasi sedemikian rupa, sehingga setiap subsistem merupakan bagian yang utuh dari satu
sistem dalam mencapai tujuan yang ingin dicapai.

7. titik temu (interfaces) : merupakan saling bertemunya antara satu sistem dengan sistem lain
antara satu subsistem dengan subsistem yang lain dalam hal saling betukar sumber daya atau
salig tukar input dan ouput.

8. coupling dan decoupling : coupling dimaksudkan adanya ukuran yang sama antara sat sistem
dengan sistem yang lain, sedangkan decoupling merupakan adanya pembeda antara sistem dan
subsistem.

 Tipe-Tipe Sistem

1. sistem tertutup : dikatakan sistem tertutup apabila tidak mempunyai hubungan langsung atau
tidak langsung dengan lingkungan.

2. sistem semi tertutup : merupakan sistem yang mempunyai hubungan dengan lingkungan
secara terbatas dan terkontrol.

3. sistem terbuka : dikatakan terbuka apabila sistem tersebut berinteraksi dengan lingkungannya
baik dalam bentuk atau cara yang dapat dikontrol atau tidak dapat dikontrol.

4. sistem kontrol umpan balik : didalam sistem ini ada sebagian dari output yang dijadikan
sebagai umpan balik yang masuk dalam proses input. Satu sistem dapat merancang proses umpan
balik agar terjadu kontrol dalam mencapai tujuan.

5. sistem umpan kedepan : sistem kontrol umpan kedepan tidak sama fungsinya seperti umpan
balik karena fungsinya adalah untuk memberikan informasi yang prediktif yang sering justru
tidak mudah untuk melakuka estimasi berdasarkan informasi yang ada.

E. Konsep Dasar, Pendekatan dan Analisis Sistem

Menurut Scott (1996;69) konsep dasar suatu sistem sebenarnya sangat sederhana yaitu masukan
(input), proses atau pengolahan (processing) dan keluaran (output). Adapun Amsyah (1997:27)
menggambarkannya seperti brkt :

Masukan pengolahan keluaran


Adapun beberapa petunjuk yang dapat digunakan dalam menerapkan konsep sistem adalah :

1. integrasi : bermaca, susbsistem dari sistem harus diintegrasikan sedemikian rupa untuk
memperoleh keuntungan.

2. komunikasi : saluran komunikasi harus dibuka antara subsistem setiap waktu.

3. metode ilmiah : harus digunakan dengan bermacam teknik manajemen ilmiah.

4. berorientasi kepada keputusan : agar perencanaan dan kontrolong lebih efektif, program
pembuatan keputusan sedapat mungkin dikembangkan.

5. teknologi : penganalisis harusmenggunakan teknologi modern bila memungkinkan untuk


membantu menerapkan teknik diluar keempat panduan diatas.

 Analisis sistem dan pemecahan masalah

Analisis sistem merupakan analisis secara detail terhadap masalah atau sistem yang sedang di
riview, dikaji, dan mengembangkan pilihan-pilihan yang memungkinkan untuk menyediakan
informasi yang lebih baik bagi management untuk mengambil keputusan.

Analisis sistem terdiri dari serangkaian prosedur dan proses yang melibatkan metode penelitian
terhadap masalah dan melakukan identifikasi.

Analisis sistem menggunakan metode kuantitatif dan faktor kualitatif seperti penilaian,
kreatifitas, pendidikan, pemahaman umum, dan pengalaman.

Adapun 6 langkah dasar untuk menerapkan analisis sistem :

1. definisi dan formulasi masalah

2. kembangkan solusi alternatif (metode SWOT, PEST, dll)

3. bangun model yang formal dari alternatif

4. tentukan biaya/efektifitas dari alternatif

5. tersedianya rekomendasi

6. laksanakan alternatif yang terpilih

Langkah-langkah pendekatan pemecahan masalah dalam kerangka kerja sistem seperti yang
dikemukakan Dewy (dalam McLeodr, Jr dan Schell – edisi bahasa indonesia, hal 182) yaitu :
Tahap I : Upaya Persiapan
Langkah satu - Pandang perusahaan sebagai sistem

Langkah dua - Kenali sistem lingkungan

Langkah tiga - Mengidentifikasi subsistem perusahaan

Tahap II : Upaya Definisi


Langkah keempat - Mengalihkan sistem menjadi subsistem

Langkah kelima - Analisis bagian-bagian sistem dalam satu urutan


tertentu

Tahap III : Upaya Solusi


Langkah enam - Mengidentifikasi berbagai solusi alternatif

Langkah tujuh - Mengevaluasi berbagai solusi

Langkah delapan - Memilih solusi terbaik

Langkah sembilan - Menerapkan solusi

Langkah sepuluh - Membuat tindak lanjut untuk memastikan bahwa


solusi itu efektif

F. Klasifikasi Sistem

Adapaun kriteria menurut (Beer,1996) untuk melakukan klasifikasi sistem yaitu :

1. tingkat kemampuan untuk meramalkan (level of predictability), yang didasarkan kepada


bentuk : diterministik dan probabilistic.

Dikatakan diterministic apabila seseorang dapat memperkirakan bagaimana suatu sistem beraksi
atau dapat memperkirakan bagaimana suatu sistem bekerja pada situasi tertentu sesuai dengan
keadaan sistem. Sebaliknya bila seseorang tidak dapat memprediksi keluaran (outcome) suatu
sistem, maka sistem disebut probabilistic.

2. tingkat kompleksitas (level of complexity), yang diklasifikasikan menjadi : sederhana.


Kompleks dan sangat kompleks.

Berikut ini adalah secara matrik interelasi suatu sistem :


SISTEM SIMPLE KOMPLEKS SANGAT
KOMPLEKS
Lempar bola komputer Tida ada klasifikasi
DITERMINISTIK
Sasaran produksi Otomasi alat RT Perusahaan besar
Lempar uang Perusahaan kecil Ekonomi nasional
PROBABILISTIK
Sistem Q. kontrol Sistem penemuan

 Analisis diterministik dan probabilistik

Gagasan kunci dalam sistem diterministik ini adalah bahwa output sangat ditentukan oleh alat
pengatur yang menghubungkan input dan output. Bila input ditambah maka akan ada
kemungkinan (probabilitas) terjadinya peningkatan output.

Sistem probabilistik yang komples akan mempunyai banyak sekali input yang selanjutnya akan
saling berinteraksi untuk menghasilkan output. Hubungan input-output dalam situasi ini
mempunyai tiga kategori :

1. bila jumlah tertentu input ditamah, secara jelas jumlah output juga akan bertambah

2. bila jumlah input tidak diketahui, tetapi beberapa jumlah output yang diharapkan akan
diketahui.

3. jumlah input – output sama-sama tidak diketahui.

G. Pengembangan Sistem

Leod dan Schell menyebutkan bahwa penegmbangan sistem, dalam memecahkan masalah
dengan pendekatan sistem terdapat 3 langkah yaitu :

1. persiapan, yang meliputi :

a. mengamati perusahaan (organisasi dan lembaga sebagai sistem)


b. mengenali sistem lingkungan
c. mengidentifikasi subsistem perusahaan (organisasi dan lembaga)

2. definisi, meliputi :

a. pengalihan dari suatu sistem ke subsistem


b. menganalisis komponen sistem dalam suatu urutan tertentu
3. solusi, meliputi

a. identifikasi solusi alternatif


b. mengevaluasi solusi alternatif
c. memilih satu yang terbaik

adapun menurut (Burch.Jr dan Strater. Jr, 1974 : 12) analisis sistem diidentifikasikan dengan :
1. perencanaan
2. analisis sistem
3. rancangan sistem
4. implementasi sistem
5. penggunaan

Kegiatan yang dikemukaan oleh Burch dan Strater hampir sama dengan 6 langkah dasar dalam
analisis sistem yang telah disampaikan.

Analisis sistem sendiri sama dengan melakukan definisi dan formulasi masalah.
ESSAY

PT. TELKOM, Tbk adalah Suatu Badan Milik Negara (BUMN) yang bergerak dalam
bidang jasa Telekomunikasi. PT. TELKOM menyediakan sarana dan jasa layanan
Telekomunikasi dan Informasi kepada masyarakat luas sampai kepelosok daerah di seluruh
Indonesia.

Visi Misi PT. Telkom Indonesia


 Visi PT. Telkom Indonesia
Menjadi Perusahaan yang unggul dalam penyelenggaraan Telecommunication, Information,
Media, Edutainment dan Services (“TIMES”) di kawasan regional.
 Misi PT. Telkom Indonesia
—> Menyediakan layanan TIMES yang berkualitas tinggi dengan harga yang kompetitif.
—> Menjadi model pengelolaan korporasi terbaik di Indonesia.

Struktur Organisasi PT. Telkom Indonesia ( EVP Telkom Regional V )

Diagram Sistem Informasi


Sistem Informasi dapat dibentuk menjadi diagram berbentuk piramida yang terbagi menjadi
empat bagian yaitu, EIS (Executive Information Systems), DSS (Decision Support Systems),
MIS (Management Information Systems), TPS (Transaction Processing System).
 Direktur Utama
Direktur Utama memiliki tugas antara lain mengatur perusahaan secara keseluruhan untuk
kelangsungan kehidupan perusahaan agar dapat terus maju dan berkembang, menentukan
peraturan dan kebijakan tertinggi perusahan.

 Dirut perdivisi
Hampir sama seperti direktur utama, tetapi memiliki ruang lingkup yang lebih kecil.
 General Manager
Seorang yang memiliki tanggung jawab atas kinerja dan motivasi pegawai, mengurusi
operasional harian perusahaan.
 Pegawai
Orang yang menjalankan tugas dari perusahaan.

Operation Support System


Sistem informasi selalu dibutuhkan untuk memproses data yang dihasilkan oleh dan
digunakan dalam operasi bisnis.Sistem pendukung operasi semacam ini menghasilkan berbagai
produk informasi yang paling dapat digunakan oleh para manajer.Pemrosesan lebih jauh oleh
sistem informasi manajemen biasanya dibutuhkan. Peran dari sistem pendukung operasi
perusahaan bisnis adalah untuk secara efisien memproses transaksi bisnis, mengendalikan proses
industrial, mendukung komunikasi dan kerjasama perusahaan,serta memperbarui database
perusahaan. sistem pendukung operasi ini dibagi menjadi beberapa bagian, yaitu:

·       Transaction Process System


TPS (Transaction Processing System) adalah sistem informasi lintas fungsi yang
menproses dara dari traksaksi bisnis. Traksaksi ini membantu kegiatan aktivitas bisnis pada
perusahaan mulai dari penjualan, pembelian, penyimpanan, pembayaran dan penagihan.Siklus
pemprosesan traksaksi meliputi entri data, pemrosesan traksaksi, pemeliharaan database,
pembuatan dokumen dan laporan dan pemrosesan pesanan .

Transaction Processing System (TPS) merupakan subsistem input penting dengan


mengumpulkan data dari berbagai sumber guna mendapatkan profil pelanggan. Telkom E-
Service adalah layanan baru dari PT Telkom Indonesia Tbk yang diluncurkan pada tahun 2008
dipersembahkan untuk meningkatkan pelayanan kepada pelanggan dan semakin mendekatkan
perusahaan dengan pelanggan. Melalui layanan ini, pelanggan akan dapat kemudahan dalam
berinteraksi dengan perusahaan secara online.
·      Entreprise Collaboration System
            Media intranet (portal internal) adalah media komunikasi perusahaan
secara on-line, real time, dinamis dan terbatas untuk lingkungan Telkom. Media ini berperan
sebagai media komunikasi utama yang diposisikan sebagai wahana kolaborasi dan sharing
informasi dan knowledge baik antara pimpinan dengan staff, antara manajemen dengan
karyawan dan antar karyawan. Intranet di Telkom Bogor merupakan salah satu sarana yang telah
cukup lama dimanfaatkan dalam mendukung keseluruhan operasioanl bisnis. Fleksibilitas yang
tinggi dan kemudahannya untuk dipelajari memungkinkan teknologi ini dapat dikembangkan di
setiap unit dan lini dari perusahaan guna mensolusi berbagai permasalahan yang membutuhkan
dukungan IT.

Fitur intranetBerikut ini beberapa fitur pada aplikasi intranet Telkom :


1. Single sign-onSingle sign-on mempunyai arti satu login untuk berbagai aplikasi.Dengan
implementasi intranet dimungkinkan integrasi aplikasi dan berbagai platform. Kondisi sekarang
telah diintegrasikan aplikasi antara lain:
                  -  Nota dinas elektronik dan slip gaji online
                  -  BKP online
                  -  Email divre Jawa Barat
                  -  RDB/FBI
                  -  Dashboard kandatel
                  -  Dashboard produk (flexi,SLI,SLJJ,dll
                  -  Knowledge management
                  -  Divre Jateng management control
                  -  Tools USI (Simos, cuti online, dan lain-lain)

2.   Menu defaultSecara default, user akan diberikan menu standar yang dapat dikastemisasi sesuai
kebutuhan. Menu default saat user login pertama kali:
                        -  Collaboration : (Nota dinas, Memo, Divre bogor E-mail)
                        -  Intra news (Info produk, Koin, Intranet)
                        -  Intra portal (Intra unit, Intra DIVRE, Intra Telkom)
                        -  Business (TQMS, The Telkomway 135, RDB, FBI)
               -  Tools (Rescue model, Portal file, merupakan tools untuk menyimpan data-data penting
agar dapat diakses dari Portal, dengan kuota sebesar 20 MB per user, Personal, BKP anda, Slip
gaji)
                        -  Accessories (Home, Identitas user, Grafik bioritme user dan keluarganya. Bioritme atau irama
hidup adalah prediksi siklus kondisi fisik, emosional dan intelektual seseorang. ada pendapat
yang menyatakan bahwa siklus emosional berlangsung selama 28 hari, siklus fisik berlangsung
selama 23 hari sedangkan siklus intelektual berlangsung selama 33 hari. Oleh karena itu, grafik
bioritme dihitung berdasarkan tanggal lahir, Portal notes, fasilitas untuk menyimpan catatan
kecil, Portal contacts, fasilitas untuk menyimpan data kontak)
                        -  Portal reminder (Default reminder dibuat oleh system. Secara default, tiap user akan diberikan
reminder berikut: Tagihan telepon , Penerimaan BPHP, Ulang tahun keluarga
                        -  Personal reminder (User dapat membuat reminder sesuai kebutuhan, misa: tanggal jatuh tempo
pembayaran asuransi, perpanjangan STNK, dll, Options : Menu ini berfungsi untuk
menkastemisasi menu portal yaitu untuk melakukan penambaham atau pengurangan folder atau
item di menu portal, Logout )
Management Support System
·      Management Information System
       Untuk memfasilitasi proses kerja seluruh karyawan, Telkom membangun infrastruktur
komunikasi yang terintegrasi untuk mempermudah koordinasi kebijakan dan sosialisasi strategi
bisnis Perusahaan antara pembuat kebijakan, pengelola SDM dan karyawan. Infrastruktur
tersebut adalah website Human Capital & General Affairs yang dapat diakses oleh karyawan
yang ingin mengetahui berbagai kebijakan dan informasi lain terkait pengelolaandan
pengembangan SDM. 
Berikut adalah sistem informasi manajemen berbasis web untuk manajemen sumber daya
manusia di PT TELKOM. Web dapat diakses melalui sra.telkom.co.id

 Portal Telkom dapat diakses oleh seluruh pegawai telkom, namun ada beberapa fitur yang hanya
dikhususkan oleh manager untuk dapat melalkukan proses bisnis tertentu.

·      Decision Support System


Di dalam era persaingan yang ketat, rencana dalam jangka menengah dan panjang tidak
lagi menarik karena tuntutan supply dan demand selalu bergeser dalam periode yang
cepat.Decision Support System (DSS) sebagai metode pengambilan keputusan yang taktis untuk
pengembangan fasilitas telekomunikasi diperlukan karena perubahan kriteria dan asumsi
pendukung yang juga berubah dengan sangat cepat. Di dalam hal ini PT TELKOM membuat
suatu aplikasi yang dapat dipergunakan untuk mempermudah PT. Telkom dalam pengambilan
keputusan yang cepat dan akurat yang diambil berdasarkan data dan fakta yang berada di
lapangan. Aplikasi yang menggunakan Telkom e-service akan membantu pengambilan
keputusan karena hasilnya yang bersifat matematis. Sebagai kesimpulan, aplikasi ini akan dapat
membantu evaluasi pemilihan pengembangan suatu jaringan akses yang tepat yang akan
dikembangkan PT. Telkom, karena Telkom e-service berfungsi juga agar hubungan antara
PT.Telkom dan customer terjalin. Dengan adanya Telkom e-service PT.Telkom dapat
mengetahui saran-saran yang diberikan oleh customer untuk mengembangkan bisnisnya, apa saja
yang harus dilakukan oleh system management PT.Telkom itu sendiri. Terutama saran tentang
Telkom Speedy apakah itu melalui saluran wireless (Flexi) ataukah wireline (Direct Line Cable).
Dengan adanya DSS akhirnya PT.Telkom dapat cepat menanggapi keluhan- keluhan pelanggan
dan pengambilan perusahaan pun akan lebih efektif dan efisien.Sehingga dengan menggunakan
DSS memberikan keuntungan bagi 2 pihak, baik dari segi PT.Telkom maupun dari segi
customer. DSS memberikan keuntungan dari segi customer, karena dengan menggunakan DSS
konsumen dapat menyampaikan keluhan-keluhan kepada PT.Telkom secara langsung.
Sedangkan dari segi PT. Telkom DSS memberikan keuntungan yaitu, membuat konsumen lebih
dengan PT.Telkom (RCM). Dan saran-saran serta keluhan yang diberikan oleh konsumendapat
langsung ditanggapi secara tepat.Sehingga PT.Telkom dapat mengevaluasi kekurangan-
kekurangan yang ada pada PT.Telkom.

·      Specialized Processing System


Knowledge Management
Perubahan portfolio bisnis dari Infocom ke TIMES menimbulkan implikasi pergeseran
kompetensi yang diperlukan. Sesuai kerangka kerja GCG yang telah dirumuskan, kompetensi
dan kemampuan SDM merupakan salah satu elemen penting yang harus diperhatikan Perusahaan
untuk dapat mewujudkanpraktik GCG. Sebaik apapun kebijakan dan proses yang telah dirancang
tidak akan membuahkan hasil yang optimal jika manusia yang menjalankan aktivitas tersebut
tidak profesional. Dalam implementasinya, pengelolaan pengetahuan di Perusahaan difokuskan
untuk menciptakan nilai bisnis yang menghasilkan keunggulan kompetitif yang
berkesinambungan dengan mengoptimalkan proses penciptaan (acquisition), berbagi (sharing)
dan pemanfaatan (utilization) pengetahuan yang dibutuhkan Perusahaan.Guna mendukung
proses pengelolaan pengetahuan tersebut, Perusahaan telah menyediakan Knowledge
Management System yang diberi nama KAMPIUN yang merupakan bank data (repository)
sebagai sarana bagi setiap karyawan untuk meningkatkan wawasan dan pengetahuan dengan cara
mengunggah atau mengunduh melalui sistem, sehingga diharapkan dapat menjadi solusi atas
beranekaragam permasalahan pekerjaan yang pada akhirnya mendorong pertumbuhan
produktivitas dan kualitas pekerjaan.

Tujuan akhir dari pengelolaan pengetahuan adalah terciptanya learning organization,


yaitu suatu kondisi dimana organisasi akan tetap berjalan terus tanpa ketergantungan kepada
pegawai tertentu dengan memproyeksikan dirinya menjadi knowledge based enterprise melalui
transformasi Learning Center sebagai unit pembelajaran dengan metoda konvensional telah
bertransformasi menjadi Corporate University (“CorpU”) yang merupakan wahana peningkatan
kompetensi yang dapat mendukung kebutuhan bisnis Perusahaan agar terbentuk Center of
Excellent Human Capital bertaraf internasional di industri TIMES yang dapat mendukung
peningkatan performansi bisnis dan implementasi budaya baru dengan tagline “from
Competence to Commerce” yang mempunyai makna bahwa karyawan yang kompeten yang akan
meng-create bisnis.
·      Information Reporting System
Information Reporting System (IRS) menyediakan informasi produk bagi manajeral dan
end users. Akses data IRS berisi informasi tentang operasi internal yang telah diproses
sebelumnya oleh transaction processing systems. Informasi produk memberikan gambaran dan
laporan yang dapat dilengkapi berdasarkan permintaan, periode maupun ketika terjadi situasi tak
terduga.

·      Executive Information System


Sistem Informasi eksekutif dirancang untuk menyediakan akses yang mudah dan cepat
untuk informasi informasi selektif tentang faktor-faktor ekslusif dalam menjalankan tujuan
strategis bagi manajemen.

Teknologi Informasi

Teknologi Informasi bagi suatu perusahaan sangat penting dengan penerapan teknologi
informasi secara tepat suatu perusahaan dapat memiliki competitiva advantage dalam
industrinya. Teknologi informasi dapat membuka peluang bagi perusahaan untuk memperluas
atau memgembangkan bisnisnya. Teknologi informasi merupakan saran pendukung yang
memiliki posisi penting dalam kemajuan perusahaan. Berikut contoh teknologi informasi yang
digunakan oleh PT. Telkom Indonesia :

Software
 1. UseeTV
 2. UseeTV OS
 3. Telkom Indonesia AR
 4. Telkom Solution AR
 5. Wifi.id
 6. IndiHome Store
 7. NotaDinas Mobile Telkom
 8. Telkom API
 9. DNS Telkom

Hardware
1. Menara BTS
2. SIM Card
3. Kabel Fiber optik
4. Kabel UTP (Kabel Telepon)
5. Komputer 
6. Data Center

Anda mungkin juga menyukai