Anda di halaman 1dari 4

Bioteknologi Perikanan

Bioteknologi perikanan adalah bioteknologi yang ditekankan khusus pada bidang


perikanan. Penerapan bioteknologi dalam bidang perikanan sangat luas, mulai dari rekayasa
media budidaya, ikan, hingga pascapanen hasil perikanan. Pemanfaatan mikroba telah
terbukti mampu mempertahankan kualitas media budidaya sehingga aman untuk digunakan
sebagai media budidaya ikan.
Bioteknologi telah menciptakan ikan berkarakter genetis khas yang dihasilkan melalui
rekayasa gen. Melalui rekayasa gen, dapat diciptakan ikan yang tumbuh cepat, warnanya
menarik, dagingnya tebal, tahan penyakit dan sebagainya. Tujuan utama penerapan
bioteknologi genetik pada ikan adalah untuk meningkatkan tingkat pertumbuhan. Namun bisa
juga digunakan untuk meningkatkan daya tahan terhadap penyakit dan lingkungan.
Pada tahap pascapanen hasil perikanan, bioteknologi mampu mengubah ikan melalui
proses transformasi biologi hingga dihasilkan produk yang bermanfaat bagi kelangsungan
hidup manusia. Sudah sejak abad 11, manusia sebetulnya menggunakan prinsip dasar ini.
Pembuatan pangan seperti peda, kecap ikan, terasi ikan merupakan hasil bioteknologi.

Beberapa contoh bioteknologi dalam budidaya perairan maupun dalam lingkup


perikanan yaitu :
1.     Budidaya Sejenis (monosex culture)
Produksi ikan secara monosek dilakukan dengan cara memanipulasi perkembangan
gamet dan embrio. Pemanipulasian dilakukan dalam bentuk denaturalisasi DNA sel kelamin
yang dilanjutkan dengan manipulasi bentuk kromosom atau sex reversal menggunakan
hormon dan tindakan pembenihan.
Penggunaan hormon yang tepat dengan ketat dapat merubah sifat fenotip kelamin ikan.
Contohnya, secara genetik ikan nila jantan akan berubah secara fisik menjadi betina dengan
pemberian hormon estrogen. Ikan-ikan jantan ini dikawinkan dengan ikan jantan alami untuk
menghasilkan semua anakan ikan nila jantan yang tumbuh lebih cepat dan dapat menghindari
perkawinan yang tidak diinginkan yang biasa terjadi pada budidaya nila secara multi-sex.
KESIMPULAN : Budidaya sejenis (monosex culture) biasanya lebih menguntungkan
daripada budidaya lainnya dan dapat dilakukan dengan cara memanipulasi perkembangan
gamet dan embrio.

2.        Hibridasi
Hibridasi merupakan bioteknologi genetik yang semakin mudah dilakukan dengan
berkembangnya teknik pembenihan buatan seperti penggunaan kelenjar hipopisa atau hormon
lainnya yang merangsang perkembangan gamet dan mendorong pemijahan (pengeluaran telur
ikan). Hibridasi bisa digunakan juga untuk menghasilkan anakan satu jenis kelamin
(Hibridasi pada ikan nila Nile dan Nila biru).
Proses hibrid dilakukan dalam bak pemijahan. Ikan nila yang dihibrid adalah Strain
Chitralada dengan Aureus dan nila merah albino dengan nila putih. Pakan yang diberikan
terhadap induk yang dipijahkan adalah pellet dengan kandungan protein 28% dengan dosis
3%/bobot biomas/hari. Pemanenan larva hasil pemijahan dilakukan setiap 10-15 hari sekali.
Larva yang diperoleh diseleksi (grading) untuk mendapatkan ukuran yang relatif seragam.
KESIMPULAN : Hibridisasi merupakan bioteknologi genetik yang semakin mudah
dilakukan dengan berkembangnya teknik pembenihan buatan. Sekarang pembudidaya ikan
dapat mengatasi rahasia mekanisme reproduksi ikan secara alami di perairan umum.
3.        Perkembangan Teknologi Transgenik
Rekayasa genetik merupakan sebuah istilah yang samar dan pengertiannya menjadi
hampir mirip dengan transgenik (transfer gen) seperti ikan trangenik atau Modifikasi
Organisme secara Genetik (GMOs). Teknologi ini sedang berkembang dengan cepat dan
memungkinkan merubah gen-gen species yang memiliki keterikatan yang jauh; contohnya,
sebuah gen yang menghasilkan protein anti-beku telah ditransfer dari ikan laut yang tahan
dingin ke buah strawberry. Transfer gen pada ikan biasanya mencakup gen yang
menghasilkan hormon pertumbuhan dan hal ini telah dibuktikan dengan peningkatan tingkat
pertumbuhan yang tinggi pada ikan mas, catfish, salmon, nila, mudloach, dan trout. Gen anti
beku yang diterapkan pada tanaman juga diterapkan pada ikan salmon dengan harapan dapat
memperluas pembudidayaan ikan tersebut. Produksi protein gen ini tidak cukup untuk
memperluas jangkauan ikan salmon di perairan dingin tetapi gen ini memungkinkan salmon
untuk terus berkembang selama musim dingin di mana ikan salmon non-transgenik tidak
akan berkembang. Contoh teknik transfer gen adalah mikroinjeksi
KESIMPULAN : Teknologi ini masih dalam taraf penelitian dan pengembangan. Belum
ada ikan ataupun tanaman transgenik yang tersedia dikonsumsi. Walau begitu, selama
peneliti tidak pantang menyerah pasti akan dihasilkan produk perkembangan teknologi
transgenik yang sesuai dengan harapan
4.        Hipofisa
Hipofisasi adalah proses penyuntikan ekstrak kelenjar hipofisa kepada ikan untuk
merangsang kematangan gonad. Contohnya adalah :

1. Ikan Mas (Cyprinus carpio)

Kepala Ikan mas dipotong mulai dari lubang hidungnya menggunakan pisau. Pomotongan
mengikuti lekukan dagu ikan sehingga hasil potongannya dangkal dan tidak merusak otak.
Setelah tulang kepala terbuka otak dikeluarkan menggunakan tusuk gigi atau alat bantu
lainnya. Kelenjar Hipofisa akan terlihat tepat dibawah otak. Kelenjar ini berbentuk bulat kecil
dengan warna putih. Prosedur berikutnya adalah kelenjar ini dikeluarkan dari kepala ikan
menggunakan tusuk gigi.

2. Ikan Lele (Clarias batrachus)

Kepala Ikan Lele dipotong mulai dari mulutnya. Semua bagian mulut, insang dan aborensen
organ dibuang hingga hanya menyisakan tulang tempurung kepalanya. Tulang yang
melindungi rongga otak dikerok dari bagian dalam kepala hingga otaknya terlihat. Otak
dikeluarkan dengan bantuan tusuk gigi. Prosedur terakhir adalah mengeluarkan kelenjar
hipofisa dengan bantuan tusuk gigi. Kelenjar hipofisa memiliki bentuk bulat dan berwarna
putih.

3. Ikan Patin (Pangasius pangasius)

Langkah Pertama adalah membuat luka sedikit diatas lubang hidung supaya kepala patin
tidak licin dan sayatan bisa lebih terarah. Pemotongan dilakukan dari luka yang telah dibuat
kearah sirip dorsal sampai otak terlihat. Otak dikeluarkan dengan bantuan tusuk gigi.
Prosedur berikutnya adalah mengeluarkan kelenjar hipofisa dengan bantuan tusuk gigi.
Kelenjar hipofisa memiliki bentuk bulat dan berwarna putih

KESIMPULAN : Hipofisasi merupakan metode yang praktis dan sederhana, meskipun


potensi gonadotropin dari kelenjar hipofisa yang digunakan sering tidak bisa atau sulit
diukur. Bila ikan donor yang digunakan sama dengan resipien, maka hipofisasi tersebut
dikatakan sebagai hipofisasi secara homoplastik, sedangkan bila tidak sama maka dikatakan
sebagai hipofisasi heteroplastik
Sumber :

https://marthariaoctaviani.wordpress.com/2012/12/03/bioteknologi-dalam-bidang-budidaya-
perikanan-dan-perkembangan/

http://www.kompasiana.com/yusuframli/blog-yusuf-ramli-bioteknologi-untuk-peningkatan-
produksi-perikanan_

https://eafrianto.wordpress.com/2009/12/01/bioteknologi-perikanan/

https://www.academia.edu/11496464/bioteknologi_perikanan

http://kustiawan-fpk.web.unair.ac.id/artikel_detail-91989-Tugas%20Kuliah-Bioteknologi
%20Perikanan.html

http://www.hometekno.com/2015/12/bioteknologi-perikanan-dan-contohnya.html

http://www.kompasiana.com/yusuframli/blog-yusuf-ramli-bioteknologi-untuk-peningkatan-
produksi-perikanan_5529f6d4f17e612a3fd62432

http://dhanypiero28.blogspot.co.id/2011/11/bioteknologi-dalam-dunia-perikanan.html