Anda di halaman 1dari 4

PEMBATALAN PAILIT PT DIRGANTARA INDONESIA

Kasus :
Pakar hukum ekonomi Sutan Remy Sjahdeini menilai pembatalan pailit PT. Dirgantara
Indonesia yang dilakukan di tingkat kasasi oleh Mahkamah Agung adalah langkah yang tepat.

Alasannya kata dia, sesuai dengan undang-undang kepailitan, karyawan tidak memiliki
hak untuk memailitkan sebuah Badan Usaha Milik Negara, yang sahamnya dimiliki oleh
pemerintah.

“seharusnya Menteri Keuangan yang berhak mengajukan permohonan itu.” Kata pakar
yang juga pengacara itu saat dihubungi kemarin.

Menurut Sutan, sejak awal pendaftaran perkara pailit ke Pengadilan Niaga Jakarta Pusat
sudah terjadi pelanggaran prosedur. “sejak awal sudah salah. Kemudian keputusan yang
dikeluarkan hakim pada tingkat pertama pun menyimpang.” Dia mengaku prihatin melihat
pengadilan tidak mengetahui hal ini.

Ahli hukum ekomoni lainya dari Universitas Indonesia, Chatamarrasjid, mengatakan hal
senada. Sesuai dengan Undang-undang Noor 37 Tahun 2004 tentang kepailitan dan penundaan
kewajiban pembayaran utang (PKPU) kata dia, karyawan memang tidak punya hak untuk
menggugat pailit perusahaan. “kontrak kerja antara karyawan dengan perusahaan BUMN bukan
sebuah pertikaian utang.” Ujarnya.

Dalam undang-undang itu, dinyatakan mereka yang memiliki hak mengajukan


permohonan hanyalah kejaksaan, Bank Indonesia, Badan Pengawas Pasar Modal, dan Menteri
Keuangan. “Pekerja bukan salah satu dari unsur itu.”

Meski begitu, ia menambahkan, dalam kasus PT DI, keputusan yang sudah diambil oleh
majelis kasasi MA sebaiknya berdasarkan pertimbangan untuk kepentingan yang lebih besar.
“hakim harus bisa memilah mana yang lebih penting bagi pihaknya.” Ujarya.
Pertanyaan:

1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan kepailitan, siapa yang dapat mengajukan
permohonan pernyataan pailit, apa akibat dijatuhkannya pailit, dan apa tugas hakim
pengawas dan kurator itu ?

 Pailit adalah tanah tempat seseorang oleh suatu pengadilan menyatakan bangkrut dan
aktivanya atau warisannya telah diperuntukkan untuk pembayaran utang-utangnya.
Sedangkan Kepailitan adalah sita umum atas semua kekayaan debitor pailit yang
pengurusan dan pemberesannya dilakukan oleh kurator di bawah pengawasan.

Yang Dapat mengajukan permohonan pernyataan pailit adalah :

a. Permohonan debitur yang memiliki utang yang memiliki lebih dari 2 kreditor atau lebih
dan tidak dapat membayar salah satu hutang tersebut.

b. Kreditor yang meminta uang kepada debitor dengan mengundang 1 kreditor lainnya
untuk meminta pailit

c. Kejaksaan, atas alasan kepentingan umum

d. Bank Indonesia, jika debitornya adalah Bank

e. Badan pengawas pasar modal, jika debiturnya adalah perusahaan efek

f. Menteri Keuangan, jika debitornya adalah BUMN di bidang kepentingan publik,


perusahaan dana penerima, asuransi, dan reasuransi.

Akibat Dijatuhkannya Pailit antara lain :

a. Debitor kehilangan segala haknya untuk menguasai dan mengurus atas kekayaan harta
bendanya (asetnya), sejak tanggal putusan pernyataan pailit diucapkan.

b. Utang-utang baru tidak lagi dijamin oleh kekayaannya.

c. Seluruh asset diurus oleh balai harta peninggalan (weeskamer), sebagai curator yang
bertujuan untuk melindungi kreditor.

d. Penagihan gugatan harus ditujukan kepada weeskamer.

e. Segala piutang dari debitor ditagih oleh weeskamer

f. Harus diumumkan di 2 surat kabar


Tugas Pengawas:

a. Mengawasi pengurusan dan pemberesan harta pailit

b. Memberikan nasihat kepada Pengadilan Niaga sebelum Pengadilan Niaga memutuskan


sesuatu yang ada sangkut pautnya dengan pengurusan dan pemberesan harta pailit

c. Mendengar saksi-saksi atau memerintahkan para ahli untuk melakukan penyelidikan


dalam rangka memperoleh keterangan mengenai segala hal yang ada sangkut pautnya
dengan kepailitan

d. Menyampaikan surat panggilan kepada para saksi untuk didengar keterangannya oleh
Hakim Pengawas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 65 ayat (1)

e. Apabila saksi tersebut mempunyai tempat kedudukan hukum di luar kedudukan hukum
Pengadilan Niaga yang menetapkan putusan pernyataan pailit, Hakim Pengawas
melimpahkan kewenangannya untuk melakukan pendengaran keterangan saksi kepada
Pengadilan Niaga yang wilayah hukumnya meliputi tempat kedudukan hukum dari saksi
yang bersangkutan.

Tugas Kurator

Menurut Pasal 69 UU No. 37 Tahun 2004, kurator memiliki tugas sebagai berikut :

a. Melakukan pengurusan dan/atau pemberesan harta pailit.

b. Segala perbuatan kurator tidak harus mendapat per-setujuan dari Debitor (meskipun
dipersyaratkan)

c. Dapat melakukan pinjaman dari pihak ketiga (dalam rangka meningkatkan nilai harta
pailit)

d. Kurator itu bisa Balai Harta Peninggalan (BHP), atau kurator lainnya (Pasal 70 Ayat 1)
2. Dalam kasus PT DI tersebut yang telah dinyatakan pailit oleh hakim Pengadilan Niaga
Jakarta Pusat sebelumnya, apakah sebenarnya sudah sesuai dengan Undang-Undang
Kepailitan? Dengan demikian atas dasar apa PT DI dapat dinyatakan pailit oleh hakim ?
dan apabila PT DI diputus pailit oleh Pengadilan Niaga, siapakah yang berwenang untuk
melakukan pengurusan atas harga pailit tersebut?

 Berdasarkan pemaparan proses kepailitan PT. Dirgantara Indonesia di atas, Pengajuan


Permohoanan kepailitan adalah harus memenuhi syarat yaitu, Debitor harus
mempunyai dua atau lebih Kreditor, tidak membayar lunas sedikitnya satu utang yang
telah jatuh waktu dan dapat ditagih. Berdasarkan syarat yang mendasar dari
pengajuan permohonan pailit tersebut, maka terhadap kasus kepailitan PT. Dirgantara
Indonesia sudah bisa dikatakan memenuhi syarat dasar kepailitan tersebut. Yang
berwenang dalam kepengurusan harta pailit perusahaan tersebut adalah, kurator,
hakim pengawas, dan panitia kreditor.

3. Melihat kasus tersebut, upaya hukum apa yang dapat dilakukan oleh mantan karyawan
PT DI atas putusan kasai MA tersebut?

Putusan ini memerintahkan PT DI menyelesaikan pembayaran kompensasi pensiun


kepada para pekerja dan mantan karyawan PT DI dapat meminta hak mereka sesuai
dengan kontrak kerja yang telah disepakati sebelumnya