Anda di halaman 1dari 13

TUGAS PTO

1. Pasien Tn. Enggar dengan diagnosa LH (Limfoma Hodgkin) kemoterapi dengan


protokol ABVD BB 70 kg TB 170 BSA (Body Surface Area) atau LPB (Luas
Permukaan Badan) 1,818
Adriamycin 25 mg / BSAdosis 45,45 mg
Bleomycin 10 mg / BSA dosis 18,18 mg
Vinblastin 6 mg / BSA dosis 10,91 mg
Dacarbazin 375 mg / BSA dosis 681,75 mg
dengan usia 61 tahun dan dengan penyakit penyerta DM tipe II 15 tahun yll, HT
stage I sudah 10 tahun yll
Riwayat pengobatan Insulin Novorapid 12 unit 3 x sehari dan levemir 20 unit 1x
sehari
GDA terakhir 235 GDP 120 GD2JPP 210
Data sebelum kemo HB 8,77 HCt 30,3 PLT 154.000 BUN 14 SK 0,97 SGOT 44
SGPT 34 Na 136 Cl 107 K 4,0
JAWAB :

2. Pasien Tn. Noah usia 71 tahun MRS dengan diagnosa BPH + CKD stage V
Data penunjang sbb BB 50,5 kg TB 161,5 cm BUN 41 SK 3,5 K 6,2
mendapatkan terapi sbb
a. Levofloxacin infus 1x750 mg
b. Prostam 0-0-1 tab
c. Valsartan 80 mg / 12 jam po
d. Furosemide 3x40 mg tab
Pasien dengan riwayat merokok sejak umur 17 tahun, sering minum minuman
berenergi sehari 1 botol

JAWAB:
Problem Subjek/ Terapi DRP’s Alasan
Medik Objek
BPH + √ Levofloxacin Tepat obat Untuk terapi
CKD infus 1x750 mg BHP
stage V
Prostam 0-0-1 tab Tepat obat Melancarkan
urine
Valsartan 80 mg / Tidak tepat obat Tidak sakit
12 jam po jantung

Furosemide 3x40 tepat obat


mg tab

PLAN

- Levofloxacin diminum selama 3- 8 minggu dengan dosis250-500mg


diminum 1 / 2 jam setelah makan
- Dosis per hari prostam adalah0,3 – 0,4 mg diberikan setelah makan
- Furosemide dengan dosis 1 x 40mg
- Dilakukan transfuse darah 800cc untuk CKD stage V
- Berhenti merokok dan minum berenergi karena dapat memperparah kondisi
CKD
- Diet tinggi kalorirendah protein dan rendah fosfat rendah garam

MONITORING

- Cek kadar BUN


- Cek kadar SK
- Cek kadar K

3. Pasien Ny. Amelia dengan diagnosa Aritmia Jantung + AF + MR mendapatkan


terapi
a. Digoxin 3x0,25 mg po
b. Warfarin 3x5 mg po
c. Amiodaron 3x200 mg po
d. Bisoprolol 3x2,5 mg po
Nilai INR 4,5 HR 50 x per menit RR 16 x per menit TD 120/100
JAWAB:
Subjek : Ny. Amelia

Objek : INR 4,5 HR 50 x per menit RR 16 x per menit TD 120/100

Assasment :

Problem S/O Terapi DRP’s Alasan


Medik
Aritmia √ Digoxin Tepat obat Dapat membuat
jantung + AF irama jantung
3x0,25 mg
+MR kembali normal
Warfarin 3x5 Tepat obat Digunakan sebagai
obat pengencer
mg
darah

Amiodaron Tidak tepat Dapat berinteraksi


3x200 mg obat dengan Digoxin,
warfarin, maupun
bisoprolol
Bisoprolol Tepat obat Mengobati Aritmia
3x2,5 mg & gagal jantung

Plan :

Px diberikan terapi Digoxin 3x 0,25 tab untuk mengobati aritmia agar irama
jantung kembali normal, warfarain 3 x 5 mg untuk mencegah dan mengobati
penggumpalan darah, dan bisoprolol digunakan untuk mengobati aritmia yang
bekerja dengan cara mengurangi frekuensi detak jantung dan tekanan otot
jantung saat berkontraksi.

Monitoring :

1. Cek tekanan darah


2. Pemantauan detak jantung
3. Pemantauan kepatuhan minum obat
4. Interaksi obat
5. Penyakit lain yang timbul
6. Efek samping obat

KIE :

1. Digoxin tidak boleh diberikan bersamaan dengan bisoprolol karena dapat


meningkatkan resiko biadikardia ( denyut jantung lambat)
2. Obat diminum secara rutin
3. Olahraga teratur
4. Hindari alkohol
5. Tetap menjaga kesehatan diri dan lingkungan

4. Pasien Nn. Andrea dengan diagnosa PJK STEMI + DVT mendapatkan terapi sbb
a. Arixtra 3x1 ampul
b. Candesartan 1x16 mg po
c. Spironolakton 1x50 mg po
d. Simvastatin 1x20 mg po
e. ISDN 3x5 mg po
f. Aspirin 1x100 mg
g. Cilostazol 2x50 mg
h. Streptokinase 1x1 ampul
Data penunjang Kol total 150 TG 71 LDL 97 BUN 67 SK 4,5 urinalisis
eritrosit (+) Hematuria (+) Mimisan (+)
JAWAB:

5. Pasien Ny. Zahra usia 23 tahun dengan diagnosa TB RO dengan pregnancy


trimester I mendapatkan OAT sbb
a. Moxyfloxacin 1x400 mg po
b. Clofazimin 1x100 mg po
c. Pyrazinamide 1x2000 mg po
d. Ethambutol 1x1500 mg po
e. Capreomycin 1x1000 mg im
f. Ethionamide 1x750 mg po
g. Isoniazid 1x600 mg po
BB 55 kg TB 155 cm
JAWAB:
Analisis SOAP

- Subjective (S)
- Ny. Zahra
- Pregnancy trimester I
- Objective (O)
- Diagnosa TB RO
TBC resistan Obat adalah TBC yang disebabkan oleh kuman
Mycobacterium tuberculosis yang telah mengalami kekebalan terhadap
OAT.
- Usia 23 th
- BB 55 kg TB 155 cm
- Assasment (A)

Problem S/O Terapi DRP’S Alasan


Medik
TB RO - Pregnancy Moxyfloxacin Tidak Antibiotic untuk
trimester I tepat mengobati infeksi
1x400 mg po
- Usia 23 th dosis bakteri
- BB 55 kg Fluoroquinolon
TB 155 cm harus dihindari
pada kehamilan
dan selama
menyusui (dipiro
ninth)
Clofazimin Tepat terapi lini kedua
dosis dari tuberkulosis
1x100 mg po
serta penanganan
TB MDR (multi
drug resistant
tuberculosis).
Tepat Anti TBC
dosis
Pyrazinamide
1x2000 mg po

Ethambutol Tepat Anti TBC


1x1500 mg po dosis

Capreomycin Tepat Antibiotik Anti


dosis TBC
1x1000 mg im

Ethionamide Tidak Interaksi dengan


tepat pyrazinamid,
1x750 mg po
dosis isoniaid.
Ethionamide dapat
dikaitkan dengan
persalinan
prematur, kelainan
bawaan, dan
sindrom Down saat
digunakan selama
kehamilan,
sehingga tidak
dapat
direkomendasikan
pada kehamilan
(Dipiro ninth)

Isoniazid Tepat Anti TB


dosis
1x600 mg po

- Plan (P)
- Clofazimin 1x100 mg po
- Pyrazinamide 1x2000 mg po
- Ethambutol 1x1500 mg po
- Capreomycin 1x1000 mg im
- Isoniazid 1x600 mg po

- KIE & MONITORING


- Memastikan pasien selalu memakai masker
- Menyediakan tempat pembuangan dahak agar pasien tidak membuang dahaknya
sebarangan
- Tidak tinggal dalam satu ruangan tertutup tanpa ventilasi bersama pasien
selama masih menular (hasil biakan masih positif)
- Meyakinkan kepada pasien bahwa TB RO bisa disembuhkan dengan minum
obat secara lengkap dan teratur.
- Memotivasi pasien untuk tetap minum obatnya saat mulai bosan.
- Mendengarkan setiap keluhan pasien, menghiburnya dan menumbuhkan rasa
percaya diri.
-  Menjelaskan manfaat bila pasien menyelesaikan pengobatan agar pasien tidak
putus berobat.

6. Pasien Tn. Rooney dengan asma serangan akut + PPOK eksaserbasi akut
mendapatkan terapi sbb :
a. Methylprednison 3x125 mg iv
b. Aminohyllin 100 mg dalam NaCl 500 ml drip 24 jam
c. Ventolin nebulizer 1 neb / 4 jam
d. Combivent nebulizer 1 neb / 4 jam
e. Berotec inhaler 3x1 puff
f. Symbicort 80/4,5 3x1 puff
Pasien umur 38 tahun BB 60 kg TB 150 cm
JAWAB:
Subjek : Tn Rooney usia 38th, BB 60kg, Tb 150 cm
Objek : -
Assasment
Problem Subject/ Terapi DRP’S Alasan
medik Object
Asma akut Tn Rooney Methyl prednison Tepat obat Meredakan
komplikas usia 38th, 3x125 mg iv inflamasi
i PPOK BB 60kg, dalam PPOK
Aminohyllin 100 Tepat Antibiotik
Tb 150 cm
mg dalam NaCl obat untuk PPOK
500 ml drip 24
jam
Ventolin Tepat obat Bronkodiator
nebulizer 1 neb / untuk PPOK
4 jam
Combivent Tidak Karena
nebulizer 1 neb / tepat obat kandungan
4 jam sama dengan
ventolin jd
pakai salah
satu
Berotec inhaler Tepat obat Untuk terapi
3x1 puff asma
Symbicort 80/4,5 Tepat obat Terapi Untuk
3x1 puff asma

Plan :
Dalam kasus PPOK diserati asma digunakan obat methyl prednisolon
untuk mengatasi inflamasi 3x125mg iv, amoxixillin 100 mg dalam NaCl 500
ml drip 24 jam merupakan pilihan antibiotik untuk terapi ppok, ventolin
inhaler digunakan setipa 6 jam sekali, berotec inhaler dgunakan untuk
mengatasi asma, symbicoer untuk terapi asma mengurangi sesak nafas
Kie :
- Pertahankan pulusi lingkungan minimum
- Tingkatkan masukan cairan sampai 3000ml/hari
- Minum air hangat
- Hindari merokok

Monitoring :
- Sekret dapat dikeluarkan secara efektif
- Bunyi nafas bersih
- Frekuensi pernafasan 16-24x/menit
- Pasien dapat melakukan batuk efektif
- SpO2>95%

7. Pasien Tn. Aldo umur 27 tahun BB 67 kg dengan diagnosa MOTT mendapatkan


terapi sbb
a. Azithromycin 3x500 mg
b. Pyrazinamide 2x2500 mg po
c. Isoniazid 2x600 mg po
d. Ethambutol 1x1500 mg po
e. Rifampicin 1x600 mg po
Data penunjang sbb setelah minum OAT di atas pasien mengeluh kedua
tanggannya geringgingan kebas atau mati rasa
JAWAB:

8. Pasien Tn. Lendy umur 55 tahun dengan BB 65 kg rencana operasi Usus Buntu.
Terapi yang di terima pasien sbb. Untuk antibiotika profilaksis di berikan 1x24
jam dengan Ceftazidim 3x1 gram iv
Dan diagnosa lain ISK + URTI + Sepsis
Terapi lainnya
a. Ceftriaxon 3x1 gram iv
b. Metamizol 3x1 gram iv
c. Salbutamol 3x2 mg po
d. Paracetamol 3x1 gram infuse
JAWAB:

9. Pasien Nn. Aminah usia 17 tahun dengan diagnosa SLE dengan gejala batuk,
nyeri perut, mual, anemia, proteinuria mendapatkan terapi sbb
a. Aspirin 3x500 mg po
b. Dexamethason 3x0,5 mg po
c. Hydroxychloroqiun 3x1 tab po
d. Cyclophospmaide 1000 mg iv 1 kali
e. Methotrexate 3x1 tab
f. Codein 3x10 mg
g. Lansoprazole 3x30 mg iv
JAWAB:

10. Pasien Nn. Aisyah dengan diagnosa SJS gejala demam, tubuh terasa lelah, mata
terasa panas, Batuk, ada bercak kemerahan di kulit, oleh karena alergi analgesik
Antalgin mendapatkan terapi sbb
a. Loratadin 3x10 mg
b. Dexamethason 3x0,5 mg iv
c. Na fusidat salep 3x1 ue
d. Metamizol 3x1 gram iv
e. Hydrocortison salep 3x1 ue
JAWAB:

11. Pasien Tn. Eza dengan diagnosa HIV AIDS fase intensif + PCP + TB Paru
kasus paru fase lanjutan denagn umur 34 tahun BB 39 kg mendapatkan teapi sbb
a. Cotrimoksazole 2x960 mg
b. Pirimetamin 3x1 tab po
c. 2 FDC lanjutan s 0-0-4 tab
d. AZT (Zidovidon) 2x250 mg po
e. 3TC (Lamivudine) 2x150 mg po
f. d4T (Stavudine) 2x30 mg po
g. Vitamin neurotropic 3x1 tab po
JAWAB:
Subjek : Tn. Eza, umur 34 tahun BB 39 kg

Objek : -

Assasment :

Problem S/O Terapi DRP’s Alasan


Medik
HIV AIDS √ Cotrimoksazole Tidak tepat Dapat berinteraksi
fase intensif + obat dengan obat
2x960 mg
PCP + TB HIV/AIDS
Paru
Pirimetamin Tepat obat Mencegah infeksi
3x1 tab toksoplasmosis pada
penderita HIV/AIDS
2 FDC lanjutan Tepat obat Pengobatan TB paru
s 0-0-4
AZT Tepat obat Pengobatan
(Zidovidon) HIV/AIDS
2x250 mg
3TC Tepat obat Pengobatan
(Lamivudine) HIV/AIDS
2x150 mg
d4T Tepat obat Pengobatan
(Stavudine) HIV/AIDS
2x30 mg
Vitamin Tepat obat Pengobat neuropati
neurotropic 3x1 perifer yang
tab disebabkan oleh efek
samping obat
HIV/AIDS
Plan :

Px diberikan terapi primetamin 3x1 tab untuk mencegah infeksi toksoplasmosis


pada penderita HIV/AIDS, 2 FDC lanjutan s 0-0-4 untuk pengobatan TB paru, AZT
(Zidovidon) 2x250 mg, 3TC (Lamivudine) 2x150 mg, d4T (Stavudine) 2x30 mg
sebagai Pengobatan HIV/AIDS, dan Vitamin neurotropic 3x1 tab Pengobat
neuropati perifer yang disebabkan oleh efek samping obat HIV/AIDS.

Monitoring :

 Pemantauan kepatuhan minum obat


 Interaksi obat
 Penyakit lain yang timbul
 ESO

KIE :

 D4t tidak boleh diberikan bersamaan dengan AZT karena menimbulkan


interaksi obat
 Obat diminum secara rutin
 Tetap menjaga kesehatan diri dan lingkungan

12. Pasien Ny. Inem usia 75 tahun BB 30 kg dengan GDA 60 GDP 55 GD2JPP 65
TD 90/60 kadar Kalium 1,7 Proteinuria 3+ dengan terapi poli farmasi
a. Insulin Novorapid 3x10 unit
b. Adalat OROS 2x30 mg po
c. Ramipril 3x5 mg po
d. Furosemide 3x20 mg po
e. Alprazolam 2x0,5 mg po
f. Metformin 3x500 mg po
g. Glimepiridi 1x4 mg po
h. Calos 3x1 tab
i. Kalitake 3x1 sach
j. Spironolakton 3x100 mg
JAWAB :

13. Pasien Tn. Edward umur 79 tahun geriatric dengan riwayat tidak patuh obat dan
didiagnosa penurunan daya ingat + insomnia + MG (Myasthenia Gravis) +
Parkinsondengan terapi sbb
a. Abixa s3dd1 po
b. Aricept Evest 10 mg 3x1 tab po
c. Trihexypenydil 3x1 tab
d. Vit Neurotropik (Neurobion) 3x1 tab po
e. Estazolam 3x2 mg po
f. Mestinon 3x1 tab po
g. Methylprednison 3x16 mg po
h. Curcuma tab 3x1 po
i. Stalevo 3x1 tab
j. Leparson 3x1 tab
JAWAB :

14. Pasien Nn. Leodra usia 19 tahun BB 50 kg dengan diagnosa GBS (Guillain-
Barre Syndrome) + CAP (panas, batuk) mendapatkan terapi
a. Methylprednisolon 3x125 mg
b. Plasmaparesis
c. IvIg 20000 mg selama 6 hari
d. Enoxaparin 1x1 ampul sc
e. Vit Neurotropik 3x1 tab
f. Ceftazidim 3x1 gram
g. Codein 3x1 tab po
h. Salbutamol 3x2 mg tab po
JAWAB :