Anda di halaman 1dari 12

MODUL PERKULIAHAN

KOMUNIKASI DAN
ETIKA PROFESI

Profesi, Profesional dan


Profesionalisme Kerja

Fakultas Program Studi Tatap Muka Kode MK Disusun Oleh

06
Ilmu Komputer Sistem Informasi W151700005 Hanna Yunita, ST.,MKom

Abstract Kompetensi
Modul ini menjelaskan tentang Diharapkan mahasiswa memahami
Pengertian profesi, professional dan dan mampu menjelaskan tentang hal-
profesionalisme kerja. hal yang terkait profesi, professional,
profesionalisme kerja..
6.1 Pengertian Profesi
Bekerja merupakan kegiatan fisik dan pikir yang terintegrasi. Pekerjaaan dapat
dibedakan menurut kemampuan (fisik dan intelektual), kelangsungan (sementara dan terus
menerus), lingkup (umum dan khusus), tujuan (memperoleh pendapatan dan tanpa
pendapatan).
Profesi adalah kata serapan dari sebuah kata dalam bahasa Inggris "Profess", yang
bermakna: "Janji untuk memenuhi kewajiban melakukan suatu tugas khusus secara tetap/
permanen". Profesi adalah pekerjaan tetap bidang tertentu berdasarkan keahlian khusus
yang dilakukan secara bertanggung jawab,dengan tujuan memperoleh penghasilan.
Nilai moral profesi menurut Frans Magnis Suseno,1975:
 Berani berbuat memenuhi tuntutan profesi
 Menyadari kewajiban yang harus dipenuhi selama menjalankan profesi
 Idealisme sebagai perwujudan makna organisasi profesi

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, profesi diartikan sebagai "bidang pekerjaan
yang dilandasi pendidikan keahlian (seperti ketrampilan, kejuruan dan sebagainya) tertentu."
Dalam pengertian ini, dapat dipertegas bahwa profesi merupakan pekerjaan yang harus
dikerjakan dengan bermodal keahlian, ketrampilan dan spesialisasi tertentu.
Profesi adalah pekerjaan yang membutuhkan pelatihan dan penguasaan terhadap suatu
pengetahuan khusus. Suatu profesi biasanya memiliki asosiasi profesi, kode etik, serta
proses sertifikasi dan lisensi yang khusus untuk bidang profesi tersebut. Contoh profesi
adalah pada bidang hukum, kedokteran, keuangan, militer, teknik desainer, tenaga pendidik.
Definisi Profesi adalah kelompok lapangan kerja yang dalam melaksanakan
kegiatannya membutuhkan ketrampilan atau keahlian khusus yang didapatkan dari
penguasaan pengetahuan dan pendidikan tinggi untuk memenuhi kebutuhan manusia.
Nilai moral profesi :
- Berani berbuat untuk memenuhi tuntutan profesi
- Menyadari kewajiban yang harus dipenuhi selama menjalankan profesi
- Idealisme sebagai perwujudan makna misi organisasi profesi

Profesi adalah pekerjaan, namun tidak semua pekerjaan adalah profesi.Profesi


mempunyai karakteristik sendiri yang membedakannya dari pekerjaan lainnya. Daftar
karakteristik ini tidak memuat semua karakteristik yang pernah diterapkan pada profesi, juga
tidak semua ciri ini berlaku dalam setiap profesi.

2018 Komunikasi dan Etika Profesi


2 Hanna Yunita, ST.,MKom
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Secara umum karakteristik yang terdapat pada profesi adalah :
1. Keterampilan yang berdasar pada pengetahuan teoretis: Profesional diasumsikan
mempunyai pengetahuan teoretis yang ekstensif dan memiliki keterampilan yang
berdasar padapengetahuan tersebut dan bisa diterapkan dalam praktik.
2. Asosiasi profesional: Profesi biasanya memiliki badan yang diorganisasi oleh para
anggotanya, yang dimaksudkan untuk meningkatkan status para anggotanya.
Organisasi profesi tersebut biasanya memiliki persyaratan khusus untuk menjadi
anggotanya.
3. Pendidikan yang ekstensif: Profesi yang prestisius biasanya memerlukan pendidikan
yang lama dalam jenjang pendidikan tinggi.
4. Ujian kompetensi: Sebelum memasuki organisasi profesional, biasanya ada
persyaratan untuk lulus dari suatu tes yang menguji terutama pengetahuan teoretis.
5. Pelatihan institutional: Selain ujian, juga biasanya dipersyaratkan untuk mengikuti
pelatihan institusional dimana calon profesional mendapatkan pengalaman praktis
sebelum menjadi anggota penuh organisasi. Peningkatan keterampilan melalui
pengembangan profesional juga dipersyaratkan.
6. Lisensi: Profesi menetapkan syarat pendaftaran dan proses sertifikasi sehingga hanya
mereka yang memiliki lisensi bisa dianggap bisa dipercaya.
7. Otonomi kerja: Profesional cenderung mengendalikan kerja dan pengetahuan teoretis
mereka agar terhindar adanya intervensi dari luar.
8. Kode etik: Organisasi profesi biasanya memiliki kode etik bagi para anggotanya dan
prosedur pendisiplinan bagi mereka yang melanggar aturan.
9. Mengatur diri: Organisasi profesi harus bisa mengatur organisasinya sendiri tanpa
campur tangan pemerintah. Profesional diatur oleh mereka yang lebih senior, praktisi
yang dihormati, atau mereka yang berkualifikasi paling tinggi.
10. Layanan publik dan altruisme: Diperolehnya penghasilan dari kerja profesinya dapat
dipertahankan selama berkaitan dengan kebutuhan publik, seperti layanan dokter
berkontribusi terhadap kesehatan masyarakat.
11. Status dan imbalan yang tinggi: Profesi yang paling sukses akan meraih status yang
tinggi, prestise, dan imbalan yang layak bagi para anggotanya. Hal tersebut bisa
dianggap sebagai pengakuan terhadap layanan yang mereka berikan bagi masyarakat.

Secara umum pekerjaan di bidang IT terbagi menjadi empat kelompok yaitu:


1. Bidang software (sistem analis, programmer)
2. Bidang hardware (technical engineer dan networking engineer)
3. Bidang operational sistem informasi (EDP operator, system administration)

2018 Komunikasi dan Etika Profesi


3 Hanna Yunita, ST.,MKom
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
4. Bidang pengembangan bisnis informasi

Berbagai profesi di bidang IT sebagai berikut :


1. System Analyst
2. Programmer
3. Database Administrator
4. Network Administrator
5. Network Systems and Data Communications Analysts
6. Web Developers
7. IT Project Managers
8. Computer Systems Engineers
9. Computer Security Specialists

Dalam melaksanakan kegiatan dalam bidang profesinya, tentu tidak akan terlepas dari etika
profesi. Etika Profesi adalah refleksi dari apa yang disebut “Self Control”, karena segala
sesuatunya dibuat dan diterapkan dari dan untuk kepentingan profesi itu sendiri.

Prinsip dasar dalam etika profesi :


1. Prinsip Standar Teknis
2. Prinsip Kompetensi
3. Prinsip Tanggung Jawab Profesi
4. Prinsip Kepentingan Publik
5. Prinsip Integritas
6. Prinsip Obyektifitas
7. Prinsip Kerahasiaan
8. Prinsip Perilaku Profesional

Etika pada bidang profesi IT meliputi :


1. Cyber ethics
2. Kejahatan komputer
3. E-commerce
4. Pelanggaran hak atas kekayaan intelektual (copyright)
5. Tanggung jawab profesi IT

Organisasi profesi biasanya memiliki kode etik bagi para anggotanya dan prosedur
pendisiplinan bagi mereka yang melanggar aturan.

2018 Komunikasi dan Etika Profesi


4 Hanna Yunita, ST.,MKom
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Pengertian Kode Etik menurut UU no.8 tentang Pokok-pokok Kepegawaian : Kode Etik
Profesi adalah pedoman sikap, tingkah laku dan perbuatan dalam melaksanakan tugas dan
dalam kehidupan sehari-hari.

Tujuan Kode etik :


 Untuk menjunjung tinggi martabat profesi
 Untuk menjaga dan memelihara kesejahteraan para anggota.
 Untuk meningkatkan pengabdian para anggota profesi.
 Untuk meningkatkan mutu profesi.
 Untuk meningkatkan mutu organisasi profesi.
 Meningkatkan layanan di atas keuntungan pribadi.
 Mempunyai organisasi profesional yang kuat dan terjalin erat.
 Menentukan baku standarnya sendiri.

6.2 Profesional
Profesional adalah pekerja yang menjalankan profesi. Dalam menjalankan tugas
profesinya seorang profesional harus bertindak objektif, artinya bebas dari rasa malu,
sentimen, benci, sikap malas dan enggan bertindak. Selain itu juga memiliki latar belakang
pendidikan yang memadai untuk menjalankan profesinya dan ada unsur semangat
pengabdian dalam melakukan pekerjaannya.

Seorang profesional adalah seseorang yang menawarkan jasa atau layanan sesuai
dengan protokol dan peraturan dalam bidang yang dijalaninya dan menerima gaji sebagai
upah atas jasanya. Orang tersebut juga merupakan anggota suatu entitas atau organisasi
yang didirikan seusai dengan hukum di sebuah negara atau wilayah. Meskipun begitu,
seringkali seseorang yang merupakan ahli dalam suatu bidang juga disebut "profesional"
dalam bidangnya meskipun bukan merupakan anggota sebuah entitas yang didirikan
dengan sah. Sebagai contoh, dalam dunia olahraga terdapat olahragawan profesional yang
merupakan kebalikan dari olahragawan amatir yang bukan berpartisipasi dalam sebuah
turnamen/ kompetisi demi uang. Seorang profesional harus mampu menguasai ilmu
pengetahuannya secara mendalam, mampu melakukan kreativitas dan inovasi atas bidang

2018 Komunikasi dan Etika Profesi


5 Hanna Yunita, ST.,MKom
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
yang digelutinya serta harus selalu berfikir positif dengan menjunjung tinggi etika dan
integritas profesi.

Untuk mencapai sukses dalam bekerja, seseorang harus mampu bersikap


profesional. Profesional tidak hanya berarti ahli saja. Namun selain memiliki keahlian juga
harus bekerja pada bidang yang sesuai dengan keahlian yang dimilikinya tersebut. Seorang
profesional tidak akan pernah berhenti menekuni bidang keahlian yang dimiliki. Selain itu,
seorang profesional juga harus selalu melakukan inovasi serta mengembangkan
kemampuan yang dimiliki supaya mampu bersaing untuk tetap menjadi yang terbaik di
bidangnya.

Watak Kerja Seorang Profesional:

1. Beritikad untuk merealisasikan kebajikan demi tegaknya kehormatan profesi yang digeluti.

2. Dilandasi oleh kemahiran teknis yang berkualitas tinggi yang dicapai melalui proses
pendidikan dan pelatihan.

3. Kerja seorang profesional – diukur dengan kualitas teknis dan kualitas moral –
menundukkan diri pada kode etik profesi yang berlaku.

6.3 Profesionalisme
Profesionalisme adalah ide atau aliran yang bertujuan mengembangkan profesi agar
profesi yang dilaksanakan mengacu pada norma standar dan kode etik serta memberikan
layanan terbaik kepada klien / konsumennya.

Profesionalisme adalah sebutan yang mengacu kepada sikap mental dalam bentuk
komitmen dari para anggota suatu profesi untuk senantiasa mewujudkan dan meningkatkan
kualitas profesionalnya.

Dalam Kamus Kata-Kata Serapan Asing Dalam Bahasa Indonesia, karangan J.S.
Badudu (2003), definisi profesionalisme adalah mutu, kualitas, dan tindak tanduk yang
merupakan ciri suatu profesi atau ciri orang yang profesional. Sementara kata profesional
sendiri berarti: bersifat profesi, memiliki keahlian dan keterampilan karena pendidikan dan
latihan, mendapatkan bayaran karena keahliannya itu.

Empat perspektif dalam mengukur profesionalisme menurut Giley dan Eggland:

a. Pendekatan berorientasi filosofis

2018 Komunikasi dan Etika Profesi


6 Hanna Yunita, ST.,MKom
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
b. Pendekatan berkembang bertahap
c. Pendekatan berorientasi karakteristik
d. Pendekatan berorientasi non-tradisional

Sikap seorang professional dalam melakukan pekerjaannya adalah :

- Komitmen tinggi

- Tanggung jawab

- Berfikir sistematis

- Penguasaan materi

- Menjadi bagian masyarakat professional

Prinsip Kerja Profesional:

1. Holistic (Keseluruhan)

2. Optimal (terbaik)

3. Longlife Learner (belajar seumur hidup)

4. Integrity (kejujuran)

5. Sharp (berpikir tajam)

6. Team Work (kerjasama)

7. Innovation (inovasi)

8. Communication (komunikasi)

6.4 Sertifikasi
Sertifikasi merupakan suatu cara untuk melakukan standarisasi terhadap suatu
profesi. Untuk mendapatkan sertifikasi pada suatu bidang kerja / profesi tertentu, maka
diharuskan menempuh pendidikan atau pelatihan untuk jangka waktu tertentu dan melalui
test berdasarkan standar yang telah ditentukan.

2018 Komunikasi dan Etika Profesi


7 Hanna Yunita, ST.,MKom
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Manfaat sertifikasi adalah:

1. Pengakuan dari organisasi profesi sejenis

2. Pengakuan dari pemerintah secara nasional dan internasional

3. Ikut berperan menciptakan lingkungan kerja yang lebih profesional

4. Peningkatan karier dan pendapatan

5. Membuka akses lapangan kerja baik nasional maupun internasional

Contoh sertifikasi bidang IT yang berorientasi pada suatu produk:

1. Ketrampilan pendukung solusi IT


 Instalasi dan konfirgurasi sistem operasi (Windows atau Linux)
 Memasang dan Konfigurasi Mail Server,FTP Server, dan Web Server
 Menghubungkan perangkat keras
 Programming
2. Ketrampilan Pengguna IT
 Kemampuan pengoperasian Perangkat Keras
 Administrator dan Konfigurasi Sistem Operasi yang mendukung Network
 Administrator Perangkat Keras
 Administrator dan Mengelola Netwok Security
 Administrator dan Mengelola Database
 Mengelola Network Security
 Membuat aplikasi berbasis desktop atau web dengan multimedia

3. Sertifikasi Cisco : CCNA, CCNP, CCIE

Contoh sertifikasi yang tidak berorientasi pada suatu produk :

1. CCP (Certified Computer Programmer)

2. CDP (Certified Data Processor)

3. CCP (Certified System Professional)

4. CPM (Certified Project Manager)

Hambatan pelaksanaan sertifikasi :

2018 Komunikasi dan Etika Profesi


8 Hanna Yunita, ST.,MKom
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
1. Biaya yang mahal untuk mendapatkan sertifikasi tersebut dengan kualifikasi tertentu yang
sudah ditentukan dan belum tentu lulus test yang diberikan.

2. Tidak ada kewajiban sebagai standar kompetensi dari pihak perusahaan (swasta)
maupun pemerintah untuk mendapatkan sertifikasi profesi.

3. Penguasaan materi sertifikasi yang kurang memadai.

Standar kompetensi seharusnya dapat dimanfaatkan sebagai alat manajemen, terutama


dalam hal :

1. Menentukan organisasi kerja dan perencanaan jabatan.

2. Membantu dalam evaluasi/penilaian karyawan dan pengembangannya.

3. Membantu dalam merekrut tenaga kerja.

4. Mengembangkan program pelatihan yang khas/spesifik sesuai dengan kebutuhan


perusahaan.

Sertifikasi menjadi syarat utama bagi para pekerja IT jika ingin bekerja di perusahaan IT
skala internasional.Program sertifikasi dilakukan untuk meningkatkan kualifikasi tenaga kerja
profesional di bidang IT.Sehingga para pekerja IT tersebut bisa memiliki daya saing.

2018 Komunikasi dan Etika Profesi


9 Hanna Yunita, ST.,MKom
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Latihan
1. Jelaskan pengertian dari Expert !
2. Seorang pekerja yang menjalankan suatu profesi tertentu disebut dengan …
3. Sebutkan Contoh sertifikasi yang tidak berorientasi pada suatu produk
4. Sebutkan prinsip kerja professional
5. Jelaskan Pengertian Kode Etik menurut UU no.8 tentang Pokok-pokok
Kepegawaian!

2018 Komunikasi dan Etika Profesi


10 Hanna Yunita, ST.,MKom
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Daftar Pustaka
1. Sendjaja, Sasa Djuarsa, 1993. Teori Komunikasi, Jakarta, Univ. Terbuka

2. Littlejohn, Stephen, 1996, Theories of Human Communication. Wadsworth Publising


Company Inc. Belmont.

3. Mulyana, Deddy. 2001. Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar, Remaja Rosdakarya,


Bandung.

4. Joseph A. Devito, 1997, Komunikasi Antar Manusia, Professional Books.

5. Effendi, Onong Uhyana, 2009, Ilmu Komunikasi : Teori dan Praktek, Remaja Rosdakarya,
Bandung.

6. Kasali Rhenald, 2007, Sukses Melakukan Presentasi, Gramedia, Jakarta

7. Komala, Lukiati, 2009, Ilmu Komunikasi Perspektif, Proses & Konteks, Dian Rakyat

8. Daryl Koehn., Landasan Etika Profesi. Pustaka Filsafat, Kanisius, Yogyakarta, 2000.

9. Baumer, David, Poindexter, J.C (2002), Cyberlaw and e-commerce, McGraw-Hill, ISBN 0-
07244120-8.

10. Edi Purwono, 2002, Apa Yang Harus Diketahui Oleh Sistem Analis, Penerbit Andi
Yogyakarta, ISBN 979-533-812-9

11. Franz Magnis-Suseno, 1987, Etika Dasar, Penerbit Kanisius, ISBN 979-413-199-7.

12. Steven Covey, 7 Habits of Highly Effective People

2018 Komunikasi dan Etika Profesi


11 Hanna Yunita, ST.,MKom
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
2018 Komunikasi dan Etika Profesi
12 Hanna Yunita, ST.,MKom
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id