Anda di halaman 1dari 1

BAB 10

HAK MILIK INTELEKTUAL (HAKI)


Hak milik inelektual (HAKI) adalah hak yang timbuk atau lahir karena adanya
intelektualitas seseorang sebagai inti atau objek pengaturannya. HAKI dikelompokkan menjadi
dua jenis, yaitu :
a. Hak Milik Industri (Industrial Property)
- Hak Paten
- Hak Merek
- Desain Produk Industri
b. Hak Cipta (Copyrights)

1. Hak Paten
Hak paten merupakan hak khusus yang diberikan kepada seseorang yang merupakan
penemu dibidang terknologi. Yang berhak memperoleh paten adalah inventor atau yang
menerima lebih lanjut hak invertor tersebut. Hak paten diberikan untuk jangka 20 tahun
terhitung sejak tanggal penerimaan dan jangka waktu tersebut tidak dapat diperpanjang. Paten
diberikan berdasarkan atas permohonan dan setiap permohonan hanya dapat diajukan untuk
satu invensi. Selanjutnya setiap permohonan akan diumumkan oleh pemerintah yang
dilakukan dengan menempatkannya dalam berita resmi paten yang diterbitkan oleh Ditjen
HAKI. Untuk pembatalan paten dilakukan oleh Ditjen HAKI untuk seluruh atau sebagian atas
permohonan yang diajukan.
2. Hak Merek
Hak merek merupakan hak ekslusif yang diberikan oleh negara kepada pemilik merek
yang terdaftar dalam daftar umum merek untuk jangka waktu tertentu dengan menggunakan
sendiri merek tersebut. Salah satu penyebab tidak terdaftarnya suatu merek disebabkan
karena bertentangan dengan UU dan merek tersebut telah menjadi milik umum. Pengahpusan
dan pembatalan merek dapat dilakukan jika merek tersebut tidak digunakan selama 3 tahun
berturut-turut dan jika merek yang digunakan tidak sesuai dengan jenis barang yang
dimohonkan pendaftarnya.
3. Hak Cipta (Copyrights)
Hak Hak cipta adalah suatu hak eksklusif/ khusus bagi si pencipta. Hak cipta terbagi
atas :
a. Hak Moral, yaitu hak dari seorang pencipta yang tidak dapat diambil sedemikian rupa
tanpa izin dari pemegang hak cipta.
b. Hak Ekonomi, yaitu hak yang berkaitan dengan masalah yang bersangkutan dengan
keuangan dan penjualan hasil ciptanya.
Menurut UU ada 3 sifat hukum Hak Cipta, yaitu Hak cipta dianggap sebagai benda yan
bergerak dan immaterial, hak cipta harus dialihkan dengan akta tertulis, hak cipta tidak dapat
disita.