Anda di halaman 1dari 1

Potensi : 1 Jumlah masyarakat yang memiliki keahlian sebagai pengrajin anyaman bambu cukup banyak di Desa Nanggerang sebagai

agai mata pencaharian selain bekerja di sawah/kebun

2 Bahan baku anyaman bambu tersedia melimpah hampir di seluruh desa di Kecamatan Leuwimunding

Visi Meningkatkan pendapatan pengrajin anyaman bambu dan pendapatan asli desa

Misi
Pengembangan PRUDES (Produk Unggulan Desa) melalui livelihood infrastruktur yang Menyediakan fasilitas rumah produksi anyaman bambu Menyediakan fasilitas galery produk anyaman bambu
memiliki keunggulan lebih dalam menaikkan value branding awareness

Tujuan Penguatan komitmen Penguatan regulasi Penguatan peran kelembagaan Pembangunan rumah Rumah produksi anyaman bambu sebagai Pembangunan galery anyaman bambu Galery anyaman bambu sebagai media untuk Galery anyaman bambu sebagai bentuk offline store penjualan produk
kolaborasi kelembagaan untuk menjamin pemerintah, akademisi dan produksi anyaman media membangun manajemen usaha, untuk mempromosikan atau pengorganisasian produk dan pengrajin di Desa inovasi anyaman bambu (selain online store) sehingga mampu bersaing
internal tingkat Desa, tingkat ketersediaan sumber pelaku usaha (Triple Helix) bambu sebagai sentra bank data, membangun inovasi dan memamerkan hasil hasil karya dari Nanggerang bertujuan agar antar pengrajin satu dengan strategi O2O (Online to Offline) yang dilakukan beragam gerai e-
kecamatan dan instansi pemda daya dan stabilitas harga dalam melakukan kerjasama produksi penyediaan kerjasama serta menjamin penerapan para pengrajin supaya karya-karya nya dengan yang lain mampu berkomunikasi dan commerce saat ini. Galery anyaman bambu sebagai wujud offline store
terkait dalam pemanfaatan bahan baku potensial untuk mendukung bahan baku setengah regulasi yang melindungi kegiatan usaha dapat dikenal dikalangan luas, hal ini saling terikat sehingga memberikan solusi untuk selain sebagai media meningkatkan kepercayaan pelanggan juga sebagai
potensi sumber daya yang serta mampu memenuhi pengembangan inovasi jadi PRUDES dan kekayaan intelektual/inovasi sesuai dengan instruksi presiden No. 6 menyelesaikan masalah permodalan pengrajin media interaksi lebih dari sekedar pop up store, bahkan bisa menjadi
mendukung livelihood standar persyaratan PRUDES pengrajin sesuai UU no. 31 tahun 2000 Tahun 2009 tentang dukungan anyaman bambu saat kebutuhan pasar mengalami concept store atau pun memiliki fungsi sebagai flagship store secara
kerajinan anyaman bambu pasar global pengembangan ekonomi kreatif peningkatan bersamaan

Program 1 MOU dengan pemerintah 1 Dukungan regulasi 1 Dukungan penyediaan 1 Penetapan 1 Evaluasi ijin/legalitas kegiatan usaha dan 1 Penetapan pengelola galery, evaluasi 1 Mengelola informasi daya serap dan potensi 1 Pengembangan galery menjadi offline store, media pameran produk, sentra
Desa/pribadi dalam untuk peralatan/tekhnologi untuk pengelola rumah payung hukum PRUDES, menetapkan perhitungan pendapatan, biaya tetap pasar, informasi data pengrajin, informasi kegiatan promosi misal dengan mengadakan festival produk kerajinan
Kerja pemanfaatan tanah milik sebagai budidaya/penanaman dapat meningkatkan kualitas produksi, evaluasi standar kualitas produk, membuat ciri khas dan variabel rumah produksi, kemampuan produksi pengrajin, informasi bambu
media pembangunan Galery dan bambu dan produk dan mempercepat perhitungan dan atau labelisasi produk penyepakatan aturan kerja, rencana kebutuhan biaya produksi, informasi ketersediaan
Rumah produksi anyaman mendapatkan proses produksi untuk pendapatan, biaya kerja dan target yang ingin di capai bahan baku, informasi sumber-sumber pendanaan 2 Pengembangan pemasaran online dan official store di online market untuk
bambu kebutuhan bahan baku meningkatkan kemampuan tetap dan variabel untuk modal usaha pengrajin menaikkan value produk anyaman bambu
bambu tanpa memenuhi kebutuhan rumah produksi,
menimbulkan dampak kuantitas daya serap pasar penyepakatan 2 Inventarisir data pengrajin di desa dan
kerusakan lingkungan aturan kerja, keahlian khusus yang dimiliki, data
rencana kerja dan pengrajin yang sudah berafiliasi, data
2 MOU dengan lembaga desa bakulan, data toko/outlet anyaman bambu 2 Evaluasi desain dan fungsi galery 2 Membangun pengelolaan linkage program
(antara lain BUMDES) untuk target yang ingin di sebagai media memperkenalkan kerjasama pembiayaan/pendanaan antara
melakukan branding PRUDES dan capai sejarah/asal mula cerita kerajinan lembaga keuangan dan pengrajin
dalam waktu bersamaan anyaman bambu, pameran dan
menggerakkan kegiatan usaha 2 Dukungan regulasi 2 Dukungan peningkatan 3 Inventarisir produk inovasi anyaman promosi ragam jenis bahan baku,
masyarakat lainnya yang dapat untuk kemudahan ijin kapasitas dan daya inovasi bambu dari berbagai jenis dan lokasi kreasi produk, standar kualitas dan
memberikan multiplier effect usaha, pemasaran pengrajin melalui pelatihan/on sebagai media belajar membangun fungsi anyaman bambu
bagi peningkatan ekonomi domestik dan global job training dengan keahlian dan mengembangkan inovasi
masyarakat (teras galery) mendatangkan narasumber pengrajin
yang memiliki beragam inovasi 2 Evaluasi desain dan
produk dan sekaligus dapat fungsi rumah
3 Dukungan informasi memfasilitasi pemasaran 3 Pengadaan peralatan pendukung
dan sosialisasi regulasi produksi dengan galery yang mampu menumbuhkan
produk hasil pelatihan kegiatan proses
untuk memasuki pasar daya tarik minat pengunjung kepada
3 MOU dengan pemerintah global (ex. Peraturan produksi kerajinan produk anyaman bambu, melalui
kecamatan untuk ikut menjamin uni eropa ttg regulasi anyaman bambu kreasi layout tampilan pajangan
ketersediaan bahan baku dan REACH dan produk (window display, interior
kemudahan dalam hal ijin usaha persyaratan CITES) display dan eksterior display), media
kerajinan anyaman bambu 3 Dukungan promosi tulisan dan video tentang sejarah,
diantaranya melalui pameran 3 Pengadaan jenis produk, fungsi produk, proses
atau pengadaan festival selain peralatan yang produksi
memberikan apresiasi bagi mampu
pengrajin atas dedikasinya menyediakan bahan
pada pengembangan produk baku setengah jadi
4 MOU dengan Dinas kehutanan berbahan baku lokal juga
dan instansi terkait melakukan bagi pengrajin yang
pembibitan berbagai jenis untuk meningkatkan minat telah berafiliasi
bambu yang dipergunakan untuk anak muda (regenerasi) dan bersama 4
bahan baku pembuatan pelaku bisnis pada kerajinan manajemen/pengelo
kerajinan sekaligus tanaman anyaman bambu la rumah produksi
konservasi di daerah aliran dengan standar Pembagian ruangan galery penataan
sungai/penyangga tebing kualitas yang lebih produk pamer menjadi produk
baik dan sesuai anyaman perlengkapan rumah
kuantitas yang tangga, produk anyaman fashion,
dibutuhkan produk anyaman aksesories, produk
anyaman mebeuler, produk anyaman
hiasan rumah
4 Dukungan pendanaan, 5 Inovasi dan penetapan ikon/maskot
pembinaan dan manajerial galery (ex. patung anyaman bambu
pengembangan usaha untuk ikon Desa Wisata Tampaksiring,
kerajinan anyaman bambu patung anyaman Gajah Putih maskot
melalui pengadaan program Desa Sesetan)
oleh pemerintah atau lembaga
swasta
4 Menetapkan jumlah
dan rekruitmen 6 Menetapkan jumlah dan rekruitmen
karyawan serta karyawan serta melakukan pelatihan
melakukan pelatihan kerja sesuai dengan jenis jenis
kerja sesuai dengan tugas/pekerjaan yang dibutuhkan
jenis peralatan
5 Dukungan kolaborasi dengan produksi yang telah
pelaku usaha/industri yang
dapat menyisipkan unsur etnik disediakan
pada produknya (mis.
penggunaan aksesoris 7 Menetapkan waktu dan aturan kerja
anyaman bambu pada industri karyawan serta target penjualan
fashion) berdasarkan perhitungan BEP

5 Menetapkan waktu
dan aturan kerja
karyawan serta
target produksi
berdasarkan
perhitungan BEP