Anda di halaman 1dari 9

RESUME

Untuk memenuhi tugas mata kuliah


Psikologi
yang di bina oleh Ibu

Oleh
Faisal Agus Mustofa
P17230193080

POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES MALANG


JURUSAN KEPERAWATAN
PROGRAM STUDI D3 KEPERAWATAN BLITAR
MARET 2020
1. Definisi Belajar Secara Umum
Pengertian belajar secara umum adalah semua aktivitas mental atau psikis yang
dilakukan oleh seseorang sehingga menimbulkan perubahan tingkah laku yang berbeda
antara sesudah belajar dan sebelum belajar.
Belajar juga didefinisikan sebagai sebuah proses perubahan di dalam keperibadian
manusia dan perubahan tersebut ditampakkan dalam bentuk peningkatan kualitas dan
kuantitas tingkah laku seperti peningkatan kecakapan, pengetahuan, sikap, kebiasaan,
pemahaman, keterampilan, daya pikir dan kemampuan-kemampuan yang lain.
Arti belajar yang lainnya yang lebih singkat adalah suatu proses di dalam kepribadian
manusia, dimana perubahan tersebut ditempatkan dalam bentuk peningkatan kualitas dan
kuantitas.
Belajar merupakan kegiatan berproses dan merupakan unsur yang sangat
fundamental dalam setiap jenjang pendidikan. Dalam keseluruhan proses pendidikan,
kegiatan belajar merupakan kegiatan yang paling pokok dan penting dalam keseluruhan
proses pendidikan.
Arti Belajar Menurut KBBI
Pengertian belajar menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) adalah
berusaha memperoleh kepandaian atau ilmu, berlatih, berubah tingkah laku atau
tanggapan yang disebabkan oleh pengalaman
2. Pengertian belajar efektif
Belajar efektif adalah cara belajar yang teratur, tuntas, secara berkesinambungan
dan produktif yakni menghasilkan kepandaian, pengetahuan, keterampilan, pembentukan
sikap mental dan intelektual yang baik serta bertanggung jawab.
Tujuan dari belajar efektif ini adalah untuk mencapai hasil belajar yang memuaskan, jika
siswa belajarnya tidak teratur, tidak tuntas, tidak terus menerus dan tidak sungguh-
sungguh baik di sekolah maupun di rumah maka bisa menyebabkan tidak tercapainya
sasaran belajar yang diharapkan dan bahkan sebaliknya.
Belajar akan dikatakan efektif & efisien apabila hasil yang dicapai/diperoleh seimbang
dengan usaha yang dilakukan. Dalam belajar terdapat unsur rencana, ketepatgunaan serta
kemanjuran pendekatan dan metode belajar yang digunakan.
3. Faktor yg mempengaruhi belajar
A. Faktor Internal
Faktor internal adalah faktor-faktor yang berasal dari dalam diri individu dan dapat
mempengaruhi hasil belajar individu. Faktor-faktor internal ini meliputi faktor
fisiologis dan faktor psikologis.
i. Faktor fisiologis
Faktor-faktor fisiologis adalah faktor-faktor yang berhubungan dengan
kondisi fisik individu. Faktor-faktor ini dibedakan menjadi dua macam.
Pertama, keadaan tonus jasmani. Keadaan tonus jasmani pada umumnya
sangat mempengaruhi aktivitas belajar seseorang. Kondisi fisik yang sehat
dan bugar akan memberikan pengaruh positif terhadap kegiatan belajar
individu. Sebaliknya, kondisi fisik yang lemah atau sakit akan
menghambat tercapainya hasil belajar yang maksimal. Oleh karena itu,
keadaan tonus jasmani sangat mempengaruhi proses belajar dan perlu ada
usaha untuk menjaga kesehatan jasmani.

ii. Faktor psikologis


Faktor–faktor psikologis adalah keadaan psikologis seseorang yang dapat
mempengaruhi proses belajar. Beberapa faktor psikologis yang utama
mempengaruhi proses belajar adalah kecerdasan siswa, motivasi, minat,
sikap dan bakat.
1. Kecerdasan/intelegensi siswa
Pada umumnya kecerdasan diartikan sebagai kemampuan psiko-fisik
dalam mereaksikan rangsangan atau menyesuaikan diri dengan
lingkungan melalui cara yang tepat. Dengan demikian, kecerdasan
bukan hanya berkaitan dengan kualitas otak saja, tetapi juga organ-
organ tubuh lainnya
4. Hukum Belajar
Hukum belajar Thorndike – AsikBelajar.Com. Edward Lee Thorndike (1871-1949)
merumuskan hukum-hukum belajar yang kemudian hukum-hukum tersebut sangat
mempengaruhi penelitan pada generasi berikutnya serta berpengaruh pada praktik
pendidikan. Hukum-hukum belajar Thorndike tersebut adalah:
a. Hukum Kesiapan (law of readiness)
isi hukum tersebut bila disederhanakan adalah: Ketika seseorang siap untuk
melakukan suatu tindakan dan ia memiliki kesempatan untuk melakukannya,
maka dalam diri orang tersebut akan terjadi kepuasan. Ketika seseorang siap
untuk melakukan suatu tindakan dan ia tidak melakukanya, maka akan terjadi
perasaan yang mengjengkelkan Ketika seseorang belum atau tidak siap untuk
melakukan suatu tindakan, kemudian dipaksa untuk bertindak maka akan terjadi
kejengkelan.
b. Hukum Latihan (law of exercise), yang terdiri dari dua bagian:
i. Koneksi antara stimulus dan respons akan menguat apabila keduanya
digunakan. Dengan kata lain, melatih koneksi (hubungan) antara situasi
yang menstimulasi dengan suatu respons akan memperkuat koneksi di
antara keduanya. Bagian dari hukum ini dinamakan penggunaan (law of
use).
ii. Koneksi antara situasi dan respons akan melemahkan manakala praktik
hubungan dihentikan atau jika ikatan neural tidak dipakai. Hukum dari
latihan ini dinamakan hukum ketidakgunaan (law of disuse).
c. Hukum Pengaruh (law of effect), hukum ini adalah penguatan atau pelemahan
dari suatu hubungan (koneksi) antara stimulus dan respons sebagai konsekuensi
dari respons. Bunyi hukum ini adalah jika suatu respons ikuti oleh keadaan yang
memuaskan (satisfying state of fair) kekuatan koneksi akan bertambah. Jika
respons diikuti dengan keadaan yang tidak memuaskan/menjengkelkan (annoying
state of affairs), maka kekuatan koneksi akan menurun dan melemah.
5. ANALISIS MASALAH BELAJAR DAN SOLUSINYA
Faktor intern
Faktor ini meliputi gangguan psiko fisik siswa, yakni :
a. Yang bersifat kognitif seperti rendahnya rendahnya kapasitas intelektual.
b. Yang bersifat afektif antara labilnya emosi dan sikap. Kelemahan emosional,
seperti merasa tidak aman, kurang menyesuaikan diri serta ketidakmatangan
emosi.
c. Yang bersifat psikomotor antara lain terganggunya alat indra, cacat tubuh, serta
kurang berfungsinya organ-organ perasaan.
d. Motivasi. Kurangnya motivasi belajar akan menyebabkan anak atau siswa malas
untuk belajar.
e. Konsentrasi belajar yang kurang baik.
f. Rasa percaya diri. Rasa percaya diri timbul dari keinginan berhasil dalam belajar.
g. Kebiasaan belajar. Kebiasaan belajar akan mempengaruhi kemampuannya dalam
berlatih da menguasai materi yang telah disampaikan oleh guru.
h. Kurang perhatian dan minat terhadap pelajaran sekolah, malas dalam belajar, dan
sering bolos atau tidak mengikuti pelajaran.
Faktor ekstern
a. Faktor ini meliputi semua situasi dan kondisi lingkungan siswa yang tidak
kondusif bagi terwujudnya aktifitas-aktifitas belajar. Yang termasuk dalam faktor
ini adalah :
b. Lingkungan keluarga, seperti ketidak harmonisan hubungan antara ayah dan ibu,
dan rendahnya tingkat ekonomi keluarga.
c. Lingkungan masyarakat, seperti wilayah yang kumuh, teman sepermainan yang
nakal.
d. Lingkungan sekolah, seperti kondisi dan letak gedung sekolah yang buruk, seperti
dekat pasar kondisi guru, serta alat-alat belajar yang berkualitas rendah.
e. Guru sebagai pembina siswa belajar. Guru adalah pengajar yang mendidik. Dia
tidak hanya menajar bidang studi yang sesuai dengan keahliannnya, tetapi juga
menjadi pendidik pemuda generasi bangsa.
f. Kurikulum sekolah. Adanya kurikulum baru akan menimbulkan masalah seperti
tujuan yang akan dicapai mungkin juga berubah, isi pendidikan berubah, kegiatan
belajar mengajar juga berubah serta evaluasi berubah.
g. Terlalu berat beban belajar siswa maupun guru.
h. Metode belajar yang kurang memadai.
i. Sikap orangtua yang tidak memperhatikan anaknya.
j. Keadaan ekonomi.
 Mengatasi malas belajar siswa agar bersemangat dan tidak malas untuk belajar, adalah
hal yang harus dilakukan oleh orangtua di rumah maupun guru di sekolah. Terkadang
siswa malas untuk belajar karena minat dan motivasi yang kurang dari orangtua maupun
guru. Orangtua maupun guru harus mendukung dan memotivasi siswa agar bersemangat
dan tidak malas untuk belajar. Ada beberapa solusi yang bisa dilakukan oleh orangtua
maupun guru untuk meningkatkan minat belajar siswa adalah sebagai berikut :
a. Menanamkan pengertian yang benar tentang belajar pada siswa sejak dini,
menumbuhkan inisiatif belajar mandiri pada siswa, menanamkan kesadaran serta
tanggung jawab sebagai pelajar pada siswa merupakan hal lain yang bermanfaat
jangka panjang.
b. Berikan contoh belajar pada peserta didik.
c. Berikan intensif jika siswa belajar. Intensif yang dapat diberikan ke siswa tidak
selalu berupa materi, tapi bisa juga berupa penghargaan dan perhatian
d. Orang tua sering mengajukan pertanyaan tentang hal-hal yang diajarkan di
sekolah pada anak. Sehingga orangtua tahu perkembangan anak di sekolah.
e. Mengajarkan kepada siswa pelajaran-pelajaran dengan metode tertentu yang
sesuai dengan kemampuan siswa.
f. Komunikasi. Orangtua harus membuka diri, berkomunikasi dengan anak untuk
mendapat informasi tentang perkembangan anak tersebut.
g. Menciptakan disiplin. Jadikan belajar sebagai rutinitas yang pasti.
h. Pilih waktu belajar yang tepat dan anak merasa bersemangat untuk belajar agar
anak mampu memahami apa yang sedang dipelajari.
i. Menciptakan suasana belajar yang baik dan nyaman, orangtua memberikan
perhatian dengan cara mengarahkan dan mendampingi anak saat belajar.
j. Menghibur dan memberikan solusi yang baik dan bijaksana pada anak, apabila
anak sedang sedih atau sedang sakit, sedang tidak ada motivasi untuk belajar,
orangtua harus membangun motivasi anak agar bersemangat dalam belajar.
Langkah-langkah mengenali peserta didik yang mengalami kesulitan atau masalah
belajar
1)   Menunjukkan prestasi yang menurun atau rendah, di bawah rata rata.
2)   Hasil yang dicapai tidak seimbang dengan usaha yang dilakukan.
3)   Lambat dalam mengerjakan tugas-tugas belajar.
4)   Prestasi menurun drastis.
5)   Peserta didik sering bolos, masuk tanpa keterangan.
6)   Bila ada tugas selalu tidak mengerjakan.
 
Mengidentifikasi kesulitan belajar peserta didik
1)   Melakukan kunjungan rumah.
2)   Meneliti pekerjaan siswa jika ada tugas rumah.
3)   Mengamati tingkah laku peserta didik.
4)   Komunikasi dengan orangtua mengenai perkembangan anak dan tingkah laku di
sekolah.
5)   Bekerjasama dengan masyarakat dan lembaga untuk membantu memecahkan
masalah peserta didik.
6)   Menyelenggarakan bimbingan belajar atau kelompok untuk meningkatkan prestasi
belajar peserta mendidik. Bimbingan belajar merupakan upaya guru untuk membantu
siswa yang mengalami kesulitan belajar.
7)   Meneliti kemajuan peserta didik di sekolah maupun di luar sekolah.
6. Hubungan proses belajar dan hasil belajar
A. Pengertian Proses Belajar
Proses belajar adalah tahapan perubahan perilaku kognitif afektif dan psikomotorik yang
terjadi dalam diri seseorang. Perubahan tersebut bersifat positif dalam berorientasi kearah
yang maju dari pada keadaan sebelumnya.
B. Hasil belajar adalah tingkat penguasaan yang dicapai oleh belajar dalam mengikuti
program belajar mengajar sesuai dengan tujuan pendidikan yang telah ditetapkan. Senada
dengan definisi tersebut, Munadir medefinisikan : Belajar sebagai perubahan dalam
disposisi atau kapabilitas manusia selama periode waktu tertentu yang disebabkan oleh
proses perubahan, dan perubahan itu dapat diamati dalam bentuk perubahan tingkah laku
yang dapat bertahan selama beberapa periode waktu.
7. Prinsip-Prinsip Belajar Yang Terkait Dengan Proses Belajar
Ada beberapa prinsip yang relatif berlaku umum yang dapat kita \pakai sebagai dasar
dalam upaya pembelajaran, yang baik bagi siswa untuk meningkatakan upaya belajarnya
maupun bagi guru yang digunakan untuk meningkatkan upaya mengajarnya. Berikut ini
adalah contoh prinsip-prinspnya:
a. Prinsip Kesiapan
Yang dimaksud dengan prinsip kesiapan yaitu proses yang dipengaruhi kesiapan
siswa atau kondisi siswa yang memungkinkan ia dapat belajar.
b. Prinsip Motivasi
Motivasi adalah suatu kondisi atau keadaan dari peserta didik untuk mengatur
arah kegiatan dan memelihara kondisi tersebut.
c. Prinsip Persepsi
Prinsip Persepsi adalah interpertasi tentang situasi yang hidup dan dipengaruhi
oleh perilaku individu itu sendiri. Setiap individu dapat melihat dunia dengan
caranya sendiri yang berbeda dari yang lain.
d. Prinsip Tujuan
Tujuan adalah sasaran khusus yang hendak dicapai oleh setiap individu. Tujuan
ini harus lebiah jelas tergambar dalam pikiran dan dapat diterima oleh setiap
peserta didik dalam proses pembelajaran itu terjadi.
e. Prinsip Perbedaan Individual
Proses pengajaran semestinya memperhatikan perbedaan individual dalam kelas
dan dapat memberi kemudahan pencapaian tujuan belajar setinggi-tingginya.
Pengajaran yang hanya memperhatikan satu tingkat sasaran akan gagal memenuhi
kebutuhan seluruh siswa.
f. Prinsip Transfer dan Retensi
Belajar yang dapat dianggap bermanfaat bila seseorang itu dapat menyimpan dan
menerapkan hasil belajar dalam situasi baru dan pada akhirnya dapat digunakan
dalam situasi yang lain. Proses itulah yang disebut dengan Proses Transfer.
Sedangkan yang dimaksud dengan Retensi adalah kemampuan sesesorang untuk
menggunakan lagi hasil belajar.
g. Prinsip Belajar Kognitif
Belajar kognitif mencakup asosiasi antar unsur, pembentukan konsep, penemuan
masalah, dan keterampilan memecahkan masalah yang selanjutnya membentuk
perilaku baru, berpikir, menalar, menilai dan berimajinasi. Dalam prinsi ini akan
melibatkan proses pengenalan dan penemuan.
h. Prinsip Belajar Afektif
Belajar Afektif akan mencakup beberapa unsur yaitu nilai emosi, dorongan, minat
dan sikap. Prinsip belajar afektif seseorang akan menemukan bagaimana ia
menghubungkan dirinya dengan pengalaman baru.
i. Prinsip Belajar Evaluasi
Belajar evaluasi dapat mempengaruhi proses belajar saat ini dan selanjutnya
pelaksanaan pelatihan evaluasi memungkinkan bagi individu untuk menguji
kemajuan dalam pencapaian tujuan.